Hello, there !

I’m Cory. I have a huge passion for blogging in general, but I love dabbling in photography and graphic design! I’m a major introvert, which is probably why blogging became such a big hobby of mine. Thanks for stopping by my blog!

for business inquiries,

@lifeascory

What Read Next ?

Bahagianya Ketika Pulang Kampung Naik Bus Eksekutif

Ekspresi bahagia ketika sudah sampai di kampung halaman
Kalau kalian sudah lama jadi followers instagram saya, mungkin kalian pernah melihat status, feed atau story saya saat balik ke kampung halaman bersama ibu saya. Jujur, kisah ini sedikit menyedihkan sih. Setelah saya dihibur dengan kebahagiaan tak terkira bisa jalan-jalan ke Bandung bulan Mei tahun 2018 kemarin, akhirnya saya harus menerima ujian lagi dengan kisah kecopetan dan hilangnya smartphone yang saya punya. Alhamdulillah setelah lebaran dikasih Allah kebahagiaan lagi, dapat juara empat lomba blog yang hadiahnya smartphone. Sungguh Maha Sayang sekali Allah terhadap hambanya yang penuh dosa ini.

Setelah saya balik kampung sehabis lebaran, saya pun kembali ke perantauan karena masih ada tugas yang harus diselesaikan. Ndilalah, seminggu setelahnya ibu saya sakit keras dan akhirnya harus check up dan dirawat di Jakarta. Ya, itung-itung ada saya di sini, jadi sekalian saja saya rawat biar nggak jadi beban (nambah-nambah) pikiran. Karena ya, problematika terbesar yang diderita ibu ternyata penyebabnya adalah kangen, kepikiran betul sama anak sulungnya yang cantik ini. Baiklah.

Setelah dirawat seminggu di Jakarta. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk balik kampung karena saya melihat kondisi ibu sekiranya sudah mulai membaik dan karena beliau memang sudah mulai gerah (tidak betah) hidup di Jakarta ditambah lagi kangen berat kampung halamannya. Padahal baru seminggu, buk! Saya pun jadi ikutan kangen yang padahal baru tiga minggu sebelumnya masih merebahkan seluruh tubuh di sana. No problem sih, yang penting ibu bisa sembuh total seperti sedia kala bahkan jauh lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Itu saja sudah bikin saya sangat bersyukur. Do'a saya kala itu hanya satu "Semoga Allah selalu memberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan rezeki yang melimpah kepada keluarga kami, supaya saya juga bisa membahagiakan ibu sampai di akhirat nanti." Jadilah balik kampung dengan segala daya dan upaya kami berdua.

keliatan banget muka sakitnya nyokap :"(
Sembari pasrah dengan kondisi nyokap yang masih belum sembuh total begitu, akhirnya saya Booking Travel Xtrans di Traveloka dari Jakarta ke Surabaya supaya bisa naik bus eksekutif. Ya, bus eksekutif memang menjadi sarana transportasi yang tepat di saat akan melakukan perjalanan jauh nan darurat begini. Selain lokasi keberangkatannya yang lumayan dekat dari kosan, harga dan fasilitasnya pun ternyata jauh lebih murah dibanding kereta eksekutif. Kalau naik bus eksekutif cuma dibantrol dengan harga 300 ribuan per-penumpang, kalau kereta eksekutif bisa mencapai 500 ribu sampai 600ribuan per-penumpang. Lumayan kan jadi save 400 ribuan berdua.

Sebenarnya itu kali pertama saya merasakan naik bus eksekutif. Selama pulang kampung atau balik ke perantauan biasanya (lebih sering) memakai transportasi kereta api. Selain ada kelas ekonominya (harga lebih murah dibanding naik bus kelas ekonomi), saya memang selalu suka sensasinya naik kereta. Jadi, bisa dihitung jari saya berpergian ke Jakarta-Surabaya atau sebaliknya dengan menggunakan bus, tentunya bus yang kelas ekonomi.

