Navigation Menu

Resolusi Tahun 2019: Get The Job, Be a Professional


Halo Januari !

Ngomongin tahun baru, mungkin ada banyak orang di luar sana yang sudah mempersiapkan wishlist atau resolusi di tahun ini jauh-jauh hari. Biar apa? Biar hidup kedepannya teratur sama konsep yang sudah dibikinnya. Nah, kalau saya sendiri masih selow saja kemarin. Alhasil bikinnya baru di awal tahun 2019 ini. Entah kenapa, mau bikin resolusi kok rasanya males banget, karena saya mikirnya hidup itu penuh kejutan, jadi tidak usah dibikin resolusi apa-apa. Alhasil, jadi begitu deh ya berkaca dari tahun 2018 kemarin. Hidup saya sungguh selow macam lagunya Wahyu - Selow. Bahkan sampai suatu waktu pernah bengong sendiri lama-lama macam orang bego' nahan kecirit mencret saking selownya. Kamu kenapa cor? kesambet? Nyokap nyincing sarung sambil nowel pipi. Tidak lama kemudian, saya diruqiyah. Lalu setannya terbirit-birit sambil menyanyikan lagu selow. Geblek! Sama sekali nggak lucu loh.

Bikin Resolusi 2019

Karena kejadian itu sungguh bikin kepala saya jadi pusing sebab menelan banyak pembicaraan yang tidak mengasyikkan dari mulut ular tetangga dan keluarga besar. Akhirnya saya memutuskan untuk bikin resolusi di tahun 2019 ini. Dengan penuh semangat, karena menurut ramalan tanggalan China, tahun ini saya akan kebagian jatah keberuntungan lebih-lebih di antara yang lain. Jadi saya tidak perlu khawatir bakal melakukan rutinitas seperti biasa; bangun tidur, gosok gigi, mandi kecil, masak-masak (telor ceplok+nasi putih), bengong di depan laptop. Saya rasa itu semua bakal berakhir di tahun ini, karena saya bakal jadi jutawan, dapat pekerjaan tetap sambil nabung cantik, tak perlu irit sampai mencekik. Akhirnya, resolusi ini saya buat sebaik-baiknya dan saya sesuaikan sama term and condition yang ada. Selamat datang masa Kejayaan spesies Blogisisus Fiksidisaurus. Makhluk blogger dunia maya yang doyan berkhayal. Selamat Nyonya Cory, mari kita lihat resolusinya!

Setelah saya corat-coret lama bikin Mind Map di buku harian anak bangsa, akhirnya saya temukan faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dinasti Coricori Cup di tahun 2018. Jangan sampai tahun ini terulang kembali kesalahan yang pernah dilalui. Dengan Teori SMART (Spesifik, Measurable, Acheivable, Relevant, and Time Bound) milik Peter Drucker, akhirnya saya bikin skema paling menggemaskan seperti infografis di atas. Silahkan diintip sendiri ya. Mari saya jelaskan lebih spesifik dan detail.

1. Spiritual

Sungguh sangat menyedihkan ketika batin terombang-ambing oleh dilema kehidupan yang amat memilukan. Kadang ragu untuk memutuskan, tapi segalanya bisa diatasi atas dasar keyakinan pada kekuatan sang Maha Kuasa. Jujur, selama setahun terakhir ini ibadah saya menurun drastis, dari yang dulunya rajin melakukan ibadah sunnah, kemarin jadi kebanyakan bengong mikirin problematika kehidupan. Terlalu larut dalam masalah sampai akhirnya lupa sama yang bisa bantu menyelesaikan masalah. Teruntuk kejayaan di tahun 2019 ini, dengan sigap saya menyatakan "siap berperang" melawan hawa nafsu, ego dan penyakit malas yang akan menyerang ibadah saya nantinya.

Disclaimer: mohon ma'af, tulisan di part ini tidak dimaksudkan untuk riya', hanya saja sebagai catatan untuk evaluasi diri dan memotivasi.

Bagian paling penting dalam hidup. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai seorang muslimah. Saya ingin menjalankan lagi ibadah sunnah seperti sholat dan puasa sunnah. Membaca al-Qur'an pun semoga makin rajin tiap harinya. Kalau dulu setiap selesai sholat fardhu pasti diakhiri dengan ngaji walau beberapa ayat pun, tapi setahun terakhir ini malah kampret. Baca ayat suci saja cuma bisa dilakuin selepas shubuh sama abis ashar, itu pun kalau tidak lupa (kebanyakan lupa pas abis ashar). Wirid juga dilakuin kalau hati lagi was-was saja, padahal setiap hari itu perlu (kata nyokap). Kalau do'a sih insyaallah tidak bakal lupa karena banyak maunya. Tapi kadang juga merasa lelah (padahal ini dilarang, karena setiap do'a pasti akan didengar sama Allah), jadi sayang banget kalau disia-siakan begitu saja.

Mulai tahun ini akan saya ajarkan pada diri sendiri yang namanya istiqomah dan sabar. Apalagi waktu sholat wajibnya, padahal cuma 5 kali sehari, tapi seringkali telat dan dilakuin cuma sekejap. Sedang wishlistnya sendiri banyak sekali. Jadi, semoga bisa terealisasi dengan baik resolusi spiritual di tahun 2019 ini juga tahun-tahun seterusnya. Makin bertambah tingkat keimanannya dan makin bertambah pula ibadah mahdhoh nya, biar semangat menjalankan hari-harinya.

2. Keuangan

Ini juga penting dalam kehidupan. Hari gini tidak punya uang? Mandi comberan aja sono! Ke toilet aja bayar kok. Semakin hari, kebutuhan hidup semakin beragam dan banyak sekali. Ada jutaan pilihan yang bikin pusing kepala. Hampir semua didominasi dengan uang. Ya, uang memang menjadi subjek dari segala keinginan dan kebutuhan manusia. Mau makan saja beli berasnya pakai uang, punya sawah? Ngolahnya juga pakai uang kan buat beli bibit, obat dan pupuknya. Apalagi sekolah atau kursus, semuanya juga butuh uang. Masaiya, kita tidak menghargai jasa para guru. Jadi jangan menolak ketika ada statement mengatakan bahwa saat ini uang lebih berkuasa dibanding apapun. Uang ternyata sudah menjadi suatu hal yang penting saat ini.
Setahun terakhir juga saya sempat bikin kesalahan fatal masalah uang. Tapi kalau boleh diambil hikmahnya semua itu adalah ujian pertahanan hidup. Seberapa besar saya berjuang. Dalam setahun satu keluarga kecil kami mengalami sakit parah, pengeluaran banyak sekali tidak sebanding dengan pemasukan yang ada. Masih untung sakitnya bergantian, kalau tidak sudah wallahu a'lam. Beruntung saya masih punya teman-teman yang baik, yang subhanallah mulia sekali hatinya, sudah seperti keluarga sampai ke jannatullah. Mereka semua dengan sigap membantu walaupun mengenal saya hanya sebatas satu profesi. Baru di tahun 2018 kemarinlah saya, ibu dan nenek mengalami pesakitan yang begitu mengerikan. Na'udzubillah, jangan sampai terulang lagi cukup kemarin saja.

Itu semua menjadikan saya hutang secara materi dan hutang budi. Meski tidak terlalu banyak seperti para koruptor (na'udzubillah), tetap saja menjadi beban ketika menjalankan aktifitas apapun. Semua yang saya lakukan di sosial media terkadang bikin hati saya menangis karena takut bikin mereka salah paham. Padahal kebahagiaan yang saya umbar adalah untuk menutupi segala pesakitan yang sedang kami derita, dan itu semua juga karena tuntutan profesi, be a professional. Alhamdulillah, sampai detik ini sudah lumayan membaik. Semoga semua hutang yang saya punya terlunasi dengan baik di tahun 2019 ini seperti kesehatan yang saya miliki saat ini. Amin. Nilai moral: Menjaga kesehatan jiwa raga itu penting, menjaga amanah juga penting.

Kalau bahas soal keuangan memanglah rentan, apalagi bagi kaum menengah ke bawah seperti saya. Perjuangan harus ekstra lebih agar bisa merasakan hidup yang layak. Bisa senyum bahagia seperti teman-teman yang lain saja sudah syukur alhamdulillah. Makanya, resolusi keuangan tahun ini harus "EBOTANG" alias Enggak Boleh Ngutang dengan alasan separah apapun. Bismillah, mudah-mudahan Allah selalu memberikan kemudahan dalam mencari rizqi, agar tidak lagi terjadi hal-hal menyakitkan soal uang seperti di tahun 2018 kemarin. Kalau soal belanja, insyaallah masih bisa distop sewaktu-waktu, karena saya bukan tipe orang yang suka membeli barang kalau memang nggak butuh banget. Bismillah lagi, semoga banyak pemasukan dan bisa nabung tahun ini agar wishlist tahun kemarin yang gagal bisa terealisasi dengan barokah. Amin. 2019 Bebas Hutang, Tabungan Banyak. 

