Hello, there !

I’m Cory. I have a huge passion for blogging in general, but I love dabbling in photography and graphic design! I’m a major introvert, which is probably why blogging became such a big hobby of mine. Thanks for stopping by my blog!

for business inquiries,

@lifeascory

What Read Next ?

Resolusi Tahun 2019: Get The Job, Be a Professional


Halo Januari !

Ngomongin tahun baru, mungkin ada banyak orang di luar sana yang sudah mempersiapkan wishlist atau resolusi di tahun ini jauh-jauh hari. Biar apa? Biar hidup kedepannya teratur sama konsep yang sudah dibikinnya. Nah, kalau saya sendiri masih selow saja kemarin. Alhasil bikinnya baru di awal tahun 2019 ini. Entah kenapa, mau bikin resolusi kok rasanya males banget, karena saya mikirnya hidup itu penuh kejutan, jadi tidak usah dibikin resolusi apa-apa. Alhasil, jadi begitu deh ya berkaca dari tahun 2018 kemarin. Hidup saya sungguh selow macam lagunya Wahyu - Selow. Bahkan sampai suatu waktu pernah bengong sendiri lama-lama macam orang bego' nahan kecirit mencret saking selownya. Kamu kenapa cor? kesambet? Nyokap nyincing sarung sambil nowel pipi. Tidak lama kemudian, saya diruqiyah. Lalu setannya terbirit-birit sambil menyanyikan lagu selow. Geblek! Sama sekali nggak lucu loh.

Bikin Resolusi 2019

Karena kejadian itu sungguh bikin kepala saya jadi pusing sebab menelan banyak pembicaraan yang tidak mengasyikkan dari mulut ular tetangga dan keluarga besar. Akhirnya saya memutuskan untuk bikin resolusi di tahun 2019 ini. Dengan penuh semangat, karena menurut ramalan tanggalan China, tahun ini saya akan kebagian jatah keberuntungan lebih-lebih di antara yang lain. Jadi saya tidak perlu khawatir bakal melakukan rutinitas seperti biasa; bangun tidur, gosok gigi, mandi kecil, masak-masak (telor ceplok+nasi putih), bengong di depan laptop. Saya rasa itu semua bakal berakhir di tahun ini, karena saya bakal jadi jutawan, dapat pekerjaan tetap sambil nabung cantik, tak perlu irit sampai mencekik. Akhirnya, resolusi ini saya buat sebaik-baiknya dan saya sesuaikan sama term and condition yang ada. Selamat datang masa Kejayaan spesies Blogisisus Fiksidisaurus. Makhluk blogger dunia maya yang doyan berkhayal. Selamat Nyonya Cory, mari kita lihat resolusinya!

Setelah saya corat-coret lama bikin Mind Map di buku harian anak bangsa, akhirnya saya temukan faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dinasti Coricori Cup di tahun 2018. Jangan sampai tahun ini terulang kembali kesalahan yang pernah dilalui. Dengan Teori SMART (Spesifik, Measurable, Acheivable, Relevant, and Time Bound) milik Peter Drucker, akhirnya saya bikin skema paling menggemaskan seperti infografis di atas. Silahkan diintip sendiri ya. Mari saya jelaskan lebih spesifik dan detail.

1. Spiritual

Sungguh sangat menyedihkan ketika batin terombang-ambing oleh dilema kehidupan yang amat memilukan. Kadang ragu untuk memutuskan, tapi segalanya bisa diatasi atas dasar keyakinan pada kekuatan sang Maha Kuasa. Jujur, selama setahun terakhir ini ibadah saya menurun drastis, dari yang dulunya rajin melakukan ibadah sunnah, kemarin jadi kebanyakan bengong mikirin problematika kehidupan. Terlalu larut dalam masalah sampai akhirnya lupa sama yang bisa bantu menyelesaikan masalah. Teruntuk kejayaan di tahun 2019 ini, dengan sigap saya menyatakan "siap berperang" melawan hawa nafsu, ego dan penyakit malas yang akan menyerang ibadah saya nantinya.

Disclaimer: mohon ma'af, tulisan di part ini tidak dimaksudkan untuk riya', hanya saja sebagai catatan untuk evaluasi diri dan memotivasi.

