Showing posts with label Daily Life. Show all posts

Menelusuri Jejak Taman Baca Masyarakat [TBM] Kolong Flyover Ciputat

doc. pribadi
Menjadi generasi yang hidup di jaman serba dicekokin seperti sekarang ini, terkadang membuat saya merasa pening kepala ketika saya dituntut harus mikir, bagaimana supaya anak muda jaman sekarang bisa meluangkan waktunya untuk membaca setidaknya satu buku dalam sehari. Tapi sepertinya sangat susah. Terlebih jika mereka sudah tahu dan paham akan positifnya dunia digital sekarang ini. Mungkin mereka lebih memilih menginstall aplikasi "book reader" sedaripada membaca buku langsung.

Kehidupan saya di tengah kota Ciputat sungguh amat menyenangkan. Menikmati hiruk pikuk suasana macet yang tak kunjung selesai membuat saya terkekeh sendiri, ternyata begitu banyak kerunyaman di sini tapi mengapa saya masih betah juga menuntut ilmu di kota yang penuh dengan kepadatan imigran dan bulu-bulu penyakit ini. Sesekali ingin rasanya memiliki cita-cita menjadi gubernur Tangerang Selatan, supaya saya bisa membangun ruang publik yang hijau nan asri di kota Ciputat dan menjadikannya Landmark keindahan bumi Tangerang Selatan. Ah, sudahlah. Toh pemerintah sekarang juga sudah bertindak semampunya.

Sekali-kali numpang endorse di sana, haha :D
Saya sendiri orangnya suka jalan kemana-mana, tapi sayangnya semua dokumentasi perjalanan saya masih dalam box draft yang tersimpan, padahal sudah berjanji pada diri sendiri bahwa itu semua akan dishare di blog ini. Entah karena malas menulis ataukah belum ada waktu, saya masih berusaha melawan keduanya, supaya tidak terlalu menjamur di dalam box. Ya, semoga saja sesegera mungkin di posting. Sebagai contoh: tulisan Menelusuri Jejak Taman Baca Masyarakat [TBM] Kolong Flyover Ciputat ini seharusnya sudah di posting beberapa bulan lalu, tapi nyatanya baru bisa diposting sekarang. Ya, tidak apa, yang penting niatnya masih belum berkurang toh. Tulisan di semua draft harus segera di posting!

Dilihat dari judul, mungkin kalian sudah ada yang tahu di mana lokasi yang saya kunjungi saat itu. Sebagai mahasiswi jurnalistik yang tak mahu cerdas secara teoritis saja, saya menyempatkan diri untuk wawancara kepada pengelola Taman Baca Masyarakat Kolong Ciputat ini. 

Sesi tanya jawab 
Menurut Bintu, salah satu pengelola TBM Kolong Ciputat yang saya temui saat itu mengungkapkan bahwa sebenarnya TBM Kolong di Pasar Ciputat ini sudah ada sejak tahun 2015 silam. Didirikan oleh Sahabat Oi (komunitas kawan-kawan penggemar Iwan Fals) Tangerang Selatan, Pemuda Pengabdi Nusantara (P2N), juga Komunitas FISIP (UIN Jakarta) Mengajar. Mereka melakukan perombakan tempat yang dulunya adalah Pos Penjagaan Lalu lintas oleh Satlantas kota setempat, kemudian dijadikan ruang publik yang dinamis dan diberi nama "Baca Taman" Ciputat.

Di Baca Taman ini tersedia berbagai macam buku, dimulai dari buku bacaan anak-anak, pelajar, remaja, hingga untuk masyarakat umum. Semuanya didapat dari hasil sumbangan para mahasiswa dan masyarakat setempat. Ada sekitar 2000 lebih buku yang terkumpul. Bintu mengungkapkan bahwa para penyumbang buku kebanyakan adalah "Hamba Allah" yang diam-diam memberikan sumbangan berupa beberapa kardus buku yang masih layak dibaca. Bahkan ada pula yang menyumbang buku baru tanpa menyebutkan identitas diri. Semuanya diterima dengan senang hati dan rasa terima kasih kepada mereka, para donatur yang tak nampak sesiapanya.


