Ketika Allah Mulai Jatuh Cinta; Valentine 2019 Part 1

Tidakkah kau renungkan bahwa segala cobaan dan masalah yang terjadi dalam hidup hingga memaksa kita untuk meneteskan air mata adalah suatu pertanda. Fikri
Mungkin bagi sebagian orang, menangis adalah hal yang memuakkan. Macam tak ada jalan keluar saja kau ini. Lebay sekali. Ya, mungkin bisa dibilang lebay (dibuat-buat untuk mencari perhatian). Tapi bagi kebanyakan orang, menangis menjadi suatu ungkapan bahwa kejadian yang telah dialami seseorang dalam hidupnya telah mengalami fluktuasi di suatu masa. I think, ini terdengar lebih baik. Ada saatnya kebahagiaan dan kekecewaan harus diungkapkan melalui air mata, sehingga tidak ada lagi penyakit kronis menyoal perasaan yang membengkak dalam hati dan pikiran seseorang, termasuk saya.

kesempatan adalah peluang


Ketika harapan kita di masa lalu tiba-tiba dicolek oleh kehidupan nyata di masa depan tepat di mana kita sedang memperjuangkan harapan hidup yang lainnya dengan semangat, rasanya ingin ku bertanya, apakah ini pertanda? Bukankah saya sendiri juga sudah lupa? Whatever, yang pasti kehidupan masa kini jauh lebih sok sibuk dibanding dulu. Jadi, kalau memang terjadi pencolekan untuk menyibukkan diri lagi di masa kini, ya sah-sah saja toh. Mungkin Tuhan lebih percaya, kalau saya ternyata masih sanggup, untuk jadi orang sibuk.

Tepat bulan Januari di awal tahun 2019 kemarin saya mendapatkan broadcast message dari sesama teman blogger perihal program "Apple Developer Academy". Awalnya saya bertanya-tanya, "iki program opo seh? Kok sawangane berat ngene". Tanpa babibu, karena saya sudah tau (setelah searching kilat di mbah google), akhirnya saya memberanikan diri untuk "mencoba". Ya, siapa tau bisa jadi profesi kan nantinya. Segala sesuatu memang perlu dicoba, tapi bukan asal coba-coba. Apa saja ikhtiyar musti dilakoni semaksimal mungkin, ngomongin hasil akhir itu urusan nanti. Mumpung ada kesempatan, manusia berhak mengambil peluang, termasuk saya. Kebut-kebutan ngisi formulir.

UC Apple Academy 2019

Setelah lumayan lama menanti, kira-kira diapprove apa nggak formulir menjadi public participant nya tadi, akhirnya datang juga whatsapp dari Ms. Yenny (contact person program ini). Disitu tertulis bahwa saya harus menyiapkan curriculum vitae lengkap juga membuat video motivasi mengikuti program ini (durasi video: 60 detik) yang harus diupload ke youtube dan linknya disubmit lagi di form lanjutan. Beginilah hasilnya.



The story is begin.
Sebenarnya dari awal sudah mulai drama. Lagi-lagi drama, mungkinkah ini pertanda? Saya pasrah.

Saat itu, saat di mana Ms. Yenny mengirimkan broadcast message berupa himbauan untuk submit dokumen pada tanggal 11 Januari, saya sedang tidak memiliki paket data internet. Jadi, sewaktu pesan itu dikirimkan, saya tidak me-reply dan saya merasa selow saja karena saya memang sedang tidak online.

Baru pagi harinya di tanggal 12 Januari saya mendapati pesan itu dan buru-buru saya balas untuk menanyakan, apakah dokumen masih bisa submit lewat deadline. Puji syukur, jawabannya adalah nevermind. Oke, saya langsung kebut pada hari itu juga, and i think "gue nggak boleh ngecewain, kalau bisa harus submit sebelum jam 10 biar terhitung masih tanggal 11 (apa-apaan ini?) dan semoga masih diberi kesempatan". Ya, lagi-lagi saya harus mepet alias lenjeh pada kesempatan. Untung saja saya sudah pernah membuat ceve untuk melamar pekerjaan beberapa waktu lalu, jadi tinggal edit videonya saja.

Persaingan secara sehat itu harus

Setelah video saya share di youtube dan instagram, rupanya banyak sekali teman yang support dan turut mendo'akan. Dilihat dari beberapa reply dan komentar di sana, i think mereka juga turut bangga dan bahagia. Dan saya selalu yakin sih, campur tangan Allah itu pasti ada. Jadi, segala sesuatu yang diusahakan manusia maybe menjadi pertimbangan atas takdir yang telah Allah digariskan. Netizen aja bangga masa Allah enggak? Who knows sih. Kemungkinan walau 1% itu pasti ada.

tak apalah ada numbernya, soalnya dipublik juga sih di sosmed buat contact person
Tanpa saya sadari, ternyata ada dua teman blogger yang juga ikutan submit. Yang satu namanya mbak Heni Prasetyo Rini, sang presiden dari komunitas Coding Mum Surabaya. Satu lagi namanya badai, dia blogger juga seperti saya, tapi ada kemungkinan juga dia adalah seorang programmer. Ya siapa tau dong ya, kan yang selama ini saya tahu, program Apple Developer Academy ini lebih menarik perhatian para programer (seperti saya yang cuma remahan keripik singkong). Jadi ada kemungkinan juga kalau hanya saya lah sang mantan mahasiswa filsafat (no no coding-coding) yang memberanikan diri untuk bersaing secara sehat bersama para programmer keren di luar sana (mungkin loh ya, bisa jadi juga bukan hanya saya). Ya bersaing dengan para programmer, designer, juga calon entrepreneur (pebisnis) mendunia. Saya jadi minder lagi, kayaknya saya bakal tumbang kalau lawannya mereka. I said dalam hati saja.

