Navigation Menu

Showing posts with label Bandung. Show all posts

Liburan Bergaya Ala Petani Eropa Klasik di Lembang

Bandung lagi, Bandung lagi teh. Nggak bosen apa teh ke Bandung mulu? Jawabannya adalah TidakMana ada sih liburan bosen? Saya tuh kalau liburan ya kalau waktunya libur. Selebihnya ya ngantor di rumah. Kalau dibilang ke Bandung bosen, bagi saya ya salah. Karena kerjaan saya di rumah yang justru bikin bosen ini menggelora. Makanya butuh yang namanya piknik ke luar kota, biar matanya sehat nggak mantengin pemandangan yang itu-itu saja. Jadi, sah dong kalau saya liburan ke Bandung meski sebelumnya juga sudah pernah berlibur ke sana.

Memang benar juga sih kalau ada yang bilang bahwa Bandung itu surganya wisata. Selain suhunya yang lebih dikenal dingin daripada wilayah Indonesia pada umumnya, semacam di Eropa, Bandung juga terkenal dengan berbagai macam destinasi wisatanya, yang salah satunya ada Farm House Lembang di Bandung.

Entah kenapa saya merekomendasikan sekali Farm House Lembang ini, kemungkinan besar karena banyak tempat yang bisa mengedukasi kali ya. Baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa tempat yang disajikan di sana pun membuat kita ternganga dan yang paling saya suka adalah kita bisa liburan bergaya khas ala Petani Eropa Klasik dengan langsung memakai baju ala-ala yang sudah disewakan dengan berbagai ukuran.


Beberapa Spot Teristimewa Saat Berlibur ke Farm House Lembang

Dijamin deh, kalau liburan ke Farm House Lembang ini nggak bakalan bosan, karena banyak spot-spot yang menyejukkan mata. Bikin hati berbunga-bunga dan rasanya ingin berkali-kali mengabadikan foto di sana. Pose-pose ala selebgram cantik sambil benar-benar belajar apa aja yang bisa kita dapat dari sana buat dijadikan ole-ole saat pulang ke rumah (bercerita kepada tetangga atau rumpi di tukang tukang sayur misalnya).

1. Experience The Magic of Hobbiton

Tahu dong ya, rumah Hobbit yang ada di New Zealand yang waktu itu pernah dipakai syuting film trilogi The Hobbit yang menggemparkan dunia itu. Yang kita pikir rumah-rumah sederhana nan unik itu hanya didramatisir saja, ternyata ada wujudnya di Selandia Baru. Tapi buat yang ingin menikmati langsung bagaimana wujud rumah gemesnya itu, kita tak perlu jauh-jauh datang ke luar negeri karena di Lembang Bandung sendiri sudah ada rumah Hobbiton itu. Hem, saya sendiri sampai ngiler kalau denger namanya. Gemes aja gitu bawaannya.


Nah loh, baru lihat aja udah gemes kan? Lucu banget gitu desain pintu dan jendelanya. Semua serba mini, imut-imut kayak si marmut. Dan untuk bisa melihat dan bermanja-manja ria di rumah Hobbit yang ucul ini, kita harus membeli karcis masuk Farm House sebesar IDR 20,000. Terjangkau bukan? Bonusnya lagi, karcis yang kita beli nantinya bisa ditukarkan dengan segelas Susu Sapi Segar Asli atau sosis bakar di bagian pintu luar rumah Hobbit ini. Lembang gitu loh, susu segar Sapi memanglah produksi asli kota Bandung Barat ini.


Mayan kan, segelas susu segar bikin mata makin berbinar-binar menjelajahi bukit-bukit Hobbiton penuh rerumputan yang hijau memanjang dengan bunga-bunga yang tak kalah meriah dengan desain klasik rumah kayunya. Semua rumah Hobbiton di sini sengaja dibuat mirip sekali dengan Hobbiton yang ada di Selandia Baru. Jadi, buat saya yang doyan berjalan-jalan ria sambil kepo ada apa aja di dalamnya, pasti merasakan surga banget. Kalau bawa anak? Pastinya makin seru dong! Siap menjelajahi seluruh titik Farm House di Lembang ini.

