Navigation Menu

Galeri Musik Dunia Jawa Timur Park Tiga Malang


Tanggal 24 Desember kemarin, Gue, Ella, Tata, Najwa, dan Fery liburan ke Jawa Timur Park Tiga, Batu, Malang. Puju syukur alhamdulillah, gue bisa beli 5 tiket terusan di Traveloka Xperience berkat voucher #XperienceSeru senilai 1,000,000 (Satu Juta) yang diberikan traveloka bulan lalu. Gue memilih paket terusan Dino Park - The Legend Star - Galeri Musik Dunia seharga IDR 194,000 per orang. Jadi totalnya cuma IDR 970,000. Padahal ya, kalau beli on the spot harganya bisa lebih mahal antara 200,000 Rupiah sampai 250,000 Rupiah. Bersyukur pake traveloka xperience, jadi bisa lebih hemat liburannya.


Oiya, buat kalian yang mau ke Jatim Park 3 pakai Traveloka Xperience, jangan lupa tukarkan voucher tiketnya di booth traveloka xperience di samping pintu masuk (dari parkir) depan boothnya kopi Lain Hati. Kita tinggal nunjukin barcode yang sudah dikirimkan melalui email. Lalu petugasnya bakal ngasih kita tiket tempel untuk dijadikan gelang.

Setelah puas keliling Dino Park dan The Legend Star Park, akhirnya kita berlima menuntaskan wahana terakhir Jatim Park 3 di Galeri Musik Dunia. Lokasinya ada di lantai dua dekat dengan kafe-kafe dan resto. Karena kita liburan di akhir tahun, jangan tanya lagi seberapa rame pengunjung yang datang. Super penuh kayak dawet cendol.

Masuk Galeri Musik Dunia

Di galeri musik dunia ini, kita bisa ngeliat banyak banget alat musik dari mulai yang tradisional sampai yang kekinian. Ada juga patung lilin para superstar mendunia yang super real banget bentukannya. Dari pintu masuk galeri, kita langsung menemukan patung lilin The King of Pop, Michael Jackson. Yang di belakangnya ada banyak alat musik modern yang bisa kita lihat langsung dan beberapa ada juga yang bisa kita coba mainkan.


Alat musiknya benar-benar lengkap banget. Sesuai dengan namanya, di galeri musik dunia ini bahkan kita bisa melihat alat musik tradisional dari belahan dunia mana saja termasuk korea, seperti Gayageum dan Sohaegeum. Tak lupa juga, ada patung lilin para superstar Indonesia seperti Yuni Shara dan Krisdayanti. Gue dan Najwa mengabadikan momen di sini, ya meskipun ekspektasi awalnya adalah bisa foto bareng personil Blackpink, tapi ternyata nihil kan ya. Jadi foto bareng KD juga tak apalah.


Sebenarnya, galeri musik dunia ini punya tiga lantai yang bisa diexplore. Wahananya luas banget sampai gue sendiri sanggup nggak sanggup buat ngexplore sampai habis. Secara, ini wahana terakhir yang kita kunjungi selama liburan di Jatim Park 3 kemarin. Kondisi fisik sudah lumayan lelah dan terkuras habis tenaganya. Kita pun belum makan berat sama sekali, jadi untuk mengeksplore galeri musik dunia ini sebenarnya harus siap secara fisik biar kaki nggak gempor (capek sangat-sangat).










Banyak edukasi yang bisa diambil dari wahana ini. Terutama bagi penggemar musik dan segala hiruk pikuknya. Macam-macam alat musik dengan berbagai sejarahnya bisa kita pelajari di sini. Sayang sekali, kemarin kita berkunjung dengan keterbatasan waktu. Pas banget kok ya waktunya sudah malam dan badan sudah lumayan remmeck, jadi ada banyak pelajaran musik yang terlewatkan. 

