Pahami Resiko Penggunaan Fintech dan Nikmati Kemudahannya


Siapa sih yang masih suka bertolak dengan kemajuan dan perkembangan teknologi masa kini? Saya rasa hanya segelintir orang saja yang setuju. Saya sendiri pun bangga menyambut inovasi-inovasi terbaru dari teknologi masa kini yang dikembangkan bukan hanya dari suatu golongan/ kelompok tertentu saja melainkan ada juga individu yang sedang berusaha keras untuk menampilkan suatu karya dengan mengikuti prosedural hidup di era digital seperti sekarang ini. You bring it, i take it.

Serunya lagi, perkembangan teknologi digital kali ini kian meluas ke beragam aspek kehidupan dan tak terkecuali masalah finansial sehingga terciptalah sistem baru yang diberi nama Fintech. Financial technology atau lebih sering kita sebut Fintech ini telah hadir untuk mengakomodasi kebutuhan finansial masyarakat. Sehingga bisa memberikan kepraktisan dalam melakukan beragam transaksi keuangan. Pinjam meminjam misalnya.

Pahami Resiko Penggunaan Fintech

Akan tetapi, kepraktisan ini bukannya menjadi bebas risiko. Mengingat keuangan merupakan isu yang cukup sensitif dan maraknya beragam cybercrime, masyarakat juga harus bisa lebih bijak menyikapi kehadiran teknologi ini. Takutnya data pribadi yang diminta disalahgunakan sama pihak yang tak bertanggung jawab. alias Investasi Bodong. Bikin aplikasi baru hanya untuk mencuri data orang lain saja dan menipu.


Saya sendiri greget sama fintech-fintech bodong seperti itu. Mengingat kemarin ada salah satu peserta talkshow "Ngobrol Tempo with OJK" yang mengutarakan komplain soal kerugian yang didapat oleh salah satu temannya, si pengguna fintech bodong. Dana tidak masuk ke rekening tapi bunga masih tetap berjalan. Sehingga beban hutang piutang masih menyelimuti salah satu konsumen fintech tersebut. Kan bikin emosi jadinya.

Dalam obrolan yang berfaedah kemarin, saya menggaris bawahi bahwa resiko penggunaan Fintech Peer to Peer Landing ini sangat mengkhawatirkan. Diantaranya ada:

1. Risiko atas Cybercrime

Hal ini adalah risiko yang paling potensial. Mulai dari penipuan, penyalahgunaan data klien, tanda tangan digital yang dapat dipalsu, dan beragam kejahatan dunia maya lainnya terhadap keamanan data yang rentan perlu diberi atensi.

2. Risiko Gagal Bayar
Bagi Finteh yang menjalani bisnis sebagai pembiayaan atau kredit, risiko gagal bayar adalah hal yang cukup mengkhawatirkan. Para investor sendiri sejak awal harus siap bahwa risiko untuk menanggung risiko gagal bayar kredit adalah tanggung jawab mereka. 

3. Risiko Pencucian Dana dan Aksi Terorisme
Kehadiran Fintech juga memiliki risiko terhadap kasus pencucian dana dan aksi pendanaan untuk terorisme. Hal ini disebabkan oleh lebih mudah dan cepatnya dalam melakukan transaksi keuangan.

Maka dari itu OJK tak segan-segan menerbitkan aturan melalui POJK No. 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Langsung Berbasis Teknologi Informasi, membentuk FinTech Innovation Hub, bekerja sama dengan berbagai instansi, aparat penegak hukum, dan lain sebagainya.


Nikmati Kemudahan Fintech

Dari beberapa resiko yang sudah dipaparkan OJK di atas sebenarnya masih berkesinambungan dengan mudahnya mengakses/ menggunakan Fintech. Kita butuh uang untuk modal usaha, keperluan mendesak, pengobatan kritis, semua bisa dilakukan hanya dengan satu klik saat masuk aplikasi. Dengan beberapa syarat yang cukup mudah yaitu mengisi lengkap data diri juga melampirkan foto KTP, dan pendukung lainnya, dana bisa masuk ke rekening kita dalam hitungan menit. Itulah kenapa para fintech bodong dengan mudah mencuri data pribadi kita dan menggunakannya sesuai dengan kepentingan prbadi mereka.

