Wisata Heritage ke Museum Sepuluh Nopember Surabaya


Sudah lama nggak jalan-jalan ke Surabaya, rasanya semangat sekali kemarin bisa backpackeran di kota Pahlawan yang ada di sebelah kota kelahiranku ini. Mungkin kalian tidak asing lagi dengan nama "Monumen Tugu Pahlawan". Sebuah monumen yang menjadi landmark sekaligus toggak sejarah di kota Surabaya yang dibangun sebagai bentuk penghargaan dalam rangka memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 yang berdarah-darah oleh arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia.  


Monumen yang tingginya sekitar 41,15 meter dan berbentuk lingga atau paku terbalik ini memiliki tubuh yang berbentuk canalures atau lengkungan-lengkungan sebanyak 10 lengkungan dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canaluresnya mengandungi makna tanggal peristiwa pertempuran yang terjadi pada masa itu yaitu tanggal 10, bulan 11, dan tahun 1945. Bagi seluruh rakyat Indonesia, tanggal tersebut menjadi tanggal yang bersejarah, dan monumen Tugu Pahlawan ini menjadi tempat yang amat bersejarah bagi warga kota Surabaya sendiri juga bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Bangunan pertama yang akan kalian temui ketika kalian masuk ke area dalam taman Tugu Pahlawan ini adalah Patung Bung Karno dan Bung Hatta (Presiden dan Wakil Presiden RI yang pertama) berdiri tegak di pintu taman seolah sedang memproklamirkan (membaca surat proklamasi) kemerdekaan Indonesia. Dan perlu kaliaan ketahui jika kalian mau foto di sini, alangkah baiknya kalian menunggu sampai matahari lagi terik-teriknya. Karena pengunjung bakal nyari spot yang dingin dan pergi dari patung ini secepat-cepatnya (bilang dong kalau panas banget cuacanya). Kalau nggak, jangan harap bisa foto sendiri seperti foto saya di atas. Ngeblur pulak kan hasilnya, gegara nggak ada yang motoin (cuma swafoto dengan countdown timer).

Museum Sepuluh Nopember 

Nah, kalau kalian berkunjung ke Monumen Tugu Pahlawan yang ada di tengah-tengah kota di jalan Pahlawan Surabaya dan di dekat Kantor Gubernur Jawa Timur ini, kalian pasti tahu dong ya bahwa tempat ini memiliki Museum bersejarah yang ada di bawah tanah sedalam tujuh meter dan menyimpan benda-benda pusaka dari peristiwa Pertempuran 10 Nopember tahun 1945 silam. 

Pintu Masuk Museum setelah melewati lorong tiket
Miniatur Tugu Pahlawan yang ada di depan pintu masuk Museum

Museum Sepuluh Nopember ini didirikan pada tanggal 10 Nopember tahun 1991 guna menunjang keberadaan Monumen Tugu Pahlawan yang telah berdiri sebelumnya, yakni tanggal 10 Nopember 1951. Museum ini resmi dibuka dan dijadikan wisata heritage oleh Presiden Republik Indonesia pada masa itu yaitu KH. Abdul Rahman Wahid (Gus Dur) pada tanggal 19 Februari tahun 2000. 

Di dalam Museum Sepuluh Nopember sendiri tersimpan benda-benda pusaka nan bersejarah yang bersinggungan langsung dengan peristiwa pertempuran Sepuluh Nopember yang pernah terjadi di Surabaya. Di mana banyak pemuda Surabaya yang rela mati demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Patung bung tomo yang lengkap dengan radio siaran pidatonya

Koleksi utama dari museum ini adalah suara pidato Bung Tomo (Sosiodrama), radio peninggalan Bung Tomo, Senjata-senjata otomatis (peninggalan peperangan), mobil Bung Tomo, pameran foto dan benda-benda peninggalan H.R Muhammad. 

Museum ini terdiri dari dua lantai, yang mana tiap lantai dibagi menjadi beberapa bagian. Di lantai pertama terdapat beberapa galeri foto juga miniatur lengkap Rumah Sakit Simpang dan sejarahnya, beserta beberapa patung pahlawan 10 Nopember dan orang-orang yang berjasa di dalamnya (seperti nurse, angkatan bersenjata, juru bicara, petani dan sebagainya), sedang di lantai dua lebih didominasi oleh senjata-senjata dan diorama yang berisi miniatur kota Surabaya masa itu lengkap dengan audionya.


Selama masuk ke dalam museum ini, saya berasa kembali pada masa penjajahan dulu. Bulu kuduk merinding, sembari membayangkan betapa hebatnya para pejuang pada masa itu. Dengan tekat kuat dan penuh semangat, kemerdekaan akhirnya bisa diraih bangsa Indonesia sampai saat ini meski harus rela berdarah-darah hingga tinggal kenangan nama dan perjuangannya.

Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa di lantai dua museum ini lebih didonimasi oleh senjata-senjata otomatis yang dipakai pertempuran pada masa itu. Bukan hanya golok, berang, pedang saja, tapi juga tombak, pistol, helm besi, slingbag kulit, perisai, botol minum alumunium yang dipakai pada masa itu tersimpan rapi dalam kaca yang disertai dengan keterangan-keterangan tertulis di dalamnya. Ada juga mata uang kertas juga koin yang dipakai pada masa pertempuran yang tertata rapi. Ditambah lagi koleksi perangko juga alat-alat medis seperti suntikan, perban, buku-buku kuno semua terpajang rapi di dalam kaca di sudut-sudut ruangan.


