Kollektiv Hotel, Salah Satu Hotel Instagramable di Bandung


Bandung, lagi-lagi Bandung. Kenapa harus Bandung?
Jawabannya: Bandung selalu keren cuy, apalagi ada Kang Kamil. Bandung jadi makin keren euy. Hehehe ๐Ÿ˜ (ah, memuji kang Emil terus beliau jadi ge'er ntar, wkwkwk)


Masih lanjutan cerita kemarin, saat liburan ke Bandung bareng Kelas Blogger. Setelah acara di Greko selesai, sekitar pukul setengah 5 sore, kami diantar bus mini ke Sukasari untuk beristirahat karena besok paginya sudah harus standby lagi acara Greko yang kedua. Entahlah, berapa jam perjalanan dari Malabar ke Sukasari, rasanya kami capek sekali di jalan. Baru kali ini saya ke Bandung merasakan kemacetan macam di Jakarta. Lelah!

Setelah sampai, dengan muka lesu kami membawa barang bawaan ke dalam hotel. Setelah mata menyusuri ruang yang ada di lobi hotel, First impression: Waw, lucu sih, unik deh, asri juga, ya lumayan lah. Tapi sayang, liftnya sempit banget. Cukup nampung 4 orang kurus sahaja. Yang badannya berisi? Ya, bisa naik berdua lah sama pasangannya.

Resepsionis yang ada di lobi hotel Kollektiv Bandung
Saya dan Hani mendapatkan satu card yang berfungsi sebagai kunci kamar, dan kami pun bergegas ke lantai 5. Siap-siap merebahkan punggung ke atas kasur. Sudah lelah cin menghadapi kemacetan di Bandung. Pengen mandi air hangat, nonton tv sambil tiduran, ngerjain tugas, terus bobok cantik.



Saat kami membuka pintu, kaca besar di samping kanan beserta wastafel dan seperangkat air mineral, kopi dan teh juga tekonya langsung menyambut kedatangan kami. Dan kami berdua langsung pandang-pandangan, "Han..? Iya Cor.. Kayak lagi honeymoon ya? Bukan Han, coba kita bayangkan saja kalau ini kos-kosan baru kita. Hahaha." Lalu kami dengan sigap menaruh barang bawaan di meja dan langsung merebahkan diri ke atas kasur. Lalu kami membaur dalam kenyamanan kamar 509 malam itu.




Spot yang paling saya suka di kamar ini adalah meja di samping bed nya. Nyaman aja gitu buat blogpost, editing foto, sambil ngopi, nyemil, nonton tv, sama bikin vlog.


Saking capeknya, saya pun tidur-tiduran saja di atas kasur sambil nonton drama korea. Hani sudah mandi air hangat dan siap untuk ngopi bareng. Padahal niatnya bisa langsung posting blog acara pagi itu. Tapi gagal, akhirnya merasa tidak enak sendiri karena badan ini kok nglumbruk nang kasur ae, akhirnya saya memutuskan untuk bikin vlog bersama Hani. 

"Han, sebelum lu keluar kita bikin vlog dulu yess, menyoal dunia perbloggeran lu dan gue."

"Siaaap, ayo ayo. Gue sholat dulu ya."

"Okeeyy!"

Setelah bikin vlog, akhirnya kami memutuskan untuk keluar cari makan karena perut sudah mulai kerucukan. Eh, tetap saja mau mandi kok ya susah sekali. Males aja gitu, masih belum merasa gerah, jadi ya cuma membersihkan daerah v saja karena sedang haidh. Padahal kamar mandinya nyaman daripada di kosan. Mungkin karena di Bandung udaranya sejuk kali ya, jadi saya nya juga malas mandi. Kalau di Ciputat kan panas, jadi harus sering-sering mandi.




Entah kenapa, kalau ngeliat kamar mandi yang transparant gitu kok kepikirannya jadi ke honeymoon. Duh, usia-usia yang rentan ini buat ngomongin soal jodoh, nikah, honeymoon, parenting. Ealaah! ๐Ÿ˜‚

Pas mau turun nyari makan ternyata makan malam sudah disiapin jadi kami balik lagi ke kamar. Makan malam spesial dulu sama Hani, baru ngopi cantik (ini sih buat Hani spesial sama mas Kholis ๐Ÿ˜…). Kalau saya, akhirnya tiduran lagi di kasur. mau mandi sudah mager, mau posting blog tapi wifi lumayan lama loadingnya, akhirnya menyerah pada kenyamanan di dalam bedcover

Sarapan Bubur Ayam di Hotel Kollektiv

Paginya saya memutuskan untuk breakfast ringan, supaya nanti pas acara kedua di Greko saya bisa lunch banyak. Haha. Akhirnya saya memilih bubur ayam sebagai menu sarapan ringan pagi itu.



