Showing posts with label Culinary. Show all posts

Nyobain Lapis Kukus Pahlawan, Ole-ole Khas Surabaya


Hello foodies. Jarang-jarang banget kan gue posting makanan kayak gini ya. Padahal ya, dulu gue antusias banget mau nelurin blog lifeascory.com menjadi blog ber-niche travel and culinary gitu. Alhasil, jadi kayak berkhianat gini. Seriously, kenapa sih tiap kali mau bahas makanan, gue tuh males banget bikin konten buat dishare di blog. Padahal, review makanan kan lebih gampang. Jepret-jepret, upload bentar, tinggal klik publish, beres deh. Kata siapa? (motoin objeknya aja susah bener; karena males) Cisss,, sombong kali awak ni kan.

Yaudah, back to the topic. Gue mau bahas salah satu ole-ole khas Surabaya. Layaknya para artis yang menjajakan produk terbarunya, gue mau menjajakan lapis kukus khas kota pahlawan ini. Menurut Wikipedia, lapis kukus pahlawan ini merupakan produk ole-ole khas asli surabaya, dan alasan kenapa dinamakan lapis kukus pahlawan adalah jeng jeng jeng.



Selain menjadi kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya merupakan kota yang ikonik dengan simbolis perjuangan Arek-Arek Suroboyo (Pemuda-Pemuda Surabaya) untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajah kolonial. Oleh karena semangat perjuangan yang menjadi ciri khas Kota Surabaya tersebut, cita cita Lapis Kukus “Pahlawan” Surabaya dapat menjadi pahlawan ekonomi dan kewirausahaan, sebagai salah satu UKM yang sama-sama membangun kondisi ekonomi Indonesia yang lebih baik, dan mampu bersaing dengan produk-produk asing, juga menjadi ciri khas yang dibanggakan dan dicintai oleh masyarakat.

Kelebihan produk Lapis Kukus Pahlawan Surabaya antara lain: Pertama, tekstur kue yang lembut dengan proses pembuatan dikukus, dan diolah dengan teknologi mesin terkini. Kedua, Perpaduan bahan baku antara tepung terigu dan tepung singkong yang presisi menghasilkan cita rasa yang tinggi yang khas. Ketiga, Taburan cream lembut dan keju pilihan membuat ketagihan penikmatnya. Keempat, Varian rasa yang sangat menggoda selera yaitu Original, Chocopandan, dan Brownies. Kelima, Pusat ole-ole para traveling yang pas di Surabaya, tepat dan kebanggaan dari Kota Pahlawan sebagai buah tangan untuk dibawa pulang dan dinikmati bersama keluarga dan kerabat di kampung halaman.



Menurut gue sendiri rasanya sih enak. Teksturnya lembut tapi nggak terlalu halus, jadi nggak bikin bosan. Malah ketagihan mulu tiap disendokin. (maaf, cara makan gue emang suka gini, kadang aneh aja di mata orang, makan kue disendokin, tapi sah-sah aja kan ya :p).

Kalau disuruh repurchase, so pasti gue bakal beli lagi. Karena selain rasanya yang enak, harganya juga murah. Dibandrol cuma 30 ribuan, lapis kukus ini bikin happy. Apalagi kalau lagi lembur ngerjain deadline proyek besar, cocok banget buat jadi teman ngopi. Dinikmatin pagi-pagi sambil ngeteh juga cocok banget.

Rate for Lapis Kukus Pahlawan
★★★★☆
4,5 of 5 Stars
(Muantep Banget rek!)

Terfavorit lah pokoknya!


Lapis Kukus Surabaya
Jalan Raya Kutai 53 Surabaya
Instagram: @LKSPahlawan
Phone: 031-1500058

Melepas Rindu Kuliner Gresik; Bakso Urat Cak Adhim


Mana suaranya para pecinta bakso? Oke, sudah sudah. Sila diturunkan kembali tangannya. Bau keteknya sudah mulai menyengat. Tos dulu deh bahwa kita memang satu spesies kan ya. Homo Baksodisaurus, doyan makan walau kurus. Buat yang gemuk tak boleh iri hati, karena suatu hari nanti pada akhirnya akan ada masa bahwa lemak tubuh manusia yang tertimbun akan terkikis dengan sendirinya melalui diet alami.

