Navigation Menu

Showing posts with label ASUS. Show all posts

Siap Menjadi Seorang Desainer Grafis Profesional Bersama ASUS Vivobook Ultra A412DA


Bukan, ini bukan tentang mereka seperti Ivan Gunawan si perancang busana atau Anda Arrusa si penata jambul khatulistiwa. Tapi ini tentang diriku, yang berharap bisa mengukir sejarah seperti Danton Sihombing, Kathrin Honesta, Naela Ali atau graphic designer yang mendunia lainnya. Kalau mau flashback sedikit, sebenarnya diriku memang suka menggambar sejak kecil. Suka bikin sesuatu yang kadang bikin teman-temanku jadi kaget dan berkata, kok bisa sih kamu bikin begituan, kreatif banget. Tapi sayangnya, aku dan ibuku tak pernah menghargai bakat itu. Hingga pada akhirnya tangan ini bersumpah sendiri tak akan menghianati bakat terbaiknya. Dia muntab, lalu berjalan dengan percaya diri mengukir beberapa karya yang kemudian pernah ku jadikan buku harian dan pernah ku ikutkan lomba komik ber-dialog bahasa arab. Alhamdulillah, juara kedua.

Mari kita kembali ke masa kini. Setelah ku pikirkan beberapa kali bagaimana baiknya sembari menulis perjalananku di blog lifeascory.com, aku ingin menghargai bakat itu. Aku yakin Tuhan tidak pernah setuju kalau aku bunuh keistimewaan yang tidak semua orang diberikan secara percuma. Aku ingin diriku lebih mengeksplorasi, belajar setinggi-tingginya, mencapai titik kepuasan seperti mereka para pendahulu yang sudah melambungkan namanya di seluruh dunia. Ya, aku ingin menjadi kebanggaan siapa saja yang pernah berpapasan dengan namaku maupun melihat langsung diriku. Untuk Allah dan ibuku terutama, juga untuk teman-teman semua. Be a professional graphic designer yang mendunia juga, InshaAllah. Biar mereka semua bangga, seakan memiliki diriku di mana saja. Barakaallahu lana pada akhirnya, Aamiin.


Sekian lama, bertahun-tahun harus ku jalani secara otodidak menjadi seorang desainer grafis. Dimulai dari coret-coret di buku harian, main photoshop waktu jadi anak warnet, nyoba illustrator selagi pinjam laptop milik teman, sampai akhirnya bisa belajar rutin edit foto dan video di laptop milik sendiri, rasanya diriku telah bermetamorfosis sebegini jauhnya. Aku yang dulu sering dibilang bego, nggak bisa apa-apa selain meneteskan air mata tanpa kata-kata, kini alhamdulillah sudah ada yang mengapresiasi. Memberikan tepuk tangan, ucapan bravo, acungan jempol, bahkan job desain part time misalnya. Mungkin inilah saatnya aku mengapresiasi diriku sendiri.

Problematika Seorang Desainer Grafis

Aku yakin, pekerjaan di bidang apapun, setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan dalam bekerja, tak terkecuali sebagai seorang desainer grafis. Mendatangkan ide saja kadang harus melakukan sesuatu yang berbeda, apalagi buat yang masih pemula sepertiku. Rasa-rasanya, ide adalah satu hal yang patut dipertahankan kemunculannya. Ikat kuat-kuat supaya tidak lepas. Jangan lengah, jangan moody, kerjakan terus sampai mata kurus. Tak peduli sesulit apapun itu, kalau diusahakan secara matang-matang, mungkin hasilnya bisa dipertimbangkan, akan menjadi layak jika terlihat memuaskan. Begitulah seharusnya ritme mencapai harapan besar. Ya, mari kita lihat dulu apa problematika yang sedang ku hadapi saat ini.


Rupanya kendaraan yang sudah menemaniku selama lima tahun terakhir ini sedang mengalami penuaan dini. Bahkan lebih parah, karena dia mulai marah-marah akibat tulang rusuknya ada yang patah. Suka restart dan update system sendiri. Mulai ngambek, lemot dan suka keluar aplikasi tanpa permisi. Sebagian anggota tubuhnya juga sudah ada yang cacat seperti fitur card reader, sound dan bluetoothnya sudah tidak berfungsi, sampai akhirnya aku usahakan agar dia bisa mengistirahatkan diri, tapi entah kenapa kemarin Tuhan masih belum mengizinkan. Sudah cukup lama ia gonta-ganti charger. Baterai pun sekarang sudah bocor, alhasil kalau mau pakai harus dicharge terus menerus. Tak peduli kipas angin dalam dirinya masih berfungsi atau tidak. Ku biarkan dia nyala selama hampir 24 jam setiap hari. Rasanya aku terlalu kejam menjadi seorang tuan puteri. Andaikan aku ada rejeki buat menggantikan seluruh tanggung jawabmu sebagai kendaraan sayang, mungkin dirimu sudah beristirahat mulai sekarang. Doakan dengan sungguh-sungguh ya, semoga kali ini Tuhan tak sampai hati.

Dengan RAM 2 GB dan prosesor AMD E1 besutan ASUS X452EA tahun 2014 silam, masih bersyukur ku bisa membuka aplikasi Photoshop Portable dalam kondisi Microsoft Word dan UC Browser terbuka bersamaan di tahun 2019 sekarang ini. File beberapa tahun lamanya masih tersimpan rapi. Dengan size yang berbeda-beda, agak-agaknya itulah yang membuatnya merasa berat. Sedih juga, karena harapanku bisa belajar Illustrator, Indesign, Premiere, juga After Effect telah kandas di tengah jalan. Ia sudah tak sanggup lagi membuka semua itu (meski tidak dibuka secara bersamaan) kecuali Photoshop Portable, Microsoft Word & Powerpoint 2008, UC browser, Notepad++ dan aplikasi-aplikasi ringan lainnya. Berat juga ketika harus dibawa kemana-mana dengan kondisiku yang super sibuk seperti sekarang. Mohon ma'af, bukan maksudku menyia-nyiakanmu. Kamu pasti paham maksudku, sayang. Sekali lagi, ma'af.


Akankah bakat ini sebentar lagi akan ku kubur dalam-dalam? Jangan! Mari kita cari saja solusinya. Menggantikan tanggung jawab ASUS X452EA sebagai kendaraanku menjadi seorang desainer grafis bukan maksud mengganti keseluruhan kasih sayangku terhadapnya. Tanpa dia, mungkin aku akan jadi anak warnet sampai sekarang. Tanpa dia, mungkin aku tidak seberani sekarang. Dan tanpa dia, mungkin aku tidak sebahagia dan sekreatif sekarang. Jadi jangan salah paham, karena sampai kapan pun, namanya akan tetap menjadi bagian dari proses bagaimana keberhasilanku nantinya. Aku sayang, selalu sayang, dan tidak ingin membuatnya lebih menderita. Aku hanya butuh pengganti dengan spesifikasi dan performa yang bisa membuatku dan dirinya akan terus terkenang namanya. Biarkan dia istirahat sebentar, karena sebagai seorang Desainer Grafis yang memiliki harapan besar, aku juga harus bertindak profesional.

Butuh laptop yang bagaimana?

Berdasarkan kebutuhan yang sedang aku sesuaikan dengan kesibukan profesi ku sekarang, mungkin ada beberapa spesifikasi yang harus dipenuhi. Seperti RAM dan ROM yang besar, Baterai yang tahan lama, fitur keamanan yang menjanjikan, sistem operasi yang original, juga prosesor yang menjamin kemudahan setiap program atau fitur yang akan dijalankan. That's all. Satu lagi sih, kalau bisa dia ringkas dan ringan saat dibutuhkan dan dibawa kemana-mana. Pastinya, kalau lagi kejar-kejaran sama deadline seperti nulis postingan ini atau butuh cepat membalas revisi. Ya, harus standby kapan saja dan dimana saja kan. Sudah ada jawaban yang sesuai? Tentu ada. Salah satu generasi terbaru The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook. ASUS Vivobook Ultra A412DA yang super mempesona. Mungkin ini bisa jadi solusi bagi siapa saja yang membutuhkan dan ingin memilikinya.

Keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA 

Seperti yang kita ketahui, eh mungkin di antara kalian ada yang belum tahu kali ya. Mari sedikit mengenang sejarah singkat profil perusahaan yang mulai go public pada tahun 2005 ini. Sebagai perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis hardware komputer, ASUS telah menelurkan berbagai macam produk yang saat ini saja terdapat lebih dari 420 juta motherboard yang tercipta di seluruh belahan dunia. Belum lagi jika menghitung jenis-jenis produk lainnya. Secara keseluruhan, ASUS membuat motherboard, graphics card, notebook, netbook, produk networking sever dan workstation, monitor, produk multimedia, optical storage, peripheral,dan aksesoris komputer. Oh wow, inovasi yang diberikan kepada para pelanggan setia juga masyarakat awam rasanya tumbuh dan berkembang secara pesat dan ini keren banget. Tak heran, semakin kesini ASUS selalu menjadi unggulan dalam menelurkan produk-produk terbaru di kelasnya. Seperti produk Vivobook Ultra A412DA ini. (Bangga sekali rasanya, sebagai pelanggan setia pegasus yang mendengar hal ini)

Kalau kalian sudah pernah baca postinganku tentang Si Anet, pasti kalian juga tidak akan kaget ketika ada laptop dengan performa sekebon dan membuat mata berbinar-binar dibandrol dengan harga yang mungkin tidak sesuai dengan budget yang kita miliki. Tapi jangan kecewa, ASUS selalu memberi pilihan yang terbaik buat para pecintanya. Nah, biar bisa mendapatkan performa sekebon yang nggak bikin kantong jebol sesuai budget dan kebutuhan kita sebagai creator pemula, maka ASUS Vivobook Ultra A412DA saya rasa bisa jadi pilihan yang tepat sebagai pengganti Zenbook. Selain memiliki RAM 4GB DDR plus Storage 1TB HDD, laptop ini memiliki beberapa keunggulan fitur baru yang bakal membuat kita seketika berjingkrak-jingkrak ria, pastinya siapa saja yang memiliki tidak akan pernah kecewa. Mari kita kupas bersama, apa saja keunggulan yang dimiliki ASUS Vivobook Ultra A412DA itu?

NanoEdge Display

Keunggulan yang pertama, ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki fitur mutakhir paling modern yang disebut NanoEdge Display, yang merupakan sebuah teknologi eksklusif yang membuat bezel pada layar VivoBook Ultra A412DA tampil dengan ukuran hanya 5,7mm alias super slim langsing banget. Nah, berkat bezel yang tipis inilah, dimensi bodi ultrabook ini secara keseluruhan dapat diperkecil dan dengan bangga menghadirkan screen-to-body ratio hingga 87 persen. Haduduh, siapa sih yang masih merasa bingung-bingung harus pilih yang mana. Jelas yang ini dong ya. 

Nah, ini dia salah satu alasan kenapa produk VivoBook Ultra A412DA ini menyandang gelar sebagai “The World’s smallest 14” colorful ultrabook” atau ultrabook dengan layar 14 inci paling berwarna dan paling kecil di dunia. Gelar tersebut mampu diraih berkat dimensi bodi yang diusungnya yaitu dengan panjang 32cm dan lebar 21cm, sehingga sekilas terlihat seperti ultrabook yang mengusung layar 13 inci. Cantik banget kalau dipandang-pandang ya.

ErgoLift Design

Keunggulan yang kedua, ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki fitur premium ErgoLift Design, yaitu mekanisme khusus yang membuat bagian bodi utama VivoBook Ultra A412DA terangkat dan membentuk sudut dua derajat. Berkat ErgoLift Design inilah posisi keyboard pada saat digunakan menjadi lebih ergonomis dan nyaman digunakan. 

ErgoLift Design juga membuat sistem pendingin di VivoBook Ultra A412DA dapat bekerja lebih optimal (penting banget ya, biar tahan lama dipakai berselancar). Nah, saat ultrabook ini digunakan, bodinya akan sedikit terangkat sehingga membentuk rongga yang dapat memperlancar sirkulasi udara pada sistem pendinginan. Kayak ada kaki kecilnya yang menonjol gitu. Hemm, asli seratus peratus deh kalau laptop ini bakal membantu mewujudkan harapanku untuk menjadi Desainer Grafis profesional.

Pre-Install Windows 10 Original, Sensor Fingerprint, dan Windows Hello 

Ini nih, satu hal yang perlu diperhatikan banget, ketika kita sudah memiliki laptop. Memiliki fitur keamanan yang ketat di dalam laptop kita. Beberapa di antara kalian pasti pernah dong ya mengalami kejadian pencurian data atau penggantian identitas seperti password direset dan lain sebagainya. Ini yang kadang bikin sebel. Kadang kalau laptop suka dipinjem sama teman yang nggak tau diri suka banget seenaknya main ganti-ganti password segala. Padahal izin ke pemiliknya aja enggak.

Bersyukur banget sih, kalau aku bisa memiliki ASUS Vivobook Ultra A412DA ini. Keunggulan ketiga yang bisa dinikmati adalah fitur keamanan terbaru yakni menggunakan sensor fingerprint dan Windows Hello. Dengan Windows Hello inilah pengguna dapat dengan mudah melakukan sign-in ke Windows 10 yang terinstalasi di dalam laptop hanya dengan sentuhan jari saja. Dan dengan adanya sensor fingerprint maka faktor keamanan juga semakin meningkat ketika berada di mana saja dan kapan saja. Bayangin aja ya kan, kalau kalian belum selesai desain terus tiba-tiba ada yang menghapus datanya saat ditinggal ke toilet sebentar. Oh, big no! Aku pasti sedih banget harus memulainya lagi dari awal. Nah, kalau pakai sensor fingerprint kan jadinya enak. Nggak bisa dijajah oleh siapa-siapa kecuali kita sendiri yang memberi izin melalui sidik jari yang udah kita setting sebelumnya.

Nah, kabar baiknya. Kalau kita beli laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA ini, kita bisa mendapatkan Pre-Install Windows 10 Pro Asli (original) tanpa harus beli atau install ulang lagi. Asyiknya. Hemmb, jadi ingat laptop ASUSku yang sekarang. Setelah install ulang di gerai abal-abal, akhirnya windows yang aku pakai adalah windows bajakan dan banyak sekali icon yang berubah jadi simbol kotak nggak jelas gitu. Menyesal banget rasanya. Pantas saja dia sering ngambek dan marah-marah kan.

Ringan dan Ringkas

Nah, kalau yang ini kalian pasti tahu semua dong ya. Karena ASUS Vivobook Ultra A412DA ini mendapat gelar “The World’s smallest 14” colorful ultrabook” pastinya kelebihan paling terkesan mendunia adalah memiliki ukuran yang mini dan bobot yang ringan, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Bobot ringannya hanya 1,5kg sudah dihitung lengkap dengan baterai. Berasa bawa gula kan. Hemm. Laptop ASUS VivoBook Ultra A412DA ini juga hadir dengan kombinasi hardware yang menghasilkan performa powerful dalam sebuah ultrabook ringkas.

Ditenagai prosesor AMD Ryzen Mobile, ia merupakan salah satu ultrabook mungil paling gesit dan paling hemat daya yang ada saat ini. Varian tertingginya, Ryzen 5 3500U mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan hingga 3,5GHz pada konfigurasi 4 core dan 8 thread. Haduh, cocok banget ini buat aku yang doyan memakai aplikasi berat seperti keluarga Adobe (Photoshop, Illustrator, bahkan After Effect).


Yang menarik dari prosesor Ryzen Mobile adalah terdapatnya chip grafis terintegrasi Radeon RX Vega. Chip grafis tersebut mampu menghadirkan performa grafis layaknya laptop yang menggunakan chip grafis terpisah (discrette graphic). Dengan demikian, prosesor AMD Ryzen Mobile lebih unggul dalam konsumsi daya dengan keseluruhan TDP hanya sebesar 15 Watt. OMG, superb meringankan beban banget nih buat yang suka ngeluh punya laptop lemot.

Selain itu, VivoBook Ultra A412DA juga dilengkapi dengan beragam port, mulai dari USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Semua itu tampil agar penggunanya dapat mengkoneksikan berbagai macam perangkat dan aksesoris tambahan. Opsi konektivitas nirkabel pun turut serta menambah kelengkapan sebagai premium laptop harga terjangkau. Seperti koneksi WiFi dual-band 802.11ac (2x2) dan Bluetooth 4.2 yang membuat berbagai aksesoris nirkabel dapat terhubung secara leluasa.

Fast Charging

Pernah kan kalian merasa kesal sendiri kalau lagi buru-buru tiba-tiba baterai low atau pas lagi mau meeting penting lupa belum mencharge laptop atau bahkan susah buat dihidupin? Nah, serunya lagi kalau punya laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA, kita bisa meminimalisir rasa kesal itu karena ada keunggulan fitur paling membahagiakan, yaitu memiliki teknologi Fast Charging Baterai 2 Cell 37WHr lithium-prismatic Battery yang hanya membutuhkan waktu 49 menit untuk mengisi baterai 60% dan didukung oleh ASUS Baterai Health untuk memastikan proses charging yang aman. Nah, ketolong banget kan buat yang suka hidup buru-buru macam aku ini. Hemmb, semoga tidak berlarut-larut.

keyboardnya bisa nyala loh :")
Pict source: dailysocial.id

Oiya, perlu kalian tahu juga ya, kalau keyboardnya ASUS Vivobook Ultra A412DA ternyata bisa nyala loh kalau kita lagi ngerjain sesuatu di tempat yang gelap atau kurang terang gitu misalnya. Jadi, ya ampun bingung mau berkata apa-apa lagi. Yang jelas ini laptop ini insyaallah sesuai banget sama hobi aku sebagai seorang Desainer Grafis. Ya, berharap juga sih suatu hari nanti siapa tahu bisa jadi profesi kan.