Serius, kalau ke sini dijamin auto pinter sejarah. Ehe. Banyak benda-benda pusaka yang masih membuat kita bertanya-tanya, kok bisa ya orang jaman dulu menang melawan penjajah hanya dengan peralatan sederhana seperti ini saja. Mungkin wirid dan tirakatnya lebih-lebih kali ya. Pendekatan diri kepada Tuhannya saya yakin melebihi manusia biasa pada umumnya. So, jika Tuhan sudah berkehendak menang, mau dikata apa lagi yekan. Meski harus meninggalkan kenangan yang berdarah-darah, tapi perjuangan melawan penjajah tanpa pamrih sungguh membuat kita kadang harus mengintropeksi diri. (jleb)

Fasilitas untuk pengunjung

Hebatnya lagi, fasilitas di dalam museum ini sungguh sangat-sangat membantu semua kalangan termasuk disabilitas dan para lansia. Ada eskalator dan lift yang bisa dipakai juga toilet yang bersih bikin betah wisata heritage di sini. Jadi, tidak hanya anak-anak, remaja, mau dewasa saja yang bisa menikmati dan mengenang tempat juga pahlawan bersejarah kota Surabaya, tapi lansia dan disabilitas juga bisa mengakses dengan mudahnya.

Nah, ngomongin wisata heritage di Surabaya pasti kalian bertanya-tanya dong: di mana tempat yang pas untuk staycation, menginap sekaligus kuliner yang bisa menjangkau lebih dekat dengan Tugu Pahlawan juga wisata lainnya. Jawabannya adalah pesan hotel di Surabaya. Karena lokasi museum juga monumen tugu pahlawan ini ada di tengah kota, jadi banyak pilihan hotel yang bisa kalian tinggali selama menjelajah kota Surabaya ini. Contohnya ya RedDoorz Plus near Marvell City Mall yang ada di Pegi Pegi. Selain harganya yang murah, lokasinya hanya berjarak 461 meter dari Tugu Pahlawan.

 

Enaknya kalau pesan di Pegipegi tuh bisa pilih hotel yang dekat di area mana, seperti yang aku lihatin di atas, kalau kita butuhnya di area Tugu Pahlawan ya kita klik aja opsi dekat dari Tugu Pahlawan. Nanti akan ada urutan hotel yang terdekat apa aja dan harganya berapa aja. Kalau di Pegipegi sih insyaallah murah lah ya, banyak diskon lagi. Lumayan kan, uang lebihnya bisa dipakai buat kulineran.

Untuk kulinernya sendiri, (rekomendasi) kalian bisa meluncur ke Nasi Bebek Tugu Pahlawan yang ada di jalan Tembaan, alun-alun Contong, tepat di seberang taman kota atau taman Tugu Pahlawan ini. Tendanya milik Hajah Minhah yang sudah mulai membuka usahanya itu sejak tahun 1989 silam. Wow, rame banget asli. Jangan lupa, siapkan kesabaran untuk membeli nasi bebek di sini, karena ramai sekali ngantrinya. Fyi, buat yang mau menu favorit ada Paha Super ukuran jumbo yang biasanya setelah pukul 20.00 WIB saja sudah ludes dipesan pelanggan.


Jadi, masih ragu mau wisata heritage di Surabaya?
Sayang banget loh!
Tabik,

Rekomendasi Film Komedi Bulan Agustus 2019; Mahasiswi Baru Angkat Isu Soal Pendidikan


Masih ingat film yang berjudul "Bad Genius"? Salah satu filem terlaris di dunia yang  berasal dari Thailand ini mengangkat isu pendidikan bergenre aksi-kriminal dan dibumbuhi dengan komedi. Kebayang dong serunya saat kita nonton. Deg degan iya, humornya juga iya, membuat saya hampir setiap adegan terpingkal-pingkal. Kini hadir juga filem serupa di Indonesia dengan alur yang berbeda, produksi MNC Picture yang siap tayang di bioskop mulai 8 Agustus 2019 mendatang. Trailer tonton di sini atau boleh cek di bawah.

Film drama remaja Mahasiswi Baru yang memakan waktu syuting 21 hari di Yogyakarta ini disutradarai oleh Monty Tiwa, yang menghadirkan kolaborasi akting lintas generasi dalam satu adegan. Diantaranya ada Widyawati dan Slamet Rahardjo yang beradu akting dengan para pemain muda nan mempesona, abang Morgan Oey, Mikha Tambayong, juga dedek gemes si Umay Shahab. Haduh, plis. Semoga tidak membuat saya terkencing-kencing di bioskop nanti.

Memiliki Pesan Moral Tinggi Tentang Pendidikan

Dalam film ini, diceritakan oleh Muhammad Soufan selaku Executive Producer MNC Pictures bahwa meskipun di usia lanjut, sosok Lastri yang diperankan oleh Widyawati masih tetap berusaha untuk mencapai apa yang dicita-citakan. Karena sebenarnya pendidikan memang tidak mengenal umur dan itu poin penting dari film yang akan tayang di bulan Agustus mendatang. 