Saya adalah salah satu di antara jutaan manusia di belahan dunia ini yang amat sangat mencintai kuliner nusantara yang bernama bakso [meatball]. Jangan ditanya sejak kapan, yang jelas kecintaan saya terhadap bakso terhitung lebih banyak dibanding kecintaan saya terhadap dimsum. Mungkin, bagi sebagian orang yang sudah pernah hidup berdampingan dengan saya masih ingat bahwa saya ini bakso addict. Setiap ada bakso apapun jenisnya pasti saya beli. Inget banget, tengah malam cari bakso sampai ke penghujung Jakarta Selatan, ujung-ujungnya dapat bakso gratisan dari ceu Yani, yang abis kencan dari warung Bakso terenak di kota Cirendeu. Gue dibangunin sampe kaget bener liat bakso urat segede panci (bo'ong sih, gede lah pokoknya mah). Makasih loh beb 😗😘

Lagi-lagi tiap abis maghrib atau isya' nongkrongin abang bakso Malang yang padahal rasa bakso dan kuahnya kadang lewer (ora ngalor ora ngidul). Inilah saya, si penggila bakso sampai segitunya. Jadi bisa dipastikan, untuk selera lidah saya terhadap bakso. Ohoho, jangan coba main-main. Saya pasti komentar kalau sampai kuahnya kurang pas atau baksonya kurang mantap.

Kuliner Khas Gresik ala Bakso Cak Adhim

Selama saya di rumah, ingin rasanya saya pergi kulineran bareng nyokap. Ya, karena kalian tau sendiri kalau selama ini saya LDRan. Hanya di saat seperti inilah momen berduaan romantis itu bisa terealisasi. Akhirnya, setelah beberapa kali menolak diajak keluar, nyokap pun menyerah pada kenyataan bahwa iming-iming saya untuk kulineran memang tak pantas untuk ditolak, apalagi itu 'BAKSO'. 

Bakso Cak Adhim atau biasa anak nggersik kulonan menyebutnya BCA merupakan salah satu kuliner khas Gresik yang dipuja puji para spesies Homo Baksodisaurus sebab cita rasa kuah baksonya yang super enak. Ditambah lagi kikil dan es caonya, semua bikin lidah mengeras merasakan kegetiran rindu mencicipi semangkok bakso asli Padang Bandung ini.

Bakso Urat Jumbo + Kikil. Pict Source: instagram @baksocakadhim 

Untuk bisa menikmati semangkok bakso urat Cak Adhim, saya sendiri harus melakukan perjalanan sejauh 2 km dari rumah. Walau selama hampir satu tahun ini saya menolak untuk naik motor di daerah rawan maut dekat rumah saya, akhirnya saya memberanikan diri demi melepas rindu pada si bakso nan mempesona ini.

Bagi yang belum tahu pasti kalian bertanya-tanya, memangnya di mana sih lokasinya Bakso Kikil Cak Adhim ini. Kok heboh banget kayaknya. Of course, selama saya beli di kios bakso cak Adhim ini selalu ramai pembeli. Bayangin saja, kios ini buka dari pagi dan tutup sekitar jam sembilan malam. Kuah baksonya selalu stand by dan cita rasanya tak pernah berkurang. Lokasinya tepat sebelah kiri jalan raya Desa Padang Bandung, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur kalau dari arah Gresik kota. Kalau masih bingung pakai google maps dong, jangan kalah sama Dora the Explorer.



Apa saja menu Bakso Cak Adhim?

Spesial untuk nyokap, saya persilahkan makan sepuasnya. Tapi sayang, perut cuma muat satu mangkok berisikan setengah porsi lontong, Bakso Urat, Mihun Biru, Kuah spesial dan segelas es cao mantap. Saya sendiri menunya sama seperti nyokap. Tadinya kita mau pesan bakso urat + kikil. Tapi karena kikilnya habis, kami jadi pesan bakso urat saja. Sayang sekali nih, rindunya belum 100% terobati. Kapan-kapan kudu balik lagi.

Untuk menunya sendiri sebenarnya ada dua menu utama yaitu bakso urat dan bakso biasa. Untuk bakso biasa rasanya ya halus gitu, mungkin hanya ada sedikit sentuhan uratnya. Kalau untuk urat sendiri benar-benar kerasa banget daging kasarannya. Ditambah lagi ada gajih kerasnya, jadi semakin maknyus. Bakso urat sendiri pun ada dua pilihan, ada bakso urat porsi biasa dan ada bakso urat porsi jumbo. Masing-masing porsi bisa ditambah kikil sesuai harga dan selera.

Menu hari ini Bakso Cak Adhim. Lengkap dengan harganya. Source: instagram @baksocakadhim
Untuk pilihan minumnya pun beragam. Ada es teh (tawar dan manis), es nutrisari, es cao, dan es kelapa. Kalau saya sih doyan es caonya, karena ya biasa saja dong ya kalau pesan es yang lainnya. Semuanya sudah sering saya nikmati sewaktu tinggal di Jakarta.