Beberapa keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA tadi itulah yang membuatku rasanya ingin sekali memiliki laptop ini. Saya rasa, inilah yang bakal menjadi solusi tepat mengatasi problematika yang saya hadapi saat ini. Dan mungkin di antara kalian yang memiliki hobi yang sama denganku, sebagai seorang Desainer Grafis pemula juga. Tak usah ragu buat memiliki laptop idaman ini, karena kualitas premiumnya tidak pernah menghianati sesiapa yang berselancar di dalamnya meski harganya sangat terjangkau di kelasnya. Superb!


Eh, jangan kemana-mana dulu. Ada kabar baru yang bakal bikin hidup kita lebih berwarna loh. Apa dia mak cik? Boleh lah, kita sesuaikan warna laptop kita dengan hobi atau profesi yang sedang kita geluti. Nah, hidup jadi berasa ada yang mewarnai, bukan? Ah, laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA makin membuatku ingin segera menjadi seorang Desainer Grafis Profesional di tahun 2019 ini. Kalau aku sendiri sih suka warna coral crush dong ya, sesuai sama blog dan peachnya hatiku. Ehem.

Oiya, pilihan warnanya ada empat. Transparent Silver, Slate Grey, Coral Crush, dan Peacock Blue. Hayo, kalian suka warna apa? Yuk, siapkan diri buat jadi apapun profesimu yang profesional. Kalau aku sih siap jadi Desainer Grafis profesional yang mendunia. Ehe. *jangan keselek, plis :)

Tabik,
#2019GantiLaptop
#ColorfulWithVivobook

Disclaimer

Tulisan ini diikutsertakan dalam ASUS Vivobook Ultra A412DA AMD Writing Competition. Segala bentuk infografis merupakan hasil editing langsung oleh saya sebagai penulis dan foto pendukung lainnya bersumber dari dokumen pribadi juga website resmi ASUS Indonesia.

Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN


"Kreatifitas Tanpa Batas" Mungkin inilah slogan yang pas untuk ambisi saya saat ini.

Ambisi yang normal untuk menjadi seorang creator, entah itu author, blogger, youtuber, animator, programmer, atau apapun itu saya rasa tidak lepas dari fasilitas yang dimiliki. Bisa nulis tapi tidak punya buku ya sama saja bokis, doyan ngeblog tapi tidak punya komputer plus jaringan internet ya sama aja bokis, mau belajar desain grafis dan video editing yang bagus tapi tidak memiliki laptop yang mumpuni ya sama aja bokis. 

Menjadi Seorang Desainer Grafis

Tiga tahun yang lalu, sebelum orang lain mengenal saya sebagai seorang blogger, mereka lebih akrab menyapa saya sebagai seorang graphic designer, karena spesialisasi photoshop yang saya punya dan seringkali saya terima pesanan desain (banner, sertifikat, kartu nama, logo, dan sejenisnya) dari teman, senior, dosen, juga beberapa orang yang ada di dan sekitar kampus (UIN Jakarta). Hal itu terkadang membuat saya berpikir, akankah pekerjaan yang pas untuk saya adalah menjadi seorang designer?


Seiring berjalannya waktu, pekerjaan desain grafis saya ternyata lebih saya prioritaskan untuk menjadi pendukung informasi aktifitas blogging. Terima order mungkin hanya sebatas "kalau lagi pengen nerima" saja. Lambat laun saya jadi keseringan ngeblog sambil belajar bagaimana cara kostumisasi konten agar minat pembacanya banyak. Hampir 24 jam non stop laptop turn on tanpa shutdown, semua terjadi karena saya doyang mengotak-atik html template blog dan belajar lebih desain drafis. Sampai terkadang mata jadi terasa berkunang-kunang, tapi alhamdulillah mata masih normal sampai sekarang. Alhamdulillahnya juga, laptop saya pun masih tetap bertahan sampai sekarang untuk desain dan blogging meski tidak selancar dulu dan sudah beberapa kali ganti charger plus baterai.


Maklum, sejak tahun 2014 silam laptop ASUS sudah setia menjadi sahabat sejati saya. Banyak jasa yang ia berikan selama hampir lima tahun ini. Diawali dengan tugas kuliah yang bejibun, belajar desain grafis otodidak, editing video dari nol banget sampai doyan blogging dan nyoba coding. Semua menjadi awal perjalanan yang menyenangkan. Meski beratnya lumayan menguras tenaga saat jalan kaki, tapi tetap saja saya bawa kemana-mana dengan alasan keamanan (di asrama sering terjadi kemalingan) dan memang sudah menjadi kebutuhan. Rasanya kurang lengkap saja kalo seorang Cory pergi ke kampus atau traveling tanpa membawa laptop. Ingat sekali waktu saya sengaja mendiamkan laptop di lemari karena sudah kebanyakan bawa buku ke kampus, teman-teman banyak yang bertanya, "Tumben lu nggak bawa anak kesayangan lu (laptop) ke kampus?" Saya cuma bisa menjawab, "Biarin, lagi butuh istirahat dia". Setelah itu kami tertawa.

Menjadi Seorang Content Creator

Tak terhitung banyaknya karya yang saya hasilkan dari beberapa aplikasi di laptop saya. Rasanya saya beneran jadi content creator. Karena saking banyaknya file yang hampir memenuhi ROM (Storage) bawaan yang berisikan hasil desain, tulisan, video, dan sejenisnya. Sedihnya, sejak laptop ini jatuh dari lemari atas dengan ketinggian sekitar satu setengah meter posisi miring, speaker dan beberapa fitur seperti ruang SD Card menjadi tidak berfungsi. Alhasil saya jadi sedikit keteteran ketika mentransfer file dari kamera ke laptop (untuk proses editing) dan ketika membutuhkan hiburan seperti memutar musik atau menonton video.

Laptop ini pun menjadi saksi atas berkembangnya seorang Cory dari yang masih belum berani berbuat apa-apa menjadi seorang Cory yang berani mengambil langkah untuk terus menciptakan dan membagikan karya-karya terbaiknya. Dari mulai presentasi tugas kuliah, mengisi pelatihan desain kecil-kecilan, hingga mengisi workshop besar tentang kepenulisan dan desain. Ya, meskipun apa yang dibagikan masa itu dirasa masih kurang atau jauh dari kesempurnaan, tapi rasanya ia sangat bersyukur. Andai jikalau sampai sekarang ia masih jadi Anet (anak warnet) dan belum memiliki laptop, mungkin segala hal yang begitu menakjubkan tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Karena sejak memiliki laptoplah, ia jadi berani mengeksplorasi segala minat dan bakat yang ia punya.

Penampakan laptop waktu di ajak kerja sama ke Bandung
Tapi apa yang saya dapatkan sekarang terkadang menjadi tantangan yang lebih lagi. Mengingat laptop yang saya punya sudah mulai memperlihatkan gejala-gejala penuaan dini, seperti not responding, loadingnya lama, kadang suka restart sendiri, dan susah menginstall aplikasi-aplikasi baru (apalagi yang suka memakan ROM dan RAM begitu banyak). Ditambah lagi beban bawaan. Setiap pergi bertugas atau mengisi acara, rasanya ingin ku kurangi bobot laptop yang terkadang menguras tenaga. Karena seringnya saya juga memakai sepatu hak tinggi, saya jadi harus hati-hati takut jatuh. Saya pun masih suka kemana-mana menggunakan transportasi umum. Kalau saya terkesan membawa barang banyak dan ketahuan bawa barang berharga, rasanya tidak aman lagi jika harus berhadapan dengan para pencopet atau penodong. So, apa yang harus saya lakukan dengan masalah ini? Rasanya saya harus upgrade ke laptop yang lebih mumpuni, aman dan ringkasEmangnya ada mbak? A.D.A ! Mari saya perkenalkan sekarang.

ASUS ZenBook 14 In UX433FN

Ini adalah seri ZenBook terbaru ASUS. Baru diluncurkan di Indonesia bulan Januari lepas. Dan sebenarnya ada ada tiga tipe di seri ini. Ada UX333, UX433, dan UX533. Lalu saya mempertimbangkan keinginan saya untuk memiliki yaitu ASUS ZenBook 14 in UX433FN saja sesuai dengan kebutuhan saya saat ini. Kenapa saya memilih laptop ini? Mari saya jelaskan perbedaannya dulu, antara laptop saya yang sekarang dan Zenbook 14 ini.


Sudah jelas kan, perbedaan yang amat sangat jauh spesifikasi juga performanya. Sebagai seorang content creator yang amat sangat membutuhkan segala konektivitas dan performa yang mumpuni, saya rasa tidak ada salahnya kalau saya bermimpi memiliki laptop ini. Kali aja kan, Gusti yang Maha Sayang tiba-tiba menurunkan kuasanya. 

Semakin membaca spesifikasinya, saya jadi semakin menggebu berdo'anya. Berharap bisa memiliki satu unit untuk upgrading kebutuhan be a content creator. Mari saya tunjukkan apa saja spesifikasi ASUS Zenfone 14 in UX433FN ini.


Itulah kenapa, saya harus mengiyakan mau upgrade ke ZenBook 14 UX433FN ini. Semua spesifikasi dan performanya jauh bahkan sangat jauh dari laptop yang saya miliki sekarang. Makanya jangan tanya mulu ya, kapan upload videonya lagi di youtube? Kalau fasilitas kurang mumpuni ya sampai kapan pun karya itu akan terbuang sia-sia. Karena semakin hari, akan semakin banyak content creator yang benar-benar memulai dengan konsep dan performa yang matang. Jadi, kudu siap segalane yess!

