Navigation Menu

Nyobain Makanan Korea; Jajangmyeon-nya Mujigae Resto Lippo Mall Kemang


Kemarin tepat tanggal 07 April 2017, saya dan teman-teman mencoba menghabiskan malam Sabtu di Lippo Mall Kemang. Usut punya usut, penyebab kami memilih Lippo Mall Kemang sebagai tempat hangout malam itu adalah promo FREE JAJANGMYEON [tidak termasuk minuman] yang diadakan oleh Mujigae Resto. Salah satu resto yang menyediakan beberapa menu makanan Korea, like a Bibimbap, Bulgogi, Topokki, Ramyun, Kimchi, dan Jajangmyeon ini.

Seperti biasa, kami berangkat dari Ciputat menggunakan driver online Uber Car dan menggunakan dress code sesuai persyaratan, yaitu memakai pakaian berwarna hitam. Yeay, inilah pasukan #MUJIGAEBLACKDAY macam orang ngelayat tapi sesungguhnya sedang bersuka cita.

Saya, Mpok Ujoh, Kak Nadia, and Ola

Karena sedang promo gratis, bisa kalian bayangin kan antri dan ramenya. Sekitar lima belas menit kami menunggu antrian supaya dapat bangku yang sesuai untuk berlima. Setelah itu, kami dipandu sama waitress cantik memakai Hanbok Pink untuk segera memasuki bangku resto yang ada di dalam.

Tempatnya asri dan unik. Dilengkapi dengan iPad disetiap bangku resto menjadikan pelanggan merasa nyaman dalam memilih dan memesan menu makanan. Selain itu, iPad yang disediakan juga bisa dipakai untuk selfie/ wefie yang mana fotonya langsung ditampilkan di slideshow frame digital yang ada di dinding resto dan juga bisa dikirim langsung ke email kita.




Kami berlima menikmati Jajangmyeon gratis dan memesan minuman yang bervarian; like a Jasmine Green Tea, Matcha Milk Tea, 2 Korean Lemonade dan Jeju Orange Tea. Tak lupa, kita diberi lima piring mini Kimchi yang rata-rata diberikan semua ke saya. Hahaha. Kata teman-teman saya, rasanya terlalu asam dan saya menyukai itu. Rejeki ya!

Apa sih Jjajangmyeon di Mujigae Resto itu?

Jajangmyeon adalah makanan khas negeri Ginseng, Korea yang berupa mie dengan daging sapi dan sayuran yang dilumuri saus kacang kedelai hitam kental yang cocok disajikan saat panas, lengkap dengan kimchi (sayur dibumbuhi yang difermentasi)


Sambil makan, kita menikmati lagu-lagu K-Pop yang diputar sepanjang waktu. Seriusan, berasa banget lagi di Korea. Saya rasa everyday resto ini pasti ramai para penggemar K-Pop dan drama Korea. Ya, tau lah. Ngaku penggemar K-Pop atau Drakor tapi belum pernah nyobain makanan Korea itu semacam gelas kosong kali ya, nggak diisi apa-apa. Hehe 😜👯

TV digital yang ada di atas kami menyala-nyala mendendangkan lagu K-Pop
Untuk rasa dari Jjajangmyeon ini sendiri lumayan nikmat (karena saya tidak begitu suka noodles). Bisa kalian bayangin lah, mie rebus dengan baluran saus pasta kedelai hitam (black bean pasta) yang pedas-pedas gurih gitu. Apalagi makannya dicampur kimchi. Emh, sungguh menjadi nikmat yang sangat luar biasa.


Yang paling saya suka dari resto ini adalah para pelayannya yang ramah dan cara penyajiannya yang unik dan cepat. Selain itu, desain restonya juga unik. Muralnya bikin ketagihan untuk foto-foto.


Di resto ini juga disediakan mesin pencetak foto. Jadi, ketika kalian berkunjung atau makan di situ, upload foto ke instagram, tag ke @mujigaeresto pakai hashtag #MujigaeResto, kalian bisa membawa pulang foto yang sudah kalian upload di instagram tadi. Dan serunya lagi, kertas yang dipakai print bukan kertas foto seperti pada umumnya, tapi berupa semacam id card gitu. Lumayan kan buat kenang-kenangan dan buat koleksi. Tapi sayangnya, pas kemarin kita ke sana, mesinnya sedang dalam perbaikan, jadi ya ikhlaskan saja. Hehe.