Harganya pun merakyat sekali. Untuk rasa yang begitu memikat hati dan minta dirindukan terus-terusan, harga semangkok bakso di oulet cak Adhim ini cuma dibandrol mulai dari Rp. 12,000 saja. Kami saja kemarin berdua cuma habis Rp. 30,000 untuk 2 mangkok Bakso Urat + 1 Lontong + 2 Gelas Es cao. Murah banget kan? Itu saja bikin kami berdua kenyang sak ndalan-ndalan. Mau makan di rumah saja jadi malas, padahal menunya juga kuah ayam. Heemmm, bakalan balik lagi deh ya ke outlet cak Adhim nanti.

Detik-detik terakhir menghabiskan bakso urat yang super hemat
Ini juga sih salah satu alasan yang bikin rindu ingin pulang ke kota santri nan sumpek ini. Selain menjadi pusat kota industri terbesarnya Provinsi Jawa Timur, Gresik juga surganya wisata heritage dan kuliner loh. Nggak percaya? Ayo ke Gresik makanya!

Oiya, big thanks to nyokap udah mau diajak kulineran sampai ke ujung kulon kota Gresik (ya walau belum kulon banget sih). Yang penting perjalanannya mengasyikkan ya bun. Love you more pokoknya, semoga bisa kulineran bareng terus :3

Tabik,

Rate for Bakso Cak Adhim
★☆
4,5 of 5 Stars
(Muantep Banget rek!)

Alamat lengkap:
Jl. Raya Padangbandung, Bandung, Padang Bandung, Dukun,
Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61155

Spicy Beef Soup La Mian Imperial Kitchen


Jika kalian penikmat kuliner, suka menjelajahi tempat makan di mana pun lokasinya, pastinya kalian sudah tidak asing lagi sama resto yang satu ini. Ya, Imperial Kitchen & Dimsum. Salah satu resto china yang menyediakan berbagai menu makanan Tradisional Nusantara nan memiliki cita rasa khas Tiongkoknya. Tau dong ya, dimsum asalnya dari mana? Oke, tak usah panjang lebar, langsung aja ngebahas makanan yang sesuai sama judul postingannya.

First Impression

Ditanya gimana rasanya nyobain makanan di resto china macam Imperial Kitchen ini so pasti akan saya jawab, enak banget (kalau soal rasa). Tapi pertanyaannya, pengolahan makanannya bersertifikat Halal apa enggak? Pasti nanya juga dong ya, apalagi saya baru pertama kalinya nyoba makan di resto ini. Ya, meskipun sebelumnya juga pernah nyoba makan di resto China (yang berlabel halal), tapi tetap saja ada yang bikin deg-degan. 

Tau lah, kitorang dilarang makan pork, entah itu berbentuk minyak walaupun setetes, apalagi lemak, kulit, atau apapun yang bersentuhan dengan hewan tersebut. Jadi wajar kalau harus bertanya-tanya soal halal enggaknya. Tapi jangan khawatir, ternyata Imperial Kitchen ini sudah resmi mendapatkan sertifikat halal, karena pengolahan dan penyajiannya juga dengan cara yang halal (pegawainya kebanyakan orang-orang muslim). Jadi saya bersuka cita dan makan dengan tenang.

Ada Menu Apa Saja di Imperial Kitchen


Selain dimsumnya yang murah meriah (menu khas yang lebih dikenal kebanyakan orang), Imperial Kitchen juga menyediakan menu Nusantara diantaranya ada Aneka Nasi Goreng, Aneka Mie Goreng, Aneka Sup, Aneka Lumpia, Aneka Tumisan,  Menu Bebek Goreng, Menu Ikan Goreng, dan masih banyak lagi. 

Waktu itu kebetulan saya makan tidak sendirian, tapi ditemani banyak orang. Hahaha. Ceritanya ada Meeting gitu bareng Honestbee dan Blogger Perempuan. Kita ngumpulnya di Imperial Kitchen Citywalk Sudirman. Jadi nggak kelihatan jomblo kan? Hehe. Anggap aja lagi arisan ibu-ibu komplek.


Saking banyaknya menu yang ada di Imperial Kitchen, saya sampai bingung mau makan apa. Secara saya ini orangnya doyan makan, tapi kalau sudah ngeliat banyak makanan di depan mata gitu suka jadi kenyang duluan terus sakit kepala. 



Akhirnya untuk saya pribadi memesan Sup Pedas La Mian With Beef, sedang untuk dimakan bareng-bareng kita pesan Kai-Lan Dua Rasa sama Tahu Goreng disaosin gitu, lupa apa namanya, sapo tahu kali. Tak terlewatkan, kita pun memesan dimsum dung. Kan murah meriah. Only 10,000 dapat 4 biji.

