Navigation Menu

Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

Berkat Paralayang di Kampung Toga, Sumedang Semakin Mendunia


Siapa yang tak ingat Drama Korea berjudul Crash Landing On You dengan genre romantis komedi yang baru tamat awal bulan februari kemarin? Bagi pecinta drakor seperti saya, drama yang dibintangi Hyun Bin bersama Son Ye-Jin yang amat sangat menggemaskan lakonannya di setiap episod ini seakan membekas di hati para penontonnya. 

Apalagi mengingat tragedi Paralayang dengan angin puting beliung yang menyebabkan mereka pada akhirnya dipertemukan kembali oleh takdir, membuat saya senyum-senyum sendiri dan bertanya, kapan ya saya bisa main Paralayang juga seperti Yoon Se-Ri (diperankan oleh Son Ye-Jin)? Kali aja tiba-tiba ketemu jodoh di sana. Ehem, saya langsung terbangun dari bayang-bayang yang belum tentu terjadi di dunia nyata itu.

Sumedang punya Kampung Toga untuk para pecinta Paralayang

Saya baru tahu bahwa Indonesia punya banyak sekali tempat untuk merealisasikan mimpi saya, salah satunya ya ada di Kabupaten Sumedang ini, yakni di Kampung Toga. Ya, seriously. Sumedang ternyata juga punya loh tempat terbaik untuk olahraga Paralayang.


Kampung Toga. Salah satu tempat terbaik di Sumedang yang berupa dataran tinggi perbukitan hijau, yang lokasinya ada di dekat pusat kota Sumedang dan memiliki suasana yang amat sejuk dibanding kota Sumedang yang lain. Selain memiliki suasana sejuk dan lokasinya yang dekat dengan pusat kota, Kampung Toga juga merupakan kawasan wisata. Banyak fasilitas yang menunjang seperti villa, kolam renang, tempat makan (kuliner), ojek (transportasi) dan lain sebagainya. 

Nah. untuk menjalankan aktifitas Paralayang sendiri kita bisa mengunjungi Bukit Toga yang mana ketika kita naik dan mulai terbang dengan parasut angin yang kita pakai, kita bisa melihat pemandangan hamparan pesawahan luas yang memanjakan mata, merasakan hembusan angin, dan menghirup udara segar dari oksigen-oksigen yang diproduksi oleh pepohonan yang ada di sana. Duh, kebayang kan betapa relaxnya kita ketika bisa meluangkan waktu untuk berlibur ke sana. Berasa banget surga dunianya.

Sumedang Semakin Mendunia Berkat Pekan Olahraga Paralayang


Sumedang yang kita tahu selama ini hanyalah kuliner Tahu dan Ubi Cilembunya saja. Padahal ya, kalau kita mau jelajah, Sumedang tuh punya banyak banget tempat wisata yang bisa mereboot kembali badan kita secara lahir batin. Disamping suasananya yang sejuk karena rata-rata berada di dataran tinggi, Sumedang juga punya Kampung Toga yang bisa dipakai para wisatawan untuk bermain Paralayang. Olahraga lumayan ekstrim yang menguji adrenalin sekaligus merefresh kondisi tubuh yang mungkin sedang menanggung banyak beban kepenatan dan pikiran akibat stress kerja.

Pada hari biasa (bukan hari libur), biasanya menjelang sore hari di bukit Toga ini selalu berdatangan pengunjung untuk menikmati pemandangan kota Sumedang, Apalagi saat musim liburan tiba, lokasi wisata ini ramai di kunjungi. Yang mau nyoba Paralayang juga sudah disediakan tiketnya. Mau nyari lokasinya juga gampang, berjarak sekitar 2 km dari alun-alun Sumedang dan kita hanya perlu waktu 10 menit untuk menempuh perjalanan.

Piagam penghargaan Musium Rekor Dunia Indonesia untuk Sumedang

Terlebih ketika Sumedang dinobatkan sebagai tuan rumah acara besar-besaran seluruh dunia yaitu Event International West Java Paragliding World Championship and Culture Festival tahun 2019 kemarin, Sumedang bagaikan artis pembaharu yang sedang melambung namanya. Festival kejuaraan Paralayang yang diikuti 23 negara dan 160 Atlet di antaranya ada Australia, Belgia, Jepang, Hungaria, Rusia, Switzerland, Turki dan Venezuela, Bulgaria, China, Cekoslavia, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Philipina, Spanyol, Inggris, dan Vietnam membuat Sumedang meraih "Piagam Penghargaan dari Musium Rekor Dunia Indonesia atas rekor paralayang terbang bersama atlet terbanyak sejumlah 150 pilot".


