Navigation Menu

Showing posts with label College. Show all posts

Biaya Hidup dan Kuliah di Jakarta


Jadi, kemarin banyak banget cuitan yang gue dapat dari tetangga, teman lama, dan siapapun yang pernah jumpa dan kenal sama gue. Mereka rata-rata menanyakan hal yang sama yaitu, "Gue sibuk apa, kuliah di mana, kerja apa, bla bla bla." Dan yang ingin gue share di sini adalah menyoal biaya hidup dan kuliah di Jakarta, tempat di mana gue memang belajar, mengadu nasib, mencari hubungan dan merantau jauh sampai detik ini. Jadi, buat kalian yang masih nanya, gue di Jogja, apa di Malang, apa di Jakarta. Udah kejawab semua ya. Nggak usah julidin gue mulu, gue risih dengernya. Udah tau Kartu Tanda Mahasiswa gue kuliah di mana, masih aja nanya, kuliah apa kerja. Emosi gue. He he. Enggak, becanda. 

[ D I S C L A I M E R ] Biaya Hidup di Jakarta ini sebenarnya relatif ya, tergantung kalian tinggal di area mana dan gaya hidup kalian gimana. Di tulisan ini sebisa mungkin gue mencoba untuk menjelaskan secara umum, berapa sih biaya hidup sebagai seorang student (mahasiswa) di Jakarta itu, dan bagaimana perasaan sebagai seorang diaspora lintas provinsi yang hidup di negeri orang dengan bermacam-macam aturan yang berbeda. Let's get started!

Sebenarnya gue tinggal bukan di Jakarta kotanya. Tapi di kawasan kampus gue di mana orang melihat gue sebagai student. Ya, di pinggiran kota Jakarta Selatan, tapi masuk kawasan Tangerang, Banten. Bingung kan, kenapa gue sebut Jakarta? Dulu sih, katanya UIN Jakarta itu masuk kawasan Jakarta Selatan, tapi sekarang wilayahnya diambil alih oleh Tangerang Selatan, makanya alamat UIN Jakarta yang sekarang ya di Tangerang, bukan Jakarta. Tapi, tenang saja. Hidup di sini mah rata-rata sama. Beda dikit lah, itung-itung uang bensin, ongkos jalan.

Back to the topic. Gue tinggal di Jakarta ini sebenarnya udah lumayan lama. Dari awal gue kuliah tahun 2011 bulan September sampai sekarang tahun 2018 bulan Oktober. Dibilang bosan sih lumayan, gue homesick udah sering banget, kalau ditotalin bisa sampai 730 harian lebih. Sampai nangis-nangis, mimpi buruk, bengong sendiri, semua pernah gue alamin karena saking kangennya sama kota kelahiran. Tapi mau gimana lagi, perjuangan gue masih belum totalitas, jadi harus gue totalin sampe akhir. Hampir delapan tahun ternyata gue tinggal di sini. Sedih akutu sampai sekarang masih (jomblo) belom sepenuhnya sholehah.

Ngomongin soal biaya hidup, seperti yang udah gue jelasin di awal, sebenarnya relatif. Tergantung kalian tinggal di mana dan gaya hidup kalian kayak gimana, dan (plus) kalian berasal dari keluarga yang gimana, bisajadi kaya atau tidak. Kenapa? Karena status sosial menentukan betul bagaimana hidup seseorang di perantauan. Kalau kalian kaya, otomatis bilangnya murah. Kalau kalian (maaf) kurang beruntung, ya pasti bilangnya mahal. Kayak yang gue bilang, hidup ini mahal bila difikirkan. Jadi, nggak usah banyak pikiran biar nggak nambah beban. Ya, gue merupakan salah satu manusia yang hidup di perantauan dengan status sosial keluarga paling rendah. Jadi, kalian nggak usah baper kalo barusan gue bilang berasal dari keluarga yang kek mana.

Jaman gue kesini dulu, nggak semahal sekarang. Naik kereta cuma 50 ribu, makan dua kali bisa goceng, kos-kosan juga cuma tiga ratus ribu. Kalau jaman sekarang, naik kereta (paling murah) 150 ribu, makan sekali ceban, kos-kosan rata-rata satu jutaan. Mampus gila mamak kau! Kerja bagai quda dulu baru ke Jakarta. Hmm, tidaklah.