Alasan kenapa milih Sup Pedas La Mian with Beef

Sebenarnya, saya sendiri tidak terlalu suka sama menu yang berbahan pokok mie. Kayak mie ayam, indomie dan sejenisnya. Tapi entah kenapa daripada milih salah satu dari menu nasi goreng atau nasi ayam, saya lebih tertarik sama Sup Pedas La Mian ini. Alasan paling mendasar adalah karena saya orangnya suka makan (makanan) yang berkuah semacam soto, sup, bakso dan sejenisnya. Alasan yang lebih mendasar lagi adalah karena saya punya wasir/ambeyen. Hmm, kan pasti langsung bilang, "Oooohhh.." atau "Owalah, pantesan!". Ya begitulah, jadinya saya memilih makanan yang berkuah.

Nah, ini nih momen yang bikin menarik. Saya ini kan nggak doyan mie, tapi kenapa kalo makan Sup La Mian ini saya habiskan sampai bersih, malah waktu itu saya pengen nambah lagi porsinya, tapi sayang waktunya nggak cukup karena kita harus fokus meeting projek Beelanja Challenge.


Saking semangatnya makan, saya sampai tercyduk oleh Sheni saat memasukkan mie kedalam mulut pakai sumvit 😁. Duh mbak, rakus bener yak! Tapi sumvah, rasanya beda aja gitu. Kayak mie rumahan bikinan sendiri (memang dibikin khusus sama Imperial Kitchen) plus ada rasa-rasa Tiongkoknya gimana sih buat ngejelasin yang lebih detailnya. Pokoknya enak pake banget deh rasanya. 


Jadi, Spicy Beef Soup La Mian in Szechuan Style alias Sup Pedas Lamian pake daging ini terdiri dari mie, diguyur kaldu kuah yang mengandung rempah dan berasa banget pedasnya, dicampur baby kailan yang seger banget, di atasnya ada beberapa potong irisan tipis daging sapi, di tambah dengan irisan daun bawang yang hijau subur di atas sendok khususnya. Kalian harus tahu, saya memang pecinta bawang-bawangan termasuk daun bawang dan seledri. Nggak heran dong kenapa saya jadi doyan makan La Mian ini.

Baru pertama kali nyobain saja sudah ketagihan mau nambah lagi, gimana kalau sudah nyobain menu berkuah yang lainnya? Tapi untuk nasi goreng seafoodnya sih lidah saya kurang cocok. Kemarin sempat mencicipi sedikit punya Sheni.


Ini penampakan nasi goreng milik Sheni. Gimana, kalian tertarik? Buat yang pecinta seafood boleh dicoba, lumayan lah rasanya tapi kalau di lidah jawa timuran saya kurang cocok, hehe. Nggak tau kenapa.



Nah selain Sup La Mian dan dimsumnya, yang saya suka dari Imperial Kitchen ini adalah teh khas Tiongkoknya. Nendang banget, dan pas di lidah rasanya. Dauh tehnya kerasa, wanginya lumayan menyegarkan, pahitnya pas, dan tidak terlalu manis.

Jadi, pas habis makan Sup La Mian ini kan saya pesan es teh manis. Eh, malah bikin lidah saya makin kepedasan, akhirnya saya menyeruput satu cangkir teh Tiongkok ini. Entahlah apa nama tehnya, tapi beneran saya suka banget tehnya. Langsung bikin badan terasa segar dan rasa pedas di lidah dan tenggorokan juga hilang.

Jadi, pengalaman saya makan di Imperial Kitchen untuk yang pertama kalinya ini sih tidak mengecewakan. Apalagi pas banget, La Mian menjadi menu yang cocok di lidah jawa timuran macam saya ini. Rasanya kalau ke Imperial Kitchen lagi mau nyobain menu lain yang sama-sama berkuah juga sih. Biar tahu, kali aja ada menu lain yang bakal lebih menggoyangkan lidah kan.

Siapa di antara kalian yang sudah pernah makan di Imperial Kitchen & Dimsum juga? Sharing juga dong makanan favorit kalian di Imperial Kitchen. Biar saya juga bisa membayangkan menu-menu lain selain Spicy Beef Soup La Mian in Szechuan Style ini. Kali aja ada yang bikin tergoda kan. :)

Spicy Beef Soup La Mian in Szechuan Style
Price: IDR 38,900
Rate: ★★★★ (5 stars)
MANTAP BANGET !

Sensasi Meeting di Intermeszo Cafe


Kalau dipikir-pikir, ternyata gue ini katrok juga loh. Dari sekian lama gue tinggal di Ciputat, tempat instagramable atau hangout yang keren aja gue belum tahu banyak. Ah, yang bener? Suer, gue ini termasuk katrok alias ndeso loh ternyata. Ya, begini ini. Kalau jadi mahasiswa rantauan mah harus pandai-pandai mencari uang halal dan memanage uang itu dengan baik. Betul tidak? Yoi dong! Oh, Thanks GOD It's Thursday! ❤👰 Alhasil, beli makan saja gue harus pilih warteg paling murah dan stop nongkrong-nongkrong syantik kalau tak berfaedah. Oh, ngeriiiii mameeen 🙌 (kalau yang ini sedikit abaikan, karena setiap orang juga pasti butuh hiburan; meski kurang berfaedah, Hahaha).