Untuk daftar harga di resto ini sangat bervarian. Lebih detilnya, kalian bisa datang langsung ke Mujigae resto atau lihat bocoran gambar yang saya pampang di bawah ini:

harga sewaktu-waktu bisa berubah
Jadi, jika kalian tertarik mencoba makanan khas Korea, coba saja di Mujigae Resto. Karena di sana kalian bakal nemuin menu-menu yang sesuai dengan selera makanan korea kalian. Oiya, catatan terakhir: Thanks banget buat kalian: Mpok Ujoh, kak Nadia, Ola, Wira yang udah ngajak Hangout Malam itu. Mmmuach 💋❤


Selamat mencoba~ 감사합니다 👯

Alamat: Mujigae Resto Lippo Mall Kemang - Lippo Kemang Village Mall, Lantai 3, Jl. Pangeran Antasari, Kemang, Jakarta Selatan, Jakarta.
Instagram: @mujigaeresto

Sehari Naik Commuter Line Bareng Annafi


Lifeascory.com - Kemarin, tepat hari Rabu, tanggal 29 Maret 2017 saya menunaikan janji saya untuk meet up bersama teman blogger saya, Annafi (pemilik blog www.suika-lovers.com). Sebenarnya, pada hari itu kami memiliki reminder jadwal yang sama, yaitu pergi ke Grand Sahid Sudirman, Jakarta Pusat dalam rangka mengambil hadiah dari lomba blog, twitter, dan instagram yang diadain oleh Pikko Group awal Maret lalu.
Karena perjalanan ke Sudirman bisa ditempuh berbarengan dan satu arah dengan kereta (saya dari Ciputat dan Annafi dari Kebayoran), akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di stasiun Kebayoran Lama. Dari Ciputat saya naik angkot S10 menuju Stasiun Pondok Ranji dengan biaya IDR 5000, turun tepat di pintu masuk stasiun. Berbekal dengan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line yang diberikan Mbak Petty tahun 2015 lalu, saya berjalan menuju loket dan melakukan top up saldo sebesar IDR 50,000. Buat kalian yang ingin membeli KMT yang baru, kalian cukup mengeluarkan uang sebesar IDR 50,000 yang akan berisi saldo utama IDR 30,000.


Untuk penggunaan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line sendiri, ketentuannya sebagai berikut (source: facebook.com/commuterline):
  • Kartu hanya dapat digunakan untuk transaksi perjalanan KRL Commuterline di seluruh lintas Jabodetabek. Jangan sampai naik kereta ke Surabaya pakai KMT, bisa-bisa ditolak. Haha. 
  • Kartu dapat dipindah tangankan kepada pihak manapun dan dapat digunakan oleh orang lain selain pemegang kartu. Kali aja ada temen atau saudara kalian yang mau pinjam atau pakai. Alhamdulillah kan kalau kita bisa bantu mereka. 
  • Transaksi kartu tidak dapat digunakan secara bersamaan untuk 2 (dua) kali transaksi. 
  • Masa berlaku #KartuETicketingMultiTrip tidak dibatasi dan dapat digunakan selama terisi saldo minimal IDR 7,000 
  • Sisa saldo pada #KartuETicketingMultiTrip dapat dikembalikan pada loket penjualan yang tersedia di Stasiun – Stasiun KRL Jabodetabek terdekat. 
  • #KartuETicketingMultiTrip yang hilang atau dicuri tidak dapat diganti atau diblokir termasuk saldo yang ada pada kartu, segala akibat atas penggunaan kartu yang dicuri atau hilang tersebut menjadi tanggung jawab pemegang kartu sepenuhnya. 
  • Apabila penumpang tidak tapping di gate in maka pada saat tapping di gate out akan dikenakan tarif tertinggi. (Ini nih yang harus kalian ingat-ingat!) 
  • Apabila penumpang melakukan perjalanan dengan saldo yang lebih kecil dari saldo minimal IDR 7,000 dikenakan suplisi sebesar IDR 50,000 
  • Apabila penumpang tidak tapping di gate out maka kartu tidak dapat digunakan dan penumpang harus menyelesaikan di loket dengan membayar tarif tertinggi. 
  • Apabila penumpang melakukan perjalanan atau membatalkan perjalanan dari Stasiun asal dan keluar kembali di Stasiun asal maka penumpang dikenakan tarif tertinggi. (Ingat juga nih, jangan sampai ya!) 
  • Apabila terjadi gangguan dalam kurun waktu tertentu yang menyebabkan perjalanan KRL di satu relasi atau lebih dibatalkan/tidak sampai tujuan, 
  • Perjalanan yang telah dituliskan pada kartu oleh sistem akan di batalkan di Loket Stasiun KRL Jabodetabek dan pengguna kartu dibebaskan dari bea/ tarif yang berlaku. 
  • Apabila terjadi peristiwa darurat (force majeure) yaitu termasuk namun itdak terbatas pada pemogokan kerja, kebakaran, kerusuhan massa, sabotase, bencana alam antara lain seperti gempa bumi dan banjir yang dibenarkan oleh pejabat yang berwenang atau hal-hal lain diluar kekuasaan para pihak,maka tidak ada pihak manapun yang dapat dituntut untuk memberika ganti rugi atas segala kerugian yang timbul sebagai akibat terjadinya peristiwa darurat (force majeure) tersebut. 
Pengguna kartu tunduk pada ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan serta syarat-syarat yang berlaku termasuk setiap perubahan yang akan diberitahukan terlebih dahulu oleh PT.KAI Commuter Jabodetabek dalam bentuk & melalui sarana / media apapun.