  
Oiya, buat kalian yang nanya berapa tiket reguler untuk bisa menikmati wahana Galeri Musik Dunia di Jatim Park 3 ini? Harganya cuma Rp. 50,000 saja. Lebih hemat pakai traveloka xperience sih, cuma Rp. 48,500. Hehe.

1 CHATTING:

I'd love to have a conversation with you about my post. Please share your thoughts & I'll reply as soon as I can!

Regards,
Cory Pramesti

Review Airy Rooms Syariah Candi Mendut 37 Malang


Liburan tahun ini sebenarnya gue sedikit terkejut, karena sebelumnya gue belum pernah memaknai liburan long-weekend yang benar-benar liburan. Biasanya gue harus berkutat dengan laporan akhir tahun di kantor, tapi kali ini gue sedikit ada kelonggaran. Puji syukur Alhamdulillah, setelah gue menang lomba blog Traveloka di penghujung tahun 2019 dengan hadiah yang menurut gue super mewah, akhirnya gue bisa merealisasikan liburan yang benar-benar liburan di kota Batu, Malang.

Of course, gue memilih kota Malang karena cuacanya yang sejuk macam di Korea, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari tempat tinggal gue yang sekarang dan tentunya lagi, dalam rangka memenuhi janji ngajak liburan adek kesayangan gue, si Najwa Imoet bersama sodara gue yang di Malang ke beberapa wahana di Jatim Park 3. Wadidaw memang yah.

Surprisenya lagi, gue lebih memilih tinggal di hotel selama liburan dibanding menerima tawaran tinggal di rumah sodara gue. Agak kaget juga sebenarnya, karena tiba-tiba gue mau mengeluarkan budget dari dana darurat buat liburan. Biasanya, gue lebih memilih something yang berbau serba gratis semua. Tapi mau gimana, setidaknya sebagai seorang yang memimpikan menjadi seorang 'travel blogger' sekali-kali boleh lah ya berkorban dikit demi konten.  Meski cuma bayar buat makan, transport dan penginapan. Ehe.

Jujur, liburan pas high season gini tuh benar-benar challenge tersendiri buat gue. Ini pertama kalinya gue benar-benar liburan, tapi gue langsung bersinggungan dengan dua kemungkinan: antara harus apes atau untung. Apesnya kalau harganya bakal jor-joran naik setinggi-tingginya dan untungnya kalau kita bisa dapetin diskon penginapan atau diskon-diskon yang lainnya. Tapi bismillah aja sih kemarin, gue mencoba untuk bersyukur bagaimanapun dapetnya.


Setelah searching sana-sini buat bisa dapetin hotel dengan harga yang murah. Akhirnya, gue harus menerima kenyataan bahwa liburan pas high season gini memang kitanya yang harus rela mengeluarkan uang lebih besar dari liburan biasa demi kenyamanan. Yaudahlah, pasrah. Gue akhirnya memilih booking hotel lewat aplikasi Airy biar lebih cepat dan bisa lihat rate reviewnya langsung. Hasil rekomendasi dari saudara gue yang pernah menginap di Airy Rooms juga tentunya.


Ini pertama kalinya gue menginap di Airy Rooms. Biasanya kan ya, seperti biasa. Gue bloger mahal yang biasa diberi penginapan hotel mewah gratis oleh sponsor. (Plis jangan mikir guenya yang terlalu arogan). Alasannya, padahal ya karena gue ikut event yang menyediakan fasilitas hotel mewah gratis gitu aja loh. Bukannya gue sengaja diendorse sama mereka. Haduh. *gue lempar sepatu juga nih*

(back to the topic)

Ceritanya, setelah saudara gue kasih opsi nginep di Airy, gue searching dulu review pengalaman para travel blogger yang udah duluan nginep di Airy Rooms ini. Setelah beberapa kali baca dan merasa cocok, akhirnya gue memantapkan diri memilih Airy Syariah Lowokwaru Candi Mendut Barat 37 Malang. Gue sengaja pilih penginapan di daerah Malang kota, karena beberapa hotel murah yang dekat dengan Jawa Timur Park sudah sold out semua.