Dari sekian banyak kedai yang gue temuin saat gue jalan-jalan keliling Ciputat, gue baru ngerasain nongkrong berfaedah cuma 6 kali doang, iaitu di Sahabat Kopi, Merlion Cafe, Joker Coffee, Haus Coffee, Basecamp Cafe, dan kemarin di Intemeszo Cafe. Miris? Enggak juga sih, karena gue yakin suatu hari nanti gue bakalan ngejajal ke semua kedai yang ada di Ciputat, biar kalian juga bisa nikmatin sensasinya.

Apa dan di mana sih Intermeszo Cafe itu?

Intermeszo Cafe merupakan salah satu kedai atau resto di Ciputat yang memiliki konsep cafe & food court klasik, bertempat di jalan Kertamukti seberang Indomaret dekat kampus 2, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Jakarta.

First impression gue kesitu sih lumayan terkagum karena konsep tempatnya yang klasik. Dimulai dari cat dindingnya yang merah menyerupai bata, deretan kursi kayu dan lampunya yang terkesan klasik dan konsepnya yang outdoor bikin gue ya lumayan suka lah (sambil cuci mata lihat bule ganteng, et emang ada?). Kalo gue pikir-pikir sih ini tempat cocoknya gue sebut food court kali ya. Karena di satu tempat ini bukan hanya ada satu kedai mini saja, ya sekitar ada 5 kedai mini lah dengan berbagai jenis makanan yang berbeda.




Meeting Perjodohan di Malam Hari

Sedikit cerita, gue dan anak Geng Macan (Mahasiswa Cantik 👯😛) udah sebulan bikin bisnis perjodohan ala-ala sunnah rosul (barangsiapa yang berhasil membantu sesama saudaranya dalam mempererat silaturrahim, terutama membantu dalam hal ta'arruf (laki dan perempuan) sampai keduanya menikah, maka terbukalah pintu syurga baginya). Nah, alhamdulillah banget kan kalau misalnya bisnis perjodohan kita lancar dan berhasil sesuai harapan. Setidaknya ada pintu syurga yang terbuka untuk kita :p

Gue sama Chume (direktur Aplikasi Biro Jodoh anak Geng Macan) jalan kaki dari asrama ke Intermeszo, sekitar 10 menit sampai. Di sana kita udah janjian sama klien kita, Bang Evan (Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta, asli Ambon) juga kak Galuh Hayu (salah satu Blogger pemula yang doyan banget Ngopi, lihat blognya di sini). Oiya lupa, gue ke Intermoszo Cafe sebenarnya bukan hanya sama mba Chume, tapi sama emaknya juga, iya emak Tasripah yang jauh-jauh datang dari Brebes buat ketemu fans fanatiknya, yaitu Gue. Hahaha 😂 *sudah, lupakan*

Gue dan Emak Tasripah berpelukaaaaan~
Gue, Chume, dan kak Galuh berniat menjodohkan Bang Evan dengan salah satu kakak senior kita yang basically punya skill operation yang sama yaitu Law in Action. Jadilah kita meeting malam-malam. Sambil ngobrol ngalor ngidul, gue pesan Green Tea Ice sama Roti Bakar Selai Cokelat. 


Dari kiri: Emak Tasripah, Kak Galuh, Mba Chume, & Bang Evan

Selain ngobrolin soal perjodohan, sebenarnya ada hal lain yang bikin nongkrong kali ini berfaedah, yaitu proyek kerjaan buat kak Galuh. Suer, gue cengok (terlihat bego) banget malam itu. Gimana enggak kan ya, mereka bahas seputar ilmu Hukum dan sekawanannya, karena basically mereka dari prodi Hukum semua, nah gue? Anak jurnalistik yang kerjanya nyari berita, intipin gosip apakah itu gosip benar apa nggak, belajar koding website, desain grafis, bikin tulisan sastra, pantas saja otak gue nggak nyambung. Ya, sebenarnya kalau mau disambung-sambungin sih bisa tapi mending gue diam daripada ikutan sok tahu terus gagap dan itu malu-maluin banget. Haddeeh, yasudahlah~

How About Price and Taste

Kalo boleh jujur ya, rasa minuman dan masakannya kurang endeus di kafe ini, dibanding tempat gue nongkrong sebelumya (yang pernah gue sebutin di atas). Ya mau gimana toh? Gue itu lidahnya sensitif, karena dari masakan nyokap gue sendiri aja beneran kaya rempah, apa-apa kalo bikin itu totalitas banget, jadi kalau ada makanan yang kurang bumbu ya pastinya gue agak kecewa. Misal, bikin roti bakar itu kalau mau beda dan spesial, harusnya ada bumbu tambahan misalnya susu kental manis+bubuk matcha kah atau apa gitu, nah di kafe ini enggak. Makanya gue kurang srek sama harga dan rasanya. But overall, semuanya gue suka sih. Dari mulai konsep latarnya, pegawainya yang ramah, juga disediain tempat ibadah. Jadi, gue betah deh. 


