Kejahatan Menjelang Bulan Ramadhan

Sumber: kaskus.
Pembunuhan, pengeboman, pemerkosaan, kemalingan, kecopetan, kerampokan, semuanya sedang berlangsung dengan noraknya di akhir bulan menjelang Ramadhan ini. Sumpah sakit hati pakai banget kalau harus berulang kali mengingat kejadian yang tidak memanusiakan manusia semacam ini.

Bagaimana tidak? Orang yang tak tahu menahu bahkan tidak berdosa dijadikan korban aksi kejahatan mereka dengan seenak jidatnya. Dan mereka pikir itu semua "halal" demi niat yang saya nggak tahu lah otak mereka itu isinya apa. Jancuk! 

Entah kenapa saya sampai mengeluarkan kata kasar. "Ingin ku berkata lebih kasar, tapi ku ingat bahwa diriku tak serendah mereka, jadi calm down beibeeh." Mohon maaf ya gaes, kalau sebelumnya saya sempat misuh. Hehehe.

Ya, tebakan anda benar. Saya habis kena musibah. KECOPETAN. Agar lebih dramatis lagi, saya harus capslock + bold. "GUE KECOPETAN GAEESS". Entah saya yang terlalu drama atau ya whatever lah. Harga/nilainya nggak seberapa. Tapi perjuangannya terus menjadi kenangan.

Mau lanjut baca cerita saya nggak? Oke, lanjut ya..

Jadi gini. Tadi pagi, sekitar pukul 09.00, saya naik kereta dari Lenteng Agung, karena kebetulan saya lepas nginep di Ciganjur, rumah kakak kelas, senior sekaligus dulur dewe (nganggapnya gitu). Niatnya biar nggak kejauhan (kalau dari Ciputat) dan memilih untuk lebih irit. Ya, biasa lah. Itung-itung bisa beli ini itu pas di rumah. Oh iya lupa belum ngasih tau. Saya mau pulkam gaess, ke Surabaya. Naik kereta dari Stasiun Senen, dan dijadwalkan berangkat pukul 02.00 siang. Jadilah saya berangkat naik gojek dari lokasi ke stasiun lenteng agung, dan dari lenteng agung turun Manggarai. Abis Manggarai transit ke Jatinegara. Nah pas di Jatinegara ini saya sempat buka hape, karena harus balas whatsapp dari keluarga dan soal kerjaan.

Fyi, saya pakai sling bag yang berisi hape+powerbank+uang, dan perintilan kecil (semacam obat-obatan), bawa ransel di punggung, bawa tentengan buat ibu di tangan kanan, dan laptop di tangan kiri. Bayangkan, betapa rempongnya saya. Tadinya tak ingin ku membawa apa-apa biar nggak berat. Tapi saya udah terlanjur ada janji meetup dan gathering nantinya (besok tanggal 18 Mei). Jadilah saya bawa perlengkapan baju+makeup+dll. Ini yang sebenarnya bikin rempong. Laptop berat, tapi mau tak mau karena menyoal kerjaan jadi harus dibawa. #beratbebanhayati

Asli, nggak ada ragu atau apasih dari awal. Fine-fine aja, tidak ada firasat apa-apa. Hanya pas mau turun di stasiun Senen, saya merasa ada bapak-bapak yang kurus tua, berpakaian putih lusuh mendekat ke belakang saya. Saya pikir dia mesum. Akhirnya saya menoleh ke belakang dan saya pelototin mukanya. Wallahi, ya Allah sedih banget gue. Saya benar-benar nggak su'udzon maling sama sekali ke itu bapak. Karena posisi juga kan lagi padat penumpang, jadi saya anggap ya wajarlah.

Saya yang rempong dengan segala benda yang melekat di tubuh ini keluar dengan semangatnya, karena sudah satu tahun saya nggak pernah ketemu ibu dan nenek, jadi yang kebayang di pikiran saya adalah rumah. Lagi-lagi rumah, rumah dan rumah. Ya, karena rindu dalam diri ini sudah sangat tidak bisa ditahan, jadi suntikan semangatnya ya harus pulang kampung.