 

Entah kenapa, selama saya tinggal di Jakarta saya lebih suka berpergian menggunakan kereta atau driver online. Maybe, karena kenyamanan yang saya dapat kali ya, macet tidak berasa, bisa ngerasain nikmatnya berdesak-desakan tapi tidak kepanasan (tau lah ya problem cuaca di Jakarta dan kondisi kulit saya saat ini yang amat sangat sensitif dengan sinar matahari, jadi pilihan yang tepat menurut saya ya itu 😰). Setelah top up saldo saya langsung pergi ke Gate Tap In untuk bisa masuk ke ruang tunggu kereta. Biaya perjalanan dari Stasiun Pondok Ranji ke Stasiun Karet (tujuan akhir saya setelah jemput Annafi di Kebayoran Lama) sebesar IDR 2,500. Murah banget kan? Jadi bisa ngirit deh. Loh, travel irit itu penting loh guys! Kalau ada jalur yang irit, kenapa harus boros? Gitu loh! 😆



Setelah itu, saya menuju ke jalur di mana saya akan melakukan perjalanan ke stasiun Kebayoran Lama untuk jemput si Annafi. Kalau tidak salah (kalau mau ke Tanah Abang) itu harus nunggu di Jalur 2 deh (kalau naik di Pondok Ranji), apa jalur 1 ya? Hehe, lupa. Pokoknya kereta biasanya datang dari arah Jurangmangu. Dan setiap hari, peron stasiun di Jakarta itu tidak pernah sepi penumpang. Yang antre selalu penuh 24 jam, bisa kebayang nggak sih kalau lagi buru-buru dan kita tidak kebagian kereta yang berangkatnya lebih awal? Sabar.. Sabar.. Biasakan kayak orang Jepang! Meski jadwal keberangkatan kereta terlambat, mereka masih tetap tertib antre dan menunggu sampai keretanya datang. Hehew 👯👌


Sekitar setengah jam saya menunggu, akhirnya Commuter Line jalur Tanah Abang datang dengan tampilan yang sedikit feminim. Silver and Pinky peach gitu deh. Setelah masuk kereta, saya melihat ke atas pintu Commuter Line yang ternyata tertempel Rute KRL Jabodetabek. Jadi buat kalian yang baru pertama kali naik Commuter Line, jangan takut kesasar ya. Toh di atas pintu kereta juga sudah disediakan rute KRL Jabodetabek. Kalau masih bingung, bisa tanya petugas yang ada di kereta. Biasanya mondar-mandir ngecek penumpang kalau gerbong kereta lagi longgar (tidak penuh penumpang).


Sekitar 10 menit saya sampai di Stasiun Kebayoran Lama. Tengak-tengok kanan kiri, maju mundur akhirnya ketemu juga sama Annafi. Sempat terjadi hal lucu juga sih pas saya sampai di Stasiun Kebayoran Lama. Ceritanya setelah saya turun dari kereta, saya naik ke lantai dua melalui tangga karena saya kira saya harus merubah tempat menunggu jalur keberangkatan lanjutan saya menuju Stasiun Tanah Abang, nggak tahunya jalurnya masih yang sama di mana saya turun tadi. Alhasil, di atas saya plonga-plongo karena sepi. Begini nih kalau jadi orang yang sok tahu. Hahaha! Dan ternyata si Annafi juga sudah nungguin saya di tempat duduk tepat di belakang tangga yang di bawah, di jalur tengah tempat saya turun tadi. Omo! tau gitu kan saya nggak usah naik tangga ya. Haha.

Jadi setelah saya lama berputar-putar di lantai dua, akhirnya saya kembali turun dan ketemulah saya dengan Annafi. Salam-salam, peluk-peluk, ketawa-ketawa, dan jeprat-jepret bentar.

Tangga tempat Annafi bersembunyi 😆 (duduk di bangku yang ada di belakangnya)

Setelah 5 menit menunggu, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Tanah Abang dan transit ke Stasiun Karet. Tanah Abang adalah stasiun pemberhentian terakhir jalur Tangerang - Jakarta sekaligus stasiun transit jalur Bogor, Depok dan wilayah Jakarta lainnya.


Hal yang paling seru saat naik Commuter Line adalah ketika kita menjadi penumpang yang saling berebutan tempat duduk (kecuali tempat prioritas lah ya: like ibu-ibu bawa balita, ibu hamil, orang tua usia manula), saya dan Annafi sampai kejar-kejaran, Hayo siapa yang lebih dulu dapat! Hahaha 😎😹 Ada juga tuh mbak-mbak yang nyinyir gegara ada cowok yang nggak mau ngalah. Sampai lirik-lirikan mata sinis gitu. Duh mbak, sabar ya! Untungnya Annafi dan saya mendapatkan kursi prioritas, Hahaha. Lagian, nggak ada manula, balita ataupun sejenisnya yang masuk di gerbong kita, jadi ya lumayan lah kita jadi bisa menikmati sebentar. Ya ada sih, satu buibu bawa bayi yang lucu di samping saya. But i swear, cuman ada itu doang kok. Jadi nggak papa dong sekali-kali nikmatin kursi prioritas yang ada. Hoho.


