Showing posts with label Laptop. Show all posts

Siap Menjadi Seorang Desainer Grafis Profesional Bersama ASUS Vivobook Ultra A412DA


Bukan, ini bukan tentang mereka seperti Ivan Gunawan si perancang busana atau Anda Arrusa si penata jambul khatulistiwa. Tapi ini tentang diriku, yang berharap bisa mengukir sejarah seperti Danton Sihombing, Kathrin Honesta, Naela Ali atau graphic designer yang mendunia lainnya. Kalau mau flashback sedikit, sebenarnya diriku memang suka menggambar sejak kecil. Suka bikin sesuatu yang kadang bikin teman-temanku jadi kaget dan berkata, kok bisa sih kamu bikin begituan, kreatif banget. Tapi sayangnya, aku dan ibuku tak pernah menghargai bakat itu. Hingga pada akhirnya tangan ini bersumpah sendiri tak akan menghianati bakat terbaiknya. Dia muntab, lalu berjalan dengan percaya diri mengukir beberapa karya yang kemudian pernah ku jadikan buku harian dan pernah ku ikutkan lomba komik ber-dialog bahasa arab. Alhamdulillah, juara kedua.

Mari kita kembali ke masa kini. Setelah ku pikirkan beberapa kali bagaimana baiknya sembari menulis perjalananku di blog lifeascory.com, aku ingin menghargai bakat itu. Aku yakin Tuhan tidak pernah setuju kalau aku bunuh keistimewaan yang tidak semua orang diberikan secara percuma. Aku ingin diriku lebih mengeksplorasi, belajar setinggi-tingginya, mencapai titik kepuasan seperti mereka para pendahulu yang sudah melambungkan namanya di seluruh dunia. Ya, aku ingin menjadi kebanggaan siapa saja yang pernah berpapasan dengan namaku maupun melihat langsung diriku. Untuk Allah dan ibuku terutama, juga untuk teman-teman semua. Be a professional graphic designer yang mendunia juga, InshaAllah. Biar mereka semua bangga, seakan memiliki diriku di mana saja. Barakaallahu lana pada akhirnya, Aamiin.


Sekian lama, bertahun-tahun harus ku jalani secara otodidak menjadi seorang desainer grafis. Dimulai dari coret-coret di buku harian, main photoshop waktu jadi anak warnet, nyoba illustrator selagi pinjam laptop milik teman, sampai akhirnya bisa belajar rutin edit foto dan video di laptop milik sendiri, rasanya diriku telah bermetamorfosis sebegini jauhnya. Aku yang dulu sering dibilang bego, nggak bisa apa-apa selain meneteskan air mata tanpa kata-kata, kini alhamdulillah sudah ada yang mengapresiasi. Memberikan tepuk tangan, ucapan bravo, acungan jempol, bahkan job desain part time misalnya. Mungkin inilah saatnya aku mengapresiasi diriku sendiri.

Problematika Seorang Desainer Grafis

Aku yakin, pekerjaan di bidang apapun, setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan dalam bekerja, tak terkecuali sebagai seorang desainer grafis. Mendatangkan ide saja kadang harus melakukan sesuatu yang berbeda, apalagi buat yang masih pemula sepertiku. Rasa-rasanya, ide adalah satu hal yang patut dipertahankan kemunculannya. Ikat kuat-kuat supaya tidak lepas. Jangan lengah, jangan moody, kerjakan terus sampai mata kurus. Tak peduli sesulit apapun itu, kalau diusahakan secara matang-matang, mungkin hasilnya bisa dipertimbangkan, akan menjadi layak jika terlihat memuaskan. Begitulah seharusnya ritme mencapai harapan besar. Ya, mari kita lihat dulu apa problematika yang sedang ku hadapi saat ini.


Rupanya kendaraan yang sudah menemaniku selama lima tahun terakhir ini sedang mengalami penuaan dini. Bahkan lebih parah, karena dia mulai marah-marah akibat tulang rusuknya ada yang patah. Suka restart dan update system sendiri. Mulai ngambek, lemot dan suka keluar aplikasi tanpa permisi. Sebagian anggota tubuhnya juga sudah ada yang cacat seperti fitur card reader, sound dan bluetoothnya sudah tidak berfungsi, sampai akhirnya aku usahakan agar dia bisa mengistirahatkan diri, tapi entah kenapa kemarin Tuhan masih belum mengizinkan. Sudah cukup lama ia gonta-ganti charger. Baterai pun sekarang sudah bocor, alhasil kalau mau pakai harus dicharge terus menerus. Tak peduli kipas angin dalam dirinya masih berfungsi atau tidak. Ku biarkan dia nyala selama hampir 24 jam setiap hari. Rasanya aku terlalu kejam menjadi seorang tuan puteri. Andaikan aku ada rejeki buat menggantikan seluruh tanggung jawabmu sebagai kendaraan sayang, mungkin dirimu sudah beristirahat mulai sekarang. Doakan dengan sungguh-sungguh ya, semoga kali ini Tuhan tak sampai hati.

Dengan RAM 2 GB dan prosesor AMD E1 besutan ASUS X452EA tahun 2014 silam, masih bersyukur ku bisa membuka aplikasi Photoshop Portable dalam kondisi Microsoft Word dan UC Browser terbuka bersamaan di tahun 2019 sekarang ini. File beberapa tahun lamanya masih tersimpan rapi. Dengan size yang berbeda-beda, agak-agaknya itulah yang membuatnya merasa berat. Sedih juga, karena harapanku bisa belajar Illustrator, Indesign, Premiere, juga After Effect telah kandas di tengah jalan. Ia sudah tak sanggup lagi membuka semua itu (meski tidak dibuka secara bersamaan) kecuali Photoshop Portable, Microsoft Word & Powerpoint 2008, UC browser, Notepad++ dan aplikasi-aplikasi ringan lainnya. Berat juga ketika harus dibawa kemana-mana dengan kondisiku yang super sibuk seperti sekarang. Mohon ma'af, bukan maksudku menyia-nyiakanmu. Kamu pasti paham maksudku, sayang. Sekali lagi, ma'af.


Akankah bakat ini sebentar lagi akan ku kubur dalam-dalam? Jangan! Mari kita cari saja solusinya. Menggantikan tanggung jawab ASUS X452EA sebagai kendaraanku menjadi seorang desainer grafis bukan maksud mengganti keseluruhan kasih sayangku terhadapnya. Tanpa dia, mungkin aku akan jadi anak warnet sampai sekarang. Tanpa dia, mungkin aku tidak seberani sekarang. Dan tanpa dia, mungkin aku tidak sebahagia dan sekreatif sekarang. Jadi jangan salah paham, karena sampai kapan pun, namanya akan tetap menjadi bagian dari proses bagaimana keberhasilanku nantinya. Aku sayang, selalu sayang, dan tidak ingin membuatnya lebih menderita. Aku hanya butuh pengganti dengan spesifikasi dan performa yang bisa membuatku dan dirinya akan terus terkenang namanya. Biarkan dia istirahat sebentar, karena sebagai seorang Desainer Grafis yang memiliki harapan besar, aku juga harus bertindak profesional.

