Nginep di Valley Resort Hotel Bandung


Lifeascory.com - Sebenarnya ini late post banget. Tapi untungnya masih nemuin beberapa foto saat nginep di salah satu Resort Hotel, Dago Pakar, Bandung. Waktu itu, sekitar akhir tahun 2015, saya, kak Petty dan Satria, rekan kerjanya berangkat dari Ciputat naik bus mini ke Bandung pagi-pagi jam 06.00. Di sini saya sebagai penikmat saja. mereka berdua yang berkepentingan urusan kantor. Meeting gitu lah ceritanya.

Seumur-umur belum pernah ke Bandung senang lah pastinya, itu kesan pertama saya. Perjalanan sekitar empat/ lima jaman gitu deh (kalau tidak salah), sampai saya menghabiskan 3 kotak susu ultra vanilla 250ml beserta cemilan-cemilan lainnya. Untuk tiket travelnya sekitar 85,000/person sekali perjalanan.

Sampai di Bandung, kami beristirahat di Giant Pasteur sambil memesan driver ojek online. Untuk meeting pertama, kami ke Villa Bank Mandiri. Saya agak lupa nama jalannya apa, yang jelas dari Giant Pasteur ke lokasi jaraknya lumayan dekat. Sekitar 20 menit kami sampai. Kenangan terakhir ada di postingan instagram saya yang ini:


Di sana kami mendapatkan 2 tiket sarapan, dan 2 Tiket Valley Adventure Park. Karena daerah Bandung terkenal dingin macam di Korea. Hari-hari saya malas keluar. Kenapa? Karena saya lupa tak bawa Jaket tebal, hanya memakai jaket levis saja. Lagipula, setiap pagi hingga sore saya ditinggal meeting sama kak petty jadinya sebatang kara. Palingan keluar kamar buat liat pemandangan sama belajar renang doang.




Lampu tidurnya unyu gitu, terbuat dari kerang laut yang disusun oval. Disampingnya ada telepon yang mana customer servisnya siap melayani 24 jam. Teringat malam itu sekitar jam 00.30 tengah malam kami kelaparan. Dan karena resto utama sudah tutup, akhirnya kami memesan nasi, sayur asam, ayam, dan ampela. Dan harganya masyaallah lumayan juga. Maklum hotelnya mewah.

Menu dinner yang kebangetan, Hahaha :D
Malamnya bertingkah x,x
Setiap pagi, kamar kami selalu dibersihkan. Sprei dan bedcover kami di ganti dan dirapikan layaknya awal kami masuk hotel, jadi selama tiga hari dua malam di sana kerjaan saya cuma jalan-jalan, renang, fitness, lihat pemandangan Dago Pakar waktu malam, menyaksikan live konser musik, sama nonton tv di kamar. Allaaah, serasa bulan madu tapi bukan (nikah aja belum, mbak). Hahaha.


Source: booking.com
Sebelum pergi ke resto untuk sarapan, sebenarnya saya ngeteh cantik dulu. Karena di kamar hotel sudah disediakan air kosong empat botol, kopi, creamer, gula dan teh sachet beserta heater, dan juga cangkirnya. Jadilah, nyruput teh sembari menghirup oksigen pagi sambil menikmati pemandangan area sekitar hotel.


Setelah puas menikmati pemandangan, barulah saya sarapan yang menunya aduhai. Berat bok! Andai boleh dibungkus. Bakal aku simpen dulu deh buat makan siang. Heheu.

Menu sarapan pagi
Dinnernya bayar sendiri, hehe
Breakfast kita ke Valley resto yang alamak gedenya. Dan kalau ke sana malam-malam, super duper ramai, padahal harga makanannya mahal-mahal. Tapi ngga ada ruginya juga sih, karena harga menentukan kualitas, jadi cita rasa makanan yang disajikan juga tidak mengecewakan. Dan harus kalian tahu, kalau mau breakfast di sini harus menunjukkan tiket yang sudah diberi (beserta kunci kamar, dll) sejak check in, kalau tidak kalian bakal beli makanan yang harganya selangit dan bahkan ditegur sama waitressnya, "Maaf mbak, di sini hanya boleh dipakai tamu yang sudah memiliki tiket breakfast!" Nah loh?.

