Navigation Menu

Rindu Emak

rin·du a 1 sangat ingin dan berharap benar terhadap sesuatu: memiliki keinginan yg kuat untuk bertemu (hendak pulang ke kampung halaman) ke·rin·du·an n perihal rindu; keinginan dan harapan (akan bertemu), begitulah kiranya makna rindu dalam KBBI. 

Lebaran tahun kemarin, aku masih bisa menginjakkan kaki di rumah yang penuh dengan gumpalan tanah liat itu. Aku masih bisa mencicipi buah labu kuning yang menggelantung di bawah rimbunnya dedaunan yang berduri tipis di belakang rumah. Aku masih bisa menikmati gulai bebek yang disembelih sendiri. Dan aku masih bisa memeluk dua pahlawanku, ibu dan emak. 

Dulu waktu aku masih kecil, aku sering mendengarkan dongeng sebelum tidur; menceritakan hidup di zaman penjajahan, menikah di masa pra-kemerdekaan, bertani di bawah tekanan yang mengasyikkan, semua terdengar haru dan senang. Aku memeluk tubuh emak yang gembul. Lalu tertidur dengan posisi bibir yang masih tersenyum. 

Kulit emak lebih bersih dan putih. Kuning langsat macam buah timun suri. Bening berkilau, tapi sayangnya dia pernah terkena penyakit kulit yang namanya pathek, hingga akhirnya membekas di tangan dan kaki macam buah keriput. Hidung mancungnya terkena penyakit polip, oleh karenanya sampai sekarang batang hidung dia tak nampak (kecuali ujungnya) karena keropos dan menghilang. 

Emak, ingat sekali waktu dia memasak sayur. Bumbu rempahnya lengkap sekali, sampai aku pun tergila-gila makan dua tiga kali. Dia ketawa sambil tersenyum, mengharap aku lebih cepat besar. Karena ia ingin melihatku jalan berdua dengan ibu. Serasa ia melahirkan dua kali, dan aku menjadi anak bungsu kesayangannya. 

Tiap kali ibu melarang membeli es krim, dengan hati-hati emak keluar lalu masuk lagi dengan membawa tiga es krim untuk kami. Aku sedih ketika emak mulai tak suka dengan ibu. Aku menangis ketika emak membentak ibu, tapi aku lebih sedih lagi ketika ibu juga tak suka emak, dan mulai marah-marah dengan emak. Serasa tak pantas dipertontonkan di depanku.


Emak berhati lembut selembut sutera. Ibu berhati keras sekeras batu. Tapi di suatu hari, mereka menjadi pelengkap kebahagiaanku di saat aku mulai merasa sedih dengan hal lain. Mereka memperhatikanku, seolah mereka adalah ayah dan ibu. Yang satu bekerja keras demi menghidupi kami bertiga dan yang satu lagi berperan sebagai ibu yang selalu mengayomi. 

Emak tak pernah belajar agama secara formal, pendidikan umumnya pun tak pernah ia sentuh. Ia cacat sejak muda. Ia anak paling bungsu yang paling menderita. Kakak-kakaknya semua sukses menjadi pilot, pedagang, pebisnis dan guru. Hanya karena sakit, ia tak pernah berkesempatan mendalami ilmu umum maupun agama. Ilmu agama yang ia tahu hanya sebatas yang ia pahami dari orang tuanya, pengajian di masjid, dan praktikum secara sosial dan kemanusiaan. Hanya keturunannya lah yang bisa ia andalkan. Termasuk aku. 

Hari ini, aku merasa lelah sekali. Perjalananku ternyata jauh juga. Aku mencoba berdiri sekuat tenaga, menggerakkan kaki untuk berjalan, aku terbujur kaku. Aku rindu pelukan emak, aku rindu menyaksikan perjuangan ibu. Aku rindu rumah kecilku, aku rindu semuanya. Rindu masa di mana aku masih menjadi anak kecil yang tak tahu apa-apa dan ingin tahu segalanya. 

Emak, semoga engkau diberikan kesehatan. Semoga Allah memberikan umur yang panjang, supaya engkau bahagia melihat cucu dan anakmu bahagia. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, dan semoga kita bertemu lagi nanti di surga. Aku rindu memelukmu, dan sungguh aku sangat rindu. 

Salam hangat dari cucu cantikmu, 
29/06/18 Cory.

Bahagianya Meminta Ma'af dan Dima'afkan


"Memaafkan itu Mulia, meminta ma'af itu Kesatria"

Masih ngomongin "ma'af-ma'afan" ya. Karena spesial Eid Mubarak, jadi saya mau bahas menyoal minta maaf. Anw, Mohon ma'af lahir batin ya guys. Jika kalian pernah mengenal diri ini dan pernah tersakiti oleh ucapan, atau perilaku atau apapun itu menyangkut kesalahan saya, sekali lagi Minal 'Aidin wal Faizin; Mohon Ma'af Lahir dan Batin. Mari kembali dalam keadaan Fitrah dan memulai lembaran hidup yang baru, menjadi pribadi yang baik dan lebih baik lagi. Amin. #selfreminder

"Ma'af. ."
Satu kata yang paling berat untuk dikatakan. Tapi bisa menjadi salah satu kunci kebahagiaan. 