Drama kedua kalinya mulai menjadi pertanda. Saya kelabakan karena di tanggal 13 Januari, informasi terkait tes potensi akademiknya tak kunjung mendarat di whatsapp. Padahal saat saya submit dokumen dan video, saya memilih untuk mengikuti tes di tanggal 15 Januari. Ah, mungkin saya nggak lolos seleksi berkas nih. Pasti gara-gara ceve saya yang kurang meyakinkan. Saya jadi perang sama diri saya sendiri. Akhirnya saya masih ingin berfikir positif, mungkin saja masih esok hari tanggal 14. Badai pun akhirnya bilang bahwa mbak Heni saja sudah dapat jadwal tes sejak tanggal 11 kemarin. Haduh, saya jadi makin minder dan hampir teriak "yasudahlah". Ya, bersaing yang seperti ini terkadang membuat mental jadi sedikit lemah. Tapi, yang namanya persaingan sehat itu ya harus dan kudu dilakoni secara waras. Cause we don't know Allah akan berkata apa. Jadi, kemungkinan berhasil itu pasti ada.

Akhirnya ikut test juga

Setelah amnesia pernah submit program UC Apple Academy 2019 di bulan Januari, saya dikagetkan dengan sebuah pesan yang menyatakan bahwa saya harus tes pada tanggal 13 Februari 2019. Jantung seketika berdetak kencang dan berkeringat dingin. Apakah ini pertanda? Lagi-lagi saya meyakinkan diri, bahwa mungkin ini jalan yang diberikan Allah untuk mengangkat derajat orang tua saya (especially my mother, perempuan mandiri sang pejuang kehidupan). Ada beberapa alasan yang tak bisa saya sebutkan di sini. Akhirnya saya tergerak untuk melangkah. Bodo amat sama hasilnya, yang penting saya berperang dulu. WAJIB!


// life motto
if (sad() === true) {
sad ().stop();
beAwesome();
}

Saya pun bergegas mempersiapkan diri. Karena mbak Heni masa itu sudah tes di bulan Januari, saya pun menanyakan sedikit bocoran soal apa saja yang telah dikerjakan kemarin. Akhirnya beliau memberi tahu bahwa soal dibagi menjadi beberapa kategori. Dan dari situlah saya mulai belajar ngebut menyoal coding juga teori-teori dari beberapa kategori yang dimaksudkan tadi, supaya score yang saya dapat bisa masuk kriteria a public participant nantinya.

Karena awal tahun 2019 ini saya targetkan untuk ikut lomba blog pada awalnya, alhasil belajar untuk tesnya hanya beberapa hari saja. Maaf, anda telat memperebutkan jadwal jadi orang sibuk. Sekali lagi maaf, koding-kodingan! Setelah posting beberapa artikel lomba yang sudah ngantri jadwal publikasinya. Sejak tanggal 9 Februari akhirnya saya mulai berperang dengan berbagai macam teori. Dimulai dari tes skolastik, teori desain, bisnis, dan java string (yang asli gila parah, tapi penasaran), semua bikin mata saya hampir melek selama 24 jam non stop sampai siwer. Maklum saja, kuliah saya tak ada sangkut pautnya dengan kode-kodean. Hanya dengan bismillah dan modal pernah edit-edit html blogger templates saja, akhirnya saya bodo amat sama resiko mata jereng. Yang penting kebut, jangan sampai benjut.

(bersambung...)

Terhits awal tahun 2019! ACER Bagi-bagi Promo Cashback Hingga 10 Juta di Surabaya; Terima kasih Pelanggan!


Kemarin tepat tanggal 13 Februari 2019, ACER mengundang para blogger dan penggiat media termasuk saya untuk menghadiri Press Conference tentang "Promo Cashback Hingga 10 Juta dalam rangka mengucapkan Terima Kasih kepada para Pelanggan Setia ACER". Kabarnya, program atau promo ini berlaku untuk pembelian produk ACER dari kategori produk consumers termasuk gaming series selama periode 1 Januari - 31 Maret 2019 di seluruh Indonesia termasuk kota Surabaya. 

Kota Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Surabaya, jumlah penduduk di kota ini pada Desember 2018 memiliki lebih dari tiga juta penduduk dengan proyeksi pertumbuhan tingkat perekonomian 5,9% di tahun 2019. Untuk itu, Acer dengan sigap memberikan promo spesial untuk para konsumen di Surabaya yang berupa Cashback Until 10 million di setiap pembelian produk Predator Triton 700 dan bonus Office 365 Original di setiap pembelian notebook seri thin and light dengan tipe prosesor tertentu. Ada juga promo gaming series berhadiah gaming gears hingga monitor gaming Predator dan Perangkat Acer Windows Mixed Reality 

Sekilas Tentang Perusahaan ACER di Indonesia

Acer Indonesia sendiri mulai beroperasi tahun 1998 setelah didirikan pada tahun 1976 di Kota Sijhih, Taipei County, Taiwan. Saat ini Acer telah menjadi pemain utama di industri PC Indonesia, dapat dibuktikan dengan berhasilnya menjadi Merek No. 1 untuk kategori notebook selama 8 tahun berturut-turut dan No. 1 di Indonesia untuk kategori PC selama 7 tahun berturut-turut di Indonesia (IDC PC Tracker & Gartner Inc).