Benar-benar tempatnya cozy banget, vintage gitu. Banyak spot yang bisa dipake untuk foto-foto. Instagramable banget deh pokoknya. Restonya tidak terlalu gede, tapi super nyaman. Ada sofa juga ada bangku kayu. Jadi tinggal pilih, kalian mau duduk di mana saat menikmati makanan ala Kollektiv Hotel.

Foto Cantik ala Selebgram di Kollektiv Hotel

Kalau kalian pergi ke taman samping hotel, kalian bakal menyaksikan pemandangan yang super instagramable pakai banget. Ada resto rumah kaca yang bikin kalian ketagihan foto-foto di sana. Saya saja sampai lelah dengan kelakuan sesi foto saya. Ada aja yang dipengen.

Taman Resto Kollektiv Hotel

Setelah foto-foto syantik, akhirnya saya dan teman-teman kelas blogger menuju ke Greko lagi untuk mengikuti acara selanjutnya. Oiya, buat kalian yang mau nginep di sini. Alamatnya saya tulis di bawah ini ya:

Alamat: Jalan Professor Insinyur Doktor Sutami No. 62, Sukarasa, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40152, Indonesia

Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kollektiv Hotel Bandung Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Menikmati Kuliner Baru di Pasar Pinuh Greko


Ah, rasanya baru kemarin ke Bandung sekarang ke Bandung lagi. Alhamdulillah ya, sesuatu! Hehe. (padahal udah tahun 2015 silam) ๐Ÿ˜›


Bandung, kota Kembang yang sering dipuja-puji karena banyak gadis manis mempesona di sana. Pemandangannya yang indah, udaranya sejuk bikin betah, apalagi yang honeymoon, jadi baper saya. Hahaha. Eits, tapi jangan cuma ingat gadis-gadis manisnya saja ya (karena saya sendiri juga manis kok meskipun bukan mojang Bandung ๐Ÿ˜€), di sana juga banyak tempat yang super instagramable dan tempat kulineran yang bikin nagih. Endeus ya sist? Buangeeet sist! Kuylah, simak cerita saya di bawah ini.

Kelas Blogger Goes To Bandung


"mbak, siap2 ke bandung ya 9-10 mei. rabu depan. acara yg diundang Kang Arul di grup KB kemarin." begitulah chat Mas Kholis (salah satu anggota kelas Blogger yang mengkoordinir acara KB Goes to Bandung Kemarin) kepada saya melalui whatsapp seminggu yang lalu. 

Hati saya langsung berjoget ria, "Ya Allah, alhamdulillah banget. Harapan bisa ke Bandung akhirnya Engkau kabulkan" di bulan penuh berkah ini, menjelang ramadhan. I said yess lah pastinya, "Siaaaaappp kak ๐Ÿ˜Š" jawab saya seketika. Senengnya luar biasa. Jarang-jarang saya ikut acara Kelas Blogger begini, apalagi ke Bandung. Lagi-lagi sujud syukur. (maklum, selama ini jadi anak rumahan)

Setelah dimasukin grup, saya semakin senang karena ternyata ada beberapa blogger yang sudah saya kenal, yaitu Shinta, Hani, Robith, mba Monic, mas Punto, dan mak Tanti. Setelah melalui enam hari berturut-turut dengan segala persiapan yang sesuai dengan term and condition, datanglah hari bahagianya. "Woooy, akhirnya gue ke Bandung lagi!" Ngapain? "Jalan-jalan sambil kerja, kerja sambil jalan-jalan". Asyiknyaaaaa. Selamat yaaaa. Iya iya iya iya iyaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Ž

Bangun sebelum Shubuh lalu berangkat ke Taman Ismail Marzuki 

Selasa. Deg-degan rasanya, bisa jalan-jalan bareng Kelas Blogger. Sampai begadang segala. Kepikiran acara besoknya, bakalan seru banget ini kayaknya. Tidur jam 2 pagi lalu bangun lagi jam setengah 4 pagi. Benar-benar tidur singkat hari itu saking senengnya. Persiapan: Dresscode dua hari blue indigo+white dan batik, laptop buat blogpost, dan tak terlupakan tripod mini buat nge-vlog (yang akhirnya video kehapus semuaa pas mindahin ke laptop, kirain udah kekirim semua nggak taunya cuma fotonya doang yang kekirim, gegara storage phone udah penuh sih, jadi buru-buru hapus ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ  #nangiskejer)

Tepat pukul 03:51 pagi saya pergi ke TIM dari Ciputat naik Gojek. Sesampai di sana sudah ada mbak Monic, mas Punto, Ednadus, dan mas Kholis. Disusul mba Shinta dan mas Robit naik Grab Car, kemudian Arisman dengan gaya "Hay Gaeeeess! nya" ๐Ÿ˜‚, lalu datang mas Satto dan rombongan mak Tanti, Hani, dan mas Ono juga naik Grab Car. Shubuh tiba, akhirnya mereka ikutan sholat jama'ah yang ada di masjid depan TIM. Kebetulan saya dan mba Shinta lagi haidh jadi libur sholat.