Ini dia penampakan buibu di samping saya yang bawa bayi lucu, dan yang di samping Annafi adalah kedua kakak dari bayi lucu tersebut. Duh duh. Sempat juga kan ya saya foto balitanya buat kenang-kenangan. Jreeeeng~


Setelah sampai di Stasiun Karet, kami memesan driver online "Uber Car" menuju Grand Sahid Sudirman. Dan kalian tahu? Kita cuma ditarif IDR 4,500 dari harga 9,000 (padahal kami dapat mobil yang bagus dan nyaman), ya karena waktu itu Uber sedang mengadakan promo diskon 50%. Jadi saya dan Annafi mengeluarkan jurus "Tidak Tega" dan membiarkan kembalian IDR 5,500 untuk drivernya. Alakata, sebelum kita naik Uber, sempat ada Bapak tua sekitar 60 tahun meminta pertolongan untuk diberi ongkos ke Bekasi. Dan Annafi memberinya IDR 5,000 untuk sekedar membeli minum. Ya, semacam diganti gitu deh sama Allah jadi diskon 50% pembayaran Uber. Ah, ada saja! Memang Ubernya kali yang lagi ada promo sejak kemarin 😰

Setelah sampai di Grand Sahid, tak lupa jeprat-jepretnya. Tapi saya hanya motret Annafi, karena saya salah kostum, Hahaha. Alesan sih, padahal kehabisan baju karena males nyuci dan nyetrika 🙈. Ini dia penampakan Annafi~


Setelah jeprat-jepret, kami pun memasuki Gedung kantor pusat PT. Pikko Group di Lantai 3. Dan ternyata teman-teman Blogger Jakarta pun ada di sana untuk mengambil hadiah juga. Jadi deh kita jeprat-jepret lagi bareng-bareng. Dan abaikan muka saya yang kucel disengaja 😄

Jadi hari itu adalah Hari Penuh Rejeki karena bisa meet up lagi sama teman-teman Blogger Jakarta setelah terakhir Gathering ke beberapa Apartemen Mewah milik PT. Pikko Group bulan Februari lalu. Mereka yang ada di foto adalah pemuda-pemuda hebat yang mampu melahirkan blog kece dan sangat informatif. Semoga saya cepat ketularan. Amin 🙏💖 Setelah ngobrol-ngobrol dengan mereka, saya dan Annafi pun kembali pulang dengan driver online ke Stasiun Karet (pastinya Uber lagi) dan Commuter Line again ke Stasiun Pondok Ranji. Keseruan meet up hari itu benar-benar singkat namun sangat istimewa.
Dan pelajaran berharga yang bisa saya dapat saat itu adalah "Ternyata naik Commuter Line itu seru!" Meski berdesak-desakan, lari-larian demi mendapatkan tempat duduk, tapi saya bisa jalan-jalan keliling Jabodetabek dengan cepat dan nyaman tanpa harus panas-panasan dan macet-macetan. Jadilah kangen bisa bertemu Annafi terobati.

Untuk informasi Commuter Line bisa lihat di:

Website: www.krl.co.id

For connected to Annafi bisa lihat di:

Website: www.suika-lovers.com

Terimakasih Tuhan, Telah Engkau Turunkan Malaikatmu Untuk Somalia !

Sumber foto: act.id
Jakarta (lifeascory.com) - Sangat miris ketika mendengar dan menyaksikan langsung berita serentak di seluruh media menyatakan bahwa saudara kita yang ada di Sudan Selatan, Yaman, Nigeria, dan Somalia telah ditelan musibah kelaparan dan kekeringan yang menyebabkan ribuan jiwa terenggut nyawanya. PBB telah menyatakan bahwa ada sekitar 20 juta jiwa di empat wilayah tersebut telah menderita kelaparan akut  sejak pertengahan Februari lalu.

Perdana Menteri Somalia pada awal Maret lalu juga mengatakan bahwa dalam dua hari terakhir sudah ada 110 jiwa yang tewas karena kolera dan malnutrisi. Semua berawal dari kekeringan (krisis kemanusiaan skala massif) yang mengganggu pertanian dan berimbas menjadi kelaparan jutaan orang. Lalu kekeringan kelaparan tersebut menimbulkan rentetan penyakit menular serupa diare, kolera, dan malnutrisi akut, yang berujung hingga di titik tanpa penyelesaian, yaitu kematian.

Angka kematian yang sangat mungkin untuk terus bertambah seiring bergulirnya panas dan terik tanpa air dan nihil makanan di Jubaland. 26 kematian warga Jubaland terjadi di dua titik yang berbeda di wilayah Middle Juba dan Gedo. Dikutip di salah satu berita online dikatakan bahwa Ibrahim Abdow, lelaki lewat paruh baya berumur 62 tahun mengatakan bahwa ia sudah berjalan jauh keluar dari Jubaland. Ia lari dari nelangsa, menumpang bus dan menunggang keledai. Ia mengatakan bahwa ternak sapi yang dimiliki semuanya mati. Kebun yang ia garap binasa karena tidak ada air. Sungai yang mengalir di Jubaland semua kering, tidak ada air mengalir yang bisa ia dapatkan. Setelah melewati ratusan kilometer lari dari Jubaland, Abdow dan keluarganya mengungsi sementara mendirikan tenda di pinggiran Mogadishu.

