Navigation Menu

5 Tips Memilih Asuransi Bagi Generasi Milenial


Di masa kini, persaingan dalam dunia kerja begitu ketat sehingga lumayan berat bagi generasi milenial untuk mengejar karier-karier impian mereka. Terbatasnya kesempatan kerja membuat para milenial harus bekerja lebih giat, lebih kreatif, bahkan lebih produktif dibandingkan lainnya, atau jika tidak mereka harus mampu menciptakan peluangnya sendiri. Produktivitas dan mobilitas yang tinggi menyebabkan generasi milenial ini terpapar gaya hidup yang kurang sehat, pola makan tak teratur, bahkan jam kerja yang panjang sering membuat mereka kurang tidur. Belum lagi mobilitas yang tinggi, terutama yang sering melakukan perjalanan, memiliki risiko tinggi akan hal-hal tak terduga. Kesehatan dan nyawa mereka sering terabaikan demi meraih cita-cita.

Dampak lain dari gaya hidup kurang sehat, juga pola makan dan pola istirahat yang buruk, membuat banyak di antara mereka yang terkena penyakit berbahaya di usia muda, mulai dari penyakit seperti jantung, stroke, diabetes, bahkan sampai ada yang meninggal mendadak di usia muda. Apa gunanya kerja keras jika akhirnya tak bisa menikmati akibat sakit? Ya, banyak di antara milenial yang akhirnya tak menikmati hasil kerja keras mereka setelah bekerja bertahun-tahun akibat sakit atau yang paling parah sampai meninggal dunia. Saat sakit, uang akan habis tak bersisa. Kecelakaan yang menyebabkan kehilangan kemampuan untuk bekerja juga bisa menghabiskan seluruh harta yang tersisa. 

Lalu bagaimana caranya agar semua hal itu bisa dihindari? Persiapkan diri dengan perlindungan tambahan, berupa asuransi, baik itu asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa. Asuransi bisa dimiliki siapa pun, termasuk para milenial. Begitu memasuki dunia kerja dan sudah punya penghasilan sendiri, alangkah baiknya mulai menyisihkan penghasilan untuk membeli produk asuransi. Semakin dini, semakin banyak benefit yang bisa mereka dapatkan. Berikut beberapa tips memilih asuransi bagi generasi milenial.

1. Ketahui Dahulu Kondisi Keuangan

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum memutuskan membeli dan memilih produk asuransi, milenial harus terlebih dahulu mengetahui kondisi keuangannya sendiri, seperti berapa penghasilan per bulan yang didapatkan, termasuk uang lembur maupun bonus. Kemudian, mereka harus menghitung pula kebutuhan utama mereka selama sebulan. Apakah ada cicilan lain atau tidak? Apakah masih tinggal sama orangtua atau malah kost sehingga ada dana tambahan untuk sewa tempat tinggal?

2. Tentukan Premi yang Sanggup Dibayar

Dengan mengetahui terlebih dahulu kondisi keuangan, kita bisa mengetahui berapa sih premi asuransi yang mampu kita bayarkan setiap bulan atau setiap tahun (jika memilih pembayaran premi tahunan). Jangan sampai memiliki asuransi kesehatan demi memiliki dana cadangan pada kondisi tak terduga, tapi malah di tengah jalan jadi beban dan akhirnya tak bisa menyelesaikan kontrak asuransi yang telah dipilih sendiri jangka waktunya. 

3. Ketahui Kebutuhan Utama

Setelah mengetahui kondisi keuangan, berikutnya adalah mengetahui kebutuhan utama akan perlindungan tambahan. Contoh mudahnya begini: kita menyadari kalau jam kerja kita panjang, kadang sering lembur. Pola makan dan pola hidup tidak sehat, bahkan sering begadang. Menjalani hidup seperti ini jelas memiliki risiko gangguan kesehatan sehingga yang saat ini paling utama adalah memiliki produk asuransi kesehatan. 

4. Pilih Asuransi yang Tidak Memberatkan

Tips Penting Memilih Asuransi Bagi Generasi Milenial yang ketiga adalah memilih asuransi yang tidak memberatkan. Jika setelah dihitung dengan seksama dengan teliti, ternyata kemampuan membayar premi asuransi yang bisa kita lakukan hanya di angka satu juta rupiah (dengan asumsi dana ini tidak mengganggu pos kebutuhan lainnya), jangan memaksakan diri mengambil asuransi yang lebih mahal dengan premi di luar kemampuan. 

