Navigation Menu

Showing posts with label Hotel. Show all posts

Review Airy Rooms Syariah Candi Mendut 37 Malang


Liburan tahun ini sebenarnya gue sedikit terkejut, karena sebelumnya gue belum pernah memaknai liburan long-weekend yang benar-benar liburan. Biasanya gue harus berkutat dengan laporan akhir tahun di kantor, tapi kali ini gue sedikit ada kelonggaran. Puji syukur Alhamdulillah, setelah gue menang lomba blog Traveloka di penghujung tahun 2019 dengan hadiah yang menurut gue super mewah, akhirnya gue bisa merealisasikan liburan yang benar-benar liburan di kota Batu, Malang.

Of course, gue memilih kota Malang karena cuacanya yang sejuk macam di Korea, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari tempat tinggal gue yang sekarang dan tentunya lagi, dalam rangka memenuhi janji ngajak liburan adek kesayangan gue, si Najwa Imoet bersama sodara gue yang di Malang ke beberapa wahana di Jatim Park 3. Wadidaw memang yah.

Surprisenya lagi, gue lebih memilih tinggal di hotel selama liburan dibanding menerima tawaran tinggal di rumah sodara gue. Agak kaget juga sebenarnya, karena tiba-tiba gue mau mengeluarkan budget dari dana darurat buat liburan. Biasanya, gue lebih memilih something yang berbau serba gratis semua. Tapi mau gimana, setidaknya sebagai seorang yang memimpikan menjadi seorang 'travel blogger' sekali-kali boleh lah ya berkorban dikit demi konten.  Meski cuma bayar buat makan, transport dan penginapan. Ehe.

Jujur, liburan pas high season gini tuh benar-benar challenge tersendiri buat gue. Ini pertama kalinya gue benar-benar liburan, tapi gue langsung bersinggungan dengan dua kemungkinan: antara harus apes atau untung. Apesnya kalau harganya bakal jor-joran naik setinggi-tingginya dan untungnya kalau kita bisa dapetin diskon penginapan atau diskon-diskon yang lainnya. Tapi bismillah aja sih kemarin, gue mencoba untuk bersyukur bagaimanapun dapetnya.


Setelah searching sana-sini buat bisa dapetin hotel dengan harga yang murah. Akhirnya, gue harus menerima kenyataan bahwa liburan pas high season gini memang kitanya yang harus rela mengeluarkan uang lebih besar dari liburan biasa demi kenyamanan. Yaudahlah, pasrah. Gue akhirnya memilih booking hotel lewat aplikasi Airy biar lebih cepat dan bisa lihat rate reviewnya langsung. Hasil rekomendasi dari saudara gue yang pernah menginap di Airy Rooms juga tentunya.


Ini pertama kalinya gue menginap di Airy Rooms. Biasanya kan ya, seperti biasa. Gue bloger mahal yang biasa diberi penginapan hotel mewah gratis oleh sponsor. (Plis jangan mikir guenya yang terlalu arogan). Alasannya, padahal ya karena gue ikut event yang menyediakan fasilitas hotel mewah gratis gitu aja loh. Bukannya gue sengaja diendorse sama mereka. Haduh. *gue lempar sepatu juga nih*

(back to the topic)

Ceritanya, setelah saudara gue kasih opsi nginep di Airy, gue searching dulu review pengalaman para travel blogger yang udah duluan nginep di Airy Rooms ini. Setelah beberapa kali baca dan merasa cocok, akhirnya gue memantapkan diri memilih Airy Syariah Lowokwaru Candi Mendut Barat 37 Malang. Gue sengaja pilih penginapan di daerah Malang kota, karena beberapa hotel murah yang dekat dengan Jawa Timur Park sudah sold out semua.

Ada sih ada yang katanya murah, tapi harganya above 450 ribu bok per malam. Bujubuneng ala buset dong, gue bisa gelandangan di sono kalau ngambil harga yang segitu. Secara, gue berencana mau liburan paling enggak tiga hari dua malam. Jadi, cari mati kalau budgetnya nggak sesuai sama kantong liburan gue.