Setelah keluar, akhirnya saya menuju ke lokasi mesin cetak tiket. (Sebelumnya saya memesan via tiket.com jadi alhamdulillah cepat banget konfirmasinya). Di sinilah saya baru sadar bahwa handphone beserta uang saya hilang. Nothing,, nothing,, nothing.. Berulang kali saya cek tas, ransel, semuanya. Hasilnya nihil. Astaghfirullah, saya mengucap istighfar banyak-banyak. Saya ambil hape nokia kecil, saya belikan pulsa 30,000 di indomaret, lalu saya nelpon teman dekat saya yang alhamdulillah ada di kontak handphone yang sudah lama tidak beroperasi itu. Ya, Annabella. Thanks bel udah sangat-sangat membantu.

Saya nangis sesenggukan, nggak peduli sebanyak apa orang ngeliat. Yang ada dalam bayangan, pikiran saya adalah perjuangan beli hapenya. Terus baru-baru ini hape saya juga habis ganti LCD 350,000, ganti baterai 150,000, ganti lubang konektor charger 50,000, beli powerbank dan seperangkatnya 200,000. Ya Allah, shock banget rasanya.


Inilah penampakan hape gue yg hilang karena dicopet:(
Saya kuliah pagi sampai sore, kerja di event BBW jam 22.00 malam sampai 06 pagi selama 2 minggu, yang gajiannya juga telat 1 bulan setelah event. Demi bisa bayar kosan, beli makan, sama beli hape. Rasanya pengen meledakkan jantung. Tapi lagi musim teroris jadi saya nggak mau jadi teroris untuk diri saya sendiri. Saya mencoba untuk sabar, alhamdulillah lumayan. Akhirnya saya makan 1 buah pear untuk membasahi kerongkongan yang sedari tadi udah kering. 

Berkali-kali nelpon Annabel untuk segera dipesankan grab car/ go car. Saya ingin kembali ke Ciputat, ingin merebahkan diri pada kasur lusuh kosan, ingin bercengkerama dengan Allah. Ingin mengadu, mungkin bapak itu lebih butuh daripada saya. Hatiku nangis sekencang-kencangnya. Semua hal yang saya dapat selama ini benar-benar butuh perjuangan ekstra, hal sekecil apapun itu. Makanya, kalau kehilangan rasanya pengen nangis. Ya, nangis aja. Intropeksi, mungkin ada yang salah dalam diri saya, makanya Allah mengambil nikmat-Nya untuk saya.

Dari sini, saya langsung mikir ke rumah. Bayangan saya ada di depan ibu, nenek, yang sedang sakit merindu, sakit jasmani dan rohaninya, yang udah renta, yang sudah lama menanti anak, cucunya. Tapi apa, saya gagal pulang kampung. Mau saya ubah jadwal kepulangannya tapi waktu tidak mendukung, saya sudah terlambat. Astaghfirullah, lagi-lagi saya istighfar.

Akhirnya saya memutuskan untuk naik grab car, dari stasiun senen ke ciputat. Sebisa mungkin saya harus berusaha ketemu teman-teman saya agar saya bisa semangat. Dan alhamdulillah, akhirnya saya bisa nulis postingan ini sampai tuntas di asrama yang penuh cerita ini.

Pelajaran yang saya dapat, begini rasanya kehilangan sesuatu yang amat berharga, penuh perjuangan, jadi banyak hal yang perlu diqiyaskan, agar tidak ada lagi diri dan orang lain yang tersakiti karena merasa kehilangan.

Welcome, Ramadhan!
Semoga Allah selalu mengampuni dosa-dosa kita, memberikan segala rahmat-Nya, menyertakan pertolongan juga perlindungan untuk kita semua. Selalu menguatkan iman kita, meneguhkan rasa kemanusiaan dan kebajikan kita, hingga kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amin Amin, Ya Robbal 'alamin.

Di bulan yang penuh berkah barokah ini, marilah sama-sama menggali amal kebajikan, bukan keburukan. Yakin, bahwa Allah selalu ada untuk kita. Seberat apapun cobaan yang diberikan, semua pasti ada solusinya. Pilih solusi yang baik, agar membuahkan hasil yang baik pula. Allah, rasanya deg-degan campur shock. Kenapa menjelang bulan yang penuh ampunan ini masih ada saja orang yang berani berbuat jahat kepada sesama? Sedih rasanya.

Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!


Greko, Greko, Greko. Ada yang tau, apa itu Greko? 
Ya, sebutan baru bagi "The Green Kosambi" yang gedungnya terletak di dekat wilayah simpang lima, menghadap ke Jalan Ahmad Yani dan Asia Afrika Bandung, tepatnya di jalan Ahmad Yani No.136, Malabar, Kota Bandung. 

Warga Bandung sudah tau dong pastinya. 
Yang belum tahu, sini merapat dan baca postingan ini sampai habis! 😊

What's Greko aka Greko Creative Hub?


Greko (sebutan singkatnya) aka Greko Creative Hub merupakan area hunian mixed-use yang dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama, yang terdiri dari 5 lantai creative hub dan 12 lantai apartement serviced residence Somerset Asia Afrika Bandung. 

Gedung ini mengusung konsep lingkungan yang hijau dan kreatif. Oleh karena itu, tak heran jika kalian hangout di sana, bakal terpesona ala-ala ketika menemukan berbagai macam usaha kreatif baik dalam maupun luar negeri yang berinovasi lebih canggih dan ramah lingkungan.

Hangout ala Sosialita di Greko

Kenapa harus di Greko? Ada apa aja sih di Greko?

-Karena gedung ini  terdiri dari 5 lantai creative hub, dan 12 lantai apartemen, jadi bisa dibayangin dong gimana kerennya gedung ini? Apalagi fasilitasnya yang super lengkap pakai banget. Bayangkan saja, ada hunian (apartemen) yang di bawahnya terdapat sebuah creative hub, pusat ritel kreatif dan komersil yang terdiri dari co-working space, marketplace, dan event space.

Masih penasaran? Oke, mari kita bahas satu per satu.

Apartemen



Ngomongin soal apartemen, di gedung Greko ini terdapat 136 unit hunian dalam 12 lantai yang terdiri dari 76 unit tipe studio, 17 unit tipe satu kamar, 34 unit tipe dua kamar, dan 9 unit tipe tiga kamar yang diberi nama Somerset Asia Afrika Bandung.



Properti yang ada di Somerset ini dikembangkan oleh PT Maju Makmur Usaha Bersama sebagai bagian dari Greko Creative Hub dengan konsep “Green Living”. Oleh karena itu, selain dilengkapi kolam renang dan food court, apartemen ini juga dilengkapi space pusat kebugaran seperti trek jogging, taman hijau, juga tempat gym.

Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com
Food Court

Dalam satu gedung ini, apartemen dilengkapi dengan food court yang diberi nama "Pasar Pinuh Greko", yang mana dalam satu lantai tersedia berbagai macam tenant yang berisikan makanan cita rasa nusantara. Seperti: Nasi Goreng Babat, Mie Kwantung Makasar, Nasgor dan Nasi Rawon, Sate kelapa Gurih Malang, Roti Tisu dan Martabak, Kedai Kopi Kung-Kung, Lontong Kikil Wedang Jahe, Bakso, Nasi Pedas Wayan, Gado-Gado, Se'i Sapi K'sambi, Nasi Kari Pontianak, Es Pelangi, Es Kacang Merah, dan lain sebagainya.


Untuk informasi Pasar Pinuh Greko bisa kalian baca di postingan sebelumnya:

Co-Working Space & Indigologia

Auditorium co-working space cocok untuk seminar, workshop, maupun blogger gathering macam ni :)

Selain apartemen, gedung Greko Creative Hub ini salah satunya terdiri atas co-working space, tempat di mana para industri UKM menyewa ruangan kantor sebagai sarana pendukung real nya industri UKM yang dikembangkannya tersebut.

Di Greko sendiri Co-Working Space nya diletakkan di lantai satu dan dua, tergantung jenis/ tipe UKM yang akan menyewa. Lantai satu terdiri dari meeting room, auditorium, dan office room. Sedangkan lantai dua ditempati UKM yang mengarah ke industri tekstil, macam Indigologia.