5. Pilih Asuransi Double Claim

Beberapa tahun terakhir Pemerintah Indonesia dengan gencar menganjurkan masyarakat jadi peserta BPJS Kesehatan dengan tujuan meningkatkan kesehatan dan taraf hidup masyarakatnya. Program ini pastinya juga membuat para milenial secara otomatis jadi peserta BPJS Kesehatan juga karena seluruh anggota keluarga lain dalam satu Kartu Keluarga ikut terdaftar. 

Di kemudian hari, kebutuhan akan perlindungan kesehatan meningkat karena tahu ada penyakit-penyakit yang tidak terlindungi dengan program BPJS, maka milenial mulai berpikir memiliki asuransi kesehatan. Nah inilah saatnya milenial memilih asuransi yang bisa double claim. Artinya, penyakit-penyakit yang tak ter-cover BPJS, tetap bisa terlindungi dengan produk asuransi yang dipilih dan manfaat yang diterima jadi bisa lebih optimal.

Mari lengkapi diri dan masa depan dengan perlindungan tambahan dalam bentuk asuransi maupun investasi lainnya. Beberapa tips memilih asuransi bagi milenial di artikel ini semoga bisa membantu dan menginspirasi.

Tabik,

7 CHATTING:

I'd love to have a conversation with you about my post. Please share your thoughts & I'll reply as soon as I can!

Regards,
Cory Pramesti

Siap Menjadi Seorang Desainer Grafis Profesional Bersama ASUS Vivobook Ultra A412DA


Bukan, ini bukan tentang mereka seperti Ivan Gunawan si perancang busana atau Anda Arrusa si penata jambul khatulistiwa. Tapi ini tentang diriku, yang berharap bisa mengukir sejarah seperti Danton Sihombing, Kathrin Honesta, Naela Ali atau graphic designer yang mendunia lainnya. Kalau mau flashback sedikit, sebenarnya diriku memang suka menggambar sejak kecil. Suka bikin sesuatu yang kadang bikin teman-temanku jadi kaget dan berkata, kok bisa sih kamu bikin begituan, kreatif banget. Tapi sayangnya, aku dan ibuku tak pernah menghargai bakat itu. Hingga pada akhirnya tangan ini bersumpah sendiri tak akan menghianati bakat terbaiknya. Dia muntab, lalu berjalan dengan percaya diri mengukir beberapa karya yang kemudian pernah ku jadikan buku harian dan pernah ku ikutkan lomba komik ber-dialog bahasa arab. Alhamdulillah, juara kedua.

Mari kita kembali ke masa kini. Setelah ku pikirkan beberapa kali bagaimana baiknya sembari menulis perjalananku di blog lifeascory.com, aku ingin menghargai bakat itu. Aku yakin Tuhan tidak pernah setuju kalau aku bunuh keistimewaan yang tidak semua orang diberikan secara percuma. Aku ingin diriku lebih mengeksplorasi, belajar setinggi-tingginya, mencapai titik kepuasan seperti mereka para pendahulu yang sudah melambungkan namanya di seluruh dunia. Ya, aku ingin menjadi kebanggaan siapa saja yang pernah berpapasan dengan namaku maupun melihat langsung diriku. Untuk Allah dan ibuku terutama, juga untuk teman-teman semua. Be a professional graphic designer yang mendunia juga, InshaAllah. Biar mereka semua bangga, seakan memiliki diriku di mana saja. Barakaallahu lana pada akhirnya, Aamiin.


Sekian lama, bertahun-tahun harus ku jalani secara otodidak menjadi seorang desainer grafis. Dimulai dari coret-coret di buku harian, main photoshop waktu jadi anak warnet, nyoba illustrator selagi pinjam laptop milik teman, sampai akhirnya bisa belajar rutin edit foto dan video di laptop milik sendiri, rasanya diriku telah bermetamorfosis sebegini jauhnya. Aku yang dulu sering dibilang bego, nggak bisa apa-apa selain meneteskan air mata tanpa kata-kata, kini alhamdulillah sudah ada yang mengapresiasi. Memberikan tepuk tangan, ucapan bravo, acungan jempol, bahkan job desain part time misalnya. Mungkin inilah saatnya aku mengapresiasi diriku sendiri.

