Cara Mengoptimalkan Template Sederhana Suatu Blog di Blogger.com


Setelah kemarin saya memenuhi janji memposting "Tutorial Lengkap Bikin Blog Baru Gratis Blogger.com" kali ini saya akan memposting bagaimana cara mengoptimalkan template sederhana suatu blog, khususnya yang berplatform blogspot (blogger.com). Ya, tentunya pasti ada rasa bosan ketika kalian mengakses template blog kalian yang mungkin biasa-biasa saja atau kurang berwarna.

Berikut adalah cara agar template sederhana blog kalian sedikit berwarna sesuai apa yang kalian kehendaki. Dengan merubah latar belakang (background) blog yang kita punya, mungkin akan menambah gairah pembaca ketika mengakses.

Ketika kalian berada di dashboard blog, pilih template. Maka kalian akan dibawa ke ruang pemilihan dan pengaturan template. Setelah itu pilih sesuaikan untuk mengatur template blog kalian sesuai selera. Dan jika kalian ingin melihat blog kalian dalam tampilan selular/ mobile, kalian bisa klik icon pengaturan yang sudah tersedia, lalu klik pratinjau.


Di dalam perancang template blogger ada beberapa menu yang memiliki fungsi untuk mempercantik blog kalian, diantaranya ada:
  1. Template: menampilkan template yang kalian pilih, di situ kalian juga bisa mengganti jenis template blog kalian.
  2. Latar Belakang: seperti gambar yang saya tampilkan di atas, di sini kalian bisa merubah background dengan gambar sesuka hati atau sekedar warna-warna biasa.
  3. Sesuaikan Lebar: menyesuaikan ukuran latar, konten, dan widget blog kita, seberapa lebar ketika dilihat dari tampilan laptop/ komputer.
  4. Tata Letak: mengatur kerangka blog kita, mau seperti apa bentuknya, apakah berisi konten saja, atau dengan widget di sampingnya (kanan atau kiri), atau lengkap dengan footernya.
  5. Tingkat Lanjut: mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan header, konten, sidebar widget. Terutama untuk merubah jenis font dan warnanya. Juga tersedia sub menu Add CSS, di mana kalian bisa menambahkan kode html untuk mempercantik blog kalian
Sebagai contoh, saya memilih latar belakang picture yang sudah disediakan dari blogger.com. Ada banyak sekali jenis gambar yang bisa dipilih. Atau kalian bisa menambahkan gambar sendiri dengan mengklik Unggah Foto (misalnya memakai foto kalian sendiri), kalau sudah jangan lupa klik selesai.


Seperti yang saya jelaskan di atas, untuk mengatur font dan warna teks bisa mengklik tingkat lanjut, sebagai contoh saya memakai jenis font Permanent Marker dan warna putih untuk Judul Blog saya. Setelah mengganti jenis dan ukuran font juga warnanya, jangan lupa klik Terapkan ke Blog.

Oke, mungkin cukup itu bagaimana cara mengoptimalkan template sederhana ala saya. Semoga tidak mengecewakan, karena sesungguhnya di balik sebuah template yang bagus dan enak dipandang ada sebuah perjuangan, kreatifitas dan pengorbanan yang dilakukan seorang blogger. Hehehe. :) Good luck, guys!

Baca Juga: Tutorial Bikin Blog di Wordpress Untuk Pemula

Tutorial Lengkap Bikin Blog Baru Gratis Blogger.com


Postingan spesial buat temen-temen saya yang request "Cor, bikin tutorial cara membuat website gratisan dong! Yang pake blogger atau apa kek gitu. Gue kan juga pengen, nge-share nge-share tulisan gue yang udah numpuk di folder laptop gue. Kesian banget kan laptop gue banyak sampah." Alhasil, saya manggut-manggut dan mereka jadi senyum nggak waras. Ya, meski dalam hati pengen saya teriakin "Woy, cari di mbah google juga banyak kale yang udah nge-share gimana sih cara bikin blog buat orang-orang yang masih awam ngeblog kayak kalian!" Ah, kejam amat. Okelah, demi teman-teman saya biar ikutan eksis karena dunia per-blogger-an. Saya putuskan untuk bikin tutorial "Membuat Blog pake Blogger.com". Ya, pasti banyak yang nanya sih, kenapa harus pake blogger.com, kenapa nggak wordpress, tumblr atau yang lain mungkin.

ALASAN MEMILIH BLOGGER.COM

Selain memiliki konektivitas langsung dengan akun google, blogger.com merupakan salah satu situs yang banyak diminati para blogger karena pembuatannya FREE alias GRATIS, juga sangat user friendly atau mudah digunakan. Selain itu juga, blogger.com bisa menjadi tempat di mana orang awam seperti saya (itu dulu :p) belajar sedikit tentang koding-mengkoding template-nya sesuai selera. Sehingga tampilan blog kita enak untuk dinikmati saat diakses.

LALU BAGAIMANA CARA BIKIN BLOG DI BLOGGER.COM?

