be a supporter

voucher code for you

kerja sama

Spoiler Film Run 2020; Tentang Ibu yang Sengaja Membuat Anaknya Penyakitan


Wusshh, aku ingin bernapas panjang dulu sebelum lanjut menulis postingan ini. Ya, sesuai judul. Postingan ini sudah tentu akan mengandung banyak spoiler supaya kalian makin penasaran untuk menonton filmnya langsung. Atau biar kalian yang lebih suka baca, ceritanya bisa terwakilkan di sini tanpa harus menonton filmnya langsung (mungkin nontonnya ditunda dulu itu maksudnya, entah sebulan lagi atau sesempatnya kalian karena durasinya yang lumayan panjang). Oke, mari kita mulai perjalanan ini.

Run 2020, American Film

Film Run bergenre horror thriller berdurasi 90 menit ini resmi dirilis pada tanggal 20 Nopember 2020 kemarin di platform Hulu (jaringan streaming video, film dan sejenisnya di Amerika). Film ini disutradarai oleh Aneesh Chaganty dan ditulis oleh Chaganty dan Sev Ohanian, yang sebelumnya mereka ini pernah sukses mencuri perhatian publik di film thriller yang berjudul Searching di tahun 2018. Film Run ini dibuka dengan aktifitas penyelamatan bayi yang baru lahir di rumah sakit, yang mana ada seorang perempuan bernama Diane Sherman (diperankan oleh Sarah Paulson) telah melahirkan bayi prematur. Dengan perjuangan yang penuh kehati-hatian, akhirnya para dokter berhasil memasang alat bantu pernafasan untuk si bayi. Dan tak lama kemudian Diane bersama staff rumah sakit dipersilahkan melihat sang bayi  mungil yang sedang terbaring lemah dengan segala macam alat bantu hidup di dalam inkubator.

Dalam sekejap kemudian, alurnya dipercepat hingga anak perempuan Diane yang diberi nama Chloe (diperankan oleh Kiera Allen) ini telah beranjak remaja dan berusia sekitar 17 tahun.


Diceritakan bahwa si Chloe ini menderita penyakit kronis seperti aritmia (gangguang detak jantung yang tidak normal), hemochromatosis (terlalu banyak zat besi dalam tubuh), asma (gangguan pernapasan), diabetes (kelebihan kadar gula dalam darah), dan kelumpuhan. Banyak juga ya penyakitnya. LOL. Tapi nih anak punya skill yang jenius dibidang teknik. Bisa ngerakit robot dan ya smart girl lah pokoknya. Ibunya selalu bilang bahwa dia ingin melihat anaknya, Chloe bisa kuliah dan merealisasikan impian anaknya menjadi mahasiswi Universitas Washington. Sehingga Chloe ini selalu rajin belajar dan homeschooling bersama ibunya. Ya, ibunya yang penyayang itu tengah berperan ganda menjadi pengasuh sekaligus guru homeschooling gitu lah sepertinya.

Tiap sebelum tidur, ia selalu rutin minum serangkaian obat yang diberikan ibunya. Ia selalu berusaha menciptakan sesuatu yang baru, seperti membuat robot yang bisa membantu dirinya di rumah. Karena ia sadar bahwa ia memiliki kekurangan. Ia juga menantikan pengumuman hasil tes perguruan tinggi yang diimpikannya yaitu apakah dia diterima atau tidak menjadi mahasiswa teknik di Universitas Washington. Tapi, tiap kali ada mobil pos yang mengantarkan beberapa surat, ibunya selalu mengambil duluan dan bilang bahwa tidak ada surat dari Universitas, yang artinya bahwa kemungkinan ia tidak lolos tes di kampus bergengsi itu.