Butuh laptop yang bagaimana?

Berdasarkan kebutuhan yang sedang aku sesuaikan dengan kesibukan profesi ku sekarang, mungkin ada beberapa spesifikasi yang harus dipenuhi. Seperti RAM dan ROM yang besar, Baterai yang tahan lama, fitur keamanan yang menjanjikan, sistem operasi yang original, juga prosesor yang menjamin kemudahan setiap program atau fitur yang akan dijalankan. That's all. Satu lagi sih, kalau bisa dia ringkas dan ringan saat dibutuhkan dan dibawa kemana-mana. Pastinya, kalau lagi kejar-kejaran sama deadline seperti nulis postingan ini atau butuh cepat membalas revisi. Ya, harus standby kapan saja dan dimana saja kan. Sudah ada jawaban yang sesuai? Tentu ada. Salah satu generasi terbaru The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook. ASUS Vivobook Ultra A412DA yang super mempesona. Mungkin ini bisa jadi solusi bagi siapa saja yang membutuhkan dan ingin memilikinya.

Keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA 

Seperti yang kita ketahui, eh mungkin di antara kalian ada yang belum tahu kali ya. Mari sedikit mengenang sejarah singkat profil perusahaan yang mulai go public pada tahun 2005 ini. Sebagai perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis hardware komputer, ASUS telah menelurkan berbagai macam produk yang saat ini saja terdapat lebih dari 420 juta motherboard yang tercipta di seluruh belahan dunia. Belum lagi jika menghitung jenis-jenis produk lainnya. Secara keseluruhan, ASUS membuat motherboard, graphics card, notebook, netbook, produk networking sever dan workstation, monitor, produk multimedia, optical storage, peripheral,dan aksesoris komputer. Oh wow, inovasi yang diberikan kepada para pelanggan setia juga masyarakat awam rasanya tumbuh dan berkembang secara pesat dan ini keren banget. Tak heran, semakin kesini ASUS selalu menjadi unggulan dalam menelurkan produk-produk terbaru di kelasnya. Seperti produk Vivobook Ultra A412DA ini. (Bangga sekali rasanya, sebagai pelanggan setia pegasus yang mendengar hal ini)

Kalau kalian sudah pernah baca postinganku tentang Si Anet, pasti kalian juga tidak akan kaget ketika ada laptop dengan performa sekebon dan membuat mata berbinar-binar dibandrol dengan harga yang mungkin tidak sesuai dengan budget yang kita miliki. Tapi jangan kecewa, ASUS selalu memberi pilihan yang terbaik buat para pecintanya. Nah, biar bisa mendapatkan performa sekebon yang nggak bikin kantong jebol sesuai budget dan kebutuhan kita sebagai creator pemula, maka ASUS Vivobook Ultra A412DA saya rasa bisa jadi pilihan yang tepat sebagai pengganti Zenbook. Selain memiliki RAM 4GB DDR plus Storage 1TB HDD, laptop ini memiliki beberapa keunggulan fitur baru yang bakal membuat kita seketika berjingkrak-jingkrak ria, pastinya siapa saja yang memiliki tidak akan pernah kecewa. Mari kita kupas bersama, apa saja keunggulan yang dimiliki ASUS Vivobook Ultra A412DA itu?

NanoEdge Display

Keunggulan yang pertama, ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki fitur mutakhir paling modern yang disebut NanoEdge Display, yang merupakan sebuah teknologi eksklusif yang membuat bezel pada layar VivoBook Ultra A412DA tampil dengan ukuran hanya 5,7mm alias super slim langsing banget. Nah, berkat bezel yang tipis inilah, dimensi bodi ultrabook ini secara keseluruhan dapat diperkecil dan dengan bangga menghadirkan screen-to-body ratio hingga 87 persen. Haduduh, siapa sih yang masih merasa bingung-bingung harus pilih yang mana. Jelas yang ini dong ya. 

Nah, ini dia salah satu alasan kenapa produk VivoBook Ultra A412DA ini menyandang gelar sebagai “The World’s smallest 14” colorful ultrabook” atau ultrabook dengan layar 14 inci paling berwarna dan paling kecil di dunia. Gelar tersebut mampu diraih berkat dimensi bodi yang diusungnya yaitu dengan panjang 32cm dan lebar 21cm, sehingga sekilas terlihat seperti ultrabook yang mengusung layar 13 inci. Cantik banget kalau dipandang-pandang ya.

ErgoLift Design

Keunggulan yang kedua, ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki fitur premium ErgoLift Design, yaitu mekanisme khusus yang membuat bagian bodi utama VivoBook Ultra A412DA terangkat dan membentuk sudut dua derajat. Berkat ErgoLift Design inilah posisi keyboard pada saat digunakan menjadi lebih ergonomis dan nyaman digunakan. 

ErgoLift Design juga membuat sistem pendingin di VivoBook Ultra A412DA dapat bekerja lebih optimal (penting banget ya, biar tahan lama dipakai berselancar). Nah, saat ultrabook ini digunakan, bodinya akan sedikit terangkat sehingga membentuk rongga yang dapat memperlancar sirkulasi udara pada sistem pendinginan. Kayak ada kaki kecilnya yang menonjol gitu. Hemm, asli seratus peratus deh kalau laptop ini bakal membantu mewujudkan harapanku untuk menjadi Desainer Grafis profesional.

Pre-Install Windows 10 Original, Sensor Fingerprint, dan Windows Hello 

Ini nih, satu hal yang perlu diperhatikan banget, ketika kita sudah memiliki laptop. Memiliki fitur keamanan yang ketat di dalam laptop kita. Beberapa di antara kalian pasti pernah dong ya mengalami kejadian pencurian data atau penggantian identitas seperti password direset dan lain sebagainya. Ini yang kadang bikin sebel. Kadang kalau laptop suka dipinjem sama teman yang nggak tau diri suka banget seenaknya main ganti-ganti password segala. Padahal izin ke pemiliknya aja enggak.

Bersyukur banget sih, kalau aku bisa memiliki ASUS Vivobook Ultra A412DA ini. Keunggulan ketiga yang bisa dinikmati adalah fitur keamanan terbaru yakni menggunakan sensor fingerprint dan Windows Hello. Dengan Windows Hello inilah pengguna dapat dengan mudah melakukan sign-in ke Windows 10 yang terinstalasi di dalam laptop hanya dengan sentuhan jari saja. Dan dengan adanya sensor fingerprint maka faktor keamanan juga semakin meningkat ketika berada di mana saja dan kapan saja. Bayangin aja ya kan, kalau kalian belum selesai desain terus tiba-tiba ada yang menghapus datanya saat ditinggal ke toilet sebentar. Oh, big no! Aku pasti sedih banget harus memulainya lagi dari awal. Nah, kalau pakai sensor fingerprint kan jadinya enak. Nggak bisa dijajah oleh siapa-siapa kecuali kita sendiri yang memberi izin melalui sidik jari yang udah kita setting sebelumnya.