Buat kalian yang ingin tahu fintech apa saja yang sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK bisa dilihat di sini.

Oleh sebab itu, sebaiknya kita harus jeli dan paham betul mana fintech bodong dan mana fintech yang sudah terdaftar di OJK. Jangan lupa, segala sesuatu memiliki resiko yang akan berakibat pada diri kita sendiri. Jadi, pesan dari OJK untuk meminimalisir resiko adalah kita boleh meminjam asal tidak melebihi 30% dari  jumlah pendapatan. Usahakan meminjam untuk kebutuhan primer bukan untuk kebutuhan konsumtif.

Jadi gimana? Mau memanfaatkan teknologi baru yang bernama FinTech? Semoga bisa bijak dalam menggunakan kemudahan yang didapat.

Pengalaman Belanja Menggunakan QRku


Halohai!
Gue seneng banget akhirnya bisa posting tulisan ini. Karena menurut gue postingan ini informatif banget buat kalian para pengguna aplikasi M-Banking specially M-BCA. Siapa di antara kalian yang suka belanja online dan transfer via m-banking? Toss, gue juga. Gue merupakan salah satu orang yang suka memanfaatkan fitur-fitur baru dari sebuah aplikasi (doyan update) yang menurut gue bisa membantu kebutuhan gue di sela-sela kesibukan gue yang sok sibuk. Jadi intinya gue orangnya tidak suka ribet, termasuk urusan belanja.

Gue lebih sering belanja online ketimbang offline. Apalagi barang yang gue dapat dari belanja online kualitasnya memuaskan, bisa-bisa gue keranjingan. Alasan kenapa gue sering belanja online adalah karena bisa berbelanja sesuai kebutuhan dan waktu. Sambil lihat-lihat barang di aplikasi, pastinya gue bakalan mikir dulu mau beli apa nggak. Kalau belanja offline kan takutnya kalap jadi bisa menyesuaikan kebutuhan. Selain itu waktunya lebih fleksibel, kalau lagi senggang iseng aja buka aplikasi ecommerce, lihat barang yang gue butuhin, masukkan wishlist atau troli, tinggal order di waktu yang tepat. Bayarnya tinggal klik-klik saja. Tanpa ribet ambil uang dulu di atm, apalagi kalau atmnya jauh. Bisa-bisa tidak jadi belanja karena keduluan capek di jalan.

Singkat cerita, gue kemarin habis belanja satu hijab yang gue butuhin buat ngemsi acara nikahan tanggal 3 Desember nanti. Pas banget lagi buka instagram ada salah satu ecommerce hijab yangsedang berseliweran di timeline. Pas gue visit profilenya, ternyata hijabnya bagus-bagus dan bikin gue srek beli salah satu produknya.


Dari sekian banyak motif, jenis dan warna. Gue akhirnya milih yang warna hijau tosca motif square strip, karena sesuai sama baju yang bakal gue pakai ngemsi nanti. Harganya lumayan murah dari sekian banyak produk yang dipasarkannya. Untuk Labira Shawl ini dibandrol dengan harga IDR 45,000. Tapi karena ongkir ke Jawa Timurnya mahal, jadi total yang harus gue bayar adalah IDR 75,083 (83 sebagai angka unik terakhir untuk memudakan proses pengecekan).

Transfer Menggunakan QRku

Setelah gue tahu totalnya berapa yang harus gue transfer, gue langsung menuju aplikasi M-BCA. Dan perlu kalian tahu, ternyata ada sesuatu yang unik ketika gue belom transfer. Seller gue bilang kalau gue pengguna aplikasi BCA mobile dan aplikasi gue sudah update, gue bisa transfer via QRku. Karena gue penasaran, akhirnya gue coba fitur baru BCA QRku. Dan yaaaasss! Keren.

Don't you know, what's QRku?