Jarang sekali orang, berani meminta maaf kepada orang lain, kecuali ia tak pernah ada problem dengan manusia lain (yang dimaksud) itu. "Kalo minta ma'af sama dia mah oke-oke aja, kan gue nggak pernah ada masalah sama dia". Itulah yang menjadi patokan kebanyakan orang. Gampang meminta ma'af kepada orang yang tidak pernah bermasalah dengannya ketimbang meminta ma'af kepada orang yang jelas-jelas pernah disakitinya.

Ketidak sengajaan dalam melakukan kesalahan saja terkadang sulit untuk meminta ma'af, apalagi kesalahan yang disengaja. "Males ah gue, dianya aja nggak pernah minta ma'af sama gue, ngapain minta ma'af sama dia, gue sih udah ma'afin ya kesalahan dia, jadi bodoamat ah". Ini yang sampai sekarang menjadi problem orang-orang di sekitar kita, termasuk diri kita juga. Sulit buat ngungkapin kata "Maaf".

Jujur, secara pribadi saya orangnya memang rada gengsian (dalam suatu topik tertentu). Oleh karena itu, dalam hal ma'af-mema'afkan sebisa mungkin saya selalu berusaha mengaplikasikannya. Seperti; meminta ma'af ketika saya melakukan kesalahan sekecil apapun itu. Ya kita harus tahu, masalah kecil sebiji wijen saja bisa jadi membesar ketika tidak diselesaikan dengan tuntas seketika itu juga. Jadi, se-memalukan-apapun diri saya seketika itu, yang penting saya sudah berusaha bilang "i'm sorry!" dan berusaha untuk tidak pernah mengulanginya lagi. Dan juga, berusaha mema'afkan mereka. You must know, wong jowo ngendiko "Ngasor bukan berarti Asor, alias Merendah bukan berarti rendah." Karena rendah hati untuk mema'afkan dan minta ma'af bukan berarti menjadi orang yang rendah diri. 

Lagi-lagi salah, terus salah, ngelakuin kesalahan lagi

Jujur saya mau nanya, siapa sih yang mau kesalahannya terulang kembali, atau adakah yang memang sengaja, "eh, gue mau loh" kesalahan yang sama gue sama dia bisa terulang kembali? 

Pasti kebanyakan dari kalian akan menjawab, "nggak lah, nggak mau terulang lagi. Udah cukup kemarin atau hari ini saja melakukan kesalahan". Tapi apa daya guys, entah kenapa kesalahan sekecil apapun itu pasti ada dan tercipta dari dalam diri kita.

Contoh:
Gue pernah marah-marah ke temen gue, karena dia udah berperilaku busuk di belakang gue, memfitnah gue, mengolok-olok gue, meracuni teman dekat gue supaya nggak deket lagi sama gue. Secara dong, gue sakit hati dan langsung menumpahkan unek-unek gue ke doi, karena doi sudah keterlaluan banget oncomnya. Dengan dalih "gue yang disakitin duluan", jadi gue nyakitin baliknya melalui marah-marah. Alhasil doi makin nyumpah serapah sama gue. Akhirnya gue cuma bisa nangis (karena udah sakit hati, tapi udah lega udah menumpahkan semua kekesalan), gue diem, dan akhirnya doi meminta ma'af. Ya, meskipun kelihatannya cuma formalitas doang mah, gue langsung seneng dan ma'afin. Meskipun, abis itu juga kadang-kadang kumat gitu lagi. Setidaknya dia pernah meminta ma'af dan rasanya itu surga banget guys.

Jadi kesimpulannya, kesalahan itu bisa saja datang kapan saja, di mana saja, tak terduga, semacam takdir. Tapi, sebisa mungkin (jika kita memang sadar akan kesalahan kita) alangkah lebih baiknya untuk segera meminta ma'af. Nggak usah peduli seberapa banyak kesalahan kita terhadap mereka, selama kita masih diberikan kesempatan untuk meminta ma'af kepada mereka, mari segera kita melakukannya. Karena, di dalam al Qur'an pun Allah SWT sudah berfirman dengan berbagai macam kalimat (meminta ma'af dan memaafkan) yang terpisah dalam berbagai surat-Nya. Yang salah satunya berbunyi:


{133} وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu (maksudnya segera meminta ampunan dari Allah) dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

{134} الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Sungguh, memang benar sih. Meminta ma'af  dan mema'afkan itu banyak sekali kebaikannya. Semua kebaikan itu akan berbalik kepada diri kita sendiri. Coba kalau kita belajar mema'afkan kesalahan orang lain, menutupi aib orang lain, insyaallah aib kita juga akan ditutupi oleh Allah dan kesalahan kita juga akan dima'afkan oleh Allah. Hidup tenang, damai dan bebas sakit hati.