Oke, karena budget yang gue punya paling nggak harus habis 500 ribu untuk dua malam. Kalau bisa dibawahnya. Karena adek gue udah terlanjur ngotot mau di Airy Syariah Candi Mendut, akhirnya gue booking saat itu juga alias H-1 sebelum liburan dengan harga yang lumayan murah di saat liburan high season gini. IDR 280,000 per malam. Tapi gue cuma pesan satu malam dulu. Rencana, gue mau lihat dulu seberapa nyaman nginep di situ. Kalau oke, nanti gue lanjut dengan budget yang super pas-pasan. Dan gue lupa kalau sisa budget hotelnya cuma 200,000 an. Hadeuh.

Setelah perjalanan sekitar empat jam dari Gresik ke Malang menggunakan mobil, akhirnya gue sampai juga di lokasi sekitar habis maghrib pukul 18.30 an (berangkat pukul 14.00 siang). Gue sama Najwa langsung check in dan nunjukin invoice pemesanan gue via aplikasi. Ternyata, gue dapat kamar di lantai dua Nomor 215.



Oiya, gue sedikit kaget juga sih pas check in di sini. Ternyata, kalau pesan kamar via aplikasi, kita tidak mendapatkan handuk sama sekali. Woho, padahal dengan harga segitu (IDR 280,000 per kamar untuk 2 tamu) tuh harusnya sudah include dong ya. Tapi di sini enggak! Duh, apes juga nih ternyata. Akhirnya gue harus rela mengeluarkan receh senilai IDR 10,000 untuk satu handuk.

Disini gue merasa sedikit kecewa sih. Yakali kan, handuk aja harus nyewa lagi. Terus ya, pas kita naik ke lantai dua menuju kamar tuh, ternyata mas-masnya baru bawa snack, airy kit dan air mineralnya dari bawah. Oh my god! Padahal ya, produk display harusnya sudah langsung tersedia dong di Airy box di atas meja kamar seperti review cantik yang gue baca sebelumnya (ketika gue sampai), eh ternyata ekspektasi gue salah. Yaudah sih, masalah gituan doang mah harap maklum.

Untungnya sih, gue masih bisa berpikiran positif. Mungkin saja hari itu baru ada tamu yang check out dan mereka belum sempat mempersiapkan display box ulang. Jadi, gue maafkan. Huft. Udah mah kondisi fisik saat itu lagi capek banget lagi. Mood gue juga lagi fluktuasi kan, naik turun nggak jelas gitu. Mana lagi mens pulak. Aelah, pengen marah dah pokoknya. Tapi yasudahlah ya. *dasar bipolar* 😂


Sedikit kekecewaan itu akhirnya terbayar semua ketika melihat Najwa tersenyum kegirangan. Gue tahu, tahun ini first time dia liburan menginap di hotel segala. Biasanya cuma ikutan tour sehari semalam tidur di bus rombongan dengan mamaknya. Kali ini janji gue ke dia sudah terbayarkan. Ah, lega rasanya melihat Najwa senyum-senyum sendiri sambil teriak, "Wah, ada ACnya. Wah, ada TV LCDnya. Wah, kasurnya empuk. Bla bla bla". Gue keikut senang, karena ini kali pertamanya gue juga bisa liburan senikmat ini.


Karena ini kali pertamanya liburan mewah kami, akhirnya gue dan Najwa room tour kamar 215 ini. Yang paling gue suka dari Airy adalah snack kitnya. Rasa lelah yang kami rasakan setelah berkutat lama di perjalanan rasanya langsung hilang. Laper sih iya, tapi setelah lihat snack, tiba-tiba lapernya mendadak jadi berkurang. Airy kitnya juga oke. Ada shower gel tube dan shampoo tube mini khas Airy. Serba biru putih imut begitu. Kayak si Najwa. Aduhai. Gemes deh gue.