QRku adalah fitur yang ada di BCA Mobile dan Sakuku sebagai solusi transfer dengan menggunakan teknologi QR. Kita dapat dengan mudah melakukan transaksi transfer antara sesama pengguna aplikasi tanpa harus menghafal nomor rekening. Tinggal share QR-nya, lalu di-scan. Untuk saat ini hanya sesama BCA ya. Semoga m-banking lainnya juga segera memiliki QRku fitur ini. Jadi, transfer antar bank jadi lebih mudah.

Untungnya kan, gue pakai BCA. Jadi, gue langsung update aplikasi dan nyobain fitur terbaru ini buat belanja hijab di Raisa langsung. Menurut gue, keuntungannya adalah ketika kita order via whatsapp/line tapi ternyata chatnya kehapus semua, atau aplikasinya restart dan tidak dibackup, QRku bisa menjadi penyelamat. Karena tanpa menghafal no.rekening Seller pun kita sudah bisa transfer. Nah kan, jadi makin enak kalau saja gue tidak menghafal nomor rekening sendiri. Tinggal save QR terus bagikan deh ke teman yang mau transfer ke kita.
 


Kalau gue kemarin langsung tap icon image/picture yang ada di pojok kanan bawah, terus gue pilih QR yang sudah ada di galeri, langsung deh terdeteksi. Setelah terdeteksi kita disuruh menuliskan jumlah nominal uang yang akan kita transfer. Kemudian kita disuruh konfirmasi (gunanya untuk meyakinkan apakah nominal yang tertera sudah benar atau belum). Setelah itu masukkan pin M-BCA kita, terus klik ok. Otomatis sistem akan sending/ proses mengirimkan sejumlah uang kepada rekening yang sudah kita scan tadi. Kalau sudah terkirim, biasanya kita dapat notofikasi yang bertuliskan "Transfer QR BERHASIL" beserta backsound mbak-mbak yang bilang "you got a message" artinya ada notifikasi masuk bahwa proses transfer kita telah berhasil.


Nah kan, lumayan jadi nggak ribet. Transfer tinggal klik-klik aja, beres deh. Ada yang masih belum update aplikasi BCA Mobile di smartphone nya? Buruan update sekarang, biar bisa merasakan fitur terbarunya.

FAQ about QRku

Bagaimana cara mengakses fitur QRku?
  1. Kamu harus mendownload aplikasi terbaru BCA mobile atau Sakuku di platform iOS atau Android.
  2. Untuk pengguna BCA mobile, aktifkan BCA mobile (m-BCA) kamu terlebih dahulu. Caranya bisa kamu lihat di sini.
  3. Untuk pengguna Sakuku, upgrade ke Sakuku Plus lebih dulu. Caranya bisa kamu lihat di sini. 
Siapa yang dapat menggunakan fitur QRku?

Pengguna BCA Mobile dan Sakuku. Untuk pengguna BCA mobile dengan status finansial, bisa mengakses fitur Scan QR, Show QR, Save QR, dan Share QR. Sementara pengguna BCA mobile non-finansial bisa mengakses fitur Show QR, Save QR, dan Share QR. Untuk Sakuku, hanya pengguna Sakuku Plus terdaftar yang dapat melakukan Scan QR maupun show QR.

Informasi lebih lanjut bisa klik di sini --> BCA QRku.

Hari ini ku masih menanti kiriman paketanku.
Semoga segera sampai karena sudah dikirim dari kemarin siang. Estimasi pengiriman dua sampai tiga hari.

Tips Sukses Memulai Bisnis Untuk Pemula


Sebenarnya apa sih tujuan kalian dalam berbisnis?
Ingin mendapatkan uang lebih banyak? Ingin kaya? Atau ada tujuan yang lainnya? 


Saya sendiri mulai menjalankan bisnis sejak SMA. Tapi ya gitu, karena tidak saya tekuni secara berkala akhirnya kandas di tengah jalan. Tak lama setelah saya kuliah, akhirnya saya membuka bisnis lagi secara offline dan hanya mengandalkan sosial media facebook juga Blackberry Messenger untuk media promosi dan order.

Bisnis yang saya tekuni pada saat itu adalah jasa pembuatan hadiah berupa desain frame, desain template blog, dan desain grafis. Tapi lagi-lagi, karena kesibukan yang amat bejibun, saya jadi kurang kontrol dan up to date sama bisnis sendiri, sampai akhirnya kandas di tengah jalan juga. Setelah vakum selama dua tahun, akhirnya sama memulai bisnis kembali dengan melihat pasaran yang ada.