Meminta ma'af juga sama halnya. Banyak kebaikan yang kita dapat setelah kita meminta ma'af. Salah satunya adalah kebahagiaan hidup.

Singkat cerita. Sedikit romantis nih ya, hahahaha 😀😂 *mulai keluar deh inti dari postingan ini, wkwkwk

Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan doi, karena suatu hal. Dalam suatu hal tersebut, mungkin banyak kejadian yang bikin doi sakit hati, atau dengan kata lain saya pernah menyakitinya. Sudah lama saya ingin meminta ma'af pada doi. Sebenarnya sama siapa pun sih, ketika saya merasa salah terhadap siapa pun itu, sebisa mungkin saya berusaha meminta ma'af. Pokoknya minta ma'af! Entah mereka mau mema'afkan atau tidak, yang jelas beban yang saya emban akan terasa sedikit berkurang. Ya, kadang terlihat dengan jelas sih kalau mereka bosan dengan permintaan ma'af tersebut. Karena permintaan ma'af tidak akan merubah apapun, katanya. Padahal ? Banyak sekali perubahan baik yang terjadi tanpa disadari.

Lanjut ke doi ya, hahaha. Karena lama tak berjumpa dan tak berkomunikasi via apapun itu, akhirnya saya beranikan mengirim sebaris kalimat melalui chat wa, "Minal 'Aidin wal Faizin, Mohon Ma'af Lahir dan Batin atas kesalahan saya selama ini (emot senyum). Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H." Mumpung momen lebaran sih, jadi ya kesempatan lah.

Dibalaslah sama doi "Nggih, sami-sami; Iya sama-sama", seketika saya langsung adem. Ya, saya bisa membayangkan lah betapa kecewanya doi sama saya waktu itu. (Nanti ya saya ceritakan di postingan lain, masih menyoal drama kehidupan) Tapi, entah kenapa ada rasa terharu gitu loh, dalam hati saya langsung berucap,"Ya Allah, begini ya rasanya dima'afkan sama orang lain. Coba kalau saya sendiri juga bisa mema'afkan kesalahan diri ini dan orang lain, mungkin akan terasa lebih bahagia lagi." Ya, meskipun secara simbolik, tanpa tahu mimik wajah dan perasaannya doi, saya sudah merasa bahagia sekali. Ya, bahagia. Seketika hari ini langsung berubah menjadi Hari Kemenangan yang sangat luar biasa. 

Dibarengi dengan kata-kata ma'af dari teman, saudara, manusia-manusia lain yang pernah berjumpa dengan saya, rasanya bahagia sekali. Begitulah hikmah dari meminta ma'af dan mema'afkan, akan ada rasa kebahagiaan yang tak terkira ketika kita sudah berhasil mengaplikasikan di kehidupan nyata.

Salam kebahagiaan di Hari Kemenangan,
Cory 💋

Blog Resolutions 2018 and Goals!


Oh my god! Time is running fast dan gue masih belum ada perkembangan sama sekali. Stagnan! Begini-begini aja. Are you crazy? Ya, gue sadar. Karena selama beberapa bulan terakhir ini gue lagi banyak pikiran. Lagi-lagi, gue over thought! Terus, lo mau kayak gini mulu cor? Oh no, gue nggak bakal biarin diri gue hanyut dalam pikiran-pikiran kotor yang kejam. Bisa dibilang kalo selama ini ternyata "gue jadi mayat hidup". Menjijikkan!

So, mulai sekarang gue mau menata hidup gue yang baru. Lembaran yang baru. Supaya gue bisa berubah ke hidup yang lebih baik lagi. Masaiya gue kalah sama kucing (ini rahasia). 

Okey, so what my Blog Resolutions for 2018?

Di tahun yang kedua gue anniversary ngeblog ini, gue mau ngelist beberapa Resolusi dan mudah-mudahan bisa terealisasi sebagaimana harapan gue atas hidupnya blog ini. Ya, karena blog ini sejarah, yang akan mencatat seluruh perjalanan hidup gue, baik suka maupun duka. Makanya, kalau gue lagi curhat yang nggak enak ya gak usah dinyinyirin. Iya toh?

Yaudah, mari kita lihat apa saja Resolusi untuk blog gue tahun ini?