Setelah sejenak melepas penat, gue dan Najwa langsung cuci kaki, nyalain teve, dan memesan Go-Food Bakso Damas yang letaknya tidak jauh dari Airy Rooms Syariah Lowokwaru Candi Mendut Barat 37 Malang ini. Bersyukur sih, ternyata Airy Rooms yang kita tempati memang lokasinya berada di area wisata kuliner. Jadi, mau pesan apa saja rasanya mudah dan cepat. Ingat sekali kemarin, kita pesan dua porsi bakso lengkap dan bakso hemat, baru saja gue tinggal mandi, eh abang gojeknya malah udah sampai duluan sebelum gue selesai mandi. Untungnya udah dibayar pakai Go-Pay, jadi baksonya sudah dititipin di resepsionis dan kita tinggal ambil saja ke bawah.



Jadi, karena di kamarnya tidak tersedia mangkok untuk makan bakso malam itu, akhirnya kita meminta ke respsionis dan ternyata tidak dikenakan biaya sewa mangkok. Beruntung deh, meski sendoknya harus pakai sendok plastik yang tersedia di depan kamar, kita tetap bisa makan sampai kenyang. By the way, disediakan air galon panas dan dingin untuk membuat kopi dan teh saat sarapan pagi atau kapan pun yang kita mau. Gula, kopi dan tehnya juga sudah disediakan di sana. Untuk gelasnya bisa pakai gelas yang ada di meja kamar.


Oiya, kamar mandinya juga bersih loh. Ada showernya dan tersedia air hangat juga di sana. Seriously, kalau ditanya soal kenyamanan sih gue amat sangat merasa nyaman karena kamarnya kedap suara. Jadi nggak ada tuh yang namanya kedengeran berisik dari luar atau darimana pun. Jadi, buat kalian yang mau liburan sambil kerja di Malang, boleh juga sih nyoba nginep di Airy Syariah Candi Mendut 37 Malang ini. Selain fasilitasnya lumayan oke, stafnya juga ramah. I highly recommended it. Kapan-kapan kalau ke Malang gue juga mau loh nginep di sini lagi.

Review (Kesimpulan)

Kelebihan:
Lokasinya strategis, dekat dengan stasiun kota malang, dan banyak lokasi kuliner. Lahan parkirnya luas, baik untuk tamu dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Kamarnya bersih, wangi, dan menyejukkan mata. Ada mushollanya juga di lantai dua (satu lantai dengan kamar yang kita tempati). Tidak berisik dan tiap pagi ada yang bersih-bersih di luar kamar, jadi hotelnya selalu kinclong.

Kekurangan:
Handuknya bayar lagi (disewakan), no sikat dan pasta gigi, no sandal, no breakfast (sarapan pagi) or dinner (makan malam)
Waktu dan Kebutuhan Check in: 
above pukul 14.00 dan cukup menyerahkan KTP, nanti difotocopy sama mas-masnya.

Rate: ★★★★☆
4,5 of 5 Stars
(Nyaman dan Betah Dong!)

L O C A T I O N :

Mencicip Semalam Hotel Nunia Inn Bandara Soetta


Siapa yang doyan staycation di hotel? Atau yang suka nginep di hotel dekat bandara karena merasa capek habis berpergian naik pesawat dan terlalu jauh pulang ke rumah? Tos, sama seperti saya. Melihat kasur kosan yang super keras busanya di daerah Tangerang Selatan, rasanya capek kalau harus banting stir dari bandara ke kosan, sementara saya lepas berpergian dari luar negeri (misalnya) dan sampai di bandara dini hari. Mending saya nginep dulu di hotel di dekat bandara, baru besok paginya lanjut perjalanan ke kosan untuk persiapan next project lagi. Jadi, sampai kosan badan sudah fresh tanpa beban.

Misalnya kemarin, saat selesai mengikuti acara Fam Trip Jelajah Kota Tangerang bareng Travel Blogger Jabodetabek. Karena besok siangnya saya harus balik lagi ke Surabaya naik kereta, akhirnya saya memutuskan untuk nginep di salah satu Hotel milik Aeropolis, samping Bandara Soekarno Hatta, yaitu Hotel Nunia Inn Bandara. Daripada saya harus pulang ke kosan di Ciputat, yang dari stasiun keberangkatan besok paginya (Stasiun Senen) saja jauh.