Untuk seputar jumlah produknya jangan ditanya lagi. Sila kepoin langsung dari mbah google. Semua terjawab secara jelas dan akurat di sana. Bermacam-macam jenis produk yang sudah dilahirkan ACER lumayan memikat di pasaran. Apalagi netbooknya sih, banyak teman kuliah yang waktu itu lebih memilih untuk membeli Notebook ACER dibanding laptopnya.

Menurut Wiyaseno sendiri selaku Branch Manager Acer Indonesia untuk Indonesia Timur menegaskan bahwa adanya program ini sungguh dilatarbelakangi oleh apresiasi Acer terhadap peran penting dan kesetiaan para pelanggan yang telah mendukung Acer. Hingga saat ini, Acer secara konsisten menjadi pemimpin di industri PC sejak awal kehadirannya di Indonesia. Huwow, berarti selama 20 tahun ini Acer keren banget dong di mata pelanggan? Oh pasti, kalau tidak nggak mungkin dong Acer memperoleh penghargaan bergengsi seperti Indonesia Customer Satisfaction Award (ICSA) selama 10 tahun dan Top Brand Award selama 12 tahun berturut-turut atas pilihan konsumen, dan penghargaan untuk layanan pelanggan melalui social media yaitu The Most Socially Devoted Brand Worldwide on Facebook dari Socialbakers, serta Social Media Award 2018.

Masa Garansi Lebih Panjang

So pasti ini yang bikin orang tercengang dan bertanya-tanya, Masa sih? bo'ong kali! Emang iya? Ah, yang Bener? Udah ah, buat yang nggak percaya, langsung saja buktikan dengan membeli produknya di gerai Acer terdekat. Kalau ada promo heboh begini, ya pastinya benar-bener dong informasinya. Kan lagi promo sist, makanya buruan beli produknya! Nah loh. 😀😀 

Karena masa garansi adalah salah satu feedback yang penting bagi pelanggan, maka Acer dengan senang hati memberikan promo "memperpanjang masa pemeliharaan berkala (service)" selama 3 tahun. Oh my god! Garansi tiga tahun loh, kurang apa lagi coba. Udah mah bonus Office 365 secara gratis tis, eh malah dapat masa garansi yang menyenangkan pula. Alhamdulillah.

Terimakasih kembali, Acer!

Sebagai konsumen yang amat sangat mengerti bahwa kebutuhan primer menjadi seorang content creator adalah laptop, rasanya saya ingin beli juga satu produk Predator Triton 700. Tapi harganya? Atuh kan ada promo ya sampai tanggal 31 Maret 2019. Oke, mungkin harus kebut cari duit dulu dan ditabung sampai bulan Maret depan kali ya, siapa tau bisa beli beneran kan?

Terakhir kali saya ucapkan, terima kasih kembali Acer. Semoga promonya bisa terus memberi kepercayaan para pelanggan dan terus menciptakan inovasi-inovasi terbaru. Sampeyan warga Surabaya? Yuk, serbu promonya dari sekarang rek!

foto bersama Komunitas Blogger Surabaya
Untuk informasi promo selengkapnya, kunjungi blog resmi Acer Indonesia di www.acerid.com.

Tabik,

Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN


"Kreatifitas Tanpa Batas" Mungkin inilah slogan yang pas untuk ambisi saya saat ini.

Ambisi yang normal untuk menjadi seorang creator, entah itu author, blogger, youtuber, animator, programmer, atau apapun itu saya rasa tidak lepas dari fasilitas yang dimiliki. Bisa nulis tapi tidak punya buku ya sama saja bokis, doyan ngeblog tapi tidak punya komputer plus jaringan internet ya sama aja bokis, mau belajar desain grafis dan video editing yang bagus tapi tidak memiliki laptop yang mumpuni ya sama aja bokis. 

Menjadi Seorang Desainer Grafis

Tiga tahun yang lalu, sebelum orang lain mengenal saya sebagai seorang blogger, mereka lebih akrab menyapa saya sebagai seorang graphic designer, karena spesialisasi photoshop yang saya punya dan seringkali saya terima pesanan desain (banner, sertifikat, kartu nama, logo, dan sejenisnya) dari teman, senior, dosen, juga beberapa orang yang ada di dan sekitar kampus (UIN Jakarta). Hal itu terkadang membuat saya berpikir, akankah pekerjaan yang pas untuk saya adalah menjadi seorang designer?


Seiring berjalannya waktu, pekerjaan desain grafis saya ternyata lebih saya prioritaskan untuk menjadi pendukung informasi aktifitas blogging. Terima order mungkin hanya sebatas "kalau lagi pengen nerima" saja. Lambat laun saya jadi keseringan ngeblog sambil belajar bagaimana cara kostumisasi konten agar minat pembacanya banyak. Hampir 24 jam non stop laptop turn on tanpa shutdown, semua terjadi karena saya doyang mengotak-atik html template blog dan belajar lebih desain drafis. Sampai terkadang mata jadi terasa berkunang-kunang, tapi alhamdulillah mata masih normal sampai sekarang. Alhamdulillahnya juga, laptop saya pun masih tetap bertahan sampai sekarang untuk desain dan blogging meski tidak selancar dulu dan sudah beberapa kali ganti charger plus baterai.