Untuk pemasukan, mungkin saya akan bekerja lebih keras mengikuti job kerjasama di blog, rajin ikut lomba blog (siapa tau menang kan ya), rajin ikut giveaway, rajin cari sponsorship (semoga ada yang mau), rajin ikut kuis, dan rajin menjual tulisannya. Semoga tahun ini goal nerbitin satu atau dua buku. Minimal novel yang memotivasi lah ya, biar bisa dijual. Pendapatan tetap? Sedang dipikirkan matang-matang.

Skill

Ahay, topik yang sangat menakjubkan sekali. Karena saya pikir dulu saya tidak akan punya skill apa-apa selain jadi orang pendiam dan cengeng. Dikit-dikit diem, dibully diem, dihina diem, diremenih diem, dicaci-maki diem, abis itu nangis sendirian di pinggir empang supaya tidak ketahuan ibu kalau saya sedang dirundung masalah. Hehe. Maaf, kalau kisah hidupnya kok sepertinya tersakiti terus dari kecil. Memang begitu faktanya, tapi alhamdulillah semakin kesini saya semakin merasakan nikmat Allah yang luar biasa. Banyak hal tak terduga, kebahagiaan tak terkira yang sebelumnya sama sekali tidak ada dalam khayalan hati dan pikiran. Saya jadi lebih terbuka dan punya fans banyak dimana-mana. Hehe. Abaikan.
Dari kecil, mungkin sejak berada di bangku Taman Kanak-kanak, keahlian saya adalah menggambar. Sampai SD kelas 3, mata pelajaran kesenian yang saya dapatkan selalu A++, sampai kelas 3 SD jugalah terakhir kalinya saya ikut lomba menggambar, mewarnai dan melukis. Padahal, semua coretan berwarna yang saya tuangkan adalah hasil dari kecintaan saya terhadap berkhayal. Andai saja ibu tahu kalau era digital seperti sekarang bakalan lahir dan menguasai teori akademisi yang membosankan itu, yang mana siapapun dengan keahlian apapun punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dihargai setinggi-tingginya. Mungkin ia tidak akan terlalu memaksa saya untuk jadi apa, dan skill menggambar yang saya punya juga tidak tertunda sampai bertahun-tahun lamanya. Mungkin juga jika waktu itu ibu tidak melarang, skill menggambarku akan lebih terlatih dan mahir seperti sketcherman-sketcherman handal di dunia desain grafis seperti sekarang. Itu andaikata jika ibu bisa meramal masa depan. Kemungkinan-kemungkinan besar saya jadi seniman terkenal bisa saja terjadi hari ini. Tapi sudahlah, toh waktu juga tidak dapat diputar kembali kan? Terlambat mengejar lebih baik daripada tidak sama sekali. Mari kita kejar impian kita.

Dulu, menurut ibu saya. Kalausaja tidak pandai berbahasa dan tidak pandai berhitung juga hafal teori fisika kimia, saya bakal jadi ibu rumah tangga biasa yang hobinya nonton tv di rumah sambil momong anak. Tapi ternyata kahayalan tingkat dewa itu telah sirna termakan teknologi baru yang makin kesini makin memberikan peluang bagi siapa saja yang memiliki skill di bidang apapun. Saya sedikit menyesal, karena ilmu fisika kimia dan matematika saya telah hilang begitu saja semenjak kuliah jurusan filsafat yang tak membutuhkan teori hukum newton juga rumus-rumus albert einstein. Jujur, di sini kadang saya merasa sedih.

Tapi alhamdulillahnya, nikmat Allah lagi-lagi tidak pernah mengkhianati siapapun. Ternyata skill menggambar saya masih menempel dalam kreatifitas otak kanan saya. Mereka masih menunggu, kapan saya akan mengasahnya lagi. Hingga suatu hari saya memutuskan untuk les sendiri via artikel dan youtube. Semua saya kerjakan secara otodidak. Belajar photoshop, illustrator (sedikit), premiere, after effect, semua saya jalani pelan-pelan. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk ngeblog dan menjadikan buah karya otak kanan saya itu sebagai infografis dan audio visual pendukung suatu konten yang saya tulis dan bagikan di rumah lifeascory.com.

Tidak sedikit biaya yang saya keluarkan. Saya rela tidak menghabiskan uang jajan demi nongkrong sampai malam di warnet sepulang sekolah untuk mempelajari tips dan trik yang saya butuhkan. Kalau dikalikan berapa totalnya mungkin sudah mencapai jutaan rupiah. Bingungnya setengah mati kalau belajar sendirian. Maklum, saya orangnya tidak suka banyak omong apalagi nanya-nanya ke orang yang suka meremehkan. Whalah, wong gak duwe ae atek belajar ngunu-ngunuan barang, Kanggo opo seh? Sombonge, opo anane opo'o dadi wong (Halah, orang miskin saja pake belajar kayak gituan; editing, ngoding etc. Buat apa sih? Sombong bener, apa adanya aja sih jadi orang). Sori ya, buat saya pengetahuan bukan terbatas bagi orang menengah atas saja. Bukannya mau sombong, tapi setiap orang juga punya kesempatan toh. Jadi biarkanlah diriku bereksplorasi, ngapain sewot sih. Hehe. Begitulah drama kenapa saya lebih memilih belajar sendiri. Jadi saya memang serba salah.

Alhamdulillah, rizqi yang saya dapat selama ini berkat buku yang saya baca, ilmu yang saya karungi, dan skill yang saya gembleng lagi mulai dari awal. Andai dari dulu ada les desain grafis atau programmer macam sekarang, mungkin saya akan gemar menabung dan ikut lesnya sampai saya sukses jadi hacker dan desainer. Buat kalian yang punya skill macam saya tak usah pusing belajar sendiri. Kalau ada tutor yang bisa ngajarin kita sampai mahir kenapa harus belajar sendiri. Karena masih banyak rahasia yang tidak terungkap di youtube atau artikel apapun yang bisa kalian dapat lengkap dari kursus.

Dumet School menetaskan para desainer dan programmer keren di usia muda


Di era digital seperti sekarang, segalanya jadi merasa dipermudah. Kalau sudah dipermudah begini ngapain harus dipersulit, iya kan? Dulu memang sulit buat nyari tempat kursus belajar desain grafis apalagi programming. Semua serba pelit-pelitan supaya diakui orang lain bahwa hanya dia yang bisa berkarya. Tapi buat apa, punya segudang ilmu tapi tidak ada manfaatnya buat orang lain. Saat ini orang sudah mulai terbuka dan ingin berbagi. Berbahagialah masih ada tempat yang mau menampung dan dengan ikhlas mengajarkan pelan-pelan sampai mahir betul. Semua kerja keras itu butuh kalian pikir matang-matang dan kalian hargai setinggi-tingginya, supaya ilmu yang kalian dapat juga bisa dihargai setinggi-tingginya sama orang lain.

Buat yang senasib sama saya, punya skill yang sama seperti saya, jangan menambah beban kehidupan dengan belajar otodidak kalau memang belum siap. Mending sabar dulu, berjuang dulu untuk nabung, baru deh ikut kursus yang bergaransi seumur hidup. Sambil nyari rizqi yang halal di bidang lain, kita bisa nabung untuk skill yang sudah kita idam-idamkan sejak lama. Yang bakal mengangkat derajat kita nantinya. Daripada marah-marah karena kesal sendiri tidak paham kode-kode alien yang tertera dalam program, makin bikin kita stress dan nggak fokus lagi. Kalau kurang percaya sama tempat kursus yang minim peminatnya, saya sarankan sih kursus saja di Dumet School. Karena setahu saya, Dumet School ini sudah terpercaya sejak lama, banyak peminat, dan banyak juga menetaskan para desainer muda dan programmer handal dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.


Selain itu juga, buat kalian yang udah siap kursus dari segi apapun, Dumet School sedang mengadakan promo Diskon 30% buat yang daftar bulan Januari 2019 ini. Jadi, tahun baru kalian langsung dapat ilmu baru. Lumayan kan, diskonnya up to 30%, kalau dihitung-hitung daripada ngabisin kuota untuk belajar sendiri, mending ikutan kursus yang dijamin mahir sampai sukses menetaskan karya baru. Hajar skill sampai bertelur, jadi tinggal mengerami saja sampai jadi karya dan pekerjaan profesional. Untuk info detailnya, kalian bisa akses websitenya di sini. Insyaallah amanah (semua informasi terkait testimoni, tempat kursus, harga dari setiap program yang dibutuhkan, dan lain sebagainya lengkap dituliskan di website officialnya).

Buat yang mau berkenalan dulu dengan Dumet School (baca review, liat murid-muridnya, program amal yang lainnya) atau tidak mau ketinggalan info terbarunya (tentang promo harga kursus dan lain sebagainya), bisa mengunjungi dan like Fanpage Dumet School juga follow instagramnya @dumetschool.