Kalau kalian tahu dan kenal Aeropolis, pasti kalian tahu juga kalau di kawasan Aeropolis ini tidak hanya ada hotel, tapi juga hunian yang lain seperti apartemen dan perumahan. Disana juga banyak banget ruko atau bisa kalian sebut kawasan komersial lah. Isinya bisnis semua. Benar-benar kaya raya yess? Kawasannya gede buanget. Saya saja sampai pusing pas kali pertama masuk naik mobil, banyak banget pintu masuk yang ditandai dengan portal bertarif. Dikit-dikit harus mencet tombol buat bayar karcis. Mana hotel Nunia Inn ini berada di paling ujung lagi tempatnya. Sabar.

Sesampainya di hotel, saya langsung diberi pemandangan meja biru resepsionis beserta mural peta yang lumayan gede. Masuk hotelnya pun berliku-liku. Lumayan ngeri juga pemandangannya. Kayak samun (surem) gitu loh. You know what i mean kan?

Lorong yang panjang dan Lampu Berkedip

Waktu itu saya bertiga bersama mbak Nuty dari Bekasi dan Marissa dari Serang. Kami bertiga berada di lorong yang sama. Bahkan kamarnya saling berhadapan. Di sepanjang perjalanan ke kamar, ada aja yang bikin horro, entah itu lampunya berkedip lah, entah lorongnya yang begitu serem lah. Berasa ada yang ngikutin aja macam di film-film horror. Mana waktu itu kita baliknya sekitar jam setengah 12 malam kan. Mata udah ngantuk banget dan capek karena seharian ikut acara Festival Budaya Kota Tangerang.


Sesampai kamar, saya pun langsung merebahkan diri di atas kasur. Nyalain AC+TV. Meremin mata, terus bernapas. Sekitar dua menit mata terbelalak lagi. Rencana sih mau mandi, tapi kok ya malas sekali, karena pas banget lagi mau habis masa menstruasi, jadi saya santai saja. Andai waktu itu saya sedang punya tanggungan sholat, mungkin saya langsung mandi, gosok gigi, terus wudhu, terus sholat baru deh tidur. Berhubung saya sedang berhalangan, jadi ya ganti baju aja terus tidur.

Okei, gue mau mulai mereview yess.

Dari segi kamar sih tidak begitu luas, mungkin karena tipenya yang biasa kali ya. Maklum saya hanya penikmat gratisan. Nginep di sini saja dibayarin sama orang kok. Kalau lagi kerja ya gini, ada bonusnya. Hehe. Jadi kamar yang saya pakai ini luasnya sekitar 3x4 gitu, ada duo bed nya. Backpacker dua orang cocok nih nginep di sini. Soalnya hotel ini lokasinya pas banget di samping bandara. Tapi enaknya, kalau sudah di dalam hotel, kita nggak bakal dengar bising-bising suara pesawat landing atau take off, jadi menurut saya ya lumayan recommended lah.


Jadi, tepat di depan bed alias tempat tidur, terpampang ruangan ramping berwarna kuning lengkap dengan wastafel dan seperangkatnya. Dihiasi dengan pintu transparant yang agak bikin saya risih (ma'af saya ndak suka kamar mandi yang terlalu menggoda iman begini, hehe). Di dinding depan kamar mandi, menempel sebuah televisi LCD 32 inch, pesawat telepon, dan Sakelar plus colokan.

Di sampingnya lagi ada kaca besar lengkap dengan meja rias dan free drinks (air kosong, tea and coffee sachet) beserta teko (heater). Entah kenapa, di saat kaca kamar hotel begitu besar, justru saya sedang malas-malasnya memakai skincare dan makeup. Sayang banget yess.