Ada sih ada yang katanya murah, tapi harganya above 450 ribu bok per malam. Bujubuneng ala buset dong, gue bisa gelandangan di sono kalau ngambil harga yang segitu. Secara, gue berencana mau liburan paling enggak tiga hari dua malam. Jadi, cari mati kalau budgetnya nggak sesuai sama kantong liburan gue.


Oke, karena budget yang gue punya paling nggak harus habis 500 ribu untuk dua malam. Kalau bisa dibawahnya. Karena adek gue udah terlanjur ngotot mau di Airy Syariah Candi Mendut, akhirnya gue booking saat itu juga alias H-1 sebelum liburan dengan harga yang lumayan murah di saat liburan high season gini. IDR 280,000 per malam. Tapi gue cuma pesan satu malam dulu. Rencana, gue mau lihat dulu seberapa nyaman nginep di situ. Kalau oke, nanti gue lanjut dengan budget yang super pas-pasan. Dan gue lupa kalau sisa budget hotelnya cuma 200,000 an. Hadeuh.

Setelah perjalanan sekitar empat jam dari Gresik ke Malang menggunakan mobil, akhirnya gue sampai juga di lokasi sekitar habis maghrib pukul 18.30 an (berangkat pukul 14.00 siang). Gue sama Najwa langsung check in dan nunjukin invoice pemesanan gue via aplikasi. Ternyata, gue dapat kamar di lantai dua Nomor 215.



Oiya, gue sedikit kaget juga sih pas check in di sini. Ternyata, kalau pesan kamar via aplikasi, kita tidak mendapatkan handuk sama sekali. Woho, padahal dengan harga segitu (IDR 280,000 per kamar untuk 2 tamu) tuh harusnya sudah include dong ya. Tapi di sini enggak! Duh, apes juga nih ternyata. Akhirnya gue harus rela mengeluarkan receh senilai IDR 10,000 untuk satu handuk.

Disini gue merasa sedikit kecewa sih. Yakali kan, handuk aja harus nyewa lagi. Terus ya, pas kita naik ke lantai dua menuju kamar tuh, ternyata mas-masnya baru bawa snack, airy kit dan air mineralnya dari bawah. Oh my god! Padahal ya, produk display harusnya sudah langsung tersedia dong di Airy box di atas meja kamar seperti review cantik yang gue baca sebelumnya (ketika gue sampai), eh ternyata ekspektasi gue salah. Yaudah sih, masalah gituan doang mah harap maklum.

Untungnya sih, gue masih bisa berpikiran positif. Mungkin saja hari itu baru ada tamu yang check out dan mereka belum sempat mempersiapkan display box ulang. Jadi, gue maafkan. Huft. Udah mah kondisi fisik saat itu lagi capek banget lagi. Mood gue juga lagi fluktuasi kan, naik turun nggak jelas gitu. Mana lagi mens pulak. Aelah, pengen marah dah pokoknya. Tapi yasudahlah ya. *dasar bipolar* 😂


Sedikit kekecewaan itu akhirnya terbayar semua ketika melihat Najwa tersenyum kegirangan. Gue tahu, tahun ini first time dia liburan menginap di hotel segala. Biasanya cuma ikutan tour sehari semalam tidur di bus rombongan dengan mamaknya. Kali ini janji gue ke dia sudah terbayarkan. Ah, lega rasanya melihat Najwa senyum-senyum sendiri sambil teriak, "Wah, ada ACnya. Wah, ada TV LCDnya. Wah, kasurnya empuk. Bla bla bla". Gue keikut senang, karena ini kali pertamanya gue juga bisa liburan senikmat ini.


Karena ini kali pertamanya liburan mewah kami, akhirnya gue dan Najwa room tour kamar 215 ini. Yang paling gue suka dari Airy adalah snack kitnya. Rasa lelah yang kami rasakan setelah berkutat lama di perjalanan rasanya langsung hilang. Laper sih iya, tapi setelah lihat snack, tiba-tiba lapernya mendadak jadi berkurang. Airy kitnya juga oke. Ada shower gel tube dan shampoo tube mini khas Airy. Serba biru putih imut begitu. Kayak si Najwa. Aduhai. Gemes deh gue.