 
 
 
 
Source: booking.com
Sebenarnya di Valley Resort Hotel ini buanyak banget fasilitasnya, kekurangannya cuma "Wifi-Area". Masa iya, di kamar aku nggak bisa akses wi-fi, dan pas saya tanya sama customer servisnya, dijawab "Tamu hanya bisa menikmati wifi hanya di rest area atau di resto saja." Yakali malam-malam keluyuran kesana. Mana kamar aku paling pojok dan melewati lembah bukit dahulu pula (bo'ong kalau yang ini). Ya, nggak mungkin dong mas! Baiklah.


Jadi, karena saya tidak pandai berenang dan mumpung tamu hotelnya lagi tak berminat untuk berenang, tiap hari pertama dan kedua sore saya sempatkan untuk renang dan fitness. Tempat fitness ada di belakang kolam renang. Sebelah kiri kamar mandi/ tempat ganti baju. Gedung putih, yang full kaca.

Tempat fitness
The Valley & sekitarnya waktu Malam Hari
Nah, buat kalian yang mau lihat foto lebih serunya lagi bisa kalian kunjungi website resminya di sini atau yang mau reservasi kamar hotel buat honeymoon, liburan keluarga, meeting, dan keperluan lainnya bisa klik di sini.

Contact lengkapnya:

+62 22 2531052
reservasi@thevalley.co.id
Jl. Lembah Pakar Timur No. 28 Dago Pakar,
Bandung 40119.

Nyobain Makanan Korea; Jajangmyeon-nya Mujigae Resto Lippo Mall Kemang


Kemarin tepat tanggal 07 April 2017, saya dan teman-teman mencoba menghabiskan malam Sabtu di Lippo Mall Kemang. Usut punya usut, penyebab kami memilih Lippo Mall Kemang sebagai tempat hangout malam itu adalah promo FREE JAJANGMYEON [tidak termasuk minuman] yang diadakan oleh Mujigae Resto. Salah satu resto yang menyediakan beberapa menu makanan Korea, like a Bibimbap, Bulgogi, Topokki, Ramyun, Kimchi, dan Jajangmyeon ini.

Seperti biasa, kami berangkat dari Ciputat menggunakan driver online Uber Car dan menggunakan dress code sesuai persyaratan, yaitu memakai pakaian berwarna hitam. Yeay, inilah pasukan #MUJIGAEBLACKDAY macam orang ngelayat tapi sesungguhnya sedang bersuka cita.

Saya, Mpok Ujoh, Kak Nadia, and Ola

Karena sedang promo gratis, bisa kalian bayangin kan antri dan ramenya. Sekitar lima belas menit kami menunggu antrian supaya dapat bangku yang sesuai untuk berlima. Setelah itu, kami dipandu sama waitress cantik memakai Hanbok Pink untuk segera memasuki bangku resto yang ada di dalam.

Tempatnya asri dan unik. Dilengkapi dengan iPad disetiap bangku resto menjadikan pelanggan merasa nyaman dalam memilih dan memesan menu makanan. Selain itu, iPad yang disediakan juga bisa dipakai untuk selfie/ wefie yang mana fotonya langsung ditampilkan di slideshow frame digital yang ada di dinding resto dan juga bisa dikirim langsung ke email kita.




Kami berlima menikmati Jajangmyeon gratis dan memesan minuman yang bervarian; like a Jasmine Green Tea, Matcha Milk Tea, 2 Korean Lemonade dan Jeju Orange Tea. Tak lupa, kita diberi lima piring mini Kimchi yang rata-rata diberikan semua ke saya. Hahaha. Kata teman-teman saya, rasanya terlalu asam dan saya menyukai itu. Rejeki ya!

Apa sih Jjajangmyeon di Mujigae Resto itu?