Sebagai warga millenial yang tak mau ketinggalan gaya dan penampilan yang kekinian, akhirnya saya mengambil peluang besar di negeri sendiri dengan membuka bisnis online yang saya beli nama FAREOLOGY (instagram: @fareology). Historinya mungkin akan saya posting di lain waktu. Terus bagaimana tips untuk memulai bisnis bagi pemula seperti saya ini?


Jika kalian melihat banyak orang sukses di usia muda dan kalian merasa masih stagnan dalam lingkaran setan tak berujung, tidak berkembang alias begini-begitu saja di usia lebih tua dari mereka, mari bersama mempelajari tips yang dikembangkan oleh Wempy Dyocta Koto Investor (Instagram: @wempydyoctakoto), konsultan yang lahir di Padang Panjang penasihat untuk perusahaan-perusahaan di Eropa, Amerika, dan Asia Pasifik, dan juga menjadi mentor dan pembimbing para CEO di segala bidang seperti kepemimpinan, keuangan, teknologi, pengelolaan sumber daya, operasional, penjualan, pemasaran, dan pengembangan bisnis internasional.

Untuk sukses memulai bisnis tidak selalu berjalan lancar, diperlukan beberapa keahlian dan langkah yang harus dilakukan dengan benar. Bahkan ada pemikiran yang berkata bahwa tidak semua orang bisa menjadi pengusaha. Tapi sebenarnya, semua orang bisa kok menjadi pengusaha jika kita mau belajar dan bekerja keras.

Berikut ini adalah beberapa tips sukses untuk memulai bisnis bagi pemula yang bisa kita pelajari:

instagram.com/fareology

1. Fokus pada satu peluang bisnis

Seiring dengan semakin berkembangnya dunia maya, saat ini seakan-akan semua hal dapat menjadi peluang bisnis. Dengan begitu banyaknya peluang yang dapat diambil, mungkin kita akan bingung dalam memilih satu peluang yang akan dikembangkan. Sehingga banyak orang yang malah mencoba untuk mengembangkan banyak peluang dalam waktu yang bersamaan. Namun apa itu benar? Tidak ada yang benar atau salah, karena semua itu tergantung pada kemampuan setiap orang, namun akan lebih baik jika kita fokus pada satu peluang saja.

Dengan kita fokus pada satu peluang, maka seluruh ide dan pikiran kita untuk mengembangkan bisnis akan lebih terarah. Hal ini akan memudahkan kita dalam mengeksekusi semua ide-ide tersebut. Seperti saya yang saat ini sedang fokus membangun bisnis clothing dan fashion. Mengurus satu bisnis saja mungkin ada banyak kesulitan, apalagi kalau memiliki banyak? Kalau pemula mah yang satu aja diurus yang penting ditekuni biar jadi.

2. Lakukan hal yang kita sukai

Dalam melakukan apapun juga, jika kita menyukai apa yang kita lakukan, maka kita akan melakukannya dengan sepenuh hati. Bukan karena paksaan sehingga bisa lebih maksimal. Segala pekerjaan jika digeluti dengan sepenuh hati akan membuahkan hasil yang maksimal, karena itulah banyak pekerjaan-pekerjaan yang tidak umum pada saat ini. Namun bagi kita yang bercita-cita menjadi pengusaha, jangan memulai bisnis hanya karena melihat untung yang besar, terlihat keren, atau karena disuruh.


Biasanya, hal yang baik untuk dilakukan ketika memulai bisnis adalah, berdasarkan hobi. Jika hobi kita adalah fotografi, kita bisa mulai menjual perlengkapan kamera. Dengan begitu, hobi kita terpuaskan dan mimpi membuka usaha pun tercapai. Fashion adalah hobi saya? Mungkin dari sekian banyak hobi di bidang seni, fashion menjadi salah satu hobi yang tak bisa ku lepas begitu saja untuk saat ini.