Maklum, sejak tahun 2014 silam laptop ASUS sudah setia menjadi sahabat sejati saya. Banyak jasa yang ia berikan selama hampir lima tahun ini. Diawali dengan tugas kuliah yang bejibun, belajar desain grafis otodidak, editing video dari nol banget sampai doyan blogging dan nyoba coding. Semua menjadi awal perjalanan yang menyenangkan. Meski beratnya lumayan menguras tenaga saat jalan kaki, tapi tetap saja saya bawa kemana-mana dengan alasan keamanan (di asrama sering terjadi kemalingan) dan memang sudah menjadi kebutuhan. Rasanya kurang lengkap saja kalo seorang Cory pergi ke kampus atau traveling tanpa membawa laptop. Ingat sekali waktu saya sengaja mendiamkan laptop di lemari karena sudah kebanyakan bawa buku ke kampus, teman-teman banyak yang bertanya, "Tumben lu nggak bawa anak kesayangan lu (laptop) ke kampus?" Saya cuma bisa menjawab, "Biarin, lagi butuh istirahat dia". Setelah itu kami tertawa.

Menjadi Seorang Content Creator

Tak terhitung banyaknya karya yang saya hasilkan dari beberapa aplikasi di laptop saya. Rasanya saya beneran jadi content creator. Karena saking banyaknya file yang hampir memenuhi ROM (Storage) bawaan yang berisikan hasil desain, tulisan, video, dan sejenisnya. Sedihnya, sejak laptop ini jatuh dari lemari atas dengan ketinggian sekitar satu setengah meter posisi miring, speaker dan beberapa fitur seperti ruang SD Card menjadi tidak berfungsi. Alhasil saya jadi sedikit keteteran ketika mentransfer file dari kamera ke laptop (untuk proses editing) dan ketika membutuhkan hiburan seperti memutar musik atau menonton video.

Laptop ini pun menjadi saksi atas berkembangnya seorang Cory dari yang masih belum berani berbuat apa-apa menjadi seorang Cory yang berani mengambil langkah untuk terus menciptakan dan membagikan karya-karya terbaiknya. Dari mulai presentasi tugas kuliah, mengisi pelatihan desain kecil-kecilan, hingga mengisi workshop besar tentang kepenulisan dan desain. Ya, meskipun apa yang dibagikan masa itu dirasa masih kurang atau jauh dari kesempurnaan, tapi rasanya ia sangat bersyukur. Andai jikalau sampai sekarang ia masih jadi Anet (anak warnet) dan belum memiliki laptop, mungkin segala hal yang begitu menakjubkan tidak pernah terjadi dalam hidupnya. Karena sejak memiliki laptoplah, ia jadi berani mengeksplorasi segala minat dan bakat yang ia punya.

Penampakan laptop waktu di ajak kerja sama ke Bandung
Tapi apa yang saya dapatkan sekarang terkadang menjadi tantangan yang lebih lagi. Mengingat laptop yang saya punya sudah mulai memperlihatkan gejala-gejala penuaan dini, seperti not responding, loadingnya lama, kadang suka restart sendiri, dan susah menginstall aplikasi-aplikasi baru (apalagi yang suka memakan ROM dan RAM begitu banyak). Ditambah lagi beban bawaan. Setiap pergi bertugas atau mengisi acara, rasanya ingin ku kurangi bobot laptop yang terkadang menguras tenaga. Karena seringnya saya juga memakai sepatu hak tinggi, saya jadi harus hati-hati takut jatuh. Saya pun masih suka kemana-mana menggunakan transportasi umum. Kalau saya terkesan membawa barang banyak dan ketahuan bawa barang berharga, rasanya tidak aman lagi jika harus berhadapan dengan para pencopet atau penodong. So, apa yang harus saya lakukan dengan masalah ini? Rasanya saya harus upgrade ke laptop yang lebih mumpuni, aman dan ringkasEmangnya ada mbak? A.D.A ! Mari saya perkenalkan sekarang.

ASUS ZenBook 14 In UX433FN

Ini adalah seri ZenBook terbaru ASUS. Baru diluncurkan di Indonesia bulan Januari lepas. Dan sebenarnya ada ada tiga tipe di seri ini. Ada UX333, UX433, dan UX533. Lalu saya mempertimbangkan keinginan saya untuk memiliki yaitu ASUS ZenBook 14 in UX433FN saja sesuai dengan kebutuhan saya saat ini. Kenapa saya memilih laptop ini? Mari saya jelaskan perbedaannya dulu, antara laptop saya yang sekarang dan Zenbook 14 ini.


Sudah jelas kan, perbedaan yang amat sangat jauh spesifikasi juga performanya. Sebagai seorang content creator yang amat sangat membutuhkan segala konektivitas dan performa yang mumpuni, saya rasa tidak ada salahnya kalau saya bermimpi memiliki laptop ini. Kali aja kan, Gusti yang Maha Sayang tiba-tiba menurunkan kuasanya. 

Semakin membaca spesifikasinya, saya jadi semakin menggebu berdo'anya. Berharap bisa memiliki satu unit untuk upgrading kebutuhan be a content creator. Mari saya tunjukkan apa saja spesifikasi ASUS Zenfone 14 in UX433FN ini.


Itulah kenapa, saya harus mengiyakan mau upgrade ke ZenBook 14 UX433FN ini. Semua spesifikasi dan performanya jauh bahkan sangat jauh dari laptop yang saya miliki sekarang. Makanya jangan tanya mulu ya, kapan upload videonya lagi di youtube? Kalau fasilitas kurang mumpuni ya sampai kapan pun karya itu akan terbuang sia-sia. Karena semakin hari, akan semakin banyak content creator yang benar-benar memulai dengan konsep dan performa yang matang. Jadi, kudu siap segalane yess!