Keren banget deh bisa lihat Sumedang meraih Piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Djoko Bisowarno dari PB FASI kepada Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir pada pembukaan ajang Internasional West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 kemarin di Alun-Alun Sumedang. Rasanya ingin segera ku resmikan wisata Paralayang Crash Landing on You di sana.

Warna-warni parasut para atlet Dunia paralayang yang berlaga pada West Java Paragliding World Championship and Culture Festival 2019 jelas menjadi hiasan tersendiri sekaligus hiburan bagi warga di kabupaten Sumedang. Sehingga dengan adanya kejuaraan paralayang yang telah diselenggarakan tahun 2019 kemarin bisa menjadi triger untuk memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sumedang menjadi media untuk menyejahterakan masyarakat Sumedang. Jadi, kita semua patut bersyukur deh ya bahwa berkat adanya Paralayang di Kampung Toga, wisata di kota Sumedang Semakin Mendunia.


Jangan membayangkan bagaimana Yoon Se-Ri bisa jatuh hati kepada Kapten Ri Jeong-Hyuk. Yang jelas, ikuti saja dulu skenario seperti drama yang sudah mereka mainkan. Kalau perlu, kita jelajah Sumedang bareng-bareng demi memperingati drama korea Crash Landing on You sekaligus menguji adrenalin kita dengan mencoba olahraga Paralayang juga. Siapa tahu kan, jodoh menjemputmu di sana seperti kisah Yoon Se-Ri. Kalau di Sumedang saja ada, tak perlu jauh kita mencari di mana Paralayang itu berada.

Fasilitas di Kampung Toga

Kampung Toga beralamatkan di Jalan Makam Cut Nyak Dien, Gunung Puyuh, Desa Sukajaya, Sumedang. Tempat ini berada di atas lahan seluas 16,25 meter persegi dan masih searah dengan kompleks pemakaman leluhur Sumedang, yakni Gunung Puyuh, yang salah satunya terdapat makam pahlawan nasional, Cut Nyak Dien. Sudah pada kenal bukan pahlawan yang satu ini?

Ngomongin fasilitas, ada satu yang paling aku suka, yaitu kolam renang. Ada beberapa kolam renang di kampung Toga yang dibangun dalam lahan bertrap-trap di tiap bukit. Kolam renang di tempat ini juga dibedakan untuk wisatawan anak-anak dan wisatawan dewasa, dengan harga tiket masuk cukup terjangkau. Kolam rekreasi memiliki papan seluncur sepanjang 160 meter dengan situasi luncuran dari Bukit Toga. Bisa kalian bayangkan dong, setelah kita mencoba olahraga paralayang terus berenang tuh berasa stres hilang seketika. Kalau saya sih. Hehe.


Kemudian, tempat makan. Di Kampung Toga sudah tersedia beberapa warung dan resto yang menyajikan aneka makanan dan minuman, umumnya khas Sunda, dan disajikan di saung lesehan dengan nuansa alam terbuka. Menu-menu yang ditawarkan antara lain nasi liwet komplet gurami bakar, nasi timbel komplet karedok dan balado terung, ayam goreng, tahu, tempe, sambal gepuk, lalap, sayur lodeh, ikan asin, bajigur, bandrek, cente manis, talam, bugis, lontong isi, lumpia, opak, keripik, acar nila, pepes tahu, dan lain-lain. Buat yang doyan makan kayak saya, wajib banget deh nyobain kuliner khas Sumedang ini. Biar makin semangat setelah liburannya.

Fyi, karena di Kampung Toga ini suasananya benar-benar sejuk dan asri. Plis banget mari kita budayakan membuang sampah pada tempatnya ya. Karena saya sempat sedih mendengar teman-teman yang sudah pernah jelajah di Sumedang sebelumnya. Mereka menemukan sampah berceceran dan membuat pemandangan jadi sedikit keruh. Jadi, mulai sekarang mari menjaga kebersihan dan kelestarian alam bersama.


Jadi, jika kalian masih penasaran di mana bisa menemukan Paralayang seperti Yoon Se-Ri menemukan takdir jodohnya, jelajahilah kota Sumedang biar kisah cintamu makin terkenang! Siapa tahu dia sedang bermain Paralayang juga bukan?

Andaikan nanti sudah banyak yang jelajah dan berbagi terkait destinasi wisata Paralayang di Sumedang sampai ke manca negara, bisa jadi kan destinasi Wisata di Sumedang semakin dikenal dan mendunia.

Tabik.
Disclaimer: artikel ini diikutsertakan lomba Writingthon Jelajahi Sumedang 2020
Referensi:
- http://indofakta.com/news_18069.html
- https://www.wisataidn.com/tempat-wisata-di-sumedang/
- https://www.travelblog.id/menikmati-pemandangan-kota-sumedang-dari-ketinggian-bukit-toga/