Langkah pertama yang harus kalian lakukan adalah membuat akun di google. Ya, seperti membuat email untuk pertama kalinya di google mail (gmail) lah ya. Kalau kalian benar-benar belum punya bisa langsung akses melalui sini. Isikan dengan lengkap ya. Kalau sudah bikin atau sudah punya, yuk langsung saja akses kesini: blogger.com (klik aja). Nanti akan muncul tampilan seperti di bawah ini:



Lalu isikan nama email kalian, klik berikutnya. Lalu isikan password dan klik masuk. Maka akan ada tampilan dashboard seperti ini:



Klik Blog Baru/ New Blog, maka kalian akan dibawa ke tampilan bikin blog baru. Tulis Judul Blog yang kalian inginkan. Tulis url blog yang kalian inginkan juga dan pastikan url blog kalian tersedia. Untuk template bisa kalian pilih, ada tampilan Sederhana, Tampilan Dinamis, Jendela Gambar,  dan lain-lain. Pilih sesuai selera. Jangan lupa klik Buat Blog!

Setelah itu kalian akan dibawa ke jerohan rumah baru. Selamat-selamat. Blog anda sudah jadi. Hehehe. Untuk melihatnya (ngecek kebenaran atas kelahirannya) bisa klik lihat blog.


Dan lihatlah, blog anda sudah jadi. Wah wah. Keprok-keprok deh saking senangnya. Et, tapi kok sepi ya? Yaiyalah, nulis aja belom kok. Anyway, Fungsi sedaripada Menu-menu yang ada di dashboard antara lain:
  1. Pos / Posts : Untuk melihat Postingan yang sudah di publikasikan ataupun yang masih dalam daftar atau belum di publikasikan, melalui menu ini sobat dapat mengedit postingan-postingan lama ataupun baru.
  2. Laman / Pages : Seperti halnya Post. disini untuk membuat ataupun mengedit serta melihat Laman atau Halaman yang akan maupun sudah kita Buat.
  3. Komentar / Comments : Untuk melihat Komentar dari pengunjung yang masuk di blog kita.
  4. Statistik / Stats : Melihat Riwayat Blog kita sepanjang waktu dari awal blog di buat sampai saat ini.
  5. Kampanye/ Campaigns : untuk mempromosikan Blog kita melalui Iklan di google atau Google adwords, tools ini baru saja di launcing bulan Juli.
  6. Tata Letak atau Layouts : Melihat serta mengedit tata letak Blog kita, disini kita bisa manmbahkan Widget pada blog kita maupun memindah posisi widget pada Blog kita.
  7. Template : Untuk mengatur Template kita , membackup maupun restore template kita, mengubah sesuaikan tampilan template blog, serta mengaktifkan maupun menonaktifkan tampilan mobile template blog. dan Mengedit HTML template kita.
  8. Setelan / Setting : Untuk mengatur blog Kita, disini ada beberapa sub menu:
  • Basic : mengatur Judul Blog, Deskripsi, privasi blog, Pengelola Blog , serta pembaca Blog kita.
  • Post dan Comments : mengatur jumlah Post yang akan kita tampilkan di laman utama, mensetting komentar yang masuk. dll
  • Mobile and Email : mengatur email admin dan notifikasi
  • Language and Formating : mengatur bahasa dan juga Format Waktu meliputi tanggal dan jam.
  • Search Preference : mengatur meta tag blog kita, custom page dan redirect serta Indexing dan Crawl blog kita dengan custom robots.
  • Other : tools tambahan untuk export atau import blog kita dan juga mengatur Url Open ID serta Konten dewasa dll.
Nah, kalau kalian ingin menulis postingan pertama, kalian bisa kembali lagi ke dashboar dan pilih Entri Baru/ New Entri. Dan Selamat menulis sesuka hati. Apa yang ingin kalian bagikan kepada khalayak (para pembaca) agar bisa menjadi sesuatu yang informatif atau sekedar menghibur. Sebagai contoh saya post kan Entri yang berjudul "Philosophy of Love" Ehem :)

Jangan lupa, setelah menulis judul postingan dan konten nya, klik publikasikan biar artikel kalian bisa langsung dibaca ketika orang lain sedang mengakses url blog kalian. So, hope you'll enjoy bikin blog barunya ya. Selamat mencoba.. Good luck!

Bagaimana? Mudah bukan membuat website sendiri tanpa harus mengeluarkan ratusan ribu. Hehehe. Untuk memodifikasi templatenya, silakan klik tautan di bawah ini. Semoga bermanfaat :)



Dulu dan Kini yang Telah Berubah


Adakalanya seseorang berhenti sejenak untuk melepas penat yang diembannya. Seperti kisah seorang teman saya yang kini sudah jauh lebih baik. Dari segi fisik, materi maupun akhlaknya jauh lebih baik sedaripada tiga tahun silam. Masa yang sungguh sangat menyeramkan. Dia bilang ingin mati dengan mudahnya. Dia bilang ingin menggadaikan dirinya sebagai pengorbanan. Dia mengutung-ngutuk orang-orang, bahkan sang penciptanya pun ikut dikutuk. Semua kuping yang ikut menyaksikan rasanya ingin menampar mulutnya yang menjijikkan itu. Tapi, itu dulu dan kini ia telah berubah.