Pasukan Kelas Blogger dari Jakarta. Dari kiri atas (Nadus, Arisman, Mas Ono, Mas Punto, Hani, Cory, Shinta, Robith, Mas Kholis, Mas Iyan, Mas Satto, mba Monic, dan Mak Tanti)

Tepat pukul 05.30 pagi kami berangkat naik bus mini travel. Tak lupa foto dulu sebelum berangkat. Kemudian sarapan Nasi Fried Chicken KFC di bus. Karena perjalanan lumayan jauh, jadi kami menghabiskan waktu di jalan sambil ngobrol-ngobrol, nyemil, bercanda, nyanyi-nyanyi, dan tertidur pulas. Ah syurgaaaaa.



Sesampainya di Bandung pukul 10 pagi, kami lumayan tercengang. "Waw, masih baruuuuu, banyak karangan bungaa." Welcome to The Green Kosambi aka Greko Creative Hub Bandung. Alamaaak, mantap tenan ini. Atasnya apartemen, bawahnya tempat perbelanjaan mewah. Dan yang paling saya suka adalah "Pasar Pinuh Greko" yang ada di lantai 3 gedung Greko ini.

Penampakan kemeriahan kuliner di Pasar Pinuh Greko

Ada Apa saja di Pasar Pinuh Greko.

Setelah kami berkenalan satu sama lain dengan pihak Greko dan C2live, kami pun mendapat kesempatan untuk mengikuti opening. Tapi karena openingnya disertai pujian-pujian haleluya bagi non muslim, akhirnya kami memutuskan untuk tidak ikut prosesi tersebut. Ya, mohon ma'af karena kami mayoritas beragama islam, jadi tidak bisa mengikuti prosesi ibadah warga non muslim. #salamsolidaritas

Setelah selesai opening, akhirnya kami bisa mencicipi semua makanan yang ada di tenant Pasar Pinuh. Eits, jangan lupa beli kartunya dulu ya, kalau kalian mau mencicipi juga.



Tingkah unik saya dan Hani yang siap menelajah makanan di Pasar Pinuh
Banyak menu yang bisa kalian nikmati di sana. Ada minuman herbal yang benar-benar bikin kerongkonganmu basah terus. Ada berbagai macam mie, lontong kikil (favoritku), aneka nasi goreng (nasgor babat, nasgor rawon, dll), Martabak, Roti Tissue (favoritku juga), gado-gado, es serut pelangi, es pontianak, aneka sop (sop iga, sop buntut, dll). Ah, banyak lagi deh pokoknya, saya saja sampai bingung mau makan yang mana saking banyaknya, dan enak-enak semua. Hahaha. ๐Ÿ˜ƒ

Akhirnya mata saya tertuju pada Lontong Kikil, Roti Tissue dan Es Pelangi.




Gimana, ngiler nggak? Pastinyaa dong!! ๐Ÿ’–๐Ÿ˜Š

Harganya? Jangan ditanya lagi, harga pastilah menentukan kualitas. Tapi di Pasar Pinuh ini, semua makanan dibandrol dengan harga yang pas dan terjangkau. Sesuai dengan cita rasa yang disajikan.

Eh, ada satu lagi. Di Pasar Pinuh ini banyak spot menarik yang instagramable banget. Sadis paraaah, kereeen puool ๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜



Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kuliner di Pasar Pinuh Greko Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Tunggu cerita selanjutnya ya, masih menyoal Greko Creative Hub.
Bagaimana View apartemen The Green Kosambi ini? Next blogpost ya :)
Link akan saya taruh di bawah sini ⇓⇓⇓

"Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!"

Susahnya Mengendalikan Emosi dan Akibatnya

Source pict: merdeka.com
Emosi, emosi, dikit-dikit emosi. . .
Jadi stress nggak sih? Bangeeeet!

Pernahkah kalian merasa bahwa emosi kalian sedang tak terkendali? Atau pernahkah kalian melihat teman kalian yang emosinya meluap-luap macam tsunami? Kalau tidak pernah sama sekali berarti kalian beserta lingkungan adalah  sekumpulan orang-orang yang hebat. 

Jika kalian merasa pernah meluapkan emosi kalian, atau pernah melihat teman kalian sedang emosi, apa yang kalian rasakan? Sebenarnya, kenapa sih manusia itu butuh emosi? Haruskah emosi itu ada?