Fitur-fitur Unggulan ASUS Zenbook 14 in UX433FN


Siapa sih yang nggak tahu teknologi NanoEdge Display pada laptop ini? Saya rasa kalian juga sudah tahu bahwa teknologi eksklusif terbaru NanoEdge Display inilah yang telah membuat bezel pada empat sisi layar laptop ASUS ZenBook 14 in UX433FN ini dapat dibuat dengan ukuran hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja. Ukuran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 milimeter. Laptopku yang saya pakai sekarang? Jelas bezelnya besar, makanya kurang ringkas.

Nah, berkat teknologi NanoEdge Display inilah tiga tipe dalam satu seri selain UX433 ini memiliki bodi yang lebih ringkas dibandingkan dengan laptop sekelasnya saat ini. NanoEdge Display juga membuat laptop tersebut memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95% sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas. Kalau UX433FN ini screen to body rationya mencapai 92%, jadi bisa kebayang kan betapa enaknya mantengin layarnya.



Dirancang sebagai perangkat penunjang produktivitas on-the-go, ZenBook 14 UX433FN ini telah hadir dengan fitur eksklusif ASUS NumberPad. Fitur ini merupakan pengganti tombol numpad fisik yang tidak bisa dihadirkan di laptop berukuran kecil. Hanya dengan menekan ikon di ujung touchpad, NumberPad akan muncul lewat lampu LED yang sudah terintegrasi dengan touchpad. Canggih bener dong ya?

NumberPad sendiri berguna untuk pengguna yang sering memanfaatkan tombol numpad untuk memasukkan data ataupun melakukan perhitungan lewat aplikasi kalkulator. Nah loh, jadi lebih ringan juga kan pekerjaan menghitung data kita.


Nah, pernah nih. Suatu hari laptop saya habis dipinjam teman selama tiga hari. Setelah dipulangkan malah saya yang tidak bisa masuk ke sistem. Jadi saya nangis seharian karena terjebak macet mengingat-ingat password yang saya tanam dulu. Padahal saya merasa belum pernah merubahnya lagi. Nggak taunya, teman saya sengaja merubah password dengan niat ngerjain biar saya istirahat kerja. Lha ngapain coba? Toh selama dia pinjam tiga hari kan saya sudah istirahat kerja, kenapa harus ngerjain segala sih. Alhasil saya emosi, marah besar ke dia, karena bertepatan pada hari itu saya sedang kebanjiran order bikin gift wisuda dan teman saya itu tidak bisa dihubungi. Setelah malam dia mengaktifkan hapenya, dengan ketawa lebar dia mengaku sudah mengganti password. Kan ya, hemm. Saya tidak mau berkata kasar di sini. 

Ditambah lagi pas setelah saya berhasil masuk, tiba-tiba tampilan laptop saya jadi berubah dan ada beberapa file saya yang hilang. Allah, rasanya saya ingin mencabik-cabik diorang tapi saya ingat kalau saya berstatus manusia, jadi tidak pantas sejahat itu ke teman sendiri. Itulah kenapa, keamanan data itu sangatlah penting. 

Bersyukurnya, dalam ZenBook 14 UX433FN ini sistem keamanan yang tertanam menggunakan face recognition  atau sistem pengenal wajah yang terintegrasi dengan Windows Hello. Jadi, kalau saya nongol di depan layar saja, sudah bisa masuk langsung ke dalam sistem tanpa harus memasukkan password ataupun PIN. Goodbye deh lupa password atau password diganti. Tanpa lo, gue juga udah bisa log in!

Sistem pengenal wajah ini menggunakan kamera infra merah khusus (3D IR) yang dapat memindai wajah secara akurat. Hebatnya lagi, kamera terintegrasi 3D IR ini masih dapat mengenali penggunanya meski doi menggunakan aksesoris seperti topi atau kacamata. So pasti jadi makin ketagihan log in dong ya. Bukaan! Tapi lebih mudah. Alhamdulillah.


Mungkin kalian langsung bilang, Oh pantesan lancar, lha wong prosesornya saja Intel Core i7 kok. Lha yo pasti toh. Laptop yang ditenagai oleh prosesor Intel Core generasi ke-8 serta didukung oleh GPU NVIDIA GeForce MX150 ini jelas memiliki performa komputasi dan grafis terbaik di kelasnya. Inilah yang membuat saya klepek-klepek minta dibelikan satu unit biar desain grafisku lancar jaya. Calon suami harus lihat postingan ini. Hemms.

Dan perlu kalian tahu dong ya, meski performanya segudang dan lancar jaya, laptop ini berhasil mempertahankan daya baterainya sehingga tercipta yang namanya Hemat Daya walau aktifitas segudang (desain, edit video, ngeblog, dan lain sebagainya).


Seperti laptop ASUS kebanyakan, produk Zenbook 14 UX433FN ini juga dibekali sertifikasi standar militer MIL-STD-810G agar lebih tahan terhadap ketinggian, uji suhu dan kelembapan, hingga uji banting dan getaran. Kokoh bener bodynya mbak? Of course dong! Mungkin kalau ada drama jatuh dari lemari macam laptop saya kemarin doi lebih mempertahankan diri untuk tidak lecet-lecet dan retak kali ya, mungkin.