Dulu semenjak ia bergaul dengan saya, ia selalu menghabiskan banyak air mata. Katanya saya ini terlalu beruntung. Masih diberi kekuatan untuk terus bertahan. Saya seringkali melantunkan apa yang sudah tercatat di dalam kitab suci. Seketika ia menangis, berdiam diri. Manatapku bisu, tanpa ada kata lain di hatinya kecuali ingin mendapatkan ketenangan yang serupa. Tapi ia tidak tahu bahwa jauh di lubuk hati saya paling dalam, sedang mengucur kesedihan yang tak terkira. Justru masalah yang harus saya selesaikan jauh lebih berat dibanding apa yang ia alami. Tapi saya berusaha tegar. Dan saya bahagia dengan apa yang telah diberikan tuhan.

Cara Mengetahui Blog Kita Responsive Atau Tidak


Hello Good People!
Di era serba digital seperti sekarang ini, banyak orang-orang menyajikan tips atau sekedar sharing berbagai pengalaman secara ikhlas melalui blog atau website pribadi yang dimilikinya. Sehingga banyak pula yang mencari cara agar blog/ website pribadinya bisa enak dinikmati ketika diakses melalui berbagai media elektronik seperti komputer, laptop, tablet, smartphone ataupun hape yang bisa digunakan sebagai media internet.

Lalu bagaimana seseorang bisa dikatakan enjoy untuk menikmati sebuah informasi dari blog atau website yang dibacanya?

Ketika seseorang mulai mencari kata kunci melalui google.com, akan ada banyak pilihan yang mengharuskan ia mengklik salah satu dari situs tersebut. Setelah sukses di klik, maka situs tersebut akan menampilkan seluruh informasi secara lengkap. Dan jika situs tersebut tidak responsive, maka tampilan yang didapat akan berantakan. Kalau ngaksesnya melalui komputer sih tidak masalah, tapi bagaimana nasib orang yang sudah terbiasa mengakses melalui handphone? Secara di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini orang lebih suka menggunakan handphone sebagai media informasi karena praktis dan bisa dibawa kemana-mana, kapan pun dan di mana pun. Kalau informasi yang didapat melalui handphone nya tidak enak untuk dipandang, saya rasa mereka akan closing, lalu cari situs lain yang lebih nyaman untuk dibaca. Atau mereka akan terpaksa melanjutkan membaca tapi tidak akan mengakses untuk kedua kalinya di masa yang lain. Sayang banget kan, buat para blogger yang situsnya masih belum responsive. Pengunjungnya minim.


Pemilihan tema sangatlah mendukung untuk menjadikan sebuah blog itu responsive. Untuk platform blogspot sendiri pun sudah menyediakan berbagai template seperti simple, keren sekali, magazine dan lain sebagainya dengan pengaturan yang sangat luar biasa. Tinggallah si pemilik blog yang dengan cerdas mengoperasikan dan mengatur sebagaimana apiknya agar tampilan blog yang dimilikinya menjadi responsive dan enak untuk dinikmati.

Jika kalian juga pengguna blogspot, kalian bisa mengatur tampilan situs kalian ketika diakses melalui dekstop atau smartphone seperti gambar di atas
Lalu seperti apa sih blog yang responsive itu? Bagaimana cara mengeceknya?

Seperti yang saya jelaskan di atas tadi. Blog yang responsive adalah sebuah blog hasil desainan si pemilik blog dengan mengatur sebagaimana apiknya melalui template yang digunakan, sehingga web (blog/situs) tersebut memberikan pengalaman melihat yang optimal di berbagai perangkat, mulai dari layar desktop sampai telepon seluler. Konsep responsive web design ini sendiri pertama kali dipopulerkan oleh Ethan Marcotte pada 25 Mei 2010 lalu. Wah, sudah lumayan lama juga kan?

Untuk mengecek apakah blog kalian responsive atau tidak, sekarang ini sudah banyak situs yang membantu. Seperti google sendiri telah meluncurkan sebuah situs yang diberi nama Mobile Friendly Test Google di sana kalian bisa ngecek langsung apakah situs kalian sudah didesain secara responsive apa belum. Beginilah hasil tampilan blog saya setelah di cek di situs Mobile Friendly Test Google. Alhamdulillah, hasilnya responsive.
Akan ada tulisan "Awesome! This page is mobile-friendly" jika situs kalian dinyatakan responsive
Selain Mobile Friendly Test Google, ada beberapa situs yang akan membantu kalian dalam mengecek apakah situs kalian sudah responsive atau tidak. Diantaranya ada:
  1. Am I Responsive
  2. Troy
  3. Mobile Test.
Tiga situs itulah yang akan membantu bagaimana tampilan blog kalian selama diakses melalui dekstop maupun smartphone.

Gambar di atas adalah hasil pengecekan melalui Am I Responsive. Ini adalah situs yang paling saya suka, karena di sinilah kita bisa melihat secara keseluruhan bagaimana tampilan blog kita ketika diakses melalui komputer, laptop, tablet maupun smartphone. Keren kan?

Gambar di atas adalah hasil pengecekan melalui Troy. Di sini kalian bisa dengan leluasa mengecek tampilan blog kalian jika diakses melalui berbagai jenis smartphone. Bisa kalian pilih smartphone yang kalian inginkan, ada di sidebar sebelah kanan. 