Listen, menurut buku psikologi yang saya baca, perbedaan antara perasaan dan emosi sangatlah besar. Ya, memang beda. Perasaan sendiri merupakan suatu keadaan di mana manusia itu menganggap ada sesuatu yang bersifat rohani dalam jiwa mereka, yang menimbulkan adanya "rasa". Itu secara universal. Sedang emosi adalah rasa yang tengah diekspresikan dengan sikap yang masih berhubungan dengan sebuah gelombang otak dan hal-hal biologis lainnya. Jadi, kalian sudah tau kan perbedaannya?

Emosi bikin sakit hati.

Pernah nggak sih kalian merasa bahwa setelah meluapkan emosi yang begitu menyeramkan seketika malu dan menyesal? Kalau saya sih yess! Memang, suatu keadaan di depan mata yang mana jika tidak sesuai dengan persepsi benar menurut kita bisa jadi menyebabkan emosi. Tapi, tidakkah bisa dikendalikan dengan hal-hal baik lainnya? Ya, cukup ngomong di hati saja misalnya.

Seperti contoh kecil:
Ketika saya pulang kerja part time, menjelang tengah malam, saya mendapati alat mandi saya hilang tanpa bekas. Tak lama kemudian muncullah wajah teman saya dengan wajah murung, lalu tanpa basa-basi sedikit pun dia menaruh alat mandi saya di depan kamar lalu meninggalkannya tanpa ada sepatah kata pun yang terucap dan tetap memperlihatkan wajah murung. Setelah saya mandi, saya mendapati shampoo saya yang habis, sabun mandi yang baru saya isi full ternyata tinggal setengah, sabun muka hilang dan tutup sikat giginya entah kemana. Tanpa basa-basi juga pun saya langsung misuh. "Cuk. .i. . mbok pikir aku babu mu opo, mbok pinteri sak karepmu." Tapi cuma dalam hati. Ya, begitulah emosi. Dicipta seketika saat diri ini merasa dikecawakan atau tersakiti.

Waktu itu, bisa jadi saya misuh di depan dia, memaki-maki dia, sebab mendapati hal-hal yang tidak saya inginkan, apalagi saya dalam kondisi lelah lalu seketika mendapatkan jamuan yang tidak mengenakkan. Tapi ternyata saya bisa sedikit mengendalikan emosi, ya meski dengan cara yang sedikit nyelekit, yaitu dikeluarkan dalam hati. Lagi-lagi, tetap saja ini emosi.

Bayangkan saja jika sampai terlontar dari mulut jahat saya, "Sudah minta tanpa izin, tidak minta maaf, dan tidak bilang terima kasih lagi. Mbok pikir aku supermarket gratisan?" Lalu adu bacot dan mungkin adu kekuatan fisik. Bisa saja saya melakukan hal itu. Tapi apa untungnya? Toh, emosi juga malah bikin kita sakit hati berlebih. Lelah hati, lelah pikiran, dan lelah fisik. Nggak enak toh? Rugi malu sudah dilihat sama teman-teman yang lain dan rugi juga sudah bikin sakit hati orang lain. Ya, akhirnya jadi sakit hati.

Mengendalikan emosi memang tidaklah gampang. Apalagi buat yang sudah terbiasa emosi, baginya mungkin sudah menjadi kebutuhan. Apa memang dibutuhkan? Ya, buat yang sudah terlatih emosi alias harus meluapkan segala amarahnya saat dirinya merasa tersakiti, saya rasa emosi memang dibutuhkan. Ibarat makan, jika sudah terbiasa makan nasi, ketika lapar; makan roti gandum yang lebih mengenyangkan pun tidak membuat dirinya merasa kenyang. Begitu pula emosi, jika belum diluapkan keseluruhan, rasanya masih ada yang kurang.

Jadilah kesedihan-kesedihan yang diakibatkan oleh emosinya, misal:

Ada satu kejadian di mana si A sebagai kakak kelas dan si B sebagai adik kelas. Nah si A ini (secara umur) bisa dibilang sudah dewasa, jauh lebih dewasa dari si B. Tapi karena si A sedang menjalankan peran sebagai kakak kelas yang ingin membaur di semua kalangan adik kelas, maka si A menyarankan si B untuk memanggil "nama" si A tanpa embel-embel kak. Bukan hanya untuk si B saja, melainkan ke semua adek-adek kelasnya. 

Tapi entah kenapa, semenjak B merasa direpotkan si A, akhirnya si B sedikit songong (you know that?) alias ngelunjak nggak sopannya kepada si A. Entah karena temperamennya si B yang memang naik turun ataukah sebab si B nya yang kurang bisa mengendalikan emosi. Jadi setiap kekesalan yang terjadi sama si B secara personal, diungkapkan secara langsung ke sembarang orang, termasuk si A sebagai kakak kelasnya.