Kecurigaan Chloe terhadap ibunya dimulai

Selama ini pola makan Chloe diatur oleh ibunya karena penyakit yang ia derita selama ini. Terlebih menyoal diabetes. Ia selalu rutin ngecek kadar gula yang ada di tubuhnya. Maka dari itu, untuk boleh mengonsumsi cokelat aja paling tidak Chloe hanya diperbolehkan makan dua butir cokelat berbentuk bola kecil (cokelat toplesan loh rek koyok pas riyoyo ta natalan ngunu kuwi) tiap hari. Dan itu pun harus dilihat dulu kadar gulanya sedang rendah atau tinggi. Suatu hari ketika ia sedang asyik belajar, ibunya datang dari supermarket (habis belanja gitu lah ceritanya), dan membiarkan beberapa barang belanjaannya di atas meja karena dia harus buru-buru mengangkat telepon dari seseorang.

Chloe pun dengan sigap dan bahagia menuju meja makan dan langsung mengecek hasil belanjaan ibunya. Di satu kantong terdapat cokelat toplesan yang akhirnya Chloe mengambil beberapa cokelat dan di taruh di kursi rodanya. Setelah itu, Chloe tidak sengaja melihat obat berwarna hijau yang diresepkan untuk ibunya. Tertulis di sana namanya Sherman, Diane. Otomatis si Chloe ini langsung bertanya-tanya, apakah selama ini ibunya juga penyakitan? Tertulis di sana, ini obat Trigoxin.


Nah, karena ibunya sudah selesai telponan, akhirnya Chloe buru-buru kembali ke meja belajarnya. Dan dia, ya belum mulai curiga banget sih, cuma mikir aja obat apa yang sedang dikonsumsi ibunya. Malam pun tiba, seperti biasa Chloe harus melakukan rutinitas minum obat yang sudah diracik dan dipersiapkan oleh ibunya, Diane. Tak disangka bahwa Chloe melihat salah satu obat Trigoxin yang ada di kantong belanjaan ibunya tadi. Karena Chloe ini anak yang baik, dia akhirnya bertanya pada ibunya. Lho, bukannya ini obat ibu ya. Kok Chloe yang minum? lalu ibunya kaget dan bertanya, bagaimana kamu tahu kalau itu obat ibu? Dengan polosnya lagi Chloe menjawab jujur, iya tadi aku sempat melihat kantong belanjaan ibu dan tidak sengaja melihat obat ini atas nama ibu. Akhirnya si ibu menjelaskan bahwa nama itu hanya atas nama pengambilan obatnya saja atau mungkin dia salah lihat karena harusnya ada dua nama. Yaitu namanya sendiri (sebagai wali) dan Chloe. Oke kalau begitu bu, kata Chloe.


Dari sini Chloe udah mulai curiga. Sepertinya Diane menyembunyikan sesuatu dari Chloe. Paginya, saat ibunya sedang tidak di rumah. Chloe mencoba menyelinap ke ruang obat milik ibunya, dan dengan bantuan robot penjepit yang ia buat, Chloe mencoba mengambil obat Trigoxin yang ada di laci atas dan berhasil mengambilnya sehingga Chloe bisa melihat secara detail obat tersebut. Anehnya lagi, nama yang tadinya dilihat Chloe hanya Sherman Diane, ternyata dilapisin kertas lagi dan diganti dengan Diane, Chloe. Yang artinya itu obat untuk dikonsumsi mereka berdua.

Chloe mulai mencari tahu tentang Trigoxin

Karena jawaban ibunya malam itu dan apa yang ditemukan pagi tadi membuat Chloe semakin penasaran, akhirnya dia semakin yakin ada yang tidak beres dengan ibunya, dan ia tidak pernah menelan obat rutin yang diberikan ibunya itu. Ia hanya berpura-pura minum dan mengucap Good Night kepada ibunya dan mengumpulkannya di suatu tempat. Yaitu kotak celengan babi miliknya. 

Akhirnya, di suatu malam saat ibunya sedang tidur, ia mencoba keluar dari kamarnya, dan turun ke lantai bawah untuk searching di google tentang Trigoxin. Dan ya, di sini kita dibikin deg-degan, cemas kalau tiba-tiba ibunya terbangun dan mempergoki anaknya. Benar saja, ketika anaknya mengetikkan kata Trigoxin di google, jreeeeng,,, ternyata internetnya sedang mati. Dan ya seperti dugaan kita, Chloe tidak berhasil mencari tahu tentang obat itu, dan ternyata ibunya juga sedang berjaga di dapur yang terlihat gelap di seberang Chloe. Jadi, ya ternyata dia memang ketahuan gengs, tapi malam itu Chloe nggak sadar.

