Navigation Menu

Showing posts with label Puisi. Show all posts

Rindu Ibu


 Wahai bulan yang mentereng dilangit sana
Tidakkah kau tahu,
Bahwa rinduku sudah tidak sanggup lagi berdamai dengan keinginan
Keinginan untuk tetap tinggal, berjalan di tepi harapan terbesarku

Aku, yang ingin menjadi diriku
Diri yang tak berkhianat atas kecintaan
Bahwa aku masih menjadi bagian dari seorang perempuan
Sosok perempuan yang sedang tunduk kepada tuhan nan jauh di seberang sana

Aku ingin kau tahu bulan
Meski aku gila pendidikan sampai terjun ke alam harapan
Aku sedang berlumuran rindu dari sosok perempuan
Aku benci pengharapan,
Karena aku tahu, bahwa harapan juga tak perlu diharap berlebihan
Agar aku tak pernah kecewa atas semua harapan itu

Kalau sudah kecewa,
Aku tak kan pernah terus berjalan
Dan itulah keegoisanku

Aku memang egois!
Egois akan keputusan
Tapi di balik keegoisanku,
Aku menyimpan beribu-ribu alasan untuk membahagiakan
Dialah yang ku cinta dan ku sayang

Kerinduan anak rantau untuk yang di sana
Wahai ibuku...

Tentang Rasa



Tentang Rasa… 

Menyelimuti jiwa hingga tak sadarkan diri..
Tak tahukah bila semua hal tidak akan pernah terjadi
Tanpa ada partikel-partikel rasa yang menyatu
Yang membentuk sebuah kenyamanan
Yang melahirkan sebuah kerinduan
Yang menyebabkan segala alam terhipnotis
Tiada kasih bila kau tak pernah menggauli hati
Tiada sayang bila kau menghilang


Tentang Cinta… 

Mengandung proton dan neutron rasa yang begitu indah
Menghapus semua electron yang meretakkan jiwa
Menetralisir segala partikel negative pada rasa sakit
Hingga jasad tak sanggup lagi menolak
Kesembuhan jiwa sungguh memang karena cinta