3. Kuasai segalanya tentang bisnis kita

Di awal memulai bisnis, umumnya jarang ada investor yang berani menaruh uangnya disana. Namun kesempatan itu bisa datang kapan pun, jadi kita harus kuasai betul segalanya tentang bisnis yang kita geluti dan selalu siap menjelaskan dengan sejelas-jelasnya. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat membuat investor yakin bahwa ia menaruh uangnya di tangan yang tepat, yaitu kepada kita, orang yang paling paham tentang bisnis ini.

Ini nih yang paling penting, dari awal sebenarnya saya tahu kalau saya agak keteteran ketika ingin memulai bisnis dengan modal seadanya tapi ide yang saya punya terlalu luar biasa, makanya saya butuh sang investor yang bisa membimbing saya benar-benar agar tidak terjadi kecelakaan yang sama atas kegagalan yang sebelumnya. Uda Wempy Dyocta Koto mungkin sudah paham betul akan hal ini. Jadi jika kita masih belum menguasai segalanya tentang bisnis kita alangkah sebaiknya kita bisa belajar dari orang lain yang sudah sukses menjalankan bisnis sebelum kita.

4. Hiduplah dengan sederhana

Lupakan semua keindahan dari menjadi pengusaha. Mobil mewah, makan mewah, rumah besar, atau segala hal yang menunjukkan kemewahan. Hiduplah dengan pandangan bahwa kita adalah pemula yang membutuhkan uang untuk sukses. Dengan begitu, kita akan lebih menikmati proses menuju sukses dan segala hal yang kita impikan akan datang pada saatnya nanti.

5. Belajar dari kegagalan

Tidak ada hal yang pasti di dunia ini. Sama halnya dengan dunia bisnis. Ada 2 pilihan dalam hidup kita yang menentukan kesuksesan, yaitu untuk maju atau diam. Jika kita ingin maju, maka kita juga harus siap untuk menghadapi kegagalan. Karena tidak semua yang kita rencanakan selalu berjalan lancar sesuai keinginanmu. Justru kegagalan harus terjadi untuk mengajarkan kita dan mempersiapkan kita untuk menjadi orang yang sukses nantinya. Ketika gagal, jangan putus asa, terus mencoba dan belajarlah dari pengalaman itu. Kegagalan itu guru terbaik loh!

6. Buktikan dengan tindakan, bukan dengan kata-kata

Perhatikan apa yang kita katakan. Katakan hal yang mampu kita lakukan, jangan terlalu banyak bicara tapi kita tidak dapat berbuat apa-apa. Buktikan yang kita bisa lakukan melalui tindakan, bukan melalui kata-kata, karena dengan kita bertindak, orang akan lebih bisa menilai hasil kerjamu. Speak less, do more, right? 

7. Tahu apa tujuan kita berbisnis dan tahu kapan harus berhenti berusaha

Seorang kapten yang bijak tidak akan tenggelam bersama kapalnya. Itulah pepatah yang menjelaskan bahwa seorang yang bijak adalah orang yang tahu kapan harus berusaha dan kapan harus berhenti. Berhenti berusaha tidak selalu bentuk dari menyerah, terkadang ada hal-hal yang memaksa kita untuk berhenti, jika tidak kita akan semakin terpuruk. Demikian juga dalam merintis bisnis. Terkadang, bisnis yang kita mulai tidak membawa kita kepada kesuksesan, melainkan malah membuat kita menajdi terpuruk. Ketika situasi itu datang, maka kita harus tahu kapan harus berhenti. Bersikap bijaksana dan peka terhadap keadaan akan membantu kita untuk terhindar dari keterpurukan.

8. Bijak Bermedia Sosial

Seseorang yang lahir dan besar di era digital seperti sekarang ini harus paham betul manfaat sedaripada adanya media sosial di dunia maya. Semua orang akan melakukan hal yang sama bijaknya ketika kita menjalankan media sosial kita dengan bijak pula. Ingin berbisnis dengan modal seadanya tanpa harus nanggung sewa toko offline? Kita buka saja toko online. Tanpa modal bisa dropship atau reseller, asal kita punya niat dan tekad insyaallah jalan rezeki kita terbuka lebar.