BONUS NIH GUYS!!! KLIP YANG GAK ADA DI FILM


Huuufft, aku menghela napas panjang lagi di sini. Ikut deg-degan. Alur tiba-tiba maju dengan cepatnya, dan hari sudah mulai pagi lagi. Chloe masih penasaran dan berusaha buat mencari tahu. Nah, pas ibunya lagi asyik berkebun, menyirami tanaman tomatnya, Chloe mulai menelpon ke apotek di mana ibunya membeli obat. Namun sayang sekali, pemilik apotek itu sudah tahu bahwa itu nomor telepon rumah Diane sehingga Chloe menutup telepon karena takut ketahuan ibunya. Sembari menengok ibunya apakah sudah selesai berkebun atau belum, Chloe mencoba nelpon ke layanan apotek lainnya, dan ternyata hasilnya nihil, karena layanan itu berbayar. Kemudian Chloe telpon ke orang random, dan mencoba meminta tolong ke orang tersebut untuk searching di google tentang obat yang namanya Trigoxin. 


Dari sini Chloe diberi tahu, bahwa Trigoxin adalah obat untuk mengobati kondisi jantung berdebar, gagal jantung, fibrilasi atrium, dan warnanya merah. Mendengar hal ini Chloe langsung kaget dan gemetaran. Jadi selama ini ibuku telah berbohong. Oh my god, pengen tak pecel duwe ibuk koyok ngene. LOL! Akhirnya Chloe mencoba mencari cara agar bisa keluar rumah. Ia pun mengajak ibunya nonton film di bioskop, yang mana bioskopnya ini ternyata dekat dengan apotek yang menjual obat (yang katanya) Trigoxin itu. 

Di tengah-tengah menonton film, Chloe izin ke ibunya untuk pergi ke toilet yang mana sebenarnya adalah ia ngin pergi ke apotek seberang dan ingin menanyakan tentang obat berwarna hijau itu. Ia mempercepat lajunya agar aksinya tidak ketahuan oleh ibunya. Namun sayangnya, setelah sampai di apotek, ternyata banyak orang yang sedang ngantri di sana. Akhirnya Chloe mencoba untuk diberi peluang kepada orang-orang yang sedang ngantri untuk didahulukan karena melihat kondisinya yang di kursi roda.


Jangan ditanya, aku deg-degan apa tidak. Sudah tentu harap-harap cemas sampai mau kecirit di celana rasanya. Ngeri kalau tiba-tiba ibunya datang sebelum Chloe bertanya. Karena Chloe akhirnya didahulukan antriannya, Chloe berhasil bertanya kepada apotekernya. Namun sayang, apotekernya tidak bisa memberitahukan obat apa itu, karena bersifat rahasia. Dengan segala cara Chloe meyakinkan agar diberitahu, namun apotekernya masih tetap tidak mau tahu. Dan entah kenapa secara tidak sengaja, apotekernya bilang bahwa itu obat khusus yang diracik secara kerjasama bersama dokter hewan setempat, yang mana ditujukan untuk anjing dan berfungsi sebagai pelemas otot, untuk mengurangi nyeri tungkai taring, atau ketidaknyamanan tungkai yang disebabkan oleh sengatan matahari, gigitan, atau luka.

Jadi jelasnya, ibunya Chloe waktu beli obat ini di apotek tuh bilang ke apotekernya untuk mengobati anjingnya. Sehingga si apoteker ya ngiranya itu obat dikasihkan ke anjing dong, bukan ke manusia seperti Chloe. Sungguh kejam. Sudah mah niatnya borok, ditambah lagi kebohongan ke apotekernya. Bangsat benar ini perempuan. Maaf mbak, bisa kendalikan emosinya? Plis, jaga kesopanan ucapan anda di blog ini. Ehe. Baik kak, maaf saya terbawa suasana sih ya. Sama, sebenarnya saya juga sangat emosi. Tapi, yasudahlah. Simpan saja dalam hati.