  • Bisa jadi lifestyle Blogger yang feednya rapi.
  • Punya sosial media yang feed nya juga rapi. Followers >10k.
  • Beli template blog yang keren. (lagi ngincer Jemma Theme sih, ada yang mau bantu merealisasikan? Price $30 😍)
  • Lebih sering nulis kalau bisa One Day One Post.
  • Kategori Blog lebih jelas dan diperbanyak konten dari sub kategorinya.
  • Punya wifi di rumah sendiri biar semangat posting dan upload videonya.
  • Punya Macbook Pro yang RAM sama Internal Storage nya gede, biar ngeblognya makin sukses. (Laptop lama; dengan RAM dan model minimalis dikasihkan ke orang yang tengah membutuhkan).
  • Punya kamera Canon M10 beserta lensanya, biar fix perfecto kerjanya.
  • Bagi-bagi something yang gratis di kolom FREEBIES. Amin.

Untuk Resolutions for my life nya begini:

  • Bisa Kuliah dengan baik sambil kerja dan selesai (lulus) sesuai dengan batas waktu yang ditentukan (secepat mungkin).
  • Dapat gaji yang lebih dari UMR sebulan.
  • Punya pendapatan dari ngeblog, nge-youtube, dan kerja versi digital lainnya.
  • Punya Online Shop produksi sendiri.
  • Punya banyak waktu bersama orang tua, keluarga, dan teman dekat.
  • Bebas hutang (ini yang terpenting).
  • Punya kosan yang bagus, kayak apartemen tapi harganya murah meriah. (maksudnya? 😎😋)
  • Goodbye sama kulit kusam, jerawat, dan hyperpigmentasi 😠😢
  • Bisa bantu ngiklan, entah endorse, sponsorship, affiliate, paid promote, etc.
GOALSNYA?

Jadi penulis terkenal, blogger terkenal, dan bisa jadi influencer dan muslimah yang baik (inspiring, memotivasi, informatif) di awal tahun 2019. Lalu menikah di pertengahan tahun 2019. Amin.

Happy Eid Mubarak!


. . .اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله ُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وللهِ الْحَمْدُ

Sebelumnya, gue mau ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1349 H buat Saudara/i Muslim sekalian di mana pun kalian berada. Tulisan ini pas banget gue post H-1 Lebaran. Dan kali ini gue lebaran di tanah rantau. Rindu mamak? Pastinya!

"Untuk mata yang cantik, lihatlah kebaikan orang lain; untuk bibir yang indah, berkata-katalah dalam kebaikan; dan ketenangan diri, berjalanlah dengan pengetahuan bahwa kamu tidak pernah sendiri. -Audrey Hepburn"

. . .تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّا وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ وَجْعَلْنَا مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين

"If words could kill, I think many people have died because of mine. And if thats including you, I would like to apologize for all that Ive done.. Happy 'Eid Mubarak! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1349 H/ 2018 M. Semoga setelah Syawal tahun ini berakhir, kita bisa membuka lembaran baru yang Suci. Juga semoga ditetapkan pada kita Iman yang ikhlas dalam jiwa dan hati. Tetap semangat menjalani hidup dan memperjuangkan kebaikan di dunia ini. Amin."


Warm Regards,
Cory @lifeascory

Kejahatan Menjelang Bulan Ramadhan

Sumber: kaskus.
Pembunuhan, pengeboman, pemerkosaan, kemalingan, kecopetan, kerampokan, semuanya sedang berlangsung dengan noraknya di akhir bulan menjelang Ramadhan ini. Sumpah sakit hati pakai banget kalau harus berulang kali mengingat kejadian yang tidak memanusiakan manusia semacam ini.

Bagaimana tidak? Orang yang tak tahu menahu bahkan tidak berdosa dijadikan korban aksi kejahatan mereka dengan seenak jidatnya. Dan mereka pikir itu semua "halal" demi niat yang saya nggak tahu lah otak mereka itu isinya apa. Jancuk! 

Entah kenapa saya sampai mengeluarkan kata kasar. "Ingin ku berkata lebih kasar, tapi ku ingat bahwa diriku tak serendah mereka, jadi calm down beibeeh." Mohon maaf ya gaes, kalau sebelumnya saya sempat misuh. Hehehe.

Ya, tebakan anda benar. Saya habis kena musibah. KECOPETAN. Agar lebih dramatis lagi, saya harus capslock + bold. "GUE KECOPETAN GAEESS". Entah saya yang terlalu drama atau ya whatever lah. Harga/nilainya nggak seberapa. Tapi perjuangannya terus menjadi kenangan.

Mau lanjut baca cerita saya nggak? Oke, lanjut ya..