Jadi, apa sebenarnya tujuan kalian berbisnis?
Sudahkah kita melaksanakan beberapa tips yang sudah saya tuliskan di atas? Kalau belum, mari merealisasikan bersama dan membangun bisnis di usia muda dengan bangga dan bahagia.

Rasanya Jadi Selebgram di Kampung Bekelir


Sejak kalian baca judulnya, gue rasa kalian sedang menahan ketawa. I know gue memang takde muke jadi selebgram. Tapi ya boleh kali foto ala-ala selebgram kalau lagi traveling gini.

Ada yang tahu di mana Kampung Bekelir berada?

Yaps, betul banget. Kampung Bekelir berada di lingkungan RW 01, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang. Dulunya, kampung ini merupakan salah satu kampung yang kondisinya memprihatinkan dan masuk kategori kampung kumuh sedang karena banyak masyarakat yang membuang sampah ke bantaran sungai Cisadane. Tapi tapat pada tanggal 30 Juli 2017 silam, kampung ini mulai ditangani Wali Kota Tangerang Bersama Muspida dengan melakukan pencanangan Konsep Kampung Bekelir.

Akhirnya dengan persetujuan beberapa sponsor baik dari Cat Pasifik Paint  juga lainnya, dilakukanlah pengecatan serta mural dan graffiti dirumah warga RW 01, dengan jumlah rumah sebanyak 300 hunian dan dicat oleh pemuda RW 01 sebanyak 10 orang lalu dengan bantuan Manager seniman Abdi Sadraxs diundanglah 23 orang seniman untuk membantu. Seiring berjalannya waktu akhirnya ada 120 seniman dari berbagai daerah yang ikut andil dalam pengerjaan Kampung Bekelir ini, sehingga terciptalah aneka gambar mural dan graffiti sebanyak 1.121. Wow banget bukan?


Bahan Baku yang telah dihabiskan untuk Kampung Bekelir melalui program CSR; Cat dari Pasifik Paint selaku sponsor utama sebanyak 1.435 kaleng berbagai ukuran, Cat semprot dari PT Samurai Paint sebanyak 1.500 kaleng , Kuas cat dari PT Ace Oldfields sebanyak 608 buah dari berbagai jenis dan ukuran, Dengan sumber dana yang didapat hanya sebesar Rp. 70.000.000, yang bersumber dari Transit FM3 , PT. PAP II, Bank BJB Banten, dan donator-donatur lainnya.

Gue sendiri pun ternganga melihat kampung ini untuk yang pertama kalinya. Kreatif sekali loh, detail banget ngecatnya. Jadi instagramable gitu. Ini dia yang bikin gue dan kalian semua mungkin bakalan ketagihan foto-foto ala selebgram di sini.

Jadi Gimana Rasanya Jadi Selebgram Sehari di Kampung Bekelir?

Gue baru sadar kalau ternyata traveling juga butuh wujud foto diri kita. Kenapa? Karena kalau cuma fotoin tempatnya saja ya bisa kali lihat-lihat yang ciamik dari google. Maka dari itu, foto selfie maupun foto ala-ala selebgram menurut gue itu perlu dan butuh. Supaya terus menjadi saksi bahwa kita memang pernah menjelajah dan menikmati tempat wisata tersebut.

Baca juga: Kulineran di Pasar Lama Kota Tangerang

Tanpa kamera yang bagus alhamdulillah gue dapat kiriman dari mbak Evrina (pemilik blog www.evrinasp.com dan www.evventure.com) yang memakai kamera mirrorless, salah satu peserta FamTrip Jelajah kota Tangerang 2018 kemarin juga salah satu Hits Blogger Indonesia masa kini. Beliau menjadi salah satu orang yang mau berkontribusi jadi fotografer gue semenjak di Kampung instagramable ini. Jadi ya, bersyukur banget gue punya foto kampung ini beserta wujud gue di dalamnya. Kita gantian sih saling jeprat-jepret. Mbak Evrina motoin gue, lalu gue juga motoin mbak Evrina, pake kamera mirrorless mbak Evrina.


