Hello There !

I'm Cory. an Author and Blogger from Indonesia.
Makhluk spesies blogisius fiksidisaurus. Doyan makan bakso juga keliling kota. 🌿 feed antigo: @lifeascory | Hidup di dua benua (lifeascory.com dan corywanderlust.com). For business inquiries, ✉️ corypramesti@yahoo.com!
Cory Dori

What Read Next

Mengulik Sejarah Klenteng Sanggar Agung Surabaya


Kalian tahu kan, patung naga lengkap dengan Dewi Kwan Im raksasa di atasnya ini lokasinya di mana? Exactly! Patung ini terletak di tepi laut Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur. Tepatnya di belakang bagian dalam Klenteng Sanggar Agung (Hong San Tang). Patung setinggi 20 meter membelakangi laut ini dibangun dua tahun setelah klenteng Sanggar Agung berdiri.

Bermula dari kisah seorang karyawan Sanggar Agung yang melihat sekelebat sosok wanita berjubah putih berjalan di atas air pada saat ia sedang menutup Klenteng di malam hari, yang akhirnya penampakan tersebut dipercaya sebagai penampakan Dewi Kwan Im dan diabadikan kisahnya dengan dibangunnya patung Dewi Kwan Im raksasa di belakang klenteng ini.

Klenteng Hong San Tang sendiri dibangun pada tanggal 15 bulan 8 Imlek tahun 1978, dengan berbagai cerita yang katanya berpindah-pindah lokasi yang pada akhirnya ditetapkan di Kenjeran Park dan resmi dibuka sebagai tempat peribadatan juga wisata budaya pada tahun 1999. Pembangunan klenteng ini sekaligus bertepatan dengan Festival Bulan Purnama (Tahun Baru Imlek) oleh keluarga Soetiadji Yudho.

credit: rappler.com

Tujuan dibangunnya klenteng ini sebenarnya adalah membawa semangat spiritual umat Tridharma sekaligus harapan bisa menampilkan sebuah ikon bagi Kota Surabaya. Menurut Freddy H. Istanto, Dekan Fakultas Teknologi dan Design Universitas Ciputra, kompleks peribadatan di Sanggar Agung sangat menarik untuk dikaji karena design eksteriornya memiliki muatan multi kultur yang unik.

Dari atapnya, klenteng Sanggar Agung menggunakan perpaduan gaya Jawa yang cukup kuat meskipun secara umum bangunannya bercorak Bali. Menurutnya, terdapat kesan desain yang sengaja membawa image rumah tradisional Indonesia agar tak terjebak pada gaya klenteng, vihara, atau kuil kebanyakan, apalagi terjebak pada arsitektur negara China. 

Kendati demikian, tradisi kuil China masih tampak di klenteng ini, misalnya pada bulatan di pagarnya. Bisa dikatakan bahwa klenteng Sanggar Agung ini boleh disebut sebagai "representasi harmoni kondisi psikologi dan budaya dari masyarakat setempat dengan umat Tri Dharma".

credit: rappler.com
Klenteng Sanggar Agung ini sebenarnya difungsikan sebagai tempat ibadah bagi umat Tridharma, yaitu agama Konghucu, agama Buddha, dan Taoisme. Nah, karena lokasinya tepat di bibir laut, Klenteng Sanggar Agung sering menjadi tempat rujukan bagi keluarga yang hendak nyekar leluhur mereka, terutama yang dikremasi.

Kerennya lagi, pekerja dan pengurus dari klenteng ini tak hanya dari agama Tridharma saja, namun juga berasal dari umat Islam dan Kristen. Jadi, keharmonisan dalam keberagaman di klenteng ini sangatlah terasa.

Untuk menuju patung raksasa Dewi Kwan Im, baik umat Tridharma yang beribadah di klenteng maupun wisatawan (turis asing) sebenarnya harus masuk melalui klenteng dulu, karena lokasi patungnya berada di halaman belakang kelenteng. Tapi sejak tahun 2015, jalan lewat samping klenteng (ruang pengelola) untuk menuju halaman belakang bagi wisatawan (non Tridharma) sudah disediakan, sehingga umat yang beribadah di dalam klenteng tidak merasa terganggu oleh lalu-lalang turis menuju halaman belakang.




Secara resmi, Sanggar Agung menyatakan bahwa tinggi patung raksasa Kwan Im ini adalah 18 meter, namun banyak yang menyebutkan bahwa tingginya sekitar 20 meter. Patung tersebut dikawal oleh dua penjaga Shan Nan dan Tong Nu serta 4 Maharaja Langit pelindung empat penjuru dunia.

Gerbang langit di bawah kaki patung Kwan Im dijaga oleh sepasang Naga Surgawi yang masing-masing memiliki panjang 6 meter. Dan ternyata, pengunjung bisa melihat Jembatan Suramadu dari kejauhan loh, jika berdiri di bawah gerbang tersebut. Keren banget, sumpah. Sayangnya, ketika saya mengunjungi klenteng ini kemarin, laut lagi surut dan kelihatan kering kerontang sekali.

Di depan patung raksasa Dewi Kwan Im ini, tepat di luar pintu halaman belakang kelenteng terdapat hiolo menghadap ke arah patung dan laut. Biasanya ada sesajen berupa buah-buahan seperti jeruk manis dan bunga yang ditaruh di sekitar hiolo. Jadi, mungkin ada beberapa umat Konghucu yang menghormati keberadaan Dewi Kwan Im di belakang. Bau dupa atau kemenyannya lumayan menyengat. Bagi yang kurang suka, bisa duduk di bangku yang ada di dekat klenteng saja.

Lokasi Klenteng Sanggar Agung

Karena klenteng ini ada di dalam lokasi Kenjeran Park, kalian bisa masuk dengan membayar loket sebesar 20,000 buat yang membawa mobil (maksimal 2 orang). Kalau orangnya lebih dari dua maka selebihnya bayar 5000 per orang. Lokasi klenteng ini lumayan jauh dari loket. Jangan memaksa berjalan kaki kalau tidak mau sempor. Paling tidak harus membawa motor atau naik odong-odong kayak saya kemarin. Cuma 5000 per orang, bolak-balik total 10,000 dan supirnya mau nungguin. Baik banget pokoknya. Selengkapnya bisa kalian cek sendiri melalui map di bawah ini.

Mau wisata budaya di Surabaya? Jangan lupa mampir ke Klenteng Sanggar Agung. Dijamin puas memandangi alam yang ada ada di sekitarnya juga suasana klenteng yang begitu kental tradisi konghucunya.

Tabik,


Alamat:
Jl. Sukolilo No. 100, Kenjeran Park, Surabaya Utara, Jawa Timur 60122
(031) 3816133

Comments

  1. Seru banget tempatnya bisa dapat foto bagus-bagus lagi ya

    ReplyDelete

Post a Comment

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment above, then click post/ publish.
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Dan please, jangan berikan nama Anonymous di sini, karena jika kita tak saling mengenal maka bisa jadi tak sayang kan. *sok banget :p

Yuk sharing bareng di sini :)
Siapa tau nanti ku kunjungin balik blog kamu. Love you guys.

Contact Form

Name

Email *

Message *