Selain pesan Grenn Tea Ice & Roti Bakar, temen gue pesan Milk Shake Taro, dan rasanya ya biasa aja. Emak Tasripah pesan jus Jambu dan pas dirasain katanya biasa aja. Satu lagi temen gue pesan Ice Cream, tapi ternyata kurang endeus juga, duh beneran agak kecewa loh gue. Rasanya kurang creamy gitu loh. Tampilan sih oke ya, tapi rasanya mesti ditambah lagi ini. Biar spesial. Kalo Bang Evan sendiri pesan Nasi Bento, entah bagaimana rasanya. Ya, mungkin kalian bisa coba sendiri ya kalau nongkrong di sini. Lo tanya gue? Hehe, kalian aja deh yang taste, nanti tulis review di kolom komentar di bawah ya :p Haha. 

Kelebihan dan Kekurangan

Menurut pandangan gue, kelebihan di kafe ini adalah tempatnya yang strategis (tepat di samping jalan raya utama), tempatnya luas dan bersih sehingga cocok untuk nongkrong bareng, party, atau diskusi. Menu makanannya juga beragam. Selain itu, tempatnya yang outdoor jadi enak aja buat cowok yang suka ngerokok. Bebas mau kepulin asapnya di mana (tapi tahu diri lah kalau ada balita atau cewek yang kurang suka sama rokok, hehe).

Nah, ngomongin soal kekurangan, setiap orang punya cara pandang masing-masing. Gue sih apa adanya aja ya, kalau soal rasa di kafe ini kurang pas menurut gue. Menurut beberapa teman gue yang udah nongkrong di situ ya ngungkapin hal yang sama. Dari segi rasa emang kurang. Terus ditambah lagi penyajiannya yang (maaf) agak lama gitu. Padahal karyawannya kan lumayan banyak ya, kedainya pun beragam, tapi penyajiannya kadang-kadang bikin kita darah tinggi.

Sedikit cerita: Pas nongkrong kemarin ada lagi dua teman yang datang. Salah satu dari Mereka pesan mie rebus, ternyata penyajiannya salah. Lalu dia pesan lagi kentang goreng, sampai satu jam pun itu kentang nggak sampai-sampai di meja kita. Pas ditanya ternyata lagi diproses, begitulah keluhan kita soal kafe ini. Padahal sebenarnya enak banget tempatnya buat menghilangkan penat rasa, tapi sayang banget ada beberapa hal yang kurang bisa dinikmati. But, it's okey sih. meeting kita berjalan dengan lancar.

Kalau kalian ke Ciputat, jangan lupa mampir ke Intermeszo Cafe, karena di sana banyak Mahasiswa Internasional UIN Jakarta yang suka nongkrong syantik. Kali aja kan, kamu berjodoh. Hahaha :D

xoxo,

Nyobain Makanan Korea; Jajangmyeon-nya Mujigae Resto Lippo Mall Kemang


Kemarin tepat tanggal 07 April 2017, saya dan teman-teman mencoba menghabiskan malam Sabtu di Lippo Mall Kemang. Usut punya usut, penyebab kami memilih Lippo Mall Kemang sebagai tempat hangout malam itu adalah promo FREE JAJANGMYEON [tidak termasuk minuman] yang diadakan oleh Mujigae Resto. Salah satu resto yang menyediakan beberapa menu makanan Korea, like a Bibimbap, Bulgogi, Topokki, Ramyun, Kimchi, dan Jajangmyeon ini.

Seperti biasa, kami berangkat dari Ciputat menggunakan driver online Uber Car dan menggunakan dress code sesuai persyaratan, yaitu memakai pakaian berwarna hitam. Yeay, inilah pasukan #MUJIGAEBLACKDAY macam orang ngelayat tapi sesungguhnya sedang bersuka cita.

Saya, Mpok Ujoh, Kak Nadia, and Ola

Karena sedang promo gratis, bisa kalian bayangin kan antri dan ramenya. Sekitar lima belas menit kami menunggu antrian supaya dapat bangku yang sesuai untuk berlima. Setelah itu, kami dipandu sama waitress cantik memakai Hanbok Pink untuk segera memasuki bangku resto yang ada di dalam.