Problematika Seorang Desainer Grafis

Aku yakin, pekerjaan di bidang apapun, setiap orang pasti pernah mengalami kesulitan dalam bekerja, tak terkecuali sebagai seorang desainer grafis. Mendatangkan ide saja kadang harus melakukan sesuatu yang berbeda, apalagi buat yang masih pemula sepertiku. Rasa-rasanya, ide adalah satu hal yang patut dipertahankan kemunculannya. Ikat kuat-kuat supaya tidak lepas. Jangan lengah, jangan moody, kerjakan terus sampai mata kurus. Tak peduli sesulit apapun itu, kalau diusahakan secara matang-matang, mungkin hasilnya bisa dipertimbangkan, akan menjadi layak jika terlihat memuaskan. Begitulah seharusnya ritme mencapai harapan besar. Ya, mari kita lihat dulu apa problematika yang sedang ku hadapi saat ini.


Rupanya kendaraan yang sudah menemaniku selama lima tahun terakhir ini sedang mengalami penuaan dini. Bahkan lebih parah, karena dia mulai marah-marah akibat tulang rusuknya ada yang patah. Suka restart dan update system sendiri. Mulai ngambek, lemot dan suka keluar aplikasi tanpa permisi. Sebagian anggota tubuhnya juga sudah ada yang cacat seperti fitur card reader, sound dan bluetoothnya sudah tidak berfungsi, sampai akhirnya aku usahakan agar dia bisa mengistirahatkan diri, tapi entah kenapa kemarin Tuhan masih belum mengizinkan. Sudah cukup lama ia gonta-ganti charger. Baterai pun sekarang sudah bocor, alhasil kalau mau pakai harus dicharge terus menerus. Tak peduli kipas angin dalam dirinya masih berfungsi atau tidak. Ku biarkan dia nyala selama hampir 24 jam setiap hari. Rasanya aku terlalu kejam menjadi seorang tuan puteri. Andaikan aku ada rejeki buat menggantikan seluruh tanggung jawabmu sebagai kendaraan sayang, mungkin dirimu sudah beristirahat mulai sekarang. Doakan dengan sungguh-sungguh ya, semoga kali ini Tuhan tak sampai hati.

Dengan RAM 2 GB dan prosesor AMD E1 besutan ASUS X452EA tahun 2014 silam, masih bersyukur ku bisa membuka aplikasi Photoshop Portable dalam kondisi Microsoft Word dan UC Browser terbuka bersamaan di tahun 2019 sekarang ini. File beberapa tahun lamanya masih tersimpan rapi. Dengan size yang berbeda-beda, agak-agaknya itulah yang membuatnya merasa berat. Sedih juga, karena harapanku bisa belajar Illustrator, Indesign, Premiere, juga After Effect telah kandas di tengah jalan. Ia sudah tak sanggup lagi membuka semua itu (meski tidak dibuka secara bersamaan) kecuali Photoshop Portable, Microsoft Word & Powerpoint 2008, UC browser, Notepad++ dan aplikasi-aplikasi ringan lainnya. Berat juga ketika harus dibawa kemana-mana dengan kondisiku yang super sibuk seperti sekarang. Mohon ma'af, bukan maksudku menyia-nyiakanmu. Kamu pasti paham maksudku, sayang. Sekali lagi, ma'af.


Akankah bakat ini sebentar lagi akan ku kubur dalam-dalam? Jangan! Mari kita cari saja solusinya. Menggantikan tanggung jawab ASUS X452EA sebagai kendaraanku menjadi seorang desainer grafis bukan maksud mengganti keseluruhan kasih sayangku terhadapnya. Tanpa dia, mungkin aku akan jadi anak warnet sampai sekarang. Tanpa dia, mungkin aku tidak seberani sekarang. Dan tanpa dia, mungkin aku tidak sebahagia dan sekreatif sekarang. Jadi jangan salah paham, karena sampai kapan pun, namanya akan tetap menjadi bagian dari proses bagaimana keberhasilanku nantinya. Aku sayang, selalu sayang, dan tidak ingin membuatnya lebih menderita. Aku hanya butuh pengganti dengan spesifikasi dan performa yang bisa membuatku dan dirinya akan terus terkenang namanya. Biarkan dia istirahat sebentar, karena sebagai seorang Desainer Grafis yang memiliki harapan besar, aku juga harus bertindak profesional.

