Navigation Menu

Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!


Greko, Greko, Greko. Ada yang tau, apa itu Greko? 
Ya, sebutan baru bagi "The Green Kosambi" yang gedungnya terletak di dekat wilayah simpang lima, menghadap ke Jalan Ahmad Yani dan Asia Afrika Bandung, tepatnya di jalan Ahmad Yani No.136, Malabar, Kota Bandung. 

Warga Bandung sudah tau dong pastinya. 
Yang belum tahu, sini merapat dan baca postingan ini sampai habis! ๐Ÿ˜Š

What's Greko aka Greko Creative Hub?


Greko (sebutan singkatnya) aka Greko Creative Hub merupakan area hunian mixed-use yang dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama, yang terdiri dari 5 lantai creative hub dan 12 lantai apartement serviced residence Somerset Asia Afrika Bandung. 

Gedung ini mengusung konsep lingkungan yang hijau dan kreatif. Oleh karena itu, tak heran jika kalian hangout di sana, bakal terpesona ala-ala ketika menemukan berbagai macam usaha kreatif baik dalam maupun luar negeri yang berinovasi lebih canggih dan ramah lingkungan.

Hangout ala Sosialita di Greko

Kenapa harus di Greko? Ada apa aja sih di Greko?

-Karena gedung ini  terdiri dari 5 lantai creative hub, dan 12 lantai apartemen, jadi bisa dibayangin dong gimana kerennya gedung ini? Apalagi fasilitasnya yang super lengkap pakai banget. Bayangkan saja, ada hunian (apartemen) yang di bawahnya terdapat sebuah creative hub, pusat ritel kreatif dan komersil yang terdiri dari co-working space, marketplace, dan event space.

Masih penasaran? Oke, mari kita bahas satu per satu.

Apartemen



Ngomongin soal apartemen, di gedung Greko ini terdapat 136 unit hunian dalam 12 lantai yang terdiri dari 76 unit tipe studio, 17 unit tipe satu kamar, 34 unit tipe dua kamar, dan 9 unit tipe tiga kamar yang diberi nama Somerset Asia Afrika Bandung.



Properti yang ada di Somerset ini dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama sebagai bagian dari Greko Creative Hub dengan konsep “Green Living”. Oleh karena itu, selain dilengkapi kolam renang dan food court, apartemen ini juga dilengkapi space pusat kebugaran seperti trek jogging, taman hijau, juga tempat gym.

Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com
Food Court

Dalam satu gedung ini, apartemen dilengkapi dengan food court yang diberi nama "Pasar Pinuh Greko", yang mana dalam satu lantai tersedia berbagai macam tenant yang berisikan makanan cita rasa nusantara. Seperti: Nasi Goreng Babat, Mie Kwantung Makasar, Nasgor dan Nasi Rawon, Sate kelapa Gurih Malang, Roti Tisu dan Martabak, Kedai Kopi Kung-Kung, Lontong Kikil Wedang Jahe, Bakso, Nasi Pedas Wayan, Gado-Gado, Se'i Sapi K'sambi, Nasi Kari Pontianak, Es Pelangi, Es Kacang Merah, dan lain sebagainya.


Untuk informasi Pasar Pinuh Greko bisa kalian baca di postingan sebelumnya:

Co-Working Space & Indigologia

Auditorium co-working space cocok untuk seminar, workshop, maupun blogger gathering macam ni :)

Selain apartemen, gedung Greko Creative Hub ini salah satunya terdiri atas co-working space, tempat di mana para industri UKM menyewa ruangan kantor sebagai sarana pendukung real nya industri UKM yang dikembangkannya tersebut.

Di Greko sendiri Co-Working Space nya diletakkan di lantai satu dan dua, tergantung jenis/ tipe UKM yang akan menyewa. Lantai satu terdiri dari meeting room, auditorium, dan office room. Sedangkan lantai dua ditempati UKM yang mengarah ke industri tekstil, macam Indigologia.



Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com

Salah satu industri tekstil yang sudah menempati gedung Greko saat ini adalah Jeanology. Di mana industri ini telah berhasil menciptakan karya lukis berteknologi laser. Jadi, sekarang tak perlu lagi cetak gambar di kaos atau jeans secara manual. Semua bekerja otomatis melalui mesin di sini.