Seluruh dinding di kampung ini dipenuhi dengan warna. Bagi yang belom pernah kesana sama sekali mungkin akan mengobati rasa bosan kalian melihat riuhnya kemacetan di jalan. Tapi kalau sudah tinggal di sini dalam waktu yang lama mungkin bosan juga kali ya. Tiap hari lihat warna-warni terus. Mata sudah mulai memberontak.


Untuk saat ini, kalau kalian ingin menikmati indahnya Kampung Bekelir insyaallah tidak akan dipungut biaya apapun. Tiket masuk pun tak ada, tidak tahu kalau beberapa tahun lagi. Semoga sudah menjadi kampung Wisata Mendunia. Karena yang gue lihat saat ini kampung Bekelir sudah tidak kumuh lagi. Semua warga sepertinya sudah saling berinisiatif untuk saling menjaga kelestarian alam dan keindahan corat-coretnya. Untuk membangun destinasi wisata kampungnya agar semakin dikenal masyarakat luas kalau ada yang main ke kota Tangerang. Makanya kuy lah ya buat kalian yang belum pernah main kesini. Mumpung masih gratis loh :) Soalnya turis dalam dan luar negeri juga sudah banyak yang tahu, nanti kalau sudah ada tarifnya kalian jadi mikir-mikir mau mainnya.



Akhirnya, setelah lama foto-foto ala selebgram sendiri, tibalah saatnya gue foto bareng mbak Evrina. Itu saja menuai drama, berasa jadi selebgram beneran. Yang nonton kita foto berdua udah kayak nonton artis. Bersorak sorai dan gue semakin norak melet-melet sambil gaya norak pakai banget. Ya, hasilnya ternyata gue cupu dan mbak Evrina manis sekali senyumnya. Ah, sudahlah. Yang penting gue sekarang paham, jadi begini ya rasanya jadi selebgram. Kudu pede.


Inilah tampang peserta Fam Trip Jelajah Kota Tangerang 2018 kemarin.
See you my next trip guys!

Serunya Kulineran di Pasar Lama Kota Tangerang

Model: Teh Mellss (pemilik blog ameliasubarkah.net)
Kemarin, tepat pada tanggal 10-11 November 2018, gue mendapat undangan spesial dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang (@wonderfultangerang) untuk dipersilahkan mengikuti FamTrip Jelajah Kota Tangerang 2018 sekaligus ikut workshop spesial dari dua Travel Blogger membahana. Oh waw, this is my first trip loh, karena kebetulan gue lagi pulang kampung di Jawa Timur. Jadi, benar-benar challenge banget buat hadir ke lokasi yang jaraknya berkilo-kilo meter dari rumah. Dan ya, i accept it!

Gue bertolak dari Surabaya pada pukul 21.00 malam menggunakan kereta api Kertajaya tujuan akhir Stasiun Pasar Senen. Berbekal dua ransel yang satu isinya baju ganti selama dua malam, yang satu lagi isinya laptop dan seperangkatnya. Baru kali ini gue merasakan perjalanan yang mengesankan. Bagaimana tidak, biasanya gue pergi ke Jakarta dengan tujuan menuntut ilmu di perguruan tinggi tapi kali ini pergi kesana buat traveling.


Gue sampai di stasiun Pasar Senen sekitar pukul 09.30 pagi. Tanpa mandi, tanpa makeup, tanpa ganti baju, gue langsung bertolak ke Stasiun Duri menggunakan Grab Bike melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tangerang naik Commuterline. Sampai di Stasiun Tangerang sekitar pukul 10.00 pagi dan gue menyempatkan diri untuk mandi, ganti baju sama makeup dikit.

Setelah itu gue langsung bertolak dari stasiun menuju Hotel Kyriad bareng salah satu peserta Fam Trip dari GenPi Magelang, Veronika si Travel Blogger yang jago banget foto-foto. Sampai sana istirahat, kumpul-kumpul sebentar lalu masuk ke ruangan untuk Pembukaan acara FamTrip sekaligus Talkshow oleh dua Travel Bogger keren. Mas Teguh Sudarisman (jago membuat videography with smartphone) juga Mbak Katerina (Travelerien).