Butuh laptop yang bagaimana?

Berdasarkan kebutuhan yang sedang aku sesuaikan dengan kesibukan profesi ku sekarang, mungkin ada beberapa spesifikasi yang harus dipenuhi. Seperti RAM dan ROM yang besar, Baterai yang tahan lama, fitur keamanan yang menjanjikan, sistem operasi yang original, juga prosesor yang menjamin kemudahan setiap program atau fitur yang akan dijalankan. That's all. Satu lagi sih, kalau bisa dia ringkas dan ringan saat dibutuhkan dan dibawa kemana-mana. Pastinya, kalau lagi kejar-kejaran sama deadline seperti nulis postingan ini atau butuh cepat membalas revisi. Ya, harus standby kapan saja dan dimana saja kan. Sudah ada jawaban yang sesuai? Tentu ada. Salah satu generasi terbaru The World’s Smallest 14 inch Colorful Notebook. ASUS Vivobook Ultra A412DA yang super mempesona. Mungkin ini bisa jadi solusi bagi siapa saja yang membutuhkan dan ingin memilikinya.

Keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA 

Seperti yang kita ketahui, eh mungkin di antara kalian ada yang belum tahu kali ya. Mari sedikit mengenang sejarah singkat profil perusahaan yang mulai go public pada tahun 2005 ini. Sebagai perusahaan yang berkecimpung dalam bisnis hardware komputer, ASUS telah menelurkan berbagai macam produk yang saat ini saja terdapat lebih dari 420 juta motherboard yang tercipta di seluruh belahan dunia. Belum lagi jika menghitung jenis-jenis produk lainnya. Secara keseluruhan, ASUS membuat motherboard, graphics card, notebook, netbook, produk networking sever dan workstation, monitor, produk multimedia, optical storage, peripheral,dan aksesoris komputer. Oh wow, inovasi yang diberikan kepada para pelanggan setia juga masyarakat awam rasanya tumbuh dan berkembang secara pesat dan ini keren banget. Tak heran, semakin kesini ASUS selalu menjadi unggulan dalam menelurkan produk-produk terbaru di kelasnya. Seperti produk Vivobook Ultra A412DA ini. (Bangga sekali rasanya, sebagai pelanggan setia pegasus yang mendengar hal ini)

Kalau kalian sudah pernah baca postinganku tentang Si Anet, pasti kalian juga tidak akan kaget ketika ada laptop dengan performa sekebon dan membuat mata berbinar-binar dibandrol dengan harga yang mungkin tidak sesuai dengan budget yang kita miliki. Tapi jangan kecewa, ASUS selalu memberi pilihan yang terbaik buat para pecintanya. Nah, biar bisa mendapatkan performa sekebon yang nggak bikin kantong jebol sesuai budget dan kebutuhan kita sebagai creator pemula, maka ASUS Vivobook Ultra A412DA saya rasa bisa jadi pilihan yang tepat sebagai pengganti Zenbook. Selain memiliki RAM 4GB DDR plus Storage 1TB HDD, laptop ini memiliki beberapa keunggulan fitur baru yang bakal membuat kita seketika berjingkrak-jingkrak ria, pastinya siapa saja yang memiliki tidak akan pernah kecewa. Mari kita kupas bersama, apa saja keunggulan yang dimiliki ASUS Vivobook Ultra A412DA itu?

NanoEdge Display

Keunggulan yang pertama, ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki fitur mutakhir paling modern yang disebut NanoEdge Display, yang merupakan sebuah teknologi eksklusif yang membuat bezel pada layar VivoBook Ultra A412DA tampil dengan ukuran hanya 5,7mm alias super slim langsing banget. Nah, berkat bezel yang tipis inilah, dimensi bodi ultrabook ini secara keseluruhan dapat diperkecil dan dengan bangga menghadirkan screen-to-body ratio hingga 87 persen. Haduduh, siapa sih yang masih merasa bingung-bingung harus pilih yang mana. Jelas yang ini dong ya. 

Nah, ini dia salah satu alasan kenapa produk VivoBook Ultra A412DA ini menyandang gelar sebagai “The World’s smallest 14” colorful ultrabook” atau ultrabook dengan layar 14 inci paling berwarna dan paling kecil di dunia. Gelar tersebut mampu diraih berkat dimensi bodi yang diusungnya yaitu dengan panjang 32cm dan lebar 21cm, sehingga sekilas terlihat seperti ultrabook yang mengusung layar 13 inci. Cantik banget kalau dipandang-pandang ya.