Soufan pun menambahkan bahwa film Mahasiswi Baru ini tak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga bisa menjadi tuntunan. Dan, tuntunan akan sangat baik sekali bila semua orang bisa melihatnya, termasuk para remaja dan orang tua. 

Sinopsis

Diceritakan dalam filem Mahasiswi Baru ini tentang sosok perempuan yang bernama Lastri alias ibu Widyawati (pemeran utama) yang walaupun di usia tak muda lagi, ia tetap ingin menempuh pendidikan di perguruan tinggi atau universiti. Nah, saat menjadi mahasiswi baru inilah, Lastri bersahabat dengan Danny (Morgan Oey), Sarah (Mikha Tambayong), Erfan (Umay Shahab), dan Reva (Sonia Alyssa), yang mana menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk bisa bersatu. Akhirnya, mereka pun membentuk sebuah kelompok di kampus yang memunculkan konflik dan drama dibumbui komedi dengan pesan moral edukatif yang diberi nama jeng jeng jeng. Kita tonton bareng-bareng ya trailernya.


Seru banget ketika Bu Lastri (Widyawati) bilang ke teman lamanya yang posisinya saat itu menjadi dosen tempat ia kuliah. "Yoaaa braaaay..." sambil gaya manjanya ala nenek-nenek abege. Duh kocak banget deh pokoknya. Baru liat trailernya aja udah nggak sabar pengen nonton. Nggak kebayang, nenek-nenek punya geng di kampus. Gimana nasib anaknya ya menghadapi ibu gaul macam nenek Lastri ini?

Nggak sabar pengen liat filemnya.

Mau Trip ke Korea Gratis? Miliki Laptop Concept D Series di hari Spesial Acer Day 2019!


Kemarin, tepat pada tanggal 18 Juli 2019, saya beserta para awak media yang lain diundang secara resmi oleh Acer Indonesia dalam rangka menyemarakkan Acer Day 2019 memperingati Anniversary Acer yang ke dua puluh tahun, yang berlangsung pada tanggal 18 Juli 2019 hingga 30 September 2019 mendatang. Di mana selama acara ini berlangsung, para pelanggan Acer yang membeli produk akan diberikan program Acer Point Reward dengan hadiah utama trip wisata ke Korea dan 2220 hadiah seru lainnya.

Disamping itu, Acer memberikan apresiasi penuh kepada pelanggannya melalui berbagai penawaran spektakuler yang dihadirkan melalui campaign Acer Day yang #XtraFun dan #XtraCool di Indonesia. Seperti Promo Cashback 10 Juta awal tahun 2019 yang lalu, Acer memberikan cashback hingga 2 Juta rupiah, Office 365 dan garansi resmi selama tiga tahun kepada para pembeli produk Acer tipe apapun dan bahkan ada pula yang mendapat bonus printer PIXMA jika membeli produk Xtra Cool Offer (Varian Swift 3; SF314-41) seharga Rp. 6,499,000 (harga normalnya Rp. 6,999,000).


Swift 3 sendiri merupakan lini laptop tipis Acer yang memiliki desain stylish. Ada tiga varian yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan kinerja kita, yaitu Swift 3 Air, Swift 3 Infinity, dan Swift 3 Acer Day Edition. So, kalian mau pilih yang mana? 

Concept D dirancang untuk para Content Creator

Aduhai senangnya mendangar kabar terbaru Acer di bulan Juli ini. Saya sebagai konten kreator sendiri langsung excited banget melihat produk Acer yang dipamerkan di acara opening Acer Day kemarin. Ingin ku memiliki satu unit, tapi apalah daya, tabungan untuk beli laptop sendiri masih belum cukup.

Menurut Herbet Ang selaku Presiden Direktur Acer Indonesia, menuturkan bahwa pada rangkaian Acer Day kali ini, Acer juga memperkenalkan Concept D, lini terbaru yang dirancang khusus untuk para kreator seperti Desainer (Grafis) dan Youtuber. Concept D menghadirkan kekuatan dan kinerja yang dibutuhkan para kreator, yang dilengkapi akurasi warna lebih tinggi dengan 100% Adobe RGB color gamut dan dukungan Delta E<1,5.


Wow banget deh pokoknya. Selain dilengkapi akurasi warna yang lebih tinggi, Concept D punya Acer ini juga menampilkan prosesor mobile Intel Core generasi terbaru dan dukungan graphic card mumpuni. Dan pastinya kalian tahu dong, kalau dengan intel core 7 terbaru ini bisa membuat laptop kita lancar jaya saat melakukan proses design grafis dan mengedit video. Segala proses tanpa suara setenang 40 dB sehingga kita bisa fokus saat melakukan pekerjaan yang (mungkin) super njelimet sebagai konten kreator.

Acer Predator Hadir lagi lebih Keren

Super gila deh pokoknya di Acer Day 2019 kali ini. Promo cashback dimana-mana dan hadiahnya sampai 2222 termasuk 2 Trip ke Korea gratis tis. Hmm, siapa yang nggak mau kan ya. Terlebih ada Predator yang super gemesin dan best in class secara performa dan harga. Beli Predator Helios 500 (yang dilengkapi dengan AeroBlade 3D Fans Generasi keempat; yang bisa mendinginkan laptop) saja bisa dapat cashback up to 2jt rupiah.