2. Taman Peternakan Mini

Duh duh, namanya juga Farm House iya kan. Jadi kalau ada peternakan mini di sana ya pastinya menyenangkan sekali. Apalagi bisa ikut memberi makan atau berpose ria dengan para domba, kelinci, atau anak sapi di sana. Pastinya bikin kita berasa sekali menjadi petani sungguhan. Dengan memakai kostum yang bisa di sewa (nanti saja jelaskan di bawah), kita bisa berjalan-jalan syantik berkeliling taman ala Petani Eropa Klasik sambil sok-sokan jadi pemilik peternakan Lembang tersebut.


Untuk memberi makan domba sendiri, kita harus membeli wortel (pakan kelinci dan domba) sebesar IDR 5,000. Sambil berjoget-joget ria, kita bisa langsung merasakan bahagianya menjadi seorang petani. Siap-siap menari bareng domba yang super bahenol dong ya. Ehe! Cekrek-cekrek, posting deh di instagram.

3. Kota Eguisheim Prancis yang Gagah Berani

Selain rumah Hobbiton dan peternakan di Farm House Lembang, spot istimewa yang bisa dinikmati selama berlibur di sana adalah bangunan rumah ala kota Eguisheim di Prancis yang berdiri kokoh dengan arsitektur bangunan yang vintage dan instagramable banget. Kita bisa berpose cantik dan menikmati sejuknya kota Bandung dengan imajinasi lagi di benua Eropa.


Nah loh, ada buibu yang nyapu di foto, yang bersih bu biar lakinya nggak brewokan. Hadeuh. Yasudahlah ya, saya beri tahu saja kalau tangga di bangunan depan buibu itu tempat penyewaan kostum ala petani Eropa loh. Jadi, kalau kalian mau keliling Farm House dengan kostum ala noni-noni Belanda gitu ya silahkan langsung aja menuju lantai dua. Ada banyak banget pilihan warna dan motif. Umumnya sih warna merah dan merahnya bagus kok, nggak terlalu norak juga. Kalau nggak suka warna merah ya pilih warna hitam atau kuning saja lebih kalem. Untuk tarifnya sendiri IDR 75,000 per 2 jam (2 hours).


Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!


Greko, Greko, Greko. Ada yang tau, apa itu Greko? 
Ya, sebutan baru bagi "The Green Kosambi" yang gedungnya terletak di dekat wilayah simpang lima, menghadap ke Jalan Ahmad Yani dan Asia Afrika Bandung, tepatnya di jalan Ahmad Yani No.136, Malabar, Kota Bandung. 

Warga Bandung sudah tau dong pastinya. 
Yang belum tahu, sini merapat dan baca postingan ini sampai habis! 😊

What's Greko aka Greko Creative Hub?


Greko (sebutan singkatnya) aka Greko Creative Hub merupakan area hunian mixed-use yang dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama, yang terdiri dari 5 lantai creative hub dan 12 lantai apartement serviced residence Somerset Asia Afrika Bandung. 

Gedung ini mengusung konsep lingkungan yang hijau dan kreatif. Oleh karena itu, tak heran jika kalian hangout di sana, bakal terpesona ala-ala ketika menemukan berbagai macam usaha kreatif baik dalam maupun luar negeri yang berinovasi lebih canggih dan ramah lingkungan.

Hangout ala Sosialita di Greko

Kenapa harus di Greko? Ada apa aja sih di Greko?

-Karena gedung ini  terdiri dari 5 lantai creative hub, dan 12 lantai apartemen, jadi bisa dibayangin dong gimana kerennya gedung ini? Apalagi fasilitasnya yang super lengkap pakai banget. Bayangkan saja, ada hunian (apartemen) yang di bawahnya terdapat sebuah creative hub, pusat ritel kreatif dan komersil yang terdiri dari co-working space, marketplace, dan event space.

Masih penasaran? Oke, mari kita bahas satu per satu.

Apartemen



Ngomongin soal apartemen, di gedung Greko ini terdapat 136 unit hunian dalam 12 lantai yang terdiri dari 76 unit tipe studio, 17 unit tipe satu kamar, 34 unit tipe dua kamar, dan 9 unit tipe tiga kamar yang diberi nama Somerset Asia Afrika Bandung.



Properti yang ada di Somerset ini dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama sebagai bagian dari Greko Creative Hub dengan konsep “Green Living”. Oleh karena itu, selain dilengkapi kolam renang dan food court, apartemen ini juga dilengkapi space pusat kebugaran seperti trek jogging, taman hijau, juga tempat gym.

Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com
Food Court

Dalam satu gedung ini, apartemen dilengkapi dengan food court yang diberi nama "Pasar Pinuh Greko", yang mana dalam satu lantai tersedia berbagai macam tenant yang berisikan makanan cita rasa nusantara. Seperti: Nasi Goreng Babat, Mie Kwantung Makasar, Nasgor dan Nasi Rawon, Sate kelapa Gurih Malang, Roti Tisu dan Martabak, Kedai Kopi Kung-Kung, Lontong Kikil Wedang Jahe, Bakso, Nasi Pedas Wayan, Gado-Gado, Se'i Sapi K'sambi, Nasi Kari Pontianak, Es Pelangi, Es Kacang Merah, dan lain sebagainya.


Untuk informasi Pasar Pinuh Greko bisa kalian baca di postingan sebelumnya:

Co-Working Space & Indigologia

Auditorium co-working space cocok untuk seminar, workshop, maupun blogger gathering macam ni :)

Selain apartemen, gedung Greko Creative Hub ini salah satunya terdiri atas co-working space, tempat di mana para industri UKM menyewa ruangan kantor sebagai sarana pendukung real nya industri UKM yang dikembangkannya tersebut.

Di Greko sendiri Co-Working Space nya diletakkan di lantai satu dan dua, tergantung jenis/ tipe UKM yang akan menyewa. Lantai satu terdiri dari meeting room, auditorium, dan office room. Sedangkan lantai dua ditempati UKM yang mengarah ke industri tekstil, macam Indigologia.



Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com

Salah satu industri tekstil yang sudah menempati gedung Greko saat ini adalah Jeanology. Di mana industri ini telah berhasil menciptakan karya lukis berteknologi laser. Jadi, sekarang tak perlu lagi cetak gambar di kaos atau jeans secara manual. Semua bekerja otomatis melalui mesin di sini.

Kalau saya lihat kemarin, kasilnya keren-keren banget. Dimulai dari jeans, kaos, hoodie, sweater, sepatu berbahan denim, dan lain sebagainya. Keren super banget. Saya saja sampai ngiler pengen pesan, tapi sayang tidak bisa pesan mendadak. Harus konfirmasi selama 1-2 hari sebelumnya. It's oke, kapan-kapan harus kesana lagi ini mah.

Fashion Show Itang Yunasz x Indigologia

Salah satu hasil Karya mesin laser Jeanologia Flexi

Pict by @onosembunglango pemilik blog: www.onosembunglango.net

Di hari kedua saya jalan-jalan ke Bandung bersama Kelas Blogger kemarin salah satunya adalah menyaksikan peragaan berbagai macam busana hasil rancangan salah satu desainer baju ternama yakni Itang Yunasz di lantai dua gedung Greko Creative Hub ini. 

 Studio Foto

Pict taken by @timo_wp pemilik blog www.kadungcampur.com

Siapa yang doyan foto? Ya, sama saya juga.
Selain pusat perbelanjaan yang super okeh, di gedung Greko ini terdapat studio foto yang bisa kalian manfaatkan untuk foto keluarga. Bersama teman-teman, pacar, suami/istri, atau solo pun juga boleh. Tapi ya, tentunya tidak gratis dong. Kan ada fotografernya juga. Nanti siapa yang ngegaji kalo gratis. Wkwk. Kalau mau foto box juga ada kok, tempatnya di depan foto studio ini. 


Jadi sebenarnya, gedung ini belum sepenuhnya bisa dinikmati sebagai tempat hangout oleh para sosialita untuk saat ini. Tapi kalau kalian penasaran sama cita rasa makanan di Pasar pinuh dan kecanggihan mesin jeanology di indigologia gedung Greko ini, sok atuh main sama teman-teman sosialitanya. (kalau sudah dibuka ya) Hehe 😅 dan silahkan berfoto ria di sana. Karena banyak spot menarik yang bisa kalian manfaatkan secara percuma.