Kecewa dong? Pasti!
"Tau gini, tau gitu. . ." banyak yang disesali jadinya.

Begitulah kiranya isi hati emosi yang bisa saya tangkap dari si A. Karena si A ini kecewa, akhirnya si A sedih. Untuk mengetahui isi hati si B saja rasanya sudah gak netral lagi. Bawaannya su'udzon terus. Saya sebagai penulis pun sedikit geram mendengar kisah yang begini. Apalagi pernah suatu kejadian, si B nelpon si A karena kesal dengan masalah pribadinya (soal kerjaan), dia meluapkan amarahnya di telpon, dan memaki-maki si A, sampai si A terdiam dan hanya bisa diam, lalu berkata, iya. . baiklah. .  hati-hati di jalan. . Berasa si A adalah Kebon tempat ia mencurahkan segala bau beraknya yang seabrek.

Maksud saya gini, kenapa si B tidak mencoba intropeksi diri, padahal selama ini banyak teman-temannya sudah memberi masukan agar tidak terlalu emosional, tapi setiap kali si A melihat dengan mata telanjang, ia menjadi pendendam karena ada yang mengkritisi. Padahal semua demi kebaikan dia dan orang lain yang ada disekelilingnya.

Kalau saja emosinya bisa dikendalikan dengan baik, mungkin tiada lagi diri dan orang lain yang tersakiti. Baik yang disengaja maupun tidak. Baik yang terlihat maupun tak kasat mata (dirasa).

Dalam hadist pun sudah dijelaskan:

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ุฃَู†َّ ุฑَุฌُู„ًุง ู‚َุงู„َ ู„ِู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ : ุฃَูˆْุตِู†ِูŠْ ، ู‚َุงู„َ : (( ู„َุง ุชَุบْุถَุจْ )). ูَุฑَุฏَّุฏَ ู…ِุฑَุงุฑًุง ؛ ู‚َุงู„َ : (( ู„َุง ุชَุบْุถَุจْ )). ุฑَูˆَุงู‡ُ ุงู„ْุจُุฎَุงุฑِูŠُّ

Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa suatu saat ada seorang laki-laki yang datang kepada Rasulullah saw. untuk meminta nasihat. Beliau pun bersabda, “Lรข taghdhab (Jangan marah)!” Ketika pertanyaan itu diulangi, Beliau pun memberikan jawaban yang sama. (HR al-Bukhรขri)

Dengan demikian, menahan marah merupakan akhlak terpuji yang diperintahkan. Sebagai balasannya, pelakunya dijanjikan mendapat pahala yang amat besar. Sahal bin Muadz, dari Anas al-Jahni, dari bapaknya, menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:

ู…َู†ْ ูƒَุธَู…َ ุบَูŠْุธًุง ูˆَู‡ُูˆَ ูŠَุณْุชَุทِูŠุนُ ุฃَู†ْ ูŠُู†َูِّุฐَู‡ُ ุฏَุนَุงู‡ُ ุงู„ู„ู‡ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ ุนَู„َู‰ ุฑُุกُูˆุณِ ุงู„ْุฎَู„ุงَุฆِู‚ِ ุญَุชَّู‰ ูŠُุฎَูŠِّุฑَู‡ُ ูِูŠ ุฃَูŠِّ ุงู„ْุญُูˆุฑِ ุดَุงุกَ

“Siapa saja yang menahan marah, padahal dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya pada Hari Kiamat di atas kepala para makhluk hingga dipilihkan baginya bidadari yang dia sukai." (HR at-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Kesimpulannya adalah, ketika kita merasa kecewa, merasa disakiti sama orang lain, mari mencoba membalas kejahatan orang tersebut dengan kebaikan. Siapa tahu, kebaikan yang kita beri bisa merubah satu tetes kejahatannya menjadi sebuah kebaikan pula (kepada kita dan orang lain). Jangan balas mereka dengan luapan emosi yang menggebu-nggebu, karena tidak akan ada manfaatnya. Coba kita pikir, jika kita emosi, justru malah merugikan diri kita sendiri. Sudah malu, dilabelin pemarah, dan parahnya lagi emosi bisa menjadi kebiasaan bahkan menjadi kebutuhan. Jadi makin susah terkendali. (na'udzubillah min syarri dzalik).

Tambahan Kultum, pelajaran hidup:

Jika kita masih belum mampu merubah diri kita dengan sempurna, cobalah membantu merubah orang lain, siapa tahu Allah akan merubah kejelekan sifat kita menjadi kebaikan yang akan terus bermanfaat bagi sesama.