Kalau kamu tinggal di Jakarta bagian kotanya pasti biaya hidupnya lebih mahal lagi, makanya gue sangat bersyukur bisa tinggal di pinggiran kota begini. Selain karena kampus gue di pinggiran, gue juga nyaman tinggal di lingkungan agamis seperti Ciputat ini. Jangan heran makanya, kalau di Ciputat masih lihat cewek cowok pakai busana muslim muslimah, karena lingkungan di sini amat sangat kondusif bagi muslimah kayak gue. Biaya hidupnya juga biasa aja, tidak terlalu mahal apalagi buat orang borjuis, bisa menggaya di sini. Beli nasi ayam 15 ribu aja udah kayak beli permen satu biji. Sok kaya. Ha ha.

Nih ya, buat kalian yang masih dalam mimpi kering, pengen merantau ke Jakarta, khususnya warga Jawa Timur. Gue saranin ambil daerah Ciputat, Pamulang, Cirendeu, Pondok Cabe, Parung dan sekitarnya. Karena biaya hidup di sini lumayan rendah dibanding Jakarta kota. Di sini kalian masih dapat kontrakan seharga 900 ribu per dua petak. Kalau di Jakarta, satu petak aja satu juta. Gimana mau hidup irit, yekan? Niat merantau mau beradu nasib biar sukses malah bangkrut di jalan karena biaya hidup mahal. Mending nyangkul tanah di rumah, nabur biji cabe.

Terus ya, buat kalian yang mau kuliah di Jakarta. Gue saranin cari teman yang bisa membawa pengaruh baik deh buat kehidupan kalian, karena yang selama ini gue rasakan di sini, salah bergaul bisa bikin potensi kita luntur sejak kali pertama berteman loh. Yaiyalah, dia bawa pengaruh buruk bagi kita, gimana gak ilang kan passion dan skill bawaan kita. Dan juga bisa bikin kalian terpengaruh gaya hidup yang bakal kalian jalani. Ini yang bikin gawat. Hati-hati saja, jangan sampai dapat gelar Social Climber secara cuma-cuma dari netijen yang maha bejat mulutnya. Ya, kita kudu pinter-pinter menjaga diri, memanage uang, mengatur waktu, menjalani kehidupan, belajar sungguh-sungguh, biar kita gak sia-sia jauh merantau.

Oke next, di sini gue mau itung-itungan. Hasil dari itung-itungan gue, tercatat bahwa biaya hidup + kuliah di Jakarta itu lumayan mahal. Setahun (2 Semester) bisa mencapai Seratus Juta (100,000,000) Rupiah. Nggak percaya? Lihat aja selengkapnya di video ini:

COMING SOON !

Jadi, menurut ramalan gue. Semakin berjalannya detik, menit, jam suit, hari, bulan, dan tahun di kehidupan manusia serakah seperti kita ini, gaya hidup akan semakin norak sekali. Biaya hidupnya juga akan semakin mahal, makin jadi borjuis, dan makin gak tahu diri. Ya, semoga aja kita selalu diberikan kesehatan, kemudahan, kekuatan, dan keberkahan oleh-Nya. Amin :")

Jika ada yang kurang jelas, atau perlu dipertanyakan dan didiskusikan, silakan tinggalkan komentar, Inshaallah akan gue jawab as soon as possible . Thank you :")

Beli Sepatu Murah di Ramayana; JJ Shoes Prilly for College


Hi girls, i swear ini foto sepatu buat postingan udah cukup menjamur banget di laptop, tapi gue nggak mau rugi udah nyimpen foto ini bertahun-tahun. Bhahaha 😁 Iya, gue tau. Sadis banget emang, tapi mau gimana lagi kan. So, let's get started.

Gue beli sepatu ini sekitar awal tahun 2017. OMG! Sekarang emang masih ada bu? So sorry, i don't know abt it. Gue rasa sih masih ya. Selama pelajar masih berkeliaran nyari alas buat sekolah, ye kan? Sepatu, yo pasti butuh.


Kalian pasti bertanya-tanya, kenapa gue pilih sepatu ini. Padahal sepatunya cocok buat anak di bawah umur. Yes, right! Gue masih di bawah umur kok. Jadi selaw aja. Kalo pengen ya dibeli, kalo ada duit ya dibayar. Beres kan? Iya.