Hampir sampai jam dua pagi saya nggak bisa tidur, padahal mata udah capek banget. TV saya biarkan nyala biar saya ada teman tidur. Oiya lupa ngasih tau, saya memang sekamar dengan Marissa, tapi waktu itu Marissa pergi lagi buat nongkrong sama kakak panitia sampai jam tiga atau empat pagi( saya nggak sadar), jadi saya berasa sendirian.

Padahal rencana awal kalau nggak bisa tidur, saya mau menulis postingan ini. Tapi ketika laptop udah dinyalain, badan mintanya rebahan. Punggung sudah pengen banget diinjek biar lurus. Mata sudah sepet banget. Akhirnya laptop saya tutup lagi dilanjut tiduran sambil ngecharge handphone yang udah amat sangat lowbat. Lama-lama capek juga pegang handphone karena harus tidur miring posisinya. Akhirnya nonton teve lagi. Film nggak ada yang seru. Channelnya pas banget lagi nggak asik. Entah bagaimana bisa saya tiba-tiba tidur nyenyak sampai terbangun lagi buat bukain pintu Marissa. 

No breakfast, no swimming

Karena saya sedang tidak menjalankan ibadah sholat, ketika bangun jam enam saya sengaja tidur lagi sampai merasa mata dan badan udah benar-benar pulih dan fresh lagi. Sekitar jam delapan saya bangun dan langsung beberes. Mengingat siang itu saya harus ke stasiun untuk kembali ke Surabaya, jadi saya harus sedikit sigap. Setelah itu saya mandi, yang mana tidak ada sabun ataupun shampoo di sini. Duh, saya jadi mikir. Ini hotel apa kos-kosan tarif harian ya? Untung saya bawa sabun sendiri, jadi bisa langsung byur byur byur pakai shower. Untung airnya seger banget, jadi nggak begitu krentek. Sayang sih, kamar mandinya sempit banget. Serius deh. Jadi berasa kayak ada yang ngintipin aja pas mandi. Eh ada ding, sabunnya di atas ongkelan shower. Tapi rasanya kayak hand wash gitu tak berbusa, duh berasa daki masih nyatu banget sama badan karena seharian beraktifitas. DItambah lagi nanti di kereta bakal nggak mandi lagi seharian. Ah, sudahlah. Saya pasrah! Yang penting badan sudah keguyur air anget.


Setelah mandi saya merasa lapar. Melihat jam dinding sudah pukul sembilan saja. Untung Marissa ngasih roti yang dibawa dia sepulang acara semalam. Lumayan buat ngeganjal. Mau breakfast tapi sebelumnya lupa nanya sampai jam berapa adanya. Akhirnya saya nanya ke salah satu teman yang juga menginap di situ, ternyata breakfast cuma ada sampai jam delapan pagi. Duh ya, nyessel tadi tidur lagi sebelum sarapan. Yasudah akhirnya saya beberes saja sambil mikir, mending beli makannya pas di dekat stasiun saja. Oke. Akhirnya saya naik gojek ke stasiun Tangerang.

Oiya, untuk minumannya sih saya nggak sempat incip. Entahlah tidak ada yang menarik di situ jadi saya mau bikin kopi atau teh pun jadi malas. Hehe. Jadi begitulah kisahnya saya sewaktu incip sehari nginep di hotel deket bandara.


Kesimpulannya sih: Nunia Inn Hotel ini cocok buat kalian yang kepepet ingin singgah sebentar saja. Karena saya rasa kurang sreg aja kalau harga 200 ribuan tapi fasilitasnya cuman seuprit gini doang. Dan cocok buat kalian yang doyan menyendiri dan sunyi begini, karena di hotel ini suasananya lumayan mencekam sih, tanpa ada pemandangan apa-apa. Jadi, ya recommended buat kalian-kalian yang saya sebutkan barusan. Mungkin buat yang mau skiddipapap juga oyey aja. Hemmb.