Gambar yang terakhir adalah hasil pengecekan melalui Mobile Test. Seperti halnya situs lain di atas, di situs ini kalian bisa memilih smartphone mana yang akan menampilkan tampilan blog responsive kalian, kalau tidak responsive pasti hasilnya terlihat berantakan.

Nah, buat kalian yang masih penasaran bagaimana Cara Mengetahui Blog Kita Responsive Atau Tidak, silakan kunjungi situs-situs yang saya jelaskan di atas. Selamat mencoba!

NB: Untuk blog atau situs yang berplatform wordpress mungkin sudah di dukung dari awal, jadi tidak perlu mengotak-atik templatenya agar responsive. Jika kalian memiliki blog berplatform wordpress namun masih penasaran bagaimana tampilan blog kalian ketika diakses melalui smartphone, tidak ada salahnya untuk mencoba melalui situs-situs yang tersedia seperti di atas.

Satu Malam Jadi Santri Legal


Dulu, ketika ditanya, "Mau melanjutkan sekolah di mana?"
Dengan serentak kami menjawab, "Di Pesantren, Pak/Bu!". Tanpa basa-basi kami sudah sok tahu bahwa pesantren adalah rumah selanjutnya yang akan kami singgahi setelah enam tahun menggerogoti ilmu di Madrasah Ibtidaiyah. Padahal faktanya belum pasti. Dulu, kami sering ketakutan. Takut azab ilahi, takut siksa neraka, takut semua hal-hal yang berdampak buruk, hingga terciptalah pemikiran kami bahwa pesantren adalah jalan yang tepat untuk penghidupan yang baik selanjutnya. Bisa diqiyaskan secara ugal-ugalan bahwa menjadi santri seperti halnya manusia tanpa dosa yang memiliki buroq (kendaraan nabi Muhammad selama Isra') untuk melanjutkan kehidupan abadinya di surga Allah setelah mengalami fase kehidupan di dunia fana'.

Yah, seperti itulah kiranya pemikiran kami. Tinggal di pesantren setelah lulus Madrasah Ibtidaiyah adalah dambaan setiap siswa yang pengen masuk surga, katanya. Anggap saja, selama belajar di Taman Kanak-kanak dan Madrasah Ibtidayah, kami hanyalah sebatas manusia yang hidup di alam dunia yang isinya penuh perjuangan (baru lahir, belajar ngaji, belajar agama yang cuma seuprit, belajar ini, belajar itu), jadi butuh kendaraan buroq untuk mencapai surga dengan cepat.

Tibalah saatnya saya mengikuti tes ujian masuk Madrasah lanjutan milik salah satu pesantren tersohor di desa seberang. Sebut saja Pondok Pesantren Qomaruddin. Salah satu pesantren yang terkenal salaf juga modern. Semasa itu, pengasuhnya masih Romo Kiyai Ahmad Muhammad al-Hanmad, putera ketiga dari KH. Moh. Sholeh Tsalis (pemangku pondok pesantren Qomaruddin sebelumnya yang memodernisasi sistem pendidikan dengan menawarkan sispen klasikal atau formal). Saya memilih Madrasah Tsanawiyah, karena selain menjadi sekolah menengah unggulan, ibu saya sangat menginginkan agar anak perempuan satu-satunya bisa studi lanjut ke Madrasah (sebelumnya juga dari Madrasah). Alasannya, biar bisa belajar agama secara mendalam. Secara, ibu dan ayah saya adalah orang yang fanatik banget soal keyakinan dan keimanan.

Dag dig dug, seminggu lamanya saya menunggu pengumuman kelolosan seleksi. Alhamdulillah, membuahkan hasil yang menggembirakan. Ibu semakin giat mencari rejeki halal. Saya pun begitu, sebagai siswi madrasah yang takut akan azab ilahi, saya selalu berharap bisa terus belajar di Madrasah agar puting beliung kehidupan buruk tidak akan terjadi. Masih teringat ketika guru madrasah saya bilang, "Adakalanya orang yang nanti hidup abadinya bahagia (di akhirat), bisa dilihat dari hiruk pikuk kehidupannya selama di dunia. Kalau dia hidup dengan kedamaian dan kebahagiaan, insyaallah di akhirat pun semacam itu." Saya sedikit tidak percaya, tapi bisa saja hal itu terjadi. Mungkin saja karena Allah selalu menyayanginya sampai ke akhirat nanti. Seperti halnya orang tua menyayangi anak-anaknya.

Kehidupan selanjutnya dimulai. Saya harus berperang demi pendidikan yang layak. Sekolah saya sudah cukup modern dan tidak terlalu salafi. Saya yakin pendidikan saya di lingkup pesantren akan balance (agama dan pengetahuan umumnya), juga menjadikan diri saya semakin tidak terkutuk seperti api neraka. Setelah beberapa minggu masuk sekolah, timbul pertanyaan dari salah satu teman, "Cory, kamu nggak jadi masuk pesantren?" Baru teringat, saya pernah berkeinginan untuk masuk pesantren tapi terlupakan. Saya terdiam. Selama ini saya asyik menikmati perjalanan angkutan umum dari satu desa ke desa seberang. Ibu pun sedang semangatnya mencari rejeki untuk anak sulung sekaligus bontotnya ini.