Setelah sejenak melepas penat, gue dan Najwa langsung cuci kaki, nyalain teve, dan memesan Go-Food Bakso Damas yang letaknya tidak jauh dari Airy Rooms Syariah Lowokwaru Candi Mendut Barat 37 Malang ini. Bersyukur sih, ternyata Airy Rooms yang kita tempati memang lokasinya berada di area wisata kuliner. Jadi, mau pesan apa saja rasanya mudah dan cepat. Ingat sekali kemarin, kita pesan dua porsi bakso lengkap dan bakso hemat, baru saja gue tinggal mandi, eh abang gojeknya malah udah sampai duluan sebelum gue selesai mandi. Untungnya udah dibayar pakai Go-Pay, jadi baksonya sudah dititipin di resepsionis dan kita tinggal ambil saja ke bawah.



Jadi, karena di kamarnya tidak tersedia mangkok untuk makan bakso malam itu, akhirnya kita meminta ke respsionis dan ternyata tidak dikenakan biaya sewa mangkok. Beruntung deh, meski sendoknya harus pakai sendok plastik yang tersedia di depan kamar, kita tetap bisa makan sampai kenyang. By the way, disediakan air galon panas dan dingin untuk membuat kopi dan teh saat sarapan pagi atau kapan pun yang kita mau. Gula, kopi dan tehnya juga sudah disediakan di sana. Untuk gelasnya bisa pakai gelas yang ada di meja kamar.


Oiya, kamar mandinya juga bersih loh. Ada showernya dan tersedia air hangat juga di sana. Seriously, kalau ditanya soal kenyamanan sih gue amat sangat merasa nyaman karena kamarnya kedap suara. Jadi nggak ada tuh yang namanya kedengeran berisik dari luar atau darimana pun. Jadi, buat kalian yang mau liburan sambil kerja di Malang, boleh juga sih nyoba nginep di Airy Syariah Candi Mendut 37 Malang ini. Selain fasilitasnya lumayan oke, stafnya juga ramah. I highly recommended it. Kapan-kapan kalau ke Malang gue juga mau loh nginep di sini lagi.

Review (Kesimpulan)

Kelebihan:
Lokasinya strategis, dekat dengan stasiun kota malang, dan banyak lokasi kuliner. Lahan parkirnya luas, baik untuk tamu dengan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat. Kamarnya bersih, wangi, dan menyejukkan mata. Ada mushollanya juga di lantai dua (satu lantai dengan kamar yang kita tempati). Tidak berisik dan tiap pagi ada yang bersih-bersih di luar kamar, jadi hotelnya selalu kinclong.

Kekurangan:
Handuknya bayar lagi (disewakan), no sikat dan pasta gigi, no sandal, no breakfast (sarapan pagi) or dinner (makan malam)
Waktu dan Kebutuhan Check in: 
above pukul 14.00 dan cukup menyerahkan KTP, nanti difotocopy sama mas-masnya.

Rate: ★★★★☆
4,5 of 5 Stars
(Nyaman dan Betah Dong!)

L O C A T I O N :

6 CHATTING:

I'd love to have a conversation with you about my post. Please share your thoughts & I'll reply as soon as I can!