Terus kenapa masih memilih naik bus eksekutif bukan kereta saja? Berikut saya berikan beberapa kenikmatan ketika memilih naik bus eksekutif :

1. Bisa menikmati jatah makan malam bersama para penumpang dari berbagai daerah di Jawa

Hal yang paling menyenangkan saat naik bus eksekutif adalah menikmati jatah makan malam bersama. Biasanya di tengah perjalanan sebelum memasuki wilayah tengah-tengah dari daerah tujuan kami, bus akan berhenti di sebuah tempat macam resto gitu (kayaknya sudah disediakan dari perusahaan busnya), dan kita bisa menukarkan tiket makan malam yang sudah diberikan sebelum keberangkatan. Sambil cuci mata lihat kanan kiri kali aja ada cowok ganteng lewat (e'hem yang waktu itu masih single), dan melihat pemandangan sekitar resto yang begitu menyejukkan. Sayang saya lupa jepret-jepret. Karena kami melakukan perjalanan Jakarta-Surabaya, jadi waktu itu bus berhenti di Resto pemberhentian Tasikmalaya. (kalau tidak salah sih, lupa-lupa ingat saya)

2. Tidur yang nyaman

Well, ini yang paling penting. Bisa istirahat dalam perjalanan itu sesuatu banget loh. Biasanya kalau saya naik kereta ekonomi suka was-was kalau mau tidur, entah kenapa. Bawaannya pengen melek mulu, kalau bisa baca buku deh sambi dengerin music pake headset. Tapi saat naik bus eksekutif begini, tidur pun jadi nyaman. Diiringi hembusan AC tipis-tipis, juga nyanyian dangdut yang nggak kalah heboh dengan pak supir (hemm), juga dapat selimut juga snack pengantar tidur (air mineral+roti). Jadilah kami berdua tidur nyenyak sampai pagi.

3. Toilet yang bersih dan wangi

Of course, my dear. Kalian pasti nggak mau dong punya problem "nahan pipis" saat perjalanan jauh. Begitupun saya. Satu dari sekian banyak orang yang menderita doyan pipis ketika naik bus yang AC nya lumayan menusuk tulang-tulang persendian (lebay). Tapi beneran, aku tuh doyan minum. It's ok! Tapi kalau kedinginan, badanku jadi nggak oke, kecuali kalau kena AC rumah sendiri. Seriously, saya sering banget bolak-balik ke kamar mandi ketika kedinginan, dan untungnya kamar mandi di bus eksekutif ini wangi, rapi dan bersih. Udah mah, penumpangnya nggak begitu banyak yekan, ditambah lagi fasilitas berasa punya sendiri. Hemm, kurang nyaman apa lagi coba. I know, harga memang menentukan kualitas yess. Go, Bus Eksekutif!

4. Tiba di lokasi sesuai pesanan

Pernah terjadi sama kalian nggak sih, saat naik bus yang babibu katanya bakal tiba di lokasi yang disepakati, eh malah nyasar kemana-mana. Serius saya pernah kesal mengalami hal ini. Waktu itu saya balik dari Gresik menuju Jakarta. Saya pesan tiket bus yang harganya standar bukan murahan. Bilangnya turun Lebak Bulus. Jelas dong saya langsung oke, kan tempat tinggal saya di Ciputat. Singkat cerita, setelah saya booking lima hari sebelumnya, saya pun berangkat.

Dan yang bikin saya emosi adalah saya dan seluruh penumpang lainnya diturunkan di Terminal Pulo Gebang. Astaganaga, ini yang bener? Saya waktu itu masih belum tahu betul daerah Bekasi jadinya plonga-plong kayak orang ilang. Untung sih ya, sudah jaman ojek online. Jadi saya langsung pesan Grab Bike menuju stasiun terdekat terus nyambung ke daerah Tangsel pakai Commuterline. Betapa gergetannya saya waktu itu. Beruntungnya kemarin saya naik bus eksekutif yang mana tidak pernah menghianati akad pemberhentian dengan penumpang. Saya pesan turun di lokasi A ya tepat diturunkan di sana. Beda sama bus yang waktu itu. Huft,

Abaikan muka nyokap yang syedih :")