Kalau saya lihat kemarin, kasilnya keren-keren banget. Dimulai dari jeans, kaos, hoodie, sweater, sepatu berbahan denim, dan lain sebagainya. Keren super banget. Saya saja sampai ngiler pengen pesan, tapi sayang tidak bisa pesan mendadak. Harus konfirmasi selama 1-2 hari sebelumnya. It's oke, kapan-kapan harus kesana lagi ini mah.

Fashion Show Itang Yunasz x Indigologia

Salah satu hasil Karya mesin laser Jeanologia Flexi

Pict by @onosembunglango pemilik blog: www.onosembunglango.net

Di hari kedua saya jalan-jalan ke Bandung bersama Kelas Blogger kemarin salah satunya adalah menyaksikan peragaan berbagai macam busana hasil rancangan salah satu desainer baju ternama yakni Itang Yunasz di lantai dua gedung Greko Creative Hub ini. 

 Studio Foto

Pict taken by @timo_wp pemilik blog www.kadungcampur.com

Siapa yang doyan foto? Ya, sama saya juga.
Selain pusat perbelanjaan yang super okeh, di gedung Greko ini terdapat studio foto yang bisa kalian manfaatkan untuk foto keluarga. Bersama teman-teman, pacar, suami/istri, atau solo pun juga boleh. Tapi ya, tentunya tidak gratis dong. Kan ada fotografernya juga. Nanti siapa yang ngegaji kalo gratis. Wkwk. Kalau mau foto box juga ada kok, tempatnya di depan foto studio ini. 


Jadi sebenarnya, gedung ini belum sepenuhnya bisa dinikmati sebagai tempat hangout oleh para sosialita untuk saat ini. Tapi kalau kalian penasaran sama cita rasa makanan di Pasar pinuh dan kecanggihan mesin jeanology di indigologia gedung Greko ini, sok atuh main sama teman-teman sosialitanya. (kalau sudah dibuka ya) Hehe ๐Ÿ˜… dan silahkan berfoto ria di sana. Karena banyak spot menarik yang bisa kalian manfaatkan secara percuma.


Cukup lengkap bukan? Sok atuh buat warga Bandung dan sekitarnya. Yang mau ke Bandung dan bingung mau hangout di mana. Boleh atuh ke Greko Creative Hub ini. Salam damai! :)

Kollektiv Hotel, Salah Satu Hotel Instagramable di Bandung


Bandung, lagi-lagi Bandung. Kenapa harus Bandung?
Jawabannya: Bandung selalu keren cuy, apalagi ada Kang Kamil. Bandung jadi makin keren euy. Hehehe ๐Ÿ˜ (ah, memuji kang Emil terus beliau jadi ge'er ntar, wkwkwk)


Masih lanjutan cerita kemarin, saat liburan ke Bandung bareng Kelas Blogger. Setelah acara di Greko selesai, sekitar pukul setengah 5 sore, kami diantar bus mini ke Sukasari untuk beristirahat karena besok paginya sudah harus standby lagi acara Greko yang kedua. Entahlah, berapa jam perjalanan dari Malabar ke Sukasari, rasanya kami capek sekali di jalan. Baru kali ini saya ke Bandung merasakan kemacetan macam di Jakarta. Lelah!

Setelah sampai, dengan muka lesu kami membawa barang bawaan ke dalam hotel. Setelah mata menyusuri ruang yang ada di lobi hotel, First impression: Waw, lucu sih, unik deh, asri juga, ya lumayan lah. Tapi sayang, liftnya sempit banget. Cukup nampung 4 orang kurus sahaja. Yang badannya berisi? Ya, bisa naik berdua lah sama pasangannya.

Resepsionis yang ada di lobi hotel Kollektiv Bandung
Saya dan Hani mendapatkan satu card yang berfungsi sebagai kunci kamar, dan kami pun bergegas ke lantai 5. Siap-siap merebahkan punggung ke atas kasur. Sudah lelah cin menghadapi kemacetan di Bandung. Pengen mandi air hangat, nonton tv sambil tiduran, ngerjain tugas, terus bobok cantik.