Pekerjaan

Resolusi 2019 yang lainnya adalah masalah pekerjaan. Supaya pundi-pundi rupiah terus mengalir dan harapan di tahun ini terwujud dengan berkahnya, maka saya harus semangat nyari kerja. Mau kerja apa? Saya hanya wanita biasa yang tak punya ijazah apa-apa (yakin?) selain pengalaman yang bejibun. Saya sudah mapan memandangi laptop yang hampir 24 jam setiap hari non stop. Hampir loh ya, jangan salah mengartikan. Alhamdulillah, saya diberkati mata yang tahan banting. Insomnia sudah menjadi qodam saya sejak kecil. Tanpa bantuan kacamata minus atau plus sampai saat ini alhamdulillah mata masih berfungsi dengan baik. Semoga tetap bertahan sampai punya anak tiga nanti. Amin. Nikah aja belom mbok. Kerja yuk, kebut cari duit!
Saya juga kepengen bisa kerja kantoran macam teman-teman saya yang pagi-pagi benar sudah naik busway atau commuterline dengan atribut yang luar biasa demi bisa sampai kantor dengan cepat. Tapi kalau bisa menciptakan kantor sendiri di rumah, kenapa tidak iya kan? Selama ini saya diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati dunia luar dan rizqi gratisan banyak sekali, jadi untuk pengalaman yang saya dapat dari menulis di dalam sepetak kamar saja, sudah bisa menjadi pengalaman untuk bikin kantor sendiri di rumah kan? Baiklah.

Lagian, punya kantor di rumah bukan berarti tidak keluar sama sekali dong. Meeting kerjasama juga butuh ketemu klien di luar, cari pengalaman baru dan bahan tulisan baru juga butuh keluar. Jadi jangan salah mengartikan lagi, kalau kerja di rumah berarti jadi orang rumahan yang tak tahu malu diomongin tetangga karena kelihatan nganggur. Be a smart content creator and professional job. Ada yang punya resolusi yang sama dengan saya? Punya kantor di rumah itu menyenangkan loh. Coba aja, yuk bareng saya merealisasikan resolusi pekerjaan tetap yang profesional di tahun 2019 ini. Amin.

Social Media

Lagi happening banget sekarang. Punya instagram harus bisa swipe up, biar apa? Biar kelihatan keren dong. Ngaco! Biar gampang aja gitu para followers membaca artikel yang kita tulis di blog atau mengakses informasi yang kita bagikan. Betul. Ini serius, penambahan followers di sosial media benar-benar mempengaruhi mood bekerja sebagai seorang influencer, writer, blogger, atau pekerjaan dunia maya lainnya loh. Buktinya, mari kita buktikan sendiri. Hehe. Yang jelas, bagi saya peningkatan jumlah likers, followers, dan subscriber di akun sosial media yang kita punya adalah suatu kebanggan bersama dan motivasi untuk terus berkarya. Kenapa? Itu artinya orang lain suka dengan karya kita, orang lain ikut bangga dengan karya kita, dan orang lain sedang menantikan kita untuk menetaskan karya baru yang bisa mereka ambil manfaatnya. Mulia sekali bukan pekerjaan ini? Semoga.


Selain menambah semangat buat terus berkarya, penambahan followers, likers dan subscriber bisa menambah poin ketika kita diajak kerjasama dengan suatu perusahaan atau sponshorship. Kenapa? Karena dengan begitu, mereka jadi semakin yakin bahwa apa yang sudah kita lakukan bisa membawa dampak positif bagi konsumen juga tingkat penjualan dan keuntungan perusahaan mereka. Alhamdulillah kan bisa saling membantu, saling menguntungkan di jalur positif. Yang penting: harus jujur dong ya.

Poin penting lagi dalam resolusi peningkatan akun sosial media saya di tahun 2019 ini adalah bisa meningkatkan nilai DA (Domain Authority), PA (Page Authority), dan PV (Page View) blog yang saya punya. Karena dengan meningkatnya segala angka-angka yang ada, bisa jadi nilai rupiah yang akan saya punya dalam satu tahun ini akan meningkat juga. Siapa tahu jadi jutawan internet atau milyarder kan? Haha. Amin aja dulu ya. Amin, semoga resolusinya terealisasikan dengan baik dan berkah. Mari berteman di sosial media. Sila klik Contact ya.

Gaya Hidup


Oh jelas, resolusi gaya hidup ini juga harus direalisasikan mulai tahun 2019 ini. Pola hidup sehat (karena sudah pernah merasakan sakit itu luar biasa cobaannya, bikin segalanya jadi mandeg), supaya jiwa dan raga kita tetap fit demi berjuang di jalan kebaikan sebagai seorang content creator masa kini. Outfit muslimah harus terus dijalankan, supaya tidak sia-sia punya status muslimah di ktp sejak lahir. Tidak usah muluk-muluk ketinggian, baru jadi blogger biasa saja sudah sok iye, gaya hidup glamour, hedon kayak orang-orang social climber dan jutawan. Jangan deh ya, cukup jadi muslimah sederhana yang mengantongi banyak amal kebajikan saja, supaya segala urusan dipermudah sama Allah sampai ke syurganya. Kalau untuk penampilan biasanya menyesuaikan perkembangan zaman, yang penting tidak melenceng dari syariat islam dan budaya yang ada.

Relationship

Aduhai, ini part yang bikin dug dug ser. Gimana tidak, di tahun ini saya bakal mencoba hal-hal baru termasuk meng-unfriend, meng-unfollow, juga mengharap ada status baru yang terjadi. Ehem. Mungkin bahasa kasarnya memilih-milih teman kali ya, tapi bukan berarti sembarangan buang orang untuk berhenti diajak berinteraksi. Tidak! Saya hanya ingin menentukan, siapa saja yang bisa diajak berjuang tanpa harus mempengaruhi pola pikir saya kedepannya (maksudnya pola pikir yang negatif ya). Tapi benaran loh, serius. Lingkungan atau teman itu bisa menjadi salah satu faktor yang bisa mengubah pola pikir, perilaku, dan gaya hidup kita. Kalau kita berteman dengan orang baik, lambat laun kita akan tertular menjadi lebih baik. Kalau kita berteman dengan orang yang (ma'af) perilakunya buruk? Ini lebih gampang menular. Contohnya saja: ngegosip.

Makanya, tahun ini mau dikurang-kurangin. Tapi insyaallah sih, teman-teman yang satu profesi dan yang saya kenal selama ini lebih banyak membawa pengaruh positifnya jadi kemungkinan yang saya hapus-hapus adalah manusia-manusia robot yang unfaedah. Hehe. Mohon ma'af untuk part yang ini. Mungkin kalian juga paham maksud saya. Siapa tahu kan, sosial media saya di tahun ini beneran membludak. Kan harus pilih-pilih teman juga nantinya.

Menyoal ganti status, dalam hati saja deh ya penjabarannya. Di Amin-kan saja semuanya. Semoga lancar sampai the day nya. Amin.

Wawasan


Semakin banyak kita berkarya, itu artinya semakin banyak pula pengalaman dan informasi yang harus kita gali. Biasanya saya mengakali dengan mengkategorikan per kebutuhan. Untuk kebutuhan menulis cerita saya biasa baca novel atau buku-buku yang agak berbobot (bahasanya nyeleneh) biar ceritanya semakin menarik. Untuk blog sendiri saya biasa membaca suasana dan blogwalking mencari informasi terbaru untuk dijadikan referensi dan dishare ulang. Semoga tahun 2019 ini saya makin rajin beli buku, baca buku, dan menghargai karya orang lain. Amin.

Wow, lumayan banyak juga ya resolusi yang saya buat di tahun 2019 ini. Insyaallah jika usaha dan do'anya bisa dilakukan secara gencar-gencaran, tidak akan ada yang tidak mungkin di dunia ini. Get The Job; Be a Professional Content Creator, Blogger, Youtuber, dan Author semoga bisa terealisasi dengan baik sesuai harapan dan mind map. Ketika Allah bilang "Kun" fa "Yakun", Terjadi, maka Terjadilah. Mari berjuang bersama, kawan! Apa resolusi kalian di tahun 2019 ini? Share juga dong di kolom komentar.

Tabik,

Nyobain Masker Baru dari Aqma Skincare


Ah, lagi-lagi syantik. Buat siapa sih cantik-cantik amat? Haha, najong.

Ini tidak bicara menyoal cantik saja, tapi sehat ceria dong. Menjaga kesehatan kulit juga salah satu bukti bahwa kita mensyukuri apa yang sudah Allah berikan kepada kita kan. Jadi, ketika kita diberkati nikmat wajah yang cantik dan mulia, harus dijaga sebaik-baiknya dong ya supaya Allah juga tidak marah. Bukan begitu sodara-sodara? *eh, emang gue ngerasa cantik? sudah sudah, mari kita lanjutkan saja pembahasannya.

Aseli, saya ini orang yang paling mbuh-mbuhan ngomongin soal skincare, makeup, sama apapun sejenisnya. Lha wong saya bukan seorang beauty enthusiast kok ya, jadi wajar-wajar saja toh nggak tahu apa-apa. Apapun yang saya bagi di blog ini ya memang berdasarkan pengalaman pribadi saja sekali dua kali menikmati sajian produk made in dunia fana' bikinan makhluk Tuhan paling sempurna. Mari saya kenalkan produk baru dari Aqma Skincare.