Fitur-fitur Unggulan ASUS Zenbook 14 in UX433FN


Siapa sih yang nggak tahu teknologi NanoEdge Display pada laptop ini? Saya rasa kalian juga sudah tahu bahwa teknologi eksklusif terbaru NanoEdge Display inilah yang telah membuat bezel pada empat sisi layar laptop ASUS ZenBook 14 in UX433FN ini dapat dibuat dengan ukuran hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja. Ukuran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 milimeter. Laptopku yang saya pakai sekarang? Jelas bezelnya besar, makanya kurang ringkas.

Nah, berkat teknologi NanoEdge Display inilah tiga tipe dalam satu seri selain UX433 ini memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop sekelasnya saat ini. NanoEdge Display juga membuat laptop tersebut memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95% sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas. Kalau UX433FN ini screen to body rationya mencapai 92%, jadi bisa kebayang kan betapa enaknya mantengin layarnya.



Dirancang sebagai perangkat penunjang produktivitas on-the-go, ZenBook 14 UX433FN ini telah hadir dengan fitur eksklusif ASUS NumberPad. Fitur ini merupakan pengganti tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad. Canggih bener dong ya?

NumberPad sendiri berguna untuk pengguna yang sering memanfaatkan tombol numpad untuk memasukkan data ataupun melakukan perhitungan lewat aplikasi kalkulator. Nah loh, jadi lebih ringan juga kan pekerjaan menghitung data kita.


Nah, pernah nih. Suatu hari laptop saya habis dipinjam teman selama tiga hari. Setelah dipulangkan malah saya yang tidak bisa masuk ke sistem. Jadi saya nangis seharian karena terjebak macet mengingat-ingat password yang saya tanam dulu. Padahal saya merasa belum pernah merubahnya lagi. Nggak taunya, teman saya sengaja merubah password dengan niat ngerjain biar saya istirahat kerja. Lha ngapain coba? Toh selama dia pinjam tiga hari kan saya sudah istirahat kerja, kenapa harus ngerjain segala sih. Alhasil saya emosi, marah besar ke dia, karena bertepatan pada hari itu saya sedang kebanjiran order bikin gift wisuda dan teman saya itu tidak bisa dihubungi. Setelah malam dia mengaktifkan hapenya, dengan ketawa lebar dia mengaku sudah mengganti password. Kan ya, hemm. Saya tidak mau berkata kasar di sini. 

Ditambah lagi pas setelah saya berhasil masuk, tiba-tiba tampilan laptop saya jadi berubah dan ada beberapa file saya yang hilang. Allah, rasanya saya ingin mencabik-cabik diorang tapi saya ingat kalau saya berstatus manusia, jadi tidak pantas sejahat itu ke teman sendiri. Itulah kenapa, keamanan data itu sangatlah penting. 

Bersyukurnya, dalam ZenBook 14 UX433FN ini sistem keamanan yang tertanam menggunakan face recognition  atau sistem pengenal wajah yang terintegrasi dengan Windows Hello. Jadi, kalau saya nongol di depan layar saja, sudah bisa masuk langsung ke dalam sistem tanpa harus memasukkan password ataupun PIN. Goodbye deh lupa password atau password diganti. Tanpa lo, gue juga udah bisa log in!

Sistem pengenal wajah ini menggunakan kamera infra merah khusus (3D IR) yang dapat memindai wajah secara akurat. Hebatnya lagi, kamera terintegrasi 3D IR ini masih dapat mengenali penggunanya meski doi menggunakan aksesoris seperti topi atau kacamata. So pasti jadi makin ketagihan log in dong ya. Bukaan! Tapi lebih mudah. Alhamdulillah.


Mungkin kalian langsung bilang, Oh pantesan lancar, lha wong prosesornya saja Intel Core i7 kok. Lha yo pasti toh. Laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 serta didukung oleh GPU NVIDIA GeForce MX150 ini jelas memiliki performa komputasi dan grafis terbaik di kelasnya. Inilah yang membuat saya klepek-klepek minta dibelikan satu unit biar desain grafisku lancar jaya. Calon suami harus lihat postingan ini. Hemms.

Dan perlu kalian tahu dong ya, meski performanya segudang dan lancar jaya, laptop ini berhasil mempertahankan daya baterainya sehingga tercipta yang namanya Hemat Daya walau aktifitas segudang (desain, edit video, ngeblog, dan lain sebagainya).


Seperti laptop ASUS kebanyakan, produk Zenbook 14 UX433FN ini juga dibekali sertifikasi standar militer MIL-STD-810G agar lebih tahan terhadap ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran. Kokoh bener bodynya mbak? Of course dong! Mungkin kalau ada drama jatuh dari lemari macam laptop saya kemarin doi lebih mempertahankan diri untuk tidak lecet-lecet dan retak kali ya, mungkin.

Biasa dengar cerita sih, kalau pas traveling ke luar negara di saat musim dingin begitu kadang-kadang laptop suka nge-hank sendiri karena pertahanan di cuaca dingin kurang begitu mumpuni. Nah, oleh karenanya ZenBook 14 UX433FN ini dibekali sertifikasi standar militer MIL-STD-810G supaya para pengguna tahu bahwa laptop ini lolos uji ketahanan terhadap ketinggian, suhu dan banting. Udah siap dibawa kemana-mana dong? Pastinya.


Ini sih yang paling penting bagi seorang Content Creator. Ruang penyimpanan yang besar adalah dambaan bagi mereka. Di samping karena size file asli dari foto/video yang akan disimpan bakal memakan banyak ruang (sizenya gede), aplikasi/ software yang dipakai untuk editing foto dan video pun membutuhkan RAM dan Storage yang gede pula. Untuk rendering video saja biasanya menyesuaikan banyaknya RAM dan ruang penyimpanan yang tersedia, semakin banyak ruang yang kosong, maka rendering video juga akan semakin cepat. Proses loading aplikasi pun juga begitu, RAM dan ROM sangat mempengaruhi kecepatan loading. Semakin banyak ruang yang kosong, maka loading softwarenya juga akan semakin cepat.

Dan yang bikin lebih cepat lagi adalah teknologi terbaru yang mendukung (seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya) yaitu teknologi NanoEdge Display ditambah chip grafis dari NVIDIA dan menggunakan penyimpanan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat cepat. Jadilah srat srut klik klik cepat sekali loadingnya. Yakin, betah banget saya kalau kayak gini laptopnya. Tiap hari bertelur terus.


Ohoho, sepertinya drama kedua setelah laptop jatuh adalah seringnya menggendong laptop yang bobotnya hampir 3kg. Iya, itu laptop lama saya, laptop yang sampai sekarang masih saya pakai. Saya yang tak pernah lepas dari laptop, baik di kamar tidur maupun di luar rumah sebenarnya sudah menganggap biasa menyoal bobot laptop yang hampir 3kg. Toh sudah saya seperti anak sendiri, jadi meskipun berat bawaannya tetap saja saya bawa kemana-mana.

Tapi terkadang, kalau pikiran lagi lelah dan badan ikutan lelah. Di situ kadang saya merasa sedih. Punggung terasa berat banget jadi bungkuk. Beberapa teman ada yang bilang bahwa pertumbuhan tinggi saya terhambat gegara tumbuhnya pindah ke bawah dan ke samping akibat keseringan bawa barang berat di punggung. Masaiya? Terus bagaimana dong, kalau gak bawa laptop rasanya ada yang kurang melulu. Berasa anak atau suami deh. Spesial banget pokoknya.

Alhasil ada kabar menggembirakan di tengah-tengah kesulitan. Laptop yang ringan dan ringkas jika dibawa kemana-mana. Berat cuma 1.19 kg dan tebal cuma 1.59 cm thin. Ampun, makin jadi landmark ini lama-lama. Di situ ada laptop Zenbook 14 UX433FN, di situ pula keberadaan Cory ditemukan. Hemms, semoga bukan mimpi. Katakan Good Bye pada punggung pegel-pegel karena keseringan gendong laptop. Oh NO lagi sekarang!

Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN


The truth is, it's not the idea, it's never the idea, it's always what you do with it - Neil Gaiman. 

Setuju sama yang dikatakan Neil Gaiman, menikmati setiap proses dalam berkreativitas itu tidak hanya berfokus dari ide pertama yang didapatkan saja. Kita akan mendapatkan hal menarik lainnya di saat kita berhasil menikmati proses tersebut. Jadi, kalau saya belajar desain, menulis, edit video, dsj yang mengalami metamorfosis sungguh berbeda-beda, itu membuat saya begitu merasa wow saja. Oh, ternyata begini ya. Oh, ternyata begitu ya. Kita jadi bisa mengoreksi mana yang kurang dan salah dari hasil kreatifitas yang sebelumnya.

Ya, kreatifitas memang tanpa batas. Selama keinginan dan semangat itu masih ada, di tambah dengan keyakinan yang kuat. Insyaallah sih, semuanya berbuah keberhasilan yang manis dan membanggakan.