Bagian paling penting dalam hidup. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai seorang muslimah. Saya ingin menjalankan lagi ibadah sunnah seperti sholat dan puasa sunnah. Membaca al-Qur'an pun semoga makin rajin tiap harinya. Kalau dulu setiap selesai sholat fardhu pasti diakhiri dengan ngaji walau beberapa ayat pun, tapi setahun terakhir ini malah kampret. Baca ayat suci saja cuma bisa dilakuin selepas shubuh sama abis ashar, itu pun kalau tidak lupa (kebanyakan lupa pas abis ashar). Wirid juga dilakuin kalau hati lagi was-was saja, padahal setiap hari itu perlu (kata nyokap). Kalau do'a sih insyaallah tidak bakal lupa karena banyak maunya. Tapi kadang juga merasa lelah (padahal ini dilarang, karena setiap do'a pasti akan didengar sama Allah), jadi sayang banget kalau disia-siakan begitu saja.

Mulai tahun ini akan saya ajarkan pada diri sendiri yang namanya istiqomah dan sabar. Apalagi waktu sholat wajibnya, padahal cuma 5 kali sehari, tapi seringkali telat dan dilakuin cuma sekejap. Sedang wishlistnya sendiri banyak sekali. Jadi, semoga bisa terealisasi dengan baik resolusi spiritual di tahun 2019 ini juga tahun-tahun seterusnya. Makin bertambah tingkat keimanannya dan makin bertambah pula ibadah mahdhoh nya, biar semangat menjalankan hari-harinya.

2. Keuangan

Ini juga penting dalam kehidupan. Hari gini tidak punya uang? Mandi comberan aja sono! Ke toilet aja bayar kok. Semakin hari, kebutuhan hidup semakin beragam dan banyak sekali. Ada jutaan pilihan yang bikin pusing kepala. Hampir semua didominasi dengan uang. Ya, uang memang menjadi subjek dari segala keinginan dan kebutuhan manusia. Mau makan saja beli berasnya pakai uang, punya sawah? Ngolahnya juga pakai uang kan buat beli bibit, obat dan pupuknya. Apalagi sekolah atau kursus, semuanya juga butuh uang. Masaiya, kita tidak menghargai jasa para guru. Jadi jangan menolak ketika ada statement mengatakan bahwa saat ini uang lebih berkuasa dibanding apapun. Uang ternyata sudah menjadi suatu hal yang penting saat ini.
Setahun terakhir juga saya sempat bikin kesalahan fatal masalah uang. Tapi kalau boleh diambil hikmahnya semua itu adalah ujian pertahanan hidup. Seberapa besar saya berjuang. Dalam setahun satu keluarga kecil kami mengalami sakit parah, pengeluaran banyak sekali tidak sebanding dengan pemasukan yang ada. Masih untung sakitnya bergantian, kalau tidak sudah wallahu a'lam. Beruntung saya masih punya teman-teman yang baik, yang subhanallah mulia sekali hatinya, sudah seperti keluarga sampai ke jannatullah. Mereka semua dengan sigap membantu walaupun mengenal saya hanya sebatas satu profesi. Baru di tahun 2018 kemarinlah saya, ibu dan nenek mengalami pesakitan yang begitu mengerikan. Na'udzubillah, jangan sampai terulang lagi cukup kemarin saja.

Itu semua menjadikan saya hutang secara materi dan hutang budi. Meski tidak terlalu banyak seperti para koruptor (na'udzubillah), tetap saja menjadi beban ketika menjalankan aktifitas apapun. Semua yang saya lakukan di sosial media terkadang bikin hati saya menangis karena takut bikin mereka salah paham. Padahal kebahagiaan yang saya umbar adalah untuk menutupi segala pesakitan yang sedang kami derita, dan itu semua juga karena tuntutan profesi, be a professional. Alhamdulillah, sampai detik ini sudah lumayan membaik. Semoga semua hutang yang saya punya terlunasi dengan baik di tahun 2019 ini seperti kesehatan yang saya miliki saat ini. Amin. Nilai moral: Menjaga kesehatan jiwa raga itu penting, menjaga amanah juga penting.