Untuk swimming sendiri saya tidak bisa mencicipi, karena harus bayar. Heuheu. Jadi, kalian penasaran sama hotel ini? Kalau dari Bandara Sokarno Hatta, kalian langsung saja naik Grab Car/ Grab Bike tujuan Nunia Inn Bandara Hotel. Atau kalau bawa mobil sendiri ya ikutin peta aja yess.

Alamat: Blok A Aeropolis Complex, Jl. Marsekal Surya Darma No.01, Neglasari, Kota Tangerang, Banten 15129. Telepon: (021) 22252529.

Tabik,

Kollektiv Hotel, Salah Satu Hotel Instagramable di Bandung


Bandung, lagi-lagi Bandung. Kenapa harus Bandung?
Jawabannya: Bandung selalu keren cuy, apalagi ada Kang Kamil. Bandung jadi makin keren euy. Hehehe 😁 (ah, memuji kang Emil terus beliau jadi ge'er ntar, wkwkwk)


Masih lanjutan cerita kemarin, saat liburan ke Bandung bareng Kelas Blogger. Setelah acara di Greko selesai, sekitar pukul setengah 5 sore, kami diantar bus mini ke Sukasari untuk beristirahat karena besok paginya sudah harus standby lagi acara Greko yang kedua. Entahlah, berapa jam perjalanan dari Malabar ke Sukasari, rasanya kami capek sekali di jalan. Baru kali ini saya ke Bandung merasakan kemacetan macam di Jakarta. Lelah!

Setelah sampai, dengan muka lesu kami membawa barang bawaan ke dalam hotel. Setelah mata menyusuri ruang yang ada di lobi hotel, First impression: Waw, lucu sih, unik deh, asri juga, ya lumayan lah. Tapi sayang, liftnya sempit banget. Cukup nampung 4 orang kurus sahaja. Yang badannya berisi? Ya, bisa naik berdua lah sama pasangannya.

Resepsionis yang ada di lobi hotel Kollektiv Bandung
Saya dan Hani mendapatkan satu card yang berfungsi sebagai kunci kamar, dan kami pun bergegas ke lantai 5. Siap-siap merebahkan punggung ke atas kasur. Sudah lelah cin menghadapi kemacetan di Bandung. Pengen mandi air hangat, nonton tv sambil tiduran, ngerjain tugas, terus bobok cantik.



Saat kami membuka pintu, kaca besar di samping kanan beserta wastafel dan seperangkat air mineral, kopi dan teh juga tekonya langsung menyambut kedatangan kami. Dan kami berdua langsung pandang-pandangan, "Han..? Iya Cor.. Kayak lagi honeymoon ya? Bukan Han, coba kita bayangkan saja kalau ini kos-kosan baru kita. Hahaha." Lalu kami dengan sigap menaruh barang bawaan di meja dan langsung merebahkan diri ke atas kasur. Lalu kami membaur dalam kenyamanan kamar 509 malam itu.




Spot yang paling saya suka di kamar ini adalah meja di samping bed nya. Nyaman aja gitu buat blogpost, editing foto, sambil ngopi, nyemil, nonton tv, sama bikin vlog.


Saking capeknya, saya pun tidur-tiduran saja di atas kasur sambil nonton drama korea. Hani sudah mandi air hangat dan siap untuk ngopi bareng. Padahal niatnya bisa langsung posting blog acara pagi itu. Tapi gagal, akhirnya merasa tidak enak sendiri karena badan ini kok nglumbruk nang kasur ae, akhirnya saya memutuskan untuk bikin vlog bersama Hani. 

"Han, sebelum lu keluar kita bikin vlog dulu yess, menyoal dunia perbloggeran lu dan gue."

"Siaaap, ayo ayo. Gue sholat dulu ya."

"Okeeyy!"

Setelah bikin vlog, akhirnya kami memutuskan untuk keluar cari makan karena perut sudah mulai kerucukan. Eh, tetap saja mau mandi kok ya susah sekali. Males aja gitu, masih belum merasa gerah, jadi ya cuma membersihkan daerah v saja karena sedang haidh. Padahal kamar mandinya nyaman daripada di kosan. Mungkin karena di Bandung udaranya sejuk kali ya, jadi saya nya juga malas mandi. Kalau di Ciputat kan panas, jadi harus sering-sering mandi.