Fyi, buat yang punya hajat sama ingin memiliki ASUS ZenBook 14 UX433FN ini, ada dua pilihan warna yaitu Royal Blue dan Icicle White. Sebenarnya di seri ini bukan hanya ada ASUS ZenBook 14 UX433FN saja ya yang memiliki spesifikasi dan performa hebat seperti yang saya tuliskan di atas. Jadi, selain ASUS ZenBook 14 UX433FN ini, ada dua lagi tipenya yaitu ASUS ZenBook 13 in dan 15 in. Mereka bertiga ini lahir bersamaan beda di inci dan beberapa fiturnya saja. 

Oiya, harganya juga beda sih. Kalo untuk ASUS ZenBook 14 UX433FN sendiri dibandrol dengan harga Rp. 18.299.000. Bonus Tas ZenBook Exclusive yang didesain langsung oleh Sebastian Gunawan (salah satu desainer terbaik Indonesia). Kalau belinya di tanggal 17 Januari hingga 17 Februari ya. Nah kan masih ada waktu. Eits, tapi tempat dan persediaannya juga terbatas sih. Jadi harus tahu loh produk ini dijual di mana aja yang bisa dapetin tas exclusive ini. Jangan lupa, belinya di counter ASUS nya langsung ya, di beberapa kota di bawah ini.

Kalau saja ASUS ZenBook 14 UX433FN ini bisa saya miliki. Saya siap menjalani Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN kemana pun dan di mana pun. Kreatifitas tanpa Batas Bersama The World's Smallest 13, 14, 15 Inch Laptop by ASUS? Kenapa tidak, rek!

Tabik,

Disclaimer:

Tulisan ini diikutsertakan "ASUS Writing Competition" 2019
Referensi: bloggerien.com dan travelerien.com

ASUS Zenfone Max M2, Smartphone Gaming dengan Performa Baterai yang Tahan Banting


Semakin banyaknya game-game PC yang bertransformasi menjadi mobile game, rasanya kurang asyik lagi jika kita tidak memiliki smartphone gaming yang mendukung lebih, performa dalam memainkan sebuah game. Layar yang sempit atau terlalu lebar dalam satu genggaman agaknya kurang pas untuk memainkan sebuah game dalam keadaan darurat (read: nge-game di kereta atau di ruang publik lainnya). 

Setelah tahun 2017 dihebohkan dengan hadirnya Smartphone Gaming ASUS Zenfone Max M1 yang lambat laun telah menghilang jejaknya dan membuat penggemarnya nangis darah. Akhirnya, tahun 2018 kemarin ASUS telah mengeluarkan dua produk sekaligus yaitu ASUS Zenfone Max M2 dan Max Pro M2 sebagai upgrading system dari produk smartphone gaming sebelumnya dan pengobat rindu bagi para penggemarnya. Tapi kali ini, saya hanya mau membahas ASUS Zenfone Max M2 saja ya, untuk ASUS Zenfone Max Pro M2 nya saya review terpisah.

Body dan Spesifikasi . . .

Smartphone gaming ASUS Zenfone Max M2 hadir dengan desain unibody aluminium dengan lapisan matte yang terlihat mewah namun ada sentuhan kesederhanaan sejak pandangan pertama. Seluruh body nya terlihat tipis sementara bagian atasnya menampilkan desain memukau tren smartphone kelas menengah tahun 2018an. 


Untuk lebih jelasnya lagi, mari kita kupas sama-sama bagaimana spesifikasi detailnya dan performa terbaiknya ASUS Zenfone Max M2 ini. Kira-kira apa sih yang istimewa dari Smartphone Gaming tanpa embel-embel Pro ini?

Layar Full HD+ 6.3 inch

Berbahagialah, karena Zenfone Max M2 layarnya sudah Full HD + 2.5D yang berukuran 6,3 inci tanpa kehadiran tombol kapasitif dibawah layar (sudah mengadopsi on-screen button). Tapi sayang sih, pas dirilis tidak disebutkan adanya proteksi antigores dari Corning Gorilla Glass dan sejenisnya. Jadi buat para penggemar Zenfone Max M2 ini saya sarankan untuk memakaikan tempered glass agar tidak mudah tergores ketika main game.


Bisa dibayangkan betapa nikmatnya ketika main game dengan layar yang all screen display macam tu. Dan dengan fitur yang seperti ini juga saya kira para gamers seperti kalian akan merasa lebih leluasa dalam bermain game dan juga bisa menikmati konten multimedia secara lebih seru, meski Zenfone Max M2 ini tidak ada embel-embel pro nya. Nonton terus, main game terus, liburan terus.

Memakai Chipset Snapdragon 632

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, bahwa ASUS Zenfone Max M2 merupakan upgrading system dari smartphone gaming sebelumnya, salah satunya adalah upgrading prosesor yang dipakai. Zenfone Max M2 ini diklaim menjadi smartphone pertama yang menggunakan chipset Snapdragon 632 besutan Qualcomm di Indonesia. Prosesor ini adalah generasi terbaru dari seri Snapdragon 600, tiga tingkat di atas Snapdragon 625, yang mana memberikan performa smartphone lebih kuat, dan diklaim 40% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Sehingga memberikan pengalaman berselancar yang lancar dan responsif tanpa mempengaruhi penggunaan baterai yang terlalu banyak.


Jadi, bisa dipastikan bahwa Zenfone Max M2 ini punya performa tinggi namun tetap hemat daya (baterai) dan tidak panas. Superb banget!

Dual Rear Camera 

Sebenarnya, untuk kamera sendiri smartphone gaming ASUS Zenfone Max M2 ini tidak terlalu bagus di front cameranya. Mungkin karena lebih fokus di chipset dan baterai nya kali ya. Dan saya rasa, untuk para gamers sendiri juga tidak akan keberatan soal front camera yang kurang mumpuni ini, karena fokus dari para gamers sendiri adalah untuk menikmati game yang ada dalam smartphone. Sing penting main gime kepenak toh! Rausah selfie wefie.


Tapi bersyukur, kamera belakangnya dilengkapi dengan dual rear camera, yang merupakan sistem kamera ganda yang mengusung sensor beresolusi 13MP dengan aperture lebar f/1.8 yang bisa menghasilkan gambar dengan detail di situasi apapun. Kamera belakang tersebut sudah didukung fitur AI Scene Detection yang memungkinkan ZenFone Max M2 mengenali 13 jenis foto.

Bonusnya lagi, agar hasil pengambilan gambar tetap stabil dan tidak blur, kamera ZenFone Max M2 juga sudah dilengkapi dengan teknologi Electronic Image Stabilization (EIS). Kamera kedua di ZenFone Max M2 ini juga merupakan kamera khusus untuk menghasilkan efek bokeh di foto potrait, yang mana mampu menghasilkan efek blur pada background yang sangat natural layaknya diambil menggunakan kamera profesional.

Baterai Super 4000 mAh yang tahan banting

Kenapa saya bilang tahan banting? Ini merupakan bagian paling penting dari Smartphone Gaming ASUS Zenfone Max M2 ini. Baterainya super tahan lama dan awet dari pagi sampai malam, sampai pagi lagi. Gimana nggak tahan banting? Baterai lithium-polymer dengan kapasitas 4000 mAh ini diklaim memiliki waktu standby di jaringan 4G selama 33 hari, menonton video selama 21 jam, berselancar di internet menggunakan WiFi selama 22 jam, hingga bermain game selama 8 jam non-stop. Tahan banting? Bener!


Harga Smartphone Gaming Paling Terjangkau


Gimana? So pasti kalian bakal betah lama-lama duel game bareng teman dong? Oyey! Nah, kesimpulannya adalah Smartphone Gaming ASUS Zenfone Max M2 ini, meskipun tanpa ada embel-embel Pro nya, tapi system dan performanya nggak kalah Pro dengan yang lainnya. Apalagi dengan Harga yang Super Terjangkau (di antara smartpone gaming yang lain), Zenfone Max M2 ini mengandungi performa yang luar biasa (OS Android 8.1 Oreo, RAM 4GB ROM 64 GB) ditambah dengan Chipset Snapdragon 632 dan Baterai lithium-polymer yang menjadikan pengguna lancar jaya dalam berselancar (browsing, capture, dan nonton video), juga tahan seharian main game sepuasnya tanpa harus bolak-balik nge-charge.

Kalian tertarik? Pastinya dong. Harga terjangkau, performa sekebon. Sikaaat!
Sila membeli di counter terdekat.

Tabik,

Si Anet Ingin Hijrah, Berpetualang Keliling Dunia Bersama Si Ringan ASUS ZenBook 13 UX331UAL

Sepenggal Kisah si Anet

Jaman awal masuk kuliah dulu, rasanya susah sekali jika sedang menanggung beban tugas yang begitu kampret. Agak-agaknya culture shock di kampus yang serba aneh di mata gue membuat gue merasa sedih tak tertangguhkan karena wartel dan warnet pada masa itu sudah mulai terkikis sama perkembangan teknologi baru, sedang gue yang katanya up to date masih merasa jadi anak tahun 90’an yang tak bisa meninggalkan budaya telpon pencet juga tim anet (anak warnet). 