Acer Predator ini sendiri punya dua pilihan varian yaitu Nitro 5 (AN515-52) dan Nitro 7 (AN715-51). Dua-duanya memiliki keunggulan yang sedikit berbeda sesuai dengan kebutuhan dan pasar Indonesia sebagai laptop gaming terbaik di kelasnya. Untuk Acer Nitro 7 sendiri unggul dengan visual gaming yang cepat dan bebas blur dengan dukungan refresh rate 144Hz dan response time 3ms. Sedang untuk Nitro 5 sendiri lebih unggul di harga yang hanya dibandrol mulai dari 11jutaan ditambah cashback hingga 1juta plus gratis Nitro mouse yang lucu banget logo predatornya. Bisa nyala gitu, kebayang kan kerennya.

Acer Swift 7 Bikin Klepek-klepek

Terakhir, produk Acer yang amat diunggulkan dalam masa Acer Day 2019 ini adalah hadirnya varian terbaru dari lini ultra tipis yaitu Acer Swift 7. Sebagai laptop tipis dan teringan di dunia, Swift 7 ini ternyata memiliki bobot yang lebih ringan (kurang dari satu kilo atau lebih tepatnya cuma 890 gram) dan performanya super kece dengan ketebalan kurang dari 1 cm (9,95 mm). Screen to body rationya juga cuma 92%. Duh, serius saya mau satu, please. Kebutuhan sebagai seorang kreator salah satunya ya kudu punya laptop super keren seperti Swift 7 ini. Best banget deh dengan harga yang lumayan terjangkau dilihat dari sebegitu banyak performa yang diberi yaitu sekitar 15jutaan.

Cara mendapatkan Hadiah Trip ke Korea Selama 5 Hari 4 Malam

Pertama, kalian harus membeli produk Acer pada periode Acer Day 2019 yaitu di tanggal 18 Juli 2019 hingga 30 September 2019. Setelah itu, registrasi melalui website Acer Day di www.acer.id/acerday. kemudian kalian akan mendapat poin yang bisa dikumpulkan dan berkesempatan memenangkan Grandprize Trip ke Korea Gratis selama 5 Hari 4 Malam dengan memutar Spin Wheel. Wah, seru banget dong ya? Pastinya.

Jadi, yuk kita serbu sama-sama gerai Acer terdekat!
Beli yang original ya, biar dapat cashback dan banyak hadiah-hadiah sesasional lainnya.

Tabik,

Tempat Wisata Menarik Di Jogja


Jujur, kalau ngomongin kota Jogja rasanya saya pengen nangis, karena benar kalau saya memang belum pernah menginjakkan kaki di sana sama sekali. Padahal Jogja merupakan kota yang juga menjadi pusat kebudayaan Jawa hingga sampai saat ini. Jogja atau Yogyakarta memiliki begitu banyak tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Tempat-tempat wisata yang bagus dan salah satunya yang menjadi ikon kota Yogyakarta adalah Jalan Malioboro. Sudah pada tahu kan, "ealah, pantesan kok koncoku doh poto ndek ngisore tulisan Jl. Malioboro, dohalah norak." Mungkin kamu yang kurang piknik.

Asal kalian tahu ya, jalan Malioboro sendiri merupakan tempat wisata yang selalu dipadati oleh para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Makanya nggak heran kalau tiap hari selalu rame dan banyak yang foto-foto di sana. Selain itu Jalan Malioboro juga merupakan jantung kota Yogyakarta dan juga pusat oleh-oleh. Untuk para wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh, ini dia salah satu lokasi yang tepat untuk dikunjungi. Tak hanya Jalan Malioboro saja sebenarnya, ada banyak lagi tempat wisata di Jogja yang dapat kita kunjungi.

Berikut ini saya berikan rekomendasi beberapa tempat wisata Menarik di Jogja lainnya (bukan hanya jalan Malioboro yang super hits itu lho ya) yang wajib atau mubah untuk dikunjungi oleh para wisatawan yang berlibur di kota Yogyakarta:

1. Jogja Bay Waterpark

Pertama, kalian bisa ke Jogja Bay Waterpark. Tempat seperti apakah dia? Jogja Bay Waterpark adalah waterpark thematic terbaru yang ada di Indonesia dengan wahana lengkap dan area yang terluas. Memiliki luas area 7 hektar dan memiliki 19 wahana permainan air. Ini adalah Taman wisata air terbaru satu-satunya di Indonesia dengan mengusung tema bajak laut. Tema ini memadukan unsur arsitektur Eropa dan juga Jawa. Di Jogja Bay Waterpark kita akan diberikan kenyamanan dan keamanan untuk kita dan keluarga yang berkunjung. Terdapat berbagai macam wahana yang memberikan pengalaman baru dan seru, seperti Pembalap Memo, Bekti Adventure, Volcano Coaster, Timo-timo rider, Sungai Jolie Raft, Brando Boomerang, Ziggy Giant Barrel, Keluarga Mimi, Pantai Selatan dan masih ada beberapa wahana lainnya yang wajib untuk dicoba.