ErgoLift Design

Keunggulan yang kedua, ASUS Vivobook Ultra A412DA memiliki fitur premium ErgoLift Design, yaitu mekanisme khusus yang membuat bagian bodi utama VivoBook Ultra A412DA terangkat dan membentuk sudut dua derajat. Berkat ErgoLift Design inilah posisi keyboard pada saat digunakan menjadi lebih ergonomis dan nyaman digunakan. 

ErgoLift Design juga membuat sistem pendingin di VivoBook Ultra A412DA dapat bekerja lebih optimal (penting banget ya, biar tahan lama dipakai berselancar). Nah, saat ultrabook ini digunakan, bodinya akan sedikit terangkat sehingga membentuk rongga yang dapat memperlancar sirkulasi udara pada sistem pendinginan. Kayak ada kaki kecilnya yang menonjol gitu. Hemm, asli seratus peratus deh kalau laptop ini bakal membantu mewujudkan harapanku untuk menjadi Desainer Grafis profesional.

Pre-Install Windows 10 Original, Sensor Fingerprint, dan Windows Hello 

Ini nih, satu hal yang perlu diperhatikan banget, ketika kita sudah memiliki laptop. Memiliki fitur keamanan yang ketat di dalam laptop kita. Beberapa di antara kalian pasti pernah dong ya mengalami kejadian pencurian data atau penggantian identitas seperti password direset dan lain sebagainya. Ini yang kadang bikin sebel. Kadang kalau laptop suka dipinjem sama teman yang nggak tau diri suka banget seenaknya main ganti-ganti password segala. Padahal izin ke pemiliknya aja enggak.

Bersyukur banget sih, kalau aku bisa memiliki ASUS Vivobook Ultra A412DA ini. Keunggulan ketiga yang bisa dinikmati adalah fitur keamanan terbaru yakni menggunakan sensor fingerprint dan Windows Hello. Dengan Windows Hello inilah pengguna dapat dengan mudah melakukan sign-in ke Windows 10 yang terinstalasi di dalam laptop hanya dengan sentuhan jari saja. Dan dengan adanya sensor fingerprint maka faktor keamanan juga semakin meningkat ketika berada di mana saja dan kapan saja. Bayangin aja ya kan, kalau kalian belum selesai desain terus tiba-tiba ada yang menghapus datanya saat ditinggal ke toilet sebentar. Oh, big no! Aku pasti sedih banget harus memulainya lagi dari awal. Nah, kalau pakai sensor fingerprint kan jadinya enak. Nggak bisa dijajah oleh siapa-siapa kecuali kita sendiri yang memberi izin melalui sidik jari yang udah kita setting sebelumnya.

Nah, kabar baiknya. Kalau kita beli laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA ini, kita bisa mendapatkan Pre-Install Windows 10 Pro Asli (original) tanpa harus beli atau install ulang lagi. Asyiknya. Hemmb, jadi ingat laptop ASUSku yang sekarang. Setelah install ulang di gerai abal-abal, akhirnya windows yang aku pakai adalah windows bajakan dan banyak sekali icon yang berubah jadi simbol kotak nggak jelas gitu. Menyesal banget rasanya. Pantas saja dia sering ngambek dan marah-marah kan.

Ringan dan Ringkas

Nah, kalau yang ini kalian pasti tahu semua dong ya. Karena ASUS Vivobook Ultra A412DA ini mendapat gelar “The World’s smallest 14” colorful ultrabook” pastinya kelebihan paling terkesan mendunia adalah memiliki ukuran yang mini dan bobot yang ringan, sehingga mudah dibawa kemana-mana. Bobot ringannya hanya 1,5kg sudah dihitung lengkap dengan baterai. Berasa bawa gula kan. Hemm. Laptop ASUS VivoBook Ultra A412DA ini juga hadir dengan kombinasi hardware yang menghasilkan performa powerful dalam sebuah ultrabook ringkas.

Ditenagai prosesor AMD Ryzen Mobile, ia merupakan salah satu ultrabook mungil paling gesit dan paling hemat daya yang ada saat ini. Varian tertingginya, Ryzen 5 3500U mampu menghadirkan kecepatan pemrosesan hingga 3,5GHz pada konfigurasi 4 core dan 8 thread. Haduh, cocok banget ini buat aku yang doyan memakai aplikasi berat seperti keluarga Adobe (Photoshop, Illustrator, bahkan After Effect).