Selamat menjalankan Ibadah Puasa, dan selamat mencoba mengendalikan emosi kita. Karena satu teriakan mematikan dari mulut kita sama halnya membunuh ribuan manusia tak berdosa. :")

Sebelum kita menyakiti diri dan perasaan orang lain, mari mencoba memposisikan diri kita sebagai mereka. Mungkinkah mereka tak merasa disakiti jika kita secara tidak sengaja menyakiti? #JelasAtiLoro

Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin


Kulit mulus, kenyal, bersih, kinclong, semuanya menjadi dambaan setiap wanita. Siapa sih perempuan masa kini yang tak menginginkan dirinya terlihat cantik di mata orang lain? Saya pun menginginkan hal yang sama. Duh mbak, sampeyan makin ayu saja toh ya. He'em mas, alhamdulillah, maturnuwun. Heleh, berkhayal saja saya ini. Lanjut! ๐Ÿ˜‚

Saya pun mulai melakukan perawatan sejak awal tahun 2017 kemarin. Diantaranya ya memakai skin care dan body care yang sesuai sama jenis kulit saya yaitu dry skin. Untuk body care, firstly saya coba memakai Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin sebagai perawatan mingguan secara rutin. Tapi ya, belum ada perubahan drastis yang terjadi, jadi nikmati saja prosesnya. Baru juga sebulan ya kan? Efek brightness sih ada, tapi tak sekinclong gadis-gadis korea, namanya juga "nggak ada keturunan". 

Baca juga: Sunday Night With Mazaya Matte Up

Kandungan dan Fungsinya

Karena ini produk halal, jadi mengandungi bahan-bahan alami dan insyallah tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Astaxanthin sebagai super anti oksidan serta ekstrak zaitun sebagai pelembab, diperkaya dengan vitamin A dan E, yang mana mampu membersihkan kulit dengan mengangkat kotoran yang menempel di lapisan atas kulit kita serta mengangak sel-sel kulit mati. 

Texture dan Wanginya

Karena produk ini scrub, jadi ya berupa butiran-butiran kecil berwarna cream dan cokelat gitu. Wanginya nature gitu, berasa banget bahan-bahan alaminya. Segar banget deh pas dipakai.

Cara Pakai

Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin ini kita pakai sebelum mandi, dengan cara mengambil sedikit (colek scrubnya) lalu gosokkan ke seluruh tubuh (dari mulai kaki, tangan, dan anggota tubuh yang lain sambil diurut. Terutama gunakan pada bagian lipatan kulit. Biarkan 10-15 menit kemudian bilas dengan air (sekalian mandi lebih baik).


Repurchase and Price?

Oh, so pasti gue bakal beli lagi produk ini, karena enak banget wanginya, sekali pemakaian kulit jadi terasa bersih dan lembut. Meski belum sekinclong warna kulit oppa-oppa korea,tapi khasiat mencerahkannya emang benar-benar ada. Untuk harga, lumayan terjangkau yaitu Rp. 45.000,- 


Bisa kalian beli langsung melalui website resminya MAZAYA SHOP atau di toko-toko kosmetik terdekat.

Oke, buat kalian yang ingin perawatan pertama memakai scrub bisa coba Mazaya Salsabila Natural Body Scrub with Astaxanthin ini, dijamin suka banget.

xoxo,

22 Tahun Prudential, Gembira Bersama Anak Didik LAPAS Tangerang


"Prudential berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan bagi masyarakat, terutama pada anak-anak, perempuan dan masyarakat berpenghasilan rendah. Perusahaan juga mendukung program literasi keuangan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan. Terdapat 7 program dalam pilar Pendidikan ini. Diantaranya adalah Cha-Ching Money-smart Kids, Program Master Aktuaria, Sharia Roadshow bersama Masyarakat Ekonomi Syariah, Literasi Keuangan untuk Perempuan, Lembaga Pemasyarakatan Anak, Chairman's Challenge, dan Literasi Keuangan OJK."

Siapa yang tak kenal salah satu perusahaan asuransi terbesar di Indonesia ini? Ya, PRUDENTIAL. Salah satu perusahaan jasa asuransi jiwa terbaik yang sudah ada sejak tahun 1995 silam.

Sedikit Mengenal PT. Prudential Life Assurance


PT. Prudential Life Assurance atau biasa dikenal dengan sebutan Prudential Indonesia merupakan penyedia jasa asuransi jiwa terdepan di Indonesia yang didirikan pada tahun 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris. Sebagai bagian dari Grup yang berpengalaman lebih dari 168 tahun di industri asuransi jiwa, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. 

Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia merupakan pemimpin pasar untuk produk tersebut di Indonesia. Prudential Indonesia telah mendirikan unit bisnis Syariah sejak tahun 2007 dan dipercaya sebagai pemimpin pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia sejak pendiriannya. 

Prudential Indonesia berkantor pusat di Jakarta dengan kantor pemasaran di Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang. Sampai dengan 30 Juni 2017, Prudential Indonesia melayani sekitar 2,4 juta nasabah melalui lebih dari 271.000 tenaga pemasar di 409 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh nusantara (termasuk Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Yogyakarta, Batam, dan Bali).