Jadi gini. Tadi pagi, sekitar pukul 09.00, saya naik kereta dari Lenteng Agung, karena kebetulan saya lepas nginep di Ciganjur, rumah kakak kelas, senior sekaligus dulur dewe (nganggapnya gitu). Niatnya biar nggak kejauhan (kalau dari Ciputat) dan memilih untuk lebih irit. Ya, biasa lah. Itung-itung bisa beli ini itu pas di rumah. Oh iya lupa belum ngasih tau. Saya mau pulkam gaess, ke Surabaya. Naik kereta dari Stasiun Senen, dan dijadwalkan berangkat pukul 02.00 siang. Jadilah saya berangkat naik gojek dari lokasi ke stasiun lenteng agung, dan dari lenteng agung turun Manggarai. Abis Manggarai transit ke Jatinegara. Nah pas di Jatinegara ini saya sempat buka hape, karena harus balas whatsapp dari keluarga dan soal kerjaan.

Fyi, saya pakai sling bag yang berisi hape+powerbank+uang, dan perintilan kecil (semacam obat-obatan), bawa ransel di punggung, bawa tentengan buat ibu di tangan kanan, dan laptop di tangan kiri. Bayangkan, betapa rempongnya saya. Tadinya tak ingin ku membawa apa-apa biar nggak berat. Tapi saya udah terlanjur ada janji meetup dan gathering nantinya (besok tanggal 18 Mei). Jadilah saya bawa perlengkapan baju+makeup+dll. Ini yang sebenarnya bikin rempong. Laptop berat, tapi mau tak mau karena menyoal kerjaan jadi harus dibawa. #beratbebanhayati

Asli, nggak ada ragu atau apasih dari awal. Fine-fine aja, tidak ada firasat apa-apa. Hanya pas mau turun di stasiun Senen, saya merasa ada bapak-bapak yang kurus tua, berpakaian putih lusuh mendekat ke belakang saya. Saya pikir dia mesum. Akhirnya saya menoleh ke belakang dan saya pelototin mukanya. Wallahi, ya Allah sedih banget gue. Saya benar-benar nggak su'udzon maling sama sekali ke itu bapak. Karena posisi juga kan lagi padat penumpang, jadi saya anggap ya wajarlah.

Saya yang rempong dengan segala benda yang melekat di tubuh ini keluar dengan semangatnya, karena sudah satu tahun saya nggak pernah ketemu ibu dan nenek, jadi yang kebayang di pikiran saya adalah rumah. Lagi-lagi rumah, rumah dan rumah. Ya, karena rindu dalam diri ini sudah sangat tidak bisa ditahan, jadi suntikan semangatnya ya harus pulang kampung.

Setelah keluar, akhirnya saya menuju ke lokasi mesin cetak tiket. (Sebelumnya saya memesan via tiket.com jadi alhamdulillah cepat banget konfirmasinya). Di sinilah saya baru sadar bahwa handphone beserta uang saya hilang. Nothing,, nothing,, nothing.. Berulang kali saya cek tas, ransel, semuanya. Hasilnya nihil. Astaghfirullah, saya mengucap istighfar banyak-banyak. Saya ambil hape nokia kecil, saya belikan pulsa 30,000 di indomaret, lalu saya nelpon teman dekat saya yang alhamdulillah ada di kontak handphone yang sudah lama tidak beroperasi itu. Ya, Annabella. Thanks bel udah sangat-sangat membantu.

Saya nangis sesenggukan, nggak peduli sebanyak apa orang ngeliat. Yang ada dalam bayangan, pikiran saya adalah perjuangan beli hapenya. Terus baru-baru ini hape saya juga habis ganti LCD 350,000, ganti baterai 150,000, ganti lubang konektor charger 50,000, beli powerbank dan seperangkatnya 200,000. Ya Allah, shock banget rasanya.


Inilah penampakan hape gue yg hilang karena dicopet:(
Saya kuliah pagi sampai sore, kerja di event BBW jam 22.00 malam sampai 06 pagi selama 2 minggu, yang gajiannya juga telat 1 bulan setelah event. Demi bisa bayar kosan, beli makan, sama beli hape. Rasanya pengen meledakkan jantung. Tapi lagi musim teroris jadi saya nggak mau jadi teroris untuk diri saya sendiri. Saya mencoba untuk sabar, alhamdulillah lumayan. Akhirnya saya makan 1 buah pear untuk membasahi kerongkongan yang sedari tadi udah kering. 

Berkali-kali nelpon Annabel untuk segera dipesankan grab car/ go car. Saya ingin kembali ke Ciputat, ingin merebahkan diri pada kasur lusuh kosan, ingin bercengkerama dengan Allah. Ingin mengadu, mungkin bapak itu lebih butuh daripada saya. Hatiku nangis sekencang-kencangnya. Semua hal yang saya dapat selama ini benar-benar butuh perjuangan ekstra, hal sekecil apapun itu. Makanya, kalau kehilangan rasanya pengen nangis. Ya, nangis aja. Intropeksi, mungkin ada yang salah dalam diri saya, makanya Allah mengambil nikmat-Nya untuk saya.