Yang menarik dari prosesor Ryzen Mobile adalah terdapatnya chip grafis terintegrasi Radeon RX Vega. Chip grafis tersebut mampu menghadirkan performa grafis layaknya laptop yang menggunakan chip grafis terpisah (discrette graphic). Dengan demikian, prosesor AMD Ryzen Mobile lebih unggul dalam konsumsi daya dengan keseluruhan TDP hanya sebesar 15 Watt. OMG, superb meringankan beban banget nih buat yang suka ngeluh punya laptop lemot.

Selain itu, VivoBook Ultra A412DA juga dilengkapi dengan beragam port, mulai dari USB Type-A, USB Type-C, HDMI dan audio port. Semua itu tampil agar penggunanya dapat mengkoneksikan berbagai macam perangkat dan aksesoris tambahan. Opsi konektivitas nirkabel pun turut serta menambah kelengkapan sebagai premium laptop harga terjangkau. Seperti koneksi WiFi dual-band 802.11ac (2x2) dan Bluetooth 4.2 yang membuat berbagai aksesoris nirkabel dapat terhubung secara leluasa.

Fast Charging

Pernah kan kalian merasa kesal sendiri kalau lagi buru-buru tiba-tiba baterai low atau pas lagi mau meeting penting lupa belum mencharge laptop atau bahkan susah buat dihidupin? Nah, serunya lagi kalau punya laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA, kita bisa meminimalisir rasa kesal itu karena ada keunggulan fitur paling membahagiakan, yaitu memiliki teknologi Fast Charging Baterai 2 Cell 37WHr lithium-prismatic Battery yang hanya membutuhkan waktu 49 menit untuk mengisi baterai 60% dan didukung oleh ASUS Baterai Health untuk memastikan proses charging yang aman. Nah, ketolong banget kan buat yang suka hidup buru-buru macam aku ini. Hemmb, semoga tidak berlarut-larut.

keyboardnya bisa nyala loh :")
Pict source: dailysocial.id

Oiya, perlu kalian tahu juga ya, kalau keyboardnya ASUS Vivobook Ultra A412DA ternyata bisa nyala loh kalau kita lagi ngerjain sesuatu di tempat yang gelap atau kurang terang gitu misalnya. Jadi, ya ampun bingung mau berkata apa-apa lagi. Yang jelas ini laptop ini insyaallah sesuai banget sama hobi aku sebagai seorang Desainer Grafis. Ya, berharap juga sih suatu hari nanti siapa tahu bisa jadi profesi kan.

Beberapa keunggulan ASUS Vivobook Ultra A412DA tadi itulah yang membuatku rasanya ingin sekali memiliki laptop ini. Saya rasa, inilah yang bakal menjadi solusi tepat mengatasi problematika yang saya hadapi saat ini. Dan mungkin di antara kalian yang memiliki hobi yang sama denganku, sebagai seorang Desainer Grafis pemula juga. Tak usah ragu buat memiliki laptop idaman ini, karena kualitas premiumnya tidak pernah menghianati sesiapa yang berselancar di dalamnya meski harganya sangat terjangkau di kelasnya. Superb!


Eh, jangan kemana-mana dulu. Ada kabar baru yang bakal bikin hidup kita lebih berwarna loh. Apa dia mak cik? Boleh lah, kita sesuaikan warna laptop kita dengan hobi atau profesi yang sedang kita geluti. Nah, hidup jadi berasa ada yang mewarnai, bukan? Ah, laptop ASUS Vivobook Ultra A412DA makin membuatku ingin segera menjadi seorang Desainer Grafis Profesional di tahun 2019 ini. Kalau aku sendiri sih suka warna coral crush dong ya, sesuai sama blog dan peachnya hatiku. Ehem.

Oiya, pilihan warnanya ada empat. Transparent Silver, Slate Grey, Coral Crush, dan Peacock Blue. Hayo, kalian suka warna apa? Yuk, siapkan diri buat jadi apapun profesimu yang profesional. Kalau aku sih siap jadi Desainer Grafis profesional yang mendunia. Ehe. *jangan keselek, plis :)

Tabik,
#2019GantiLaptop
#ColorfulWithVivobook

Disclaimer

Tulisan ini diikutsertakan dalam ASUS Vivobook Ultra A412DA AMD Writing Competition. Segala bentuk infografis merupakan hasil editing langsung oleh saya sebagai penulis dan foto pendukung lainnya bersumber dari dokumen pribadi juga website resmi ASUS Indonesia.

