Cory Pramesti

I have a huge passion for blogging in general, but I love dabbling in photography, web development, and graphic design! I’m a major introvert, which is probably why blogging became such a big hobby of mine.


@corrrriiish

Pengalaman Tes Corona Online di Halodoc dan Kemudahannya


Saat ini pandemi virus corona atau biasa kita kenal dengan Covid-19 semakin meluas. Alih-alih karena penyebarannya diduga sangat cepat menular, kita juga belum tahu pasti seberapa banyak pasien yang sudah positif terkena virus dan apa obat yang paling ampuh untuk penyembuhan para korban Covid-19. Sebagai anak rantau yang sedang mendiami daerah zona merah penyebaran Covid-19 di Indonesia, saya selalu mengantisipasi diri sendiri untuk berjaga jarak dengan orang lain dan mematuhi bentuk pencegahan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

Tidak berpergian jauh atau ngumpul berdekat-dekatan dengan manusia lain yang kesehariannya saya  sendiri tidak tahu kondisi tubuhnya. Selalu memakai masker atau alat pelindung lainnya (baju covid-19), rajin cuci tangan, memakai hand sanitizer selepas melakukan aktifitas dari luar rumah dan segera melakukan test corona jika merasa menemukan gejala. Sedih juga sih, kalau lagi bulan puasa gini biasanya kan saya harus berburu takjil menjelang berbuka. Tapi karena kondisi lagi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di seluruh wilayah, jadi selama sebulan terakhir ini harus rela masak sendiri di rumah, yang cita rasa masakannya kadang bikin saya mual sendiri. Hiks.

PSBB & Kegelisahan Saat Mengetahui Gejala Virus Corona (COVID-19)

Nah, meskipun saya sendiri merasa sudah melakukan anjuran pemerintah untuk tidak ngumpul bareng manusia lain di luar sana, kadang saya juga masih deg-degan karena saya juga masih sering pergi ke minimarket atau warung untuk membeli bahan makanan. Pernah suatu hari, sebelum bulan puasa nih, saya batuk hampir dua minggu berturut-turut, dan itupun sakit banget rasanya di tenggorokan. Dada juga merasa sesak dan sempit banget kalau lagi bernapas. Secara tidak langsung saya panik dan cemas dong, sembari menguatkan hati dan pikiran kalau hal itu bukan gejala Covid-19.

Akhirnya terdengarlah desas-desus kalau kita juga bisa melakukan tes Covid-19 di rumah sakit atau bisa melakukan rapid diagnostic test sendiri karena pemerintah sudah menyebarkan sekitar 500,000 rapid test untuk sesiapa yang mengalami gejala Covid-19. Tapi ternyata, muncul berita lagi bahwa rapid test yang diberikan ini tidaklah akurat, sehingga pemerintah mengeluarkan arahan lagi untuk memperbanyak tes yang menggunakan sampel dari lendir hidung atau tenggorokan yang diberi nama real-time reverse transcriptase Polimerase Chain Reaction atau disingkat rRT-PCR. Fungsinya untuk mendeteksi virus di molekul RNA dan diduga lebih akurat mendeteksi virus dibanding tes diagnostik cepat. Tapi bayarnya mahal bok, bagi kalangan menengah ke bawah seperti saya ini rasanya harus ekstra nyari duit atau paling enggak harus mengorbankan dana darurat demi bisa cek kondisi tubuh.


Sumpah sih ya, rasanya pengen sujud tersungkur memohon ampun dan berharap kepada Tuhan yang Maha Segalanya untuk segera menghilangkan wabah yang menegangkan ini. Rasanya tuh sakit dan nyesek banget kalau harus ketakutan begini. Apalagi saya sendiri masih menjalankan kuliah yang dalam keadaan PSBB kayak gini tuh, semua mata kuliah hanya mengandalkan e-learning. Serius, saya jadi makin stress dan bodoh karena seharusnya mata kuliah yang saya jalani tuh bukan dari teori yang diberikan saat e-learning semata, tapi juga harus praktek langsung yang dipandu lurus sama dosen. Eh, kok malah curhat kesini. Maaf.