Ku ingin berkata kasar kepada ibunya Chloe, dancok.. obat kanggo asu mbok pakakno anakmu saben dino. Mbok-mbokan model opo dapuranmu iki mak! Tapi maaf rek, aku gak sampek ngomong ngene kok. Hehe. (mohon maaf jika postingan ini mengandung sara)

Jadi, obat itu sebenarnya bernama Ridocaine bukan Trigoxin. Dimana si apoteker menjelaskan secara detail kepada Chloe bahwa obat Ridocainet tersebut memiliki ciri-ciri kapsul berwarna hijau dengan tutup abu-abu. Obat yang dikhususkan untuk anjing dan bisa mengakibatkan kelumpuhan secara perlahan jika dikonsumsi oleh manusia. Oh my god, fatal banget sumpah. Aku langsung ngilu dan geram melihatnya.


Ya, dan seperti dugaan kita dong. Ibunya Chloe tiba-tiba datang dengan segudang akting yang bikin emosi penonton, sembari menanyakan seolah menyalahkan si apoteker bahwa kenapa Chloe tiba-tiba bisa napasnya tidak teratur. Sampai si apoteker terheran-heran, dan pembeli jadi kabur. Di situ Diane langsung menyuntikkan obat tidur ke tubuh Chloe dan membawanya pulang. 

Chloe menyatakan perang dengan ibunya

Sesampainya di rumah, saat Chloe tersadar berada di atas tempat tidur, Chloe mencoba meminta maaf kepada ibunya. Tapi sayangnya, pas Chloe mencoba membuka pintu kamarnya, ternyata Chloe terkunci di dalam kamar. Karena Chloe ini gadis yang pintar, akhirnya ia mencari cara untuk membuka pintunya dengan alat-alat elektroniknya. Dan ya, setelah kunci berhasil terbuka, ternyata pintu masih tidak bisa dibuka karena ibunya sengaja mengganjal pintunya pakai kain pel. Nah, mumpung ibunya pergii akhirnya Chloe mencoba keluar dari jendela kamar agar bisa membuka pintu kamarnya.

Setelah berhasil keluar jendela, akhirnya ia bisa membuka kamarnya tapi na'asnya penyakit asma yang diderita tiba-tiba kambuh dan dia lupa membawa spray asmanya. Duh, bikin deg-degan. Tapi bersyukur akhirnya dia bisa merangkak sampai laci kamarnya dan berhasil mengambil spray asmanya. Huuuuhhttt, akhirnya Chloe bisa bernapas lega. Setelah ia rada mendingan, akhirnya ia mencoba kabur dari rumah. Dan ya, mesin elevator kursi rodanya untuk ke lantai satu telah dimatikan ibunya. Dengan tekat yang kuat akhirnya Chloe melemparkan kursi roda juga dirinya ke lantai bawah. Dengan kondisi tubuh yang lecet-lecet, ia berhasil keluar rumah sampai ke jalan raya dan akhirnya bertemu dengan mobil pos (yang biasa ngantar surat). Chloe mencoba meminta tolong.


Sialnya, Diane juga sedang melaju pulang ke rumah dan waktunya pas banget saat pak pos sedang berbicara dengan Chloe. Ia mengemudi di belakang mobil pos dengan curiga. Akhirnya pak pos mencoba ngobrol sama Diane, dan bilang bahwa Chloe sedang butuh pertolongan. Jadi Diane membalikkan fakta bahwa Chloe pikirannya sedang kacau karena dokternya meresepkan obat baru untuk Chloe. Di sini pak pos saling adu argumen dengan Diane sampai perempuan itu mengancam balik kalau dirinya akan melaporkan pak pos ke 911 atas dasar penculikan.