Tujuan awal dari didirikannya Baca Taman ini sesungguhnya adalah memanfaatkan lahan kosong di tengah keramaian kota Ciputat (karena di sampingnya terdapat Pasar Besar kota Ciputat) dan memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat yang kurang mampu sehingga bisa membaca buku secara gratis dan belajar, juga menjadikannya ruang publik kota Ciputat yang bisa dinikmati siapa saja yang ingin melipir dan butuh hiburan.

Bapak tua pengangkut sampah sedang beristirahat dan menyempatkan diri untuk bisa membaca buku
Di Baca Taman ini, buku-buku terlihat rapi semacam perpustakaan kota. Ada kode-kode tertentu yang memudahkan para pembaca mencari buku yang diinginkan. Semua hal yang ada di sekitar taman baca ini bernuansa hijau dan hawanya terasa sejuk karena ada taman bunga kecil di depan pos dan terdapat mural-mural cantik yang menempel pada dinding-dinding Flyover yang juga hijau senada warnanya.

Photo Credit: Sri Mulyawati
Pertama kali saya berkunjung pun terkagum-kagum. Ternyata Ciputat punya ruang publik yang begitu mengasyikkan. Ketika semua orang pusing kepala karena melintasi jalan yang begitu runyam sebab kemacetan, mereka bisa melipir ke tengah area kolong Flyover untuk bisa menikmati asrinya taman baca yang sekaligus menjadi ruang publik kota Ciputat ini.

Photo Credit: Sri Mulyawati
Dan bukan hanya ada taman baca saja di sana. Fasilitas ruang olahraga pun tersedia sebagai ruang edukasi dan hiburan yang sangat menyenangkan. Jadi, selain menjadi media gratis membaca para masyarakat kolong, Baca Taman ini juga berfungsi sebagai tempat edukasi tentang kehidupan sosial, ekonomi, geografis, dan sebagainya.

Saya pun merasa senang dan bangga atas hadirnya Baca Tama di kolong Flyover Ciputat ini, karena di sana setiap orang bisa berbagi informasi dan motivasi kepada siapa pun yang telah bersandar di situ. Mereka juga bisa saling bertukar pendapat, menghibur diri, juga menikmati bahagianya suasana Pasar Ciputat. Dan yang terpenting adalah, mereka bisa belajar membiasakan diri untuk membaca buku dan tidak terpaku pada generasi tutorial di era digital sekarang ini.


Karena taman baca ini menjadi ruang publik yang bersifat terbuka, maka seperti biasa, saya harus dipotret ala selebgram kekinian. Dan biarkan Ciputat tetap berisiki, asal taman baca ini masih terus hidup sampai kapan pun!

Xoxo, 

Suka Cita Bersama Blogger Jakarta


Suka Cita Bersama Blogger Jakarta - Malam itu tanggal 15 Februari 2017, saya mendapat letter of invitation di email dari komunitas Blogger Jakarta, bahwa saya telah disetujui dan wajib menghadiri acara "Sharing Session: Build Professional Branding With Blog" pada tanggal 18 Februari 2017 pagi di Meeting Room Signature Park Grande Jl. Letjen M.T. Haryono No.20 Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur, DKI Jakarta. Yang sebelumnya saya memang belum resmi menjadi anggota / member di Blogger Jakarta.