Nah, kabar baiknya. Kalau kita beli laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA ini, kita bisa mendapatkan Pre-Install Windows 10 Pro Asli (original) tanpa harus beli atau install ulang lagi. Asyiknya. Hemmb, jadi ingat laptop ASUSku yang sekarang. Setelah install ulang di gerai abal-abal, akhirnya windows yang aku pakai adalah windows bajakan dan banyak sekali icon yang berubah jadi simbol kotak nggak jelas gitu. Menyesal banget rasanya. Pantas saja dia sering ngambek dan marah-marah kan.

Ringan dan Ringkas

Nah, kalau yang ini kalian pasti tahu semua dong ya. Karena ASUS Vivobook Ultra A412DA ini mendapat gelar “The World’s smallest 14” colorful ultrabook” pastinya kelebihan paling terkesan mendunia adalah memiliki ukuran yang mini dan bobot yang ringan, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Bobot ringannya hanya 1,5kg sudah dihitung lengkap dengan baterai. Berasa bawa gula kan. Hemm. Laptop ASUS VivoBook Ultra A412DA ini juga hadir dengan kombinasi hardware yang menghasilkan performa powerful dalam sebuah ultrabook ringkas.

Ditenagai prosesor AMD Ryzen Mobile, ia merupakan salah satu ultrabook mungil paling gesit dan paling hemat daya yang ada saat ini. Varian tertingginya, Ryzen 5 3500U mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan hingga 3,5GHz pada konfigurasi 4 core dan 8 thread. Haduh, cocok banget ini buat aku yang doyan memakai aplikasi berat seperti keluarga Adobe (Photoshop, Illustrator, bahkan After Effect).


Yang menarik dari prosesor Ryzen Mobile adalah terdapatnya chip grafis terintegrasi Radeon RX Vega. Chip grafis tersebut mampu menghadirkan performa grafis layaknya laptop yang menggunakan chip grafis terpisah (discrette graphic). Dengan demikian, prosesor AMD Ryzen Mobile lebih unggul dalam konsumsi daya dengan keseluruhan TDP hanya sebesar 15 Watt. OMG, superb meringankan beban banget nih buat yang suka ngeluh punya laptop lemot.

Selain itu, VivoBook Ultra A412DA juga dilengkapi dengan beragam port, mulai dari USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Semua itu tampil agar penggunanya dapat mengkoneksikan berbagai macam perangkat dan aksesoris tambahan. Opsi konektivitas nirkabel pun turut serta menambah kelengkapan sebagai premium laptop harga terjangkau. Seperti koneksi WiFi dual-band 802.11ac (2x2) dan Bluetooth 4.2 yang membuat berbagai aksesoris nirkabel dapat terhubung secara leluasa.

Fast Charging

Pernah kan kalian merasa kesal sendiri kalau lagi buru-buru tiba-tiba baterai low atau pas lagi mau meeting penting lupa belum mencharge laptop atau bahkan susah buat dihidupin? Nah, serunya lagi kalau punya laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA, kita bisa meminimalisir rasa kesal itu karena ada keunggulan fitur paling membahagiakan, yaitu memiliki teknologi Fast Charging Baterai 2 Cell 37WHr lithium-prismatic Battery yang hanya membutuhkan waktu 49 menit untuk mengisi baterai 60% dan didukung oleh ASUS Baterai Health untuk memastikan proses charging yang aman. Nah, ketolong banget kan buat yang suka hidup buru-buru macam aku ini. Hemmb, semoga tidak berlarut-larut.

keyboardnya bisa nyala loh :")
Pict source: dailysocial.id

Oiya, perlu kalian tahu juga ya, kalau keyboardnya ASUS Vivobook Ultra A412DA ternyata bisa nyala loh kalau kita lagi ngerjain sesuatu di tempat yang gelap atau kurang terang gitu misalnya. Jadi, ya ampun bingung mau berkata apa-apa lagi. Yang jelas ini laptop ini insyaallah sesuai banget sama hobi aku sebagai seorang Desainer Grafis. Ya, berharap juga sih suatu hari nanti siapa tahu bisa jadi profesi kan.

Beberapa keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA tadi itulah yang membuatku rasanya ingin sekali memiliki laptop ini. Saya rasa, inilah yang bakal menjadi solusi tepat mengatasi problematika yang saya hadapi saat ini. Dan mungkin di antara kalian yang memiliki hobi yang sama denganku, sebagai seorang Desainer Grafis pemula juga. Tak usah ragu buat memiliki laptop idaman ini, karena kualitas premiumnya tidak pernah menghianati sesiapa yang berselancar di dalamnya meski harganya sangat terjangkau di kelasnya. Superb!


Eh, jangan kemana-mana dulu. Ada kabar baru yang bakal bikin hidup kita lebih berwarna loh. Apa dia mak cik? Boleh lah, kita sesuaikan warna laptop kita dengan hobi atau profesi yang sedang kita geluti. Nah, hidup jadi berasa ada yang mewarnai, bukan? Ah, laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA makin membuatku ingin segera menjadi seorang Desainer Grafis Profesional di tahun 2019 ini. Kalau aku sendiri sih suka warna coral crush dong ya, sesuai sama blog dan peachnya hatiku. Ehem.

Oiya, pilihan warnanya ada empat. Transparent Silver, Slate Grey, Coral Crush, dan Peacock Blue. Hayo, kalian suka warna apa? Yuk, siapkan diri buat jadi apapun profesimu yang profesional. Kalau aku sih siap jadi Desainer Grafis profesional yang mendunia. Ehe. *jangan keselek, plis :)

Tabik,
#2019GantiLaptop
#ColorfulWithVivobook

Disclaimer

Tulisan ini diikutsertakan dalam ASUS Vivobook Ultra A412DA AMD Writing Competition. Segala bentuk infografis merupakan hasil editing langsung oleh saya sebagai penulis dan foto pendukung lainnya bersumber dari dokumen pribadi juga website resmi ASUS Indonesia.

Acer Swift 5 (SF514-52T); Laptop Ringan Dengan Portabilitas Luar Biasa

Halo gengs! Masih belum bisa move on nih sama Acer, karena lagi-lagi Acer mengeluarkan inovasi produk yang memukau. Setelah kemarin saya bahas Laptop Gaming berkecepatan tinggi, sekarang kalian pasti penasarang dong produk baru apa sih yang dikeluarin Acer? Oyeye, kali ini Acer telah mengumumkan seri Acer Swift terbaru yaitu Swift 5. Laptop ini dirancang bagi pengguna yang memiliki portabilitas luar biasa dengan paduan desain yang sangat keren dan kinerja laptop yang sangat solid. So pasti kerjaan juga bakal cepet beres. Gimana, makin penasaran? Yuk, lanjut simak.