Dari sini, saya langsung mikir ke rumah. Bayangan saya ada di depan ibu, nenek, yang sedang sakit merindu, sakit jasmani dan rohaninya, yang udah renta, yang sudah lama menanti anak, cucunya. Tapi apa, saya gagal pulang kampung. Mau saya ubah jadwal kepulangannya tapi waktu tidak mendukung, saya sudah terlambat. Astaghfirullah, lagi-lagi saya istighfar.

Akhirnya saya memutuskan untuk naik grab car, dari stasiun senen ke ciputat. Sebisa mungkin saya harus berusaha ketemu teman-teman saya agar saya bisa semangat. Dan alhamdulillah, akhirnya saya bisa nulis postingan ini sampai tuntas di asrama yang penuh cerita ini.

Pelajaran yang saya dapat, begini rasanya kehilangan sesuatu yang amat berharga, penuh perjuangan, jadi banyak hal yang perlu diqiyaskan, agar tidak ada lagi diri dan orang lain yang tersakiti karena merasa kehilangan.

Welcome, Ramadhan!
Semoga Allah selalu mengampuni dosa-dosa kita, memberikan segala rahmat-Nya, menyertakan pertolongan juga perlindungan untuk kita semua. Selalu menguatkan iman kita, meneguhkan rasa kemanusiaan dan kebajikan kita, hingga kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amin Amin, Ya Robbal 'alamin.

Di bulan yang penuh berkah barokah ini, marilah sama-sama menggali amal kebajikan, bukan keburukan. Yakin, bahwa Allah selalu ada untuk kita. Seberat apapun cobaan yang diberikan, semua pasti ada solusinya. Pilih solusi yang baik, agar membuahkan hasil yang baik pula. Allah, rasanya deg-degan campur shock. Kenapa menjelang bulan yang penuh ampunan ini masih ada saja orang yang berani berbuat jahat kepada sesama? Sedih rasanya.

Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!


Greko, Greko, Greko. Ada yang tau, apa itu Greko? 
Ya, sebutan baru bagi "The Green Kosambi" yang gedungnya terletak di dekat wilayah simpang lima, menghadap ke Jalan Ahmad Yani dan Asia Afrika Bandung, tepatnya di jalan Ahmad Yani No.136, Malabar, Kota Bandung. 

Warga Bandung sudah tau dong pastinya. 
Yang belum tahu, sini merapat dan baca postingan ini sampai habis! 😊

What's Greko aka Greko Creative Hub?


Greko (sebutan singkatnya) aka Greko Creative Hub merupakan area hunian mixed-use yang dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama, yang terdiri dari 5 lantai creative hub dan 12 lantai apartement serviced residence Somerset Asia Afrika Bandung. 

Gedung ini mengusung konsep lingkungan yang hijau dan kreatif. Oleh karena itu, tak heran jika kalian hangout di sana, bakal terpesona ala-ala ketika menemukan berbagai macam usaha kreatif baik dalam maupun luar negeri yang berinovasi lebih canggih dan ramah lingkungan.

Hangout ala Sosialita di Greko

Kenapa harus di Greko? Ada apa aja sih di Greko?

-Karena gedung ini  terdiri dari 5 lantai creative hub, dan 12 lantai apartemen, jadi bisa dibayangin dong gimana kerennya gedung ini? Apalagi fasilitasnya yang super lengkap pakai banget. Bayangkan saja, ada hunian (apartemen) yang di bawahnya terdapat sebuah creative hub, pusat ritel kreatif dan komersil yang terdiri dari co-working space, marketplace, dan event space.

Masih penasaran? Oke, mari kita bahas satu per satu.

Apartemen



Ngomongin soal apartemen, di gedung Greko ini terdapat 136 unit hunian dalam 12 lantai yang terdiri dari 76 unit tipe studio, 17 unit tipe satu kamar, 34 unit tipe dua kamar, dan 9 unit tipe tiga kamar yang diberi nama Somerset Asia Afrika Bandung.



Properti yang ada di Somerset ini dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama sebagai bagian dari Greko Creative Hub dengan konsep “Green Living”. Oleh karena itu, selain dilengkapi kolam renang dan food court, apartemen ini juga dilengkapi space pusat kebugaran seperti trek jogging, taman hijau, juga tempat gym.

Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com
Food Court

Dalam satu gedung ini, apartemen dilengkapi dengan food court yang diberi nama "Pasar Pinuh Greko", yang mana dalam satu lantai tersedia berbagai macam tenant yang berisikan makanan cita rasa nusantara. Seperti: Nasi Goreng Babat, Mie Kwantung Makasar, Nasgor dan Nasi Rawon, Sate kelapa Gurih Malang, Roti Tisu dan Martabak, Kedai Kopi Kung-Kung, Lontong Kikil Wedang Jahe, Bakso, Nasi Pedas Wayan, Gado-Gado, Se'i Sapi K'sambi, Nasi Kari Pontianak, Es Pelangi, Es Kacang Merah, dan lain sebagainya.