Kalau bahas soal keuangan memanglah rentan, apalagi bagi kaum menengah ke bawah seperti saya. Perjuangan harus ekstra lebih agar bisa merasakan hidup yang layak. Bisa senyum bahagia seperti teman-teman yang lain saja sudah syukur alhamdulillah. Makanya, resolusi keuangan tahun ini harus "EBOTANG" alias Enggak Boleh Ngutang dengan alasan separah apapun. Bismillah, mudah-mudahan Allah selalu memberikan kemudahan dalam mencari rizqi, agar tidak lagi terjadi hal-hal menyakitkan soal uang seperti di tahun 2018 kemarin. Kalau soal belanja, insyaallah masih bisa distop sewaktu-waktu, karena saya bukan tipe orang yang suka membeli barang kalau memang nggak butuh banget. Bismillah lagi, semoga banyak pemasukan dan bisa nabung tahun ini agar wishlist tahun kemarin yang gagal bisa terealisasi dengan barokah. Amin. 2019 Bebas Hutang, Tabungan Banyak. 

Untuk pemasukan, mungkin saya akan bekerja lebih keras mengikuti job kerjasama di blog, rajin ikut lomba blog (siapa tau menang kan ya), rajin ikut giveaway, rajin cari sponsorship (semoga ada yang mau), rajin ikut kuis, dan rajin menjual tulisannya. Semoga tahun ini goal nerbitin satu atau dua buku. Minimal novel yang memotivasi lah ya, biar bisa dijual. Pendapatan tetap? Sedang dipikirkan matang-matang.

Skill

Ahay, topik yang sangat menakjubkan sekali. Karena saya pikir dulu saya tidak akan punya skill apa-apa selain jadi orang pendiam dan cengeng. Dikit-dikit diem, dibully diem, dihina diem, diremenih diem, dicaci-maki diem, abis itu nangis sendirian di pinggir empang supaya tidak ketahuan ibu kalau saya sedang dirundung masalah. Hehe. Maaf, kalau kisah hidupnya kok sepertinya tersakiti terus dari kecil. Memang begitu faktanya, tapi alhamdulillah semakin kesini saya semakin merasakan nikmat Allah yang luar biasa. Banyak hal tak terduga, kebahagiaan tak terkira yang sebelumnya sama sekali tidak ada dalam khayalan hati dan pikiran. Saya jadi lebih terbuka dan punya fans banyak dimana-mana. Hehe. Abaikan.
Dari kecil, mungkin sejak berada di bangku Taman Kanak-kanak, keahlian saya adalah menggambar. Sampai SD kelas 3, mata pelajaran kesenian yang saya dapatkan selalu A++, sampai kelas 3 SD jugalah terakhir kalinya saya ikut lomba menggambar, mewarnai dan melukis. Padahal, semua coretan berwarna yang saya tuangkan adalah hasil dari kecintaan saya terhadap berkhayal. Andai saja ibu tahu kalau era digital seperti sekarang bakalan lahir dan menguasai teori akademisi yang membosankan itu, yang mana siapapun dengan keahlian apapun punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dihargai setinggi-tingginya. Mungkin ia tidak akan terlalu memaksa saya untuk jadi apa, dan skill menggambar yang saya punya juga tidak tertunda sampai bertahun-tahun lamanya. Mungkin juga jika waktu itu ibu tidak melarang, skill menggambarku akan lebih terlatih dan mahir seperti sketcherman-sketcherman handal di dunia desain grafis seperti sekarang. Itu andaikata jika ibu bisa meramal masa depan. Kemungkinan-kemungkinan besar saya jadi seniman terkenal bisa saja terjadi hari ini. Tapi sudahlah, toh waktu juga tidak dapat diputar kembali kan? Terlambat mengejar lebih baik daripada tidak sama sekali. Mari kita kejar impian kita.

Dulu, menurut ibu saya. Kalausaja tidak pandai berbahasa dan tidak pandai berhitung juga hafal teori fisika kimia, saya bakal jadi ibu rumah tangga biasa yang hobinya nonton tv di rumah sambil momong anak. Tapi ternyata kahayalan tingkat dewa itu telah sirna termakan teknologi baru yang makin kesini makin memberikan peluang bagi siapa saja yang memiliki skill di bidang apapun. Saya sedikit menyesal, karena ilmu fisika kimia dan matematika saya telah hilang begitu saja semenjak kuliah jurusan filsafat yang tak membutuhkan teori hukum newton juga rumus-rumus albert einstein. Jujur, di sini kadang saya merasa sedih.