2. Candi Borobudur

Kedua, Candi Borobudur. Seperti yang kita ketahui sejak masa sekolah dulu yekan, dalam mata pelajaran sejarah kita dihadapkan dengan megahnya 7 keajaiban dunia dan salah satunya ya Candi Borobudur ini. Candi Budha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah ini memiliki bentuk Stupa yang didirikan pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra. Saat itu, kerajaan didominasi oleh para penganut agama Budha Mahayana pada sekitar 800-an Masehi. Monumen ini dibangun di tempat yang suci untuk memuliakan Budha dan juga berfungsi sebagai tempat berziarah. Hingga saat ini Candi Borobudur masih digunakan sebagai tempat Ziarah Keagamaan. Dalam dunia pariwisata.

Candi Borobudur merupakan tempat objek wisata tunggal di Indonesia yang memiliki banyak pengunjung. Lokasinya terletak di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Untuk Harga tiketnya berkisar dari Rp. 20.000 hingga Rp. 50.000. Tempat wisata ini juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas seperti Warung makan, Toilet, Mushola, Guide, Pusat informasi, Penginapan, dan beberapa fasilitas lainnya. Hemm kan, jadi makin kebelet buat jelajah kota Jogja.

3. Upside Down World Jogja

Ketiga, Upside Down World Jogja. Nah ini dia nih tempat paling hits seantero jagat maya. Wisata rumah terbalik, haduduh pusing nggak tuh? Nah, buat kalian-kalian anak hits yang ingin mencari tempat wisata menarik dan unik di kota Jogja, maka kalian bisa berkunjung ke Upside Down World Jogja.

Ini adalah tempat wisata foto dengan delapan ruangan yang memiliki konsep yang unik dan desain interior yang berbeda. Dan yang membuat tempat ini menjadi spesial adalah ruangan-ruangan disini semuanya terbalik. Tempat ini dilengkapi dengan beberapa Fasilitas seperti Kamar ganti, Mesin ATM, dan juga restoran. Kamu yang berkunjung kesini bisa mengabadikan momen yang unik saat berpose di ruangan yang terbaik tanpa ada rasa takut akan terjatuh.

4. Taman Pelangi Yogyakarta

Keempat, Oh yeah, Taman Pelangi Yogyakarta yang terletak di Ringroad utara kota Jogja, tepatnya di kelurahan Sariharjo, Kecamatan Sleman, DI Yogyakarta. Fyi, tempat ini buka setiap harinya dan selalu ramai dikunjungi para wisatawan. Bonusnya, disini pengunjung bisa menyaksikan indahnya pelangi dengan kerlipan para lampion berwarna warni tanpa harus menunggu turunnya hujan. Hemmb, gimana? Masih ragu buat piknik ke Jogja? Nowaaaaaaayyyyyyy!

Okey, em, baiklah bapak-bapak, ibu-ibu, itulah informasi yang bisa saya rekomendasikan mengenai tempat wisata Jogja yang wajib untuk dikunjungi saat kita liburan ke Jogja. Tau dong ya, selain Bali, Jogja memiliki daya tarik sendiri bagi para wisatawan yang salah satunya adalah budaya juga adat istiadat yang masih sangat kental dan terjaga. Masih ada juga beberapa tempat wisata Jogja lainnya yang tak kalah menarik dan bagus.

Untuk informasi lebih detailnya mengenai tempat-tempat wisata Jogja maka kamu bisa mengunjungi Traveloka. Disini kamu akan menemukan informasi mengenai tempat wisata dan juga harga tiket masuk. Tidak hanya itu namun juga ada tiket promo dan dengan harga yang lebih menarik. Ehem, langsung ngelirik isi dompet.

Gimana, makin tertarik dengan Jogja? Pastinya yo rek. *gak usah lirak-lirik sampek matamu jereng, cukup maturnuwun ae, ku kasih informasi ini secara percuma alias gratis. 
Tabik,

Sunday Penuh Bunga di Wagos Ujung Pangkah


Bisa ngajak jalan orang tua itu rasanya Alhamdulillah banget. Apalagi ke destinasi wisata yang bisa menjadi siraman rohani kedua setelah mencuci diri dengan ayat-ayat Allah yang suci. Wisata alam misalnya. Tanpa kita sadari sebenarnya, memanjakan mata untuk melihat ciptaan Allah yang segar membentang hijau seluas samudera bisa jadi obat hati yang sedang tersakiti, atau bahkan bisa menyembuhkan penyakit jiwa ringan seperti stress kerja dan tingkat kebosanan akut dalam diri.

Kalau di lingkungan kita tidak ada destinasi wisatanya gimana dong kak? Bisa kok, lihat taman-taman penuh bunga atau membiasakan menghirup oksigen setiap pagi sebelum kerja bisa membuat otak kita terasa fresh dan badan kembali bugar. Tidak mungkin juga kan di sekitar kalian tidak tumbuh satu pun tanaman, jadi manfaatkanlah hasil fotosintesis mereka yang mengudara bebas.