Sering kali gue ngiri karena teman-teman sekelas dan seangkatan sudah dibekali laptop oleh orang tuanya sejak resmi jadi mahasiswa. Sedang gue, masih minjem sana-sini yang dengan ikhlas menerima sindiran ketika masa pengembalian sudah sangat expired. Lima hari, tujuh hari, bisa jadi lebih. Gue ikhlaaas, tapi secara tidak sadar gue memang tidak tau diri!

Gue sering gila ketika tulisan gue cuma ketampung dalam diary anak SD yang masih terus gue bawa kemana-mana tanpa rasa malu. Apa kabar friendster, twitter, facebook, dan tumblr? Dulu gue sering ngigau, dongeng sendiri, orator gila, sampai nangis pengen nulis di kertas putih digital milik microsoft. Tapi apa daya, maksud hati tak sampai. Hard disk di otak gue rasanya mau meledak. Cerpen, puisi, poem, pantun, novel , esai, curhat, tugas kampus semuanya menjerit-jerit. Gue emosi dan akhirnya gue menemukan motivasi yang begitu cemerlang. Gue tidak boleh putus asa. Gue harus jadi anet lagi.

Gue cari sampai ke penghujung dunia di mana kamu warnet, yang bisa gue jajah selama berjam-jam. Akhirnya gue dapatkan lokasinya, tepat di sebelah TK angker. Tak peduli sebetapa mengerikannya, yang penting tujuan gue berhasil. Tak lain tak bukan karena gue tidak punya laptop sendiri dan gue nggak mau jadi bahan sindiran lagi. Jadi gue harus cerdas. Gue pasang paket 5 jam dari pagi kalo gue lagi free ngampus, dan 5 jam dari pukul tujuh malam kalo paginya gue memang ngampus. Gue puas-puasin nugas sambil download film atau mp3, terus gue amalkan juga ke-sok-pintaran gue ke dalam microsoft word.

Lama-lama gue capek harus nongkrongin warnet hampir setiap hari. Tak ada waktu buat bersosialisasi, tak ada waktu buat ngobrol sama siapa pun di dunia nyata. Sampai akhirnya gue sadar kalo ternyata gue makhluk dunia maya. Spesies Blogisius Sosmedisaurus. Gue ngakak sampai kecirit-cirit (mencret).

Tahukah kalian kenapa gue mencret?

Gue terkena virus telat makan, lambung ngamuk, perut kerucukan. Sekalinya makan cuma teralirkan sari tepung indomie rasa soto sama air putih 3 liter per hari, ditambah recehan makanan ringan, keripik singkong sama kacang telor seharga seribu perak per bungkus. Bayangkan saja betapa mengerikannya gue jadi makhluk dunia maya. Begini rasanya jadi salah satu spesies yang kurang beruntung.

Empat tahun lamanya gue jadi spesies dunia maya dengan medali kategori user kurang gizi. Punya blog dengan banyak tulisan tapi berkali-kali ditolak adsense, punya infografis lumayan menarik tapi tidak pernah menang lomba. Ditambah lagi penyakit hati saat melihat user lain pamer endorsement juga paid promote di instagram rasanya pengen nyemplung ke dasar laut biar mati kekenyangan sekalian (kenyang minum air). Syukurlah, di penghujung rasa putus asa anet akhirnya punya laptop sendiri, ASUS namanya. Gue, si anet akhirnya bebas berekspresi, tak lagi buang-buang biaya dan energi. Sudah tidak lagi makan indomie dan sampai sekarang masih berjaya nugas dan kerja rodi.


Duh, ternyata pembukaannya terlalu panjang juga ya!

Mari kita akhiri kisah anet yang menyedihkan. Selamat datang di kehidupan anet yang baru. Anet ingin Hijrah dan ingin berpetualang keliling dunia. Anet ingin jadi Travel Blogger. Berawal dari hobinya yang suka baca, yang suka motret, yang suka jalan-jalan, dan yang suka pamer keindahan, gue alias si anet pengen merasakan naik segala transportasi, menghirupi segala musim, dan mengabadikan segalanya dalam sebuah blog.

Balik lagi ke ASUS. Selama gue masih jadi anet yang kurang beruntung, gue selalu ditemani ASUS X Series keluaran tahun 2014. Sampai akhirnya gue memutuskan untuk bosan dan mulai berusaha mencari versi terbarunya yang lebih bisa membantu kebutuhan gue saat ini. Karena sudah berkali-kali ganti charger, reinstall windows, dan juga jatuh dari ketinggian. Ditambah lagi sekarang baterainya bocor dan sampai saat ini masih belum bisa kebeli. Ingin rasanya berganti ke ASUS yang lebih oke lagi. Yang RAM dan ROM nya mungkin tidak menjadikan gue patah semangat buat ngedit video dan desain grafis.



Si Anet mulai meliri-lirik produk ASUS yang ter ter ter di zamannya. Body tipis, berat melayang, performa keren tak tertandingi. Bisa diinjak bung! Ingin ku berteriak wow and wow. Gue terkaget-kaget karena dengan mata telanjang gue lihat secara langsung laptopnya diinjak sama Mbak Fika yang berat badannya sekitar 100kg lebih, dan resultnya biasa aja. Tidak menimbulkan cidera apa-apa pada laptop. Doi aman masih mulus tanpa retak sedikit pun. Superman kali ya. Mana sih laptopnya?

ASUS ZenBook 13 UX331UAL

Tidak asing bukan, namanya? Buat kalian si penggemar ASUS pastinya tahu dong ya kalau ASUS Zenbook tipe 13 UX331UAL ini memiliki banyak kelebihan yang bikin para traveler menari kegirangan. Karena body nya yang super travel size banget. Gue bersyukur banget waktu itu diundang langsung oleh Mbak Rien aka Katerina (pemilik blog www.travelerien.com), sang Travel Blogger Hijab Indonesia Hits dengan julukan Perempuan Kain Kodian. Kerjanya menjelajah alam tanpa beban, punya suami ganteng nan sigapnya luar biasa. Gue sedikit ngiri, karena sampai saat ini status perkahwinan gue di KTP masih "single". Gue senangnya masyaallah karena bisa hadir menikmati performa luar biasa ASUS ZenBook 13 UX331UAL ini. Rasanya ada harapan untuk memiliki.

Gue pandang-pandang sampai mata ini hampir berkunang-kunang. Gue elus-elus macam belai kucing. Warnanya yang soft bikin energi positif gue makin bertambah. Semakin tinggi performanya, tentu semakin tinggi pula harganya. Jangan ditanya harganya berapa, kalau sudah jatuh cinta sama dia gue seakan lupa segalanya. Lupa kalo doi harganya mahal (standar ukuran orang nggak punya duit).




Specifications (Spesifikasi)

Untuk spesifikasi lebih detailnya, alangkah lebih baiknya jika kalian langsung liat-liat di website resmi ASUS di sini. Tipe 13 ZenBook UX331 yang revolusioner ini merupakan laptop ultralight, ultra tipis, dan ultrapowerful dan dirancang khusus untuk memberikan kita mobilitas tertinggi, terutama karena telah tersertifikasi US Military Grade dengan desain metal casisnya yang ringan hanya 985 gram dan masa pakai baterai yang tahan sampai 15 jam sepanjang hari.

Meskipun desainnya yang ringkas dan ultraportabel, ASUS ZenBook UX331 ini tidak berkompromi dengan kinerjanya: Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang supercepat, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe® memungkinkan kita untuk menyelesaikan seluruh tugas dengan mudah, dan system audio Harman Kardon-nya juga memberikan suara imersif yang kencang dan kuat. Siapa sih yang nggak pengen meminang laptop sebegini kerennya? Pastinya pengen banget dong. (source: asus.com)

[ M A N U F A C T U R E R   W A R A N T Y ]
  • 0-year limited International hardware warranty. *different by country
  • 1-year battery pack warranty
  • OS (Windows® 10 ) install/uninstall consultation
  • Bundled software install/uninstall consultation
  • ASUS software supporting
Buat yang mau download buku panduannya bisa klik link di bawah ini:

Price (Harga)

Rp 13.299.000
(Intel® Core™ i5-8250U/8GB/256GB SSD/Windows 10 Home)

Menurut hasil penelusuran mbah Google, harga yang dibandrol di setiap toko online jelas beragam ya. Mulai dari IDR 13,350,000 hingga IDR 13,999,000. Mahal tak? Mahal dong kak! Yelah, kecil atuh bagi yang banyak duit mah. Kalo menurut gue? Ya setara buat beli motor scoopy satu lah. Mayan. Masih berminat? Masih dong ya. Kapan lagi ye kan, punya laptop sebegini asooooy nya. Mau beli? Bhehe, maunya si gratis. *gembar-gembor nangis darah*

Eh, jangan sampai kelewat! Gue udah bikin video di youtube selama gue ikut Event ASUS Blogger Gathering x Travelerien beberapa bulan silam. Tonton ya. Jangan lupa: like, comment, and subscribe. Salam pegasus!