Pict by @riyardiarisman pemilik blog: www.riyardiarisman.com

Salah satu industri tekstil yang sudah menempati gedung Greko saat ini adalah Jeanology. Di mana industri ini telah berhasil menciptakan karya lukis berteknologi laser. Jadi, sekarang tak perlu lagi cetak gambar di kaos atau jeans secara manual. Semua bekerja otomatis melalui mesin di sini.

Kalau saya lihat kemarin, kasilnya keren-keren banget. Dimulai dari jeans, kaos, hoodie, sweater, sepatu berbahan denim, dan lain sebagainya. Keren super banget. Saya saja sampai ngiler pengen pesan, tapi sayang tidak bisa pesan mendadak. Harus konfirmasi selama 1-2 hari sebelumnya. It's oke, kapan-kapan harus kesana lagi ini mah.

Fashion Show Itang Yunasz x Indigologia

Salah satu hasil Karya mesin laser Jeanologia Flexi

Pict by @onosembunglango pemilik blog: www.onosembunglango.net

Di hari kedua saya jalan-jalan ke Bandung bersama Kelas Blogger kemarin salah satunya adalah menyaksikan peragaan berbagai macam busana hasil rancangan salah satu desainer baju ternama yakni Itang Yunasz di lantai dua gedung Greko Creative Hub ini. 

 Studio Foto

Pict taken by @timo_wp pemilik blog www.kadungcampur.com

Siapa yang doyan foto? Ya, sama saya juga.
Selain pusat perbelanjaan yang super okeh, di gedung Greko ini terdapat studio foto yang bisa kalian manfaatkan untuk foto keluarga. Bersama teman-teman, pacar, suami/istri, atau solo pun juga boleh. Tapi ya, tentunya tidak gratis dong. Kan ada fotografernya juga. Nanti siapa yang ngegaji kalo gratis. Wkwk. Kalau mau foto box juga ada kok, tempatnya di depan foto studio ini. 


Jadi sebenarnya, gedung ini belum sepenuhnya bisa dinikmati sebagai tempat hangout oleh para sosialita untuk saat ini. Tapi kalau kalian penasaran sama cita rasa makanan di Pasar pinuh dan kecanggihan mesin jeanology di indigologia gedung Greko ini, sok atuh main sama teman-teman sosialitanya. (kalau sudah dibuka ya) Hehe 😅 dan silahkan berfoto ria di sana. Karena banyak spot menarik yang bisa kalian manfaatkan secara percuma.


Cukup lengkap bukan? Sok atuh buat warga Bandung dan sekitarnya. Yang mau ke Bandung dan bingung mau hangout di mana. Boleh atuh ke Greko Creative Hub ini. Salam damai! :)

Kollektiv Hotel, Salah Satu Hotel Instagramable di Bandung

Kelas Blogger in Action

Bandung, lagi-lagi Bandung
. Kenapa harus Bandung?
Jawabannya: Bandung selalu keren cuy, apalagi ada Kang Kamil. Bandung jadi makin keren euy. Hehehe 😁 (ah, memuji kang Emil terus beliau jadi ge'er ntar, wkwkwk)


Masih lanjutan cerita kemarin, saat liburan ke Bandung bareng Kelas Blogger. Setelah acara di Greko selesai, sekitar pukul setengah 5 sore, kami diantar bus mini ke Sukasari untuk beristirahat karena besok paginya sudah harus standby lagi acara Greko yang kedua. Entahlah, berapa jam perjalanan dari Malabar ke Sukasari, rasanya kami capek sekali di jalan. Baru kali ini saya ke Bandung merasakan kemacetan macam di Jakarta. Lelah!


Setelah sampai, dengan muka lesu kami membawa barang bawaan ke dalam hotel. Setelah mata menyusuri ruang yang ada di lobi hotel, First impression: Waw, lucu sih, unik deh, asri juga, ya lumayan lah. Tapi sayang, liftnya sempit banget. Cukup nampung 4 orang kurus sahaja. Yang badannya berisi? Ya, bisa naik berdua lah sama pasangannya.