Cukup lengkap bukan? Sok atuh buat warga Bandung dan sekitarnya. Yang mau ke Bandung dan bingung mau hangout di mana. Boleh atuh ke Greko Creative Hub ini. Salam damai! :)

Kollektiv Hotel, Salah Satu Hotel Instagramable di Bandung


Bandung, lagi-lagi Bandung. Kenapa harus Bandung?
Jawabannya: Bandung selalu keren cuy, apalagi ada Kang Kamil. Bandung jadi makin keren euy. Hehehe 😁 (ah, memuji kang Emil terus beliau jadi ge'er ntar, wkwkwk)


Masih lanjutan cerita kemarin, saat liburan ke Bandung bareng Kelas Blogger. Setelah acara di Greko selesai, sekitar pukul setengah 5 sore, kami diantar bus mini ke Sukasari untuk beristirahat karena besok paginya sudah harus standby lagi acara Greko yang kedua. Entahlah, berapa jam perjalanan dari Malabar ke Sukasari, rasanya kami capek sekali di jalan. Baru kali ini saya ke Bandung merasakan kemacetan macam di Jakarta. Lelah!

Setelah sampai, dengan muka lesu kami membawa barang bawaan ke dalam hotel. Setelah mata menyusuri ruang yang ada di lobi hotel, First impression: Waw, lucu sih, unik deh, asri juga, ya lumayan lah. Tapi sayang, liftnya sempit banget. Cukup nampung 4 orang kurus sahaja. Yang badannya berisi? Ya, bisa naik berdua lah sama pasangannya.

Resepsionis yang ada di lobi hotel Kollektiv Bandung
Saya dan Hani mendapatkan satu card yang berfungsi sebagai kunci kamar, dan kami pun bergegas ke lantai 5. Siap-siap merebahkan punggung ke atas kasur. Sudah lelah cin menghadapi kemacetan di Bandung. Pengen mandi air hangat, nonton tv sambil tiduran, ngerjain tugas, terus bobok cantik.



Saat kami membuka pintu, kaca besar di samping kanan beserta wastafel dan seperangkat air mineral, kopi dan teh juga tekonya langsung menyambut kedatangan kami. Dan kami berdua langsung pandang-pandangan, "Han..? Iya Cor.. Kayak lagi honeymoon ya? Bukan Han, coba kita bayangkan saja kalau ini kos-kosan baru kita. Hahaha." Lalu kami dengan sigap menaruh barang bawaan di meja dan langsung merebahkan diri ke atas kasur. Lalu kami membaur dalam kenyamanan kamar 509 malam itu.




Spot yang paling saya suka di kamar ini adalah meja di samping bed nya. Nyaman aja gitu buat blogpost, editing foto, sambil ngopi, nyemil, nonton tv, sama bikin vlog.


Saking capeknya, saya pun tidur-tiduran saja di atas kasur sambil nonton drama korea. Hani sudah mandi air hangat dan siap untuk ngopi bareng. Padahal niatnya bisa langsung posting blog acara pagi itu. Tapi gagal, akhirnya merasa tidak enak sendiri karena badan ini kok nglumbruk nang kasur ae, akhirnya saya memutuskan untuk bikin vlog bersama Hani. 

"Han, sebelum lu keluar kita bikin vlog dulu yess, menyoal dunia perbloggeran lu dan gue."

"Siaaap, ayo ayo. Gue sholat dulu ya."

"Okeeyy!"

Setelah bikin vlog, akhirnya kami memutuskan untuk keluar cari makan karena perut sudah mulai kerucukan. Eh, tetap saja mau mandi kok ya susah sekali. Males aja gitu, masih belum merasa gerah, jadi ya cuma membersihkan daerah v saja karena sedang haidh. Padahal kamar mandinya nyaman daripada di kosan. Mungkin karena di Bandung udaranya sejuk kali ya, jadi saya nya juga malas mandi. Kalau di Ciputat kan panas, jadi harus sering-sering mandi.




Entah kenapa, kalau ngeliat kamar mandi yang transparant gitu kok kepikirannya jadi ke honeymoon. Duh, usia-usia yang rentan ini buat ngomongin soal jodoh, nikah, honeymoon, parenting. Ealaah! 😂

Pas mau turun nyari makan ternyata makan malam sudah disiapin jadi kami balik lagi ke kamar. Makan malam spesial dulu sama Hani, baru ngopi cantik (ini sih buat Hani spesial sama mas Kholis 😅). Kalau saya, akhirnya tiduran lagi di kasur. mau mandi sudah mager, mau posting blog tapi wifi lumayan lama loadingnya, akhirnya menyerah pada kenyamanan di dalam bedcover

Sarapan Bubur Ayam di Hotel Kollektiv

Paginya saya memutuskan untuk breakfast ringan, supaya nanti pas acara kedua di Greko saya bisa lunch banyak. Haha. Akhirnya saya memilih bubur ayam sebagai menu sarapan ringan pagi itu.