Nah, Acer Swift 5 ini ternyata hadir dengan bobot yang sangat ringan dengan berat kurang dari 1 kg dan memiliki layar sebesar 15 inci. Teriak huwoow doong! Hebatnya, meskipun laptop ini tipis dan ringan, Swift 5 tetap mampu memberikan performa yang hebat untuk para penggunanya.  Apa aja sih spesifikasinya? Oke, mari kita lihat bareng-bareng.


Produk baru Acer Swift 5 ini dilengkapi dengan sistem Windows 10 dan prosesor Intel® Core™ terbaru sehingga dapat bekerja dengan sangat cepat dan responsif. Daya baterainya pun sangat kuat hingga dapat bertahan seharian penuh.

Acer Swift 5 ini dirancang menggunakan material canggih sehingga semakin ideal untuk selalu dibawa bepergian. Dengan paduan magnesium ultra ringan dan lithium di cover atas dan bawah serta aluminium dan magnesium untuk bagian palm rest area membuat Swift 5 ini kokoh. Keyboards LED backlight pun turut melengkapi Swift 5 ini, sehingga pengguna dapat menggunakan produk secara efektif dalam berbagai waktu misal di malam hari.


Untuk menambah kenyamanan pengguna, Swift 5 pun dilengkapi dengan teknologi Acer Color Intelligence™ sehingga warna dan kecerahan layar tampil secara optimal. Teknologi Acer BluelightShield yang terdapat pada Swift 5 pun dapat membuat mata pengguna tidak cepat lelah ketika menatap layar laptop terlalu lama.

Light in Mobility

Ini nih fitur yang paling mantep dari Acer Swift 5 ini. Selain memiliki layar 15 inci (yang kalau dilihat-lihat macam berukuran 13 inci), laptop ini juga dirancang memiliki ketipisan di bawa 15mm dengan berat di bawah 1kg. Oh god, problem solving banget yess buat yang suka jalan-jalan sambil kerja atau kerja sambil jalan-jalan. Bagi travel blogger seperti saya (ngaku-ngaku aja dulu ah), Swift 5 merupakan produk yang tepat untuk menemani aktivitas sehari-sehari. Jadi? Sikat satu biji dong ya. Mau banget punya.

Strong Styles

Cantiknya lagi, Acer Swift 5 ini dirancang dengan material luar angka yakni Full Metal Magnesium-lithium allow, sehingga sangat kuat tetapi bobot beratnya pun tetap ringan.

Touch Clear Display

Acer Swift 5 juga dilengkapi dengan fitur layar TouchScreen yang tidak hanya memberi pengguna kemudahan dalam menyelesaikan aktivitasnya. Display Swift 5 ini, dilengkapi layar panel IPS Full HD yang dipadu dengan Acer Color Intelligence sehingga warna yang grafis yang ditampilkan lebih jernih. Asik banget buat desain ya.

Jadi bagaimana? Ya ternyata produk baru Acer Swift 5 ini memang sangat cocok bagi pengguna yang sering bepergian dan membutuhan sebuah laptop untuk menyelesaikan segala urusannya (sebagai travel blogger misalnya). Tentu saja dikarenakan Swift 5 ini memiliki desain yang kuat dan kokoh. Layar 15 inci dengan teknologi Acer Color Intelligencenya membuat tampilan layar sangat jernih, sehingga berguna bagi para pengguna ketika bekerja maupun saat menikmati hiburan seperti menonton film, streaming, gaming, atau hal lainnya.

Screen
15,6″ FHD, IPS Touchscreen Display
Weight
> 1 Kg
OS
Windows 10
Processor
8th Gen Intel® Core™ i7 Processor
Storage
SSD up to 1 TB
RAM
DDR4 up to 16GB
Feature
Keyboard Backlite, Fingerprint Sensor















Mau punya satu? Beli dong di gerai Acer terdekat anda. Hehe :")
Tabik,

Acer Predator New Nitro 5 (AN515-52); Laptop Gaming Berkecepatan Tinggi


Akhirnyaaa! Yas, setelah beberapa minggu yang lalu saya menghadiri event Promo Chasback hingga 10 juta dari Acer, hari ini ku beri tahu kalian semua ya. Laptop gaming berkecepatan tinggi yang kata teman saya adalah laptop dewa. Huwaaaow! Sudah tahu dong bagaimana performancenya laptop super bikin orang gila (nge-game) ini. Oke, mari kita kupas lebih detail lagi. Cekidoooot gengs!

Siapa sih yang nggak pengen memiliki laptop gaming sekeren Acer New Nitro 5 ini? Saya pun pengen banget. Lihat promosi berkeliaran di timeline beberapa e-commerce, rasanya pengen pesan satu biji. Secara, saya ini addict banget sama laptop. Kerjaannya ya melulu di depan laptop. Pengennya sih segala merek saya punyai, apalagi laptop gaming. Duh, abaikan sudah. Nah Acer Nitro 5 ini ternyata punya seri yang baru yaitu AN515-52 yang digembor-gembor katanya cocok banget buat para gamers yang memiliki mobilitas tinggi. Seperti saya dong? Yayaya, bisa jadi.

Nah, salah satu keunggulan dari Nitro 5 seri AN515-52 ini adalah telah dihadirkannya fitur CoolBoost dengan dua kipas yang berfungsi untuk memastikan temperatur laptop agar tetap stabil (ternyata kecepatan kipasnya bisa kita atur sendiri loh) sehingga mesin dapat bekerja dengan efisien. Kecepatan kipasnya pun 19% lebih cepat sehingga bisa mengurangi panasnya temperatur hingga 11%. Wah, adem terus dong ya. Pastinya kak!

Acer New Nitro 5 ini juga memiliki layar berukuran 15.6 inci Full HD IPS dan kualitas suara yang didukung oleh Dolby Audio Premium dan Acer TrueHarmony, sehingga suara dijamin lebih terang dan cukup memuaskan ketika dipakai untuk streaming atau watching movie marathon. Aduh, ini sih kerjaan saya banget kalau lagi break atau weekend.

Untuk koneksi sendiri, Acer New Nitro 5 ini dipersenjatai dengan koneksi nirkabel lebih cepat dengan 2x2 802.11ac MU-MIMO. Yang mana dengan spesifikasi tersebut, Nitro 5 disebut-sebut memiliki fitur unggulan terbaru yang dapat memaksimumkan pengguna dalam pengalaman bermain game. Duh, aseli ini mah. Kalau saya punya anak yang doyan maen game pasti langsung beli.


Nah, Acer Nitro 5 AN515-52 ini juga dilengkapi dengan sistem operasi Windows 10 Home dan Prosesor Intel® Core™ i5-8300HQ supaya memaksimalkan permainan dengan tetap menghemat daya. Slot storage berkapasitas 1 TB dan memori 8 GB juga dibenamkan dalam perangkat ini. So pasti, kerjaan berselancar jadi lancar jaya dong. Sepakat. Kartu Grafisnya memakai NVIDIA GeForce® GTX 1050 4 GB sehingga akan memberikan daya kerja mesin lebih tinggi namun tetap menggunakan energi yang rendah sehingga mesin laptop tetap terjaga. Ini nih salah satu fitur lainnya yang bikin mupeng punya 1 biji, setuju? Mau maen game seharian? Sikat aja gengs!