Saat kami membuka pintu, kaca besar di samping kanan beserta wastafel dan seperangkat air mineral, kopi dan teh juga tekonya langsung menyambut kedatangan kami. Dan kami berdua langsung pandang-pandangan, "Han..? Iya Cor.. Kayak lagi honeymoon ya? Bukan Han, coba kita bayangkan saja kalau ini kos-kosan baru kita. Hahaha." Lalu kami dengan sigap menaruh barang bawaan di meja dan langsung merebahkan diri ke atas kasur. Lalu kami membaur dalam kenyamanan kamar 509 malam itu.




Spot yang paling saya suka di kamar ini adalah meja di samping bed nya. Nyaman aja gitu buat blogpost, editing foto, sambil ngopi, nyemil, nonton tv, sama bikin vlog.


Saking capeknya, saya pun tidur-tiduran saja di atas kasur sambil nonton drama korea. Hani sudah mandi air hangat dan siap untuk ngopi bareng. Padahal niatnya bisa langsung posting blog acara pagi itu. Tapi gagal, akhirnya merasa tidak enak sendiri karena badan ini kok nglumbruk nang kasur ae, akhirnya saya memutuskan untuk bikin vlog bersama Hani. 

"Han, sebelum lu keluar kita bikin vlog dulu yess, menyoal dunia perbloggeran lu dan gue."

"Siaaap, ayo ayo. Gue sholat dulu ya."

"Okeeyy!"

Setelah bikin vlog, akhirnya kami memutuskan untuk keluar cari makan karena perut sudah mulai kerucukan. Eh, tetap saja mau mandi kok ya susah sekali. Males aja gitu, masih belum merasa gerah, jadi ya cuma membersihkan daerah v saja karena sedang haidh. Padahal kamar mandinya nyaman daripada di kosan. Mungkin karena di Bandung udaranya sejuk kali ya, jadi saya nya juga malas mandi. Kalau di Ciputat kan panas, jadi harus sering-sering mandi.




Entah kenapa, kalau ngeliat kamar mandi yang transparant gitu kok kepikirannya jadi ke honeymoon. Duh, usia-usia yang rentan ini buat ngomongin soal jodoh, nikah, honeymoon, parenting. Ealaah! ๐Ÿ˜‚

Pas mau turun nyari makan ternyata makan malam sudah disiapin jadi kami balik lagi ke kamar. Makan malam spesial dulu sama Hani, baru ngopi cantik (ini sih buat Hani spesial sama mas Kholis ๐Ÿ˜…). Kalau saya, akhirnya tiduran lagi di kasur. mau mandi sudah mager, mau posting blog tapi wifi lumayan lama loadingnya, akhirnya menyerah pada kenyamanan di dalam bedcover

Sarapan Bubur Ayam di Hotel Kollektiv

Paginya saya memutuskan untuk breakfast ringan, supaya nanti pas acara kedua di Greko saya bisa lunch banyak. Haha. Akhirnya saya memilih bubur ayam sebagai menu sarapan ringan pagi itu.



Benar-benar tempatnya cozy banget, vintage gitu. Banyak spot yang bisa dipake untuk foto-foto. Instagramable banget deh pokoknya. Restonya tidak terlalu gede, tapi super nyaman. Ada sofa juga ada bangku kayu. Jadi tinggal pilih, kalian mau duduk di mana saat menikmati makanan ala Kollektiv Hotel.

Foto Cantik ala Selebgram di Kollektiv Hotel

Kalau kalian pergi ke taman samping hotel, kalian bakal menyaksikan pemandangan yang super instagramable pakai banget. Ada resto rumah kaca yang bikin kalian ketagihan foto-foto di sana. Saya saja sampai lelah dengan kelakuan sesi foto saya. Ada aja yang dipengen.