Tempatnya asri dan unik. Dilengkapi dengan iPad disetiap bangku resto menjadikan pelanggan merasa nyaman dalam memilih dan memesan menu makanan. Selain itu, iPad yang disediakan juga bisa dipakai untuk selfie/ wefie yang mana fotonya langsung ditampilkan di slideshow frame digital yang ada di dinding resto dan juga bisa dikirim langsung ke email kita.




Kami berlima menikmati Jajangmyeon gratis dan memesan minuman yang bervarian; like a Jasmine Green Tea, Matcha Milk Tea, 2 Korean Lemonade dan Jeju Orange Tea. Tak lupa, kita diberi lima piring mini Kimchi yang rata-rata diberikan semua ke saya. Hahaha. Kata teman-teman saya, rasanya terlalu asam dan saya menyukai itu. Rejeki ya!

Apa sih Jjajangmyeon di Mujigae Resto itu?

Jajangmyeon adalah makanan khas negeri Ginseng, Korea yang berupa mie dengan daging sapi dan sayuran yang dilumuri saus kacang kedelai hitam kental yang cocok disajikan saat panas, lengkap dengan kimchi (sayur dibumbuhi yang difermentasi)


Sambil makan, kita menikmati lagu-lagu K-Pop yang diputar sepanjang waktu. Seriusan, berasa banget lagi di Korea. Saya rasa everyday resto ini pasti ramai para penggemar K-Pop dan drama Korea. Ya, tau lah. Ngaku penggemar K-Pop atau Drakor tapi belum pernah nyobain makanan Korea itu semacam gelas kosong kali ya, nggak diisi apa-apa. Hehe 😜👯

TV digital yang ada di atas kami menyala-nyala mendendangkan lagu K-Pop
Untuk rasa dari Jjajangmyeon ini sendiri lumayan nikmat (karena saya tidak begitu suka noodles). Bisa kalian bayangin lah, mie rebus dengan baluran saus pasta kedelai hitam (black bean pasta) yang pedas-pedas gurih gitu. Apalagi makannya dicampur kimchi. Emh, sungguh menjadi nikmat yang sangat luar biasa.


Yang paling saya suka dari resto ini adalah para pelayannya yang ramah dan cara penyajiannya yang unik dan cepat. Selain itu, desain restonya juga unik. Muralnya bikin ketagihan untuk foto-foto.


Di resto ini juga disediakan mesin pencetak foto. Jadi, ketika kalian berkunjung atau makan di situ, upload foto ke instagram, tag ke @mujigaeresto pakai hashtag #MujigaeResto, kalian bisa membawa pulang foto yang sudah kalian upload di instagram tadi. Dan serunya lagi, kertas yang dipakai print bukan kertas foto seperti pada umumnya, tapi berupa semacam id card gitu. Lumayan kan buat kenang-kenangan dan buat koleksi. Tapi sayangnya, pas kemarin kita ke sana, mesinnya sedang dalam perbaikan, jadi ya ikhlaskan saja. Hehe.


Untuk daftar harga di resto ini sangat bervarian. Lebih detilnya, kalian bisa datang langsung ke Mujigae resto atau lihat bocoran gambar yang saya pampang di bawah ini:

harga sewaktu-waktu bisa berubah
Jadi, jika kalian tertarik mencoba makanan khas Korea, coba saja di Mujigae Resto. Karena di sana kalian bakal nemuin menu-menu yang sesuai dengan selera makanan korea kalian. Oiya, catatan terakhir: Thanks banget buat kalian: Mpok Ujoh, kak Nadia, Ola, Wira yang udah ngajak Hangout Malam itu. Mmmuach 💋❤


Selamat mencoba~ 감사합니다 👯

Alamat: Mujigae Resto Lippo Mall Kemang - Lippo Kemang Village Mall, Lantai 3, Jl. Pangeran Antasari, Kemang, Jakarta Selatan, Jakarta.
Instagram: @mujigaeresto

Kedai Makan Melayu Ala Merlion Cafe


Hello awak semua ! Nak pergi makan? Jom lah ke kedai pak Cik Merlion depan kampus Psikologi UIN Jakarta tuh. Sedap sangat tau tak. Nak lagi lepas tuh. Korang semua jangan heran eh, di Ciputat ada pula kedai makan melayu macam kedai makan dekat Melaka. Hahaha. Benar gak ya?

Sebagai mahasiswa baru di UIN Jakarta, rasa keingintahuan akan lingkungan sekitar patutlah mendapat sokongan dari diri sendiri. Termasuk mencari tempat kuliner sekaligus tempat nongkrong langganan nantinya. Asal harganya sesuai budget lah ya. Berapa sih harga yang diminati mahasiswa di tahun 2016 ini? Palingan sekitar IDR 10k sampai 20k untuk ukuran makan sepiring (tapi penuh sampai tumpah :p), dan sekitar IDR 3k sampai 10k untuk ukuran segelas minuman (dengan catatan: gelas harus gede meninggi). Ah, sudah biasa.