Kalau kalian bertanya di mana tempat tinggal? Kalian boleh ketikkan nama 'Gresik' di google. Di situlah saat ini saya mengabdikan diri kepada agama, orang tua, dan perintisan karir sebagai seorang penulis juga konten kreator. Nah, buat yang sudah tahu kota Gresik ini seperti apa, pasti banyak yang beranggapan bahwa Gresik minim destinasi wisata. Padahal di tahun 2019 ini, wisata kota Gresik khususnya di daerah utara semakin dikembangkan. Salah satunya ya ini, Wisata Alam Gosari (Wa'gos) yang terletak di desa Gosari, kecamatan Ujung Pangkah, kabupaten Gresik.


Wagos sendiri resmi dibuka sekitar akhir tahun 2017 silam, bisa dibilang Wagos ini merupakan salah satu gebrakan oleh masyarakat Gresik yang dianggap pinggiran/ ndeso untuk mempromosikan keindahan alam yang ada di sekitarnya dan menyadarkan masyarakat sekitar tentang pentingnya destinasi wisata di tengah kota industri.

Harga Tiket Masuk Wa'Gos

Berbahagialah, karena tiket masuk wisata alam di Gosari ini terbilang sangat-sangat murah. Cukup mengeluarkan kocek sebesar 5,000 rupiah saja per orang, kita sudah bisa menikmati seluruh wahana wisata alam penuh bunga, arena outbond dan bermanja-manja ria.

Untuk parkir sepeda motor sepuasnya, kita cukup membayar 5,000 rupiah saja, sedang untuk mobil, cukup membayar 10,000 rupiah saja. Jangan khawatir soal parkiran, tempat parkir yang disediakan juga cukup luas dan rindang karena banyak pohon jati yang siap meneduhkan.

Spot instagramable di Wa'gos

Spot pertama yang bisa kita nikmati adalah lorong payung warna-warni tepat di samping kanan lahan parkir. Berbagai macam payung dipajang rapi, berbaris dengan selingan pattern dan etnik. Untuk bisa foto di area ini harap sabar sih, karena yang antri banyak dan kadang ada juga yang lewat karena lorong ini merupakan jalan menuju bukit yang ada rumah segitiganya itu.

Jembatan Cinta ala Pedesaan Jepang Klasik

Spot kedua yang menarik perhatian adalah jembatan cinta ala-ala di pedesaan China/Jepang klasik. Jembatan merah lengkap dengan lamphion dan bunga sakura ini membuat kita semakin terasa sedang berada di desa penuh bunga di negeri matahari terbit (Jepang) sana. Jembatan merah di sini asli terbuat dari kayu yang di beri warna merah, sehingga terasa kental sekali budaya Jepangnya.

Kanan kiri jembatan ini dipenuhi bunga Cosmos berwarna-warni, berdampingan dengan Dandelion yang sedikit membaur. Sehingga spot ini cocok untuk berfoto ria ala-ala gadis jepang yang memakai kimono. Sayang, saya nggak punya kimono jadi seadanya saja foto di sini. 

Taman Bunga Cinta

Spot inilah yang paling menyegarkan mata menurut saya, karena bunganya berwarna segar semua. Lahannya lumayan luas dan bermacam-macam bunga yang sejenis tumbuh dalam satu taman, seperti bunga seruni, cosmos, violet, vinca dan zinnia. Duh, kebayang kan gimana happy nya kalau memandang satu taman yang berisi bunga semua begini. Seketika sakit hati langsung hilang dan lambat laun stress tatkala luntur dengan sendirinya, mata segar, batin sehat memancar.


Oiya, supaya bisa dapat foto instagramable kayak gini, jangan lupa bawa kostum atau aksesoris pendukung dari rumah ya, karena di sana tidak disediakan. Ya, namanya juga wisata alam, pada hakikatnya ya alam yang harus dinikmatin, bukan foto-fotonya. Ehe. Note: jangan sampai diinjak-injak juga ya bunganya, kasian banget kemarin lihat beberapa bunga ada yang layu karena bekas diinjak para turis. Please, kita harus jaga keindahan destinasi wisata yang sudah ada segalanya buat kita. Jangan sampai dirusak begitu saja, serius saya sedih banget lihatnya.

Rumah Sarang Burung

Spot paling unik ya ini, rumah sarang burung yang ada di belakang spot lorong payung dan kolam renang. Untuk naik ke rumah sarang burung ini cukup menantang, disediakan tangga kayu untuk sampai di atas. Ketinggiannya mungkin sekitar dua setengah meter, tapi deg-degannya luar biasa banget. Takut rumahnya oleng atau jatuh rontok. Ehe.


Asli kreatif banget warga Gosari yang bikin rumah sarang burung ini. Tapi sayangnya, kemarin pas saya kesitu kawat penyangganya sudah mulai berkarat dan dedaunan sarangnya mulai rontok. Semoga saja cepat diperbaiki ya. Seru banget kalau udah di dalam rumah sarang burung ini, rasanya pengen baca buku berlama-lama atau bobok siang dengan semilir angin yang menghangatkan.

Tipsnya: saat naik ke atas, pandanglah ke atas jangan pandang ke bawah tangga. Nanti pasti kecut karena deg-degan dan kocar-kacir. Dan kalau sudah di atas jangan lupa menghirup udara pelan-pelan biar bisa menikmati sensasinya sebagai burung. Ehe. Jangan bergerak terlalu keras, biar rumah sarang burungnya tetap awet dan bisa tetap dinikmati siapapun yang berkunjung ke sini. 