Taman Resto Kollektiv Hotel

Setelah foto-foto syantik, akhirnya saya dan teman-teman kelas blogger menuju ke Greko lagi untuk mengikuti acara selanjutnya. Oiya, buat kalian yang mau nginep di sini. Alamatnya saya tulis di bawah ini ya:

Alamat: Jalan Professor Insinyur Doktor Sutami No. 62, Sukarasa, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40152, Indonesia

Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kollektiv Hotel Bandung Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Menikmati Kuliner Baru di Pasar Pinuh Greko


Ah, rasanya baru kemarin ke Bandung sekarang ke Bandung lagi. Alhamdulillah ya, sesuatu! Hehe. (padahal udah tahun 2015 silam) ๐Ÿ˜›


Bandung, kota Kembang yang sering dipuja-puji karena banyak gadis manis mempesona di sana. Pemandangannya yang indah, udaranya sejuk bikin betah, apalagi yang honeymoon, jadi baper saya. Hahaha. Eits, tapi jangan cuma ingat gadis-gadis manisnya saja ya (karena saya sendiri juga manis kok meskipun bukan mojang Bandung ๐Ÿ˜€), di sana juga banyak tempat yang super instagramable dan tempat kulineran yang bikin nagih. Endeus ya sist? Buangeeet sist! Kuylah, simak cerita saya di bawah ini.

Kelas Blogger Goes To Bandung


"mbak, siap2 ke bandung ya 9-10 mei. rabu depan. acara yg diundang Kang Arul di grup KB kemarin." begitulah chat Mas Kholis (salah satu anggota kelas Blogger yang mengkoordinir acara KB Goes to Bandung Kemarin) kepada saya melalui whatsapp seminggu yang lalu. 

Hati saya langsung berjoget ria, "Ya Allah, alhamdulillah banget. Harapan bisa ke Bandung akhirnya Engkau kabulkan" di bulan penuh berkah ini, menjelang ramadhan. I said yess lah pastinya, "Siaaaaappp kak ๐Ÿ˜Š" jawab saya seketika. Senengnya luar biasa. Jarang-jarang saya ikut acara Kelas Blogger begini, apalagi ke Bandung. Lagi-lagi sujud syukur. (maklum, selama ini jadi anak rumahan)

Setelah dimasukin grup, saya semakin senang karena ternyata ada beberapa blogger yang sudah saya kenal, yaitu Shinta, Hani, Robith, mba Monic, mas Punto, dan mak Tanti. Setelah melalui enam hari berturut-turut dengan segala persiapan yang sesuai dengan term and condition, datanglah hari bahagianya. "Woooy, akhirnya gue ke Bandung lagi!" Ngapain? "Jalan-jalan sambil kerja, kerja sambil jalan-jalan". Asyiknyaaaaa. Selamat yaaaa. Iya iya iya iya iyaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž

Bangun sebelum Shubuh lalu berangkat ke Taman Ismail Marzuki 

Selasa. Deg-degan rasanya, bisa jalan-jalan bareng Kelas Blogger. Sampai begadang segala. Kepikiran acara besoknya, bakalan seru banget ini kayaknya. Tidur jam 2 pagi lalu bangun lagi jam setengah 4 pagi. Benar-benar tidur singkat hari itu saking senengnya. Persiapan: Dresscode dua hari blue indigo+white dan batik, laptop buat blogpost, dan tak terlupakan tripod mini buat nge-vlog (yang akhirnya video kehapus semuaa pas mindahin ke laptop, kirain udah kekirim semua nggak taunya cuma fotonya doang yang kekirim, gegara storage phone udah penuh sih, jadi buru-buru hapus ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ  #nangiskejer)

Tepat pukul 03:51 pagi saya pergi ke TIM dari Ciputat naik Gojek. Sesampai di sana sudah ada mbak Monic, mas Punto, Ednadus, dan mas Kholis. Disusul mba Shinta dan mas Robit naik Grab Car, kemudian Arisman dengan gaya "Hay Gaeeeess! nya" ๐Ÿ˜‚, lalu datang mas Satto dan rombongan mak Tanti, Hani, dan mas Ono juga naik Grab Car. Shubuh tiba, akhirnya mereka ikutan sholat jama'ah yang ada di masjid depan TIM. Kebetulan saya dan mba Shinta lagi haidh jadi libur sholat.