Semangat Blogging dan Vlogging Bersama Notebook ASUS X555 Series


"Don't give up on your dreams, dreams give you a purpose in life. Remember, success is not the key to happiness, happiness is the key to success." Iya, memang benar. Bukanlah sukses yang menjadi kunci sebuah kebahagiaan, tapi kebahagiaanlah yang menjadi kunci atas sebuah kesuksesan. Banyak orang yang terlihat sukses di luar sana tapi hidupnya masih sering ngeluh, merasa tidak bahagia. Tapi ada beberapa orang di luar sana yang terlihat biasa saja, tapi mereka merasa sangat bahagia. Saya pun pernah merasakan hal yang sama. Jika saya sedang banyak tugas, banyak kerjaan, banyak beban yang saya pikirkan, tapi saya menanggapinya dengan rasa syukur, tanpa saya sadari pun orang lain juga bisa melihat bahwa saya sedang berbahagia, dan dengan kebahagiaan itulah tugas saya jadi cepat selesai, kerjaan beres, beban pun jadi berkurang. Tapi sebaliknya, jika saya sedang merasa stress, ditambah kurangnya rasa bersyukur, maka semua pekerjaan yang saya lakukan jadi terasa sia-sia. Istighfar banyak-banyak!


Ngomongin soal impian, ngomongin soal hidup, saya merasa (hidup saya) benar-benar hidup adalah semenjak saya menginjakkan kaki di bangku kuliah. Dulu saya kalem, diam-diam bergerak, bergerak diam-diam, demi mencapai sebuah keingintahuan. Saya ingin tahu: Sebenarnya diri saya ini nantinya mau jadi apa? Pertanyaan itu sudah mulai menjadi beban sejak SMA. Melihat kondisi lingkungan yang hanya memiliki cita-cita sebatas netesno ayam alias punya anak yang penting disekolahin, nggak usah sekolah tinggi-tinggi (terlebih cewek), toh nantinya bakal dikawinin, cuma buat masak di dapur sama mejeng di kaca, terus netesin bayi biar punya keturunan. Apalagi kalo ekonominya rendah, mending jadi buruh pabrik atau jadi ibu rumah tangga. Cukup! Oh, tidak bagi saya. Sepurane cak! Karena sejak SD (tahun 2004) mataku sudah berani berkeliaran, mencari ide supaya bisa mengakses komputer (karena di tahun-tahun itu sekolah saya baru membeli 10 perangkat komputer yang bakal disajikan khusus untuk anak-anak 10 besar). Dan syukurlah saya bisa menikmati untuk yang pertama kalinya, dan dari situlah saya mulai ketagihan mengoperasikan microsoft dan sok yess meramal masa depan, kalau-kalau nanti bakal ada zaman laptopysaurus. Dan ternyata "kok benar?" Saya juga agak sedikit shock.


Zaman laptopysaurus menggantikan zaman komputeropus erectus. Di mana saya mengenal laptop untuk yang pertama kalinya: ketika saya masuk SMA tahun 2008. Saat itu saya masih sering ke warnet buat main friendster sembari cari di google, bagaimana cara registrasi di facebook. Dalam balutan muka yang polos dan cupu, semua teman saya termasuk keluarga dekat saya tidak akan ada yang percaya bahwa saya sudah bisa bikin akun sendiri di email pakai @rocketmail.com (bawaan Yahoo!), bikin akun friendster, facebook, dan blogger. Mereka menganggap saya bagian dari makhluk komputeropus erectus yang hanya mengerti setelan wallpaper, microsoft word, CD dan disket. Padahal saya sudah memasuki zaman laptopysaurus, di mana saya pernah bergaul dengan si penjaga warnet (sering pulang maghrib sebab internet) dan di sana saya diajarkan mengoperasikan laptop untuk yang pertama kalinya. Desain undangan, scan foto, edit video dan lain sebagainya. Tak sampai hati melihat batinku tengah bergumam, "Wah, komputer ternyata bisa dibawa kemana-mana ya." OF COURSE, CORY!

Pikiran saya sempat melayang sebab ingin memiliki laptop sendiri. Tapi sejak pertemuan saya dengan abang warnet saat itu, saya jadi beruntung terpilih menjadi salah satu perwakilan dari kotamadya/kabupaten untuk mengikuti lomba Karya Ilmiyah Remaja (PORSENI) tingkat Provinsi. Ya, saya berhasil membuat juri takjub dengan presentasi yang saya operasikan di laptop. Semua guru tepuk tangan termasuk kepala sekolah saya. Saya tersenyum bahagia, akhirnya saya bisa membuktikan ke mereka bahwa diamnya perilaku saya tidak membuat pikiran (otak) saya diam begitu saja. Dalam senyuman yang menyeringai kepala sekolah dan teman-teman saya, mereka menyiratkat sebaris kalimat, "Ternyata Cory diam-diam bergerak, dan bergerak diam-diam." Hehe, saya tersipu.


“Do not dream too often, however, take action as often as possible”. Setelah berhasil mengikuti lomba KIR, saya semakin semangat buat ikutan lomba yang lain. Termasuk lomba Bikin Komik Berbahasa Arab, Story Telling, dan lomba Pidato. Alasannya cuma satu. Supaya saya bisa mendapatkan penghargaan, bernilai uang, lalu saya belikan laptop dan modem sendiri. Sehingga saya tak perlu lagi pulang maghrib demi belajar internet di warnet. Satu lagi alasan pendukung, karena saya juga suka menulis, saya ingin seperti mba Dee, menerbitkan buku serial Supernova yang Maha Keren dan bisa belajar apa saja di laptop sesuka hati. Semangat lomba, kebut cari duit, banggain guru dan orang tua! Ciaaaaaaaaat!

Sayangnya, impian punya laptop tertunda banyak waktu, banyak hal tak terduga dalam hidup yang dulu tidak saya mengerti, sampai akhirnya saya kuliah 6 semester dan seringkali meminjam milik Sam yang pada akhirnya berakhir pada rasa tidak enak karena terlalu sering menginap 2-5 hari. Dan Alhamdulillahnya, di penghujung akhir tahun 2014 Allah telah memberikan pencerahan bahwa saya harus punya laptop sendiri. Secara dong ya, saya pengen lulus kuliah cepet-cepet (read: lancar skripsian), pengen jadi penulis beneran kayak mbak Dee, dan supaya bisa cepat mengatasi beberapa kekurangan dalam hidup. Dan akhirnya, saya berhasil menemukan Notebook 14"inc ASUS X452EA yang sampai saat ini masih setia menemani saya dalam suka dan duka.


Empat tahun lamanya saya bergelut dengan dunia tulis menulis, desain grafis dan ditambah lagi belajar vlogging spesifik video editing bersama notebook ASUS X452EA. Meski speknya masih jauh dari notebook ASUS keluaran tahun 2018 saat ini, tapi prosesor AMD E1 yang dimiliki notebook X452EA ini adalah sebuah prosesor dengan teknologi manufaktur 28 nanometer dari AMD yang sudah dilengkapi dengan grafis terkini (Radeon HD 8000 series). Jadilah saya betah menonton film berjam-jam, editing desain grafis pun hasilnya maksimal, karena visual yang ditampilkan di laptop sungguh sangat realistis. Bersyukur, tidak pernah ada keluhan selain baterainya yang bocor sejak dua tahun lalu atau kabel chargernya yang error namun sudah saya ganti yang baru.

Sayangnya beberapa hari ini soundnya mulai terdengar gemeresek, artinya ada something di dalamnya yang tidak beres. Dan juga RAM yang dimiliki notebook ASUS X452EA ini hanya 2 GB, sebagai seorang designer dan vlogger (edit video), saya seperti merasakan kurang masako pada laptop yang sudah menemani saya selama empat tahun ini. Dan tentunya saya ingin memiliki yang lebih. Kenapa? Karena untuk menggunakan aplikasi seperti Adobe Photosop, Illustrator, Lightroom, Indesign, Audition, Premiere, After Effect dan Video Editor lainnya, laptop saya masih sedikit kurang mumpuni dalam menjalankan aplikasi berat seperti mereka secara berbarengan. Memang sih, satu aplikasi bisa dihandle dengan baik, namun untuk urusan linked seperti Adobe Illustrator dan saudaranya, tidak bisa dibuka secara berbarengan. Kendalanya karena laptop saya ini sudah banyak data dalam folder, baik di Disk C maupun Disk D. Itulah sebabnya, jika saya membuka dua aplikasi atau lebih secara bersamaan, maka akan timbul yang namanya 'Not Responding' atau 'Force Closed'.

 
Jadi maunya gimana? Berhari-hari saya berpikir tentang bagaimana mencari solusi terbaik agar aktifitas blogging dan vlogging saya tetap berjalan lancar. Bekerja juga jadi lebih semangat. Semangkaaa. Semangaat Kakaaaak! Kendala sedikitnya ada di laptop. Sekarang jadi jarang edit video karena nge-rendernya butuh waktu yang lama. Video berdurasi 15 menit saja bisa seharian penuh, dari pagi sampai ke pagi lagi. Sempat ada usulan dari teman, mending upgrade RAM nya saja, biar lebih enteng. Tapi saya masih takut mengambil resiko. Takutnya, nanti-nanti kalau tidak sesuai dengan spek notebooknya, malah terjadi kerusakan permanen. Yoweslah, mending upgrade laptopnya saja, iya kan? Iya dong!