Rumah ala The Hobbit

Nah, di Wagos sendiri ada rumah kayu The Hobbit macam di Farm House Lembang. Kalau di sini rumahnya lebih sederhana dan simpel. Nggak sama persis kayak rumah Hobbiton yang ada di New Zealand. Jadi semacam replikanya gitu lah ya. Lumayan kan, bisa jepret-jepret di depannya, biar jadi turis ala-ala mengunjungi rumah Hobbiton gitu.

Omah Kayu Unik

Duh, ini nih yang bikin ceria di Wagos, bisa foto-foto sepuasnya di beberapa omah kayu yang didesain unik. Bahan dasar omah kayu ini benar-benar dari kayu jati yang kuat. Makanya keren banget kalau pengerjaannya sedemikian rupa uniknya. Saya saja sampai excited banget pas lihat omah kayu ini berjejer. Tapi jangan heran ya, buat sekali jepret di sini saja harus antri dan sabar.


Nggak tahu lagi harus ngomong apa, semua spot terlihat menarik di sini. Sebenarnya ada satu spot lagi yang nggak kefoto karena antrinya lama banget, jadi ya cukup ini saja spot omah kayunya. Tips: jangan lupa siapin gaya buat foto di sini. Kalau saya orangnya asal aja jepret-jepret, alhasil bingung pilih yang bagusnya mana, karena kebanyakan failed. Ehem.

Bukit Batulan

Spot terakhir yang kami kunjungi saat ke Wagos adalah Bukit Batulan. Seperti yang sudah pernah saya singgung di atas, bahwa jalan menuju bukit ini adalah melalui lorong payung yang ada di samping kolam renang. Karena jarak tempuhnya lumayan jauh yaitu kurang lebih 500 meter, maka alangkah lebih baiknya bawa motor sendiri daripada jalan kaki. Apalagi jalanannya nanjak gitu, bisa semper kalau kaki dipaksa jalan, apalagi kesana nya pas siang hari pula. Duh, makin imut deh ya. Bisa gelar tikar nyampe bukit saking capeknya. (Note: buat yang jarang jalan kaki kayak saya sih)

Kalau sudah di atas bukit, lihat pemandangan kanan kiri yang berupa bukit sisa gunung kapur yang sudah lumayan terkena erosi, duh ademnya hati dan pikiran. Rasanya langsung keformat sendiri file-file di otas yang sudah bobrok dan rusak. Recycle Bin otak juga rasanya bersih kembali. Cocok sih buat yang mau ngilangin stress kerja sama bosan berkepanjangan. I highly reccommend it.

Lokasi dan Rute Menuju Wisata Alam Gosari

Lokasinya sendiri terletak di desa Gosari, kecamatan Ujung Pangkah kabupaten Gresik, Jawa Timur, Indonesia. 61154. Kalau mau ke sana bawa mobil, saya sarankan mengkuti peta. Insyaallah lokasinya sesuai kok. Saya kemarin juga ikut peta.

Rutenya sendiri ada dua jalur. Kalau dari arah lamongan atau paciran, kalian lurus saja ke arah Sidayu, tapi sebelum itu carilah gapura Desa Sekapuk ada di sebelah kiri jalan, terus masuk saja. Lurus saja sampai masuk desa Gosari, kalau sudah nanti ada anak panah yang menunjukkan arah lokasinya. Kalau dari arah Gresik kota, kalian lurus saja ke arah Gresik wilayah utara, melewati Jembatan Sembayat, sampai ke alun-alun Sidayu, terus belok kiri. Setelah itu lurus saja sampai ketemu desa Sekapuk di sebelah kanan jalan. Untuk patokan sebelah kirinya ada masjid besar & RS PKU Muhammadiyah. Nah kalau sudah masuk gapura Desa Sekapuk, kalian tinggal lurus saja sampai masuk desa Gosari, kalau sudah nanti ada anak panah yang menunjukkan arah lokasinya.



So, kalian masih ngira Gresik nggak punya destinasi wisata? OH, BIG NO!
Tabik,

Liburan Bergaya Ala Petani Eropa Klasik di Lembang

Bandung lagi, Bandung lagi teh. Nggak bosen apa teh ke Bandung mulu? Jawabannya adalah TidakMana ada sih liburan bosen? Saya tuh kalau liburan ya kalau waktunya libur. Selebihnya ya ngantor di rumah. Kalau dibilang ke Bandung bosen, bagi saya ya salah. Karena kerjaan saya di rumah yang justru bikin bosen ini menggelora. Makanya butuh yang namanya piknik ke luar kota, biar matanya sehat nggak mantengin pemandangan yang itu-itu saja. Jadi, sah dong kalau saya liburan ke Bandung meski sebelumnya juga sudah pernah berlibur ke sana.

Memang benar juga sih kalau ada yang bilang bahwa Bandung itu surganya wisata. Selain suhunya yang lebih dikenal dingin daripada wilayah Indonesia pada umumnya, semacam di Eropa, Bandung juga terkenal dengan berbagai macam destinasi wisatanya, yang salah satunya ada Farm House Lembang di Bandung.