Yang gue suka dari sepatu ini adalah style nya, yang simple tapi kalo dipake nggak norak-norak amat gitu. Apalagi kalo pinter milih warna. Wah, untung besar deh selain dapetin harga yang super terjangkau. Bayangin aja, ini sepatu ukuran 37 (kaki gue emang kecil, jangan diledekin) seharga sepatu bayi yang dipajangpajang di toko sepatu. Tebak harganya berapa? Kalo jawabannya benar gue kasih kardusnya, Haha. (Jangan dijawab, kardusnya udah ilang juga 😀)


Historinya:

Once upon a time, Gue lagi kepikiran sama sepatu Converse KW gue yang udah nggak karu-karuan bentuknya. Gue emang laki banget anaknya jadi ya begitu deh. Sepatu aja sampe abis gue makan. Bhahaha. Enggak becanda. Terus gue kepikiran juga pengen beli sepatu baru. Secara, gue kan ganti sepatu setahun sekali begitu juga sandal. Kecuali kalo ada yang ngadoin gue. Jadi koleksi deh.

Setelah gue mikir, akhirnya gue melaksanakan wishlist yang udah ada di pikiran gue. Jadilah gue pergi ke Ramayana bareng temen gue, si Reva. Bingung milih sepatu sport yang harganya super gila (jika dipikir sama anak kosan), akhirnya gue jatuh cinta at the first sight sama JJ Shoes Prilly ini. Entah kenapa, gue milih ini. Nggak tau deh, suer! Kayak ada dorongan batin secara dadakan aja gitu. Alih-alih sih emang karena budget minimnya. Hahaha.



Setelah mata berkunang-kunang ngeliatin pemandangan sepatu yang super banyak, akhirnya memantapkan diri milih yang warna abu-abu. Jangan disalahkan kalo gue jadi kayak anak SD kurang bahagia. Mau beli sepatu aja cekrek-cekrek dulu. Ah, biarin lah. Namanya juga anak-anak, belum jadi ibu-ibu, ye kan?

Udah bisa dilihat kan, berapa harganya? Of course, cuma 89,900 RUPIAH! Murah banget sampe terkaget-kaget. Pasti kalian sudah bertanya-tanya kan, kualitasnya gimana kok bisa harganya semurah itu. Nanti, gue jelasin yess, sabaaaar. Haha.


Oke, Gue mulai Review! (Mohon Maaf ya girls, ini gue nggak diendorse Ramayana, jadi nggak usah kepo "harga endorsement", DM di IG aja ya, Bhahaha)

Seperti yang gue bilang di atas, di sini 100% my honest opinion. Gue beli sendiri. ORA DIENDORSE GAEEESSS. Jadi, gausah takok-takok neh diendorse opo ora. Yess? Oke. HARGA : IDR 89,900 | KUALITAS? OKE BANGET REK, SUMVAAAAH! Jujur, bagus banget menurut gue. Recommended! Dari segi design, bahannya. Semuanya rapi, bagus, kereeeen dah. Gak rugi, ASELI!

Pas dipake gak sakit di kaki, karena EMPUK banget dalemannya. Tebal bahannya, lemnya oke banget. Kena hujan nggak pernah copot. Tapi tetap ya, NGGAK ANTI AER. Dikira waterproof apa, Haha.


Dari segi design emang Prilly banget sih, yang charming gitu tapi agak tomboy. Warna-warna pilihannya juga okelah, apalagi buat anak-anak, pasti cucok meong banget. Kalo gue ya milihnya yang sesuai usia lah ya. Haha. Abu-abu is not bad menurut gue.



Bisa lo pelototin sendiri ye kan? Luar dalemnya OKE PUNYA. Murah meriah itu loh yang jadi nilai plus. Kualitas oke, harga super terjangkau. Yoi, Ramayana Punya! Awas aja kalo Ramayana nggak ngendorse gue abis ini. Bhaha, gue borong semua barangnya, kerja bagai QUDA dulu deh gue. 😁😁

Okelah, cukup sekian review gue menyoal JJ Shoes ala Prilly ini, so pasti gue pake buat kuliah dan jalan-jalan. Nggak norak, nggak malu-maluin. Dan nggak keliahatan kalo harganya UNDER 100,000. Udah segitu aja ya, kalo ada pertanyaan silakan komentar di bawah! See ya girls 😎💖