Acara FamTrip kali ini dibuka oleh Ibu H. Raden Rina Hernaningsih, S.H, M.H (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang) dan dilanjutkan Talkshow oleh dua travel blogger yang sudah melalang buana kemana-mana. Siapkan badan, dengerin materi bermanfa'at dari mereka. Gue jadi khusyu' menyimak pembahasan yang super keren dan jelas dari mas teguh dan mbak Rien.Ya, karena gue memang sudah menyiapkan diri untuk menjadi seorang Travel Blogger.

Kulineran di Pasar Lama Kota Tangerang

Setelah talkshow selesai di sore hari, kita break untuk sholat dan makan. Lalu selepas maghrib kita diajak wisata kuliner naik bus ke Pasar Lama. Setiap peserta dibekali uang Rp. 50,000 untuk dibelanjakan sepuasnya. Gue sendiri pun sampai menggelengkan kepala. Sungguh banyak kedai makan yang mamak jual di sana. Hampir jereng mata gue menatap ratusan pedagang berbaris rapi sepanjang jalan. Nak beli apa budak kecik Pak Haji malam ni? Gue jadi bengong karena sudah merasa kenyang mata duluan. Tapi malam itu menjadi malam yang super mengesankan dan nikmat traveling yang luar biasa, jadi harus sikat miring saja. Tak peduli mata sudah mulai oleng, yang penting perut kenyang.


Karena peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bikin video singkat macam yang gue share di youtube di atas. Alhasil gue sekelompok sama Dua Nong Provinsi Banten. Yang satu bernama Marisca (Nong Kab. Serang) dan satu lagi bernama Salsabila (Nong Lingkungan Hidup Kota Tangerang).

Gue sendiri beli Bakso Spesial Mas Gino seharga Rp. 27,000 sudah bikin perut kenyang sampai berkunang-kunang, versinya jumbo bok! Gila sih kalau makan sendirian bakalan nggak kuat. Kemarin aja dibantuin Marisca biar habis. Selain itu, gue beli Lekker Cokelat Pisang Milo yang dibandrol Rp. 5000 ditambah lagi Sate Ayam Teriyaki harga Rp. 10,000 per tusuk yang akhirnya gue bungkus dan gue makan di saat konser Live Music setelahnya. Teman satu kelompok gue Salsabila membeli 1 porsi Sushi seharga Rp. 15,000 sedang Marisca membeli satu porsi Nasi Bakar. Sebenarnya menu kami sama semua sih, yang membedakan hanyalah makan beratnya itu tadi. Kita sama-sama beli lekker dan minumannya Lemon Sprite seharga Rp. 13,000 per porsi gelas jumbo.

Sebenarnya bukan hanya menu makanan itu saja yang tersedia di sana, tapi ada banyak gerobak yang menyediakan berbagai macam makanan baik kuliner jaman old hingga jaman now. Kuliner jepang dan korea macam sushi dan Tteobbokki pun ada.

Sumber: travelerien.com
Yang paling melegenda dan ramai di pasar kuliner ini adalah Sate H. Ishak yang bikin gue akhirnya menyerah untuk pesan satu porsi padahal malam itu ngiler banget pengen makan sate. Ramainya nggak ketulungan, antrinya ampun-ampunan. Yoweslah, akhirnya saya menyerah ngantri dan pindah. Perut sudah mulai memberontak dengan kekosongan sejak tadi break nyemil dessert. Buat kalian yang penasaran sama harga satenya, satu porsi sate ayam (10 tusuk) + lontong dibandrol harga Rp. 25.000 per porsi. Murah bukan? Besarnya harga tidak akan menghianati cita rasa, jadi kalau kulineran ke sini wajib coba lah ya.

Hari sudah mulai malam, satu rombongan FamTrip malam itu akhirnya bertolak dari Pasar Lama dan berhembus menuju ke kantor Walikota untuk menyaksikan live konser menjelang Festival Budaya esok paginya yang ada di sana. Tak lupa berpose ria di depan masjid Raya al-A'dzom biar esok paginya makin semangat jelajah wisata kotanya.


Bersambung. . .
See you next blogpost :)

Baca juga: Rasanya Jadi Selebgram di Kampung Bekelir