Melakukan Tes Corona Secara Online

Setelah saya merasa ada gejala Covid-19 ringan di tubuh, rasanya ingin memberanikan diri pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes corona. Tapi, lagi-lagi saya merasa takut kalau misal (amit-amit jabang bayi, naudzubillah min dzalik ya) saya yang seharusnya negatif Covid-19 karena sistem imun (kekebalan tubuh) lebih kuat dibanding virus corona, terus ke rumah sakit dan di sana ketemu sama orang-orang yang positif Covid-19 namun masih kelihatan segar bugar. Alhasil, tanpa disadari saya jadi positif Covid-19 juga, lalu menularkan ke orang-orang yang bakal saya temui setelahnya. Oh, big no!

Makanya setelah dua minggu berlalu dan saya masih batuk-batuk saja, saya langsung cari cara supaya tubuh ini bisa mencegah lahirnya virus corona dalam tubuh, dan memberantas seluruh gejala-gejala yang saya rasakan tadi. Saya berusaha ikutan berjemur di bawah terik matahari saat pukul sepuluh pagi, terus sering bikin wedang jahe gula jawa atau wedang-wedang rempah lainnya, minum vitamin (yang kadang saya dapatkan secara gratis dari beberapa kegiatan sosial kampus), juga mencoba mencari informasi terkait rapid test atau tes-tes lain yang masih berhubungan dengan Covid-19.

Setelah melihat berita bahwa Platform kesehatan Halodoc menyediakan rapid test gratis, akhirnya saya mencoba untuk melakukan tes corona secara online. Selain menghemat waktu dan biaya, di Halodoc juga banyak dokter-dokter terpercaya yang bisa kita tanyai menyoal gejala Covid-19 ini.


Buat kalian yang belum tahu Halodoc ini apa, saya mau menjelaskan sedikit ke kalian. Pernah nggak sih kalian mendengar keluarga, saudara, teman, atau tetangga kalian yang menyebut nama Halodoc? Halodoc ini sendiri merupakan aplikasi kesehatan berbasis online yang memberikan solusi kesehatan lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan kita. Dimana kita bisa tanya dokter secara langsung, membeli obat, dan cari rumah sakit juga dokter spesial yang sesuai dengan kebutuhan kita dalam satu aplikasi saja. Mudah dan lebih hemat kalau menurut saya.

Kalau kalian tidak terbiasa dengan smartphone, kalian juga bisa melakukan tes corona ini melalui website resminya di halodoc.com! Biasanya kalian akan diminta menjawab beberapa pertanyaan seputar gejala Covid-19 atau coronavirus ini. Seperti yang saya lakukan kemarin, dan hasilnya alhamdulillah bukan gejala Covid-19 dan semoga sistem kekebalan tubuh dan pikiran saya akan takut coronavirus ini segera menguat dan melawan keganasan yang terjadi.


Buat kalian yang merasa memiliki Gejala Covid-19 dan super cemas, kalian juga bisa janjian dengan beberapa dokter yang bisa kalian pilih di Halodoc, dan nanti di sana akan ada Rumah Sakit rujukan untuk janji temu, juga ada price list yang tersedia (supaya bisa disesuaikan dengan kantong) untuk melakukan Rapid Test dengan dokter yang sudah kalian pilih. So, kenapa harus di Halodoc sih? Ya karena menurut saya, di sana sistem informasinya selalu jelas, transparan semua, mudah memilih dokter, obat, atau rujukan rumah sakit yang juga bisa menyesuaikan kebutuhan kesehatan kita.

Jadi, kalau sudah terpercaya gitu sih kayaknya kalian juga tidak perlu ragu deh ya buat tes corona secara online di sana. Ada yang sudah pernah tes corona baik offline maupun online? Share juga dong di kolom komentar guys! :)

Tabik.

Comments