Sumber foto: act.id
Mendengar hal itu, Indonesia ingin mengirimkan malaikat terbaiknya untuk Somalia. Tanpa basa-basi, Aksi Cepat Tanggap (ACT) langsung menjawab aksi batinnya mewakili Indonesia untuk masyarakat Somalia. ACT mengirimkan Action Team untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada mereka. ACT mempersiapkan dana sebesar 5 milyar rupiah untuk pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut, dan dalam dua bulan ke depan, ACT juga akan mengirimkan kapal kemanusiaan yang membawa 10 ribu ton bantuan pangan untuk mereka.

Apa Itu ACT?

ACT atau Aksi Cepat Tanggap merupakan Lembaga Kemanusiaan yang memiliki VISI "Menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik" dan MISI "Mengorganisir dan mengelola berbagai persoalan kemanusiaan secara terencana, terkonsep, terintegrasi, dan berkesinambungan sehingga menjadi formula ideal dalam mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global. Mengorganisir dan mengelola segala potensi kedermawanan masyarakat global sebagai modal sosial untuk mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global. dan Mengorganisir dan mengelola segala potensi kerelawanan global sebagai modal sosial untuk mengatasi berbagai problem kemanusiaan baik dalam skala lokal, nasional, regional, maupun global." Untuk sejarah terbentuknya Lembaga ini bisa kalian lihat di website resminya, di sini.

Di pekan kedua Maret 2017 kemarin, Aksi Cepat Tanggap lewat Tim SOS (Simpathy of Solidarity) Somalia telah mendistribusikan tidak kurang dari 9,9 ton bahan pangan di Desa Kukari, wilayah Administrasi Lower Shabelle, yang berlanjut sampai ke wilayah Baidoa, pangkal kelaparan dan dilema Korela Somalia. Ada sekitar 16,5 ton bahan pangan yang sudah terdistribusi sampai ke kampung-kampung pengungsian mereka di Baidoa, wilayah sebelah Barat Laut Mogadishu.

Sumber foto: act.id
Sebenarnya, akar permasalahan di sini adalah air. Di Somalia air benar-benar tidak bisa ditemukan, bahkan sungai pun sudah menjadi daratan kering seperti gurun sahara. Saat penduduk setempat menggali sumur dengan kedalaman tidak lebih dari 20 meter, mereka hanya menemukan kesia-siaan. Lalu harus bagaimana? Menurut Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response, ACT memperkirakan bahwa satu buah sumur di Baidoa membutuhkan kedalaman hingga 350 meter, baru bisa ditemukan air. Untuk itu, ACT perlu berbuat sesuatu dan merencanakan bantuan dalam pembangunan sumur untuk jangka panjang agar bisa mengatasi kekeringan Somalia di tahun berikutnya.

Sungguh patut diberi apresiasi untuk Action Tim ACT yang sangat luar biasa. Mereka mampu meluangkan waktunya sebagai relawan aksi untuk terjun langsung menghadapi jutaan korban mengerikan yang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Dari sini, tiada yang patut diucapkan selain "Terimakasih Tuhan, telah engkau turunkan Action Tim ACT sebagai malaikat untuk Warga Somalia mewakili bangsa ini, yang turut merasakan sedih dan berduka!".

Bagi kalian yang tersentuh dan ingin memberikan bantuan untuk Somalia. Bisa melalui Lembaga Kemanusiaan ACT yang inshaallah akan tersalurkan secara cepat dan tepat. Untuk informasi selanjutnya, bisa menghubungi Contact di bawah ini:

Website: www.act.id

Kantor Pusat
Menara 165, lantai 11,
Jl. TB. Simatupang Kav. 1, Cilandak Timur
Jakarta Selatan, 12560, Indonesia
Ph. +62 21 2940 6565,
Fax. +62 21 2940 6564

Kantor Pendukung
Perkantoran Ciputat Indah Permai Blok B 8-9
Jl. Ir. H. Juanda no. 50, Ciputat, 15419, Indonesia
Ph. +62 21 741 4482,
Fax. +62 21 742 0664

Atau bisa langsung menyalurkan bantuan dana melalui no. rekening di bawah ini:

Bank BNI/BNI Syariah 66-00000-120
Bank Syariah Mandiri 777-778-9777
Bank Mandiri 128-000-4793-136
a.n Yayasan Aksi Cepat Tanggap

Berkelana di Dua Kota Bersama Mobil Nissan New Grand Livina

 

Berkelana di Dua Kota Bersama Nissan Grand Livina - Pada awal tahun 2016 kemarin, saya dan beberapa teman rantauan di ibukota memutuskan untuk jelajah dua kota yang ada di Jawa Timur dengan menyewa mobil yang sudah ditawarkan oleh kakak dari salah satu teman traveler kami, sebut saja kak Mario (kakak dari Viona Mahameru). Sempat bertanya-tanya, bisa tidak ya mobilnya dimuat tujuh orang, sedang masa itu Viona bilang mobil yang ready adalah Nissan March yang biasa dipakai kakaknya kuliah, dan kabinnya hanya muat untuk empat orang. Sempat kecewa juga. Alhasil, kakaknya bilang bahwa dia baru beli mobil Nissan New Grand Livina tipe 1,5 HWS MT Solid White Color yang bisa dipakai untuk tujuh penumpang. Saya, Bojes, Andre, Viona, Maya, Sita, dan Loli akhirnya jingkrak-jingkrak, karena harapan kami terpenuhi dengan sempurna. Cukup satu mobil kita bakal berkelana di dua kota, yaitu Surabaya dan Gresik.