RATE JJ SHOES PRILLY
★★★★☆ (4 of 5 stars)
CUCOK MEONG

NOTE BUAT RAMAYANA:
ABIS INI LO WAJIB ENDORSE GUE, SOALNYA TEMEN GUE UDAH BANYAK YANG BELI SEPATUNYA GEGARA TER-INFLUENCE DARI GUE. KAN? HAHAHA :D

Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi Kemahasiswaan


Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi Kemahasiswaan - Di dalam suatu kelompok/ organisasi, selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi kemahasiswaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatuka individu –individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Pengertian Organisasi Kemahasiswaan 

Pengertian organisasi secara umum adalah sekelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah yang menimbulkan suatu hubungan timbal balik, saling memberi dan menerima dan juga saling bekerjasama untuk melahirkan dan merealisasikan maksud (purpose), sasaran (objective) untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan pengertian organisasi kemahasiswaan adalah suatu bentuk kegiatan yang terdiri atas sekelompok orang yang berada di bawah naungan perguruan tinggi (universitas), yang diselenggarakan atas prinsip dasar: dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk mahasiswa, dan bertujuan sebagai sarana pengembangan diri, peningkatan ilmu pengetahuan, serta intregritas kepribadian dari mahasiswa itu sendiri.

Dengan mengikuti (tergabung dalam) suatu organisasi, mahasiswa akan belajar mengimplementasikan sebuah makna interaksi sosial (antar mahasiswa), juga belajar akan kemampuan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan secara bersama-sama sehingga membentuk sebuah kepribadian yang kritis, enerjik, dan mempunyai semangat tinggi. 

Macam-Macam Organisasi Kemahasiswaan

Di Indonesia, organisasi kemahasiswaan dapat dikategorikan ke dalam 2 jenis, yaitu organisasi kemahasiswaan internal kampus dan organisasi kemahasiswaan eksternal kampus.

Organisasi kemahasiswaan internal kampus adalah lembaga-lembaga organisasi yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan kampus (perguruan tinggi/ universitas) dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan secara mandiri, dari pengelola perguruan tinggi dan atau dari Kementerian/Lembaga, pemerintah dan non pemerintah untuk memajukan program kerja serta kemajuannya lainnya. Bentuknya dapat berupa Ikatan Organisasi Mahasiswa, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ). Kewenangan pengaturan sepenuhnya ada di tangan pemimpin perguruan tinggi yang dituangkan dalam Statuta (UU No. 12 Tahun 2012).

Organisasi kemahasiswaan eksternal kampus merupakan organisasi mahasiswa yang aktivitasnya berada di luar lingkup universitas atau perguruan tinggi. Organisasi ini biasanya berafiliasi dengan partai politik tertentu walaupun tidak secara eksplisit. Di Indonesia, ada beberapa organisasi kemahasiswaan ekstra kampus diantaranya adalah (Wikipedia) : 
  • Front Mahasiswa Nasional
  • Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
  • Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
  • Himpunan Mahasiswa Islam
  • Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS)
  • Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia
  • Lembaga Dakwah Kampus
  • Pelajar Islam Indonesia
  • Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
  • Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia
  • Serikat Mahasiswa Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Teknik Industri
  • Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan/Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI)
Pengertian dan Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi yang terbentuk di dalam sebuah organisasi, dimana proses komunikasi tersebut dipengaruhi oleh struktur hirarki dalam suatu organisasi.

Komunikasi menjalankan empat fungsi utama dalam sebuah organisasi diantaranya yaitu (Robbins, 2006:392) :

- Pengendalian

Fungsi komunikasi ini untuk mengendalikan perilaku anggota dengan beberapa cara. Setiap organisasi mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh pimpinan dan anggota. 

- Motivasi

Komunikasi memperkuat motivasi dengan menjelaskan ke para anggota apa yang harus dilakukannya. Seberapa baik mereka mengerjakan sesuatu, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja yang dibawah standar.

- Pengungkapan emosi

Komunikasi yang terjadi di dalam suatu kelompok atau organisasi merupakan mekanisme fundamental dimana para anggota dapat menunjukkan kekecewaan dan kepuasan. Oleh karena itu, komunikasi memfasilitasi pelepasan ungkapan emosi perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.

- Informasi 

Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan oleh suatu kelompok dalam organisasi untuk mengambil keputusan melalui penyampaian data guna mengenali dan mengevaluasi pilihan-pilihan alternatif.