Entah kenapa, kalau ngeliat kamar mandi yang transparant gitu kok kepikirannya jadi ke honeymoon. Duh, usia-usia yang rentan ini buat ngomongin soal jodoh, nikah, honeymoon, parenting. Ealaah! 😂

Pas mau turun nyari makan ternyata makan malam sudah disiapin jadi kami balik lagi ke kamar. Makan malam spesial dulu sama Hani, baru ngopi cantik (ini sih buat Hani spesial sama mas Kholis 😅). Kalau saya, akhirnya tiduran lagi di kasur. mau mandi sudah mager, mau posting blog tapi wifi lumayan lama loadingnya, akhirnya menyerah pada kenyamanan di dalam bedcover

Sarapan Bubur Ayam di Hotel Kollektiv

Paginya saya memutuskan untuk breakfast ringan, supaya nanti pas acara kedua di Greko saya bisa lunch banyak. Haha. Akhirnya saya memilih bubur ayam sebagai menu sarapan ringan pagi itu.



Benar-benar tempatnya cozy banget, vintage gitu. Banyak spot yang bisa dipake untuk foto-foto. Instagramable banget deh pokoknya. Restonya tidak terlalu gede, tapi super nyaman. Ada sofa juga ada bangku kayu. Jadi tinggal pilih, kalian mau duduk di mana saat menikmati makanan ala Kollektiv Hotel.

Foto Cantik ala Selebgram di Kollektiv Hotel

Kalau kalian pergi ke taman samping hotel, kalian bakal menyaksikan pemandangan yang super instagramable pakai banget. Ada resto rumah kaca yang bikin kalian ketagihan foto-foto di sana. Saya saja sampai lelah dengan kelakuan sesi foto saya. Ada aja yang dipengen.

Taman Resto Kollektiv Hotel

Setelah foto-foto syantik, akhirnya saya dan teman-teman kelas blogger menuju ke Greko lagi untuk mengikuti acara selanjutnya. Oiya, buat kalian yang mau nginep di sini. Alamatnya saya tulis di bawah ini ya:

Alamat: Jalan Professor Insinyur Doktor Sutami No. 62, Sukarasa, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40152, Indonesia

Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kollektiv Hotel Bandung Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Nginep di Valley Resort Hotel Bandung


Lifeascory.com - Sebenarnya ini late post banget. Tapi untungnya masih nemuin beberapa foto saat nginep di salah satu Resort Hotel, Dago Pakar, Bandung. Waktu itu, sekitar akhir tahun 2015, saya, kak Petty dan Satria, rekan kerjanya berangkat dari Ciputat naik bus mini ke Bandung pagi-pagi jam 06.00. Di sini saya sebagai penikmat saja. mereka berdua yang berkepentingan urusan kantor. Meeting gitu lah ceritanya.

Seumur-umur belum pernah ke Bandung senang lah pastinya, itu kesan pertama saya. Perjalanan sekitar empat/ lima jaman gitu deh (kalau tidak salah), sampai saya menghabiskan 3 kotak susu ultra vanilla 250ml beserta cemilan-cemilan lainnya. Untuk tiket travelnya sekitar 85,000/person sekali perjalanan.

Sampai di Bandung, kami beristirahat di Giant Pasteur sambil memesan driver ojek online. Untuk meeting pertama, kami ke Villa Bank Mandiri. Saya agak lupa nama jalannya apa, yang jelas dari Giant Pasteur ke lokasi jaraknya lumayan dekat. Sekitar 20 menit kami sampai. Kenangan terakhir ada di postingan instagram saya yang ini:


Di sana kami mendapatkan 2 tiket sarapan, dan 2 Tiket Valley Adventure Park. Karena daerah Bandung terkenal dingin macam di Korea. Hari-hari saya malas keluar. Kenapa? Karena saya lupa tak bawa Jaket tebal, hanya memakai jaket levis saja. Lagipula, setiap pagi hingga sore saya ditinggal meeting sama kak petty jadinya sebatang kara. Palingan keluar kamar buat liat pemandangan sama belajar renang doang.