50 CHATTING:

I'd love to have a conversation with you about my post. Please share your thoughts & I'll reply as soon as I can!

Regards,
Cory Pramesti

Rahasia Seorang Beauty Influencer dalam Memasarkan Produk Kecantikan


Pernah nggak sih kalian ngerasa ter-influence oleh salah seorang beauty influencer ketika kalian ragu akan membeli suatu produk kecantikan? Mau beli skincare atau kosmetik harus lihat postingan mereka dulu. Mau bikin makeup look harus lihat video tutorial mereka dulu. Mau ini mau itu, terkadang harus ikut-ikutan apa saja yang mereka posting di media sosial. Pasti pernah dong ya? Sama kok, terkadang saya juga begitu. Bahkan, terkadang kita juga merasa harus membeli produk yang mereka ciptakan. Seakan-akan bahwa produk mereka bisa membuat kecantikan diri kita juga sama dengan mereka.

Tapi kalian tau nggak sih, kalau mereka sebenarnya punya cara jitu supaya apa yang mereka iklankan atau promosikan bisa cepat menginfluence orang untuk segera memiliki, dan pada akhirnya produk yang diiklankan atau dipromosikan tersebut laku banyak dipasaran. Bahkan rahasianya, mereka memproduksi kosmetik dengan brand milik mereka sendiri itu sebenarnya melalui Nose Herbalindo (jasa maklon kosmetik terbaik yang ada di Jakarta). Jadi, biar nggak jadi penasaran, mari kita preteli siji-siji (kupas satu demi satu), apa saja sih cara jitu beauty influencer yang bisa mengeinfluence banyak orang bahkan seperti menghipnotis siapa saja yang ingin membeli suatu produk kecantikan sebegitu mudahnya.

1. Tampilan atau Foto Produk yang Menarik Perhatian 

Sebelum ngomongin review, hal pertama yang bisa kita lihat dalam postingan beauty influencer adalah tampilan feednya yang rapi atau postingannya selalu membuat kita tertarik. Biasanya tampilan feed di akun media sosial yang mereka punya selalu terlihat clean dan rapi. Jadi sekali lirik di satu postingan saja selalu bikin penasaran dengan postingan-postingan yang lainnya.

Source pict: fridayfaye.com/
Nah, kalau kalian melihat postingan seperti gambar di atas pastinya kalian langsung interest dong buat kepoin seluruh feednya. Karena secara tampilan dia rapi dan membuat kita penasaran, kira-kira produk apa sih yang sedang ia tampilkan. Jadi jangan salah, kalau beauty influencer sudah datang memenuhi timeline media sosial kita, siap-siap saja kita kena racun positif dari apa yang mereka tayangkan.

2. Reviewnya Menggiurkan

Pasti kalian pernah merasa setengah menyesal atau bahkan menyesal sekali karena sudah teracuni idola kalian buat beli skincare atau kosmetik, yang sebenarnya memang kita sudah tahu bahwa kalau mau nyoba produk secara coba-coba itu biasanya mendatangkan kerugian. Entah nggak cocok lah sama jenis kulit kita, entah harga atau produknya lah yang ternyata nggak sesuai ekspektasi, rasanya kita sering terkena jebakan batman semacam ini. Gara-gara idola kita pakai produk tersebut, kita jadi ikut-ikut pakai tanpa berpikir panjang apa akibatnya kalau nantinya ada yang nggak sesuai.