Resepsionis yang ada di lobi hotel Kollektiv Bandung
Saya dan Hani mendapatkan satu card yang berfungsi sebagai kunci kamar, dan kami pun bergegas ke lantai 5. Siap-siap merebahkan punggung ke atas kasur. Sudah lelah cin menghadapi kemacetan di Bandung. Pengen mandi air hangat, nonton tv sambil tiduran, ngerjain tugas, terus bobok cantik.



Saat kami membuka pintu, kaca besar di samping kanan beserta wastafel dan seperangkat air mineral, kopi dan teh juga tekonya langsung menyambut kedatangan kami. Dan kami berdua langsung pandang-pandangan, "Han..? Iya Cor.. Kayak lagi honeymoon ya? Bukan Han, coba kita bayangkan saja kalau ini kos-kosan baru kita. Hahaha." Lalu kami dengan sigap menaruh barang bawaan di meja dan langsung merebahkan diri ke atas kasur. Lalu kami membaur dalam kenyamanan kamar 509 malam itu.




Spot yang paling saya suka di kamar ini adalah meja di samping bed nya. Nyaman aja gitu buat blogpost, editing foto, sambil ngopi, nyemil, nonton tv, sama bikin vlog.


Buat selfie pun oke 😎
Saking capeknya, saya pun tidur-tiduran saja di atas kasur sambil nonton drama korea. Hani sudah mandi air hangat dan siap untuk ngopi bareng. Padahal niatnya bisa langsung posting blog acara pagi itu. Tapi gagal, akhirnya merasa tidak enak sendiri karena badan ini kok nglumbruk nang kasur ae, akhirnya saya memutuskan untuk bikin vlog bersama Hani. 

"Han, sebelum lu keluar kita bikin vlog dulu yess, menyoal dunia perbloggeran lu dan gue."

"Siaaap, ayo ayo. Gue sholat dulu ya."

"Okeeyy!"

Setelah bikin vlog, akhirnya kami memutuskan untuk keluar cari makan karena perut sudah mulai kerucukan. Eh, tetap saja mau mandi kok ya susah sekali. Males aja gitu, masih belum merasa gerah, jadi ya cuma membersihkan daerah v saja karena sedang haidh. Padahal kamar mandinya nyaman daripada di kosan. Mungkin karena di Bandung udaranya sejuk kali ya, jadi saya nya juga malas mandi. Kalau di Ciputat kan panas, jadi harus sering-sering mandi.




Entah kenapa, kalau ngeliat kamar mandi yang transparant gitu kok kepikirannya jadi ke honeymoon. Duh, usia-usia yang rentan ini buat ngomongin soal jodoh, nikah, honeymoon, parenting. Ealaah! 😂

Pas mau turun nyari makan ternyata makan malam sudah disiapin jadi kami balik lagi ke kamar. Makan malam spesial dulu sama Hani, baru ngopi cantik (ini sih buat Hani spesial sama mas Kholis 😅). Kalau saya, akhirnya tiduran lagi di kasur. mau mandi sudah mager, mau posting blog tapi wifi lumayan lama loadingnya, akhirnya menyerah pada kenyamanan di dalam bedcover

Sarapan Bubur Ayam di Hotel Kollektiv

Paginya saya memutuskan untuk breakfast ringan, supaya nanti pas acara kedua di Greko saya bisa lunch banyak. Haha. Akhirnya saya memilih bubur ayam sebagai menu sarapan ringan pagi itu.



Benar-benar tempatnya cozy banget, vintage gitu. Banyak spot yang bisa dipake untuk foto-foto. Instagramable banget deh pokoknya. Restonya tidak terlalu gede, tapi super nyaman. Ada sofa juga ada bangku kayu. Jadi tinggal pilih, kalian mau duduk di mana saat menikmati makanan ala Kollektiv Hotel.

Foto Cantik ala Selebgram di Kollektiv Hotel

Kalau kalian pergi ke taman samping hotel, kalian bakal menyaksikan pemandangan yang super instagramable pakai banget. Ada resto rumah kaca yang bikin kalian ketagihan foto-foto di sana. Saya saja sampai lelah dengan kelakuan sesi foto saya. Ada aja yang dipengen.