Jajangmyeon adalah makanan khas negeri Ginseng, Korea yang berupa mie dengan daging sapi dan sayuran yang dilumuri saus kacang kedelai hitam kental yang cocok disajikan saat panas, lengkap dengan kimchi (sayur dibumbuhi yang difermentasi)


Sambil makan, kita menikmati lagu-lagu K-Pop yang diputar sepanjang waktu. Seriusan, berasa banget lagi di Korea. Saya rasa everyday resto ini pasti ramai para penggemar K-Pop dan drama Korea. Ya, tau lah. Ngaku penggemar K-Pop atau Drakor tapi belum pernah nyobain makanan Korea itu semacam gelas kosong kali ya, nggak diisi apa-apa. Hehe 😜👯

TV digital yang ada di atas kami menyala-nyala mendendangkan lagu K-Pop
Untuk rasa dari Jjajangmyeon ini sendiri lumayan nikmat (karena saya tidak begitu suka noodles). Bisa kalian bayangin lah, mie rebus dengan baluran saus pasta kedelai hitam (black bean pasta) yang pedas-pedas gurih gitu. Apalagi makannya dicampur kimchi. Emh, sungguh menjadi nikmat yang sangat luar biasa.


Yang paling saya suka dari resto ini adalah para pelayannya yang ramah dan cara penyajiannya yang unik dan cepat. Selain itu, desain restonya juga unik. Muralnya bikin ketagihan untuk foto-foto.


Di resto ini juga disediakan mesin pencetak foto. Jadi, ketika kalian berkunjung atau makan di situ, upload foto ke instagram, tag ke @mujigaeresto pakai hashtag #MujigaeResto, kalian bisa membawa pulang foto yang sudah kalian upload di instagram tadi. Dan serunya lagi, kertas yang dipakai print bukan kertas foto seperti pada umumnya, tapi berupa semacam id card gitu. Lumayan kan buat kenang-kenangan dan buat koleksi. Tapi sayangnya, pas kemarin kita ke sana, mesinnya sedang dalam perbaikan, jadi ya ikhlaskan saja. Hehe.


Untuk daftar harga di resto ini sangat bervarian. Lebih detilnya, kalian bisa datang langsung ke Mujigae resto atau lihat bocoran gambar yang saya pampang di bawah ini:

harga sewaktu-waktu bisa berubah
Jadi, jika kalian tertarik mencoba makanan khas Korea, coba saja di Mujigae Resto. Karena di sana kalian bakal nemuin menu-menu yang sesuai dengan selera makanan korea kalian. Oiya, catatan terakhir: Thanks banget buat kalian: Mpok Ujoh, kak Nadia, Ola, Wira yang udah ngajak Hangout Malam itu. Mmmuach 💋❤


Selamat mencoba~ 감사합니다 👯

Alamat: Mujigae Resto Lippo Mall Kemang - Lippo Kemang Village Mall, Lantai 3, Jl. Pangeran Antasari, Kemang, Jakarta Selatan, Jakarta.
Instagram: @mujigaeresto

Sehari Naik Commuter Line Bareng Annafi


Lifeascory.com - Kemarin, tepat hari Rabu, tanggal 29 Maret 2017 saya menunaikan janji saya untuk meet up bersama teman blogger saya, Annafi (pemilik blog www.suika-lovers.com). Sebenarnya, pada hari itu kami memiliki reminder jadwal yang sama, yaitu pergi ke Grand Sahid Sudirman, Jakarta Pusat dalam rangka mengambil hadiah dari lomba blog, twitter, dan instagram yang diadain oleh Pikko Group awal Maret lalu.
Karena perjalanan ke Sudirman bisa ditempuh berbarengan dan satu arah dengan kereta (saya dari Ciputat dan Annafi dari Kebayoran), akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di stasiun Kebayoran Lama. Dari Ciputat saya naik angkot S10 menuju Stasiun Pondok Ranji dengan biaya IDR 5000, turun tepat di pintu masuk stasiun. Berbekal dengan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line yang diberikan Mbak Petty tahun 2015 lalu, saya berjalan menuju loket dan melakukan top up saldo sebesar IDR 50,000. Buat kalian yang ingin membeli KMT yang baru, kalian cukup mengeluarkan uang sebesar IDR 50,000 yang akan berisi saldo utama IDR 30,000.