Pasukan Kelas Blogger dari Jakarta. Dari kiri atas (Nadus, Arisman, Mas Ono, Mas Punto, Hani, Cory, Shinta, Robith, Mas Kholis, Mas Iyan, Mas Satto, mba Monic, dan Mak Tanti)

Tepat pukul 05.30 pagi kami berangkat naik bus mini travel. Tak lupa foto dulu sebelum berangkat. Kemudian sarapan Nasi Fried Chicken KFC di bus. Karena perjalanan lumayan jauh, jadi kami menghabiskan waktu di jalan sambil ngobrol-ngobrol, nyemil, bercanda, nyanyi-nyanyi, dan tertidur pulas. Ah syurgaaaaa.



Sesampainya di Bandung pukul 10 pagi, kami lumayan tercengang. "Waw, masih baruuuuu, banyak karangan bungaa." Welcome to The Green Kosambi aka Greko Creative Hub Bandung. Alamaaak, mantap tenan ini. Atasnya apartemen, bawahnya tempat perbelanjaan mewah. Dan yang paling saya suka adalah "Pasar Pinuh Greko" yang ada di lantai 3 gedung Greko ini.

Penampakan kemeriahan kuliner di Pasar Pinuh Greko

Ada Apa saja di Pasar Pinuh Greko.

Setelah kami berkenalan satu sama lain dengan pihak Greko dan C2live, kami pun mendapat kesempatan untuk mengikuti opening. Tapi karena openingnya disertai pujian-pujian haleluya bagi non muslim, akhirnya kami memutuskan untuk tidak ikut prosesi tersebut. Ya, mohon ma'af karena kami mayoritas beragama islam, jadi tidak bisa mengikuti prosesi ibadah warga non muslim. #salamsolidaritas

Setelah selesai opening, akhirnya kami bisa mencicipi semua makanan yang ada di tenant Pasar Pinuh. Eits, jangan lupa beli kartunya dulu ya, kalau kalian mau mencicipi juga.



Tingkah unik saya dan Hani yang siap menelajah makanan di Pasar Pinuh
Banyak menu yang bisa kalian nikmati di sana. Ada minuman herbal yang benar-benar bikin kerongkonganmu basah terus. Ada berbagai macam mie, lontong kikil (favoritku), aneka nasi goreng (nasgor babat, nasgor rawon, dll), Martabak, Roti Tissue (favoritku juga), gado-gado, es serut pelangi, es pontianak, aneka sop (sop iga, sop buntut, dll). Ah, banyak lagi deh pokoknya, saya saja sampai bingung mau makan yang mana saking banyaknya, dan enak-enak semua. Hahaha. ๐Ÿ˜ƒ

Akhirnya mata saya tertuju pada Lontong Kikil, Roti Tissue dan Es Pelangi.




Gimana, ngiler nggak? Pastinyaa dong!! ๐Ÿ’–๐Ÿ˜Š

Harganya? Jangan ditanya lagi, harga pastilah menentukan kualitas. Tapi di Pasar Pinuh ini, semua makanan dibandrol dengan harga yang pas dan terjangkau. Sesuai dengan cita rasa yang disajikan.

Eh, ada satu lagi. Di Pasar Pinuh ini banyak spot menarik yang instagramable banget. Sadis paraaah, kereeen puool ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜



Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kuliner di Pasar Pinuh Greko Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Tunggu cerita selanjutnya ya, masih menyoal Greko Creative Hub.
Bagaimana View apartemen The Green Kosambi ini? Next blogpost ya :)
Link akan saya taruh di bawah sini ⇓⇓⇓

"Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!"

Susahnya Mengendalikan Emosi dan Akibatnya

Source pict: merdeka.com
Emosi, emosi, dikit-dikit emosi. . .
Jadi stress nggak sih? Bangeeeet!

Pernahkah kalian merasa bahwa emosi kalian sedang tak terkendali? Atau pernahkah kalian melihat teman kalian yang emosinya meluap-luap macam tsunami? Kalau tidak pernah sama sekali berarti kalian beserta lingkungan adalah  sekumpulan orang-orang yang hebat. 