Tepat pukul 08.00 saya berangkat dari Ciputat naik Commuter Line tujuan Tanah Abang (karena lokasinya lumayan jauh, jadi harus berangkat lebih awal). Sesampainya di Tanah Abang, saya melakukan transit kereta sampai ke stasiun Cawang. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam. Entah kenapa hari itu, kereta berjalan lambat tidak seperti biasanya. Setelah sampai di stasiun Cawang, saya memutuskan untuk jalan kaki ke lokasi. Ya, saran teman di chat pagi itu 'lebih baik jalan kaki, tempatnya deket ini', dan ternyata lumayan capek juga sampai saya terseok-seok, saingan lari sama penjual tape uli. Dari stasiun ke Apartemen Signature Park Grande (lokasi acara) memakan waktu sekitar 30 menit. Jadi, sesampainya di ruang acara sekitar pukul 10 dan acara ternyata sudah berlangsung sejak pukul 08.00. Omo! Telat bener, saya.
Penampakan luar Gedung lokasi "Sharing Session" - Apartemen Signature Park Grande 
Sebelum saya menerima Rundown acara, saya pikir acara ini cuma sekedar Sharing Session saja, tapi ternyata ada Gatheringnya juga. Mata saya seketika jadi berbinar-binar. Jujur sih, awal saya masuk pintu sedikit plonga-plongo, karena wajahnya sama sekali tidak ada yang saya kenal. Biasanya, kalau saya mengikuti acara blogger dari KEB atau BP, saya masih bisa sedikit mengenal wajah-wajah mereka (diinget-inget sambil merem, 'oh iya itu temen fb saya yang sama-sama anggota KEB, BP, atau BM)), ya meski saya sebelumnya juga belum pernah ketemu mereka sama sekali.

 

Materi Optimazi SEO

Setelah lumayan berkecil hati karena saya datangnya telat pake 'banget', ternyata ada yang bikin saya merasa 'bodo amat', yaitu serangkaian acara yang terlewat. Panitia mengatakan bahwa acara yang di mulai jam 08.00 tadi cuma sekedar Perkenalan Komunitas Blogger Jakarta dan Registrasi Ulang, jadi saya agak ngerasa 'tidak bersalah'. Hehe.

Baca Sampai Tuntas! (Ada Alasan Mengapa Saya Bergabung di Blogger Jakarta di Paragraf Akhir)

Barulah sekitar pukul 10.30 acara benar-benar dimulai dan dibuka oleh Mas Erwin (pihak Pikko Group) dengan Materi Sharing Session mengenahi "Optimasi SEO" yang dinarasumberi oleh "Bang Renaldi" (dari Komunitas Blogger Jakarta). Sembari mendengarkan materi, di meja belakang telah disajikan kopi Nescafe Taster's Choice yang bikin mata terus melek dan terbayang-bayang bakal diajak Tour di Apartemen baru. (Sudah! Jangan bikin saya gagal move on; berharap punya apartemen sendiri. Hehe)

Setelah lumayan kenyang dengan materi SEO, kami diperkenankan Lunch dan Sholat sebelum materi dari Pikko Group dimulai (sudah bisa tebak kan bakal ngebahas apaan? Hehew). Ya, menurut saya sih lumayan rasa Nasi Kotaknya. Lumayan mengenyangkan enak. Hehe. Setelah Ishoma selesai, kami lanjut mendengarkan materi dan diskusi mengenahi Pikko Group. Sebenarnya apa saja sih yang ada di Pikko Group ini?

Mengupas Lebih "Pikko Group"

Actually, saya akan membahas Pikko Group ini di postingan selanjutnya. Tapi sedikit saya kasih gambaran bahwa Pikko Group merupakan perusahaan properti yang menjual apartemen, kantor, mall, juga perumahan yang mengedepankan sistem "Happy Family Happy Nation". Materi sharing kali ini dipaparkan oleh seorang ibu muda cantik yang bernama Sicilia Alexander Setiawan (putri dari bapak Hendro Setiawan sang Founder dari Pikko Group itu sendiri).


Pikko Group lahir di tahun 1982, di mana Indonesia khususnya ibukota masih belum seramai sekarang ini. Nah, sejak itulah Pikko Group ini hadir sebagai pengembang bisnis di bidang properti yang memiliki visi "Menjadi penggerak ekonomi dan menjadi market leader di Global Property Development Business dengan memberikan pelayanan dan kualitas yang optimal serta menjaga dan meningkatkan nilai investasi dengan memberikan optimal returns" dan misi "Memenuhi kebutuhan customer terhadap residential, commercial development dan juga memberikan nilai kehidupan yang lebih tinggi serta pertumbuhan pengembangan proyek-proyek secara berkesinambungan".