Karena pak Pos ini juga sedikit curiga dengan Diane, ia pun tidak takut dengan ancaman Diane dan menyadari bahwa Chloe benar-benar sedang membutuhkan pertolongan. Setelah pak pos berniat membawa Chloe ke kantor polisi atas permintaan Chloe, Diane tiba-tiba meracik obat bius dari mobilnya dan menyuntikkannya ke pak pos lalu membawa Chloe kembali ke rumah. Kandas sudah niatan Chloe untuk melarikan diri dari ibunya.

Beberapa kebohongan Diane telah terbongkar

Setelah sampai di rumah, Chloe dikurung ibunya di gudang pribadi milik Diane. Di sana Chloe menemukan banyak sekali barang-barang Diane termasuk surat dari Universitas Washington untuk Chloe yang selama ini disembunyikan oleh ibunya. Surat itu menyatakan bahwa Chloe telah lulus ujian tes masuk perguruan tinggi. Kenapa selama ini Diane bilang bahwa tidak ada satu pun surat dari Universitas? Dari sini Chloe semakin penasaran, dan akhirnya ia menemukan sebuah kotak besi yang isinya adalah foto masa kecil Chloe juga foto sebelum ia remaja, ia masih terlihat sehat dan cantik. Kakinya pun tidak lumpuh seperti yang diceritakan ibunya. 


Di sini Chloe benar-benar kecewa dengan ibunya. Selama ini ia menganggap ibunya paling perhatian dan paling peduli sama dia, ternyata ibunya sendirilah yang membuat dirinya penyakitan hingga lumpuh. Bahkan ibunya sendiri jugalah yang membunuh impiannya bisa masuk ke Universitas Washington, tapi selama ini berpura-pura menghibur dirinya agar terus belajar, mencoba lagi dan berkarya dari rumah sampai ada surat yang datang. Setelah itu Chloe mencoba membuka lembaran-lembaran yang di kotak besi itu. Di bawah fotonya saat masih balita, ada setumpuk lampiran yang salah satunya merupakan sertifikat kematian dari bayi yang bernama Chloe. Umurnya hanya 2 jam 11 menit.


Di bawahnya lagi, ada selembar koran yang menyatakan bahwa telah terjadi penculikan bayi di rumah sakit tempat Chloe dilahirkan dan penculiknya masih belum diketahui juga masih buronan. Setelah membaca informasi ini, saat itu juga Chloe langsung menyadari bahwa selama ini Diane bukanlah ibu kandungnya. Tapi seorang penculik yang tega memisahkan dirinya dengan orang tua kandungnya.


Pantesan ye mak, kelakuanmu kayak gerandong kurang darah. Bangsate kebangetan. Ya, namanya juga anak tiri yekan. Mau dikejamin juga serah dia, berani aja berbuat sesuka hati. Dasar lucknut anda ya, Diane! Emosi saya jadinya. Terima kasih loh sudah merawat Chloe selama ini, tapi kan nggak harus membunuh kebahagiaannya juga.

Tak lama kemudian Diane beneran datang, dan Chloe ketahuan sedang bongkar-bongkar rahasia yang selama ini ditutupinya. Setelah itu Diana pura-pura sok perhatian sama Chloe, meminta maaf dan mengajak Chloe mengulang kembali  kehidupan mereka. Dia pun memberikan alasan kepada Chloe kenapa dia menculiknya saat itu. Dia bilang bahwa orang tua Chloe sebenarnya jahat dan dia ingin membebaskan Chloe dengan hidup bersamanya. Hemm, sok tau banget emang si nenek lampir satu ini, kalau memang jahat orangtuanya ya nggak mungkin sampai memberitakan anaknya hilang dong, gimana sih anda. Diane pun caper dengan membuang obat anjing (yang biasa diberikan ke Chloe) di hadapan anaknya agar anaknya mau menerimanya kembali. Chloe sudah benar-benar kecewa dan sudah pasti tidak mau, karena ternyata banyak sekali kebohongan yang dibuat ibunya selama ini. 