Better Response Time to Minimize Motion Blur

Fitur lainnya yang bikin mata melek adalah Minimize Motion Blur. Untuk memainkan game yang berkecepatan tinggi yakni dengan genre sport dibutuhkan angka response yang kecil untuk meminimalkan blur sehingga detail gerakan tetap dapat terlihat. Dengan Nitro 5, kemungkinan adanya motion blur ketika memainkan game akan sangat kecil.

Better Color Accuracy for Content Creator

Ternyata, tidak hanya fitur gaming bagi pengguna yang bekerja sebagai pembuat konten saja, kini Nitro 5 hadir dengan warna gamut yang lebih baik. Dengan semakin kecilnya nilai AE, maka Nitro 5 dapat menghasilkan warna yang semakin presisi sehingga dapat memproduksi warna sesuai dengan aslinya. Top begete lah pokoknya.

Better Color Gamut for content with richer color

Dengan warna gamut yang lebih tinggi, kemampuan Nitro 5 juga dapat menampilan warna semakin hebat. Fitur ini membuat pembuat konten lebih kreatif dalam melakukan pemilihan warna. Lebih banyak gradasi dan varian warna sehingga game atau konten yang ditampilkan menjadi lebih indah. Bagi para penggemar game action fitur ini sangat berguna. Bagi blogger dan designer seperti saya? Ya, sah sah aja sih. Cocok kok.

Nitro Sense

Acer New Nitro 5 juga memiliki monitor suhu dan performa CPU dan GPU secara realtime dan dapat dipakai untuk mengendalikan kecepatan kipas. Dengan mengaktifkan coolboost (seperti yang saya bilang di awal), kecepatan dua buah kipas akan meningkat sehingga pendinginan 11% lebih baik dari kipas biasa. Aseli, lama maen game juga bakalan tetap dingin laptopnya.

Real IPS Panel, not IPS Level

Perlu kalian ketahu juga bahwa Acer New Nitro 5 sekarang dilengkapi dengan layer IPS yang memberikan konsistensi warna pada sudut tampilan 178* yang sangat baik serta meningkatkan warna hingga maksimal. Dengan warna yang lebih jelas dan tajam, sangat berguna ketika digunakan untuk bermain game atau menonton video bersama. Wes pokoknya berguna banget lah buat tampilan visual gitu.

Dengan kecepatan tinggi, memainkan game sport di Nitro 5 ini pun tidak akan bermasalah. Bagi gamers dengan prinsip ekonomi, Nitro 5 adalah solusi yang tepat bagi kalian. Sebagai pertimbangan tidak hanya untuk gaming, fitur colors update ini memang dapat digunakan dalam berbagai hal.

Spesifikasi singkat Acer Predator New Nitro 5 (AN515-52)

DESKRIPSIACER NITRO 5 (AN515-52)
ProsesorIntel® Core™ i5-8300HQ, CoolBoost dengan dua kipas, IPS Panel
Sistem OperasiHome windows 10 Residence
Kartu GrafisIntel HD Graphics 630 dan Nvidia GeForce GTX 1050 VRAM 4GB GDDR5 
Memori RAM8GB DDR4 2133MHz, upgradeable to 32GB DDR4
Hardisk1TB 5400 rpm dan SSD M.2 128GB
Webcam720p FaceTime HD digicam
AudioStereo audio system with excessive dynamic vary
Twin stereo speaker dengan Acer TrueHarmony dan Dolby Audio Premium
Bateraieight.5 Hours
Four-cell 3220mAh Li-polymer
ShowComfyView IPS LCD dengan LED backlight 15,6 inci resolusi full HD 1920 x 1080 piksel, Anti-Glare Panel
Dimensi 390 mm x 266 mm x 26.75 mm 
Berat2,7Kg
Wi-fi & NetworkingQuick 2×2 802.11 ac Wi-Fi
KonektorLAN, Port USB 2.zero, Port USB three.zero, Port USB Kind-C, Port HDMI, card reader
Nah, gimana? Mau punya satu dong pastinya? Mau banget kak. Oke oke. Untuk performa dan fitur yang super keren seperti ini pasti harganya mahal banget ya kak? 50 juta kah? Oh no no no, don't worry. Untuk Acer Predator Nitro 5 seri AN515-52 ini hanya dibandrol dengan harga Rp. 11.999.000,00 (Sebelas Juta Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Rupiah) saja. Nggak rugi dong punya satu laptop gaming berkecepatan tinggi ini?

Tabik,

Terhits awal tahun 2019! ACER Bagi-bagi Promo Cashback Hingga 10 Juta di Surabaya; Terima kasih Pelanggan!


Kemarin tepat tanggal 13 Februari 2019, ACER mengundang para blogger dan penggiat media termasuk saya untuk menghadiri Press Conference tentang "Promo Cashback Hingga 10 Juta dalam rangka mengucapkan Terima Kasih kepada para Pelanggan Setia ACER". Kabarnya, program atau promo ini berlaku untuk pembelian produk ACER dari kategori produk consumers termasuk gaming series selama periode 1 Januari - 31 Maret 2019 di seluruh Indonesia termasuk kota Surabaya. 

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Surabaya, jumlah penduduk di kota ini pada Desember 2018 memiliki lebih dari tiga juta penduduk dengan proyeksi pertumbuhan tingkat perekonomian 5,9% di tahun 2019. Untuk itu, Acer dengan sigap memberikan promo spesial untuk para konsumen di Surabaya yang berupa Cashback Until 10 million di setiap pembelian produk Predator Triton 700 dan bonus Office 365 Original di setiap pembelian notebook seri thin and light dengan tipe prosesor tertentu. Ada juga promo gaming series berhadiah gaming gears hingga monitor gaming Predator dan Perangkat Acer Windows Mixed Reality 

Sekilas Tentang Perusahaan ACER di Indonesia

Acer Indonesia sendiri mulai beroperasi tahun 1998 setelah didirikan pada tahun 1976 di Kota Sijhih, Taipei County, Taiwan. Saat ini Acer telah menjadi pemain utama di industri PC Indonesia, dapat dibuktikan dengan berhasilnya menjadi Merek No. 1 untuk kategori notebook selama 8 tahun berturut-turut dan No. 1 di Indonesia untuk kategori PC selama 7 tahun berturut-turut di Indonesia (IDC PC Tracker & Gartner Inc).


Untuk seputar jumlah produknya jangan ditanya lagi. Sila kepoin langsung dari mbah google. Semua terjawab secara jelas dan akurat di sana. Bermacam-macam jenis produk yang sudah dilahirkan ACER lumayan memikat di pasaran. Apalagi netbooknya sih, banyak teman kuliah yang waktu itu lebih memilih untuk membeli Notebook ACER dibanding laptopnya.