Selain cantik, Ibu Sicilia terlihat cerdas dan rapi (bukan hanya cara dia berpakaian, tetapi juga cara bicaranya, cara berpikir, dan manajemen marketingnya). Sehingga para peserta Sharing Session di sini terlihat sangat antusiasm. Akhirnya Sharing Session ini ditutup dengan tiga pertanyaan dari peserta (Blogger Jakarta) yang selanjutnya mereka menerima MAP Gift Voucher senilai Seratus Ribu Rupiah (masing-masih orang).


Setelah selesai sharing dan diskusi, acara ini berlanjut ke "Tour Apartemen Baru: Signature Park Grande". Kami diperkenankan memakai helm proyek secara bersamaan, agar selama touring tidak ada yang cidera (luka). Karena apartemen ini tengah menjalani masa Pembangunan Total.

Bu Sicil dibantu partnernya memandu para peserta Touring
 
 

Setelah puas berkeliling ke Apartemen baru proyek Pikko Group, kami pun bersiap untuk pergi keliling Jakarta. Espesially, touring ke tiga Apartemen paling keren milik Pikko Group.


Touring Ke Apartemen Mewah Milik "Pikko Group"

Sekitar pukul empat sore kami semua berangkat dari MT. Haryono ke Pondok Indah. Kami mengunjungi salah satu apartemen yang bernama "Hampton Park". Di sana terdapat 3 Tower yang masing-masing tower memiliki area Swimming Pool tersendiri. Saya juga sempat berfoto ria bersama teman-teman Blogger. Karena hari ini temanya Suka Cita jadi ya dibikin Happy saja.


Serius, suasananya enak banget di sana. Serasa sedang berlibur ke luar negeri. Di antara tiga kolam renang di Apartemen ini, hanya ada satu yang khusus dibikin kayak pantai gitu. Jadi ada pasir putihnya lengkap dengan karang, kerang, keong. Wis, pokoknya surga banget deh. Berasa Nginep di Hotel Mewah selamanya.

Karena tiga tower ini penuh atau sudah dihuni semua, jadi kita tidak bisa melihat fullset yang diberikan Pikko Group di Apartemen Hampton ini. Oleh karenanya, Ibu Sisil mengajak tiga orang peserta yang memiliki kamera mendukung (like a DSLR or Mirrorless) untuk naik ke puncak tower. Sehingga mereka bisa mengabadikan suasana alam sekitar apartemen. Beginilah kira-kira penampakannya:


Setelah itu kami dibawa lagi keliling dari Pondok Indah menuju kawasan Simprug. And yeah! Kami lanjut ke apartemen mewah yang kedua milik Pikko Group yaitu "Botanica Simprug Apartment". Tiada pantas nikmat yang harus kau dustakan guys. Semuanya benar-benar like a pradise, and right dear! Semuanya adalah Paradise Resort. This is a Paradise! Kalian bisa bayangin ketika hunian idaman kalian adalah di sini. Itu benar-benar membahagiakan.

 
 

Kalau Botanica ini saya lihat, konsepnya lebih kembali ke Nature kali ya. Karena sejak kali pertama masuk pintu utama, kami disambut dengan pepohonan yang asri dan bikin nyaman, semacam pabrik oksigen. Jadi pas masuk Apartemen kami langsung terpesona dengan arena Swimming Pool dan taman yang lebih luas juga pepohonan hijau melebar yang selalu ada disetiap sudut ruang.


Saya mencoba bermanja ria di sana. Tapi ya cuma bisa satu menit saja. Yah, maklumlah. Tugas saya di sana cuma Touring Apartment doang jadi disyukuri saja walau semenit. Setelah berkeliling di Botanica. Kami menuju ke tujuan yang terakhir yaitu "Grand Sahid Sudirman". Gedung ini juga merupakan salah satu spot favorit dari semua apartemen yang dimiliki Pikko Group. Selain berada di tengah kota (ramai dan padat sekali), gedung ini merupakan salah satu gedung Apartmen tertinggi di antara yang lain, yaitu 59 lantai. Wow! Bisa kalian bayangin kan, betapa mengerikannya kalau saja ada orang yang menjatuhkan dirinya dari atas sana. Ah, sudahlah. Jangan terlalu berkhayal yang tidak baik. Beginilah penampakannya gedung "Grand Sahid Sudirman" milik Pikko Group.