Biasa dengar cerita sih, kalau pas traveling ke luar negara di saat musim dingin begitu kadang-kadang laptop suka nge-hank sendiri karena pertahanan di cuaca dingin kurang begitu mumpuni. Nah, oleh karenanya ZenBook 14 UX433FN ini dibekali sertifikasi standar militer MIL-STD-810G supaya para pengguna tahu bahwa laptop ini lolos uji ketahanan terhadap ketinggian, suhu dan banting. Udah siap dibawa kemana-mana dong? Pastinya.


Ini sih yang paling penting bagi seorang Content Creator. Ruang penyimpanan yang besar adalah dambaan bagi mereka. Di samping karena size file asli dari foto/video yang akan disimpan bakal memakan banyak ruang (sizenya gede), aplikasi/ software yang dipakai untuk editing foto dan video pun membutuhkan RAM dan Storage yang gede pula. Untuk rendering video saja biasanya menyesuaikan banyaknya RAM dan ruang penyimpanan yang tersedia, semakin banyak ruang yang kosong, maka rendering video juga akan semakin cepat. Proses loading aplikasi pun juga begitu, RAM dan ROM sangat mempengaruhi kecepatan loading. Semakin banyak ruang yang kosong, maka loading softwarenya juga akan semakin cepat.

Dan yang bikin lebih cepat lagi adalah teknologi terbaru yang mendukung (seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya) yaitu teknologi NanoEdge Display ditambah chip grafis dari NVIDIA dan menggunakan penyimpanan M.2 NVMe PCIe SSD yang sangat cepat. Jadilah srat srut klik klik cepat sekali loadingnya. Yakin, betah banget saya kalau kayak gini laptopnya. Tiap hari bertelur terus.


Ohoho, sepertinya drama kedua setelah laptop jatuh adalah seringnya menggendong laptop yang bobotnya hampir 3kg. Iya, itu laptop lama saya, laptop yang sampai sekarang masih saya pakai. Saya yang tak pernah lepas dari laptop, baik di kamar tidur maupun di luar rumah sebenarnya sudah menganggap biasa menyoal bobot laptop yang hampir 3kg. Toh sudah saya seperti anak sendiri, jadi meskipun berat bawaannya tetap saja saya bawa kemana-mana.

Tapi terkadang, kalau pikiran lagi lelah dan badan ikutan lelah. Di situ kadang saya merasa sedih. Punggung terasa berat banget jadi bungkuk. Beberapa teman ada yang bilang bahwa pertumbuhan tinggi saya terhambat gegara tumbuhnya pindah ke bawah dan ke samping akibat keseringan bawa barang berat di punggung. Masaiya? Terus bagaimana dong, kalau gak bawa laptop rasanya ada yang kurang melulu. Berasa anak atau suami deh. Spesial banget pokoknya.

Alhasil ada kabar menggembirakan di tengah-tengah kesulitan. Laptop yang ringan dan ringkas jika dibawa kemana-mana. Berat cuma 1.19 kg dan tebal cuma 1.59 cm thin. Ampun, makin jadi landmark ini lama-lama. Di situ ada laptop Zenbook 14 UX433FN, di situ pula keberadaan Cory ditemukan. Hemms, semoga bukan mimpi. Katakan Good Bye pada punggung pegel-pegel karena keseringan gendong laptop. Oh NO lagi sekarang!

Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN


The truth is, it's not the idea, it's never the idea, it's always what you do with it - Neil Gaiman. 

Setuju sama yang dikatakan Neil Gaiman, menikmati setiap proses dalam berkreativitas itu tidak hanya berfokus dari ide pertama yang didapatkan saja. Kita akan mendapatkan hal menarik lainnya di saat kita berhasil menikmati proses tersebut. Jadi, kalau saya belajar desain, menulis, edit video, dsj yang mengalami metamorfosis sungguh berbeda-beda, itu membuat saya begitu merasa wow saja. Oh, ternyata begini ya. Oh, ternyata begitu ya. Kita jadi bisa mengoreksi mana yang kurang dan salah dari hasil kreatifitas yang sebelumnya.

Ya, kreatifitas memang tanpa batas. Selama keinginan dan semangat itu masih ada, di tambah dengan keyakinan yang kuat. Insyaallah sih, semuanya berbuah keberhasilan yang manis dan membanggakan.


Fyi, buat yang punya hajat sama ingin memiliki ASUS ZenBook 14 UX433FN ini, ada dua pilihan warna yaitu Royal Blue dan Icicle White. Sebenarnya di seri ini bukan hanya ada ASUS ZenBook 14 UX433FN saja ya yang memiliki spesifikasi dan performa hebat seperti yang saya tuliskan di atas. Jadi, selain ASUS ZenBook 14 UX433FN ini, ada dua lagi tipenya yaitu ASUS ZenBook 13 in dan 15 in. Mereka bertiga ini lahir bersamaan beda di inci dan beberapa fiturnya saja. Oiya, harganya juga beda sih. Kalo untuk ASUS ZenBook 14 UX433FN sendiri dibandrol dengan harga Rp. 18.299.000. Bonus Tas ZenBook Exclusive yang didesain langsung oleh Sebastian Gunawan (salah satu desainer terbaik Indonesia). Kalau belinya di tanggal 17 Januari hingga 17 Februari ya. Nah kan masih ada waktu. Eits, tapi tempat dan persediaannya juga terbatas sih. Jadi harus tahu loh produk ini dijual di mana aja yang bisa dapetin tas exclusive ini. Jangan lupa, belinya di counter ASUS nya langsung ya, di beberapa kota di bawah ini.