Tapi alhamdulillahnya, nikmat Allah lagi-lagi tidak pernah mengkhianati siapapun. Ternyata skill menggambar saya masih menempel dalam kreatifitas otak kanan saya. Mereka masih menunggu, kapan saya akan mengasahnya lagi. Hingga suatu hari saya memutuskan untuk les sendiri via artikel dan youtube. Semua saya kerjakan secara otodidak. Belajar photoshop, illustrator (sedikit), premiere, after effect, semua saya jalani pelan-pelan. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk ngeblog dan menjadikan buah karya otak kanan saya itu sebagai infografis dan audio visual pendukung suatu konten yang saya tulis dan bagikan di rumah lifeascory.com.

Tidak sedikit biaya yang saya keluarkan. Saya rela tidak menghabiskan uang jajan demi nongkrong sampai malam di warnet sepulang sekolah untuk mempelajari tips dan trik yang saya butuhkan. Kalau dikalikan berapa totalnya mungkin sudah mencapai jutaan rupiah. Bingungnya setengah mati kalau belajar sendirian. Maklum, saya orangnya tidak suka banyak omong apalagi nanya-nanya ke orang yang suka meremehkan. Whalah, wong gak duwe ae atek belajar ngunu-ngunuan barang, Kanggo opo seh? Sombonge, opo anane opo'o dadi wong (Halah, orang miskin saja pake belajar kayak gituan; editing, ngoding etc. Buat apa sih? Sombong bener, apa adanya aja sih jadi orang). Sori ya, buat saya pengetahuan bukan terbatas bagi orang menengah atas saja. Bukannya mau sombong, tapi setiap orang juga punya kesempatan toh. Jadi biarkanlah diriku bereksplorasi, ngapain sewot sih. Hehe. Begitulah drama kenapa saya lebih memilih belajar sendiri. Jadi saya memang serba salah.

Alhamdulillah, rizqi yang saya dapat selama ini berkat buku yang saya baca, ilmu yang saya karungi, dan skill yang saya gembleng lagi mulai dari awal. Andai dari dulu ada les desain grafis atau programmer macam sekarang, mungkin saya akan gemar menabung dan ikut lesnya sampai saya sukses jadi hacker dan desainer. Buat kalian yang punya skill macam saya tak usah pusing belajar sendiri. Kalau ada tutor yang bisa ngajarin kita sampai mahir kenapa harus belajar sendiri. Karena masih banyak rahasia yang tidak terungkap di youtube atau artikel apapun yang bisa kalian dapat lengkap dari kursus.

Dumet School menetaskan para desainer dan programmer keren di usia muda


Di era digital seperti sekarang, segalanya jadi merasa dipermudah. Kalau sudah dipermudah begini ngapain harus dipersulit, iya kan? Dulu memang sulit buat nyari tempat kursus belajar desain grafis apalagi programming. Semua serba pelit-pelitan supaya diakui orang lain bahwa hanya dia yang bisa berkarya. Tapi buat apa, punya segudang ilmu tapi tidak ada manfaatnya buat orang lain. Saat ini orang sudah mulai terbuka dan ingin berbagi. Berbahagialah masih ada tempat yang mau menampung dan dengan ikhlas mengajarkan pelan-pelan sampai mahir betul. Semua kerja keras itu butuh kalian pikir matang-matang dan kalian hargai setinggi-tingginya, supaya ilmu yang kalian dapat juga bisa dihargai setinggi-tingginya sama orang lain.