Peel of Mask Aqma Skincare


Kalau ditanya sudah pernah pakai masker apa saja, dengan lantang akan saya jawab: pakai masker kain si penutup muka saat jalan-jalan, karena sesungguhnya saya adalah orang paling mager oles-oles sesuatu ke muka meski banyak sekali waktu senggang. Ya kan, ritual peel of mask itu sebenarnya bisa dilakukan kapan saja sambil ngapa-ngapain toh, tapi dasar saya nya saja yang super mager. Jujur ya, ritual yang sering saya pakai ya oles-oles wajah dengan masker lemon dari ovale yang warna kuning dingin gitu. Itu pun biasanya rajin ngoles pas minggu-minggu awal saja, setelah itu bye. Menjamur sampai dua tiga tahun kedepan. Padahal mimpi-mimpi sering pakai sheet mask kakao talk ala-ala artis korea gitu, tapi wassalam.


Akhirnya, setelah sekian purnama tidak maskeran sebab keseringan tidak cocok (bertentangan dengan kondisi kulit), ku putuskan untuk hijrah mengikuti uji coba beauty blogger pakai masker yang kalau sudah setengah kering di muka bisa langsung dikelupas. Mbuh, apalah itu namanya.

Masker ini sebenarnya sudah saya dapatkan sejak akhir tahun 2018 kemarin, tapi saya baru update di blognya sekarang. Saya pikir saya mau mereview pas habis sudah semua persediaan. Ndilalah kok ya masih ada dua pack lagi yang menganggur. Yasudah, saya putuskan untuk mereview seadanya saja.

Nyobain Masker Greentea

Awal kali dapat masker ini, saya langsung eksekusi di muka. Mau ngetes cocok apa tidak saat saya pakai di musim kemarau berkepanjangan saat itu. Amit-amit. Alhasil memang mendinginkan muka sih, jadi lebih segar gitu setelahnya. Saya pilih varian Greentea karena saya addict banget sama matcha. Jadi ya bisa kalian tebak sendiri jelasnya. Waktu saya terima paketnya, ada tiga varian yang bisa saya nikmatin. Greentea, Gold, dan Aloevera. I choose greentea of course for the first time.

Kemasan

Saya pun tak paham, ini kemasannya terbuat dari apa. Dibilang plastik juga bukan, dibilang kertas juga bukan. Sepertinya perpaduan antara keduanya. Nah loh, ketahuan banget kan saya memang kurang cocok disuruh review-review produk kecantikan begini. Jelasin ingredient nya saja pusing kepala, apalagi nama kemasan, jenis kemasan, apalah-apalah deh ya itu. Yang saya tahu hanya desainan covernya cantik dan menarik. Udah itu saja.

Ingredient, Teksture & Cara Pakai

Di kemasannya sendiri kurang dijelasin ingredient sesungguhnya apa saja. Hanya dibilang mengandung gold, greentea, ekstra aloevera ya begitu begitu saja. Teksture seperti masker pada umumnya, tapi jenisnya serbuk/bubuk. Nanti kita bikin sendiri adonannya sebelum dioleskan ke muka. Kalau untuk cara pemakaiannya sih oke punya. Di kemasan diletakkan infografisnya, jadi buat yang awam pakai banget soal masker pasti langsung ngerti.

Hasil Pemakaian

Duh, ini sih yang paling saya sukai. Alhamdulillah di muka saya cocok. Nggak bikin jerawatan apalagi kusam. Setelah maskeran malah kelihatan lebih segar dan bersinar. Woho, sunrise like a diamond. Serius sih, enak banget pas dipakai dan hasilnya lumayan memuaskan. Apalagi kemarin pakainya pas panas menyengat, gila sih muka jadi adem tanpa babibu.

Detailnya bisa kalian tonton dalam video di bawah ini ya :)
Bye~

Aqma Skincare Peel of Mask Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang
(Lumayan Memuaskan)

Blogspot Kamu Belum TLD? Ganti ke Domain .blog Yuk ! #MakinMudah Pakai Jagoan Hosting


Rasanya baru kemarin saya bikin blog. Tapi ternyata, bentar lagi blog saya akan berulang tahun yang ketiga kalinya. Benar, usianya sudah hampir tiga tahun memasuki awal tahun 2019 ini. Semoga segala berkah melimpah di tahun ini ya, nak. Amin.

Sejak saya bikin blog tahun 2016 silam. Sampai detik ini pun masih banyak sekali teman lama atau siapa pun yang tiba-tiba nongol pengen ikutan bikin blog juga. Katanya biar kaya mendadak bisa menerbitkan buku dan ada sejarah kepenulisannya. Rata-rata sih pengen jadi novelis yang berawal dari blog macam bang Raditya Dika. Biar pun kebanyakan berawal dari curhat sih ya. Tidak ada kata terlambat memang. Saya bilang, "yasudah bikin blog segera sana!" mereka akhirnya eksekusi.

Baca juga:

Ngomongin soal blogging, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu pemilihan platform dan domain (beserta namanya). Untuk platform sendiri saya menyarankan dua opsi yaitu blogspot dan wordpress. Tergantung seberapa mudah mereka paham memakai platform yang mereka pilih. Dari mulai posting, editing, hingga berbicara soal web hosting. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi kalau harus mengikuti jejak saya sih, saya memilih pakai platform blogspot. Karena saya kurang paham (menyoal plug in terpisah) di wordpress, cara memasang domainnya pun saya rasa lebih mudah dan harganya terjangkau (cuma beli domain saja, free web hosting). Secara tampilan pun saya rasa lebih gampang menyesuaikan dan mengedit htmlnya di blogspot. Terus, bagaimana cara memilih domain untuk blogger pemula seperti saya?

Pilih domain .blog untuk website pribadi


Untuk menjadi blogger profesional, peningkatan performa saya rasa sangat penting untuk menunjang profesionalitas jenjang karir dunia perbloggeran. Secara, sampai saat ini makin banyak ditemukan peluang pekerjaan dan mengucurnya pundi-pundi rupiah dari usaha tulis menulis di blog. Jadi, tidak heran juga sih, banyak blogger pemula yang tengah berusaha mati-matian untuk menulis hebat dan mengatur segala performa terbaiknya di blog. Seperti mengganti sub domain dari platform bawaan yang tak berbayar alias gratis menjadi Top Level Domain (TLD) dengan berbagai macam nama domain yang dirasa unik untuk membranding website pribadinya. Amazing!

Saya sendiri bertransformasi ke TLD sejak tahun 2017 silam. Setelah satu tahun menikmati gratisan subdomain bawaan blogspot, akhirnya saya berdiri tegak untuk mendirikan sebuah blog profesional dengan domain .com. Tapi dengar-dengar, ada domain baru yang bikin geger sejagat maya dunia perbloggeran deh ya. Siapakah dia? Kenapa harus dia? Yang tiba-tiba muncul dua tahun silam lalu terkenal dengan keunikannya? Benar sekali, dialah domain .blog yang mungkin banyak dari kalian yang belum tahu benarkah dia sudah selevel .com, .net, .id, dan sejajarannya. Mari kita ketahui bersama!

Domain .blog belum banyak yang pakai, siapa yang boleh pakai?

Yass, karena domain .blog ini tergolong masih baru alias masih kinyis-kinyis, so pasti banyak dari kalian yang belum tahu apalagi memakai domain ini. Dan pasti banyak juga yang meremehkan kekuatan super milik .blog ini. Nggak percaya kalau dia punya kekuatan super? Sini saya bisikin!

Meskipun domain .blog ini usianya masih piyik alias masih sekitar dua tahun lalu, tapi domain ini sudah naik pangkat setingkat .com, .net, .id, atau domain-domain termasyhur yang lain. Buktinya? Seorang pelopor blogging, Dave Winer saja (yang menggunakan software blogging sendiri, 1999.io) menggandeng .blog dan menamai alamat webnya dengan dave.blog. Hebat kan? Pastinya.

Question: tapi kenapa masih belum banyak yang pakai kak?
Answer: you know, dia masih baru lahir, masih baru dipromosikan, masih banyak yang belum tahu, dan masih menjadi nama domain terunik dari domain-domain termasyhur yang lainnya. Jadi wajar kalau banyak yang belum tahu. Makanya, kalian pakai juga biar makin banyak yang tahu.

Question: kok kakak nggak pakai .blog juga?
Answer: saya baru beberapa bulan yang lalu memperpanjang masa aktif domain, dan saya juga baru kenalan sama .blog, kalau saya tahu .blog lebih awal mungkin saya juga akan pakai .blog!

Question: Siapa aja sih kak yang boleh pakai .blog?
Answer: Siapa pun yang sudah memiliki blog baik di platform blogspot atau wordpress. Terlebih buat ngebranding diri atau karya kita. Bukan untuk jualan ya.   

Karena .blog itu unik, tidak seperti yang lainnya. Terus berasa ngebranding banget kalau si pemakai adalah seorang blogger. Jadi kenapa harus ragu menggandeng dia?

Memakai .blog website kita lebih mudah ditemukan nggak sih?