Kota
Nama
Lokasi
Medan
Plaza IT
Sun Plaza LG - Medan
Medan
Softcom
Plaza Medan Fair Lt 4 - Medan
Yogyakarta
CV Kana
Jogjatronik Lt 2 Jl. Brigjen Katamso No. 77 - Yogyakarta
Jakarta
IT Gallery
Mall Taman Anggrek Lt 3 E10 – Jakarta
Jakarta
MEGACOM
Mangga Dua Mall Lt. 4 No 6 – Jakarta
Jakarta
Victory
Mangga Dua Mall Lt. 3 No 10A – Jakarta
Jakarta
Sinar Bintang
Mangga Dua Mall Lt. 3 No 15B – Jakarta
Jakarta
JIIFO
Harco Mangga Dua Lt 1 Blok B No. 88
Jakarta
Mitra Sentosa
Harco Mangga Dua Lt 1 Blok B No. 86
Jakarta
Istana Computer
Ratu Plaza Lt 3 No. 16 - Jakarta

Kalau saja ASUS ZenBook 14 UX433FN ini bisa saya miliki. Saya siap menjalani Kreatifitas Tanpa Batas Bersama ASUS ZenBook 14 UX433FN kemana pun dan di mana pun. Kreatifitas tanpa Batas Bersama The World's Smallest 13, 14, 15 Inch Laptop by ASUS? Kenapa tidak, rek! 

Tabik,


Disclaimer:
Tulisan ini diikutsertakan "ASUS Writing Competition" 2019
Referensi: bloggerien.com dan travelerien.com

Mencicip Semalam Hotel Nunia Inn Bandara Soetta


Siapa yang doyan staycation di hotel? Atau yang suka nginep di hotel dekat bandara karena merasa capek habis berpergian naik pesawat dan terlalu jauh pulang ke rumah? Tos, sama seperti saya. Melihat kasur kosan yang super keras busanya di daerah Tangerang Selatan, rasanya capek kalau harus banting stir dari bandara ke kosan, sementara saya lepas berpergian dari luar negeri (misalnya) dan sampai di bandara dini hari. Mending saya nginep dulu di hotel di dekat bandara, baru besok paginya lanjut perjalanan ke kosan untuk persiapan next project lagi. Jadi, sampai kosan badan sudah fresh tanpa beban.

Misalnya kemarin, saat selesai mengikuti acara Fam Trip Jelajah Kota Tangerang bareng Travel Blogger Jabodetabek. Karena besok siangnya saya harus balik lagi ke Surabaya naik kereta, akhirnya saya memutuskan untuk nginep di salah satu Hotel milik Aeropolis, samping Bandara Soekarno Hatta, yaitu Hotel Nunia Inn Bandara. Daripada saya harus pulang ke kosan di Ciputat, yang dari stasiun keberangkatan besok paginya (Stasiun Senen) saja jauh.


Kalau kalian tahu dan kenal Aeropolis, pasti kalian tahu juga kalau di kawasan Aeropolis ini tidak hanya ada hotel, tapi juga hunian yang lain seperti apartemen dan perumahan. Disana juga banyak banget ruko atau bisa kalian sebut kawasan komersial lah. Isinya bisnis semua. Benar-benar kaya raya yess? Kawasannya gede buanget. Saya saja sampai pusing pas kali pertama masuk naik mobil, banyak banget pintu masuk yang ditandai dengan portal bertarif. Dikit-dikit harus mencet tombol buat bayar karcis. Mana hotel Nunia Inn ini berada di paling ujung lagi tempatnya. Sabar.

Sesampainya di hotel, saya langsung diberi pemandangan meja biru resepsionis beserta mural peta yang lumayan gede. Masuk hotelnya pun berliku-liku. Lumayan ngeri juga pemandangannya. Kayak samun (surem) gitu loh. You know what i mean kan?

Lorong yang panjang dan Lampu Berkedip

Waktu itu saya bertiga bersama mbak Nuty dari Bekasi dan Marissa dari Serang. Kami bertiga berada di lorong yang sama. Bahkan kamarnya saling berhadapan. Di sepanjang perjalanan ke kamar, ada aja yang bikin horro, entah itu lampunya berkedip lah, entah lorongnya yang begitu serem lah. Berasa ada yang ngikutin aja macam di film-film horror. Mana waktu itu kita baliknya sekitar jam setengah 12 malam kan. Mata udah ngantuk banget dan capek karena seharian ikut acara Festival Budaya Kota Tangerang.


Sesampai kamar, saya pun langsung merebahkan diri di atas kasur. Nyalain AC+TV. Meremin mata, terus bernapas. Sekitar dua menit mata terbelalak lagi. Rencana sih mau mandi, tapi kok ya malas sekali, karena pas banget lagi mau habis masa menstruasi, jadi saya santai saja. Andai waktu itu saya sedang punya tanggungan sholat, mungkin saya langsung mandi, gosok gigi, terus wudhu, terus sholat baru deh tidur. Berhubung saya sedang berhalangan, jadi ya ganti baju aja terus tidur.

Okei, gue mau mulai mereview yess.

Dari segi kamar sih tidak begitu luas, mungkin karena tipenya yang biasa kali ya. Maklum saya hanya penikmat gratisan. Nginep di sini saja dibayarin sama orang kok. Kalau lagi kerja ya gini, ada bonusnya. Hehe. Jadi kamar yang saya pakai ini luasnya sekitar 3x4 gitu, ada duo bed nya. Backpacker dua orang cocok nih nginep di sini. Soalnya hotel ini lokasinya pas banget di samping bandara. Tapi enaknya, kalau sudah di dalam hotel, kita nggak bakal dengar bising-bising suara pesawat landing atau take off, jadi menurut saya ya lumayan recommended lah.