Buat yang senasib sama saya, punya skill yang sama seperti saya, jangan menambah beban kehidupan dengan belajar otodidak kalau memang belum siap. Mending sabar dulu, berjuang dulu untuk nabung, baru deh ikut kursus yang bergaransi seumur hidup. Sambil nyari rizqi yang halal di bidang lain, kita bisa nabung untuk skill yang sudah kita idam-idamkan sejak lama. Yang bakal mengangkat derajat kita nantinya. Daripada marah-marah karena kesal sendiri tidak paham kode-kode alien yang tertera dalam program, makin bikin kita stress dan nggak fokus lagi. Kalau kurang percaya sama tempat kursus yang minim peminatnya, saya sarankan sih kursus saja di Dumet School. Karena setahu saya, Dumet School ini sudah terpercaya sejak lama, banyak peminat, dan banyak juga menetaskan para desainer muda dan programmer handal dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.


Selain itu juga, buat kalian yang udah siap kursus dari segi apapun, Dumet School sedang mengadakan promo Diskon 30% buat yang daftar bulan Januari 2019 ini. Jadi, tahun baru kalian langsung dapat ilmu baru. Lumayan kan, diskonnya up to 30%, kalau dihitung-hitung daripada ngabisin kuota untuk belajar sendiri, mending ikutan kursus yang dijamin mahir sampai sukses menetaskan karya baru. Hajar skill sampai bertelur, jadi tinggal mengerami saja sampai jadi karya dan pekerjaan profesional. Untuk info detailnya, kalian bisa akses websitenya di sini. Insyaallah amanah (semua informasi terkait testimoni, tempat kursus, harga dari setiap program yang dibutuhkan, dan lain sebagainya lengkap dituliskan di website officialnya).

Buat yang mau berkenalan dulu dengan Dumet School (baca review, liat murid-muridnya, program amal yang lainnya) atau tidak mau ketinggalan info terbarunya (tentang promo harga kursus dan lain sebagainya), bisa mengunjungi dan like Fanpage Dumet School juga follow instagramnya @dumetschool.

Pekerjaan

Resolusi 2019 yang lainnya adalah masalah pekerjaan. Supaya pundi-pundi rupiah terus mengalir dan harapan di tahun ini terwujud dengan berkahnya, maka saya harus semangat nyari kerja. Mau kerja apa? Saya hanya wanita biasa yang tak punya ijazah apa-apa (yakin?) selain pengalaman yang bejibun. Saya sudah mapan memandangi laptop yang hampir 24 jam setiap hari non stop. Hampir loh ya, jangan salah mengartikan. Alhamdulillah, saya diberkati mata yang tahan banting. Insomnia sudah menjadi qodam saya sejak kecil. Tanpa bantuan kacamata minus atau plus sampai saat ini alhamdulillah mata masih berfungsi dengan baik. Semoga tetap bertahan sampai punya anak tiga nanti. Amin. Nikah aja belom mbok. Kerja yuk, kebut cari duit!
Saya juga kepengen bisa kerja kantoran macam teman-teman saya yang pagi-pagi benar sudah naik busway atau commuterline dengan atribut yang luar biasa demi bisa sampai kantor dengan cepat. Tapi kalau bisa menciptakan kantor sendiri di rumah, kenapa tidak iya kan? Selama ini saya diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati dunia luar dan rizqi gratisan banyak sekali, jadi untuk pengalaman yang saya dapat dari menulis di dalam sepetak kamar saja, sudah bisa menjadi pengalaman untuk bikin kantor sendiri di rumah kan? Baiklah.

Lagian, punya kantor di rumah bukan berarti tidak keluar sama sekali dong. Meeting kerjasama juga butuh ketemu klien di luar, cari pengalaman baru dan bahan tulisan baru juga butuh keluar. Jadi jangan salah mengartikan lagi, kalau kerja di rumah berarti jadi orang rumahan yang tak tahu malu diomongin tetangga karena kelihatan nganggur. Be a smart content creator and professional job. Ada yang punya resolusi yang sama dengan saya? Punya kantor di rumah itu menyenangkan loh. Coba aja, yuk bareng saya merealisasikan resolusi pekerjaan tetap yang profesional di tahun 2019 ini. Amin.