Untuk penggunaan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line sendiri, ketentuannya sebagai berikut (source: facebook.com/commuterline):
  • Kartu hanya dapat digunakan untuk transaksi perjalanan KRL Commuterline di seluruh lintas Jabodetabek. Jangan sampai naik kereta ke Surabaya pakai KMT, bisa-bisa ditolak. Haha. 
  • Kartu dapat dipindah tangankan kepada pihak manapun dan dapat digunakan oleh orang lain selain pemegang kartu. Kali aja ada temen atau saudara kalian yang mau pinjam atau pakai. Alhamdulillah kan kalau kita bisa bantu mereka. 
  • Transaksi kartu tidak dapat digunakan secara bersamaan untuk 2 (dua) kali transaksi. 
  • Masa berlaku #KartuETicketingMultiTrip tidak dibatasi dan dapat digunakan selama terisi saldo minimal IDR 7,000 
  • Sisa saldo pada #KartuETicketingMultiTrip dapat dikembalikan pada loket penjualan yang tersedia di Stasiun – Stasiun KRL Jabodetabek terdekat. 
  • #KartuETicketingMultiTrip yang hilang atau dicuri tidak dapat diganti atau diblokir termasuk saldo yang ada pada kartu, segala akibat atas penggunaan kartu yang dicuri atau hilang tersebut menjadi tanggung jawab pemegang kartu sepenuhnya. 
  • Apabila penumpang tidak tapping di gate in maka pada saat tapping di gate out akan dikenakan tarif tertinggi. (Ini nih yang harus kalian ingat-ingat!) 
  • Apabila penumpang melakukan perjalanan dengan saldo yang lebih kecil dari saldo minimal IDR 7,000 dikenakan suplisi sebesar IDR 50,000 
  • Apabila penumpang tidak tapping di gate out maka kartu tidak dapat digunakan dan penumpang harus menyelesaikan di loket dengan membayar tarif tertinggi. 
  • Apabila penumpang melakukan perjalanan atau membatalkan perjalanan dari Stasiun asal dan keluar kembali di Stasiun asal maka penumpang dikenakan tarif tertinggi. (Ingat juga nih, jangan sampai ya!) 
  • Apabila terjadi gangguan dalam kurun waktu tertentu yang menyebabkan perjalanan KRL di satu relasi atau lebih dibatalkan/tidak sampai tujuan, 
  • Perjalanan yang telah dituliskan pada kartu oleh sistem akan di batalkan di Loket Stasiun KRL Jabodetabek dan pengguna kartu dibebaskan dari bea/ tarif yang berlaku. 
  • Apabila terjadi peristiwa darurat (force majeure) yaitu termasuk namun itdak terbatas pada pemogokan kerja, kebakaran, kerusuhan massa, sabotase, bencana alam antara lain seperti gempa bumi dan banjir yang dibenarkan oleh pejabat yang berwenang atau hal-hal lain diluar kekuasaan para pihak,maka tidak ada pihak manapun yang dapat dituntut untuk memberika ganti rugi atas segala kerugian yang timbul sebagai akibat terjadinya peristiwa darurat (force majeure) tersebut. 
Pengguna kartu tunduk pada ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan serta syarat-syarat yang berlaku termasuk setiap perubahan yang akan diberitahukan terlebih dahulu oleh PT.KAI Commuter Jabodetabek dalam bentuk & melalui sarana / media apapun.