Menurut Wiyaseno sendiri selaku Branch Manager Acer Indonesia untuk Indonesia Timur menegaskan bahwa adanya program ini sungguh dilatarbelakangi oleh apresiasi Acer terhadap peran penting dan kesetiaan para pelanggan yang telah mendukung Acer. Hingga saat ini, Acer secara konsisten menjadi pemimpin di industri PC sejak awal kehadirannya di Indonesia. Huwow, berarti selama 20 tahun ini Acer keren banget dong di mata pelanggan? Oh pasti, kalau tidak nggak mungkin dong Acer memperoleh penghargaan bergengsi seperti Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) selama 10 tahun dan Top Brand Award selama 12 tahun berturut-turut atas pilihan konsumen, dan penghargaan untuk layanan pelanggan melalui social media yaitu The Most Socially Devoted Brand Worldwide on Facebook dari Socialbakers, serta Social Media Award 2018.

Masa Garansi Lebih Panjang

So pasti ini yang bikin orang tercengang dan bertanya-tanya, Masa sih? bo'ong kali! Emang iya? Ah, yang Bener? Udah ah, buat yang nggak percaya, langsung saja buktikan dengan membeli produknya di gerai Acer terdekat. Kalau ada promo heboh begini, ya pastinya benar-bener dong informasinya. Kan lagi promo sist, makanya buruan beli produknya! Nah loh. 😀😀 

Karena masa garansi adalah salah satu feedback yang penting bagi pelanggan, maka Acer dengan senang hati memberikan promo "memperpanjang masa pemeliharaan berkala (service)" selama 3 tahun. Oh my god! Garansi tiga tahun loh, kurang apa lagi coba. Udah mah bonus Office 365 secara gratis tis, eh malah dapat masa garansi yang menyenangkan pula. Alhamdulillah.

Terimakasih kembali, Acer!

Sebagai konsumen yang amat sangat mengerti bahwa kebutuhan primer menjadi seorang content creator adalah laptop, rasanya saya ingin beli juga satu produk Predator Triton 700. Tapi harganya? Atuh kan ada promo ya sampai tanggal 31 Maret 2019. Oke, mungkin harus kebut cari duit dulu dan ditabung sampai bulan Maret depan kali ya, siapa tau bisa beli beneran kan?

Terakhir kali saya ucapkan, terima kasih kembali Acer. Semoga promonya bisa terus memberi kepercayaan para pelanggan dan terus menciptakan inovasi-inovasi terbaru. Sampeyan warga Surabaya? Yuk, serbu promonya dari sekarang rek!

foto bersama Komunitas Blogger Surabaya
Untuk informasi promo selengkapnya, kunjungi blog resmi Acer Indonesia di www.acerid.com.

Tabik,

Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN


"Kreatifitas Tanpa Batas" Mungkin inilah slogan yang pas untuk ambisi saya saat ini.

Ambisi yang normal untuk menjadi seorang creator, entah itu author, blogger, youtuber, animator, programmer, atau apapun itu saya rasa tidak lepas dari fasilitas yang dimiliki. Bisa nulis tapi tidak punya buku ya sama saja bokis, doyan ngeblog tapi tidak punya komputer plus jaringan internet ya sama aja bokis, mau belajar desain grafis dan video editing yang bagus tapi tidak memiliki laptop yang mumpuni ya sama aja bokis. 

Menjadi Seorang Desainer Grafis

Tiga tahun yang lalu, sebelum orang lain mengenal saya sebagai seorang blogger, mereka lebih akrab menyapa saya sebagai seorang graphic designer, karena spesialisasi photoshop yang saya punya dan seringkali saya terima pesanan desain (banner, sertifikat, kartu nama, logo, dan sejenisnya) dari teman, senior, dosen, juga beberapa orang yang ada di dan sekitar kampus (UIN Jakarta). Hal itu terkadang membuat saya berpikir, akankah pekerjaan yang pas untuk saya adalah menjadi seorang designer?


Seiring berjalannya waktu, pekerjaan desain grafis saya ternyata lebih saya prioritaskan untuk menjadi pendukung informasi aktifitas blogging. Terima order mungkin hanya sebatas "kalau lagi pengen nerima" saja. Lambat laun saya jadi keseringan ngeblog sambil belajar bagaimana cara kostumisasi konten agar minat pembacanya banyak. Hampir 24 jam non stop laptop turn on tanpa shutdown, semua terjadi karena saya doyang mengotak-atik html template blog dan belajar lebih desain drafis. Sampai terkadang mata jadi terasa berkunang-kunang, tapi alhamdulillah mata masih normal sampai sekarang. Alhamdulillahnya juga, laptop saya pun masih tetap bertahan sampai sekarang untuk desain dan blogging meski tidak selancar dulu dan sudah beberapa kali ganti charger plus baterai.


Maklum, sejak tahun 2014 silam laptop ASUS sudah setia menjadi sahabat sejati saya. Banyak jasa yang ia berikan selama hampir lima tahun ini. Diawali dengan tugas kuliah yang bejibun, belajar desain grafis otodidak, editing video dari nol banget sampai doyan blogging dan nyoba coding. Semua menjadi awal perjalanan yang menyenangkan. Meski beratnya lumayan menguras tenaga saat jalan kaki, tapi tetap saja saya bawa kemana-mana dengan alasan keamanan (di asrama sering terjadi kemalingan) dan memang sudah menjadi kebutuhan. Rasanya kurang lengkap saja kalo seorang Cory pergi ke kampus atau traveling tanpa membawa laptop. Ingat sekali waktu saya sengaja mendiamkan laptop di lemari karena sudah kebanyakan bawa buku ke kampus, teman-teman banyak yang bertanya, "Tumben lu nggak bawa anak kesayangan lu (laptop) ke kampus?" Saya cuma bisa menjawab, "Biarin, lagi butuh istirahat dia". Setelah itu kami tertawa.

Menjadi Seorang Content Creator

Tak terhitung banyaknya karya yang saya hasilkan dari beberapa aplikasi di laptop saya. Rasanya saya beneran jadi content creator. Karena saking banyaknya file yang hampir memenuhi ROM (Storage) bawaan yang berisikan hasil desain, tulisan, video, dan sejenisnya. Sedihnya, sejak laptop ini jatuh dari lemari atas dengan ketinggian sekitar satu setengah meter posisi miring, speaker dan beberapa fitur seperti ruang SD Card menjadi tidak berfungsi. Alhasil saya jadi sedikit keteteran ketika mentransfer file dari kamera ke laptop (untuk proses editing) dan ketika membutuhkan hiburan seperti memutar musik atau menonton video.

Laptop ini pun menjadi saksi atas berkembangnya seorang Cory dari yang masih belum berani berbuat apa-apa menjadi seorang Cory yang berani mengambil langkah untuk terus menciptakan dan membagikan karya-karya terbaiknya. Dari mulai presentasi tugas kuliah, mengisi pelatihan desain kecil-kecilan, hingga mengisi workshop besar tentang kepenulisan dan desain. Ya, meskipun apa yang dibagikan masa itu dirasa masih kurang atau jauh dari kesempurnaan, tapi rasanya ia sangat bersyukur. Andai jikalau sampai sekarang ia masih jadi Anet (anak warnet) dan belum memiliki laptop, mungkin segala hal yang begitu menakjubkan tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Karena sejak memiliki laptoplah, ia jadi berani mengeksplorasi segala minat dan bakat yang ia punya.