Social Media

Lagi happening banget sekarang. Punya instagram harus bisa swipe up, biar apa? Biar kelihatan keren dong. Ngaco! Biar gampang aja gitu para followers membaca artikel yang kita tulis di blog atau mengakses informasi yang kita bagikan. Betul. Ini serius, penambahan followers di sosial media benar-benar mempengaruhi mood bekerja sebagai seorang influencer, writer, blogger, atau pekerjaan dunia maya lainnya loh. Buktinya, mari kita buktikan sendiri. Hehe. Yang jelas, bagi saya peningkatan jumlah likers, followers, dan subscriber di akun sosial media yang kita punya adalah suatu kebanggan bersama dan motivasi untuk terus berkarya. Kenapa? Itu artinya orang lain suka dengan karya kita, orang lain ikut bangga dengan karya kita, dan orang lain sedang menantikan kita untuk menetaskan karya baru yang bisa mereka ambil manfaatnya. Mulia sekali bukan pekerjaan ini? Semoga.


Selain menambah semangat buat terus berkarya, penambahan followers, likers dan subscriber bisa menambah poin ketika kita diajak kerjasama dengan suatu perusahaan atau sponshorship. Kenapa? Karena dengan begitu, mereka jadi semakin yakin bahwa apa yang sudah kita lakukan bisa membawa dampak positif bagi konsumen juga tingkat penjualan dan keuntungan perusahaan mereka. Alhamdulillah kan bisa saling membantu, saling menguntungkan di jalur positif. Yang penting: harus jujur dong ya.

Poin penting lagi dalam resolusi peningkatan akun sosial media saya di tahun 2019 ini adalah bisa meningkatkan nilai DA (Domain Authority), PA (Page Authority), dan PV (Page View) blog yang saya punya. Karena dengan meningkatnya segala angka-angka yang ada, bisa jadi nilai rupiah yang akan saya punya dalam satu tahun ini akan meningkat juga. Siapa tahu jadi jutawan internet atau milyarder kan? Haha. Amin aja dulu ya. Amin, semoga resolusinya terealisasikan dengan baik dan berkah. Mari berteman di sosial media. Sila klik Contact ya.

Gaya Hidup


Oh jelas, resolusi gaya hidup ini juga harus direalisasikan mulai tahun 2019 ini. Pola hidup sehat (karena sudah pernah merasakan sakit itu luar biasa cobaannya, bikin segalanya jadi mandeg), supaya jiwa dan raga kita tetap fit demi berjuang di jalan kebaikan sebagai seorang content creator masa kini. Outfit muslimah harus terus dijalankan, supaya tidak sia-sia punya status muslimah di ktp sejak lahir. Tidak usah muluk-muluk ketinggian, baru jadi blogger biasa saja sudah sok iye, gaya hidup glamour, hedon kayak orang-orang social climber dan jutawan. Jangan deh ya, cukup jadi muslimah sederhana yang mengantongi banyak amal kebajikan saja, supaya segala urusan dipermudah sama Allah sampai ke syurganya. Kalau untuk penampilan biasanya menyesuaikan perkembangan zaman, yang penting tidak melenceng dari syariat islam dan budaya yang ada.

Relationship

Aduhai, ini part yang bikin dug dug ser. Gimana tidak, di tahun ini saya bakal mencoba hal-hal baru termasuk meng-unfriend, meng-unfollow, juga mengharap ada status baru yang terjadi. Ehem. Mungkin bahasa kasarnya memilih-milih teman kali ya, tapi bukan berarti sembarangan buang orang untuk berhenti diajak berinteraksi. Tidak! Saya hanya ingin menentukan, siapa saja yang bisa diajak berjuang tanpa harus mempengaruhi pola pikir saya kedepannya (maksudnya pola pikir yang negatif ya). Tapi benaran loh, serius. Lingkungan atau teman itu bisa menjadi salah satu faktor yang bisa mengubah pola pikir, perilaku, dan gaya hidup kita. Kalau kita berteman dengan orang baik, lambat laun kita akan tertular menjadi lebih baik. Kalau kita berteman dengan orang yang (ma'af) perilakunya buruk? Ini lebih gampang menular. Contohnya saja: ngegosip.

Makanya, tahun ini mau dikurang-kurangin. Tapi insyaallah sih, teman-teman yang satu profesi dan yang saya kenal selama ini lebih banyak membawa pengaruh positifnya jadi kemungkinan yang saya hapus-hapus adalah manusia-manusia robot yang unfaedah. Hehe. Mohon ma'af untuk part yang ini. Mungkin kalian juga paham maksud saya. Siapa tahu kan, sosial media saya di tahun ini beneran membludak. Kan harus pilih-pilih teman juga nantinya.

Menyoal ganti status, dalam hati saja deh ya penjabarannya. Di Amin-kan saja semuanya. Semoga lancar sampai the day nya. Amin.

Wawasan


Semakin banyak kita berkarya, itu artinya semakin banyak pula pengalaman dan informasi yang harus kita gali. Biasanya saya mengakali dengan mengkategorikan per kebutuhan. Untuk kebutuhan menulis cerita saya biasa baca novel atau buku-buku yang agak berbobot (bahasanya nyeleneh) biar ceritanya semakin menarik. Untuk blog sendiri saya biasa membaca suasana dan blogwalking mencari informasi terbaru untuk dijadikan referensi dan dishare ulang. Semoga tahun 2019 ini saya makin rajin beli buku, baca buku, dan menghargai karya orang lain. Amin.

Wow, lumayan banyak juga ya resolusi yang saya buat di tahun 2019 ini. Insyaallah jika usaha dan do'anya bisa dilakukan secara gencar-gencaran, tidak akan ada yang tidak mungkin di dunia ini. Get The Job; Be a Professional Content Creator, Blogger, Youtuber, dan Author semoga bisa terealisasi dengan baik sesuai harapan dan mind map. Ketika Allah bilang "Kun" fa "Yakun", Terjadi, maka Terjadilah. Mari berjuang bersama, kawan! Apa resolusi kalian di tahun 2019 ini? Share juga dong di kolom komentar.

Tabik,
....

Comments

  1. toss dulu kak resolusi kita sama #2019bebashutang

    ReplyDelete
    Replies
    1. #2019bebashutang Aamiin,, toss mbak. Hehe 🀚🀚

      Delete
  2. Coryyyyy ini keren sangaaaattt
    So inspiring aseliikk

    Makasiyyy ya. GOOD LUCK

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyak mbak nurul yg tulisannya lebih keren dan banyak inspiringnya jugaaak πŸ˜™πŸ˜™

      Delete
  3. Sumpah ini mah tulisan bagussssss bangettt, smg smua wishlistnya tercapai yah cory amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih banyaaak kakak panutaaaaaan 😊😊 Aamiin..

      Delete
  4. Resolusinya hampir sama kak kita :) semoga semua resolusinya tercapai.. Aamiin..

    Baca tulisan ini sambil menghayati semakin asyik..

    Ganbatte kudasai :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tooosss πŸ‘‹
      Aamiin. Semoga semuanya tercapai yaaaa..

      Delete
  5. Halooo Cory apa kabar? Waaaahh resolusi yang bagus banget nih. Sama aku juga secara spiritual kepengen lebih bertakwa, naik haji, umroh, belajar sholat yang lebih betul. Kepengen dunpa akhirat lah yaaaa. Semoga tercapai cita dan cintanya ya... harapan harus selalu ada disertai doa dan usaha. Mantap! 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo mbak nurul. Thanks before mbaak. Aamiin semoga tercapai semua ya mbak resolusi yg kita buat. Semangaaaaat πŸ’ͺπŸ’ͺ❤

      Delete
  6. Semua orang pasti pernah berbuat salah ya Cory. Itu semua pastiiiii ADA HIKMAHNYA

    ga tau kapan pasti Cory akan bilang, untung waktu itu ngga sukses ya disitu. Kalo engga...

    Nah soalnya daku merasakan gitu juga . Duluuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe iya mak. Diambil hikmahnya aja. Skenario yg Allah berikan memang lebih hebat dan indah. Bismillah aja terus 😊

      Delete
  7. Btw gambar gambarnya oke punya ... Kolab yuuuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu ngambil dari google mak. Aku modifikasi sendiri 😊

      Delete
  8. Resolusinya Banyak ya neng Cory, semoga semua terwujud terutama untuk getting married di 2019. Aamiin. Saya juga Sekarang sudah jarang puasa sunah,memang perlu digalakkan lagi sih. Aku juga pingin deh serious belajar design, di dummet school bisa ya, apalagi bisa online kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heuheu.. iya mbak. Harus mangatseee ekstra nih.. 😊 Aamiin untuk doanya.. iya bisa mba. Dumet school insyaallah ada sekilah online jg mbak..