 

Entah kenapa, selama saya tinggal di Jakarta saya lebih suka berpergian menggunakan kereta atau driver online. Maybe, karena kenyamanan yang saya dapat kali ya, macet tidak berasa, bisa ngerasain nikmatnya berdesak-desakan tapi tidak kepanasan (tau lah ya problem cuaca di Jakarta dan kondisi kulit saya saat ini yang amat sangat sensitif dengan sinar matahari, jadi pilihan yang tepat menurut saya ya itu 😰). Setelah top up saldo saya langsung pergi ke Gate Tap In untuk bisa masuk ke ruang tunggu kereta. Biaya perjalanan dari Stasiun Pondok Ranji ke Stasiun Karet (tujuan akhir saya setelah jemput Annafi di Kebayoran Lama) sebesar IDR 2,500. Murah banget kan? Jadi bisa ngirit deh. Loh, travel irit itu penting loh guys! Kalau ada jalur yang irit, kenapa harus boros? Gitu loh! 😆



Setelah itu, saya menuju ke jalur di mana saya akan melakukan perjalanan ke stasiun Kebayoran Lama untuk jemput si Annafi. Kalau tidak salah (kalau mau ke Tanah Abang) itu harus nunggu di Jalur 2 deh (kalau naik di Pondok Ranji), apa jalur 1 ya? Hehe, lupa. Pokoknya kereta biasanya datang dari arah Jurangmangu. Dan setiap hari, peron stasiun di Jakarta itu tidak pernah sepi penumpang. Yang antre selalu penuh 24 jam, bisa kebayang nggak sih kalau lagi buru-buru dan kita tidak kebagian kereta yang berangkatnya lebih awal? Sabar.. Sabar.. Biasakan kayak orang Jepang! Meski jadwal keberangkatan kereta terlambat, mereka masih tetap tertib antre dan menunggu sampai keretanya datang. Hehew 👯👌


Sekitar setengah jam saya menunggu, akhirnya Commuter Line jalur Tanah Abang datang dengan tampilan yang sedikit feminim. Silver and Pinky peach gitu deh. Setelah masuk kereta, saya melihat ke atas pintu Commuter Line yang ternyata tertempel Rute KRL Jabodetabek. Jadi buat kalian yang baru pertama kali naik Commuter Line, jangan takut kesasar ya. Toh di atas pintu kereta juga sudah disediakan rute KRL Jabodetabek. Kalau masih bingung, bisa tanya petugas yang ada di kereta. Biasanya mondar-mandir ngecek penumpang kalau gerbong kereta lagi longgar (tidak penuh penumpang).


Sekitar 10 menit saya sampai di Stasiun Kebayoran Lama. Tengak-tengok kanan kiri, maju mundur akhirnya ketemu juga sama Annafi. Sempat terjadi hal lucu juga sih pas saya sampai di Stasiun Kebayoran Lama. Ceritanya setelah saya turun dari kereta, saya naik ke lantai dua melalui tangga karena saya kira saya harus merubah tempat menunggu jalur keberangkatan lanjutan saya menuju Stasiun Tanah Abang, nggak tahunya jalurnya masih yang sama di mana saya turun tadi. Alhasil, di atas saya plonga-plongo karena sepi. Begini nih kalau jadi orang yang sok tahu. Hahaha! Dan ternyata si Annafi juga sudah nungguin saya di tempat duduk tepat di belakang tangga yang di bawah, di jalur tengah tempat saya turun tadi. Omo! tau gitu kan saya nggak usah naik tangga ya. Haha.

Jadi setelah saya lama berputar-putar di lantai dua, akhirnya saya kembali turun dan ketemulah saya dengan Annafi. Salam-salam, peluk-peluk, ketawa-ketawa, dan jeprat-jepret bentar.

Tangga tempat Annafi bersembunyi 😆 (duduk di bangku yang ada di belakangnya)

Setelah 5 menit menunggu, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Tanah Abang dan transit ke Stasiun Karet. Tanah Abang adalah stasiun pemberhentian terakhir jalur Tangerang - Jakarta sekaligus stasiun transit jalur Bogor, Depok dan wilayah Jakarta lainnya.