Dampak positif dari adanya komunikasi dalam sebuah organisasi, diantaranya adalah:
- Komunikasi dapat meningkatkan tanggung jawab moral dan sosial
- Komunikasi dapat menimbulkan saling pengertian di antara sesama anggota
- Komunikasi merupakan suatu cara untuk mendorong manusia ke arah berfikir positif, logis dan kreatif
- Komunikasi sebagai alat utama bagi anggota organisasi untuk bekerja sama

Dampak negatif dari tidak adanya komunikasi dalam sebuah organisasi, diantaranya adalah:
- Diskusi dalam organisasi tidak akan berjalan baik
- Sulit untuk bekerja sama
- Terjadinya miss communication sehingga berakibat saling menyalahkan

Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi Kemahasiswaan

Sebagai mahasiswa yang aktif dalam roda organisasi, tentunya banyak hal yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi tersebut. Jika diminimalisir, pentingnya komunikasi dalam organisasi kemahasiswaan diantaranya adalah:
1) Menciptakan interaksi sosial antar mahasiswa
2) Memahami maksud dan tujuan mereka mengikuti organisasi
3) Mendapatkan informasi dan wawasan (ilmu pengetahuan) yang lebih
4) Tujuan kegiatan dalam sebuah organisasi bisa terlaksana dengan baik
5) Terjalinnya kerjasama yang harmonis antar mahasiswa dan antar organisasi

Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi social dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. 

Di dalam suatu kelompok/ organisasi, selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai tujuan suatu organisasi. 

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. 

Sebagai mahasiswa yang aktif dalam roda organisasi, tentunya banyak hal yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi tersebut. Untuk itu, komunikasi dalam sebuah organisasi khususnya organisasi kemahasiswaan menjadi suatu hal yang amat penting. Karena dengan berkomunikasi, seseorang berarti sudah berhasil melakukan apa yang dinamakan interaksi sosial dalam sebuah organisasi, memahami maksud dan tujuan mereka mengikuti organisasi, mendapatkan informasi dan wawasan (ilmu pengetahuan) yang lebih, dan tujuan kegiatan dalam sebuah organisasi bisa terlaksana dengan baik, sehingga terjalinlah kerjasama yang harmonis antar mahasiswa dan antar organisasi.

Begitulah kiranya artikel yang bisa saya sampaikan tentang "Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi Kemahasiswaan". Semoga Bermanfaat! 😊

Sejarah Berkembangnya Jurnalistik di Indonesia


Sejarah Berkembangnya Jurnalistik di Indonesia - Dulu sebelum beredarnya surat kabar atau media yang sampai saat ini masih menjadi konsumsi dan kebutuhan banyak orang dalam memperoleh informasi, ternyata ilmu jurnalistik telah lahir pada akhir abad pertengahan, yang mana berita didatangkan dalam bentuk lagu dan cerita, dalam balada-balada yang disenandungkan para pengamen keliling. Seperti halnya kita mendengar pembacaan sebuah dongeng dari orang yang ada di sekeliling kita, namun hal tersebut adalah sebuah berita.

Dalam catatan lain pun telah disebutkan bahwa produk jurnalistik (secara tertulis) pertama kali muncul berupa surat edaran yang menyajikan peristiwa sosial politik dan diberi nama Acta Diurna yang terbit setiap hari di Roma Kuno (Romawi) pada 59 sebelum Masehi. Begitu pula di Cina, pada masa Dinasti Tang telah diterbitkan selebaran pendek yang disebut Pao atau laporan oleh pejabat pemerintahan dan berlangsung hingga akhir Dinasti Ching pada tahun 1911.

Richer Fawks membuat surat kabar yang bernama True en Countre yang hanya beredar terbatas di Eropa Tengah (Switzeland dan Inggris) pada abad ke-14. Kemudian menyusul di Belgia yang menerbitkan jurnal komersial yang diberi nama Courante Braden, juga di Inggris yang diberi nama jurnal Gazettes, dan juga di Jerman yang diberi nama jurnal Courantos pada permulaan abad ke-16.