Of course, saya setuju kalau ada yang bertanya soal kemudahan .blog ditemukan. Dan tentunya, si pencipta TLD baru .blog juga tidak akan tinggal diam dong. Secara, di tahun pertama peluncuran .blog sudah ada sekitar 250,000 pengguna di dunia dengan platform yang berbeda-beda, dan diperkirakan akan ada banyak lagi yang mengikuti jejak mereka, termasuk saya sendiri, insyaallah. 

Dan seperti yang kalian ketahui juga, bahwa google baru saja memperbarui algoritma terbaiknya untuk lebih mengenali Top Level Domain (TLD) baru termasuk .blog ini. Menurutnya, "akhiran nama domain baru tidak diperlakukan berbeda dengan nama domain tradisional seperti .com atau .org. Nama domain dengan akhiran baru akan ditampilkan dalam pencarian sama seperti nama domain lainnya. Misalnya jika ada yang mencari situs/ blog pribadi seseorang beralamatkan Coffee Club, maka orang itu akan menemukan coffee.club (domain .club) pada URL mereka"

Question: Apa yang dapat kita lakukan secara pribadi untuk membuat alamat baru yang lebih mudah ditemukan? Jawabannya adalah memenuhi harapan pengunjung. Seperti apa? Jika kita berprofesi sebagai seorang blogger, ya kitanya harus pinter bikin konten kreatif, informatif, atau yang terpenting bikin betah pengunjung. Alangkah lebih uniknya lagi ketika orang lain mengingat situs website kita dengan domain .blog yang mungkin saja bisa ngebranding dengan cepat website pribadi kita. Misal, nama blog kita adalah Jurnal Jasmine, maka nama domain yang kita pakai adalah jurnaljasmine.blog, dan saya pikir orang lain juga bakal banyak yang ingat kalau Jasmine punya blog yang beralamatkan itu.

Mahal nggak sih harga domain .blog? Di mana Belinya?


Tidak usah membayangkan yang terlalu menyakiti perasaan, bahwa semua harga domain terbaru itu rata-rata mahal. Buktinya .blog masih bisa dijangkau sama pedagang asongan. Emang berapa harganya? Harga promo saja cuma 25,000 Rupiah/ per-Tahun loh. Bahkan kemarin sempat ada promo lagi cuma 18,000 Rupiah/ per-Tahun (tapi sayang sampai tanggal 9 Januari 2019 doang). Di mana? Jagoan Hosting! Kebayang untungnya nggak sih? Setahun cuma 18ribu, kita sudah bisa pamer TLD ke semua teman dan makin semangat juga ngeblognya.

Belum tau juga apa itu Jagoan Hosting? Jadi, jagoan hosting itu merupakan penyedia layanan web hosting murah di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2007 yang dikhususkan untuk melayani customer entry-level yang menginginkan web hosting murah dan kualitas hosting handal dan juga domain murah. Cari Domain Murah? Di sini dong.

#MakinMudah Pakai Jagoan Hosting


Balik lagi ke pilihan pertama, kita mau pilih platform blogspot apa wordpress. Saya sarankan jangan ikut-ikutan orang, yang terpenting adalah menyesuaikan selera dan kebutuhan kita sendiri saat ngeblog. Kalau kalian nyaman dengan performa blogspot ya mending pakai blogspot (lebih simpel, sederhana, dan mudah edit html), tapi kalau kalian tipe orang yang suka berpetualang dengan mengoprek segala sesuatunya (dari mulai tampilan, plug in, dan lain sebagainya), ya mending pakai wordpress saja, karena kelebihan wordpress sebenarnya banyak sekali dibanding blogspot. Tinggal kitanya saja, bisa apa nggak ngopreknya dan kuat apa nggak menyiapkan budget untuk bereksplorasi dengan kelebihan itu semua. Kalau saya sendiri sih belum siap. *tepok jidat sambil lari terbirit-birit

Kadang saya sendiri merasa iri ketika buka salah satu situs yang tampilannya clean banget, tapi bikin betah pas baca postingannya. Rata-rata mereka pakai platform wordpress yang dengan rela mengeluarkan uang bulanan demi tampilan blognya yang ciamik. Semacam responsive slider, tata letaknya yang super macam-macam, paragrafnya yang oke punya, juga infografisnya berbintang tralala. Sungguh, saya merasa iri. Jujur, saya memang masih belum siap untuk mengeluarkan budget segitu banyak untuk ngeblog, karena rata-rata pengeluaran saya lebih banyak dibanding pemasukan. Tapi saya masih ada keinginan untuk bertransformasi ke wordpress entah kapan, karena sekarang masih nyaman dengan blogspot yang gratisan web hostingnya.

Apalagi saat melihat promo yang ditawarkan sama Jagoan Hosting, rasanya saya ingin buru-buru berpindah haluan ke wordpress atau bikin blog baru lagi lengkap dengan web hosting.


Harga dimulai dari 5,000/ per-bulan sudah bisa menikmati cloud hosting fame. Kalau kebutuhannya tidak banyak atau hanya sekedar tulis menulis sih hosting 500MB Space ini cocok buat kalian yang masih pemula. Tapi kalau untuk blog saya sendiri ya no no saja pakai yang sedikit space gitu, karena dari sekian banyak perhitungan yang saya kalkulasikan kira-kira blog saya dari tahun 2016 ini membutuhkan storage yang unlimited space. Secara, saya orangnya perfeksionis banget. Kalau saya bertransformasi ke wordpress, mungkin dari tampilan saja sudah banyak yang akan saya tambahkan. Otomatis plug in bisa bertebaran dimana-mana. Banyak maunya. Belum lagi foto-foto dari setiap postingnya, infografisnya, semua pasti membutuhkan ruang yang lebih. Jadi, kemungkinan saya akan mengambil paket cloud hosting superstar. Woho, berasa superstar banget ya blog "Cory and Her Journey". Amin sih, semoga suatu hari nanti saya bisa merealisasikan hajat ini. Sekarang nyicil-nyicil belajar dulu sembari nabung, karena untuk tampilan sekece blognya Jessica Slaughter juga harus bayar themes.

Kenapa harus beli di Jagoan Hosting sih kak?



Selain terpercaya (sudah ada sejak tahun 2007), Jagoan Hosting juga selalu mendapatkan rate 4.4/5 bintang dari setiap konsumennya. Rata-rata mereka puas dengan semua pelayanan yang didapatkan. Entah itu kecepatan servicenya, proses pembeliannya, proses aktivasi dan pembuatannya, atau pun akses websitenya/web accelerator (membuat kecepatan website kita jadi 10x lebih cepat).

Dan ada yang lebih unik lagi iya kan, selain kita bisa bayar via virtual account bank, membeli domain atau paket hosting di Jagoan Hosting ini bisa pakai Go Pay loh. Nah, #MakinMudah saja kan ya, jadi enak belanja dan bayarnya. Tinggal klik-klik saja langsung beres.


Oke, mari kita balik lagi ke .blog. Kira-kira apa sih kak keuntungan kita memakai domain .blog? Sebagian sudah saya beberkan di atas kalau .blog itu unik, top level domain masih baru alias kinyis-kinyis, jadi belum banyak yang punya. Kalau kalian pakai domain .blog otomatis bakal ngebranding kalian banget. Apalagi konten yang  kalian sajikan bermanfaat banget buat pembaca, lain daripada blog yang lain, juga oke banget tampilannya. Ditambah lagi sekarang harganya masih murah, promo masih bertebaran dimana-mana. Jangan salahkan kalau-kalau beberapa tahun lagi harga domain .blog meroket pesat, naiknya drastis sebab sudah jadi selebgram number one mengalahkan top level domain yang lainnya.

Jadi ya, tunggu apalagi. Buat kalian yang blognya masih ada embel-embel blogspot atau wordpress dot com nya, segera ganti saja menjadi TLD milik kalian sendiri. Ingat, sebelum domain .blog menjadi selebritis loh.

Tabik,

Thoughts: Ingin Punya Rumah Sendiri


Sebelumnya, saya ucapkan Selamat datang Tahun keberuntunganku, 2019. Shio Monyet akan bernasib lebih beruntung dari shio-shio yang lain, dan siapa saja para anggota Shio Monyet yang menikah dengan orang setengah baya di tahun ini maka nasibnya akan lebih berjaya. Aamiin. Itu menurut ramalan tanggalan china sih, mau percaya apa enggak, semua bergantung dengan ikhtiyar. Seberapa dekat kita dengan Tuhan, sampai Dia rela memberikan keberuntungan yang begitu banyak kepada manusianya. Semoga ramalan itu benar diberikan Allah kepada seluruh makhluknya, tak terkecuali saya. Dan semoga ibadah ini makin bertambah dan makin dekat dengan-Nya. Bukan kembali ke Rahmatullah loh ya, belum siap saya-nya, plis. Urusan Utang Piutang dan tanggung jawab saya sebagai seorang manusia penghuni jannatullah belum semuanya terlunasi dengan baik. Semangaaaat! Saya adalah salah satu dari jutaan manusia yang masuk kategori Shio Monyet, katanya.