Memang benar, review yang diberikan oleh beauty influencer itu bisa jadi 100% honest opinion atau sudah terbukti secara pemakaian, tapi kan nggak semua jenis kulit yang mungkin saja sama, bisa beradaptasi dengan produk tersebut. Kalau kulit dia sebagai reviewer cocok saat pemakaian ya Alhamdulillah saja toh tapi belum tentu juga kita cocok dengan produk yang mereka promosikan. Tapi entah kenapa gitu ya, kadang-kadang review yang diberikan beauty influencer tersebut bisa dengan mudahnya mempengaruhi kita untuk memakai juga. Nah, review yang diberikan inilah yang terkadang menggiurkan, tapi kadang juga jadi boomerang. Huhu~  

3. Mempromosikan Brand Kosmetik Milik Sendiri

Setelah tahu pasar anak muda juga ibu-ibu jaman now menyoal skin care dan kosmetik, akhirnya beberapa beauty influencer jadi kepengen punya produk kecantikan itu sendiri. Bikin brand sendiri maksudnya. Sudah tau dong ya kalau di Indonesia banyak banget artis yang merangkap sebagai beauty influencer juga memiliki brand kosmetik sendiri seperti Prilly, Ashanti, Ussy, dan lain sebagainya (maaf, saya nggak hafal semuanya). Dan seketika itu kita pasti percaya dong kalau produk yang mereka keluarkan di pasaran itu rasanya bakal bisa membuat kita secantik penampilan mereka. Tapi pernah nggak sih kita mikir, gimana cara mereka memproduksi barang dengan brand mereka sendiri. Apakah kita juga bisa?

contoh produksi Nose Herbalindo
Ujung-ujungnya jadi pengen beli produk mereka juga. Tiap hari baca review, tontonin aktifitas mereka yang hampir 24 jam promosikan produk kecantikan ala mereka. Sampai-sampai nggak kepikiran buat perawatan secara intensif untuk jenis kulit yang kita miliki. Berasa pecaya banget gitu loh kalau mereka ngeluarin produk sendiri gitu. Entah kenapa bisa tersihir berat begini. Ah, namanya juga beauty influencer. Ngeluarin produk kecantikan sebentar juga langsung diserbu pasaran. Heuheu, mantep juga ya kalau jadi beauty influencer.

4. Konsisten dengan Konten dan Kecantikan yang dimiliki

Penting banget i think, memiliki sikap konsisten terhadap konten dan terus berinovasi di setiap postingannya. Karena itulah jurus ampuh untuk menarik perhatian para followers agar tetap setia mengikutinya. Tetap ter-influence oleh setiap postingannya dan tetap mempertahankan kecantikan yang dimilikinya. Jangan sampai gara-gara review produk sembarangan, kecantikan yang dimilikinya jadi berkurang karena salah pemakaian.

Nah, keempat itulah rahasia jitu para beauty influencer ketika sedang memasarkan produk kecantikan. Saya yakin kalau beauty influencer yang selama ini kita kagumi dan kita ikuti itu menjalankan keempat-empatnya atau satu bagian dari keempat rahasia jitu di atas ketika mereka memasarkan produk kecantikan di dalam media sosialnya. Karena, dari ketiga resep rahasia tersebut sangatlah mempengaruhi kita untuk bisa ter-influence atau tidak. Jadi, siapa beauty influencer yang selama ini meracuni kalian untuk tetap syantik setiap hari?

Question: Oiya kak, kalau kita mau bikin brand kosmetik sendiri bisa nggak ya? Siapa tau aku juga bisa jadi beauty influencer, yang memasarkan produk kecantikan dengan konsep natural ingredients, berdasarkan pengalaman yang aku miliki sebelumnya.

Answer: Bisa banget, karena sekarang sudah ada Nose Herbalindo yang bisa mewujudkan impian kita untuk memiliki brand dan produk kosmetik sendiri (sesuai request).

Secuil tentang Nose Herbalindo 

Nose Herbalindo merupakan jasa maklon (produsen atau pabrik) kosmetik terbaik yang ada di Jakarta, yang memiliki spesialisasi dalam R&D, Formulasi dan Produksi. Sehingga, siapapun yang memiliki ide-ide cemerlang untuk melahirkan brand kosmetik baru bisa join di sini. Bonusnya lagi, tim mereka akan membantu kita dalam setiap proses dan prosedur yang terlibat dalam memperoleh izin BPOM, HKI, Halal dan izin lainnya di Indonesia. Jadi, tidak ada lagi kekhawatiran ini itu mengenahi sulitnya memproduksi kosmetik baru sesuai kebutuhan konsumen di pasaran.

Kalau sudah tahu rahasia jitu para beauty influencer dalam memasarkan produk kecantikan mereka, kalian siap jadi beauty influencer selanjutnya kah?

Tabik,

0 CHATTING:

I'd love to have a conversation with you about my post. Please share your thoughts & I'll reply as soon as I can!

Regards,
Cory Pramesti