Sebenarnya banyak sekali tempat kuliner di sekitar kampus UIN Jakarta, kalau diberikan kesempatan (doain ya /\) saya akan mereview tempat-tempat cantik tersebut di blog ini. Ada Hosen's Culinary, Abuba Steak, Surabi Teras, Haus Coffee, Joker Coffee, Kedai Dan, MCD & KFC (hahaha), Abang-abang gerobak Soto, Mie Ayam, Bakso Urat, Bubur Ayam, Warung Jawa, Warung Sunda (hahaha). Yasudahlah, mudah-mudahan tidak kecewa setelah membaca paragraf ini. Kita bahas Merlion aja dulu. 


Merlion Cafe, tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 2011 dan dikelola oleh Mr. Kitt alias Pak Cik asal Singapore ini bisa dibilang ngetop karena menjadi tempat andalan anak-anak sekolah dan anak kampus nongkrong. Dengan menu khas melayu Nasi Kari Ayam asli Singapore dan Teh Tariknya yang super enak, kedai makan melayu ini tak membandrol harga di atas rata-rata. Yang artinya kalian bisa menikmati menu di sini dengan label "Harga Murah Porsi Banyak".

Kedai ini juga tak menafikan kebutuhan anak-anak yang kini sedang membooming. Alakata "Apa-apa harus ada paket data/ kuota/ wi-fi". Dan di sinilah kalian bisa menemukan Free Wi-Fi itu. Penak toh? Pastinya!


Dan jika kalian ingin menikmati cita rasa makanan sembari memandangi suasana kampus dua UIN Jakarta, kalian bisa pilih tempat duduk yang ada di teras. Nampak berdiri kokoh si gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, gedung Fakultas Psikologi, juga gedung Pasca Sarjana UIN Jakarta. Kalian juga bisa menatapi hilir mudik kendaraan bermotor yang melintas di jalan Kertamukti.


Tempat duduk yang bisa kalian pilih ada dua versi. Jika kalian ingin menikmati makanan itu sendiri atau hanya berdua dengan single menu (masing-masing pesan satu menu), maka pilihlah tempat duduk yang single atau meja yang pendek dengan dua bangku saja. Tapi jika kalian kesananya rame-rame atau lagi reunian gitu misalnya, maka janganlah salah pilih tempat duduk. Pilihlah meja yang ukurannya panjang (sesuaikan muat untuk berapa orang dan berapa menu pesanan). Semua tempat duduk yang disediakan disini adalah meja dan bangku yang terbuat dari kayu. Di atas meja dilapisi plastik merah bersponsor Carnation (ada gambar susu kaleng Carnation).

Di ruang dalam pun sama, setiap bangku dan meja terbuat dari kayu dan tertata rapi. Dilengkapi dengan teve layar datar lengkap dengan mic dan sound system, yang artinya bahwa kalian bisa mencicipi karaoke gratis di sana. Tapi sayangnya, kalian hanya bisa mencobanya di malam hari. Karena karaoke dikhususkan untuk pengunjung yang datang sekitar pukul 8 sampai 12 malam. Jadi jika kalian ingin mencoba karaoke di sana, datanglah malam hari. Tapi jangan heran kalau sainganmu akan banyak sekali, karena bukan hanya kalian saja yang ingin mencicipi karaoke gratis di sana. Kalau masih sanggup ngantri sih gakpapa lah ya.


Tepat di ujung ruang bagian dalam, terdapat dapur tempat memasak dan kasir. Jika kalian ingin melihat langsung bagaimana Pak Cik meramu Teh Tarik spesial, bisa kalian lihat di sana. Dan seperti inilah gayanya Mr. Kitt membuat Ice Teh Tarik.


Waktu itu, saya memesan Nasi goreng Cumi lengkap dengan minuman khasnya, Tea Tarik Singapore. Dengan merogoh kantong uang receh 20 ribu rupiah saja, saya bisa menikmati menu nasi goreng dan teh tarik yang mengenyangkan. Duh duh..


Teman saya memesan Mie Aceh Rebus pake Cumi. Dan rasanya super banget. Rasa-rasa melayu gimana gitu. Berasa kuliner di negeri jiran deh. Haha.


Saya dan mereka pun memesan minuman favorit. Tea Tarik Singapore yang bikin nagih. Dan inilah nasi goreng Cumi pesanan saya. Porsi jumbo, harga mini. Sori, cuminya tertutup telor mata sapi.


Terus apa aja sih sebenarnya menu di Merlion Cafe ini? Jom, kite liat sama-sama. Ok?

Harga menu tahun ini. 2016

Nah gimana? Kalian berminat? Silahkan datang langsung ke lokasi. Di jalan Kertamukti depan Kampus II Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

Instagram: @MerlionCafe