Taman Resto Kollektiv Hotel

Abaikan mukanya yang nggak asyik, wkwk 
Setelah foto-foto syantik, akhirnya saya dan teman-teman kelas blogger menuju ke Greko lagi untuk mengikuti acara selanjutnya. Oiya, buat kalian yang mau nginep di sini. Alamatnya saya tulis di bawah ini ya:

Alamat: Jalan Professor Insinyur Doktor Sutami No. 62, Sukarasa, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40152, Indonesia

Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kollektiv Hotel Bandung Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Menikmati Kuliner Baru di Pasar Pinuh Greko


Ah, rasanya baru kemarin ke Bandung sekarang ke Bandung lagi. Alhamdulillah ya, sesuatu! Hehe. (padahal udah tahun 2015 silam) 😛


Bandung, kota Kembang yang sering dipuja-puji karena banyak gadis manis mempesona di sana. Pemandangannya yang indah, udaranya sejuk bikin betah, apalagi yang honeymoon, jadi baper saya. Hahaha. Eits, tapi jangan cuma ingat gadis-gadis manisnya saja ya (karena saya sendiri juga manis kok meskipun bukan mojang Bandung 😀), di sana juga banyak tempat yang super instagramable dan tempat kulineran yang bikin nagih. Endeus ya sist? Buangeeet sist! Kuylah, simak cerita saya di bawah ini.

Kelas Blogger Goes To Bandung


"mbak, siap2 ke bandung ya 9-10 mei. rabu depan. acara yg diundang Kang Arul di grup KB kemarin." begitulah chat Mas Kholis (salah satu anggota kelas Blogger yang mengkoordinir acara KB Goes to Bandung Kemarin) kepada saya melalui whatsapp seminggu yang lalu. 

Hati saya langsung berjoget ria, "Ya Allah, alhamdulillah banget. Harapan bisa ke Bandung akhirnya Engkau kabulkan" di bulan penuh berkah ini, menjelang ramadhan. I said yess lah pastinya, "Siaaaaappp kak 😊" jawab saya seketika. Senengnya luar biasa. Jarang-jarang saya ikut acara Kelas Blogger begini, apalagi ke Bandung. Lagi-lagi sujud syukur. (maklum, selama ini jadi anak rumahan)

Setelah dimasukin grup, saya semakin senang karena ternyata ada beberapa blogger yang sudah saya kenal, yaitu Shinta, Hani, Robith, mba Monic, mas Punto, dan mak Tanti. Setelah melalui enam hari berturut-turut dengan segala persiapan yang sesuai dengan term and condition, datanglah hari bahagianya. "Woooy, akhirnya gue ke Bandung lagi!" Ngapain? "Jalan-jalan sambil kerja, kerja sambil jalan-jalan". Asyiknyaaaaa. Selamat yaaaa. Iya iya iya iya iyaaa 😍😎

Bangun sebelum Shubuh lalu berangkat ke Taman Ismail Marzuki 

Selasa. Deg-degan rasanya, bisa jalan-jalan bareng Kelas Blogger. Sampai begadang segala. Kepikiran acara besoknya, bakalan seru banget ini kayaknya. Tidur jam 2 pagi lalu bangun lagi jam setengah 4 pagi. Benar-benar tidur singkat hari itu saking senengnya. Persiapan: Dresscode dua hari blue indigo+white dan batik, laptop buat blogpost, dan tak terlupakan tripod mini buat nge-vlog (yang akhirnya video kehapus semuaa pas mindahin ke laptop, kirain udah kekirim semua nggak taunya cuma fotonya doang yang kekirim, gegara storage phone udah penuh sih, jadi buru-buru hapus 😭😭  #nangiskejer)

Tepat pukul 03:51 pagi saya pergi ke TIM dari Ciputat naik Gojek. Sesampai di sana sudah ada mbak Monic, mas Punto, Ednadus, dan mas Kholis. Disusul mba Shinta dan mas Robit naik Grab Car, kemudian Arisman dengan gaya "Hay Gaeeeess! nya" 😂, lalu datang mas Satto dan rombongan mak Tanti, Hani, dan mas Ono juga naik Grab Car. Shubuh tiba, akhirnya mereka ikutan sholat jama'ah yang ada di masjid depan TIM. Kebetulan saya dan mba Shinta lagi haidh jadi libur sholat.