5. Bisa milih harga dan kursi sesuai selera

Sebenarnya kalau mau naik bus ya bisa pesan ke agen travel langsung sih. Tapi kalau lagi keadaan darurat macam saya kemarin. Nyokap udah muntah-muntah nggak karuan efek obat, pengen pulang dan dirawat di rumah saja. Pastinya saya langsung gercep nyari harga. Kalau dapat yang sesuai kantong ya syukur alhamdulillah. Untung sih kemarin pakai aplikasi, jadi meskipun dadakan ya bisa saja langsung klik-klik pesan dari kosan. Lha wong saya pesannya saja H-1 keberangkatan kok. Gila benar memang, padahal belum beres-beresnya. Tapi alhamdulillah kan, kerjaan dipersingkat jadinya. Kalau ada aplikasi ya tinggal pesan saja lalu transfer. Tak perlu mendatangi agen travel yang jarah tempuhnya saja jauh dari kosan. Dan ya, pastinya kita bisa memilih tempat duduk sesuai keinginan, karena penumpangnya sudah saling pengertian. How an amazing!


Perjalanan pulang kampung dari Jakarta menuju Surabaya menguras waktu kurang lebih 15 jam. Dengan kecapatan lumayan banter dan full music, rasanya perjalanan cuma dua jam saja. Pelayanannya oke punya, fasilitasnya pun masyaallah. Mengharukan sekali, seperti dimanja saat naik odong-odong. Sesampai di rumah langsung mandi air hangat, karena badan sudah mulai kaku-kaku. Ketemu si adek centil yang bikin saya kangen terus-terusan. Hemm, dek!


Kalau udah begini, balik ke perantauan nanti rasanya pengen naik bus eksekutif lagi yess. How about you guys? Ceritain juga dong, kisah kalian waktu jalan-jalan naik bus? Lebih suka bus ekonomi apa eksekutif?

Tabik,
....

Comments

  1. Wah ternyata naik bus ke surabaya bisa asyik ya?
    Cobain ah
    Bus eksekutif = KA Ekonomi bo 😁😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah. Mending yang mana? Mending bus eksekutif dooong 🐱

      Delete
  2. Orangtua biasanya memilih tinggal di rumahnya sendiri, gak betahan tinggal di kota lain meskipun sama anaknya sendiri. Tapi gapapa, buat yang muda malah bisa sambil jalan-jalan to saat mudik hehehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak bener banget. Baru seminggu udah minta pulang hehe 🐱

      Delete
  3. pas lah ya kalau perjalanan jauh jadi g cepek di jalan gitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tidurnya nggak kerasa encok sih kemarin..

      Delete
  4. Seru banget yaa kak kalo pulang kampung naik bus eksekutif.. Aku juga klo mudik naik bus, soalnya lebih bisa menikmati perjalanan gitu dibanding naik pesawat.. Hehe.. Terus bisa mampir-mampir ke tempat makan.. Kan seruuuuu.. hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah iya bener. Tapi kalo ampe nyebrang pulau sih mending naik pesawat deh ahahaha 🐱

      Delete
  5. Berarti naik bus lebih enak timbang naik KA? Seriously? Bukannya kalo di KA kaki jadi lebih lega ya spacenya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tergantung sih mak. Kalo KA nya ekonomi ya boro2 bisa selonjoran kakinya. Yang ada kesemutan bae wkwk

      Delete
  6. Emang sih saya juga suka kalau naik Bis suka dapat makan gratis di tengah jalan, sensasi gratisnya terasa banget haha

    ReplyDelete
  7. Aku juga pengguna bus eksekutif mbak. Soale kereta nggak ada yang Deket rumah, tetep aja harus ngebis 4 jam lagi. Yo wis, mending bis sekalian to
    Dan enaknya eksekutif itu, nggak dimasukin pengamen. Pokoke paling sebel dah, kalau udah pengamen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha. Iya mbak bener banget. Tambahan ya, bebas pengamen, jadi bisa istirahat dengan tenang 😁

      Delete

Post a Comment

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment above, then click post/ publish.
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Dan please, jangan berikan nama Anonymous di sini, karena jika kita tak saling mengenal maka bisa jadi tak sayang kan. *sok banget :p

Yuk sharing bareng di sini :)
Siapa tau nanti ku kunjungin balik blog kamu. Love you guys.