Browsing kanan kiri, berselancar di mbah google dan di berbagai sosial media, kira-kira notebook apa yang cocok dengan kebutuhan saya. Kok ya, mata saya jadi tertarik sama ASUS X555 Series yang bertebaran di timeline teman-teman blogger seperguruan. Cocok nih, batin saya. Iya, cocok deh kayaknya, pikiran saya meyakinkan. Secara, saya ini orangnya setia. Selama empat tahun saja saya pakai ASUS sering dipuji-puji karena hasil editan video saya bagus, desain grafis yang saya buat oke banget (percaya diri saja dulu). Dan saya secara pribadi pun maunya ya beli notebook ASUS aja lagi. Secara, notebook ASUS selalu upgrade sesuai kebutuhan konsumen. Jadi, saya merasa srek aja terus. Contoh hasil editan video saya dibawah ini:

 
Setiap melihat timeline instagram yang berisi updatean para blogger dan vlogger yang semakin hari semakin produktif, saya jadi terdorong lebih untuk bisa memiliki notebook ASUS yang baru. Secara, kendala saya kurang produktif selama ini ternyata ada di laptop. Mau desain harus nunggu laptop dicolok dulu, karena baterai sudah bocor. Mau edit video malah lebih terkalahkan oleh rasa gergetan, karena untuk ngerender beberapa menit saja saja butuh waktu seharian. Aseli, kudu emosi. Mau blogging di mozilla saja kadang-kadang suka not responding sendiri, kalau buka banyak tab. Terus aku kudu piye? Saya makin emosi. Yasudah, cari notebook ASUS X555 saja.

Kenapa Harus Notebook ASUS X555 sih? 

Well, mari kita bahas secara rinci. Kira-kira bagaimana spesifikasi Notebook ASUS X555 ini. Apa keistimewaannya bagi seorang blogger dan vlogger seperti saya? Siapkan catatan dan mari berselancar bersama! 


Ngomongin spesifikasi, notebook ASUS X555 punya daya tarik tersendiri bagi seorang blogger seperti saya. Kenapa? Karena, selain tampilannya yang elegan. Saya sungguh tertarik dengan RAM dan ruang penyimpanannya yang begitu besar. Bayangin saja, untuk seri X555QG saja memiliki RAM 8 GB dan ruang penyimpanan internal 1 TB. Oh, my God! Saya langsung bisa ngebayangin bagaimana serunya menulis, mengedit foto dan video di dalam laptop ini. Sungguh sangat enteng sekali! Srupuuuut, kali ya. Tak perlu nunggu seharian lagi buat ngerender video dan tak usah repot-repot juga beli hard disk eksternal lagi. Endeeuusss pokoknya! Huhu.

Selain itu, yang bikin saya lebih mupeng lagi adalah ukuran layarnya yang super lebar yaitu 15,6 inch. Padahal laptop lama saya; ASUS X452EA saja sudah bikin saya klepek-klepek saat mendesain, apalagi yang 15 inchi, bisa-bisa betah sekali saya seharian kejar tayang. Ditambah lagi saya orangnya doyan banget nonton film atau drama korea di laptop, seharian marathon pun masih sanggup (kalau ini jangan ditiru ya, Haha). Jadi, ketiban duren banget kan kalau punya Notebook ASUS X555 ini. Pastinyaa!

Oh ya, perlu kalian ketahui juga. Soal baterainya guys! Notebook ASUS X555 ini memakai baterai jenis Li-Polimer yang memiliki ketahanan baterai sampai dengan 2.5 kali lebih kuat dibandingkan baterai Li-Ion Silinder. Bahkan setelah diisi ulang hingga ratusan kali, baterai ini tetap dapat menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya. Seharian tanpa charger oke dong kalau kita pengen ngerjain job di luar rumah? Nggak perlu lirik sana-sini buat nyari colokan, nanti kebingungan. So pasti! Daripada laptop saya yang sekarang toh, baterainya sudah bocor sebab hampir setiap hari tak pernah shutdown. Jadi, kalau mau ngerjain sesuatu ya harus nyolok dulu, wara-wiri cari colokan yang nyaman buat ngerjain tugas yang bejibun. Heuheu. Ganti laptop, Semangaaat!

Dan yang bikin saya jadi makin cinta adalah Teknologi Ice Coolnya, yang nggak bikin suasana laptop jadi panas. Tangan juga nggak ikutan panas. Emang lagi masak, bu? Huhu (Abaikan!). Teknologi ASUS Ice Cool ini bisa menjaga temperatur notebook antara 28° C sampai 35° C, hal ini menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan oleh sistem di dalam laptop ini lebih rendah dari temperatur yang dihasilkan oleh tubuh manusia, di sinilah kita bisa merasakan yang namanya kenikmatan menulis maupun editing foto dan video. Betah coy, betaaah!


Of course, pasti kalian minta penjelasan lebih detail lagi bukan, mengenahi Notebook ASUS X555 ini? Oke, akan saya jelaskan lebih detail lagi. Biar kalian makin cinta sama laptop ternakan ASUS yang super keren ini. So, let's get started!


Pilihan Konektivitas yang Luas

Notebook ASUS X555 ini memiliki fitur USB 3.0, HDMI dan VGA ports, 2-in-1 SD/SDHC card reder, dan pilihan konektivitas lainnya untuk memastikan kompatibilitas yang luas dengan berbagai periferal dan perangkat. Jadi, kalau kita mau mindahin data atau transfer dari handphone ke laptop, fitur ini akan sangat membantu memudahkan kita dalam hal tersebut.


Warna yang begitu nyata dengan Teknologi ASUS Splendid

Dikembangkan oleh tim ASUS Golden Eye, teknologi ASUS Splendid yang eksklusif memberikan warna dan temperatur warna yang akurat. Teknologi ini memberikan warna yang cerdas dan menggetarkan dengan pengaturan dan parameter pada fine-tuning display. Gimana nggak tertarik punya laptop yang sumringah begini toh? Syantik ulalaaa~

 

 Dirancang untuk produktivitas dan hiburan

Notebook ASUS X555 ini didukung oleh prosesor AMD untuk performa yang halus dan responsif. Performa serta didukung dengan grafis yang bagus dan memory controller di bagian dalam yang canggih, membuat Notebook X555 ini ideal digunakan untuk kebutuhan komputerisasi sehari-hari atau menonton film dan video. X555 memudahkan kita dalam menyelesaikan semua pekerjaan tersebut, memberikan peforma multifungsi yang kita butuhkan untuk bekerja atau bermain dengan satu perangkat. Wow, super wow! Kerja sambil hiburan, hiburan sambil kerja. Cucoook!


USB 3.0 untuk data transfer yang sangat cepat

Seperti yang saya jelaskan sedikit di atas bahwa USB 3.0 dalam laptop ASUS X555 ini memberikan kecepatan 10x dari USB 2.0 yang memungkinkan kita untuk menyimpan foto atau melakukan transfer musik dan video dengan ukuran besar dalam waktu yang singkat. Jadi kita dapat melakukan transfer film dengan kualitas Blue-Ray berukuran 25GB dalam waktu 70 detik. Subhanallah, kerjaan jadi cepet kelar dong ya.~


Hasil Full HD 1080p melalui HDMI

Ternyata laptop ini mengandungi performa Full HD yang bikin kita betah nonton film sampai larut malam. Apalagi yang doyan nonton drakor dan main game di laptop macam saya, hal ini sangat berpengaruh. 


Smart Gesture-Multi-touch made easy

Notebook ASUS X555 ini memiliki fitur multi-point touchpad dengan kombinasi teknologi ASUS Smart gesture yang memberikan pengalaman berbeda dan mendukung berbagai sentuhan perintah sehingga dapat melakukan zoom in/out dan geser.


Setelah ngomongin performa dari Notebook ASUS X555 di atas, so pasti kalian penasaran dong harga dari Notebook ASUS X555 ini berapa dan enaknya beli di mana. Penasaran banget? Silakan cek infografis di bawah ini, karena laptop ini HARGANYA SUPER TERJANGKAU (dicapslock ya, biar makin enak, hehe). LAPTOP DENGAN PERFORMA YANG KEREN TAPI HARGANYA TERJANGKAU, SIAPA YANG NGGAK MAU DONG YA? PASTI MAU! Oiya, satu hal lagi kalian harus tahu bahwa Notebook ASUS X555 ini juga dijual di Tokopedia.

 ASUS on Tokopedia :)
Klik gambar ini kalau kalian ingin langsung menuju toko ASUS di Tokopedia :)
Baiklah, kalau kalian capek nulis link yang ada di atas, atau masih belum paham kalau gambar di atas bisa mengantarkan kalian ke ASUS Store yang ada di Tokopedia, sila klik link yang ada di sini :)

Jadi, semakin kita bisa upgrading laptop kita, semakin produktif pula profesi kita sebagai seorang blogger dan vlogger. Mari kita upgrade laptop kita bersama dan doakan saya ya, supaya bisa memiliki salah satu tipe dari laptop ASUS X555 ini! Semangat Blogging dan Vlogging guys! Semangaaaaaat! Salam PEGASUS. Hehehe :)