Uang telah memotivasi orang untuk beribadah

Jujur, saya selama ini hidup cuma numpang di negara orang, di tanah orang, dan di rumah orang. I know, semua harta benda di dunia ini (dunia dan seisinya) adalah milik Allah, tapi kalau lagi hidup di dunia macam sekarang kan semuanya serba diakui sama manusia. Jangankan sepetak rumah, hutan pun terkadang masih ada saja yang mengakui bahwa itu miliknya. Begitulah dilema yang sedang mengarungi batin saya. Jaman sekarang, tidak ada lagi yang sanggup tidur di bawah pohon atau rumah kayu yang masih bocor. Semua orang berusaha keras untuk bisa hidup layak. Saling memaksa diri untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan, termasuk saya. 

Dari pagi sampai malam, sampai adzan shubuh lagi, masih berusaha untuk tetap menghasilkan pundi-pundi rupiah. Kenapa? Karena untuk beribadah sekecil apapun saja sekarang harus dimotivasi sama uang. Kerja adalah ibadah, kerja menghasilkan uang, uang telah memotivasi orang untuk beribadah. Betul? Oh bukan ya. Lalu bagaimana? Kita kerja mendapatkan uang, uang untuk hidup, dan hidup untuk beribadah kepada-Nya. Sudahkah saya beribadah? Saya pun masih menghitung-hitung, sambil merogoh diri ini. Intinya, hari ini dan seterusnya, uang itu dibutuhkan.

Back to the topic, jaman now jangan disamakan dengan jaman dulu. Dulu, orang masih bisa makan walaupun tak punya uang, dulu orang masih bisa kemana-mana walaupun tak punya uang, dulu orang masih dihargai walaupun tak punya uang, dulu orang tetap berkarya walaupun tak punya uang, dan dulu orang masih ikhlas membantu walaupun tak punya uang. Sekarang? Silakan dijabarkan sendiri. Pulsa saja masih dibeli pakai uang kok. Voucher? Nilainya uang juga kan. Beli rumah? Apalagi!

Rumah kita adalah Surga yang kita punya



Sebagai orang yang tak mengharapkan sepeserpun, bahkan memang tidak ada jatahnya untuk menerima warisan dari manapun (baik nenek, nyokap maupun bokap, karena mereka semua miskin secara materi, warisan saja tidak ada, bayangkan!), saya dituntut untuk bekerja keras lebih dari orang kebanyakan. Kadang saya merasa lelah juga, tapi mau bagaimana. Segala sesuatu katanya butuh perjuangan dan pegorbanan, butuh usaha lebih untuk mendapatkan yang lebih. Sedangkan ijazah perguruan tinggi saja saya tidak punya. Saya hanya perempuan biasa saja. Masih ndeso dan hanya punya bonus pengalaman yang bejibun.

Dari dulu, saya masukin rumah sebagai wishlist di setiap tahun. Supaya apa? Supaya saya ingat, ternyata saya, nyokap dan nenek membutuhkan itu semua. Ternyata saya masih hidup dalam bayang-bayang santet rumah tua yang hampir setiap hari meneror segala aktifitas yang ada di rumah. Kalau dibiarkan begini terus bagaimana saya bisa jadi manusia yang attitude dan segala keberuntungannya lebih maju dan berkembang? Saya rasa tidak ada sama sekali.

Di usia nenek dan nyokap yang semakin menua, saya hanya ingin merealisasikan impian kita bersama. Memiliki rumah yang layak untuk dihuni. Karena sesungguhnya rumah kita adalah surga yang kita punya.

Konsep rumah yang saya inginkan

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang neko-neko. Cukup rumah panggung dengan taman yang luas juga tetangga yang baik hati seperti rumah-rumah yang disajikan dalam drama-drama Malaysia, rasanya sudah cukup. Tapi hidup di Indonesia menjadikan saya lebih serakah. Saya ingin punya rumah agak gedongan, karena saya sudah lelah dengan segala remehan manusia ketika tahu, oh jadi itu rumah kamu. Gubuk derita ya? Fine.


Saya jadi pengen punya rumah sendiri, pengen beli dengan hasil kerja keras sendiri, pengen punya rumah dengan konsep perumahan gitu tapi saya tidak pengen tinggal di perumahan. Entahlah, ada yang kurang menurut saya. Mungkin kurang bisa interaksi dengan tetangga macam drama-drama melayu yang asyik. Mungkin, tapi saya juga belum tahu takdir berbicara seperti apa nantinya.

Daridulu, saya lebih suka konsep rumah yang asri. Ada taman di depan, di samping dan di belakang. Saya pun tidak menginginkan rumah dua lantai kecuali memang lahannya kecil. Saya lebih suka konsep rumah yang lebar. Bukan berarti sok kaya mau beli tanah bermilyar hektar. Emang mau bangun perkampungan? Saya cuma pengen yang sesuai sama hati nurani. Karena ini rumah, untuk ditinggali, bukan satu atau dua kali tapi untuk selamanya sampai akhir hayat nanti. Makanya saya ingin konsep yang pas dan sreg dengan permintaan hati. Biar mood bagus, kerja dan beribadah lainnya makin sigap dan semangat. Orang lain yang datang pun merasa nyaman. Itu yang saya pengen.

Punya pagar rumah kayu yang gede dan shabby chic desain interiornya

Untuk tampilan sendiri, saya ingin memiliki rumah yang pagarnya tinggi gede. Selain untuk menjaga keamanan, saya juga ingin memiliki kenyamanan dalam membina rumah tangga, terlebih soal privacy. Entahlah, saya orangnya lebih suka yang tertutup gitu. Ditambah pengalaman mengerikan pernah terjadi dalam rumah lama, rasa-rasanya saya semakin semangat merealisasikan rumah baru yang berpagar gede tinggi.


Untuk desain sendiri saya ingin dekorasi cat gaya Swedia dari abad 18, Chateau di Perancis, serta Shakers di Amerika yang mementingkan kesederhanaan dan kepolosan pada desain. Warna putih cream untuk dinding rumahnya, shabby chic ala-ala segala furniturnya. Sofanya gede empuk bukan berarti yang keras busanya. Saya pengen itu semua. Supaya apa? Supaya rasa nyaman berkeluarga bisa saya rasakan. Sudah cukup penderitaan yang selama ini saya hirup layaknya oksigen. Keluar masuk tidak jelas, bikin ibadah maju mundur berputar-putar seperti gangsing.

Ya, semoga Allah tetap memeluk harapan ini sampai tiba waktunya. Semoga tidak sampai setua perkiraan. Deadlinenya tidak lama lagi, jadi harus kuat ibadah dan cari rejekinya. Mangatse! Menjemput rizqi di tahun 2019. Semoga rumah ini bisa direalisasikan di tahun ini. Aamiin. Bi ridlaallah.

NB: mohon maaf kalau ada tulisan yang kurang berkenan di hati anda, sesungguhnya ini bukan untuk dibagikan, tapi hanya sebagai catatan dan history perjalanan hidup yang saya capai. tidak ada salahnya, bukan? sekali lagi mohon maaf. 

Tabik,

Serunya Menghadiri Indonesia Shari'a Economic Festival 2018 di Surabaya


Ohoho, baru kali ini saya nak sampaikan kepada awak semuanya. Festival terbaik yang saya jumpai di Grand City Surabaya sepanjang tahun 2018. Iaitu Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF 2018) yang diadakan pada tanggal 11 sampai 15 Desember 2018 kemarin. Ahai, seronok sangat macam? Betul lah seronok, jumpa festival terbesar di Indonesia menyoal ekonomi syariah, siapa hati tak senang? I think is good for Indonesian moslem Entrepreneurs. Betul kan? Lagi senang boleh jalan tengok booth-booth berlabel shari'a dalam festival ini. KNKS (Komite Nasioal Keuangan Syariah) for example. Eh kejap, awak ni kenape pakai bahasa melayu pulak? Pandai engkau menulis ye? Tulis baik-baik!

Apa sih ISEF itu?

Oke baiklah. . .
Jadi begini kawan. Kemarin tepat tanggal 11 Desember 2018, saya bersama ibu saya berangkat dari Gresik menuju Surabaya untuk untuk menghadiri acara spesial yang ada di Grand City Convention Surabaya yaitu Indonesia Shari'a Economic Festival (ISEF) 2018. Bagi kalian yang belum tahu apa itu ISEF, ISEF merupakan annual event yang diselenggarakan Bank Indonesia yang memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah di dunia. Acara tersebut dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo pada pukul tujuh malam. Sungguh meriah sekali bukan? Karena dalam periode acara ISEF 2018 kali ini, beberapa artis tanah air juga ikut serta meramaikan acara.

Tema yang diangkat oleh ISEF 2018 kali ini sungguh luar biasa yaitu “Strenghtening National Economic Growth: The Creation of Halal Value Chains and Innovative Vehicles”. Dengan begitu, acara ini menegaskan bahwa kebutuhan terhadap produk yang memiliki jaminan halal kian lama benar-benar kian diperlukan. Sehingga setiap perusahaan yang tidak mempertimbangkan bagaimana melayani segmen konsumen tersebut bakal kehilangan kesempatan yang signifikan dari hulu sampai ke hilir. Sebagai seorang muslimah, saya benar-benar mengapresiasi banget acara yang begini kerennya.