Penampakan laptop waktu di ajak kerja sama ke Bandung
Tapi apa yang saya dapatkan sekarang terkadang menjadi tantangan yang lebih lagi. Mengingat laptop yang saya punya sudah mulai memperlihatkan gejala-gejala penuaan dini, seperti not responding, loadingnya lama, kadang suka restart sendiri, dan susah menginstall aplikasi-aplikasi baru (apalagi yang suka memakan ROM dan RAM begitu banyak). Ditambah lagi beban bawaan. Setiap pergi bertugas atau mengisi acara, rasanya ingin ku kurangi bobot laptop yang terkadang menguras tenaga. Karena seringnya saya juga memakai sepatu hak tinggi, saya jadi harus hati-hati takut jatuh. Saya pun masih suka kemana-mana menggunakan transportasi umum. Kalau saya terkesan membawa barang banyak dan ketahuan bawa barang berharga, rasanya tidak aman lagi jika harus berhadapan dengan para pencopet atau penodong. So, apa yang harus saya lakukan dengan masalah ini? Rasanya saya harus upgrade ke laptop yang lebih mumpuni, aman dan ringkasEmangnya ada mbak? A.D.A ! Mari saya perkenalkan sekarang.

ASUS ZenBook 14 In UX433FN

Ini adalah seri ZenBook terbaru ASUS. Baru diluncurkan di Indonesia bulan Januari lepas. Dan sebenarnya ada ada tiga tipe di seri ini. Ada UX333, UX433, dan UX533. Lalu saya mempertimbangkan keinginan saya untuk memiliki yaitu ASUS ZenBook 14 in UX433FN saja sesuai dengan kebutuhan saya saat ini. Kenapa saya memilih laptop ini? Mari saya jelaskan perbedaannya dulu, antara laptop saya yang sekarang dan Zenbook 14 ini.


Sudah jelas kan, perbedaan yang amat sangat jauh spesifikasi juga performanya. Sebagai seorang content creator yang amat sangat membutuhkan segala konektivitas dan performa yang mumpuni, saya rasa tidak ada salahnya kalau saya bermimpi memiliki laptop ini. Kali aja kan, Gusti yang Maha Sayang tiba-tiba menurunkan kuasanya. 

Semakin membaca spesifikasinya, saya jadi semakin menggebu berdo'anya. Berharap bisa memiliki satu unit untuk upgrading kebutuhan be a content creator. Mari saya tunjukkan apa saja spesifikasi ASUS Zenfone 14 in UX433FN ini.


Itulah kenapa, saya harus mengiyakan mau upgrade ke ZenBook 14 UX433FN ini. Semua spesifikasi dan performanya jauh bahkan sangat jauh dari laptop yang saya miliki sekarang. Makanya jangan tanya mulu ya, kapan upload videonya lagi di youtube? Kalau fasilitas kurang mumpuni ya sampai kapan pun karya itu akan terbuang sia-sia. Karena semakin hari, akan semakin banyak content creator yang benar-benar memulai dengan konsep dan performa yang matang. Jadi, kudu siap segalane yess!

Fitur-fitur Unggulan ASUS Zenbook 14 in UX433FN


Siapa sih yang nggak tahu teknologi NanoEdge Display pada laptop ini? Saya rasa kalian juga sudah tahu bahwa teknologi eksklusif terbaru NanoEdge Display inilah yang telah membuat bezel pada empat sisi layar laptop ASUS ZenBook 14 in UX433FN ini dapat dibuat dengan ukuran hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja. Ukuran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 milimeter. Laptopku yang saya pakai sekarang? Jelas bezelnya besar, makanya kurang ringkas.

Nah, berkat teknologi NanoEdge Display inilah tiga tipe dalam satu seri selain UX433 ini memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop sekelasnya saat ini. NanoEdge Display juga membuat laptop tersebut memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95% sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas. Kalau UX433FN ini screen to body rationya mencapai 92%, jadi bisa kebayang kan betapa enaknya mantengin layarnya.



Dirancang sebagai perangkat penunjang produktivitas on-the-go, ZenBook 14 UX433FN ini telah hadir dengan fitur eksklusif ASUS NumberPad. Fitur ini merupakan pengganti tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad. Canggih bener dong ya?

NumberPad sendiri berguna untuk pengguna yang sering memanfaatkan tombol numpad untuk memasukkan data ataupun melakukan perhitungan lewat aplikasi kalkulator. Nah loh, jadi lebih ringan juga kan pekerjaan menghitung data kita.


Nah, pernah nih. Suatu hari laptop saya habis dipinjam teman selama tiga hari. Setelah dipulangkan malah saya yang tidak bisa masuk ke sistem. Jadi saya nangis seharian karena terjebak macet mengingat-ingat password yang saya tanam dulu. Padahal saya merasa belum pernah merubahnya lagi. Nggak taunya, teman saya sengaja merubah password dengan niat ngerjain biar saya istirahat kerja. Lha ngapain coba? Toh selama dia pinjam tiga hari kan saya sudah istirahat kerja, kenapa harus ngerjain segala sih. Alhasil saya emosi, marah besar ke dia, karena bertepatan pada hari itu saya sedang kebanjiran order bikin gift wisuda dan teman saya itu tidak bisa dihubungi. Setelah malam dia mengaktifkan hapenya, dengan ketawa lebar dia mengaku sudah mengganti password. Kan ya, hemm. Saya tidak mau berkata kasar di sini. 

Ditambah lagi pas setelah saya berhasil masuk, tiba-tiba tampilan laptop saya jadi berubah dan ada beberapa file saya yang hilang. Allah, rasanya saya ingin mencabik-cabik diorang tapi saya ingat kalau saya berstatus manusia, jadi tidak pantas sejahat itu ke teman sendiri. Itulah kenapa, keamanan data itu sangatlah penting. 

Bersyukurnya, dalam ZenBook 14 UX433FN ini sistem keamanan yang tertanam menggunakan face recognition  atau sistem pengenal wajah yang terintegrasi dengan Windows Hello. Jadi, kalau saya nongol di depan layar saja, sudah bisa masuk langsung ke dalam sistem tanpa harus memasukkan password ataupun PIN. Goodbye deh lupa password atau password diganti. Tanpa lo, gue juga udah bisa log in!

Sistem pengenal wajah ini menggunakan kamera infra merah khusus (3D IR) yang dapat memindai wajah secara akurat. Hebatnya lagi, kamera terintegrasi 3D IR ini masih dapat mengenali penggunanya meski doi menggunakan aksesoris seperti topi atau kacamata. So pasti jadi makin ketagihan log in dong ya. Bukaan! Tapi lebih mudah. Alhamdulillah.