Hal yang paling seru saat naik Commuter Line adalah ketika kita menjadi penumpang yang saling berebutan tempat duduk (kecuali tempat prioritas lah ya: like ibu-ibu bawa balita, ibu hamil, orang tua usia manula), saya dan Annafi sampai kejar-kejaran, Hayo siapa yang lebih dulu dapat! Hahaha 😎😹 Ada juga tuh mbak-mbak yang nyinyir gegara ada cowok yang nggak mau ngalah. Sampai lirik-lirikan mata sinis gitu. Duh mbak, sabar ya! Untungnya Annafi dan saya mendapatkan kursi prioritas, Hahaha. Lagian, nggak ada manula, balita ataupun sejenisnya yang masuk di gerbong kita, jadi ya lumayan lah kita jadi bisa menikmati sebentar. Ya ada sih, satu buibu bawa bayi yang lucu di samping saya. But i swear, cuman ada itu doang kok. Jadi nggak papa dong sekali-kali nikmatin kursi prioritas yang ada. Hoho.


Ini dia penampakan buibu di samping saya yang bawa bayi lucu, dan yang di samping Annafi adalah kedua kakak dari bayi lucu tersebut. Duh duh. Sempat juga kan ya saya foto balitanya buat kenang-kenangan. Jreeeeng~


Setelah sampai di Stasiun Karet, kami memesan driver online "Uber Car" menuju Grand Sahid Sudirman. Dan kalian tahu? Kita cuma ditarif IDR 4,500 dari harga 9,000 (padahal kami dapat mobil yang bagus dan nyaman), ya karena waktu itu Uber sedang mengadakan promo diskon 50%. Jadi saya dan Annafi mengeluarkan jurus "Tidak Tega" dan membiarkan kembalian IDR 5,500 untuk drivernya. Alakata, sebelum kita naik Uber, sempat ada Bapak tua sekitar 60 tahun meminta pertolongan untuk diberi ongkos ke Bekasi. Dan Annafi memberinya IDR 5,000 untuk sekedar membeli minum. Ya, semacam diganti gitu deh sama Allah jadi diskon 50% pembayaran Uber. Ah, ada saja! Memang Ubernya kali yang lagi ada promo sejak kemarin 😰

Setelah sampai di Grand Sahid, tak lupa jeprat-jepretnya. Tapi saya hanya motret Annafi, karena saya salah kostum, Hahaha. Alesan sih, padahal kehabisan baju karena males nyuci dan nyetrika 🙈. Ini dia penampakan Annafi~


Setelah jeprat-jepret, kami pun memasuki Gedung kantor pusat PT. Pikko Group di Lantai 3. Dan ternyata teman-teman Blogger Jakarta pun ada di sana untuk mengambil hadiah juga. Jadi deh kita jeprat-jepret lagi bareng-bareng. Dan abaikan muka saya yang kucel disengaja 😄

Jadi hari itu adalah Hari Penuh Rejeki karena bisa meet up lagi sama teman-teman Blogger Jakarta setelah terakhir Gathering ke beberapa Apartemen Mewah milik PT. Pikko Group bulan Februari lalu. Mereka yang ada di foto adalah pemuda-pemuda hebat yang mampu melahirkan blog kece dan sangat informatif. Semoga saya cepat ketularan. Amin 🙏💖 Setelah ngobrol-ngobrol dengan mereka, saya dan Annafi pun kembali pulang dengan driver online ke Stasiun Karet (pastinya Uber lagi) dan Commuter Line again ke Stasiun Pondok Ranji. Keseruan meet up hari itu benar-benar singkat namun sangat istimewa.
Dan pelajaran berharga yang bisa saya dapat saat itu adalah "Ternyata naik Commuter Line itu seru!" Meski berdesak-desakan, lari-larian demi mendapatkan tempat duduk, tapi saya bisa jalan-jalan keliling Jabodetabek dengan cepat dan nyaman tanpa harus panas-panasan dan macet-macetan. Jadilah kangen bisa bertemu Annafi terobati.

Untuk informasi Commuter Line bisa lihat di:

Website: www.krl.co.id

For connected to Annafi bisa lihat di:

Website: www.suika-lovers.com