Untuk informasi Pasar Pinuh Greko bisa kalian baca di postingan sebelumnya:

Co-Working Space & Indigologia

Auditorium co-working space cocok untuk seminar, workshop, maupun blogger gathering macam ni :)

Selain apartemen, gedung Greko Creative Hub ini salah satunya terdiri atas co-working space, tempat di mana para industri UKM menyewa ruangan kantor sebagai sarana pendukung real nya industri UKM yang dikembangkannya tersebut.

Di Greko sendiri Co-Working Space nya diletakkan di lantai satu dan dua, tergantung jenis/ tipe UKM yang akan menyewa. Lantai satu terdiri dari meeting room, auditorium, dan office room. Sedangkan lantai dua ditempati UKM yang mengarah ke industri tekstil, macam Indigologia.



Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com

Salah satu industri tekstil yang sudah menempati gedung Greko saat ini adalah Jeanology. Di mana industri ini telah berhasil menciptakan karya lukis berteknologi laser. Jadi, sekarang tak perlu lagi cetak gambar di kaos atau jeans secara manual. Semua bekerja otomatis melalui mesin di sini.

Kalau saya lihat kemarin, kasilnya keren-keren banget. Dimulai dari jeans, kaos, hoodie, sweater, sepatu berbahan denim, dan lain sebagainya. Keren super banget. Saya saja sampai ngiler pengen pesan, tapi sayang tidak bisa pesan mendadak. Harus konfirmasi selama 1-2 hari sebelumnya. It's oke, kapan-kapan harus kesana lagi ini mah.

Fashion Show Itang Yunasz x Indigologia

Salah satu hasil Karya mesin laser Jeanologia Flexi

Pict by @onosembunglango pemilik blog: www.onosembunglango.net

Di hari kedua saya jalan-jalan ke Bandung bersama Kelas Blogger kemarin salah satunya adalah menyaksikan peragaan berbagai macam busana hasil rancangan salah satu desainer baju ternama yakni Itang Yunasz di lantai dua gedung Greko Creative Hub ini. 

 Studio Foto

Pict taken by @timo_wp pemilik blog www.kadungcampur.com

Siapa yang doyan foto? Ya, sama saya juga.
Selain pusat perbelanjaan yang super okeh, di gedung Greko ini terdapat studio foto yang bisa kalian manfaatkan untuk foto keluarga. Bersama teman-teman, pacar, suami/istri, atau solo pun juga boleh. Tapi ya, tentunya tidak gratis dong. Kan ada fotografernya juga. Nanti siapa yang ngegaji kalo gratis. Wkwk. Kalau mau foto box juga ada kok, tempatnya di depan foto studio ini. 


Jadi sebenarnya, gedung ini belum sepenuhnya bisa dinikmati sebagai tempat hangout oleh para sosialita untuk saat ini. Tapi kalau kalian penasaran sama cita rasa makanan di Pasar pinuh dan kecanggihan mesin jeanology di indigologia gedung Greko ini, sok atuh main sama teman-teman sosialitanya. (kalau sudah dibuka ya) Hehe 😅 dan silahkan berfoto ria di sana. Karena banyak spot menarik yang bisa kalian manfaatkan secara percuma.


Cukup lengkap bukan? Sok atuh buat warga Bandung dan sekitarnya. Yang mau ke Bandung dan bingung mau hangout di mana. Boleh atuh ke Greko Creative Hub ini. Salam damai! :)

Kollektiv Hotel, Salah Satu Hotel Instagramable di Bandung


Bandung, lagi-lagi Bandung. Kenapa harus Bandung?
Jawabannya: Bandung selalu keren cuy, apalagi ada Kang Kamil. Bandung jadi makin keren euy. Hehehe 😁 (ah, memuji kang Emil terus beliau jadi ge'er ntar, wkwkwk)


Masih lanjutan cerita kemarin, saat liburan ke Bandung bareng Kelas Blogger. Setelah acara di Greko selesai, sekitar pukul setengah 5 sore, kami diantar bus mini ke Sukasari untuk beristirahat karena besok paginya sudah harus standby lagi acara Greko yang kedua. Entahlah, berapa jam perjalanan dari Malabar ke Sukasari, rasanya kami capek sekali di jalan. Baru kali ini saya ke Bandung merasakan kemacetan macam di Jakarta. Lelah!

Setelah sampai, dengan muka lesu kami membawa barang bawaan ke dalam hotel. Setelah mata menyusuri ruang yang ada di lobi hotel, First impression: Waw, lucu sih, unik deh, asri juga, ya lumayan lah. Tapi sayang, liftnya sempit banget. Cukup nampung 4 orang kurus sahaja. Yang badannya berisi? Ya, bisa naik berdua lah sama pasangannya.