Jika kalian merasa pernah meluapkan emosi kalian, atau pernah melihat teman kalian sedang emosi, apa yang kalian rasakan? Sebenarnya, kenapa sih manusia itu butuh emosi? Haruskah emosi itu ada?

Listen, menurut buku psikologi yang saya baca, perbedaan antara perasaan dan emosi sangatlah besar. Ya, memang beda. Perasaan sendiri merupakan suatu keadaan di mana manusia itu menganggap ada sesuatu yang bersifat rohani dalam jiwa mereka, yang menimbulkan adanya "rasa". Itu secara universal. Sedang emosi adalah rasa yang tengah diekspresikan dengan sikap yang masih berhubungan dengan sebuah gelombang otak dan hal-hal biologis lainnya. Jadi, kalian sudah tau kan perbedaannya?

Emosi bikin sakit hati.

Pernah nggak sih kalian merasa bahwa setelah meluapkan emosi yang begitu menyeramkan seketika malu dan menyesal? Kalau saya sih yess! Memang, suatu keadaan di depan mata yang mana jika tidak sesuai dengan persepsi benar menurut kita bisa jadi menyebabkan emosi. Tapi, tidakkah bisa dikendalikan dengan hal-hal baik lainnya? Ya, cukup ngomong di hati saja misalnya.

Seperti contoh kecil:
Ketika saya pulang kerja part time, menjelang tengah malam, saya mendapati alat mandi saya hilang tanpa bekas. Tak lama kemudian muncullah wajah teman saya dengan wajah murung, lalu tanpa basa-basi sedikit pun dia menaruh alat mandi saya di depan kamar lalu meninggalkannya tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dan tetap memperlihatkan wajah murung. Setelah saya mandi, saya mendapati shampoo saya yang habis, sabun mandi yang baru saya isi full ternyata tinggal setengah, sabun muka hilang dan tutup sikat giginya entah kemana. Tanpa basa-basi juga pun saya langsung misuh. "Cuk. .i. . mbok pikir aku babu mu opo, mbok pinteri sak karepmu." Tapi cuma dalam hati. Ya, begitulah emosi. Dicipta seketika saat diri ini merasa dikecawakan atau tersakiti.

Waktu itu, bisa jadi saya misuh di depan dia, memaki-maki dia, sebab mendapati hal-hal yang tidak saya inginkan, apalagi saya dalam kondisi lelah lalu seketika mendapatkan jamuan yang tidak mengenakkan. Tapi ternyata saya bisa sedikit mengendalikan emosi, ya meski dengan cara yang sedikit nyelekit, yaitu dikeluarkan dalam hati. Lagi-lagi, tetap saja ini emosi.

Bayangkan saja jika sampai terlontar dari mulut jahat saya, "Sudah minta tanpa izin, tidak minta maaf, dan tidak bilang terima kasih lagi. Mbok pikir aku supermarket gratisan?" Lalu adu bacot dan mungkin adu kekuatan fisik. Bisa saja saya melakukan hal itu. Tapi apa untungnya? Toh, emosi juga malah bikin kita sakit hati berlebih. Lelah hati, lelah pikiran, dan lelah fisik. Nggak enak toh? Rugi malu sudah dilihat sama teman-teman yang lain dan rugi juga sudah bikin sakit hati orang lain. Ya, akhirnya jadi sakit hati.

Mengendalikan emosi memang tidaklah gampang. Apalagi buat yang sudah terbiasa emosi, baginya mungkin sudah menjadi kebutuhan. Apa memang dibutuhkan? Ya, buat yang sudah terlatih emosi alias harus meluapkan segala amarahnya saat dirinya merasa tersakiti, saya rasa emosi memang dibutuhkan. Ibarat makan, jika sudah terbiasa makan nasi, ketika lapar; makan roti gandum yang lebih mengenyangkan pun tidak membuat dirinya merasa kenyang. Begitu pula emosi, jika belum diluapkan keseluruhan, rasanya masih ada yang kurang.