Benar-benar tempatnya cozy banget, vintage gitu. Banyak spot yang bisa dipake untuk foto-foto. Instagramable banget deh pokoknya. Restonya tidak terlalu gede, tapi super nyaman. Ada sofa juga ada bangku kayu. Jadi tinggal pilih, kalian mau duduk di mana saat menikmati makanan ala Kollektiv Hotel.

Foto Cantik ala Selebgram di Kollektiv Hotel

Kalau kalian pergi ke taman samping hotel, kalian bakal menyaksikan pemandangan yang super instagramable pakai banget. Ada resto rumah kaca yang bikin kalian ketagihan foto-foto di sana. Saya saja sampai lelah dengan kelakuan sesi foto saya. Ada aja yang dipengen.

Taman Resto Kollektiv Hotel

Setelah foto-foto syantik, akhirnya saya dan teman-teman kelas blogger menuju ke Greko lagi untuk mengikuti acara selanjutnya. Oiya, buat kalian yang mau nginep di sini. Alamatnya saya tulis di bawah ini ya:

Alamat: Jalan Professor Insinyur Doktor Sutami No. 62, Sukarasa, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40152, Indonesia

Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kollektiv Hotel Bandung Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Menikmati Kuliner Baru di Pasar Pinuh Greko


Ah, rasanya baru kemarin ke Bandung sekarang ke Bandung lagi. Alhamdulillah ya, sesuatu! Hehe. (padahal udah tahun 2015 silam) 😛


Bandung, kota Kembang yang sering dipuja-puji karena banyak gadis manis mempesona di sana. Pemandangannya yang indah, udaranya sejuk bikin betah, apalagi yang honeymoon, jadi baper saya. Hahaha. Eits, tapi jangan cuma ingat gadis-gadis manisnya saja ya (karena saya sendiri juga manis kok meskipun bukan mojang Bandung 😀), di sana juga banyak tempat yang super instagramable dan tempat kulineran yang bikin nagih. Endeus ya sist? Buangeeet sist! Kuylah, simak cerita saya di bawah ini.

Kelas Blogger Goes To Bandung


"mbak, siap2 ke bandung ya 9-10 mei. rabu depan. acara yg diundang Kang Arul di grup KB kemarin." begitulah chat Mas Kholis (salah satu anggota kelas Blogger yang mengkoordinir acara KB Goes to Bandung Kemarin) kepada saya melalui whatsapp seminggu yang lalu. 

Hati saya langsung berjoget ria, "Ya Allah, alhamdulillah banget. Harapan bisa ke Bandung akhirnya Engkau kabulkan" di bulan penuh berkah ini, menjelang ramadhan. I said yess lah pastinya, "Siaaaaappp kak 😊" jawab saya seketika. Senengnya luar biasa. Jarang-jarang saya ikut acara Kelas Blogger begini, apalagi ke Bandung. Lagi-lagi sujud syukur. (maklum, selama ini jadi anak rumahan)

Setelah dimasukin grup, saya semakin senang karena ternyata ada beberapa blogger yang sudah saya kenal, yaitu Shinta, Hani, Robith, mba Monic, mas Punto, dan mak Tanti. Setelah melalui enam hari berturut-turut dengan segala persiapan yang sesuai dengan term and condition, datanglah hari bahagianya. "Woooy, akhirnya gue ke Bandung lagi!" Ngapain? "Jalan-jalan sambil kerja, kerja sambil jalan-jalan". Asyiknyaaaaa. Selamat yaaaa. Iya iya iya iya iyaaa 😍😎

Bangun sebelum Shubuh lalu berangkat ke Taman Ismail Marzuki 

Selasa. Deg-degan rasanya, bisa jalan-jalan bareng Kelas Blogger. Sampai begadang segala. Kepikiran acara besoknya, bakalan seru banget ini kayaknya. Tidur jam 2 pagi lalu bangun lagi jam setengah 4 pagi. Benar-benar tidur singkat hari itu saking senengnya. Persiapan: Dresscode dua hari blue indigo+white dan batik, laptop buat blogpost, dan tak terlupakan tripod mini buat nge-vlog (yang akhirnya video kehapus semuaa pas mindahin ke laptop, kirain udah kekirim semua nggak taunya cuma fotonya doang yang kekirim, gegara storage phone udah penuh sih, jadi buru-buru hapus 😭😭  #nangiskejer)