Before Ending

Ibunya bilang bahwa Chloe pasti membutuhkan dia, tapi Chloe menolak. Saat ibunya mengambil cairan yang sedang diraciknya, Chloe berhasil merangkak ke satu ruangan kecil di gudang dan mengunci pintunya dari dalam, demi menghindar dari ibunya yang sudah siap dengan jarum suntik berisi cairan entah itu racun atau obat ganas lagi. Namun Diane berhasil mendobrak pintunya, dan seketika Chloe mengancam akan minum racun dan bilang kamu yang membutuhkanku. Oh nooooo!!! Diane seketika berteriak.

Chloe pun tiba-tiba sudah berada di rumah sakit. Itu artinya dia beruntung dan selamat. Namun karena keadaannya benar-benar lumpuh sekujur tubuh, Chloe merasa menyesal karena dirinya masih hidup. Duh rek, lapo aku gak mati ae seh, males aku nyawang ibukku, begitulah pikirnya. Apalagi ibunya memang sedang menunggunya di luar ruangan. Namun Chloe sudah curiga bahwa ibunya pasti ingin membawanya kabur dari rumah sakit dan membiarkannya lebih menderita nantinya. Ia pun ingin memberi tahu suster dengan tulisan tangan lumpuhnya, tiba-tiba peringatan pasien darurat untuk kamar lain pun membuat susternya berlari keluar dan meninggalkan Chloe sendirian. Di sinilah Diane beraksi beneran membawa kabur Chloe dalam keadaan lumpuh dan napas tersengal.


Setelah susternya kembali, ruangan sudah kosong lalu susternya menanyakan ke petugas lain apakah Chloe dipindahkan ke kamar lain dan jawaban mereka adalah tidak. Suster mulai curiga dan menemukan kertas hasil coretan Chloe yang bertuliskan mom. Dari sini suster langsung menyadari bahwa yang menyebabkan Chloe seperti itu adalah ibunya sendiri. Suster pun langsung menghubungi scurity untuk menghalangi jalannya Diane. Setelah sampai eskalator ternyata eskalatornya rusak dan hanya terdapat tangga rumah sakit yang lumayan tinggi. Karena Diane bingung, akhirnya security berhasil menemukan mereka dan Diane mengancam akan menembak Chloe jika mereka ikut campur. 

Tapi demi keamanan pasien, para sekuriti pun siap dengan tembakannya dan akhirnya Diane berhasil ditembak lalu terjatuh dari tangga setinggi itu. Chloe selamat dan yeah, aku lega nontonnya lalu nyeruput wedang jahe karena nontonnya pas banget lagi hujan deras-derasnya di malam hari.

Penjelasan kronologi cerita dan kesimpulan film Run 2020

Setelah bayi prematur Diane yang hanya bertahan dua jam di inkubator itu meninggal, ia sangat shock dan merasa iri dengan kehidupan orang lain. Kenapa bayi orang lain bisa terlahir sehat dan hidup seterusnya, sedangkan bayinya hanya hidup sebentar saja. Ia merasa terpukul dan tidak terima sampai akhirnya melihat bayi perempuan baru lahir di ruang bayi yang terlihat cantik dan sehat. ia pun menculik dan membesarkan Chloe seperti anak sendiri. Namun seiring Chloe beranjak remaja, ia mulai takut kehilangan Chloe dan takut rahasianya sebagai penculik bayi akan terbongkar. 
I think, film Run ini menampilkan sebuah dinamika kodependensi yang secara mengejutkan relatable pada banyak keluarga. Pasti selama ini kita juga sering melihat ada Ibu yang ngegaslight putrinya dengan fatwa mutlak, “Ibu tau yang terbaik untuk anaknya”. Ya, aku pun terkadang merasa di posisi ini, punya ibu yang selalu bilang tau yang terbaik untuk anaknya, tapi yang aku rasakan ternyata tidak. Film ini menghighlight penyebab dari semua itu bisa jadi karena kedua pihak sama-sama merasa terluka. 
Ibu dan anak sebenarnya saling membutuhkan, thats normal, tapi bisa menjadi bahaya (jadi kodependensi yang toxic) jika sudah kelewat batas. Aku melihat banyak hal dari film Run ini. Sebelum menjadi orang tua, kita memang harus belajar banyak hal. Ini yang sampai sekarang aku lakukan. Happy baby from happy family. Jangan sampai ada yang terluka, salah satu ataupun keduanya.