Dari Stasiun Pasar Senen kami naik kereta Kertajaya menuju Surabaya Pasar Turi dengan menempuh perjalanan selama 12 jam penuh. Di sana, mobil kami diantar sama sepupunya kak Mario (yang gantengnya luar biasa, oh my god!) yang beriringan dengan teman kampusnya yang juga bawa mobil. Jadi, mas Ulin (nama sepupunya) cuma sekedar naruh mobilnya di parkiran, ngasih kunci mobil, STNK, duit sejuta buat Viona, SIM A Viona, sama Cemilan minimarket yang bejibun (dua kantong penuh), lalu pamitan balik ke kosan, dan tibalah saatnya kami memendam rasa kekecewaan (karena belum kenalan). Hmm, penting nggak sih?


Kami langsung meluncur ke mobil. Dan kalian tahu? Kami benar-benar berulang kali mengucap “Alhamdulillah”, puji syukur gitu loh. Mobilnya sesuai banget sama maping kami sebelumnya. Cocok buat family trip gitu. Dan yang bikin kami lebih bahagia lagi adalah fitur New Grand Livina yang diantaranya ada: 2 Din Touchscreen Wide Display Headunit (Radio, CD, MP3, USB, DVD, mirroring smarthphone yang hadir dalam satu sistem head unit yang canggih), Roof Monitor (Hws Autech Type Only; terdapat DVD Monitor yang bisa digunakan untuk memutar film), Circular Ac Vents (Ventilasi AC Depan), Rear Ac Vents (Ventilasi AC Belakang, yang terletak di bagian belakang konsol tengah, di antara tempat duduk depan), dan juga dilengkapi dengan Sound-Absorbing Materials yang berfungsi untuk membantu meminimalisir suara dari luar. Jadi kami merasa dimanjakan dan tidak capek di setiap perjalanan.


  

Di tengah perjalanan sebelum ke rumah Viona (anggap saja penginapan gratis), kami mampir ke Warung Sate Klopo Ondomohen (kuliner Surabaya yang terus nge-hits) yang berada di jalan Walikota Mustajab No.36. Di sana kami memesan nasi bersamaan dengan sate dan es teh manis. Setelah kenyang, barulah kami pulang ke rumah Viona. Sekitar jam 12.30 sianglah kami sampai di sana. Sampai sore kita istirahat cantik sambil mempersiapkan diri. Barulah sekitar abis maghrib kami memulai perjalanan ke Pasar Malam yang ada di lapangan KODAM Brawijaya, Gunung Sari. Di sana kami menyantap kuliner Rujak Cingur, Tahu Campur, Rawon Setan dan makanan khas Surabaya lainnya. Sembari memikirkan, besok paginya mau jalan ke mana dulu buat keliling kota Surabaya.


Dari rumah Viona yang ada di Tanjung Perak ke KODAM Brawijaya, kami hanya menghabiskan waktu sekitar setengah jam tanpa macet (beda di Jakarta ya! Amit-amit macetnya walau tengah malam) dan bensin mobil masih dalam keadaan full.

Esok paginya, kami mulai berkelana ke Tugu Pahlawan, lanjut ke Pasar Manuk (Burung), Monumen Kapal Selam (Monkasel), Masjid Ampel, Patung Sura dan Buaya (Depan Surabaya Zoo), lalu ke Masjid Muhammad Cheng Hoo, ke Gereja Santa Perawan Maria, ke Vihara Sanggar Agung, ke Monumen Bambu Runcing, ke Bangunan Tua di Jalan Pahlawan, ke Monumen Perjuangan POLRI, Gedung Sejarah bekas Bank Javasche Soerabaia, Monumen Jalesveva Jayamahe, Temple of Heaven Kenjeran, Monumen Gubernur Suryo, sampai di penghujung pukul 9 malam kami bisa menikmati keindahan Surabaya North Quay.

Perjalanan Irit Pakai Mobil Nissan New Grand Livina

Dalam waktu seharian kami hanya mengisi full bensin sekali saja, karena mobil yang kami tumpangi sangat hemat bahan bakar (mendukung sistem Eco Driving, yaitu teknik berkendara dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar defensive driving dan safety driving agar tercapai tujuan utamanya yaitu berkendara dengan efisien, tentunya hemat BBM serta mengurangi tingkat polusi udara yang ramah lingkungan). Hal itu juga disebabkan karena mobil Nissan New Grand livina ini mengandung fitur “Teknologi Xtronic CVT (Continuously Variable Transmission, sebagai salah satu bagian dari teknologi Nissan Intelligent Mobility)”, yang membuat akselerasi terasa bertenaga, bebas hentakan (saat perpindahan gigi), namun tetap irit bahan bakar. Dalam perjalanan 30 km, mobil ini mampu menghemat 6 dari 7 liter bahan bakar yang terisi (hanya berkurang 1 liter), seperti apa yang tercatat dalam “Rekor 1:30l Konsumsi BBM Untuk Bandung-Jakarta” pada bulan Desember 2016 lalu. Baca selengkapnya di sini dan di sini.