Regards,
Cory Pramesti

Menerobos Peluang Menjadi Pebisnis; Berawal dari Hobi Untuk Investasi Masa Depan


Kalian pernah bermimpi jadi CEO dari sebuah perusahaan besar? Kalau iya, berarti kalian tepat sudah berkunjung ke postingan ini. Karena di sini, gue bakal ngupas sedikit banyak tentang #FUNancial Planning yang bisa kalian terapin di kehidupan nyata. Seperti tema acara yang gue ikutin kemarin yaitu CEO In The Making: Financial Tips to Transform Your Hobby Into a Business. Supaya di tahun 2020 yang bentar lagi menyambut kita, kita bisa merealisasikan mimpi kita dengan baik. 
"Setiap manusia memiliki dorongan batin bawaan untuk menjadi mandiri, menentukan sendiri dan terhubung satu sama lain. Dan, ketika dorongan itu terbebaskan, orang-orang bisa mencapai lebih banyak dan menjalani kehidupan yang lebih kaya. " -Daniel Pink, penulis motivasi.
Di era digital seperti sekarang, merealisasikan hobi (passion) sebagai pekerjaan adalah sebuah peluang nyata untuk memulai bisnis. Kita bisa apa, punya kemampuan dominan dimana, relasi kita siapa saja, bisa jadi ladang usaha untuk investasi kita di masa depan. Memang benar, untuk memulai saja kadang kita merasa lelah. Baru promosi satu kali saja kadang sudah berekspektasi bakal punya customer ribuan tapi eksennya nihil. Alhasil, ketika realita tidak sesuai dengan ekspektasi, kita jadi marah dan putus asa. Padahal, semua itu butuh plan yang tepat dan cerdas, supaya ekspektasi yang kita bangun sesuai porsi dan tidak pernah mengecewakan. Lalu, apa saja plan yang bisa diikuti agar bisnis (berawal dari passion) kita sesuai ekspektasi?

#FUNancial #YangKamuMau Bersama Home Credit Indonesia

Semenjak Mami Yonna Kairupan dari Indonesian Female Blogger berkoar-koar kalau tanggal 14 Desember 2019 di Surabaya bakal ada acara #FUNancial #YangKamuMau dari Home Credit Indonesia, gue langsung antusias banget. Secara, gue dari dulu pengen banget belajar bareng Para CEO gitu. Gue pengen tahu rahasia mereka, gimana sih cara mereka mengatasi bisnis yang mereka bangun dari nol. Gue seantusias itu memang, karena daridulu gue mimpi banget punya bisnis (perusahaan) gede gitu, ya syukur-syukur kalau Allah memeluk impian itu. Yang penting gue mau tahu kiat-kiatnya dulu terus mau gue implementasikan di bisnis yang sedang gue bangun mulai sekarang.


Home Credit sendiri merupakan perusahaan asal Ceko, yang menjadi induk perusahaan Home Credit secara global. Memiliki komitmen untuk mengubah cara dunia berbelanja, Home Credit fokus mengembangkan strategi, teknologi, risiko, produk, dan juga pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar di masing-masing negara. Home Credit Indonesia mulai berdiri sejak tahun 2013 di area Jakarta, kemudian mulai berkembang secara luas di tahun 2017. 

Home Credit Indonesia menyediakan pembiayaan di toko (pembiayaan non-tunai langsung di tempat) untuk konsumen yang ingin membeli produk-produk seperti alat rumah tangga, alat-alat elektronik, handphone, dan furnitur. Di samping itu, Home Credit Indonesia juga menyediakan pembiayaan multiguna yang ditawarkan kepada pelanggan setianya. Pelanggannya bisa menggunakan pembiayaan multiguna untuk pembiayaan renovasi rumah, biaya pendidikan, atau bahkan berlibur. Seiring dengan berkembangnya jaringan distribusi kami, varian produk dari Home Credit Indonesia juga akan semakin berkembang.

Oke, mari kita mulai obrolan selanjutnya.

#FUNancial Planning ala Dipa Andika dan Erin Christie

Kalau kita mau membuka bisnis atau sedang menjalankan bisnis, #FUNancial Planning adalah bagian terpentingnya. Karena, jika keuangan kita tidak sehat ketika berbisnis, otomatis bisnis yang sedang kita bangun bakal berantakan. Menurut kak Dipa Andika (Financial Planner, co founder of Hahaha. Corp), kita jangan sampe terjebak dengan keinginan yang terbuang sia-sia, alias masih suka menghaburkan uang saat memulai bisnis dari pengeluaran kecil yang secara tidak sadar dilakukan berkali-kali. It's Latte Factors, guys!