22 Tahun Anniversary, Prudentian Gelar Syukuran Bersama AnDik Lapas Tangerang


Tepat pada tanggal 2 November 2017 kemarin, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merayakan hari jadinya yang ke-22 yang dikemas dalam bentuk syukuran bersama para Anak Didik lembaga pemasyaratan (LAPAS) Anak Pria Tangerang, serta para relawan Prudential Indonesia. Peringatan hari jadi ini merupakan ke-sebelas kalinya yang diadakan di Lapas Anak Tangerang. 

Sebanyak lebih dari 75 orang relawan yang merupakan staf Prudential Indonesia turut mensukseskan acara ini, di antaranya ada Bapak Jens Reisch selaku President Director, Bapak Rinaldi Mudahar selaku Country CEO & Chief Executive Agency, Ibu Nini Sumohandoyo selaku Corporate Marketing & Communications & Sharia Director, Bapak Aaron Fryer selaku Chief Financial Officer, Bapak Wahyu Wibowo selaku Chief Learning & Development Officer, dan Ibu Kamariah Chan selaku Managing Director Agency Operation & Finance.

"SELAYANG PANDANG"


Sejak tahun 2006, Prudential Indonesia melakukan kegiatan kunjungan ke Lapas Anak sebagai bentuk rasa syukur atas beragam pencapaiannya. Acara kunjungan ini merupakan salah satu program CSR yang masuk ke dalam pilar edukasi dari tiga pilar CSR yang dimiliki Prudential Indonesia yaitu Edukasi, Kesehatan, dan Tanggap Bencana

Prudential percaya bahwa anak-anak dan remaja merupakan aset yang sangat berharga, penerus masa depan yang akan menentukan kemajuan suatu bangsa dan negara. Prudential tergerak untuk selalu menjadi bagian dari proses pembangunan suatu bangsa, dan oleh sebab itu Prudential hadir di Lapas anak pria Tangerang untuk membantu memberikan pelatihan keterampilan antara lain dengan pelatihan kelas bahasa Inggris yang dimulai sejak tahun 2012 dan telah berakhir pada bulan Juli 2017 yang lalu. 

Inisiatif ini merupakan simbol dari dukungan Prudential Indonesia terhadap anak-anak di Lapas Anak Tangerang agar mereka tetap bersemangat dan dapat berbaur dengan baik saat nanti kembali ke masyarakat.


Keseruan acara syukuran hari jadi ke-22 Prudential Indonesia ini dimeriahkan oleh penampilan dari band KOTAK yang hadir untuk menghibur AnDik (Anak Didik) di Lapas Tangerang serta dihibur oleh pertunjukan spesial Rebana dari AnDik itu sendiri.



Acara ini membuat saya ingin menginformasikan langsung kepada anda bahwa betapa pentingnya asuransi jiwa sebagai bentuk perlindungan kita semua selama kita hidup. Karena kita tidak pernah tahu kapan kita akan mendapatkan musibah yang bisa membuat kita ataupun keluarga kita merasa sedih. Jadi ya, bahagia dengan asuransi mungkin bisa menjadi alternatif yang tepat untuk hidup bahagia kita kedepannya, bukan hanya kita tapi untuk anak cucu juga manusia-manusia yang butuh pertolongan lainnya.

xoxo,

Always Listening, Always Understanding

More info about this company:

Nini Sumohandoyo
Corporate Marketing, Communications and Sharia Director
PT Prudential Life Assurance
Prudential Tower, Jl. Jend. Sudirman Kav. 79, Jakarta 12910
Phone: 021 2995 8888
Fax: 021 2995 8855

Pond's Micellar Water; Wajah Bersih Cerah Dalam Sekali Usap


Aktifitas sebagai sebagai seorang beauty blogger terkadang membuat saya all out segala sesuatunya. Terutama pada saat dandan (merias wajah). Karena kulit saya sawo matang, sebisa mungkin saya mengusahakan untuk tampil full covered biar terlihat perfect. Dari mulai makeup, kostum, dan lain sebagainya. Untuk makeup, ya of course saya memakainya agak tebal biar kulit wajah tidak terpapar langsung sinar matahari.