Satu semester terlupakan sampai ramadhan menjemput

Keinginan untuk tinggal di pesantren kandas. Ibu seringkali memendam rindu. Ia terlalu sibuk di pasar dan waktu yang diberikan cuma bisa siang sampai shubuh kembali. Terkadang saya pun memendam rasa iba, ingin rasanya membantu ibu berjualan, tapi apa daya saya harus sekolah. Gimana saya bisa tinggal di pesantren, ibu saja sendirian hanya bertemankan nenek yang acuh. Batin saya teriris, sementara saya juga ingin mendapatkan buroq seperti teman-teman saya yang jauh tinggal di pesantren luar daerah. Ku lupakan pertanyaan teman satu kelas saya, toh sama saja di Madrasah Tsanawiyah saya juga mendapat ilmu agama yang lumayan. Jadi kesempatan saya buat jadi hamba yang baik dan mendapatkan buroq masih ada.

Tak terasa, ramadhan tiba-tiba menjemput. Kami selalu riang mengingat kegiatan di sekolah semasa Madrasah Ibtidaiyah. Pesantren Kilat namanya. Kami diberi jadwal mengkaji ilmu agama dengan syarat menginap selama dua minggu di sekolah. Tapi sewaktu berbuka, kami selalu dikunjungi orang tua kami dengan berbagai buah tangan yang tersebut rantang lengkap dengan kurma, kolak, jajanan, nasi, lauk, dan sayurnya. Duh, sungguh nikmat sangat luar biasa. Berawal dari situ pula kami selalu berkeinginan untuk tinggal di pesantren. Alasannya satu, "Biar tahu bagaimana rasa dan nikmatnya merindu!"

Siang itu ibu tiba-tiba absen dari jualan. Alasanya ramadhan kurang satu hari lagi. Jadi ingin bermanja-manjaan dengan saya keluar desa. Akhirnya kami pergi ke Ramayana, anggap saja Mall di tengah-tengah pedesaan. Entah kenapa ibu membeli banyak barang terutama barang kebutuhan saya. Bukan curiga, tapi aneh. Saya hanya manut, toh yang bayarin juga ibu. Saya pikir buat keperluan ramadhan, tapi ngapain jauh-jauh amat? Beli di pasar kan juga bisa. Yasudah, yang penting saya dibelikan cokelat. Selalu begitu!

Sesampai di rumah ibu mengatakan bahwa saya harus tinggal di pesantren, biar selama bulan ramadhan saya bisa melakukan ibadah lebih. Kalau di pesantren semua kegiatan ada yang memandu. Ada juga kegiatan yang berbeda dari kegiatan selama ramadhan di rumah. Nderes kitab kuning, misalnya. Jadi jangan disia-siakan kesempatan ini. Biar dapat buroq, katanya sembari bercerita meyakinkan bahwa saya pasti jadi hamba kesayangan Allah.

Saya menyetujui keputusan ibu. Saya mengangguk. Siang sebelum ramadhan esok hari, tiba-tiba ada mobil sedan warna hitam yang saya kenal. Tenyata benar. Itu mobil milik ayah temanku, Hurriah. Rumahnya ada di dusun sebelah, ternyata sudah kongkalikong sama ibu. Kami diberangkatkan bareng ke pesantren, yang jauhnya cuma naik angkutan umum sekali selama dua puluh menit karena tidak pernah macet. Desa sebelah yang hanya dibatasi oleh aliran Bengawan Solo dengan panjang jembatan satu kilometer. Kali ini tidak akan ada yang muncul tiba-tiba saat berbuka, ini bukan pesantren kilat. Tapi pesantren beneran. Legal oleh pemerintah. Saya dan Hurriah masih riang gembira, karena ini memang keinginan kami sejak dulu, dan sempat terlupakan setelah lolos seleksi kemarin.

Setengah jam sampai di lokasi. Kami masuk asrama pesantren putri. Semua administrasi sudah dilengkapi. Kami mendapat seperangkat buku (termasuk buku nderes/ kitab kuning), formulir pencetakan id card juga seragam pesantren. Duh, nikmatnya benar-benar terasa. Jadi gini ya rasanya jadi santri, baru masuk saja suasananya sudah berubah. Adem ayem di hati. Air mata ibu seolah mengalir deras. Tapi tak setetes pun keluar dari lubangnya. Saya jadi terharu, bisakah ibu hidup tanpa saya selama ramadhan? Kalau nanti betah bisa diteruskan sampai kelas tiga, katanya. Nanti ibu akan sering kesini, sanak famili juga banyak yang bermukim di sini, lanjutnya. Saya mengangguk.

Kamar Sayyidah Siti Khadijah

Setelah orang tua kami resmi melepas dan pulang ke kampung halaman, kami diantar mencari salah satu dari puluhan barisan ruang kamar bertuliskan serba Arab bercampur Inggris. Welcome to Sayyidah Fatimah's Room. Ahlan wa Sahlan (bil 'arabi) dst., dst.,. Begitulah contohnya. Kami ternganga, masih tidak percaya bahwa kami sudah legal menjadi santri. Sudah masuk dan mendapat atribut pesantren bagi kami dan santri seluruhnya adalah legal. Kami senyum-senyum sendiri, sepertinya kami akan betah sampai kelas tiga.