Makna Latte Factors disini mudahnya begini. Misal kita membeli minuman boba atau kopi saat istirahat di gerai setiap hari. Atau mungkin tanpa sadar kita melakukan transaksi-transaksi kecil melalui M-Banking. Beli diskonan di marketplace atau apapun yang sejenis lainnya. Padahal, kalau dijumlahkan selama sebulan, pengeluaran Latte Factors ini cukup besar.

Berdasarkan data yang banyak dipublikasikan media, 9 dari 10 orang Indonesia mengeluarkan lebih dari Rp. 900,000 setiap bulan untuk Latte Factors. Hal ini sejalan dengan hasil survei dari "Share of Wallet" oleh Kadence International Indonesia bahwa masyarakat Indonesia menabung rata-rata hanya 8% dari pendapatannya, dimana sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari termasuk didalamnya hal-hal berupa Latte Factors. Sayang banget kan, ibaratnya bayar parkiran tiap hari walau kelihatannya sedikit, kalau dijumlahin dalam sebulan kan bisa ngabisin pemasukan juga.


Nah, kalau kalian baru mau memulai bisnis, kalian harus paham bahwa apapun yang kita pilih tentu memiliki resiko yang harus kita tanggung. Menurut kak Erni Christie (Financial Planner, co-founder of Basha Market and Of Sorts), jika kita masih belum punya gambaran apa-apa tentang bisnis yang akan kita buat ke depannya, mending jangan pandai melepas pendapatan yang sudah kita dapatkan sebelumnya. Mudahnya gini, kalo lo masih belum mampu buat ngatur keuangan dalam menjalankan bisnis lo, mending lo nggak usah sok-sokan resign dari kerjaan deh. Financingnya bakal dari mana gitu loh. Pendapatan kita perbulan kan masih dibutuhkan buat modal.

Buat kalian yang pengen banget merealisasikan hobi #YangKamuMau menjadi bisnis keren luar biasa, kalian kudu tahu bagaimana agar #FUNancial yang kita kelola tetap sehat sentosa. Diantaranya tips financing sehat yang bisa kalian implementasikan ke dalam bisnis kalian, antara lain:

Tips Financing Sehat ala Dipa Andika 
  1. Mencatat semua pengeluaran. Ini penting banget ya, karena sekecil apapun pengeluaran kita, bisa mengurangi pendapatan yang kita punya. Jadi, biar kita nggak bertanya-tanya terus setiap habis belanja, kok duit gue udah habis aja ya, perasaan baru kemarin gajian deh, kemana dong duitnya, apa diambil tuyul? Oh no, itu ulah kalian sendiri yang secara tidak sadar memakai uang tanpa mencatat pengeluarannya. 
  2. Bikin pos-pos keuangan. Misal, pos keuangan untuk dana darurat, uang belanja bulanan, uang pribadi yang dipakai untuk membahagiakan diri sendiri (membeli skincare atau perawatan), dan sebagainya. Nah, ngomongin dana darurat, alangkah lebih baiknya kita harus membuat rekening berbeda yang dikhususkan untuk menampung dana darurat kita. Jadi, di dalam rekening ini kita tidak bisa mengambil seenak jidat untuk pengeluaran kita kecuali hanya dalam keadaan darurat saja. Misal, butuh tambahan dana untuk pengobatan secara tiba-tiba.
  3. Buatlah mimpi dan target, karena mimpi adalah sebuah rencana. Ketika kita sudah berani bermampi, berarti kita sudah siap dengan segala rencana yang harus dilakoni. 
  4. Buatlah sistem budgeting. Beli ini harus habis segini, beli itu harus habis segitu. Biar pengeluaran yang bakal kita catat juga lebih gampang dialokasikan untuk apa. 
  5. Kontrol Gaya Hidup dan relasi. Jangan sampe demi gengsi yang menggunung, kita jadi rugi sendiri masalah keuangan. Apalagi kalau gaya hidupnya ngikutin temen yang lagi sok-sokan menggaya ngikut selebgram yang suka dibayar. Beli baju, beli ini beli itu, nongkrong sana, nongkrong situ, belinya yang mahal-mahal. Alohai, bikin pusing kepala. Lama-lama buntung gegera untung yang didapat hanya dipake buat nutupin gengsi semata. Don't do it, guys!