Entah kenapa saya merekomendasikan sekali Farm House Lembang ini, kemungkinan besar karena banyak tempat yang bisa mengedukasi kali ya. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa tempat yang disajikan di sana pun membuat kita ternganga dan yang paling saya suka adalah kita bisa liburan bergaya khas ala Petani Eropa Klasik dengan langsung memakai baju ala-ala yang sudah disewakan dengan berbagai ukuran.


Beberapa Spot Teristimewa Saat Berlibur ke Farm House Lembang

Dijamin deh, kalau liburan ke Farm House Lembang ini nggak bakalan bosan, karena banyak spot-spot yang menyejukkan mata. Bikin hati berbunga-bunga dan rasanya ingin berkali-kali mengabadikan foto di sana. Pose-pose ala selebgram cantik sambil benar-benar belajar apa aja yang bisa kita dapat dari sana buat dijadikan ole-ole saat pulang ke rumah (bercerita kepada tetangga atau rumpi di tukang tukang sayur misalnya).

1. Experience The Magic of Hobbiton

Tahu dong ya, rumah Hobbit yang ada di New Zealand yang waktu itu pernah dipakai syuting film trilogi The Hobbit yang menggemparkan dunia itu. Yang kita pikir rumah-rumah sederhana nan unik itu hanya didramatisir saja, ternyata ada wujudnya di Selandia Baru. Tapi buat yang ingin menikmati langsung bagaimana wujud rumah gemesnya itu, kita tak perlu jauh-jauh datang ke luar negeri karena di Lembang Bandung sendiri sudah ada rumah Hobbiton itu. Hem, saya sendiri sampai ngiler kalau denger namanya. Gemes aja gitu bawaannya.


Nah loh, baru lihat aja udah gemes kan? Lucu banget gitu desain pintu dan jendelanya. Semua serba mini, imut-imut kayak si marmut. Dan untuk bisa melihat dan bermanja-manja ria di rumah Hobbit yang ucul ini, kita harus membeli karcis masuk Farm House sebesar IDR 20,000. Terjangkau bukan? Bonusnya lagi, karcis yang kita beli nantinya bisa ditukarkan dengan segelas Susu Sapi Segar Asli atau sosis bakar di bagian pintu luar rumah Hobbit ini. Lembang gitu loh, susu segar Sapi memanglah produksi asli kota Bandung Barat ini.


Mayan kan, segelas susu segar bikin mata makin berbinar-binar menjelajahi bukit-bukit Hobbiton penuh rerumputan yang hijau memanjang dengan bunga-bunga yang tak kalah meriah dengan desain klasik rumah kayunya. Semua rumah Hobbiton di sini sengaja dibuat mirip sekali dengan Hobbiton yang ada di Selandia Baru. Jadi, buat saya yang doyan berjalan-jalan ria sambil kepo ada apa aja di dalamnya, pasti merasakan surga banget. Kalau bawa anak? Pastinya makin seru dong! Siap menjelajahi seluruh titik Farm House di Lembang ini.

2. Taman Peternakan Mini

Duh duh, namanya juga Farm House iya kan. Jadi kalau ada peternakan mini di sana ya pastinya menyenangkan sekali. Apalagi bisa ikut memberi makan atau berpose ria dengan para domba, kelinci, atau anak sapi di sana. Pastinya bikin kita berasa sekali menjadi petani sungguhan. Dengan memakai kostum yang bisa di sewa (nanti saja jelaskan di bawah), kita bisa berjalan-jalan syantik berkeliling taman ala Petani Eropa Klasik sambil sok-sokan jadi pemilik peternakan Lembang tersebut.


Untuk memberi makan domba sendiri, kita harus membeli wortel (pakan kelinci dan domba) sebesar IDR 5,000. Sambil berjoget-joget ria, kita bisa langsung merasakan bahagianya menjadi seorang petani. Siap-siap menari bareng domba yang super bahenol dong ya. Ehe! Cekrek-cekrek, posting deh di instagram.

3. Kota Eguisheim Prancis yang Gagah Berani

Selain rumah Hobbiton dan peternakan di Farm House Lembang, spot istimewa yang bisa dinikmati selama berlibur di sana adalah bangunan rumah ala kota Eguisheim di Prancis yang berdiri kokoh dengan arsitektur bangunan yang vintage dan instagramable banget. Kita bisa berpose cantik dan menikmati sejuknya kota Bandung dengan imajinasi lagi di benua Eropa.


Nah loh, ada buibu yang nyapu di foto, yang bersih bu biar lakinya nggak brewokan. Hadeuh. Yasudahlah ya, saya beri tahu saja kalau tangga di bangunan depan buibu itu tempat penyewaan kostum ala petani Eropa loh. Jadi, kalau kalian mau keliling Farm House dengan kostum ala noni-noni Belanda gitu ya silahkan langsung aja menuju lantai dua. Ada banyak banget pilihan warna dan motif. Umumnya sih warna merah dan merahnya bagus kok, nggak terlalu norak juga. Kalau nggak suka warna merah ya pilih warna hitam atau kuning saja lebih kalem. Untuk tarifnya sendiri IDR 75,000 per 2 jam (2 hours).