Ada sekitar delapan belas orang penghuni dalam satu kamar. Lemarinya raksasa, ruangannya lumayan luas. Cukuplah buat tidur berdempetan. Saya membawa boneka dari rumah, juga kasur lipat. Kata ibu biar tidak terlalu rindu dengan rumah, makanya diikutsertakan saya nyantri. Kami bersalaman saling menyebut nama. Semua ramah dan asyik. Kami jadi semakin betah. Diantaranya sudah ada yang SMA, kami jadi penasaran kisah apa yang akan diberikan untuk anak Madrasah Tsanawiyah seperti kami berdua. Dan tahukah, nama kamar kami adalah "Sayyidah Siti Khadijah" diambil dari nama zaujah Rasulullah SAW.

Malam pertama sekaligus terakhir

Malam tiba kami bercengkerama. Mempersiapkan sholat tarawih pertama, saya sangat bahagia layaknya sedang di surga. Beginikah rasanya jadi bidadari? Sungguh menyenangkan, hati semakin berbunga-bunga dengan konsep pemikiran semasa Madrasah Ibtidaiyah. Jadi muslimah yang dijanjikan surga. Menjadi santri ternyata lebih-lebih dari apa yang diperkirakan. Seru, punya teman lebih banyak, beragam suku, beragam daerah, beragam bahasa, beragam pengetahuan. Semua berbaur menjadi satu dengan tujuan yang sama. Menkaji pengetahuan agama Islam lebih dalam sekaligus mendapat kesempatan memiliki buroq kelak di hari hisab menuju akhirat.

Sholat tarawih telah lewat, saya dan Hurriah mulai memejamkan mata. Karena ini adalah malam pertama kami, ingin rasanya menikmati tidur bersama belasan santriwati dengan damai. Baru setengah jam menghirup tidur, terdengar suara tangisan yang menyesakkan. Saya terbangun, melihat kanan kiri hampa. Semua terlelap pada kasur lantainya masing-masing. Baru tersadar, Hurriyah tidak ada di samping saya. Dimana? Ternyata di kamar mandi dengan muka sembab menakutkan. Ia ingin pulang, katanya. Hatinya terasa dibolak-balik sejak tidur tadi. Serasa ada yang menghantui. Suara-suara aneh mulai ricuh di telinganya. Ia tidak betah. "Pondok ini ada hantunya!" ungkapnya. Saya jadi ikutan merinding. "Jangan ngomong gitu ah, kamu salah denger kali." Dia semakin berontak, seolah saya menuduhnya berbohong. Jadi serba salah.

Kabur dari pesantren tetap dinyatakan Santri

Maklum saja, dia memang anak orang kaya. Sudah terbiasa hidup bersama dengan adik dan kedua orang tuanya. Yasudah, saya mengalah. Saya cuma bisa mengangguk. "Pokoknya besok aku mau pulang!" sambil terisak-isak dia berteriak. Anehnya tak satu pun penghuni kamar kami terbangun. Entah memang sudah sangat terlelap ataukah memang ada hal lain. Saya ajak dia masuk kedalam kamar. Hurriah akhirnya manut. Setelah lelah menangis dia terlelap duluan. Entah kenapa jadi saya yang gundah, serasa ada yang berdiri di pojok kamar, serasa ada yang berlalu lalang di luar kamar. Saya jadi merinding. Untuk mencegah ketakutan, akhirnya saya memejamkan mata. Biar lupa apa yang barusan terjadi.

Malah saya yang tidak bisa tidur. Ingin rasanya pulang. Teringat ibu yang sedang di rumah, berjualan, siapa yang bantu-bantu? Biasanya saya stay disampingnya selama ramadhan. Sudah terbiasa, saat ramadhan kami selalu bercengkerama bersama. Nenek meninggalkan sikap acuhnya dan kami mulai berbaur dengan rasa kebersamaan. Saya jadi rindu, air mata mulai mengalir sampai ke pilingan. Terbayang air yang tersimpan di wajah ibu siang tadi. Ingin sekali memeluk punggungnya erat-erat. Sambil merem saya menangis. Ingin saya mengucap, "Tak kan pernah ku tinggalkan engkau, wahai ibu! Meski dekat sekalipun."

Hati sudah sedikit tenang, saya terlelap. Saya tinggalkan semua lamunan. Saya tak ingin bermimpi apapun. Sampai shubuh tiba, saya terbangun. Sahur dan sholat berjama'ah. Setelah nderes kitab kuning, saya dan Hurriah diam-diam menyelinap ke pintu samping pesantren lalu pulang ke rumah naik angkutan umum seperti biasanya.

Setelah sampai rumah, ibu tak nampak. Saya pergi ke pasar ternyata tokonya tutup. Saya tanya ke beberapa temannya, ternyata ia pergi ke pesantren. Baru sehari ternyata ibu sudah merindu, hati saya semakin teriris. Begitu kehilangannya ibu selama saya berpergian. Akankah saya tega melihat ibu sebatang kara? Sejak itu, saya tak pernah meninggalkan ibu dalam waktu yang relatif lama. Karena sayalah satu-satunya orang yang bisa membuatnya tetap semangat dan tersenyum.
 