Hari selanjutnya, kami melanjutkan jelajah wisata ke kota sebelah, yaitu kota Gresik. Kota santri yang terkenal dengan banyaknya industri dan minim tempat wisata ini mendadak booming semenjak ditemukannya “Bukit Jamur” di tahun 2015 silam. sampai akhirnya, saya dan teman-teman traveler pun penasaran, seperti apa sih wisata Bukit Jamur yang telah menjadi kebanggaan bersama warga dusun Kaliwot, desa Bungah, kota Gresik, Jawa Timur ini?


Bukit yang terdiri dari serpihan gunung kapur dan berbentuk jamur secara tiba-tiba ini membuat perjalanan kami serasa ditantang. Jalannya yang lumayan nanjak, tajam dan berkelok-kelok membuat kami agak khawatir soal kenyamanan berkendara. Sebisa mungkin Bojes sebagai driver menggunakan sistem Eco Driving agar perjalanan kami tetap berlanjut sampai ke lokasi. Dan ternyata mobil yang kami kendarai menjawab semua itu. Mampu melindungi kami dengan fitur yang dimiliki yaitu ABS (Anti-Lock Braking System; Saat nge-rem mendadak, sistem ini akan memompa rem sebanyak puluhan kali per detik agar roda tidak mengunci sehingga arah dan laju kendaraan tetap terkendali). Sehingga kami sampai di tujuan dengan selamat.


Sesampainya di sana, kami langsung keluar mobil dan menggunakan fungsi 2nd And 3rd Row, yaitu melipat semua kursi di baris ke-2 dan ke-3 sehingga kami bisa menggunakan ruang yang lebih luas itu untuk dijadikan kasur (ditutup dengan bed cover dan berpiknik ria). Meski cuaca di sana amat panas tapi kami tetap merasakan nikmat jelajah wisata alam di kota ini. Tidak ada ruginya kan, kami menyewa mobil keren milik kak Mario ini. Nyaman saat dikendarai, juga hemat bahan bakar.



Jadi, benar adanya jika dikatakan bahwa fitur mobil Nissan New Grand Livina ini “Comfort, Technology And Safety That Help Make Every Drive Feel Effortless”. Semua bisa dibuktikan dengan perjalanan kami selama dua hari berkelana di dua kota yaitu Surabaya dan Gresik. Fitur yang dimiliki berjalan sesuai kebutuhan. Maka tak heran jika banyak keluarga Indonesia memilih mobil Nissan New Grand Livina sebagai alat transportasi mereka. Selain membuat keluarga nyaman dalam perjalanan, mobil ini pun bisa dikatakan sebagai mobil yang paling menguntungkan (hemat BBM) untuk perjalanan jauh, keperluan mudik misalnya.

Jadi, masih ragu membawa keluarga kalian buat jelajah Indonesia? Saya sih enggak!
For more information about Nissan New Grand Livina, you can see here.

Source pict : www.nissan.co.id, www.wemotor.com

Tampil Percaya Diri Bersama Marina UV White Healthy & Glow Hand Body Lotion


Tampil Percaya Diri Bersama Marina UV White Healthy & Glow Hand Body Lotion - Saya adalah orang yang lumayan don't care masalah kecantikan. Tapi pernah terbesit di pikiran saya kalau suatu hari nanti saya bisa jadi perempuan yang cantik (macam korean #ngarep!) dan menginspirasi, ya meski warna kulit wajah dan body saya saat ini masih biasa-biasa aja, setidaknya every day saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa tampil cantik dan percaya diri. Because i believe, that a Beauty is Paint. Ditambah dengan pernyataan nyokap yang amat meyakinkan, "Sudah syukuri saja apa yang ada, keturunan kamu berkulit putih semua, kalau pun sekarang agak gosong, lambat laun juga pasti akan kembali seperti semula." Woho, akhirnya saya percaya juga. Semakin tidak merawat diri deh saya.

Selain sebagai seorang mahasiswi, saya juga seorang aktifis organisasi intra dan ekstra kampus (abaikan yang ekstra) juga merangkap sebagai seorang blogger. Sering kali saya mengikuti kegiatan outdoor. Bisa dibayangkan, cuaca di Indonesia terutama di daerah Jabodetabek sangat sensitif, kadang panas kadang hujan. Jikalau lagi musim panas, efek sinar mataharinya benar-benar bisa bikin kulit saya kering dan kusam. Sekali keluar, langsung tersengat! Omo!