Nah, Sebenarnya Ada Apa Saja di ISEF 2018?

Secara, saya tak mau rugi dong, sudah satu jam perjalanan dari rumah. Saya harus benar-benar memperhatikan acara ini dengan seksama. Supaya apa? Supaya saya bisa merasakan dan menikmati langsung tujuan sedaripada acara ini digelar.


Karena tanggal 11 Desember 2018 sendiri merupakan serangkaian Opening Ceremony, jadi saya benar-benar memanfaatkan momen untuk berkeliling langsung mengunjungi booth-booth yang sedang dipersiapkan untuk empat hari kedepannya.

Oiya, perlu kalian tahu kalau sebenarnya ISEF 2018 ini kegiatannya adalah: 

Expo Shari’a Fair, yaitu Expo yang terdiri dari para pelaku UMKM Syariah, Pondok Pesantren, lembaga dan pihak pendukung, wholesaler, Lembaga Keuangan Syariah, dan regulator. Expo Shari’a Fair ini juga menghadirkan kelompok atau pelaku usaha atau kegiatan ekonomi yang memiliki peran penting dalam Pengembangan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah di Indonesia.

Talkshow, yang mana tema talkshow/workshop di sini menekankan implementasi halal value chain pada sektor makanan halal, fesyen muslim, jasa syariah, dan kewirausahaan juga kemandirian ekonomi pesantren. Talkshow ini menghadirkan beberapa pelaku usaha UMKM, jajaran selebritis tanah air, para menteri, juga kepala daerah dengan beberapa tema menarik yang dapat dinikmati secara gratis di panggung utama.

FESyar (Festival Ekonomi Syariah), yang mana diisi oleh para pemenang FESyar yang mewakili wilayahnya untuk melakukan showcase hasil karya para pemenang dalam bentuk talkshow tentang keberhasilan dalam menjadi entrepreneur syariah, juga ada penampilan seni budaya Islam khas daerah, dan dalam bentuk expo produk unggulan yang dihasilkan.

Nah, waktu saya dan ibu saya masuk ke dalam hall, ternyata ada satu booth yang bikin saya tertarik untuk mengunjungi, yaitu booth KNKS.

Apa sih KNKS itu?

Komite Nasional Keuangan Syariah atau lebih dikenal dengan KNKS dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden RI No 91 Tahun 201. KNKS bertugas mempercepat, memperluas, memajukan pengembangan keuangan syariah dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi nasional. KNKS dipimpin oleh Presiden RI sebagai ketua dan Wakil Presiden RI sebagai wakil ketua. Dewan Pengarah KNKS sendiri beranggotakan Menko Perekonomian, Menteri PPN atau Kepala Bappenas, Menteri Keuangan, Menteri Agama, Menteri BUMN, Menteri Koperasi dan UKM, Ketua Dewan Komisioner OJK, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner LPS, Ketua MUI.

Nah ternyata, ISEF bersama KNKS dalam acara ini akan melakukan soft launching Masterplan Arsitektur Ekonomi Syariah di Indonesia. 


Masterplan yang saya maksud tadi bertujuan untuk meningkatkan infrastruktur dan kemampuan sistem keuangan syariah, mengatasi kesenjangan yang ada, memperbaiki kinerja kelembagaan, menciptakan peluang baru di pasar domestik dan internasional, dan memosisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam keuangan syariah di dunia.

Selain booth KNKS, ada banyak booth yang bikin saya terpana ketika mengunjungi festival ini. Salah satunya adalah booth Pondok Pesantren. Di mana ada beberapa ponpes yang dihadirkan dari seluruh Nusantara untuk menawarkan program terbaiknya. Diantaranya ada 17 pondok pesantren dari daerah Jawa Timur, 9 pesantren perwakilan FESyar, dan juga 3 pondok pesantren sebagai mentor dalam pengembangan kemandirian ekonomi pesantren di Indonesia. Hemm, jadi ingat 13 tahun silam saat saya mesantren di Ponpes Qomaruddin Sampurnan Bungan Gresik. Di sana ada juga Koperasi dan UKM yang berbasis syariah, ya namanya juga pondok pesantren kan. Pasti menerapkan sistem yang berbasis syariah dong ya, kita jadi tahu bagaimana cara mengelola produk yang halal dan sistem yang halal pula (sesuai dengan syariat Islam).

Baca juga: Satu Malam Jadi Santri Legal


Booth lain yang bisa kita lihat sebenarnya sangat banyak sekali. Salah satunya adalah booth milik Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf). Di sini Bekraf ingin ikut serta dalam meramaikan ISEF 2018 dengan menggelar juga Bekraf Festival.

Bekraf Festival merupakan public report atau ajang penyampaian hasil kinerja Badan Ekonomi Kreatif "dalam membentuk ekosistem ekonomi kreatif" kepada masyarakat luas setiap tahunnya. Dan dalam acara ISEF kali ini, Bekraf Festival mengusung tema Accelerate Inclusive Creativity, di sana mereka menampilkan gelaran ekonomi kreatif yang terbagi menjadi empat konsep utama, yaitu gelar wicara (talkshow), lokakarya (workshop), pertunjukan (performance), dan pameran (exhibition). Hemm, pantesan kemarin ramai banget yess.


Nah, karena kemarin saya hanya berkunjung sebentar ke acara ini, di sore hari pun akhirnya saya kembali pulang karena saya juga ada jadwal check up di rumah sakit. Bukan saya sih yang check up. Tapi saya hanya mengantar ibu saya. Intinya sih, saya seneng banget bisa datang ke acara yang super spesial di akhir tahun ini. Semoga dengan adanya Indonesia Shari'a Economic Festival 2018 ini, seluruh masyarakat Indonesia sadar akan pentingnya pasar syariah.

See you my next article.
For information about this event, please visit @ISEF2018

Download Tema Blogspot Premium Secara Percuma


Assalamu'alaikum semuanyaaaa! :")

Sungguh bahagia sekali hari ini, karena gue bisa berbagi sesuatu ke kalian secara cuma-cuma (freebies) alias gratisan. Ini udah menjadi salah satu wishlist tertunda yang dulu pernah gue tulis di status twitter entah facebook. Kalau gue pengen ngasih kalian tema blogspot premium secara gratis. Berkaca dari pengalaman, gue sebagai pengguna setia platform blogspot kadang merasa ada yang kurang atas tampilan blog gue. Dan ternyata ada di dalam sebuah tema problemnya.

Untuk mengatur tema agar responsive saja kadang sudah melilit liat html dan cssnya. Ditambah kalau kepikiran soal milih dan download tema yang feminine + kekinian (biasanya sih jadi problematika cewek bosenan macam gue). Mau nyari yang gratisan, pastinya sudah terlihat biasa atau ya biasa-biasa saja gitu, sudah banyak yang pakai.


Maka dari itu, di sini gue rela bagi-bagi tema blogspot premium yang baru gue beli beberapa hari yang lalu. Sebagai hadiah ulang tahun gue bulan November kemarin. Seperti apa temanya? Gue yakin sih, insyallah kalian juga suka. Apalagi pecinta hal-hal yang unik macam gue, tema ini menjadi salah satu hal yang unik juga menurut gue. Seperti inilah penampakan temanya:


Sebagai penikmat gratisan juga, di sini gue mau klarifikasi. Bukan gue nggak mau menghargai karya orang ya. Gue di sini cuma ingin membantu orang-orang yang ingin merasakan tema blogspot secara percuma. Gue ngerasain banget perasaan mereka yang ingin memasang tema supaya tampilan blog mereka cantik dan responsive tapi apalah daya, mereka masih belum bisa mewujudkan impiannya. Di sini gue berusaha mewujudkan impian mereka dengan gue membeli tema ini dan membagikannya secara percuma. Insyaallah mbak nya yang jualan juga dapat pahala atas amal ini.

Oke, mungkin kalian bosan akan muqoddimah ini. Semoga bisa saling memberikan manfa'at dan amal baik yang luar biasa. Amin :") Silakan dilihat demo tema nya dan sila didownload di link download yang ada di bawah. Oiya, jangan lupa follow blog aku ya. Klik tombol follow yang ada di sidebar kanan bawah blog.

[ LINK DOWNLOAD ] 

Oiya, jangan lupa ya. Masukkan password: happybirthdaycory

See you my next freebies dear :)

Si Anet Ingin Hijrah, Berpetualang Keliling Dunia Bersama Si Ringan ASUS ZenBook 13 UX331UAL

Sepenggal Kisah si Anet

Jaman awal masuk kuliah dulu, rasanya susah sekali jika sedang menanggung beban tugas yang begitu kampret. Agak-agaknya culture shock di kampus yang serba aneh di mata gue membuat gue merasa sedih tak tertangguhkan karena wartel dan warnet pada masa itu sudah mulai terkikis sama perkembangan teknologi baru, sedang gue yang katanya up to date masih merasa jadi anak tahun 90’an yang tak bisa meninggalkan budaya telpon pencet juga tim anet (anak warnet). 