Dan pada tahun 1450, Johan Gutenbuerg di kota Minz, Jerman membuat mesin cetak pertama kali di dunia. Dan dengan mesin inilah surat kabar pertama telah dilahirkan di Eropa pada tahun 1609 di kota Wolfenbuttel yang diberi nama Avisa Relation Order Zaitung dan resmi menjadi perbicangan di kafe-kafe Inggris juga kedai-kedai minum di Amerika mengenahi berita perkapalan, argumen politik, dan sebagainya.

Lalu pada tahun 1618, Casper Van Hibben di kota Amsterdam Belanda menerbitkan surat kabar Tijdighe Mijn Verathy de Qualteren dalam bahasa Belanda, Prancis, dan Inggris. Dan sejak itu, jurnalistik berkembang pesat hingga Amerika Serikat menerbitkan surat kabar untuk pertama kalinya pada tahun 1704 yang diberi nama The Boston News Letter.


Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang beredar hingga ke seluruh penjuru dunia, Indonesia pun merilis surat kabar untuk yang pertama kalinya pada masa pemerintahan Belanda Van Imhoff bulan Agustus 1744 yang diberi nama Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonementen yang berisi kurang lebih untuk kepentingan perdagangan saja. Lalu pada Juni 1746, Bataviasche Nouvelles telah berhenti diterbitkan (resmi ditutup) sebab Van Imhoff diduga telah mempengaruhi pikiran pribumi Hindia-Belanda pada masa itu.

Kemudian pada tahun 1907, Indonesia melahirkan Pers Nasional yang diberi nama Medan Prijaji yang diterbitkan setiap minggunya. Sesuai dengan nama, surat kabar ini diterbitkan oleh golongan priyayi yang diketuai (pimpinan redaksi) oleh Raden Mas Tirtoadisuryo. Dan jelang abad ke-20, di Jakarta telah terbit surat kabar Taman Sari dibawah pimpinan F Wiggers dan Pemberita Betawi dibawah pimpinan J Hendrik. Selain itu juga, di Bandung telah terbit Pewarta Hindia yang dipimpin oleh Raden Ngabehi TA (sejak tahun 1894), dan di Semarang juga telah terbit Bintang Pagi dan Sinar Djawa.

Dan kini, setelah Indonesia merdeka, jurnalistik telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pers Indonesia bukan lagi menjadi alat perjuangan semata, namun juga sebagai lembaga bisnis dan perindustrian. 

Mengapa Pilih Jurusan Jurnalistik?


Sebenarnya, menimba ilmu tidak sekonyong-konyong dibatasi oleh program studi atau jurusan. Segala sesuatu bisa kita dapat sesuai dengan usaha kita. Tetapi, adakalanya manusia hanya diberikan keterbatasan oleh sang pencipta dalam menampung ilmu pengetahan. Seperti halnya komputer, bisa menampung segala data namun terbatas. Jadi, pintar-pintarnya si pemilik saja. Kira-kira data apa saja yang harus ditampung sesuai dengan kebutuhan. Yang artinya bahwa kita tidak boleh memaksakan, ketika otak kita sudah merasa tidak mampu menampung banyak dari satu bidang ilmu pengetahuan maka jangan lagi ditambahkan karena sebuah tuntutan, yang ada otak kita jadi error dan butuh waktu lama untuk penyembuhannya.

Maka dari itu, kita pun harus tahu hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin mendalami suatu ilmu pengetahuan. Sehingga tidak ada lagi kekecewaan atau stressfull yang dialami ketika kita akan mengaplikasikannya ke dunia nyata. Jangan sampai jadi human error!

Kenapa memilih jurusan Jurnalistik?

Setiap orang memiliki passion di bidang masing-masing. Sesuatu di mana orang itu akan merasa ringan dan bahagia (dengan kata lain: ikhlas) jika mengerjakannya. Tanpa paksaan, tidak pernah bosan, dan melakukan segala cara (yang terbaik) untuk mencapai suatu hal yang ingin dicapainya. Bring an opportunity, opportunity to do the best! Sehingga tidak akan ada yang namanya keputus-asaan di dalam jiwa seseorang dalam menggali lebih dalam suatu ilmu pengetahuan. Never Give-up!