Sungguh mendebarkan dari awal sampai akhir ketika melihat film misteri horror thriller garapan Aneesh Chaganty ini. Selalu suka dengan karakter yang disajikannya. Alur, plot, semuanya. Di awal kita dibuat simpati oleh kegigihan Diane sebagai seorang ibu tunggal yang terus mencoba membahagiakan anaknya yang cacat sejak lahir (mikirnya nih anak lahir prematur kan). Mendukung anaknya terus berkarya dengan kemampuan tekniknya. Sampai akhirnya ada kejanggalan yang terjadi dan memperlihatkan sedikit sisi gelap dari Diane. Yaitu makan sendirian sambil ketawa, macam psikopat. Semakin maju alurnya, kita dibuat tegang dan was-was kalau memang sebenarnya Diane ini ibu yang jahat.

Seperti halnya menonton film Searching di tahun 2018 lalu. Kita dibuat bertanya-tanya dan gerget. Dengan ending yang lumayan tidak melegakan di film Run ini. Karena Chloe dibuat jadi pendendam terhadap Diane dengan adegan menyuruh Diane membuka mulut dan (sepertinya; ini menurutku loh ya) akan dipaksa menelan pil Ridocaine tiga butir yang sudah ia sembunyikan di mulutnya. But overall, selalu suka sama filmya Annesh. Ku menanti film selanjutnya di tahun 2021 ya. Semoga makin apik dan lebih bikin deg-degan lagi.

BONUS NIH GUYS!!! KLIP YANG GAK ADA DI FILM


Anw, kalian sudah pada nonton atau belum nih ya? Kalau sudah, apa pendapat kalian setelah menonton film ini? Dan apa yang menurut kalian kurang dijelaskan olehku di postingan ini? Buat yang belum nonton filmnya, bagaimana menurut kalian? Apakah kalian tertarik membaca spoiler seperti postingan ini? Kalau kalian mau request film apa yang mungkin bisa aku tulis spoilernya di blog ini, lemme know di kolom komentar ya semuanya. Thanks and See you.

Comments

  1. Entah aku aneh dan bakalan dibenci para penikmat film sejati, tapi aku suka baca review film yang ada spoilernya. Buatku ga masalah karena aku jadi punya gambaran besar tentang film dan itu nggak mengurangi kenikmatanku menontonnya.

    ReplyDelete
  2. Thank you reviewnya, sebagai penyuka film horror n thrill menarik banget fil RUN ini. Kebetulan belakangan srg nonton film ttg anak, keluarga sebagai pembelajaran, belajar jd org tua

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mau baca postingan ini kak 🥰

      Delete
  3. Anjrittt nih review film full banget keren .. runut.. kronologis.. anjirrr aku udh deg degan parah bacanya.. wewww btw ini cerita based on true story gak yah..

    ReplyDelete
  4. Aku cukup baca spoiler mb cory ajalah haha, atut nonton langsung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, makasih mbak 🥰 sering2 berkunjung ke sini ya, nanti aku bikinin lagi..

      Delete
  5. Aku sudah nonton, aku kira film horror hantu. Supaya anaknya cepat lari! Eh tahunya manusia lebih seram daripada hantu. Ini seperti cerita rafunzel deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahaha, iya kak. Bikin deg-degan banget aku juga nontonnya. 😁

      Delete
  6. Ikut tegang jadinya. Hufftt. Menghela nafas panjaaanggg. Sama banget sama anak saya, lahirnya prematur 1,1kilo (termasuk berat ari2) dan harus masuk NICU 24 hari. Tapi ibunya beda kak,, sayang luar biasanya mah klo saya jadi ibu xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasihh banyak kak udah mampir kesini 😘
      Wah, semoga sehat-sehat terus ya kak dedeknyaa...

      Delete

Post a Comment

I'd love to have a conversation with you about my post. Please share your thoughts & I'll reply as soon as I can!

Regards,
Cory Pramesti

youtube vids