Kalau kalian lihat demo saya memakai makeup pasti kalian langsung tertawa geli karena betapa pocongnya muka saya saat pakai makeup. Mas, kenapa ya saya kok punya kulit gelap begini? *curhat mulu*. Dari mulai pakai pelembab, foundation, loose powder, two way cake, eyeshadows, lipstik, lip tint dan lain sebagainya. Duh, tebel banget toh? *aku dewe yo isin asline, wkwk*

Banyak yang bilang bahwa memakai makeup yang terlalu tebal bisa menyebabkan kulit berjerawat, kusam, dan lain sebagainya. Maka dari itu saya selalu mempersiapkan pembersih wajah yang super biar kulit wajah bersih kembali setelah makeupan tebal. Jangan sampai makeup kebawa tidur, berbahaya! Pembersih Wajah (Makeup Remover) yang saya pakai selama ini kebanyakan mengandung alkohol, sehingga agak kurang cocok di kulit kering saya. Untung sih, kemarin sempat menemukan makeup remover yang mengandung oil. Jadi, nggak bikin kulit wajah saya menjadi semakin kering.


Setelah makeup remover kemarin habis, saya pun mencoba mencari produk sejenis yang harganya agak lebih terjangkau. Dan ternyata saya menemukan produk Pond's White Beauty Brightening Micellar Water dari Home Tester Club. Setelah sign up dan klik uji coba gratis, alhamdulillah dapat notifikasi menggembirakan di email. Padahal akhir-akhir ini saya cuma lihat iklannya yang ada di Thailand, eh di Indonesia ternyata udah mulai dipasarkan. Alhamdulillah.


Tiga hari kemudian, produknya sampai di rumah dengan selamat. Oh, tentunya saya langsung penasaran dan cepat-cepat ingin merasakan khasiatnya. Pas buka, saya langsung terpesona sama warnanya yang super girly. White Pink bok! Eh, dapat kantong organza silknya yang sheer pink super cute. Duh, senengnyaaa! Kuy, mari saksikanlah hasil review saya.

Apa itu Micellar Water?

Awalnya micellar water diciptakan pada akhir tahun '90-an, ketika kanal air di seluruh kota Paris terkontaminasi oleh kandungan korosif. Air tersebut tidak dapat diminum dan juga berdampak buruk pada kesehatan tubuh maupun kulit. Pada kondisi tersebut berbagai ilmuan berupaya untuk menemukan replika air dengan komposisi yang nyaris alami dan serupa dengan air biasa, agar konsumen dapat menikmati manfaat air seperti sedia kala. Sampai akhirnya mereka menemukan micellar water.

Kata micellar sendiri diambil dari sebuah kondisi molekul yang dikenal dengan sebutan micelles (dalam bahasa Prancis). Pada kondisi tersebut, air dapat bekerja layaknya magnet yang mampu menarik kotoran. Kondisinya berbeda dengan air biasa yang Anda kenal hanya berfungsi untuk membersihkan kulit saja, tapi tidak dapat mengangkat noda membandel seperti makeup. Dalam arti lain, micellar water ini berfungsi untuk mengangkat riasan wajah dan impurities yang mengendap pada kulit. Selain itu, meskipun micellar water dapat dikategorikan sebagai makeup remover, formulanya juga dirancang khusus tanpa membuat kulit wajah jadi kering seperti pembersih rias wajah pada umumnya. [sumber: www.harpersbazaar.co.id]


Packaging

Dari segi tampilan udah super girly banget. Botolnya bening berwarna putih, dihiasi sticker produk yang berwarna pink (ya, identitas pond's pastilah sudah dikenal). Suka sih sama packagingnya, karena tutup botolnya juga rapat dan travel size gitu. Nggak terlalu kegedean, normal alias wajar.

Texture

Karena produknya adalah Micellar Water, jadi teksturenya ya cair semacam air gitu. Bening biasa sih, seperti nggak ada campuran minyaknya. 

Price and Repurchase?

Untuk harga sangatlah bervarian, tergantung di mana kita membeli produk ini. Kalau saya cek secara offline di mini market harganya sekitar Rp. 30.000,- an, sedangkan di toko online seperti Lazada harganya Rp. 28.500 tapi sedang ada diskon 30% jadi Rp. 20.000. Insyaallah kalo nanti cocok, saya bakal repurchase. Saya baru 3 hari pakai produk ini jadi masih belum habis. Hehe.

Kelebihan

Karena ada kandungan 1 juta micelles dan vitamin B3nya, produk ini dipercaya bisa membersihkan debu, kotoran sisa makeup dalam sekali usap (meski kotoran makeup membandel sekalipun). Selain itu juga, produk ini benar-benar bikin kulit terasa segar dan ringan. Ya, lumayan mencerahkan sih (karena sisa-sisa makeup dan kotoran yang ada di kulit wajah kita terangkat semua, sampai bersih).

Kekurangan

Tidak ada wewangian sehingga terasa hambar pas dipakai. Paling tidak harusnya ada aroma jeruk/ apel yang segar gitu. Biar wajah juga berasa segar.

Ya, begitulah review saya mengenahi produk baru dari Pond's White Beauty ini. Buat yang penasaran, bisa langsung coba ya :)

xoxo,