Banyak yang menjadi alasan mengapa saya memilih jurusan Jurnalistik dalam menempuh pendidikan tinggi tingkat University. Salah satunya adalah passion. Sejak kecil saya menyukai dunia tulis menulis. Mulai dari cerpen, berita mini (seputar kampung dan desa), dan kadang-kadang saya suka mengaplikasikan tulisan tersebut dalam bentuk cerita bergambar atau bisa dibilang komik, karena waktu itu teman saya lebih suka membaca cerita ketika di dalam cerita itu diselipkan sebuah gambar sebagai pemahaman. Dan karena dulu saya orangnya tidak banyak omong, jadi lebih sering menghabiskan waktu dengan membaca atau menulis. Sampai suatu hari saya pernah memiliki cita-cita yang sampai sekarang masih sedang saya perjuangkan, yaitu menjadi seorang inspiring writer.

Saya suka membaca, entah tentang apapun itu. Saya pun menyukai tantangan. Haus akan ilmu pengetahuan, apalagi ketika ada sesuatu yang baru pasti akan saya kejar informasinya. Lalu saya ingin berbagi karena saya tahu bukan saya pribadi saja yang ingin mengetahui segala sesuatu.

Harapan setelah masuk kuliah jurnalistik

Sebenarnya, menjadi seorang jurnalis memang bukan persoalan yang mudah. Seseorang harus dituntut untuk memiliki kekuatan fisik dan mental. Selain mampu bekerja dibawah tekanan nantinya, seseorang harus menjadi pribadi yang berwawasan luas. Tetapi, di setiap pekerjaan pasti ada keuntungan yang didapat. Kita dapat melakukan apapun, pergi kemanapun, dan bertemu siapapun yang tentunya akan menambah pengalaman dan pengetahuan kita tentang dunia. Kita pergi ke alam bebas untuk mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya. Untuk mengungkap sebuah fakta yang tersirat di muka dunia.

Harapan saya setelah ini sih lumayan. Jika ditulis dalam sebuah do'a, mungkin tuhan juga tertawa. Ini manusia kecil banyak maunya, awas saja kalau usahanya cuman setengah-setengah. Ya begitulah kiranya jika dibayangkan. Saya harap setelah masuk kuliah jurnalistik bisa belajar lebih lagi tentang bagaimana seseorang mengungkap fakta, menjadikannya sebuah informasi yang layak dibaca dan diaplikasikan.

Dalam artian bahwa selama kuliah nanti saya berharap bisa belajar banyak teori seputar dunia tulis menulis, juga fotografi. Karena seorang jurnalis ketika mencari informasi tidak hanya membutuhkan sebuah tulisan dalam mengungkap sebuah fakta atau kejadian yang luar biasa, tetapi juga harus bisa mengambil gambar atau video dengan tepat sebagai bukti kongkrit, sehingga sebuah informasi bisa ditangkap dan dinikmati secara nyata.

i wanna be a woman photographer, be a good photographer


Menjadi Travel Journalist

Sejak saya kenal dunia perbloggeran. Dimana saya bisa mencurahkan semua informasi yang sudah saya dapat, dan orang-orang di seluruh dunia yang membutuhkannya bisa mengakses dan membaca, saya pun mulai tertarik untuk bisa pergi ke luar kota, keliling Indonesia, memperhatikan budaya, memahami konflik Indonesia yang sebenarnya. Juga ingin menaklukkan negara-negara yang ada di belahan bumi utara dan selatan. Sehingga saya bisa menginformasikan kembali kepada mereka-mereka yang ingin tahu karena kurang tahu atau bahkan tidak tahu sama sekali.

Ingin memahami budaya mereka, ingin mengatahui rahasia mereka yang hingga saat ini masih menjadi subjek dari lahirnya segala teknologi yang saya pakai dan nikmati sekarang ini. Juga ingin mempelajari beragam bahasa yang mereka miliki. Dan dari sinilah, saya akan berusaha mulai sekarang, untuk bisa mengucapkan setidaknya kalimat-kalimat umum yang biasa digunakan (belajar beberapa bahasa) negara yang ingin saya taklukkan setelah Indonesia.

Jadi, begitulah kiranya mengapa saya harus pilih jurusan jurnalistik di kehidupan yang sedang saya jalani sekarang ini. Belajar banyak teori untuk diaplikasikan sebagai seorang Jurnalis di kemudian hari. Haus pengetahuan, senang bersosialisasi, suka menikmati keindahan alam, suka tantangan, benci hal yang monoton, juga belajar seribu bahasa. Indonesia-English firstly.

Wanna be a travel journalist! Bismillah tawakaltu 'alaallah. Laa haula wa laa quwwata illa billah..