Meski cuma semalam, saya masih bisa disebut santri toh? Kan nama saya sudah terdaftar di buku santriwati pondok pesantren Qomaruddin sejak pendaftaran siang itu. Yah, semoga saja begitu dan berkah ilmunya. Hehe.

Begitulah kisah dan kenangan saya selama "Satu Malam Jadi Santri Legal."
Bagaimana kisah nyantri kalian?

Ella Sukses Menjalankan Bisnis Clothing

Ella Lal Fakhiroh, Alumnus Pendidikan Tehnik Informatika Universitas Negeri Malang
Satu dari sahabat saya yang ada di Indonesia, panggil saja Ella. Gadis kelahiran 17 Desember 1989 ini sukses menjalankan bisnis clothing sejak tiga tahun silam. Berawal dari kegigihannya sejak masih di bangku kuliah dalam menjalankan usaha seperti berjualan produk Oriflame yang bisa dibilang lancar jaya, ia semakin yakin bahwa dirinya mampu mendirikan usaha sendiri (mandiri). Dan selama tiga tahun ini ia berhasil meyakinkan kedua orang tuanya bahwa lulusan Sarjana Informatika bukan hanya bergelut di bidang tehnik mengoperasikan aplikasi komputer saja.

Sejak kecil, Ella dibesarkan oleh keluarga yang bisa dibilang cukup mampu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ayahnya seorang guru terpercaya di salah satu SMA kota Malang, sedang ibunya adalah pebisnis rumahan. Sekilas dilihat, ia tergolong anak orang kaya yang manja dengan penampilan sedikit tomboy. Tapi sebenarnya ia adalah gadis yang bertolak belakang dari apa yang dilihat sekilas. Ia memiliki prinsip bahwa ia harus mandiri, ia tidak mau terus-terusan membebani kedua orang tuanya lagi. Karena ia juga tahu, sebagai anak sulung ia juga harus bisa membantu meringankan beban orang tua dan membahagiakan adik-adiknya yang masih sekolah. Dan akhirnya keinginan itu benar-benar terealisasi ketika ia mulai menjalankan bisnis awal sebagai member Oriflame. Saya yang waktu itu masih awam dalam dunia bisnis, bisanya cuma menemaninya mengantar barang pesanan ke rumah customer. Itu kenangan awal tahun 2012, saat ia masih menjalani observasi untuk hasil ujian akhir kuliahnya, skripsi.

Ella termasuk pelajar yang cerdas. Sejak kecil ia selalu menjadi objek sanjungan bahwa dirinya adalah gadis yang pintar. Dalam hal akademisi, ia sangat juara. Kasak-kusuk sering saya dapat bahkan dulu sempat saya jadikan inspirasi di bidang akademisi karena ia sering menjuarai lomba tingkat kabupaten. Bahkan sampai kuliah pun ia masih unggul dibidang akademisi. Siapa sangka ia akan menjadi usahawan muda seperti sekarang ini.

Foto kami berdua: Saya dan Ella
Di tahun 2012 itulah ia mulai berjualan selain Oriflame, mulai dari powerbank, sepatu, tas, kosmetik, aksesoris cewek dan lain sebagainya. Ia belum fokus dalam penjualan satu jenis produk. Ia hanya memulai penjualan dengan sistem dropship atau hanya memanfaatkan gambar dari supplier, lalu cari orang yang mau order (pembeli) melalui jalan pemasaran di sosial media seperti facebook dan instagram. Sistem dropship adalah pembayaran oleh customer di awal akad, lalu dijanjikan barang langsung kirim ke alamat customer. Dari sini ia terus membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia kedepannya pasti mampu menjalankan bisnis usaha meski saat itu masih menuai perdebatan pendapat dengan kedua orang tuanya.

Sekitar awal tahun 2014, Ella mulai menjalankan usaha yang bisa dibilang sudah fokus menjual satu jenis produk, yaitu pakaian fashion laki-laki dan diberi nama Ar_El Shop. "Dengan modal lima ratus ribu, itu juga hasil penyisihan gaji saya yang pas-pasan selama saya kerja di kantor Pemerintahan Kabupaten Malang, alhamdulillah bisa dimanfaatkan untuk membeli stok barang ready di rumah. Untuk awal, saya hanya mampu membeli stok kaos khusus untuk fashion laki-laki dan alhamdulillah sejak itu juga saya sudah tidak pernah minta uang sama orang tua lagi." ungkapnya.

Beberapa bulan kemudian ia tersadar bahwa usaha yang dijalaninya mengalami kendala. Selain gaji yang pas-pasan, ia merasa bahwa waktu yang digunakan selama ini lebih banyak dihabiskan untuk kerja di instansi pemerintahan. "Ya dijalani aja, namanya juga usaha pasti ada pahit manisnya. Sebenarnya saya juga nggak bisa setiap waktu stay on di depan sosmed jualan saya, karena saya saja masuk kerjanya jam tujuh pagi dan pulangnya masih jam 7 malam. Paling nyempatin waktu buat balas chat orderan, dan janjian sama customer untuk liat barangnya yang ready stock di rumah sekitar jam 8 atau jam 9an. Yah, saat saya sudah di rumah dan sudah lumayan santai aja." jawabnya ketika ditanya apakah bisa melayani konsumen sewaktu ia bekerja. "Saya juga belum yakin buat bayar orang, gaji saja separuh buat modal separuh lagi buat biaya hidup, lagian stok barang juga gak begitu banyak, jadi sementara ya saya utamakan bekerja dulu biar nanti bisa bayar orang buat bantu ngejalanin usaha." lanjutnya.