Lampu tidurnya unyu gitu, terbuat dari kerang laut yang disusun oval. Disampingnya ada telepon yang mana customer servisnya siap melayani 24 jam. Teringat malam itu sekitar jam 00.30 tengah malam kami kelaparan. Dan karena resto utama sudah tutup, akhirnya kami memesan nasi, sayur asam, ayam, dan ampela. Dan harganya masyaallah lumayan juga. Maklum hotelnya mewah.

Menu dinner yang kebangetan, Hahaha :D
Malamnya bertingkah x,x
Setiap pagi, kamar kami selalu dibersihkan. Sprei dan bedcover kami di ganti dan dirapikan layaknya awal kami masuk hotel, jadi selama tiga hari dua malam di sana kerjaan saya cuma jalan-jalan, renang, fitness, lihat pemandangan Dago Pakar waktu malam, menyaksikan live konser musik, sama nonton tv di kamar. Allaaah, serasa bulan madu tapi bukan (nikah aja belum, mbak). Hahaha.


Source: booking.com
Sebelum pergi ke resto untuk sarapan, sebenarnya saya ngeteh cantik dulu. Karena di kamar hotel sudah disediakan air kosong empat botol, kopi, creamer, gula dan teh sachet beserta heater, dan juga cangkirnya. Jadilah, nyruput teh sembari menghirup oksigen pagi sambil menikmati pemandangan area sekitar hotel.


Setelah puas menikmati pemandangan, barulah saya sarapan yang menunya aduhai. Berat bok! Andai boleh dibungkus. Bakal aku simpen dulu deh buat makan siang. Heheu.

Menu sarapan pagi
Dinnernya bayar sendiri, hehe
Breakfast kita ke Valley resto yang alamak gedenya. Dan kalau ke sana malam-malam, super duper ramai, padahal harga makanannya mahal-mahal. Tapi ngga ada ruginya juga sih, karena harga menentukan kualitas, jadi cita rasa makanan yang disajikan juga tidak mengecewakan. Dan harus kalian tahu, kalau mau breakfast di sini harus menunjukkan tiket yang sudah diberi (beserta kunci kamar, dll) sejak check in, kalau tidak kalian bakal beli makanan yang harganya selangit dan bahkan ditegur sama waitressnya, "Maaf mbak, di sini hanya boleh dipakai tamu yang sudah memiliki tiket breakfast!" Nah loh?.

 
 
 
 
Source: booking.com
Sebenarnya di Valley Resort Hotel ini buanyak banget fasilitasnya, kekurangannya cuma "Wifi-Area". Masa iya, di kamar aku nggak bisa akses wi-fi, dan pas saya tanya sama customer servisnya, dijawab "Tamu hanya bisa menikmati wifi hanya di rest area atau di resto saja." Yakali malam-malam keluyuran kesana. Mana kamar aku paling pojok dan melewati lembah bukit dahulu pula (bo'ong kalau yang ini). Ya, nggak mungkin dong mas! Baiklah.


Jadi, karena saya tidak pandai berenang dan mumpung tamu hotelnya lagi tak berminat untuk berenang, tiap hari pertama dan kedua sore saya sempatkan untuk renang dan fitness. Tempat fitness ada di belakang kolam renang. Sebelah kiri kamar mandi/ tempat ganti baju. Gedung putih, yang full kaca.

Tempat fitness
The Valley & sekitarnya waktu Malam Hari
Nah, buat kalian yang mau lihat foto lebih serunya lagi bisa kalian kunjungi website resminya di sini atau yang mau reservasi kamar hotel buat honeymoon, liburan keluarga, meeting, dan keperluan lainnya bisa klik di sini.

Contact lengkapnya:

+62 22 2531052
reservasi@thevalley.co.id
Jl. Lembah Pakar Timur No. 28 Dago Pakar,
Bandung 40119.