Jadi, tepat di depan bed alias tempat tidur, terpampang ruangan ramping berwarna kuning lengkap dengan wastafel dan seperangkatnya. Dihiasi dengan pintu transparant yang agak bikin saya risih (ma'af saya ndak suka kamar mandi yang terlalu menggoda iman begini, hehe). Di dinding depan kamar mandi, menempel sebuah televisi LCD 32 inch, pesawat telepon, dan Sakelar plus colokan.

Di sampingnya lagi ada kaca besar lengkap dengan meja rias dan free drinks (air kosong, tea and coffee sachet) beserta teko (heater). Entah kenapa, di saat kaca kamar hotel begitu besar, justru saya sedang malas-malasnya memakai skincare dan makeup. Sayang banget yess.



Hampir sampai jam dua pagi saya nggak bisa tidur, padahal mata udah capek banget. TV saya biarkan nyala biar saya ada teman tidur. Oiya lupa ngasih tau, saya memang sekamar dengan Marissa, tapi waktu itu Marissa pergi lagi buat nongkrong sama kakak panitia sampai jam tiga atau empat pagi( saya nggak sadar), jadi saya berasa sendirian.

Padahal rencana awal kalau nggak bisa tidur, saya mau menulis postingan ini. Tapi ketika laptop udah dinyalain, badan mintanya rebahan. Punggung sudah pengen banget diinjek biar lurus. Mata sudah sepet banget. Akhirnya laptop saya tutup lagi dilanjut tiduran sambil ngecharge handphone yang udah amat sangat lowbat. Lama-lama capek juga pegang handphone karena harus tidur miring posisinya. Akhirnya nonton teve lagi. Film nggak ada yang seru. Channelnya pas banget lagi nggak asik. Entah bagaimana bisa saya tiba-tiba tidur nyenyak sampai terbangun lagi buat bukain pintu Marissa. 

No breakfast, no swimming

Karena saya sedang tidak menjalankan ibadah sholat, ketika bangun jam enam saya sengaja tidur lagi sampai merasa mata dan badan udah benar-benar pulih dan fresh lagi. Sekitar jam delapan saya bangun dan langsung beberes. Mengingat siang itu saya harus ke stasiun untuk kembali ke Surabaya, jadi saya harus sedikit sigap. Setelah itu saya mandi, yang mana tidak ada sabun ataupun shampoo di sini. Duh, saya jadi mikir. Ini hotel apa kos-kosan tarif harian ya? Untung saya bawa sabun sendiri, jadi bisa langsung byur byur byur pakai shower. Untung airnya seger banget, jadi nggak begitu krentek. Sayang sih, kamar mandinya sempit banget. Serius deh. Jadi berasa kayak ada yang ngintipin aja pas mandi. Eh ada ding, sabunnya di atas ongkelan shower. Tapi rasanya kayak hand wash gitu tak berbusa, duh berasa daki masih nyatu banget sama badan karena seharian beraktifitas. DItambah lagi nanti di kereta bakal nggak mandi lagi seharian. Ah, sudahlah. Saya pasrah! Yang penting badan sudah keguyur air anget.


Setelah mandi saya merasa lapar. Melihat jam dinding sudah pukul sembilan saja. Untung Marissa ngasih roti yang dibawa dia sepulang acara semalam. Lumayan buat ngeganjal. Mau breakfast tapi sebelumnya lupa nanya sampai jam berapa adanya. Akhirnya saya nanya ke salah satu teman yang juga menginap di situ, ternyata breakfast cuma ada sampai jam delapan pagi. Duh ya, nyessel tadi tidur lagi sebelum sarapan. Yasudah akhirnya saya beberes saja sambil mikir, mending beli makannya pas di dekat stasiun saja. Oke. Akhirnya saya naik gojek ke stasiun Tangerang.

Oiya, untuk minumannya sih saya nggak sempat incip. Entahlah tidak ada yang menarik di situ jadi saya mau bikin kopi atau teh pun jadi malas. Hehe. Jadi begitulah kisahnya saya sewaktu incip sehari nginep di hotel deket bandara.


Kesimpulannya sih: Nunia Inn Hotel ini cocok buat kalian yang kepepet ingin singgah sebentar saja. Karena saya rasa kurang sreg aja kalau harga 200 ribuan tapi fasilitasnya cuman seuprit gini doang. Dan cocok buat kalian yang doyan menyendiri dan sunyi begini, karena di hotel ini suasananya lumayan mencekam sih, tanpa ada pemandangan apa-apa. Jadi, ya recommended buat kalian-kalian yang saya sebutkan barusan. Mungkin buat yang mau skiddipapap juga oyey aja. Hemmb.

Untuk swimming sendiri saya tidak bisa mencicipi, karena harus bayar. Heuheu. Jadi, kalian penasaran sama hotel ini? Kalau dari Bandara Sokarno Hatta, kalian langsung saja naik Grab Car/ Grab Bike tujuan Nunia Inn Bandara Hotel. Atau kalau bawa mobil sendiri ya ikutin peta aja yess.

Alamat: Blok A Aeropolis Complex, Jl. Marsekal Surya Darma No.01, Neglasari, Kota Tangerang, Banten 15129. Telepon: (021) 22252529.

Tabik,