      Delete
  9. pokok nya semangat deh.. btw lagu selaw kok bisa viral yak padahal lagunya biasa aja.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mas juu.. hehe iya tuh saya jg heran πŸ˜‚

      Delete
  10. semoga resolusi nya tercapai yaaa. smoga nikah taun ini. hehehe..
    sukak banget sama design grafis nya mbaaa. kereeeenn yaalloh ajarin dongg.. hehe..

    oya, salam kenal yaa ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih mba thya :") hehe ayo belajar di dumet school..

      Salam kenal juga mbaa..

      Delete
  11. Cory sayang keren bgt ini tulisannya semoga tercapai ya semua cita2 Cory..kangen ihh udh lm gak ktmu, salam sukses 😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak riaaaaa miss youu πŸ˜’πŸ˜™ kangen jugaa. Makasih banyak mbaak. Aamiin ya Allah. Salam sukses buat mbak ria juga yaaa ❤

      Delete
  12. Mempelajari agama dan mencari skill adalah solusiku tahun ini πŸ˜€ semoga resolusi kita bisa tercapai dengan mudah ya Cor, amin!

    ReplyDelete
  13. Resolusi gue pengen banyakin jalan tapi kenyataannya taun ini mau fokus ke pekerjaan hihi

    Btw, Ilustrasinya keren parah :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Tetep syemangaaaat beebsss ❤❤

      Aww, mamaciiiihh πŸ˜™

      Delete
  14. Ikut kuamini, kakakkk semoga bisa lebih baik di tahun ini. Ilustrasinya lucu bet ga quaaat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih mbak lulu πŸ˜™ hehe tahan mbak, harus quaaat πŸ˜‚

      Delete
  15. Semoga tercapai semua ya mbak angan-angan di tahun 2019.
    Insya allah tahun ini tahun yang baik untuk kita semua hehe
    Oh iya salam kneal ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Aamiin.. Salam kenal yaa 😊😊

      Delete
  16. gambar2 nya aku sukaaa mba. dulu yaaa, selalu ngayal, kalo seandainya aku punya bakat, itu pgn bangetttt bisa gambar :D. liat gambar2 di komik, ato hasil lukisan2 pelukis besar, itu kayak kagum. apalagi mereka yg biasa melukis lukisan realisme dan naturalisme.

    kalo targetku thn ini ga muluk. aku cm pgn bisa nambah minimal 1 negara baru utk dikunjungi :D. dari thn2 sebelumnya, semua resolusiku slalu berkaitan traveling krn itu udh jd hobi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba fanny.
      Ku juga skrg mulai tertarik nih sama traveling. Lagi diusahakan. Hehe 😊 Semangaaat memenuhi target mbaak πŸ’ƒ

      Delete
  17. hidup #2019ebotang !!! resolusinya sungguh menakjubkan mba. Semoga terlaksana semua, amin. Saya juga pengen deh bikin inpograpis macam gitu pake gambar-gambar sendiri, ada bikin tulisan yg ngebahas itu gak mba cory?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Iyaa mas..Aamiin..

      Belum ada nih, doain ya. Pan kapan aku share how to bikin infografis ala2 aku. Hehe 😊

      Delete
  18. Mudah-mudahan tercapai ya resolusinya, aku suka liat gambar-gambarnya deh, bikin sendiri kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Thanks kak.. Enggak kak. Nyomot di google terusvaku tambah2in material lain sendiri. Thanks dah mampir 😊

      Delete
  19. Duh keren bgt mba... Artikel. Jg jago bkn gambr lg... Iri deh aku 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mbak hen.. hehe. Belom jago kok mbak. Masih belajar 😊

      Delete
  20. top banget resolusinya... ku doakan harapannya tercapai ya mbak!

    ReplyDelete

Post a Comment

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment above, then click post/ publish.
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Dan please, jangan berikan nama Anonymous di sini, karena jika kita tak saling mengenal maka bisa jadi tak sayang kan. *sok banget :p

Yuk sharing bareng di sini :)
Siapa tau nanti ku kunjungin balik blog kamu. Love you guys.