Di sinilah masa-masa terindah Sharing Session bersama Blogger Jakarta berakhir. Kami bersama-sama menaiki lift sampai ke puncak gedung ini sebagai penutup "Gathering Blogger Jakarta with Pikko Group" hari itu. Rasanya pengen teriak "Kenapa harus cepat berlalu?", tapi kami ingat bahwa perjalanan kami bukan hanya sampai di sini. Masih banyak hal-hal yang harus kita gapai di hari berikutnya. Hingga kami yakin bahwa kami akan dipertemukan kembali.


Dan itulah alasan Mengapa Saya Bergabung di Komunitas Blogger Jakarta. Karena sesungguhnya kebahagiaan kami ada di sini. Di satu komunitas ini. Saat kami berjalan berani keluar untuk memberikan informasi dan semangat kepada orang banyak di luar sana, lalu kami saling menuntun, saling berbagi dan saling melindungi, kami merasa sangat berguna, merasa sangat bahagia, dan hidup kami bukan hanya untuk sia-sia. Di sinilah kami benar-benar belajar akan hidup. Saling take and share it.

Terima kasih banyak untuk semua Kru dan Panitia acara Sharing Session  kali ini. Kalian benar-benar hebat. Kalian benar-benar keluarga yang patut diperjuangkan hingga nama kalian bisa seindah Tulip bermekaran di berbagai belahan negara. I really love you guys! Sampai ketemu di acara-acara keren selanjutnya.

Notes:
-Tidak semua foto yang saya bagikan di sini adalah murni hasil jepretan saya. Semua berkat bantuan teman-teman Blogger Jakarta, Thanks to Annafi (yang paling banyak nyumbangin foto kecenya buat konten ini karena saya lupa bawa kamera DSLR), Rizka dan Hani
-Buat kalian yang pengen gabung di komunitas ini, silakan mengunjungi website Blogger Jakarta

Jumpa Blogger Bersama "Sun Life Indonesia"



Jumpa Blogger Bersama Sun Life Indonesia - Kemarin Sabtu tanggal 01 Oktober 2016, saya bersama teman-teman komunitas blogger lainnya menghadiri acara Jumpa Blogger Sun Life di Café Cinema XXI Plaza Indonesia. Acara ini membahas dan mengupas habis tentang kesehatan terutama mengenahi penyakit diabetes. Tema yang diambil dalam acara ini adalah Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes.

Pukul sebelas siang saya meluncur dengan kecepatan 80 motor Jupiter Z keluaran tahun 2009 dari Ciputat, Tangerang Selatan saya bersama teman sekelas saya, Chichy Siregar berboncengan menuju Jakarta Pusat. Duh, macetnya minta ampun. Panasnya allahu akbar deh, suer.

Dan saya yang biasa berkelana bersama teman-teman (agak norak) saya di ibukota, melintasi jalur Pd. Pinang – Pd. Indah – Blok M – Sudirman – Bundaran HI. Sekitar satu jam lebih saya baru bisa melihat gedung Plaza Indonesia yang berhadapan langsung dengan landmark Bundaran Hotel Indonesia. Jadi, belok kiri saja kalau dari arah Sudirman.

Setelah sampai di depan gedung mata saya mengamati lebih, bahwa mayoritas orang yang masuk ke Plaza rata-rata mengendarai mobil pribadi, nah loh? Saya? Halah, saya mah apa atuh? Cuma butiran debu yang terkibas angin sampai ke ujung sampul kehidupan hedon dan glamouranak Jakarta. 




Dengan muka sok tau, saya membawa motor ke Plaza Indonesia yang ternyata tidak ada ruang buat parkir motor, jadinya ikut nimbrung di jajaran motor dekat sungai samping Plaza. IDR 5rb/ parking.

Sambil me-norak-kan diri, saya mengalungkan Nikon D5000, cekrak-cekrek sejajaran gedung  mewah yang melingkar, berdiri congkak mengkilat dari ujung ke ujung. Ya, cuaca siang itu lumayan mendukung buat motret sempurna, dengan bantuan cahaya alami maksudnya (matahari).