Pasukan Kelas Blogger dari Jakarta. Dari kiri atas (Nadus, Arisman, Mas Ono, Mas Punto, Hani, Cory, Shinta, Robith, Mas Kholis, Mas Iyan, Mas Satto, mba Monic, dan Mak Tanti)

Tepat pukul 05.30 pagi kami berangkat naik bus mini travel. Tak lupa foto dulu sebelum berangkat. Kemudian sarapan Nasi Fried Chicken KFC di bus. Karena perjalanan lumayan jauh, jadi kami menghabiskan waktu di jalan sambil ngobrol-ngobrol, nyemil, bercanda, nyanyi-nyanyi, dan tertidur pulas. Ah syurgaaaaa.



Sesampainya di Bandung pukul 10 pagi, kami lumayan tercengang. "Waw, masih baruuuuu, banyak karangan bungaa." Welcome to The Green Kosambi aka Greko Creative Hub Bandung. Alamaaak, mantap tenan ini. Atasnya apartemen, bawahnya tempat perbelanjaan mewah. Dan yang paling saya suka adalah "Pasar Pinuh Greko" yang ada di lantai 3 gedung Greko ini.

Penampakan kemeriahan kuliner di Pasar Pinuh Greko

Ada Apa saja di Pasar Pinuh Greko.

Setelah kami berkenalan satu sama lain dengan pihak Greko dan C2live, kami pun mendapat kesempatan untuk mengikuti opening. Tapi karena openingnya disertai pujian-pujian haleluya bagi non muslim, akhirnya kami memutuskan untuk tidak ikut prosesi tersebut. Ya, mohon ma'af karena kami mayoritas beragama islam, jadi tidak bisa mengikuti prosesi ibadah warga non muslim. #salamsolidaritas

Setelah selesai opening, akhirnya kami bisa mencicipi semua makanan yang ada di tenant Pasar Pinuh. Eits, jangan lupa beli kartunya dulu ya, kalau kalian mau mencicipi juga.



Tingkah unik saya dan Hani yang siap menelajah makanan di Pasar Pinuh
Banyak menu yang bisa kalian nikmati di sana. Ada minuman herbal yang benar-benar bikin kerongkonganmu basah terus. Ada berbagai macam mie, lontong kikil (favoritku), aneka nasi goreng (nasgor babat, nasgor rawon, dll), Martabak, Roti Tissue (favoritku juga), gado-gado, es serut pelangi, es pontianak, aneka sop (sop iga, sop buntut, dll). Ah, banyak lagi deh pokoknya, saya saja sampai bingung mau makan yang mana saking banyaknya, dan enak-enak semua. Hahaha. 😃

Akhirnya mata saya tertuju pada Lontong Kikil, Roti Tissue dan Es Pelangi.




Gimana, ngiler nggak? Pastinyaa dong!! 💖😊

Harganya? Jangan ditanya lagi, harga pastilah menentukan kualitas. Tapi di Pasar Pinuh ini, semua makanan dibandrol dengan harga yang pas dan terjangkau. Sesuai dengan cita rasa yang disajikan.

Eh, ada satu lagi. Di Pasar Pinuh ini banyak spot menarik yang instagramable banget. Sadis paraaah, kereeen puool 😎😍



Kalau ke Bandung lagi suatu hari nanti mau kesini lagi kah? 
PASTI DOOOONG!!!

Kuliner di Pasar Pinuh Greko Rate:
★★★★✩
4 dari 5 bintang

Tunggu cerita selanjutnya ya, masih menyoal Greko Creative Hub.
Bagaimana View apartemen The Green Kosambi ini? Next blogpost ya :)
Link akan saya taruh di bawah sini ⇓⇓⇓

"Hangout ala Sosialita di Bandung? Greko Creative Hub Aja!"