Resepsionis yang ada di lobi hotel Kollektiv Bandung
Saya dan Hani mendapatkan satu card yang berfungsi sebagai kunci kamar, dan kami pun bergegas ke lantai 5. Siap-siap merebahkan punggung ke atas kasur. Sudah lelah cin menghadapi kemacetan di Bandung. Pengen mandi air hangat, nonton tv sambil tiduran, ngerjain tugas, terus bobok cantik.



Saat kami membuka pintu, kaca besar di samping kanan beserta wastafel dan seperangkat air mineral, kopi dan teh juga tekonya langsung menyambut kedatangan kami. Dan kami berdua langsung pandang-pandangan, "Han..? Iya Cor.. Kayak lagi honeymoon ya? Bukan Han, coba kita bayangkan saja kalau ini kos-kosan baru kita. Hahaha." Lalu kami dengan sigap menaruh barang bawaan di meja dan langsung merebahkan diri ke atas kasur. Lalu kami membaur dalam kenyamanan kamar 509 malam itu.




Spot yang paling saya suka di kamar ini adalah meja di samping bed nya. Nyaman aja gitu buat blogpost, editing foto, sambil ngopi, nyemil, nonton tv, sama bikin vlog.


Saking capeknya, saya pun tidur-tiduran saja di atas kasur sambil nonton drama korea. Hani sudah mandi air hangat dan siap untuk ngopi bareng. Padahal niatnya bisa langsung posting blog acara pagi itu. Tapi gagal, akhirnya merasa tidak enak sendiri karena badan ini kok nglumbruk nang kasur ae, akhirnya saya memutuskan untuk bikin vlog bersama Hani. 

"Han, sebelum lu keluar kita bikin vlog dulu yess, menyoal dunia perbloggeran lu dan gue."

"Siaaap, ayo ayo. Gue sholat dulu ya."

"Okeeyy!"

Setelah bikin vlog, akhirnya kami memutuskan untuk keluar cari makan karena perut sudah mulai kerucukan. Eh, tetap saja mau mandi kok ya susah sekali. Males aja gitu, masih belum merasa gerah, jadi ya cuma membersihkan daerah v saja karena sedang haidh. Padahal kamar mandinya nyaman daripada di kosan. Mungkin karena di Bandung udaranya sejuk kali ya, jadi saya nya juga malas mandi. Kalau di Ciputat kan panas, jadi harus sering-sering mandi.




Entah kenapa, kalau ngeliat kamar mandi yang transparant gitu kok kepikirannya jadi ke honeymoon. Duh, usia-usia yang rentan ini buat ngomongin soal jodoh, nikah, honeymoon, parenting. Ealaah! 😂

Pas mau turun nyari makan ternyata makan malam sudah disiapin jadi kami balik lagi ke kamar. Makan malam spesial dulu sama Hani, baru ngopi cantik (ini sih buat Hani spesial sama mas Kholis 😅). Kalau saya, akhirnya tiduran lagi di kasur. mau mandi sudah mager, mau posting blog tapi wifi lumayan lama loadingnya, akhirnya menyerah pada kenyamanan di dalam bedcover

Sarapan Bubur Ayam di Hotel Kollektiv

Paginya saya memutuskan untuk breakfast ringan, supaya nanti pas acara kedua di Greko saya bisa lunch banyak. Haha. Akhirnya saya memilih bubur ayam sebagai menu sarapan ringan pagi itu.



Benar-benar tempatnya cozy banget, vintage gitu. Banyak spot yang bisa dipake untuk foto-foto. Instagramable banget deh pokoknya. Restonya tidak terlalu gede, tapi super nyaman. Ada sofa juga ada bangku kayu. Jadi tinggal pilih, kalian mau duduk di mana saat menikmati makanan ala Kollektiv Hotel.

Foto Cantik ala Selebgram di Kollektiv Hotel

Kalau kalian pergi ke taman samping hotel, kalian bakal menyaksikan pemandangan yang super instagramable pakai banget. Ada resto rumah kaca yang bikin kalian ketagihan foto-foto di sana. Saya saja sampai lelah dengan kelakuan sesi foto saya. Ada aja yang dipengen.

Taman Resto Kollektiv Hotel

Setelah foto-foto syantik, akhirnya saya dan teman-teman kelas blogger menuju ke Greko lagi untuk mengikuti acara selanjutnya. Oiya, buat kalian yang mau nginep di sini. Alamatnya saya tulis di bawah ini ya:

Alamat: Jalan Professor Insinyur Doktor Sutami No. 62, Sukarasa, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40152, Indonesia

Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kollektiv Hotel Bandung Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang