5 Gaya Make Up Terbaik Untuk Tampil Cantik Di Tahun Baru Imlek


Tanggal 5 Februari 2019 mendatang tentu akan jadi momen spesial untuk Anda yang merayakan tahun baru Imlek. Ya, tahun baru umat Tionghoa ini memang jadi momen spesial di mana seluruh keluarga besar bisa berkumpul untuk menghabiskan waktu bersama. Untuk mereka yang belum menikah, tahun baru Imlek juga jadi masa membahagiakan karena bisa menerima angpau. Tak cuma itu saja, Anda mungkin juga berkesempatan bertemu dengan calon jodoh saat sedang berkunjung ke rumah para kerabat.

Nah, maka dari itu Anda tak bisa tampil biasa saja saat Imlek. Anda perlu mempercantik diri dengan busana dan make up yang tepat. Kalau masih bingung ingin mengenakan gaya riasan yang seperti apa saat tahun baru Imlek nanti, yuk coba simak informasi berikut ini:

Color coordination

Gaya riasan pertama yang bisa Anda coba untuk tahun baru Imlek nanti adalah color coordination alias koordinasi warna. Gaya make satu ini menggunakan satu warna utama untuk keseluruhan riasan mulai dari eyeshadow, blush on, hingga lipstik. Untuk bisa mengaplikasikan gaya riasan satu ini memang butuh banyak latihan. Tapi hasilnya dijamin akan membuat penampilan Anda jauh lebih mengagumkan. Untuk tahun baru Imlek, riasan serba merah atau oranye bisa jadi pilihan. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah dengan mencari make up dengan basic warna merah atau oranye yang sama.

Bagaimana kalau Anda kesulitan menemukan eyeshadow, blush on, dan lipstik yang warnanya sama persis? Ada dua cara yang bisa dilakukan. Pertama, Anda bisa mencampurkan warna hingga mencapai warna yang diinginkan. Misalnya jika warna eyeshadow dirasa terlalu terang, bisa ditambah dengan warna yang lebih gelap sehingga mirip dengan warna lipstik. Cara ke dua adalah dengan menggunakan lisptik sebagai base make up Anda. Ya, jadi untuk eyeshadow dan blush on Anda juga tinggal memulaskan lipstik pada mata dan pipi. Cara ini dijamin membuat color coordination berhasil dengan baik.

Simple make up

Kalau Anda mengenakan baju yang mencolok pada tahun baru Imlek, misalnya dengan dominasi warna merah dan emas, Anda sebaiknya memakai make up yang tidak terlalu menonjol. Memulas lipstik merah pada bibir hanya akan membuat tampilan Anda terlalu menor dan berlebihan. Anda sebaiknya mengaplikasikan simple make up yang tidak memasukkan terlalu banyak warna. Untuk mata, gunakan eyeshadow warna coklat muda dan dipadukan dengan eyeliner tipis. Pilih bulu mata yang tidak terlalu tebal dan panjang, kemudian pulas dengan maskara.

Untuk blush on, tak perlu mengenakan yang berwarna merah atau pink. Sedikit sentuhan blush on oranye sudah cukup memberikan kesan segar pada wajah. Atau Anda juga bisa hanya menggunakan glitter di puncak pipi untuk membuatnya terkesan lebih segar. Dan untuk lipstik, pilih yang memiliki warna nude dengan tekstur glossy. Tampilan ini dijamin akan menjadikan Anda terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya. Anda juga tak perlu terlalu repot melakukan touch up dengan make up yang sangat sederhana ini.

Gold make up

Ya, tahun baru Imlek memang sangat identik dengan warna emas yang dianggap sebagai warna penuh rejeki. Nah, Anda yang tak terlalu pede mengenakan outfit berwarna emas, bisa memakai riasan emas untuk menyempurnakan penampilan. Kalau takut terlihat terlalu mencolok, Anda bisa memilih satu komponen warna emas saja pada riasan, misalnya pada eyeliner. Sapukan eyeliner warna emas secara tipis dan Anda akan melihat hasil yang sangat menakjubkan

Tapi untuk Anda yang berani tampil berbeda, bisa mengenakan eyeshadow emas yang dipulaskan di seluruh kelopak mata. Padukan dengan lipstik merah gelap karena akan membantu mengurangi kesan bling-bling dari eyeshadow. Pada bagian tengah bibir, beri sedikit glitter warna emas untuk memberikan kesan plumpy yang seksi.

Smokey eyes

Anda mungkin berpikir kalau tahun baru Imlek tak akan terlalu cocok dengan riasan smokey eyes yang berkesan berat dan tebal. Tapi Anda pasti akan berubah pikiran kalau mencoba riasan yang satu ini. Untuk mata, pilih eyeshadow warna tembaga dan padukan dengan eyeliner tebal serta bulu mata tebal pula. Anda juga bisa membuat garis eyeliner hingga bagian terluar pada mata sehingga membuat ilusi mata terlihat lebih besar.

Biasanya, smokey eyes ini akan dipadukan dengan lipstik merah menyala. Tapi hal itu jelas akan membuat tampilan Anda terlalu berat. Maka dari itu, Anda bisa mencoba memulaskan lipstik warna pink muda yang akan membantu meredam kesan berat pada mata. Riasan ini sebaiknya dipadukan dengan busana yang berwarna terang supaya tidak terkesan terlalu dark. Riasan ini sebaiknya dipilih untuk menghadiri acara di malam hari. Sebab akan terlihat terlalu berlebihan jika Anda memakainya di siang atau pagi hari.

No make up look

Anda yang tak suka tampil berlebihan jelas akan cocok sekali memilih jenis riasan satu ini. Ya, no make up look adalah gaya riasan khas Korea yang menonjolkan kesan fresh seperti tanpa menggunakan make up. Kunci utama dari make up satu ini adalah base yang flawless dan memiliki warna sangat mirip dengan kulit asli Anda. Pertama, aplikasikan moisturizer yang bisa melembapkan sekaligus menutupi pori-pori kulit. Kemudian pilih foundation dengan warna yang tepat. Tapi kalau Anda tak ingin riasan terlalu tebal, cukup gunakan BB cream saja.

Setelah itu, sempurnakan dengan powder yang akan mengunci riasan sehingga keringat tak mudah menghapusnya. Untuk eyeshadow, pilih yang warnanya nude dan tidak terlalu mencolok. Anda juga tak perlu menggunakan blush on dan cukup menghiasi tulang pipi dengan bronzer saja. Kemudian untuk bibir, sebaiknya hindari warna-warna mencolok dan pilih lipstik berwarna nude. Anda bisa memilih lipstik yang matte atau glossy tergantung hasil akhir seperti apa yang ingin diperoleh.

Kunci dari make up yang tanpa cela adalah pemilih kosmetik yang tepat. Saat ini ada banyak sekali merek kosmetik mulai dari yang harganya murah hingga mahal. Namun jangan jadikan harga sebagai pertimbangan utama. Anda sebaiknya memilih berdasarkan kualitas dan kecocokannya pada kulit. Banyak kasus di mana pengguna kosmetik mahal ternyata malah mengalami alergi. Namun saat memakai yang harganya lebih terjangkau, justru merasa cocok.

Supaya Anda bisa bebas memilih kosmetik dengan leluasa, cobalah untuk membuka situs iLOTTE. Di sini ada berbagai produk make up berkualitas yang pastinya akan mendukung riasan Anda. Beli sekarang juga dan dapatkan diskon khusus tahun baru Imlek. Jangan sampai di perayaan Imlek nanti Anda tampil dengan make up yang mengecewakan! Selain make up, di iLOTTE juga ada berbagai produk fashion terbaik dan kekinian yang cocok untuk perayaan Imlek.

Gimana? Udah siap imlekan awal bulan depan? Cusss lah :)

ASUS Zenfone Max M2, Smartphone Gaming dengan Performa Baterai yang Tahan Banting


Semakin banyaknya game-game PC yang bertransformasi menjadi mobile game, rasanya kurang asyik lagi jika kita tidak memiliki smartphone gaming yang mendukung lebih, performa dalam memainkan sebuah game. Layar yang sempit atau terlalu lebar dalam satu genggaman agaknya kurang pas untuk memainkan sebuah game dalam keadaan darurat (read: nge-game di kereta atau di ruang publik lainnya). 

Setelah tahun 2017 dihebohkan dengan hadirnya Smartphone Gaming ASUS Zenfone Max M1 yang lambat laun telah menghilang jejaknya dan membuat penggemarnya nangis darah. Akhirnya, tahun 2018 kemarin ASUS telah mengeluarkan dua produk sekaligus yaitu ASUS Zenfone Max M2 dan Max Pro M2 sebagai upgrading system dari produk smartphone gaming sebelumnya dan pengobat rindu bagi para penggemarnya. Tapi kali ini, saya hanya mau membahas ASUS Zenfone Max M2 saja ya, untuk ASUS Zenfone Max Pro M2 nya saya review terpisah.

Body dan Spesifikasi . . .

Smartphone gaming ASUS Zenfone Max M2 hadir dengan desain unibody aluminium dengan lapisan matte yang terlihat mewah namun ada sentuhan kesederhanaan sejak pandangan pertama. Seluruh body nya terlihat tipis sementara bagian atasnya menampilkan desain memukau tren smartphone kelas menengah tahun 2018an. 


Untuk lebih jelasnya lagi, mari kita kupas sama-sama bagaimana spesifikasi detailnya dan performa terbaiknya ASUS Zenfone Max M2 ini. Kira-kira apa sih yang istimewa dari Smartphone Gaming tanpa embel-embel Pro ini?

Layar Full HD+ 6.3 inch

Berbahagialah, karena Zenfone Max M2 layarnya sudah Full HD + 2.5D yang berukuran 6,3 inci tanpa kehadiran tombol kapasitif dibawah layar (sudah mengadopsi on-screen button). Tapi sayang sih, pas dirilis tidak disebutkan adanya proteksi antigores dari Corning Gorilla Glass dan sejenisnya. Jadi buat para penggemar Zenfone Max M2 ini saya sarankan untuk memakaikan tempered glass agar tidak mudah tergores ketika main game.


Bisa dibayangkan betapa nikmatnya ketika main game dengan layar yang all screen display macam tu. Dan dengan fitur yang seperti ini juga saya kira para gamers seperti kalian akan merasa lebih leluasa dalam bermain game dan juga bisa menikmati konten multimedia secara lebih seru, meski Zenfone Max M2 ini tidak ada embel-embel pro nya. Nonton terus, main game terus, liburan terus.

Memakai Chipset Snapdragon 632

Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, bahwa ASUS Zenfone Max M2 merupakan upgrading system dari smartphone gaming sebelumnya, salah satunya adalah upgrading prosesor yang dipakai. Zenfone Max M2 ini diklaim menjadi smartphone pertama yang menggunakan chipset Snapdragon 632 besutan Qualcomm di Indonesia. Prosesor ini adalah generasi terbaru dari seri Snapdragon 600, tiga tingkat di atas Snapdragon 625, yang mana memberikan performa smartphone lebih kuat, dan diklaim 40% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Sehingga memberikan pengalaman berselancar yang lancar dan responsif tanpa mempengaruhi penggunaan baterai yang terlalu banyak.


Jadi, bisa dipastikan bahwa Zenfone Max M2 ini punya performa tinggi namun tetap hemat daya (baterai) dan tidak panas. Superb banget!

Dual Rear Camera 

Sebenarnya, untuk kamera sendiri smartphone gaming ASUS Zenfone Max M2 ini tidak terlalu bagus di front cameranya. Mungkin karena lebih fokus di chipset dan baterai nya kali ya. Dan saya rasa, untuk para gamers sendiri juga tidak akan keberatan soal front camera yang kurang mumpuni ini, karena fokus dari para gamers sendiri adalah untuk menikmati game yang ada dalam smartphone. Sing penting main gime kepenak toh! Rausah selfie wefie.


Tapi bersyukur, kamera belakangnya dilengkapi dengan dual rear camera, yang merupakan sistem kamera ganda yang mengusung sensor beresolusi 13MP dengan aperture lebar f/1.8 yang bisa menghasilkan gambar dengan detail di situasi apapun. Kamera belakang tersebut sudah didukung fitur AI Scene Detection yang memungkinkan ZenFone Max M2 mengenali 13 jenis foto.

Bonusnya lagi, agar hasil pengambilan gambar tetap stabil dan tidak blur, kamera ZenFone Max M2 juga sudah dilengkapi dengan teknologi Electronic Image Stabilization (EIS). Kamera kedua di ZenFone Max M2 ini juga merupakan kamera khusus untuk menghasilkan efek bokeh di foto potrait, yang mana mampu menghasilkan efek blur pada background yang sangat natural layaknya diambil menggunakan kamera profesional.

Baterai Super 4000 mAh yang tahan banting

Kenapa saya bilang tahan banting? Ini merupakan bagian paling penting dari Smartphone Gaming ASUS Zenfone Max M2 ini. Baterainya super tahan lama dan awet dari pagi sampai malam, sampai pagi lagi. Gimana nggak tahan banting? Baterai lithium-polymer dengan kapasitas 4000 mAh ini diklaim memiliki waktu standby di jaringan 4G selama 33 hari, menonton video selama 21 jam, berselancar di internet menggunakan WiFi selama 22 jam, hingga bermain game selama 8 jam non-stop. Tahan banting? Bener!


Harga Smartphone Gaming Paling Terjangkau


Gimana? So pasti kalian bakal betah lama-lama duel game bareng teman dong? Oyey! Nah, kesimpulannya adalah Smartphone Gaming ASUS Zenfone Max M2 ini, meskipun tanpa ada embel-embel Pro nya, tapi system dan performanya nggak kalah Pro dengan yang lainnya. Apalagi dengan Harga yang Super Terjangkau (di antara smartpone gaming yang lain), Zenfone Max M2 ini mengandungi performa yang luar biasa (OS Android 8.1 Oreo, RAM 4GB ROM 64 GB) ditambah dengan Chipset Snapdragon 632 dan Baterai lithium-polymer yang menjadikan pengguna lancar jaya dalam berselancar (browsing, capture, dan nonton video), juga tahan seharian main game sepuasnya tanpa harus bolak-balik nge-charge.

Kalian tertarik? Pastinya dong. Harga terjangkau, performa sekebon. Sikaaat!
Sila membeli di counter terdekat.

Tabik,

Norak Manjah di Jembatan Berendeng


Setelah kemarin saya posting pengalaman norak jadi selebgram di Kampung Bekelir, hari ini saya akan berbagi pengalaman norak lagi saat mengunjungi salah satu icon wisata Kota Tangerang, yaitu Jembatan Berendeng. Tahukah kalian lokasi jembatan berendeng ini? Ya, betul sekali. Jembatan berwarna tegas dominan merah dan biru ini berada di jalan Dadang Suprapto, Gerendeng, Tangerang  membentang di atas sungai Cisadane, yang lokasinya tak jauh juga dari wisata Kampung Bekelir.

Seperti biasa, saya pergi ke jembatan ini dalam rangka penasaran ingin adu adrenalin karena saya agak takut sama ketinggian, terlebih lagi di bawahnya membentang luas perairan. Jadi, saya sangat penasaran sama dek kaca hits yang ada di samping kanan kiri Jembatan Berendeng ini. Setelah sampai, Omo! Ngeri juga nih kalau tiba-tiba kacah jatuh ke bawah macam film The Final Destination. Saya langsung bertolak ke sudut-sudut yang lain. 

Norak Manjah, foto ala-ala . . .

Jujur, saya norak banget ketika mengunjungi jembatan ini. Maklum lah, selama di Ciputat saya belum pernah jalan-jalan ke landmark yang lucu seperti ini. Jadilah saya kayak orang kesetanan, loncat sana loncat sini, pose sana pose sini, duh haduh malu maluin. Untung saya ditemani mbak Evrina, Blogger hits dari Bogor yang bawa kamera mirrorless. Lumayan, saya jadi bahagia bisa menyimpan kenangan norak saya. Foto ala-ala (mbuh seleb, mbuh artis) sambil menahan sakit perut.
Duh, sakit perut saya melihat foto saya sendiri. Tapi bener loh, kalau kalian mau jalan-jalan dengan budget yang minim, Tangerang atau Jembatan Berendeng ini bisa jadi salah satu alternatif untuk jalan-jalan atau wisata singkat saat weekend. Hanya dengan bersepeda saja (kalau kalian juga warga Tangerang), kalian bisa menikmati area/ tempat ini sambil ngegoes sore-sore. Biasanya ada pedagang kaki lima seperti kang cilor, otak-otas, dan es campur. Lumayan kan, bisa piknik sejenak sembari kulineran jajan yang harganya murah meriah.

Histori Jembatan Berendeng

Jembatan Berendeng ini dibangun dan diresmikan oleh Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah bersama Wakil Wali Kota H. Sachrudin sekitar bulan Februari tahun 2018. Sebutan Jembatan Berendeng ini sendiri diambil dari lokasinya sebagai penghubung kedua wilayah, yaitu wilayah Benteng Makasar di kecamatan Tangerang dengan wilayah Gerendeng di kecamatan Karawaci. Karena itulah jembatan ini disebut juga sebagai jembatan yang menyatukan.

Sebenarnya, yang membuat jembatan ini jadi instagramable adalah interior lampunya yang kebarat-baratan. Ditambah lagi adanya dua flying deck kaca yang ada di samping kanan kiri jembatan. Sehingga, wisatawan bisa dimanjakan dengan pemandangan sekitar sungai juga melihat langsung perairan sungai Cisadane dari atas (tengah-tengah sungai).

So, buat kalian yang belum tahu atau belum pernah ke Jembatan Cisadane ini, sila ke sini pada hari Sabtu dan Minggu ya. Karena, menurut informasi yang saya dapat, jembatan Berendeng ini hanya beroperasi sebagai Car Freeday (kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintasi) di hari-hari tersebut. Selain hari-hari itu, jembatan ini berfungsi sebagai jalan penghubung seperti biasa. Jadi kalau mau jalan-jalan sambil menikmati semeriwing angin sungai Cisadane di Jembatan ini ya mending datang pas hari Sabtu Minggu saja, terlebih lagi pas sore hari biar tidak kepanasan. You know lah, Tangerang lumayan panas juga kan.

Tabik,

Proud to be a Blogger: Ketika Gadis Desa Nongol di Teve

Blogging for some people is the method used to escape reality. It’s a hobby that allows you delve into a deeper, sometimes more hidden area of your self that you don’t particularly show off in public. Feel free talk about your love and hate, right? Tos dulu! *Prok
Tidak ada bayangan sama sekali bahwa saya akan menjadi ini, bahwa saya akan melakukan itu, bahwa saya telah berani begini, bahwa saya sanggup menjadi begitu ketika awal kali saya menulis di blog. Seperti yang dilakukan oleh blogger lain kebanyakan, semua tulisan di blog dulunya hampir 80% berisi my other side of my personality. Seperti menulis puisi, cerpen, ulasan komik sederhana yang saya bikin, bahkan diselingi dengan curhatan. Saya yang introvert dan terlihat pendiam di mata orang lain ternyata doyan menuangkan khayalan ke dalam sebuah tulisan. Ya begitulah awal kisah saya menginjakkan kaki di dunia perbloggeran.


Menjadi salah satu orang yang berani keluar dari zona nyaman saja saya sudah sangat bersyukur. Apalagi ditambah pengalaman-pengalaman yang tak terduga, rasanya saya harus sujud tersungkur di hadapan sang Maha Kuasa untuk berterima kasih sebanyak-banyaknya. Tidak ada yang perlu saya sombongkan ketika Allah memberitahu bahwa di atas langit masih ada langit lagi. Cukup menjadi orang yang bermanfaat bagi makhluk Allah yang lain rasanya sudah menjadi kebahagiaan luar biasa. Lalu apa yang perlu saya banggakan selama menjadi seorang blogger (narablog)?

Sebuah Perjalanan . . .

✦ C O R Y    a n d    H E R    J O U R N E Y  

Dari namanya saja, mungkin kalian sudah bisa menebak sendiri. Kira-kira topik apa yang telah menjadi konten dominan di blog saya. Betul, semua berisi perjalanan hidup yang saya alami beserta hiruk pikuk perjuangan dan penyelesaian yang mungkin bisa menjadikan siapapun termotivasi. Apa yang saya lakukan dan apa yang saya dapatkan dengan berbagai macam hard work dan gift mungkin bisa diambil sisi positifnya di sini. Semua yang saya lakukan pada mulanya memang untuk mengisi waktu luang sekaligus hiburan di samping status saya sebagai mahasiswa. Tapi semakin kesini, kok ya ada juga yang menawarkan jasa paid promote atau kerja sama promosi di blog. Alhamdulillah, saya jadi makin semangat nulis karena ternyata ada yang menghargai lebih tulisan saya.

Orang lain yang mengenal saya seperti teman satu asrama, satu kampus, maupun satu organisasi tidak semua pro (setuju atau menyukai) apa yang saya kerjakan dan saya dapatkan pada mulanya (mungkin ada juga yang sampai sekarang). Mereka memandang bahwa saya hanyalah mencari sensasi biar lebih dikenal orang, biar bisa memiliki banyak penggemar (ngaco), dan bisa bergaya ala-ala artis dan selebgram dunia maya. Padahal sejatinya, saya tidak pernah berharap selebih itu selain bisa sharing dan berteman dengan lebih banyak orang yang status keilmuannya lebih hebat dari saya di luar sana. Apalagi dulu saya sering kali mendapat kiriman sample gratisan dari beberapa situs pemberi hadiah, mereka berpikir bahwa saya ini boros dan tidak tahu diri karena saya memang bukan anak bangsawan. Tanpa dikoreksi dulu benar tidaknya yang saya sampaikan, mereka terus saja meremehkan dan su'udzon. Lagi-lagi saya harus berhadapan dengan situasi status sosial dan profesionalitas menggarap hobi menjadi sesuatu yang menghasilkan. Kenapa sih, kalian rewel banget?
Acap kali saya jelaskan bahwa hampir semua barang yang saya punya seperti makeup, makanan, pakaian, atau yang lainnya adalah hasil giveaway, lomba, atau ngeblog, mereka seolah tidak percaya. Bahkan ada yang bilang, "apaan sih, kerja kok di blog, yang nyata-nyata wae atuh, yang jelas pendapatan per bulannya berapa, hobi kok nulis di blog mulu, ngadekem di kamar mulu, kagak bersosialisi gitu sama manusia yang lain". Damn! Saya seolah ditampar habis-habisan oleh satu kalimat yang membuat saya berpikir, apakah menjadi seorang blogger seremeh itu? Apa yang salah punya profesi sebagai seorang blogger? I think setiap orang punya kesempatan kerja sesuai skill yang dimiliki kok, jadi menurut saya ya sah-sah saja mau jadi blogger sekalipun. Akhirnya tamparan itu semakin membuat saya semangat untuk merealisasikan bahwa hobi yang dibayar adalah sebuah pekerjaan dan ibadah yang menyenangkan sekali.

Mulai berbagi tips ngeblog . . .

Meski rank dan value ngeblog saya selama satu tahun pertama masih rendah, tapi di tahun itu jugalah saya mulai berani bersosialisasi dengan teman-teman blogger lainnya. Gabung di komunitas blogger dan bantu siapapun yang ingin belajar bikin blog. Karena menurut saya, kegiatan ngeblog adalah salah satu sarana bagi siapapun yang memiliki skill menulis. Meski skillnya masih sebiji jagung, jika diasah terus menerus melalui ngeblog, insyaallah lambat laun akan mengalami perkembangan dan kemajuan menjadi tulisan yang profesional. Lagi pula, ngeblog (nulis di blog) kan tidak terlalu dituntut untuk sesuai EYD. Semua orang bisa berekspresi sesuai karakter mereka. Let's get write!
Awal tahun 2017 saya mulai mengenal Blogger Jakarta dan mulai bergabung di komunitasnya. Dari situlah saya mulai berani ikut event yang diadakan oleh komunitas Blogger Jakarta. Big thanks to Mas Ichsan (head of BlogJak masa itu). Tak lama kemudian saya dapat job review, paid promote, buzzer dari komunitas blogjak juga. Saya jadi makin semangat ngeblog, ternyata ngeblog bisa menghasilkan uang juga ya, pikir saya waktu itu. Penyesalan masa lalu tentang bisa ngirim tulisan ke media massa dan ke penerbit akhirnya mulai terbayar juga, meskipun sedikit. Tapi tetap, sampai saat ini harapan itu masih saya simpan dan saya perjuangkan. (be an Author and Novelis)

Baca Juga: Berkelana di Dua Kota Bersama Mobil Nissan New Grand Livina

Semakin hari saya jadi semakin berani terbuka dan ikut komunitas blogger lainnya seperti Kelas Blogger, Blogger Crony, Sociolla Blogger Network, Blogger Perempuan, Blogger Muslimah, Komunitas Emak Blogger, Warung Blogger dan lain sebagainya. Makin lama ternyata saya makin kebanjiran job review atau yang lainnya di blog dan sosial media yang saya punya. Produk gratisan yang harus direview juga makin banyak. Dan makin kesini juga ternyata orang-orang di sekitar saya telah menghargai pekerjaan yang saya lakukan di samping kuliah. Dibuktikan dengan semakin banyaknya komentar positif secara terbuka di dunia nyata dan mereka menyatakan ingin belajar serius menyoal blogging juga. Ya, meskipun masih banyak juga yang nyinyir, tapi biarin wes, sak karepe, itu hak mereka mau menila saya dan pekerjaan saya seperti apa.

Saya sadar, saya bukanlah siapa-siapa di mata blogger dan penulis hebat di luar sana, tulisan saya juga begini adanya. Saya pun masih terus menggali dan belajar lebih tentang kepenulisan. I hope so much, tulisan saya bisa diterima pembaca dengan bahagia dan bangga. Untuk mengajar pun saya masih kategori guru baru, kurang begitu banyak wawasan dan demam panggung (belajarnya tujuh hari tujuh malam sebelum the day, tapi begitu mulai bicara sudah hampir mau pipis di celana, saking deg -degannya). Tapi saya bersyukur sih, karena saya jadi tau. Oh, jadi begini toh rasanya jadi pembicara.

As a speaker about blogging for the first time . . .

Apa gunanya bahagia jikalau hanya dirasakan seorang diri saja? Apa pentingnya kilauan materi jika tak pernah berbagi? -Nodi aka Adhi Nugroho, Blogger
Yap, bener banget apa yang dibilang Bang Nodi. Apa gunanya bahagia jikalau hanya dirasakan seorang diri saja? Saya selalu merasa bahagia ketika profesi saya menjadi seorang Blogger tersalurkan dan bermanfaat bagi siapa saja. Saya selalu ingin berbagi melalui tulisan saya. Dan alhamdulillah banget rasanya, ketika pertama kali diberi kesempatan untuk mengisi materi tentang menulis, khususnya blogging dan desain di depan semua peserta dari berbagai daerah. Karena ini acaranya SKK (Sekolah Kader KOPRI) Se-Pulau Jawa dan Sumatera, saya jadi punya kesempatan lebih untuk mencari dan berbagi. Mencari seorang peserta untuk berbagi juga (di daerahnya) dan berbagi tentang seluruh pengalaman yang saya dapat selama ngeblog/ menjadi narablog. Big thanks to KOPRI Cabang Ciputat atas kesempatannya. Terlebih untuk Imas Maesaroh, SH (head of kopri pc ciputat masa itu).

Setelah 2017 diakhiri dengan pengalaman luar biasa menjadi salah satu narasumber di acara yang lumayan gede oleh salah satu organisasi ekstra kampus di UIN Jakarta, kembali saya menikmati beberapa kebahagiaan dan cobaan sebagai seorang narablog di tahun 2018. Tapi meski selama satu tahun kemarin saya diuji dengan beberapa kejutan yang Allah berikan selama awal sampai pertengahan tahun yang sungguh menguras batin, kantong tabungan dan juga tenaga, tapi Alhamdulillahnya lagi saya jadi Juara 4 Lomba Blog untuk pertama kalinya (pertama nyoba ikut dan pertama kalinya juga menang) oleh salah satu Agen Travel Muslim Cheria Holiday. Dan juga punya kesempatan untuk jalan-jalan Keliling Kota Tangerang bersama beberapa Travel Blogger lainnya di akhir tahun 2018. 

Baca Juga: Rasanya Jadi Selebgram di Kampung Bekelir

Dan yang terakhir adalah kejutan tak terduga lagi yang Allah berikan di akhir tahun 2018. Sekitar bulan September tahun kemarin. Saya diberi kesempatan untuk menjadi tamu spesial program talkshow milik NU Channel, yaitu NGAPEL (Ngobrol Asyik Pelajar) di Jakarta Pusat. Lagi-lagi kesempatan untuk bisa berbicara di depan umum dan sharing tentang minat bakat yang saya miliki diberikan oleh Allah secara cuma-cuma. Setelah beberapa tahun vakum (semenjak lulus SMA) dan hanya aktif sebagai MC Seminar saja di kampus, rasanya saya bahagia sekali. Rindu yang berbalas ternyata begitu nikmat.


Sebenarnya, program ini hanya ada di channel youtube NU Channel, tapi entah kenapa waktu saya memberitahukan di grup keluarga, mereka bilang tayangan ini juga tampil di stasiun TV lokal Jawa Timur. Entah JTV apa stasiun apa gitu. Sayangnya kabar tersebut hanya tersampaikan lewat mulut dan chatting saja. Tidak ada bukti foto saat mereka nonton. Lhowalah, hoax dong? Berharap sih tidak. Karena dengan tersampaikannya sharing saya di video ini, saya jadi bisa memotivasi siapapun yang sedang menonton videonya. Bahwa siapapun berhak mendapatkan pekerjaan yang layak dan sukses sesuai dengan bakat yang mereka miliki, khususnya dibidang tulis menulis dan seni.

Senang sih ketika mereka bercerita dengan penuh bahagia dan antusias banget, serasa bangga punya keluarga seperti saya. Seorang gadis desa yang biasa dan penuh cerita ternyata bisa juga berbagi dengan siapa saja. Alhamdulillah sangat-sangat, saya langsung (jadi) tersedu, begitu terharu. Mereka yang biasa acuh dan tak peduli pun langsung ikut nge-share dan melihat siaran ulangnya di youtube. Kalau bahagia bisa dibagi-bagi meski dari hal yang sereceh/ sekecil apapun seperti ini, kenapa tidak? Right?

Resolusi sebagai seorang blogger . . . 

Jadi sebenarnya, apa yang patut dibanggakan dari saya?

I'm proud to be a Blogger, dan sungguh sangat bangga ketika saya bisa merasakan momen-momen spesial seperti sharing session sebagai seorang pembicara dan narasumber kemarin, sehingga ilmu yang saya dapat juga tersampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya para pemuda yang masih punya semangat untuk mengembangkan potensi terbaiknya. Di setiap tahun, pastinya ada momen yang tak terlupakan selama menjadi blogger. Dan itulah momen spesial yang telah mengiringi hidup saya sebagai seorang blogger selama tiga tahun ini.

Resolusinya adalah terus menulis di blog dengan karya yang lebih hebat dari sebelumnya, dan berharap ada momen spesial yang lebih lagi selain menjadi seorang Blogger di Tahun 2019 ini. Be an author and novelis maybe. Amin Allahumma Amin.

Semoga selalu berkah dan dinanti karya-karya selanjutnya. Amin.
Apa momen spesial yang kalian dapat dari minat dan bakat yang kalian miliki selama ini? Sila share di kolom komentar ya! :)

Tabik,

Resolusi Tahun 2019: Get The Job, Be a Professional


Halo Januari !

Ngomongin tahun baru, mungkin ada banyak orang di luar sana yang sudah mempersiapkan wishlist atau resolusi di tahun ini jauh-jauh hari. Biar apa? Biar hidup kedepannya teratur sama konsep yang sudah dibikinnya. Nah, kalau saya sendiri masih selow saja kemarin. Alhasil bikinnya baru di awal tahun 2019 ini. Entah kenapa, mau bikin resolusi kok rasanya males banget, karena saya mikirnya hidup itu penuh kejutan, jadi tidak usah dibikin resolusi apa-apa. Alhasil, jadi begitu deh ya berkaca dari tahun 2018 kemarin. Hidup saya sungguh selow macam lagunya Wahyu - Selow. Bahkan sampai suatu waktu pernah bengong sendiri lama-lama macam orang bego' nahan kecirit mencret saking selownya. Kamu kenapa cor? kesambet? Nyokap nyincing sarung sambil nowel pipi. Tidak lama kemudian, saya diruqiyah. Lalu setannya terbirit-birit sambil menyanyikan lagu selow. Geblek! Sama sekali nggak lucu loh.

Bikin Resolusi 2019

Karena kejadian itu sungguh bikin kepala saya jadi pusing sebab menelan banyak pembicaraan yang tidak mengasyikkan dari mulut ular tetangga dan keluarga besar. Akhirnya saya memutuskan untuk bikin resolusi di tahun 2019 ini. Dengan penuh semangat, karena menurut ramalan tanggalan China, tahun ini saya akan kebagian jatah keberuntungan lebih-lebih di antara yang lain. Jadi saya tidak perlu khawatir bakal melakukan rutinitas seperti biasa; bangun tidur, gosok gigi, mandi kecil, masak-masak (telor ceplok+nasi putih), bengong di depan laptop. Saya rasa itu semua bakal berakhir di tahun ini, karena saya bakal jadi jutawan, dapat pekerjaan tetap sambil nabung cantik, tak perlu irit sampai mencekik. Akhirnya, resolusi ini saya buat sebaik-baiknya dan saya sesuaikan sama term and condition yang ada. Selamat datang masa Kejayaan spesies Blogisisus Fiksidisaurus. Makhluk blogger dunia maya yang doyan berkhayal. Selamat Nyonya Cory, mari kita lihat resolusinya!

Setelah saya corat-coret lama bikin Mind Map di buku harian anak bangsa, akhirnya saya temukan faktor-faktor yang menyebabkan kemunduran dinasti Coricori Cup di tahun 2018. Jangan sampai tahun ini terulang kembali kesalahan yang pernah dilalui. Dengan Teori SMART (Spesifik, Measurable, Acheivable, Relevant, and Time Bound) milik Peter Drucker, akhirnya saya bikin skema paling menggemaskan seperti infografis di atas. Silahkan diintip sendiri ya. Mari saya jelaskan lebih spesifik dan detail.

1. Spiritual

Sungguh sangat menyedihkan ketika batin terombang-ambing oleh dilema kehidupan yang amat memilukan. Kadang ragu untuk memutuskan, tapi segalanya bisa diatasi atas dasar keyakinan pada kekuatan sang Maha Kuasa. Jujur, selama setahun terakhir ini ibadah saya menurun drastis, dari yang dulunya rajin melakukan ibadah sunnah, kemarin jadi kebanyakan bengong mikirin problematika kehidupan. Terlalu larut dalam masalah sampai akhirnya lupa sama yang bisa bantu menyelesaikan masalah. Teruntuk kejayaan di tahun 2019 ini, dengan sigap saya menyatakan "siap berperang" melawan hawa nafsu, ego dan penyakit malas yang akan menyerang ibadah saya nantinya.

Disclaimer: mohon ma'af, tulisan di part ini tidak dimaksudkan untuk riya', hanya saja sebagai catatan untuk evaluasi diri dan memotivasi.

Bagian paling penting dalam hidup. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai seorang muslimah. Saya ingin menjalankan lagi ibadah sunnah seperti sholat dan puasa sunnah. Membaca al-Qur'an pun semoga makin rajin tiap harinya. Kalau dulu setiap selesai sholat fardhu pasti diakhiri dengan ngaji walau beberapa ayat pun, tapi setahun terakhir ini malah kampret. Baca ayat suci saja cuma bisa dilakuin selepas shubuh sama abis ashar, itu pun kalau tidak lupa (kebanyakan lupa pas abis ashar). Wirid juga dilakuin kalau hati lagi was-was saja, padahal setiap hari itu perlu (kata nyokap). Kalau do'a sih insyaallah tidak bakal lupa karena banyak maunya. Tapi kadang juga merasa lelah (padahal ini dilarang, karena setiap do'a pasti akan didengar sama Allah), jadi sayang banget kalau disia-siakan begitu saja.

Mulai tahun ini akan saya ajarkan pada diri sendiri yang namanya istiqomah dan sabar. Apalagi waktu sholat wajibnya, padahal cuma 5 kali sehari, tapi seringkali telat dan dilakuin cuma sekejap. Sedang wishlistnya sendiri banyak sekali. Jadi, semoga bisa terealisasi dengan baik resolusi spiritual di tahun 2019 ini juga tahun-tahun seterusnya. Makin bertambah tingkat keimanannya dan makin bertambah pula ibadah mahdhoh nya, biar semangat menjalankan hari-harinya.

2. Keuangan

Ini juga penting dalam kehidupan. Hari gini tidak punya uang? Mandi comberan aja sono! Ke toilet aja bayar kok. Semakin hari, kebutuhan hidup semakin beragam dan banyak sekali. Ada jutaan pilihan yang bikin pusing kepala. Hampir semua didominasi dengan uang. Ya, uang memang menjadi subjek dari segala keinginan dan kebutuhan manusia. Mau makan saja beli berasnya pakai uang, punya sawah? Ngolahnya juga pakai uang kan buat beli bibit, obat dan pupuknya. Apalagi sekolah atau kursus, semuanya juga butuh uang. Masaiya, kita tidak menghargai jasa para guru. Jadi jangan menolak ketika ada statement mengatakan bahwa saat ini uang lebih berkuasa dibanding apapun. Uang ternyata sudah menjadi suatu hal yang penting saat ini.
Setahun terakhir juga saya sempat bikin kesalahan fatal masalah uang. Tapi kalau boleh diambil hikmahnya semua itu adalah ujian pertahanan hidup. Seberapa besar saya berjuang. Dalam setahun satu keluarga kecil kami mengalami sakit parah, pengeluaran banyak sekali tidak sebanding dengan pemasukan yang ada. Masih untung sakitnya bergantian, kalau tidak sudah wallahu a'lam. Beruntung saya masih punya teman-teman yang baik, yang subhanallah mulia sekali hatinya, sudah seperti keluarga sampai ke jannatullah. Mereka semua dengan sigap membantu walaupun mengenal saya hanya sebatas satu profesi. Baru di tahun 2018 kemarinlah saya, ibu dan nenek mengalami pesakitan yang begitu mengerikan. Na'udzubillah, jangan sampai terulang lagi cukup kemarin saja.

Itu semua menjadikan saya hutang secara materi dan hutang budi. Meski tidak terlalu banyak seperti para koruptor (na'udzubillah), tetap saja menjadi beban ketika menjalankan aktifitas apapun. Semua yang saya lakukan di sosial media terkadang bikin hati saya menangis karena takut bikin mereka salah paham. Padahal kebahagiaan yang saya umbar adalah untuk menutupi segala pesakitan yang sedang kami derita, dan itu semua juga karena tuntutan profesi, be a professional. Alhamdulillah, sampai detik ini sudah lumayan membaik. Semoga semua hutang yang saya punya terlunasi dengan baik di tahun 2019 ini seperti kesehatan yang saya miliki saat ini. Amin. Nilai moral: Menjaga kesehatan jiwa raga itu penting, menjaga amanah juga penting.

Kalau bahas soal keuangan memanglah rentan, apalagi bagi kaum menengah ke bawah seperti saya. Perjuangan harus ekstra lebih agar bisa merasakan hidup yang layak. Bisa senyum bahagia seperti teman-teman yang lain saja sudah syukur alhamdulillah. Makanya, resolusi keuangan tahun ini harus "EBOTANG" alias Enggak Boleh Ngutang dengan alasan separah apapun. Bismillah, mudah-mudahan Allah selalu memberikan kemudahan dalam mencari rizqi, agar tidak lagi terjadi hal-hal menyakitkan soal uang seperti di tahun 2018 kemarin. Kalau soal belanja, insyaallah masih bisa distop sewaktu-waktu, karena saya bukan tipe orang yang suka membeli barang kalau memang nggak butuh banget. Bismillah lagi, semoga banyak pemasukan dan bisa nabung tahun ini agar wishlist tahun kemarin yang gagal bisa terealisasi dengan barokah. Amin. 2019 Bebas Hutang, Tabungan Banyak. 

Untuk pemasukan, mungkin saya akan bekerja lebih keras mengikuti job kerjasama di blog, rajin ikut lomba blog (siapa tau menang kan ya), rajin ikut giveaway, rajin cari sponsorship (semoga ada yang mau), rajin ikut kuis, dan rajin menjual tulisannya. Semoga tahun ini goal nerbitin satu atau dua buku. Minimal novel yang memotivasi lah ya, biar bisa dijual. Pendapatan tetap? Sedang dipikirkan matang-matang.

Skill

Ahay, topik yang sangat menakjubkan sekali. Karena saya pikir dulu saya tidak akan punya skill apa-apa selain jadi orang pendiam dan cengeng. Dikit-dikit diem, dibully diem, dihina diem, diremenih diem, dicaci-maki diem, abis itu nangis sendirian di pinggir empang supaya tidak ketahuan ibu kalau saya sedang dirundung masalah. Hehe. Maaf, kalau kisah hidupnya kok sepertinya tersakiti terus dari kecil. Memang begitu faktanya, tapi alhamdulillah semakin kesini saya semakin merasakan nikmat Allah yang luar biasa. Banyak hal tak terduga, kebahagiaan tak terkira yang sebelumnya sama sekali tidak ada dalam khayalan hati dan pikiran. Saya jadi lebih terbuka dan punya fans banyak dimana-mana. Hehe. Abaikan.
Dari kecil, mungkin sejak berada di bangku Taman Kanak-kanak, keahlian saya adalah menggambar. Sampai SD kelas 3, mata pelajaran kesenian yang saya dapatkan selalu A++, sampai kelas 3 SD jugalah terakhir kalinya saya ikut lomba menggambar, mewarnai dan melukis. Padahal, semua coretan berwarna yang saya tuangkan adalah hasil dari kecintaan saya terhadap berkhayal. Andai saja ibu tahu kalau era digital seperti sekarang bakalan lahir dan menguasai teori akademisi yang membosankan itu, yang mana siapapun dengan keahlian apapun punya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan dihargai setinggi-tingginya. Mungkin ia tidak akan terlalu memaksa saya untuk jadi apa, dan skill menggambar yang saya punya juga tidak tertunda sampai bertahun-tahun lamanya. Mungkin juga jika waktu itu ibu tidak melarang, skill menggambarku akan lebih terlatih dan mahir seperti sketcherman-sketcherman handal di dunia desain grafis seperti sekarang. Itu andaikata jika ibu bisa meramal masa depan. Kemungkinan-kemungkinan besar saya jadi seniman terkenal bisa saja terjadi hari ini. Tapi sudahlah, toh waktu juga tidak dapat diputar kembali kan? Terlambat mengejar lebih baik daripada tidak sama sekali. Mari kita kejar impian kita.

Dulu, menurut ibu saya. Kalausaja tidak pandai berbahasa dan tidak pandai berhitung juga hafal teori fisika kimia, saya bakal jadi ibu rumah tangga biasa yang hobinya nonton tv di rumah sambil momong anak. Tapi ternyata kahayalan tingkat dewa itu telah sirna termakan teknologi baru yang makin kesini makin memberikan peluang bagi siapa saja yang memiliki skill di bidang apapun. Saya sedikit menyesal, karena ilmu fisika kimia dan matematika saya telah hilang begitu saja semenjak kuliah jurusan filsafat yang tak membutuhkan teori hukum newton juga rumus-rumus albert einstein. Jujur, di sini kadang saya merasa sedih.

Tapi alhamdulillahnya, nikmat Allah lagi-lagi tidak pernah mengkhianati siapapun. Ternyata skill menggambar saya masih menempel dalam kreatifitas otak kanan saya. Mereka masih menunggu, kapan saya akan mengasahnya lagi. Hingga suatu hari saya memutuskan untuk les sendiri via artikel dan youtube. Semua saya kerjakan secara otodidak. Belajar photoshop, illustrator (sedikit), premiere, after effect, semua saya jalani pelan-pelan. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk ngeblog dan menjadikan buah karya otak kanan saya itu sebagai infografis dan audio visual pendukung suatu konten yang saya tulis dan bagikan di rumah lifeascory.com.

Tidak sedikit biaya yang saya keluarkan. Saya rela tidak menghabiskan uang jajan demi nongkrong sampai malam di warnet sepulang sekolah untuk mempelajari tips dan trik yang saya butuhkan. Kalau dikalikan berapa totalnya mungkin sudah mencapai jutaan rupiah. Bingungnya setengah mati kalau belajar sendirian. Maklum, saya orangnya tidak suka banyak omong apalagi nanya-nanya ke orang yang suka meremehkan. Whalah, wong gak duwe ae atek belajar ngunu-ngunuan barang, Kanggo opo seh? Sombonge, opo anane opo'o dadi wong (Halah, orang miskin saja pake belajar kayak gituan; editing, ngoding etc. Buat apa sih? Sombong bener, apa adanya aja sih jadi orang). Sori ya, buat saya pengetahuan bukan terbatas bagi orang menengah atas saja. Bukannya mau sombong, tapi setiap orang juga punya kesempatan toh. Jadi biarkanlah diriku bereksplorasi, ngapain sewot sih. Hehe. Begitulah drama kenapa saya lebih memilih belajar sendiri. Jadi saya memang serba salah.

Alhamdulillah, rizqi yang saya dapat selama ini berkat buku yang saya baca, ilmu yang saya karungi, dan skill yang saya gembleng lagi mulai dari awal. Andai dari dulu ada les desain grafis atau programmer macam sekarang, mungkin saya akan gemar menabung dan ikut lesnya sampai saya sukses jadi hacker dan desainer. Buat kalian yang punya skill macam saya tak usah pusing belajar sendiri. Kalau ada tutor yang bisa ngajarin kita sampai mahir kenapa harus belajar sendiri. Karena masih banyak rahasia yang tidak terungkap di youtube atau artikel apapun yang bisa kalian dapat lengkap dari kursus.

Dumet School menetaskan para desainer dan programmer keren di usia muda


Di era digital seperti sekarang, segalanya jadi merasa dipermudah. Kalau sudah dipermudah begini ngapain harus dipersulit, iya kan? Dulu memang sulit buat nyari tempat kursus belajar desain grafis apalagi programming. Semua serba pelit-pelitan supaya diakui orang lain bahwa hanya dia yang bisa berkarya. Tapi buat apa, punya segudang ilmu tapi tidak ada manfaatnya buat orang lain. Saat ini orang sudah mulai terbuka dan ingin berbagi. Berbahagialah masih ada tempat yang mau menampung dan dengan ikhlas mengajarkan pelan-pelan sampai mahir betul. Semua kerja keras itu butuh kalian pikir matang-matang dan kalian hargai setinggi-tingginya, supaya ilmu yang kalian dapat juga bisa dihargai setinggi-tingginya sama orang lain.

Buat yang senasib sama saya, punya skill yang sama seperti saya, jangan menambah beban kehidupan dengan belajar otodidak kalau memang belum siap. Mending sabar dulu, berjuang dulu untuk nabung, baru deh ikut kursus yang bergaransi seumur hidup. Sambil nyari rizqi yang halal di bidang lain, kita bisa nabung untuk skill yang sudah kita idam-idamkan sejak lama. Yang bakal mengangkat derajat kita nantinya. Daripada marah-marah karena kesal sendiri tidak paham kode-kode alien yang tertera dalam program, makin bikin kita stress dan nggak fokus lagi. Kalau kurang percaya sama tempat kursus yang minim peminatnya, saya sarankan sih kursus saja di Dumet School. Karena setahu saya, Dumet School ini sudah terpercaya sejak lama, banyak peminat, dan banyak juga menetaskan para desainer muda dan programmer handal dari berbagai kalangan di seluruh Indonesia.


Selain itu juga, buat kalian yang udah siap kursus dari segi apapun, Dumet School sedang mengadakan promo Diskon 30% buat yang daftar bulan Januari 2019 ini. Jadi, tahun baru kalian langsung dapat ilmu baru. Lumayan kan, diskonnya up to 30%, kalau dihitung-hitung daripada ngabisin kuota untuk belajar sendiri, mending ikutan kursus yang dijamin mahir sampai sukses menetaskan karya baru. Hajar skill sampai bertelur, jadi tinggal mengerami saja sampai jadi karya dan pekerjaan profesional. Untuk info detailnya, kalian bisa akses websitenya di sini. Insyaallah amanah (semua informasi terkait testimoni, tempat kursus, harga dari setiap program yang dibutuhkan, dan lain sebagainya lengkap dituliskan di website officialnya).

Buat yang mau berkenalan dulu dengan Dumet School (baca review, liat murid-muridnya, program amal yang lainnya) atau tidak mau ketinggalan info terbarunya (tentang promo harga kursus dan lain sebagainya), bisa mengunjungi dan like Fanpage Dumet School juga follow instagramnya @dumetschool.

Pekerjaan

Resolusi 2019 yang lainnya adalah masalah pekerjaan. Supaya pundi-pundi rupiah terus mengalir dan harapan di tahun ini terwujud dengan berkahnya, maka saya harus semangat nyari kerja. Mau kerja apa? Saya hanya wanita biasa yang tak punya ijazah apa-apa (yakin?) selain pengalaman yang bejibun. Saya sudah mapan memandangi laptop yang hampir 24 jam setiap hari non stop. Hampir loh ya, jangan salah mengartikan. Alhamdulillah, saya diberkati mata yang tahan banting. Insomnia sudah menjadi qodam saya sejak kecil. Tanpa bantuan kacamata minus atau plus sampai saat ini alhamdulillah mata masih berfungsi dengan baik. Semoga tetap bertahan sampai punya anak tiga nanti. Amin. Nikah aja belom mbok. Kerja yuk, kebut cari duit!
Saya juga kepengen bisa kerja kantoran macam teman-teman saya yang pagi-pagi benar sudah naik busway atau commuterline dengan atribut yang luar biasa demi bisa sampai kantor dengan cepat. Tapi kalau bisa menciptakan kantor sendiri di rumah, kenapa tidak iya kan? Selama ini saya diberi kesempatan oleh Allah untuk menikmati dunia luar dan rizqi gratisan banyak sekali, jadi untuk pengalaman yang saya dapat dari menulis di dalam sepetak kamar saja, sudah bisa menjadi pengalaman untuk bikin kantor sendiri di rumah kan? Baiklah.

Lagian, punya kantor di rumah bukan berarti tidak keluar sama sekali dong. Meeting kerjasama juga butuh ketemu klien di luar, cari pengalaman baru dan bahan tulisan baru juga butuh keluar. Jadi jangan salah mengartikan lagi, kalau kerja di rumah berarti jadi orang rumahan yang tak tahu malu diomongin tetangga karena kelihatan nganggur. Be a smart content creator and professional job. Ada yang punya resolusi yang sama dengan saya? Punya kantor di rumah itu menyenangkan loh. Coba aja, yuk bareng saya merealisasikan resolusi pekerjaan tetap yang profesional di tahun 2019 ini. Amin.

Social Media

Lagi happening banget sekarang. Punya instagram harus bisa swipe up, biar apa? Biar kelihatan keren dong. Ngaco! Biar gampang aja gitu para followers membaca artikel yang kita tulis di blog atau mengakses informasi yang kita bagikan. Betul. Ini serius, penambahan followers di sosial media benar-benar mempengaruhi mood bekerja sebagai seorang influencer, writer, blogger, atau pekerjaan dunia maya lainnya loh. Buktinya, mari kita buktikan sendiri. Hehe. Yang jelas, bagi saya peningkatan jumlah likers, followers, dan subscriber di akun sosial media yang kita punya adalah suatu kebanggan bersama dan motivasi untuk terus berkarya. Kenapa? Itu artinya orang lain suka dengan karya kita, orang lain ikut bangga dengan karya kita, dan orang lain sedang menantikan kita untuk menetaskan karya baru yang bisa mereka ambil manfaatnya. Mulia sekali bukan pekerjaan ini? Semoga.


Selain menambah semangat buat terus berkarya, penambahan followers, likers dan subscriber bisa menambah poin ketika kita diajak kerjasama dengan suatu perusahaan atau sponshorship. Kenapa? Karena dengan begitu, mereka jadi semakin yakin bahwa apa yang sudah kita lakukan bisa membawa dampak positif bagi konsumen juga tingkat penjualan dan keuntungan perusahaan mereka. Alhamdulillah kan bisa saling membantu, saling menguntungkan di jalur positif. Yang penting: harus jujur dong ya.

Poin penting lagi dalam resolusi peningkatan akun sosial media saya di tahun 2019 ini adalah bisa meningkatkan nilai DA (Domain Authority), PA (Page Authority), dan PV (Page View) blog yang saya punya. Karena dengan meningkatnya segala angka-angka yang ada, bisa jadi nilai rupiah yang akan saya punya dalam satu tahun ini akan meningkat juga. Siapa tahu jadi jutawan internet atau milyarder kan? Haha. Amin aja dulu ya. Amin, semoga resolusinya terealisasikan dengan baik dan berkah. Mari berteman di sosial media. Sila klik Contact ya.

Gaya Hidup


Oh jelas, resolusi gaya hidup ini juga harus direalisasikan mulai tahun 2019 ini. Pola hidup sehat (karena sudah pernah merasakan sakit itu luar biasa cobaannya, bikin segalanya jadi mandeg), supaya jiwa dan raga kita tetap fit demi berjuang di jalan kebaikan sebagai seorang content creator masa kini. Outfit muslimah harus terus dijalankan, supaya tidak sia-sia punya status muslimah di ktp sejak lahir. Tidak usah muluk-muluk ketinggian, baru jadi blogger biasa saja sudah sok iye, gaya hidup glamour, hedon kayak orang-orang social climber dan jutawan. Jangan deh ya, cukup jadi muslimah sederhana yang mengantongi banyak amal kebajikan saja, supaya segala urusan dipermudah sama Allah sampai ke syurganya. Kalau untuk penampilan biasanya menyesuaikan perkembangan zaman, yang penting tidak melenceng dari syariat islam dan budaya yang ada.

Relationship

Aduhai, ini part yang bikin dug dug ser. Gimana tidak, di tahun ini saya bakal mencoba hal-hal baru termasuk meng-unfriend, meng-unfollow, juga mengharap ada status baru yang terjadi. Ehem. Mungkin bahasa kasarnya memilih-milih teman kali ya, tapi bukan berarti sembarangan buang orang untuk berhenti diajak berinteraksi. Tidak! Saya hanya ingin menentukan, siapa saja yang bisa diajak berjuang tanpa harus mempengaruhi pola pikir saya kedepannya (maksudnya pola pikir yang negatif ya). Tapi benaran loh, serius. Lingkungan atau teman itu bisa menjadi salah satu faktor yang bisa mengubah pola pikir, perilaku, dan gaya hidup kita. Kalau kita berteman dengan orang baik, lambat laun kita akan tertular menjadi lebih baik. Kalau kita berteman dengan orang yang (ma'af) perilakunya buruk? Ini lebih gampang menular. Contohnya saja: ngegosip.

Makanya, tahun ini mau dikurang-kurangin. Tapi insyaallah sih, teman-teman yang satu profesi dan yang saya kenal selama ini lebih banyak membawa pengaruh positifnya jadi kemungkinan yang saya hapus-hapus adalah manusia-manusia robot yang unfaedah. Hehe. Mohon ma'af untuk part yang ini. Mungkin kalian juga paham maksud saya. Siapa tahu kan, sosial media saya di tahun ini beneran membludak. Kan harus pilih-pilih teman juga nantinya.

Menyoal ganti status, dalam hati saja deh ya penjabarannya. Di Amin-kan saja semuanya. Semoga lancar sampai the day nya. Amin.

Wawasan


Semakin banyak kita berkarya, itu artinya semakin banyak pula pengalaman dan informasi yang harus kita gali. Biasanya saya mengakali dengan mengkategorikan per kebutuhan. Untuk kebutuhan menulis cerita saya biasa baca novel atau buku-buku yang agak berbobot (bahasanya nyeleneh) biar ceritanya semakin menarik. Untuk blog sendiri saya biasa membaca suasana dan blogwalking mencari informasi terbaru untuk dijadikan referensi dan dishare ulang. Semoga tahun 2019 ini saya makin rajin beli buku, baca buku, dan menghargai karya orang lain. Amin.

Wow, lumayan banyak juga ya resolusi yang saya buat di tahun 2019 ini. Insyaallah jika usaha dan do'anya bisa dilakukan secara gencar-gencaran, tidak akan ada yang tidak mungkin di dunia ini. Get The Job; Be a Professional Content Creator, Blogger, Youtuber, dan Author semoga bisa terealisasi dengan baik sesuai harapan dan mind map. Ketika Allah bilang "Kun" fa "Yakun", Terjadi, maka Terjadilah. Mari berjuang bersama, kawan! Apa resolusi kalian di tahun 2019 ini? Share juga dong di kolom komentar.

Tabik,

Nyobain Masker Baru dari Aqma Skincare


Ah, lagi-lagi syantik. Buat siapa sih cantik-cantik amat? Haha, najong.

Ini tidak bicara menyoal cantik saja, tapi sehat ceria dong. Menjaga kesehatan kulit juga salah satu bukti bahwa kita mensyukuri apa yang sudah Allah berikan kepada kita kan. Jadi, ketika kita diberkati nikmat wajah yang cantik dan mulia, harus dijaga sebaik-baiknya dong ya supaya Allah juga tidak marah. Bukan begitu sodara-sodara? *eh, emang gue ngerasa cantik? sudah sudah, mari kita lanjutkan saja pembahasannya.

Aseli, saya ini orang yang paling mbuh-mbuhan ngomongin soal skincare, makeup, sama apapun sejenisnya. Lha wong saya bukan seorang beauty enthusiast kok ya, jadi wajar-wajar saja toh nggak tahu apa-apa. Apapun yang saya bagi di blog ini ya memang berdasarkan pengalaman pribadi saja sekali dua kali menikmati sajian produk made in dunia fana' bikinan makhluk Tuhan paling sempurna. Mari saya kenalkan produk baru dari Aqma Skincare.

Peel of Mask Aqma Skincare


Kalau ditanya sudah pernah pakai masker apa saja, dengan lantang akan saya jawab: pakai masker kain si penutup muka saat jalan-jalan, karena sesungguhnya saya adalah orang paling mager oles-oles sesuatu ke muka meski banyak sekali waktu senggang. Ya kan, ritual peel of mask itu sebenarnya bisa dilakukan kapan saja sambil ngapa-ngapain toh, tapi dasar saya nya saja yang super mager. Jujur ya, ritual yang sering saya pakai ya oles-oles wajah dengan masker lemon dari ovale yang warna kuning dingin gitu. Itu pun biasanya rajin ngoles pas minggu-minggu awal saja, setelah itu bye. Menjamur sampai dua tiga tahun kedepan. Padahal mimpi-mimpi sering pakai sheet mask kakao talk ala-ala artis korea gitu, tapi wassalam.


Akhirnya, setelah sekian purnama tidak maskeran sebab keseringan tidak cocok (bertentangan dengan kondisi kulit), ku putuskan untuk hijrah mengikuti uji coba beauty blogger pakai masker yang kalau sudah setengah kering di muka bisa langsung dikelupas. Mbuh, apalah itu namanya.

Masker ini sebenarnya sudah saya dapatkan sejak akhir tahun 2018 kemarin, tapi saya baru update di blognya sekarang. Saya pikir saya mau mereview pas habis sudah semua persediaan. Ndilalah kok ya masih ada dua pack lagi yang menganggur. Yasudah, saya putuskan untuk mereview seadanya saja.

Nyobain Masker Greentea

Awal kali dapat masker ini, saya langsung eksekusi di muka. Mau ngetes cocok apa tidak saat saya pakai di musim kemarau berkepanjangan saat itu. Amit-amit. Alhasil memang mendinginkan muka sih, jadi lebih segar gitu setelahnya. Saya pilih varian Greentea karena saya addict banget sama matcha. Jadi ya bisa kalian tebak sendiri jelasnya. Waktu saya terima paketnya, ada tiga varian yang bisa saya nikmatin. Greentea, Gold, dan Aloevera. I choose greentea of course for the first time.

Kemasan

Saya pun tak paham, ini kemasannya terbuat dari apa. Dibilang plastik juga bukan, dibilang kertas juga bukan. Sepertinya perpaduan antara keduanya. Nah loh, ketahuan banget kan saya memang kurang cocok disuruh review-review produk kecantikan begini. Jelasin ingredient nya saja pusing kepala, apalagi nama kemasan, jenis kemasan, apalah-apalah deh ya itu. Yang saya tahu hanya desainan covernya cantik dan menarik. Udah itu saja.

Ingredient, Teksture & Cara Pakai

Di kemasannya sendiri kurang dijelasin ingredient sesungguhnya apa saja. Hanya dibilang mengandung gold, greentea, ekstra aloevera ya begitu begitu saja. Teksture seperti masker pada umumnya, tapi jenisnya serbuk/bubuk. Nanti kita bikin sendiri adonannya sebelum dioleskan ke muka. Kalau untuk cara pemakaiannya sih oke punya. Di kemasan diletakkan infografisnya, jadi buat yang awam pakai banget soal masker pasti langsung ngerti.

Hasil Pemakaian

Duh, ini sih yang paling saya sukai. Alhamdulillah di muka saya cocok. Nggak bikin jerawatan apalagi kusam. Setelah maskeran malah kelihatan lebih segar dan bersinar. Woho, sunrise like a diamond. Serius sih, enak banget pas dipakai dan hasilnya lumayan memuaskan. Apalagi kemarin pakainya pas panas menyengat, gila sih muka jadi adem tanpa babibu.

Detailnya bisa kalian tonton dalam video di bawah ini ya :)
Bye~


Aqma Skincare Peel of Mask Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang
(Lumayan Memuaskan)

Blogspot Kamu Belum TLD? Ganti ke Domain .blog Yuk ! #MakinMudah Pakai Jagoan Hosting


Rasanya baru kemarin saya bikin blog. Tapi ternyata, bentar lagi blog saya akan berulang tahun yang ketiga kalinya. Benar, usianya sudah hampir tiga tahun memasuki awal tahun 2019 ini. Semoga segala berkah melimpah di tahun ini ya, nak. Amin.

Sejak saya bikin blog tahun 2016 silam. Sampai detik ini pun masih banyak sekali teman lama atau siapa pun yang tiba-tiba nongol pengen ikutan bikin blog juga. Katanya biar kaya mendadak bisa menerbitkan buku dan ada sejarah kepenulisannya. Rata-rata sih pengen jadi novelis yang berawal dari blog macam bang Raditya Dika. Biar pun kebanyakan berawal dari curhat sih ya. Tidak ada kata terlambat memang. Saya bilang, "yasudah bikin blog segera sana!" mereka akhirnya eksekusi.

Baca juga:

Ngomongin soal blogging, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu pemilihan platform dan domain (beserta namanya). Untuk platform sendiri saya menyarankan dua opsi yaitu blogspot dan wordpress. Tergantung seberapa mudah mereka paham memakai platform yang mereka pilih. Dari mulai posting, editing, hingga berbicara soal web hosting. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jadi kalau harus mengikuti jejak saya sih, saya memilih pakai platform blogspot. Karena saya kurang paham (menyoal plug in terpisah) di wordpress, cara memasang domainnya pun saya rasa lebih mudah dan harganya terjangkau (cuma beli domain saja, free web hosting). Secara tampilan pun saya rasa lebih gampang menyesuaikan dan mengedit htmlnya di blogspot. Terus, bagaimana cara memilih domain untuk blogger pemula seperti saya?

Pilih domain .blog untuk website pribadi


Untuk menjadi blogger profesional, peningkatan performa saya rasa sangat penting untuk menunjang profesionalitas jenjang karir dunia perbloggeran. Secara, sampai saat ini makin banyak ditemukan peluang pekerjaan dan mengucurnya pundi-pundi rupiah dari usaha tulis menulis di blog. Jadi, tidak heran juga sih, banyak blogger pemula yang tengah berusaha mati-matian untuk menulis hebat dan mengatur segala performa terbaiknya di blog. Seperti mengganti sub domain dari platform bawaan yang tak berbayar alias gratis menjadi Top Level Domain (TLD) dengan berbagai macam nama domain yang dirasa unik untuk membranding website pribadinya. Amazing!

Saya sendiri bertransformasi ke TLD sejak tahun 2017 silam. Setelah satu tahun menikmati gratisan subdomain bawaan blogspot, akhirnya saya berdiri tegak untuk mendirikan sebuah blog profesional dengan domain .com. Tapi dengar-dengar, ada domain baru yang bikin geger sejagat maya dunia perbloggeran deh ya. Siapakah dia? Kenapa harus dia? Yang tiba-tiba muncul dua tahun silam lalu terkenal dengan keunikannya? Benar sekali, dialah domain .blog yang mungkin banyak dari kalian yang belum tahu benarkah dia sudah selevel .com, .net, .id, dan sejajarannya. Mari kita ketahui bersama!

Domain .blog belum banyak yang pakai, siapa yang boleh pakai?

Yass, karena domain .blog ini tergolong masih baru alias masih kinyis-kinyis, so pasti banyak dari kalian yang belum tahu apalagi memakai domain ini. Dan pasti banyak juga yang meremehkan kekuatan super milik .blog ini. Nggak percaya kalau dia punya kekuatan super? Sini saya bisikin!

Meskipun domain .blog ini usianya masih piyik alias masih sekitar dua tahun lalu, tapi domain ini sudah naik pangkat setingkat .com, .net, .id, atau domain-domain termasyhur yang lain. Buktinya? Seorang pelopor blogging, Dave Winer saja (yang menggunakan software blogging sendiri, 1999.io) menggandeng .blog dan menamai alamat webnya dengan dave.blog. Hebat kan? Pastinya.

Question: tapi kenapa masih belum banyak yang pakai kak?
Answer: you know, dia masih baru lahir, masih baru dipromosikan, masih banyak yang belum tahu, dan masih menjadi nama domain terunik dari domain-domain termasyhur yang lainnya. Jadi wajar kalau banyak yang belum tahu. Makanya, kalian pakai juga biar makin banyak yang tahu.

Question: kok kakak nggak pakai .blog juga?
Answer: saya baru beberapa bulan yang lalu memperpanjang masa aktif domain, dan saya juga baru kenalan sama .blog, kalau saya tahu .blog lebih awal mungkin saya juga akan pakai .blog!

Question: Siapa aja sih kak yang boleh pakai .blog?
Answer: Siapa pun yang sudah memiliki blog baik di platform blogspot atau wordpress. Terlebih buat ngebranding diri atau karya kita. Bukan untuk jualan ya.   

Karena .blog itu unik, tidak seperti yang lainnya. Terus berasa ngebranding banget kalau si pemakai adalah seorang blogger. Jadi kenapa harus ragu menggandeng dia?

Memakai .blog website kita lebih mudah ditemukan nggak sih?


Of course, saya setuju kalau ada yang bertanya soal kemudahan .blog ditemukan. Dan tentunya, si pencipta TLD baru .blog juga tidak akan tinggal diam dong. Secara, di tahun pertama peluncuran .blog sudah ada sekitar 250,000 pengguna di dunia dengan platform yang berbeda-beda, dan diperkirakan akan ada banyak lagi yang mengikuti jejak mereka, termasuk saya sendiri, insyaallah. 

Dan seperti yang kalian ketahui juga, bahwa google baru saja memperbarui algoritma terbaiknya untuk lebih mengenali Top Level Domain (TLD) baru termasuk .blog ini. Menurutnya, "akhiran nama domain baru tidak diperlakukan berbeda dengan nama domain tradisional seperti .com atau .org. Nama domain dengan akhiran baru akan ditampilkan dalam pencarian sama seperti nama domain lainnya. Misalnya jika ada yang mencari situs/ blog pribadi seseorang beralamatkan Coffee Club, maka orang itu akan menemukan coffee.club (domain .club) pada URL mereka"

Question: Apa yang dapat kita lakukan secara pribadi untuk membuat alamat baru yang lebih mudah ditemukan? Jawabannya adalah memenuhi harapan pengunjung. Seperti apa? Jika kita berprofesi sebagai seorang blogger, ya kitanya harus pinter bikin konten kreatif, informatif, atau yang terpenting bikin betah pengunjung. Alangkah lebih uniknya lagi ketika orang lain mengingat situs website kita dengan domain .blog yang mungkin saja bisa ngebranding dengan cepat website pribadi kita. Misal, nama blog kita adalah Jurnal Jasmine, maka nama domain yang kita pakai adalah jurnaljasmine.blog, dan saya pikir orang lain juga bakal banyak yang ingat kalau Jasmine punya blog yang beralamatkan itu.

Mahal nggak sih harga domain .blog? Di mana Belinya?


Tidak usah membayangkan yang terlalu menyakiti perasaan, bahwa semua harga domain terbaru itu rata-rata mahal. Buktinya .blog masih bisa dijangkau sama pedagang asongan. Emang berapa harganya? Harga promo saja cuma 25,000 Rupiah/ per-Tahun loh. Bahkan kemarin sempat ada promo lagi cuma 18,000 Rupiah/ per-Tahun (tapi sayang sampai tanggal 9 Januari 2019 doang). Di mana? Jagoan Hosting! Kebayang untungnya nggak sih? Setahun cuma 18ribu, kita sudah bisa pamer TLD ke semua teman dan makin semangat juga ngeblognya.

Belum tau juga apa itu Jagoan Hosting? Jadi, jagoan hosting itu merupakan penyedia layanan web hosting murah di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 2007 yang dikhususkan untuk melayani customer entry-level yang menginginkan web hosting murah dan kualitas hosting handal dan juga domain murah. Cari Domain Murah? Di sini dong.

#MakinMudah Pakai Jagoan Hosting


Balik lagi ke pilihan pertama, kita mau pilih platform blogspot apa wordpress. Saya sarankan jangan ikut-ikutan orang, yang terpenting adalah menyesuaikan selera dan kebutuhan kita sendiri saat ngeblog. Kalau kalian nyaman dengan performa blogspot ya mending pakai blogspot (lebih simpel, sederhana, dan mudah edit html), tapi kalau kalian tipe orang yang suka berpetualang dengan mengoprek segala sesuatunya (dari mulai tampilan, plug in, dan lain sebagainya), ya mending pakai wordpress saja, karena kelebihan wordpress sebenarnya banyak sekali dibanding blogspot. Tinggal kitanya saja, bisa apa nggak ngopreknya dan kuat apa nggak menyiapkan budget untuk bereksplorasi dengan kelebihan itu semua. Kalau saya sendiri sih belum siap. *tepok jidat sambil lari terbirit-birit

Kadang saya sendiri merasa iri ketika buka salah satu situs yang tampilannya clean banget, tapi bikin betah pas baca postingannya. Rata-rata mereka pakai platform wordpress yang dengan rela mengeluarkan uang bulanan demi tampilan blognya yang ciamik. Semacam responsive slider, tata letaknya yang super macam-macam, paragrafnya yang oke punya, juga infografisnya berbintang tralala. Sungguh, saya merasa iri. Jujur, saya memang masih belum siap untuk mengeluarkan budget segitu banyak untuk ngeblog, karena rata-rata pengeluaran saya lebih banyak dibanding pemasukan. Tapi saya masih ada keinginan untuk bertransformasi ke wordpress entah kapan, karena sekarang masih nyaman dengan blogspot yang gratisan web hostingnya.

Apalagi saat melihat promo yang ditawarkan sama Jagoan Hosting, rasanya saya ingin buru-buru berpindah haluan ke wordpress atau bikin blog baru lagi lengkap dengan web hosting.


Harga dimulai dari 5,000/ per-bulan sudah bisa menikmati cloud hosting fame. Kalau kebutuhannya tidak banyak atau hanya sekedar tulis menulis sih hosting 500MB Space ini cocok buat kalian yang masih pemula. Tapi kalau untuk blog saya sendiri ya no no saja pakai yang sedikit space gitu, karena dari sekian banyak perhitungan yang saya kalkulasikan kira-kira blog saya dari tahun 2016 ini membutuhkan storage yang unlimited space. Secara, saya orangnya perfeksionis banget. Kalau saya bertransformasi ke wordpress, mungkin dari tampilan saja sudah banyak yang akan saya tambahkan. Otomatis plug in bisa bertebaran dimana-mana. Banyak maunya. Belum lagi foto-foto dari setiap postingnya, infografisnya, semua pasti membutuhkan ruang yang lebih. Jadi, kemungkinan saya akan mengambil paket cloud hosting superstar. Woho, berasa superstar banget ya blog "Cory and Her Journey". Amin sih, semoga suatu hari nanti saya bisa merealisasikan hajat ini. Sekarang nyicil-nyicil belajar dulu sembari nabung, karena untuk tampilan sekece blognya Jessica Slaughter juga harus bayar themes.