Jadilah kesedihan-kesedihan yang diakibatkan oleh emosinya, misal:

Ada satu kejadian di mana si A sebagai kakak kelas dan si B sebagai adik kelas. Nah si A ini (secara umur) bisa dibilang sudah dewasa, jauh lebih dewasa dari si B. Tapi karena si A sedang menjalankan peran sebagai kakak kelas yang ingin membaur di semua kalangan adik kelas, maka si A menyarankan si B untuk memanggil "nama" si A tanpa embel-embel kak. Bukan hanya untuk si B saja, melainkan ke semua adek-adek kelasnya. 

Tapi entah kenapa, semenjak B merasa direpotkan si A, akhirnya si B sedikit songong (you know that?) alias ngelunjak nggak sopannya kepada si A. Entah karena temperamennya si B yang memang naik turun ataukah sebab si B nya yang kurang bisa mengendalikan emosi. Jadi setiap kekesalan yang terjadi sama si B secara personal, diungkapkan secara langsung ke sembarang orang, termasuk si A sebagai kakak kelasnya.

Kecewa dong? Pasti!
"Tau gini, tau gitu. . ." banyak yang disesali jadinya.

Begitulah kiranya isi hati emosi yang bisa saya tangkap dari si A. Karena si A ini kecewa, akhirnya si A sedih. Untuk mengetahui isi hati si B saja rasanya sudah gak netral lagi. Bawaannya su'udzon terus. Saya sebagai penulis pun sedikit geram mendengar kisah yang begini. Apalagi pernah suatu kejadian, si B nelpon si A karena kesal dengan masalah pribadinya (soal kerjaan), dia meluapkan amarahnya di telpon, dan memaki-maki si A, sampai si A terdiam dan hanya bisa diam, lalu berkata, iya. . baiklah. .  hati-hati di jalan. . Berasa si A adalah Kebon tempat ia mencurahkan segala bau beraknya yang seabrek.

Maksud saya gini, kenapa si B tidak mencoba intropeksi diri, padahal selama ini banyak teman-temannya sudah memberi masukan agar tidak terlalu emosional, tapi setiap kali si A melihat dengan mata telanjang, ia menjadi pendendam karena ada yang mengkritisi. Padahal semua demi kebaikan dia dan orang lain yang ada disekelilingnya.

Kalau saja emosinya bisa dikendalikan dengan baik, mungkin tiada lagi diri dan orang lain yang tersakiti. Baik yang disengaja maupun tidak. Baik yang terlihat maupun tak kasat mata (dirasa).

Dalam hadist pun sudah dijelaskan:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ًุง ู‚َุงู„َ ู„ِู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ุฃَูˆْุตِู†ِูŠْ ، ู‚َุงู„َ : (( ู„َุง ุชَุบْุถَุจْ )). ูَุฑَุฏَّุฏَ ู…ِุฑَุงุฑًุง ؛ ู‚َุงู„َ : (( ู„َุง ุชَุบْุถَุจْ )). ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ْุจُุฎَุงุฑِูŠُّ

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa suatu saat ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah saw. untuk meminta nasihat. Beliau pun bersabda, “Lรข taghdhab (Jangan marah)!” Ketika pertanyaan itu diulangi, Beliau pun memberikan jawaban yang sama. (HR al-Bukhรขri)

Dengan demikian, menahan marah merupakan akhlak terpuji yang diperintahkan. Sebagai balasannya, pelakunya dijanjikan mendapat pahala yang amat besar. Sahal bin Muadz, dari Anas al-Jahni, dari bapaknya, menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

ู…َู†ْ ูƒَุธَู…َ ุบَูŠْุธًุง ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُ ุฃَู†ْ ูŠُู†َูِّุฐَู‡ُ ุฏَุนَุงู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุนَู„َู‰ ุฑُุกُูˆุณِ ุงู„ْุฎَู„ุงَุฆِู‚ِ ุญَุชَّู‰ ูŠُุฎَูŠِّุฑَู‡ُ ูِูŠ ุฃَูŠِّ ุงู„ْุญُูˆุฑِ ุดَุงุกَ