Sering kali gue ngiri karena teman-teman sekelas dan seangkatan sudah dibekali laptop oleh orang tuanya sejak resmi jadi mahasiswa. Sedang gue, masih minjem sana-sini yang dengan ikhlas menerima sindiran ketika masa pengembalian sudah sangat expired. Lima hari, tujuh hari, bisa jadi lebih. Gue ikhlaaas, tapi secara tidak sadar gue memang tidak tau diri!

Gue sering gila ketika tulisan gue cuma ketampung dalam diary anak SD yang masih terus gue bawa kemana-mana tanpa rasa malu. Apa kabar friendster, twitter, facebook, dan tumblr? Dulu gue sering ngigau, dongeng sendiri, orator gila, sampai nangis pengen nulis di kertas putih digital milik microsoft. Tapi apa daya, maksud hati tak sampai. Hard disk di otak gue rasanya mau meledak. Cerpen, puisi, poem, pantun, novel , esai, curhat, tugas kampus semuanya menjerit-jerit. Gue emosi dan akhirnya gue menemukan motivasi yang begitu cemerlang. Gue tidak boleh putus asa. Gue harus jadi anet lagi.

Gue cari sampai ke penghujung dunia di mana kamu warnet, yang bisa gue jajah selama berjam-jam. Akhirnya gue dapatkan lokasinya, tepat di sebelah TK angker. Tak peduli sebetapa mengerikannya, yang penting tujuan gue berhasil. Tak lain tak bukan karena gue tidak punya laptop sendiri dan gue nggak mau jadi bahan sindiran lagi. Jadi gue harus cerdas. Gue pasang paket 5 jam dari pagi kalo gue lagi free ngampus, dan 5 jam dari pukul tujuh malam kalo paginya gue memang ngampus. Gue puas-puasin nugas sambil download film atau mp3, terus gue amalkan juga ke-sok-pintaran gue ke dalam microsoft word.

Lama-lama gue capek harus nongkrongin warnet hampir setiap hari. Tak ada waktu buat bersosialisasi, tak ada waktu buat ngobrol sama siapa pun di dunia nyata. Sampai akhirnya gue sadar kalo ternyata gue makhluk dunia maya. Spesies Blogisius Sosmedisaurus. Gue ngakak sampai kecirit-cirit (mencret).

Tahukah kalian kenapa gue mencret?

Gue terkena virus telat makan, lambung ngamuk, perut kerucukan. Sekalinya makan cuma teralirkan sari tepung indomie rasa soto sama air putih 3 liter per hari, ditambah recehan makanan ringan, keripik singkong sama kacang telor seharga seribu perak per bungkus. Bayangkan saja betapa mengerikannya gue jadi makhluk dunia maya. Begini rasanya jadi salah satu spesies yang kurang beruntung.

Empat tahun lamanya gue jadi spesies dunia maya dengan medali kategori user kurang gizi. Punya blog dengan banyak tulisan tapi berkali-kali ditolak adsense, punya infografis lumayan menarik tapi tidak pernah menang lomba. Ditambah lagi penyakit hati saat melihat user lain pamer endorsement juga paid promote di instagram rasanya pengen nyemplung ke dasar laut biar mati kekenyangan sekalian (kenyang minum air). Syukurlah, di penghujung rasa putus asa anet akhirnya punya laptop sendiri, ASUS namanya. Gue, si anet akhirnya bebas berekspresi, tak lagi buang-buang biaya dan energi. Sudah tidak lagi makan indomie dan sampai sekarang masih berjaya nugas dan kerja rodi.


Duh, ternyata pembukaannya terlalu panjang juga ya!

Mari kita akhiri kisah anet yang menyedihkan. Selamat datang di kehidupan anet yang baru. Anet ingin Hijrah dan ingin berpetualang keliling dunia. Anet ingin jadi Travel Blogger. Berawal dari hobinya yang suka baca, yang suka motret, yang suka jalan-jalan, dan yang suka pamer keindahan, gue alias si anet pengen merasakan naik segala transportasi, menghirupi segala musim, dan mengabadikan segalanya dalam sebuah blog.

Balik lagi ke ASUS. Selama gue masih jadi anet yang kurang beruntung, gue selalu ditemani ASUS X Series keluaran tahun 2014. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk bosan dan mulai berusaha mencari versi terbarunya yang lebih bisa membantu kebutuhan gue saat ini. Karena sudah berkali-kali ganti charger, reinstall windows, dan juga jatuh dari ketinggian. Ditambah lagi sekarang baterainya bocor dan sampai saat ini masih belum bisa kebeli. Ingin rasanya berganti ke ASUS yang lebih oke lagi. Yang RAM dan ROM nya mungkin tidak menjadikan gue patah semangat buat ngedit video dan desain grafis.



Si Anet mulai meliri-lirik produk ASUS yang ter ter ter di zamannya. Body tipis, berat melayang, performa keren tak tertandingi. Bisa diinjak bung! Ingin ku berteriak wow and wow. Gue terkaget-kaget karena dengan mata telanjang gue lihat secara langsung laptopnya diinjak sama Mbak Fika yang berat badannya sekitar 100kg lebih, dan resultnya biasa aja. Tidak menimbulkan cidera apa-apa pada laptop. Doi aman masih mulus tanpa retak sedikit pun. Superman kali ya. Mana sih laptopnya?

ASUS ZenBook 13 UX331UAL

Tidak asing bukan, namanya? Buat kalian si penggemar ASUS pastinya tahu dong ya kalau ASUS Zenbook tipe 13 UX331UAL ini memiliki banyak kelebihan yang bikin para traveler menari kegirangan. Karena body nya yang super travel size banget. Gue bersyukur banget waktu itu diundang langsung oleh Mbak Rien aka Katerina (pemilik blog www.travelerien.com), sang Travel Blogger Hijab Indonesia Hits dengan julukan Perempuan Kain Kodian. Kerjanya menjelajah alam tanpa beban, punya suami ganteng nan sigapnya luar biasa. Gue sedikit ngiri, karena sampai saat ini status perkahwinan gue di KTP masih "single". Gue senangnya masyaallah karena bisa hadir menikmati performa luar biasa ASUS ZenBook 13 UX331UAL ini. Rasanya ada harapan untuk memiliki.

Gue pandang-pandang sampai mata ini hampir berkunang-kunang. Gue elus-elus macam belai kucing. Warnanya yang soft bikin energi positif gue makin bertambah. Semakin tinggi performanya, tentu semakin tinggi pula harganya. Jangan ditanya harganya berapa, kalau sudah jatuh cinta sama dia gue seakan lupa segalanya. Lupa kalo doi harganya mahal (standar ukuran orang nggak punya duit).




Specifications (Spesifikasi)

Untuk spesifikasi lebih detailnya, alangkah lebih baiknya jika kalian langsung liat-liat di website resmi ASUS di sini. Tipe 13 ZenBook UX331 yang revolusioner ini merupakan laptop ultralight, ultra tipis, dan ultrapowerful dan dirancang khusus untuk memberikan kita mobilitas tertinggi, terutama karena telah tersertifikasi US Military Grade dengan desain metal casisnya yang ringan hanya 985 gram dan masa pakai baterai yang tahan sampai 15 jam sepanjang hari.

Meskipun desainnya yang ringkas dan ultraportabel, ASUS ZenBook UX331 ini tidak berkompromi dengan kinerjanya: Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang supercepat, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe® memungkinkan kita untuk menyelesaikan seluruh tugas dengan mudah, dan system audio Harman Kardon-nya juga memberikan suara imersif yang kencang dan kuat. Siapa sih yang nggak pengen meminang laptop sebegini kerennya? Pastinya pengen banget dong. (source: asus.com)

[ M A N U F A C T U R E R   W A R A N T Y ]
  • 0-year limited International hardware warranty. *different by country
  • 1-year battery pack warranty
  • OS (Windows® 10 ) install/uninstall consultation
  • Bundled software install/uninstall consultation
  • ASUS software supporting
Buat yang mau download buku panduannya bisa klik link di bawah ini:

Price (Harga)

Rp 13.299.000
(Intel® Core™ i5-8250U/8GB/256GB SSD/Windows 10 Home)

Menurut hasil penelusuran mbah Google, harga yang dibandrol di setiap toko online jelas beragam ya. Mulai dari IDR 13,350,000 hingga IDR 13,999,000. Mahal tak? Mahal dong kak! Yelah, kecil atuh bagi yang banyak duit mah. Kalo menurut gue? Ya setara buat beli motor scoopy satu lah. Mayan. Masih berminat? Masih dong ya. Kapan lagi ye kan, punya laptop sebegini asooooy nya. Mau beli? Bhehe, maunya si gratis. *gembar-gembor nangis darah*

Eh, jangan sampai kelewat! Gue udah bikin video di youtube selama gue ikut Event ASUS Blogger Gathering x Travelerien beberapa bulan silam. Tonton ya. Jangan lupa: like, comment, and subscribe. Salam pegasus!