Saya sering panas-panasan, lari-larian, sampai-sampai teman saya banyak yang bilang kalau kulit saya belang (tidak merata warnanya). Sedikit sakit hati sih, secara selama ini saya selalu pakai baju yang tertutup (baju dan celana lengan panjang), pakai masker (penutup wajah tapi bukan cadar ya), bagaimana bisa kulit saya jadi belang? Ternyata sinar matahari benar-benar kejam kawan! Saya buktikan sendiri, kulit saya ternyata benar-benar belang. Lalu saya memutuskan untuk tidak sakit hati.


Banyak yang merkomendasikan saya pakai Hand Body, tapi karena saya orangnya agak "nggak telaten" (kadang pakai kadang tidak), akhirnya hand body yang saya beli sampai melewati batas kadaluwarsa. Omo! Sia-sia kan? Dulu, saya selalu pakai hand body yang mahal-mahal supaya kulit saya tidak kering dan bersisik (bukan seperti ular ya). Alhasil, ya begitulah. Sia-sia ujung-ujungnya dibuang. Gagal cantik, buang-buang duit pula kan? Sejak itulah, saya berhenti memakai hand body. Itu tiga tahun lalu (2014, 2015, 2016).

Semakin hari, semakin banyak yang mengejek saya. Mulai dibilang imut lah (item mutlak), oreo lah (karena warnanya hitam), cewek inceran bule lah (ini yang paling saya benci), sok eksotis lah (mana ada ya, kulit begini dibilang 'sok'), dan lain-lain deh pokoknya. Walhasil, karena saya mau mengikuti tes presenter di salah satu program pertelevisian lokal, akhirnya saya mencoba untuk merawat kulit mulai dari awal.


Saya langsung pergi ke mini market. Lirik sana lirik sini, bertemulah jodoh saya dengan "Marina" UV White yang warna Putih-Biru. Yeyeyeyeye! Tanpa ragu saya langsung bayar ke kasir dan langsung eksekusi di kosan. Mandi, Gosok-gosok, Kaki-Tangan, Gosok Gigi, Cuci Muka, Ngelap rambut, Kumur-kumur, Wudhu, langsung Ngelap pakai handuk. Langsung ganti baju. Jadilah saya pakai hand body lotion ala-ala (ala artis korea).

Jadi, selama satu tahun ini saya mulai rutin pakai hand body. Awalnya sih, saya pilih ini karena harganya sangat terjangkau (maklumin, mahasiswa harus pintar me-manage uang). Tapi ternyata, membuahkan hasil setelah rutin pemakaian. Jadi saya simpulkan, "Kalau ada yang murah dan memberi manfaat lebih, kenapa tidak?" Betul kan? Kulit saya yang awalnya kering dan kusam, sekarang jadi sedikit cerah dan lembut.

Karena "Marina" UV White ini memiliki fungsi Healthy and Glow, saya jadi kecanduan mengkonsumsi. Hasilnya pun lumayan bikin glowing beneran. Kelihatan kayak agar-agar gitu deh kulit saya. Hahaha.



Hand body lotion "Marina" UV White Healthy and Glow ini sebenarnya mengandungi Milk Protein, Pearl Nutrient, Vitamin B3, Vitamin E, dan Triple UV Protection. Makanya efek pakai hand body lotion ini bisa menjadikan kulit tampak lebih putih merata, sehat, dan terlindungi. Cocok kan buat permasalahan kulit saya selama ini.

Di kemasan produk ini juga tertulis bahwa produk ini terbentuk dari Bio Whitening Complex, perpaduan dari Vitamin B3 dan E, serta Milk Protein dan Pearl Nutrition yang menutrisi kulit sehingga tampak lebih putih. Mineral Essencenya membuat kulit cerah jadi terpancar. Juga ada Triple UV Protection yang bakal melindungi kulit kita dari Sinar UV A dan UV B sehingga kulit kita cerah merata. Tambahan Moisturizing Formulanya juga membuat kulit kita sehat kenyal seperti jelly.

Cara memakainya gampang banget sih, seperti memakai hand body lotion lainnya, tuang di telapak tangan, gosok-gosokkan ke kedua tangan, kaki, dan anggota tubuh yang perlu diberi nutrisi hand body lotion ini.



Warna teksturnya solid white color, putih pekat dan tidak terlalu encer. Baunya wangi susu mutiara gitu. Size botolnya macam-macam, ada yang mini, ada yang sedang, juga ada yang ukuran besar. Yang paling aku suka adalah bentuknya yang slim hingga enak digenggam dan diselipin di selah-selah barang kala memakai tas kecil. Kalu aku sih pakainya yang 200ml ya. Jadi lumayan awet pemakaiannya. Setelah pakai hand body lotion "Marina" UV White Healthy and Glow, saya jadi tampil percaya diri hari-hari.


Satu hal penting ketika membeli kosmetik, jangan lupa cek tanggal kadaluwarsanya ya! Ini penting banget loh kawan-kawan. Juga sesuaikan sama jenis kulit kalian (sesuai kebutuhan nutrisi). Jadi, mau produk Hand body lotion murah tapi tidak murahan? Kalian boleh coba Hand body lotion "Marina" UV White Healthy and Glow. Selamat mencoba dan semoga tidak mengecewakan :)

Disclaimer: Ini bukan sponsored post. Murni ingin saya review.