“Siapa saja yang menahan marah, padahal dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya pada Hari Kiamat di atas kepala para makhluk hingga dipilihkan baginya bidadari yang dia sukai." (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Kesimpulannya adalah, ketika kita merasa kecewa, merasa disakiti sama orang lain, mari mencoba membalas kejahatan orang tersebut dengan kebaikan. Siapa tahu, kebaikan yang kita beri bisa merubah satu tetes kejahatannya menjadi sebuah kebaikan pula (kepada kita dan orang lain). Jangan balas mereka dengan luapan emosi yang menggebu-nggebu, karena tidak akan ada manfaatnya. Coba kita pikir, jika kita emosi, justru malah merugikan diri kita sendiri. Sudah malu, dilabelin pemarah, dan parahnya lagi emosi bisa menjadi kebiasaan bahkan menjadi kebutuhan. Jadi makin susah terkendali. (na'udzubillah min syarri dzalik).

Tambahan Kultum, pelajaran hidup:

Jika kita masih belum mampu merubah diri kita dengan sempurna, cobalah membantu merubah orang lain, siapa tahu Allah akan merubah kejelekan sifat kita menjadi kebaikan yang akan terus bermanfaat bagi sesama.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa, dan selamat mencoba mengendalikan emosi kita. Karena satu teriakan mematikan dari mulut kita sama halnya membunuh ribuan manusia tak berdosa. :")

Sebelum kita menyakiti diri dan perasaan orang lain, mari mencoba memposisikan diri kita sebagai mereka. Mungkinkah mereka tak merasa disakiti jika kita secara tidak sengaja menyakiti? #JelasAtiLoro

Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin


Kulit mulus, kenyal, bersih, kinclong, semuanya menjadi dambaan setiap wanita. Siapa sih perempuan masa kini yang tak menginginkan dirinya terlihat cantik di mata orang lain? Saya pun menginginkan hal yang sama. Duh mbak, sampeyan makin ayu saja toh ya. He'em mas, alhamdulillah, maturnuwun. Heleh, berkhayal saja saya ini. Lanjut! ๐Ÿ˜‚

Saya pun mulai melakukan perawatan sejak awal tahun 2017 kemarin. Diantaranya ya memakai skin care dan body care yang sesuai sama jenis kulit saya yaitu dry skin. Untuk body care, firstly saya coba memakai Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin sebagai perawatan mingguan secara rutin. Tapi ya, belum ada perubahan drastis yang terjadi, jadi nikmati saja prosesnya. Baru juga sebulan ya kan? Efek brightness sih ada, tapi tak sekinclong gadis-gadis korea, namanya juga "nggak ada keturunan". 

Baca juga: Sunday Night With Mazaya Matte Up

Kandungan dan Fungsinya

Karena ini produk halal, jadi mengandungi bahan-bahan alami dan insyallah tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Astaxanthin sebagai super anti oksidan serta ekstrak zaitun sebagai pelembab, diperkaya dengan vitamin A dan E, yang mana mampu membersihkan kulit dengan mengangkat kotoran yang menempel di lapisan atas kulit kita serta mengangak sel-sel kulit mati. 

Texture dan Wanginya

Karena produk ini scrub, jadi ya berupa butiran-butiran kecil berwarna cream dan cokelat gitu. Wanginya nature gitu, berasa banget bahan-bahan alaminya. Segar banget deh pas dipakai.

Cara Pakai

Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin ini kita pakai sebelum mandi, dengan cara mengambil sedikit (colek scrubnya) lalu gosokkan ke seluruh tubuh (dari mulai kaki, tangan, dan anggota tubuh yang lain sambil diurut. Terutama gunakan pada bagian lipatan kulit. Biarkan 10-15 menit kemudian bilas dengan air (sekalian mandi lebih baik).


Repurchase and Price?

Oh, so pasti gue bakal beli lagi produk ini, karena enak banget wanginya, sekali pemakaian kulit jadi terasa bersih dan lembut. Meski belum sekinclong warna kulit oppa-oppa korea,tapi khasiat mencerahkannya emang benar-benar ada. Untuk harga, lumayan terjangkau yaitu Rp. 45.000,- 


Bisa kalian beli langsung melalui website resminya MAZAYA SHOP atau di toko-toko kosmetik terdekat.

Oke, buat kalian yang ingin perawatan pertama memakai scrub bisa coba Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin ini, dijamin suka banget.

xoxo,