Lobby Plaza Indonesia (Pintu Masuk)

Dari parkiran motor saya berjalan kaki menuju lokasi acara. Ternyata Café Cinema XXI ada di lantai enam. Saya berputar-putar pusing mencari escalator, kira-kira di mana anak tangga berjalan yang akan membawa kami ke lantai enam. Pikiran saya berargumen, gedung ini pastinya khusus buat orang-orang kapitalis. Kaum proletar seperti saya tentunya tidak cocok menapakkan kaki di sini. Kebanyakan turis asing berkulit putih berlalu lalang dan saya yakin ini bukan bule buatan lokal. Dari logat bahasanya saja tidak saya temukan bahwa mereka orang Indonesia. Ya, mugkin inilah department store khusus orang-orang berduit (read: bukan rupiah). Tapi saya tetap, menikmati perjalanan saya menuju lokasi acara.


Sesampainya di lokasi, saya lumayan cengok. Kok ya ndak ada orang yang saya kenal sebelumnya. Yang saya kenal waktu acara blogger sebelumnya bernama mbak Ria Buchari. Salah satu anggota KEB, BP, dan BM. Sudahlah, saya putuskan sok percaya diri saja. Maklum, saya terbilang blogger paling muda. Karena yang lain kebanyakan sudah berumah tangga semua sedang saya masih semester satu di bangku perkuliahan. Jadi, ah abaikan!



Saya bersalam-salam sama peserta lain. Pura-pura kenal saja, dan ada juga yang sok kenal ternyata. “Ingat nggak, siapa saya? Saya tahu mbak Cory loh, kok mbak lupa sama saya ya?” Alhasil saya Cuma tersenyum, tanya nama lagi. Siapa tahu memang saya yang lupa. Anyway, kita pernah ketemu di mana ya mbak? Emm, Ada deh! Jawaban yang sulit dimengerti. Baiklah!

Acara ini dibuka oleh mas presenter yang lucu dan gemesin. Entah siapa namanya, saya juga penasaran. Lalu disambut dengan pengenalan Sun Life Indonesia sekaligus peresmian acara oleh mbak Elin Waty yang cantik dan seksi. Lalu dilanjutkan dengan materi pertama mengenahi diabetes dari Kementrian Kesehatan ibu dr. Lily S Sulistyowati, MM dan dilanjutkan lagi materi diabetes oleh Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E. yang sudah berusia lanjut namun masih tetap bugar dan ganteng. Setelah pemaparan selesai, lanjut sesi tanya jawab yang mengharukan. Diabetes bisa dibilang sukses membuat orang satu forum meneteskan air mata ketika mendengar kisah mereka yang menyandang maupun calon penderita.

Sambutan dari Sun Life Finansial Indonesia
Dr. Lily S Sulistyowati menyampaikan materi diabetes
Terakhir, acara ini dimeriahkan oleh tiga pemenang  door prize, lima voucher belanja, tiga tweet live terbaik, juga satu pemenang Grand Prize (Smartphone Samsung J1). Dan saya, mendapat banyak ilmu tentang kesehatan, sebuah souvenir cantik dari Sun Life, dan bahagia bisa ketemu langsung para blogger dari berbagai komunitas blogger Indonesia.

Foto bersama mbak Caroline, si pemilik blok www.catatanoline.web.id - pemenang kuis live tweet. Dapat handphone Xiaomi
Dan akhirnya, saya ketemu mbak Ria Buchari juga. Kebiasaan, setiap kali acara sesi paling akhirnya adalah foto-foto. Sebagai kenangan yang tak terlupakan, saya pun berbahagia bisa bergabung di komunitas blogger bersama mereka. 

Foto berdua with Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E
With mbak Nunu Halimi
Foto bareng, mbak nunu, gue, gak tau namanya, mbak eni
Dan maaf kalau yang terakhir fotonya ngeblur. Efek fotografernya yang amatiran dan sempat di goyang-goyang lensa fokusnya (pas motoin). Hehe. Untuk penjelasan mengenahi penyakit diabetes dan cara pencegahannya bisa tunggu postingan selanjutnya. Thank you :)