Kenapa harus beli di Jagoan Hosting sih kak?


Selain terpercaya (sudah ada sejak tahun 2007), Jagoan Hosting juga selalu mendapatkan rate 4.4/5 bintang dari setiap konsumennya. Rata-rata mereka puas dengan semua pelayanan yang didapatkan. Entah itu kecepatan servicenya, proses pembeliannya, proses aktivasi dan pembuatannya, atau pun akses websitenya/web accelerator (membuat kecepatan website kita jadi 10x lebih cepat).

Dan ada yang lebih unik lagi iya kan, selain kita bisa bayar via virtual account bank, membeli domain atau paket hosting di Jagoan Hosting ini bisa pakai Go Pay loh. Nah, #MakinMudah saja kan ya, jadi enak belanja dan bayarnya. Tinggal klik-klik saja langsung beres.


Oke, mari kita balik lagi ke .blog. Kira-kira apa sih kak keuntungan kita memakai domain .blog? Sebagian sudah saya beberkan di atas kalau .blog itu unik, top level domain masih baru alias kinyis-kinyis, jadi belum banyak yang punya. Kalau kalian pakai domain .blog otomatis bakal ngebranding kalian banget. Apalagi konten yang  kalian sajikan bermanfaat banget buat pembaca, lain daripada blog yang lain, juga oke banget tampilannya. Ditambah lagi sekarang harganya masih murah, promo masih bertebaran dimana-mana. Jangan salahkan kalau-kalau beberapa tahun lagi harga domain .blog meroket pesat, naiknya drastis sebab sudah jadi selebgram number one mengalahkan top level domain yang lainnya.

Jadi ya, tunggu apalagi. Buat kalian yang blognya masih ada embel-embel blogspot atau wordpress dot com nya, segera ganti saja menjadi TLD milik kalian sendiri. Ingat, sebelum domain .blog menjadi selebritis loh.

Tabik,

Thoughts: Ingin Punya Rumah Sendiri


Sebelumnya, saya ucapkan Selamat datang Tahun keberuntunganku, 2019. Shio Monyet akan bernasib lebih beruntung dari shio-shio yang lain, dan siapa saja para anggota Shio Monyet yang menikah dengan orang setengah baya di tahun ini maka nasibnya akan lebih berjaya. Amin. Itu menurut ramalan tanggalan china sih, mau percaya apa enggak, semua bergantung dengan ikhtiyar. Seberapa dekat kita dengan Tuhan, sampai Dia rela memberikan keberuntungan yang begitu banyak kepada manusianya. Semoga ramalan itu benar diberikan Allah kepada seluruh makhluknya, tak terkecuali saya. Dan semoga ibadah ini makin bertambah dan makin dekat dengan-Nya. Bukan kembali ke Rahmatullah loh ya, belum siap saya-nya, plis. Urusan Utang Piutang dan tanggung jawab saya sebagai seorang manusia penghuni jannatullah belum semuanya terlunasi dengan baik. Semangaaaat! Saya adalah salah satu dari jutaan manusia yang masuk kategori Shio Monyet, katanya.

Uang telah memotivasi orang untuk beribadah

Jujur, saya selama ini hidup cuma numpang di negara orang, di tanah orang, dan di rumah orang. I know, semua harta benda di dunia ini (dunia dan seisinya) adalah milik Allah, tapi kalau lagi hidup di dunia macam sekarang kan semuanya serba diakui sama manusia. Jangankan sepetak rumah, hutan pun terkadang masih ada saja yang mengakui bahwa itu miliknya. Begitulah dilema yang sedang mengarungi batin saya. Jaman sekarang, tidak ada lagi yang sanggup tidur di bawah pohon atau rumah kayu yang masih bocor. Semua orang berusaha keras untuk bisa hidup layak. Saling memaksa diri untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkan, termasuk saya. 

Dari pagi sampai malam, sampai adzan shubuh lagi, masih berusaha untuk tetap menghasilkan pundi-pundi rupiah. Kenapa? Karena untuk beribadah sekecil apapun saja sekarang harus dimotivasi sama uang. Kerja adalah ibadah, kerja menghasilkan uang, uang telah memotivasi orang untuk beribadah. Betul? Oh bukan ya. Lalu bagaimana? Kita kerja mendapatkan uang, uang untuk hidup, dan hidup untuk beribadah kepada-Nya. Sudahkah saya beribadah? Saya pun masih menghitung-hitung, sambil merogoh diri ini. Intinya, hari ini dan seterusnya, uang itu dibutuhkan.

Back to the topic, jaman now jangan disamakan dengan jaman dulu. Dulu, orang masih bisa makan walaupun tak punya uang, dulu orang masih bisa kemana-mana walaupun tak punya uang, dulu orang masih dihargai walaupun tak punya uang, dulu orang tetap berkarya walaupun tak punya uang, dan dulu orang masih ikhlas membantu walaupun tak punya uang. Sekarang? Silakan dijabarkan sendiri. Pulsa saja masih dibeli pakai uang kok. Voucher? Nilainya uang juga kan. Beli rumah? Apalagi!

Rumah kita adalah Surga yang kita punya



Sebagai orang yang tak mengharapkan sepeserpun, bahkan memang tidak ada jatahnya untuk menerima warisan dari manapun (baik nenek, nyokap maupun bokap, karena mereka semua miskin secara materi, warisan saja tidak ada, bayangkan!), saya dituntut untuk bekerja keras lebih dari orang kebanyakan. Kadang saya merasa lelah juga, tapi mau bagaimana. Segala sesuatu katanya butuh perjuangan dan pegorbanan, butuh usaha lebih untuk mendapatkan yang lebih. Sedangkan ijazah perguruan tinggi saja saya tidak punya. Saya hanya perempuan biasa saja. Masih ndeso dan hanya punya bonus pengalaman yang bejibun.

Dari dulu, saya masukin rumah sebagai wishlist di setiap tahun. Supaya apa? Supaya saya ingat, ternyata saya, nyokap dan nenek membutuhkan itu semua. Ternyata saya masih hidup dalam bayang-bayang santet rumah tua yang hampir setiap hari meneror segala aktifitas yang ada di rumah. Kalau dibiarkan begini terus bagaimana saya bisa jadi manusia yang attitude dan segala keberuntungannya lebih maju dan berkembang? Saya rasa tidak ada sama sekali.

Di usia nenek dan nyokap yang semakin menua, saya hanya ingin merealisasikan impian kita bersama. Memiliki rumah yang layak untuk dihuni. Karena sesungguhnya rumah kita adalah surga yang kita punya.

Konsep rumah yang saya inginkan

Sebenarnya saya bukan tipe orang yang neko-neko. Cukup rumah panggung dengan taman yang luas juga tetangga yang baik hati seperti rumah-rumah yang disajikan dalam drama-drama Malaysia, rasanya sudah cukup. Tapi hidup di Indonesia menjadikan saya lebih serakah. Saya ingin punya rumah agak gedongan, karena saya sudah lelah dengan segala remehan manusia ketika tahu, oh jadi itu rumah kamu. Gubuk derita ya? Fine.


Saya jadi pengen punya rumah sendiri, pengen beli dengan hasil kerja keras sendiri, pengen punya rumah dengan konsep perumahan gitu tapi saya tidak pengen tinggal di perumahan. Entahlah, ada yang kurang menurut saya. Mungkin kurang bisa interaksi dengan tetangga macam drama-drama melayu yang asyik. Mungkin, tapi saya juga belum tahu takdir berbicara seperti apa nantinya.

Daridulu, saya lebih suka konsep rumah yang asri. Ada taman di depan, di samping dan di belakang. Saya pun tidak menginginkan rumah dua lantai kecuali memang lahannya kecil. Saya lebih suka konsep rumah yang lebar. Bukan berarti sok kaya mau beli tanah bermilyar hektar. Emang mau bangun perkampungan? Saya cuma pengen yang sesuai sama hati nurani. Karena ini rumah, untuk ditinggali, bukan satu atau dua kali tapi untuk selamanya sampai akhir hayat nanti. Makanya saya ingin konsep yang pas dan sreg dengan permintaan hati. Biar mood bagus, kerja dan beribadah lainnya makin sigap dan semangat. Orang lain yang datang pun merasa nyaman. Itu yang saya pengen.

Punya pagar rumah kayu yang gede dan shabby chic desain interiornya

Untuk tampilan sendiri, saya ingin memiliki rumah yang pagarnya tinggi gede. Selain untuk menjaga keamanan, saya juga ingin memiliki kenyamanan dalam membina rumah tangga, terlebih soal privacy. Entahlah, saya orangnya lebih suka yang tertutup gitu. Ditambah pengalaman mengerikan pernah terjadi dalam rumah lama, rasa-rasanya saya semakin semangat merealisasikan rumah baru yang berpagar gede tinggi.


Untuk desain sendiri saya ingin dekorasi cat gaya Swedia dari abad 18, Chateau di Perancis, serta Shakers di Amerika yang mementingkan kesederhanaan dan kepolosan pada desain. Warna putih cream untuk dinding rumahnya, shabby chic ala-ala segala furniturnya. Sofanya gede empuk bukan berarti yang keras busanya. Saya pengen itu semua. Supaya apa? Supaya rasa nyaman berkeluarga bisa saya rasakan. Sudah cukup penderitaan yang selama ini saya hirup layaknya oksigen. Keluar masuk tidak jelas, bikin ibadah maju mundur berputar-putar seperti gangsing.

Ya, semoga Allah tetap memeluk harapan ini sampai tiba waktunya. Semoga tidak sampai setua perkiraan. Deadlinenya tidak lama lagi, jadi harus kuat ibadah dan cari rejekinya. Mangatse! Menjemput rizqi di tahun 2019. Semoga rumah ini bisa direalisasikan di tahun ini. Amin. Bi ridlaallah.

NB: mohon maaf kalau ada tulisan yang kurang berkenan di hati anda, sesungguhnya ini bukan untuk dibagikan, tapi hanya sebagai catatan dan history perjalanan hidup yang saya capai. tidak ada salahnya, bukan? sekali lagi mohon maaf. 

Tabik,