Mungkin kalian langsung bilang, Oh pantesan lancar, lha wong prosesornya saja Intel Core i7 kok. Lha yo pasti toh. Laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 serta didukung oleh GPU NVIDIA GeForce MX150 ini jelas memiliki performa komputasi dan grafis terbaik di kelasnya. Inilah yang membuat saya klepek-klepek minta dibelikan satu unit biar desain grafisku lancar jaya. Calon suami harus lihat postingan ini. Hemms.

Dan perlu kalian tahu dong ya, meski performanya segudang dan lancar jaya, laptop ini berhasil mempertahankan daya baterainya sehingga tercipta yang namanya Hemat Daya walau aktifitas segudang (desain, edit video, ngeblog, dan lain sebagainya).


Seperti laptop ASUS kebanyakan, produk Zenbook 14 UX433FN ini juga dibekali sertifikasi standar militer MIL-STD-810G agar lebih tahan terhadap ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran. Kokoh bener bodynya mbak? Of course dong! Mungkin kalau ada drama jatuh dari lemari macam laptop saya kemarin doi lebih mempertahankan diri untuk tidak lecet-lecet dan retak kali ya, mungkin.

Biasa dengar cerita sih, kalau pas traveling ke luar negara di saat musim dingin begitu kadang-kadang laptop suka nge-hank sendiri karena pertahanan di cuaca dingin kurang begitu mumpuni. Nah, oleh karenanya ZenBook 14 UX433FN ini dibekali sertifikasi standar militer MIL-STD-810G supaya para pengguna tahu bahwa laptop ini lolos uji ketahanan terhadap ketinggian, suhu dan banting. Udah siap dibawa kemana-mana dong? Pastinya.


Ini sih yang paling penting bagi seorang Content Creator. Ruang penyimpanan yang besar adalah dambaan bagi mereka. Di samping karena size file asli dari foto/video yang akan disimpan bakal memakan banyak ruang (sizenya gede), aplikasi/ software yang dipakai untuk editing foto dan video pun membutuhkan RAM dan Storage yang gede pula. Untuk rendering video saja biasanya menyesuaikan banyaknya RAM dan ruang penyimpanan yang tersedia, semakin banyak ruang yang kosong, maka rendering video juga akan semakin cepat. Proses loading aplikasi pun juga begitu, RAM dan ROM sangat mempengaruhi kecepatan loading. Semakin banyak ruang yang kosong, maka loading softwarenya juga akan semakin cepat.

Dan yang bikin lebih cepat lagi adalah teknologi terbaru yang mendukung (seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya) yaitu teknologi NanoEdge Display ditambah chip grafis dari NVIDIA dan menggunakan penyimpanan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat cepat. Jadilah srat srut klik klik cepat sekali loadingnya. Yakin, betah banget saya kalau kayak gini laptopnya. Tiap hari bertelur terus.


Ohoho, sepertinya drama kedua setelah laptop jatuh adalah seringnya menggendong laptop yang bobotnya hampir 3kg. Iya, itu laptop lama saya, laptop yang sampai sekarang masih saya pakai. Saya yang tak pernah lepas dari laptop, baik di kamar tidur maupun di luar rumah sebenarnya sudah menganggap biasa menyoal bobot laptop yang hampir 3kg. Toh sudah saya seperti anak sendiri, jadi meskipun berat bawaannya tetap saja saya bawa kemana-mana.

Tapi terkadang, kalau pikiran lagi lelah dan badan ikutan lelah. Di situ kadang saya merasa sedih. Punggung terasa berat banget jadi bungkuk. Beberapa teman ada yang bilang bahwa pertumbuhan tinggi saya terhambat gegara tumbuhnya pindah ke bawah dan ke samping akibat keseringan bawa barang berat di punggung. Masaiya? Terus bagaimana dong, kalau gak bawa laptop rasanya ada yang kurang melulu. Berasa anak atau suami deh. Spesial banget pokoknya.

Alhasil ada kabar menggembirakan di tengah-tengah kesulitan. Laptop yang ringan dan ringkas jika dibawa kemana-mana. Berat cuma 1.19 kg dan tebal cuma 1.59 cm thin. Ampun, makin jadi landmark ini lama-lama. Di situ ada laptop Zenbook 14 UX433FN, di situ pula keberadaan Cory ditemukan. Hemms, semoga bukan mimpi. Katakan Good Bye pada punggung pegel-pegel karena keseringan gendong laptop. Oh NO lagi sekarang!

Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN


The truth is, it's not the idea, it's never the idea, it's always what you do with it - Neil Gaiman. 

Setuju sama yang dikatakan Neil Gaiman, menikmati setiap proses dalam berkreativitas itu tidak hanya berfokus dari ide pertama yang didapatkan saja. Kita akan mendapatkan hal menarik lainnya di saat kita berhasil menikmati proses tersebut. Jadi, kalau saya belajar desain, menulis, edit video, dsj yang mengalami metamorfosis sungguh berbeda-beda, itu membuat saya begitu merasa wow saja. Oh, ternyata begini ya. Oh, ternyata begitu ya. Kita jadi bisa mengoreksi mana yang kurang dan salah dari hasil kreatifitas yang sebelumnya.

Ya, kreatifitas memang tanpa batas. Selama keinginan dan semangat itu masih ada, di tambah dengan keyakinan yang kuat. Insyaallah sih, semuanya berbuah keberhasilan yang manis dan membanggakan.


Fyi, buat yang punya hajat sama ingin memiliki ASUS ZenBook 14 UX433FN ini, ada dua pilihan warna yaitu Royal Blue dan Icicle White. Sebenarnya di seri ini bukan hanya ada ASUS ZenBook 14 UX433FN saja ya yang memiliki spesifikasi dan performa hebat seperti yang saya tuliskan di atas. Jadi, selain ASUS ZenBook 14 UX433FN ini, ada dua lagi tipenya yaitu ASUS ZenBook 13 in dan 15 in. Mereka bertiga ini lahir bersamaan beda di inci dan beberapa fiturnya saja. 

Oiya, harganya juga beda sih. Kalo untuk ASUS ZenBook 14 UX433FN sendiri dibandrol dengan harga Rp. 18.299.000. Bonus Tas ZenBook Exclusive yang didesain langsung oleh Sebastian Gunawan (salah satu desainer terbaik Indonesia). Kalau belinya di tanggal 17 Januari hingga 17 Februari ya. Nah kan masih ada waktu. Eits, tapi tempat dan persediaannya juga terbatas sih. Jadi harus tahu loh produk ini dijual di mana aja yang bisa dapetin tas exclusive ini. Jangan lupa, belinya di counter ASUS nya langsung ya, di beberapa kota di bawah ini.

Kalau saja ASUS ZenBook 14 UX433FN ini bisa saya miliki. Saya siap menjalani Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN kemana pun dan di mana pun. Kreatifitas tanpa Batas Bersama The World's Smallest 13, 14, 15 Inch Laptop by ASUS? Kenapa tidak, rek!

Tabik,

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan "ASUS Writing Competition" 2019
Referensi: bloggerien.com dan travelerien.com