Tepat pukul 03:51 pagi saya pergi ke TIM dari Ciputat naik Gojek. Sesampai di sana sudah ada mbak Monic, mas Punto, Ednadus, dan mas Kholis. Disusul mba Shinta dan mas Robit naik Grab Car, kemudian Arisman dengan gaya "Hay Gaeeeess! nya" 😂, lalu datang mas Satto dan rombongan mak Tanti, Hani, dan mas Ono juga naik Grab Car. Shubuh tiba, akhirnya mereka ikutan sholat jama'ah yang ada di masjid depan TIM. Kebetulan saya dan mba Shinta lagi haidh jadi libur sholat.


Pasukan Kelas Blogger dari Jakarta. Dari kiri atas (Nadus, Arisman, Mas Ono, Mas Punto, Hani, Cory, Shinta, Robith, Mas Kholis, Mas Iyan, Mas Satto, mba Monic, dan Mak Tanti)

Tepat pukul 05.30 pagi kami berangkat naik bus mini travel. Tak lupa foto dulu sebelum berangkat. Kemudian sarapan Nasi Fried Chicken KFC di bus. Karena perjalanan lumayan jauh, jadi kami menghabiskan waktu di jalan sambil ngobrol-ngobrol, nyemil, bercanda, nyanyi-nyanyi, dan tertidur pulas. Ah syurgaaaaa.



Sesampainya di Bandung pukul 10 pagi, kami lumayan tercengang. "Waw, masih baruuuuu, banyak karangan bungaa." Welcome to The Green Kosambi aka Greko Creative Hub Bandung. Alamaaak, mantap tenan ini. Atasnya apartemen, bawahnya tempat perbelanjaan mewah. Dan yang paling saya suka adalah "Pasar Pinuh Greko" yang ada di lantai 3 gedung Greko ini.

Penampakan kemeriahan kuliner di Pasar Pinuh Greko

Ada Apa saja di Pasar Pinuh Greko.

Setelah kami berkenalan satu sama lain dengan pihak Greko dan C2live, kami pun mendapat kesempatan untuk mengikuti opening. Tapi karena openingnya disertai pujian-pujian haleluya bagi non muslim, akhirnya kami memutuskan untuk tidak ikut prosesi tersebut. Ya, mohon ma'af karena kami mayoritas beragama islam, jadi tidak bisa mengikuti prosesi ibadah warga non muslim. #salamsolidaritas

Setelah selesai opening, akhirnya kami bisa mencicipi semua makanan yang ada di tenant Pasar Pinuh. Eits, jangan lupa beli kartunya dulu ya, kalau kalian mau mencicipi juga.



Tingkah unik saya dan Hani yang siap menelajah makanan di Pasar Pinuh
Banyak menu yang bisa kalian nikmati di sana. Ada minuman herbal yang benar-benar bikin kerongkonganmu basah terus. Ada berbagai macam mie, lontong kikil (favoritku), aneka nasi goreng (nasgor babat, nasgor rawon, dll), Martabak, Roti Tissue (favoritku juga), gado-gado, es serut pelangi, es pontianak, aneka sop (sop iga, sop buntut, dll). Ah, banyak lagi deh pokoknya, saya saja sampai bingung mau makan yang mana saking banyaknya, dan enak-enak semua. Hahaha. 😃

Akhirnya mata saya tertuju pada Lontong Kikil, Roti Tissue dan Es Pelangi.




Gimana, ngiler nggak? Pastinyaa dong!! 💖😊

Harganya? Jangan ditanya lagi, harga pastilah menentukan kualitas. Tapi di Pasar Pinuh ini, semua makanan dibandrol dengan harga yang pas dan terjangkau. Sesuai dengan cita rasa yang disajikan.

Eh, ada satu lagi. Di Pasar Pinuh ini banyak spot menarik yang instagramable banget. Sadis paraaah, kereeen puool 😎😍



Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kuliner di Pasar Pinuh Greko Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Tunggu cerita selanjutnya ya, masih menyoal Greko Creative Hub.
Bagaimana View apartemen The Green Kosambi ini? Next blogpost ya :)
Link akan saya taruh di bawah sini ⇓⇓⇓

"Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!"