Setelah satu tahun kerja di instansi dan sudah mulai cukup berani untuk terjun di usaha online shop ini, ia memutuskan untuk resign sebagai pegawai kantor. "Saya mulai berani memutuskan berhenti kerja karena saya terinspirasi dari buku-buku yang saya baca termasuk karya Ippho, disana dijelaskan bahwa jadi pegawai memang nyaman, tapi jadi pedagang atau pengusaha adalah kita berani bertindak 24 jam tiap detik tiap waktu tiada kepastian. Itulah sebuah kalimat yang membuat saya bangkit. Ya, meski orang tua masih tetap menolak impian saya dan terus berharap bahwa saya harus jadi pegawai." Setelah resign di pertengahan tahun 2015, ia mulai merenovasi rumah depan untuk dijadikan toko kecil skala rumahan hasil penyisihan gaji yang diperolehnya selama ini. Dan September tahun lalu, toko kecil itu resmi dijadikan tempat ready stock khusus dengan tujuan memberikan kepercayaan kepada konsumen bahwa online shop yang dijalankannya bukan hanya olshop abal-abal atau palsu. "Alhamdulillah, yang awalnya cuma memasarkan barang sekarang bisa buka toko baju, meski cuma menyediakan fashion khusus cowok aja." tungkasnya sembari melempar senyum lalu menyeruput segelas susu dingin yang ada di sampingnya.

Perjalanan yang sangat mengejutkan. Penuh perjuangan dan juga penuh pengorbanan. Impiannya untuk bisa mengajak para generasi muda agar mau berwirausaha dan tidak hanya nyaman kerja kantoran masih terus berjalan. Bisa dibilang perjalanan ini sudah mencapai tujuh puluh persen menuju kesuksesan. "Alhamdulillah juga, Arel Shop sekarang memiliki dua orang karyawan yang masuk shift pagi dan sore. Kerjaan mereka ya merespon customer yang order via bbm dan yang respon postingan di salah satu sosial media jualan seperti facebook. Untuk instagram dan whatsapp, saya sendiri yang handle. Ya, sampai sekarang alhamdulillah banget sih bisa jadi jalan rejeki buat diri sendiri dan dua teman sekaligus karyawan saya itu. Intinya, ini menjadi ajang pembuktian terhadap diri sendiri bahwa saya harus konsisten terhadap pilihan yang saya ambil, dan saya harus memperjuangkan impian itu. Meski nggak mudah, meski orang tua menolak tapi saya bisa membuktikan bahwa usaha yang saya jalankan terus berkembang. Kalau nggak berkembang, mana mungkin saya bisa bayar karyawan."

Kalimat terakhir yang tiba-tiba membuat saya gemetaran, keluarga sekaligus sahabat yang saya temukan di tahun 2012 lalu. Yang dulu belum kenal banget dan hanya mendengar kasak-kusuk gosip keluarga bahwa ia menjadi gadis berprestasi di bidang akademisi, kini sudah hampir meraih kesuksesan di bidang bisnis. Beberapa kalimat yang terus terngiang di kepala, "Sebagai manusia kita harus bisa meminimalisir resiko atau kerugian, kita harus  berani bermimpi lebih agar kita bisa berbagi lebih banyak. Apapun bisa terjadi dengan usaha. Tugas kita bukan untuk berhasil, tapi untuk mencoba. Semaksimal mungkin berusaha lalu serahkan hasilnya sama Allah, sang maha penentu atas segala usaha makhluknya. Insyaallah ada jalan dan terus mendapatkan yang terbaik." Sejak saat itu, saya selalu menjadikannya kiblat dalam hal semangat berusaha. Apapun yang saya lakukan beberapa tahun terakhir ini benar-benar penuh perjuangan. Dan semoga membuahkan hasil sepertinya. Amin.

Ungkapan terakhir saya, "Good luck, my best sister! Teruskan perjuanganmu dan saya pasti akan lanjutkan perjuanganku. Man Jadda Wa Jada!" See you at the top! Lalu kita berbagi cerita bahagia saat bertemu kembali nanti.

Tentang Rasa



Tentang Rasa… 

Menyelimuti jiwa hingga tak sadarkan diri..
Tak tahukah bila semua hal tidak akan pernah terjadi
Tanpa ada partikel-partikel rasa yang menyatu
Yang membentuk sebuah kenyamanan
Yang melahirkan sebuah kerinduan
Yang menyebabkan segala alam terhipnotis
Tiada kasih bila kau tak pernah menggauli hati
Tiada sayang bila kau menghilang


Tentang Cinta… 

Mengandung proton dan neutron rasa yang begitu indah
Menghapus semua electron yang meretakkan jiwa
Menetralisir segala partikel negative pada rasa sakit
Hingga jasad tak sanggup lagi menolak
Kesembuhan jiwa sungguh memang karena cinta