Terakhir, ngomongin soal Hutang, kak Dipa menjelaskan bahwa hutang juga perlu diperhitungkan, karena idealnya batas maksimal seseorang memiliki hutang adalah 30% dari pendapatan. Kalau lebih dari ini maka bisa mengganggu pengeluaran dan pos keuangan yang lain. Jadi sebelum mengambil hutang, entah itu KPR rumah, cicilan motor, atau cicilan bedak maybe. Kita usahakan tidak melebihi 30% dari pendapatan. Yakali, punya ini punya itu tapi hutang dimana-mana dan keuangan malah jadi nggak sehat. Sayang banget dong, mau jadi pebisnis kok jadi sobat missquin. Yang ada bisnis malah nggak jalan atau bahkan nggak jadi mulu tuk memulai.

Nah, ada quotes nih dari kak Dipa. Kaya? Is it a bad thing to have a lot of money? Kaya adalah ketika kita bersyukur dengan apapun yang kita miliki dan bisa melakukan apa yang ingin kita lakukan. Bener juga sih ya, berapapun financing yang kita punya, kalau kita bisa bebas melakukan apa yang kita inginkan, ya berarti kita kaya. Daripada uang banyak tapi hutang juga banyak, kita jadi terbatas mau melakukan apa saja. Ya, kismin juga sebutannya. Ehe.


Tips Menjadi CEO ala Erin Christie 

Jika kalian sudah mendapat posisi enak di perusahaan, jangan memutuskan untuk resign jika pas ditanya abis resign mau ngapain jawabannya adalah masih belum tau. Kalau memang sudah siap ingin menjadi CEO dari bisnis hobi yang kita punya, ya monggo saja. Tapi persiapkan matang-matang sebelum bertindak.

Ketika sudah memiliki bisnis sendiri, usahakan bisa memisahkan antara gaji untuk diri sendiri dan uang perusahaan (anggap aja perusahaan ye meskipun usahanya masih kecil-kecilan). Kenapa harus menggaji diri sendiri? Ibaratnya kita adalah karyawan di dalam perusahaan kita sendiri, jadi kita juga wajib menerima gaji di tanggal yang sudah ditentukan tiap bulannya untuk mengurangi terlalu seringnya kita mengambil uang perusahaan.


Next, mari kita pikirkan soal investasi. Mau untung ataupun rugi dalam menjalankan bisnis, anggap aja kita sedang berinvestasi. Jadi kembali lagi pada hal pertama, persiapan matang dalam menjalankan bisnis adalah langkah awal. Supaya tidak ada kekecewaan dalam berbisnis. Berinvestasi, menyisihkan tabungan di tiap bulannya adalah kewajiban. Biar kedepannya kita nggak keteteran ketika sewaktu-waktu perusahaan menglami deflasi dadakan.

Hemm, cukup menarik bukan kalau ngomongin hobi bisa jadi peluang untuk berbisnis? Sudahkah kita siap menjadi CEO di masa depan? Tips-tips dari Kak Dipa dan kak Christie bisa kalian terapin mulai dari sekarang. Bismillah, kalau niat dan persiapan kita sudah matang. InsyaAllah Tuhan akan memeluk impian kita segera menjadi CEO. Mari belajar dari mereka yang sudah mendahului kita.

Tabik,

22 CHATTING:

I'd love to have a conversation with you about my post. Please share your thoughts & I'll reply as soon as I can!

Regards,
Cory Pramesti