Hargai Orang Lain, Jika Ingin Dihargai yang Lain!


Berawal dari tulisannya kak Gitasav yang berjudul "Generasi Tutorial", gue jadi ikutan ngeluarin uneg-uneg. Memang benar, nggak semua orang Indonesia-generasi muda seperti apa yang disebutin kak Gita di sana dan seperti apa yang gue sebutin di sini. Tapi kebanyakan memang begitu adanya. Generasi baru-baru ini; Generasi Tutorial. Setuju! Gimana enggak? Apa-apa yang dulu bisa kita dapat hanya dari legenda, mitos, cerita rakyat, ngumpul bareng keluarga, wejangan orang tua, kini berubah drastis menjadi member google dan om youtube. Bahkan lebih dipersempit lagi, mengandalkan jawaban dari orang random di sosial media. Lo pikir mereka?

Gue juga kadang ngerasa sedikit "ehm" kalo ada pertanyaan-pertanyaan konyol di tahun melek teknologi seperti sekarang ini:

"Cor, kok bisa sih kamu ngedit foto kayak gitu, gimana caranya?"
"Cor, gimana sih cara bikin blog gitu? Susah nggak sih?"
"Cor, lu kok bisa suka nulis sih? Emang suka baca juga?"
dst.. dst..

Omo omo, nggak tau internet ya? Google? Bing? Yahoo? AOL? Ask? KASKUS? 
Nggak tau kak! OMG, Jebakan banget buat gue! Hari gini gitu loh, masa iya masih ada aja yang nggak tau internet. Kecuali bapak-bapak kudet atau nenek-nenek masa kini yang udah lama hidup lebih sebelum Indonesia merdeka, mungkin saja mereka nggak tau apa-apa. Nah kamu itu loh, hidup nggak dikurung di dalam kandang doang kok ya bilang nggak tau internet. Atau mungkin tau tapi nggak ngerti fungsinya? Alah. 

Kadang gue ngerasa bersalah juga ketika ada yang nanya tapi jawaban gue cuma "Cari aja di google". Harusnya lo juga sadar, kalo lo itu bukan kucing, yang harus dikasih ikan karena nggak bisa mancing sendiri di empang. Kalo lo emang sadar bahwa otak lo butuh jawaban atas pertanyaan yang emang lo belum tau, ya lo harusnya nyari, usaha dulu. Setidaknya ada inisiatif 'Oya, cari di google dulu deh, siapa tau ada'. Kalau emang bener nggak ada, baru tuh nanya ke orang yang menurut lo bisa ngejawab pertanyaan yang menurut lo rumit.

Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi Kemahasiswaan


Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi Kemahasiswaan - Di dalam suatu kelompok/ organisasi, selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai tujuan suatu organisasi.

Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi kemahasiswaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatuka individu –individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Pengertian Organisasi Kemahasiswaan 

Pengertian organisasi secara umum adalah sekelompok orang yang tergabung dalam suatu wadah yang menimbulkan suatu hubungan timbal balik, saling memberi dan menerima dan juga saling bekerjasama untuk melahirkan dan merealisasikan maksud (purpose), sasaran (objective) untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan pengertian organisasi kemahasiswaan adalah suatu bentuk kegiatan yang terdiri atas sekelompok orang yang berada di bawah naungan perguruan tinggi (universitas), yang diselenggarakan atas prinsip dasar: dari mahasiswa, oleh mahasiswa, untuk mahasiswa, dan bertujuan sebagai sarana pengembangan diri, peningkatan ilmu pengetahuan, serta intregritas kepribadian dari mahasiswa itu sendiri.

Dengan mengikuti (tergabung dalam) suatu organisasi, mahasiswa akan belajar mengimplementasikan sebuah makna interaksi sosial (antar mahasiswa), juga belajar akan kemampuan dalam menyelesaikan sebuah permasalahan secara bersama-sama sehingga membentuk sebuah kepribadian yang kritis, enerjik, dan mempunyai semangat tinggi. 

Macam-Macam Organisasi Kemahasiswaan

Di Indonesia, organisasi kemahasiswaan dapat dikategorikan ke dalam 2 jenis, yaitu organisasi kemahasiswaan internal kampus dan organisasi kemahasiswaan eksternal kampus.

Organisasi kemahasiswaan internal kampus adalah lembaga-lembaga organisasi yang memiliki kedudukan resmi di lingkungan kampus (perguruan tinggi/ universitas) dan mendapat pendanaan kegiatan kemahasiswaan secara mandiri, dari pengelola perguruan tinggi dan atau dari Kementerian/Lembaga, pemerintah dan non pemerintah untuk memajukan program kerja serta kemajuannya lainnya. Bentuknya dapat berupa Ikatan Organisasi Mahasiswa, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa tingkat fakultas dan Himpunan Mahasiwa Jurusan (HMJ). Kewenangan pengaturan sepenuhnya ada di tangan pemimpin perguruan tinggi yang dituangkan dalam Statuta (UU No. 12 Tahun 2012).

Organisasi kemahasiswaan eksternal kampus merupakan organisasi mahasiswa yang aktivitasnya berada di luar lingkup universitas atau perguruan tinggi. Organisasi ini biasanya berafiliasi dengan partai politik tertentu walaupun tidak secara eksplisit. Di Indonesia, ada beberapa organisasi kemahasiswaan ekstra kampus diantaranya adalah (Wikipedia) : 
  • Front Mahasiswa Nasional
  • Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
  • Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
  • Himpunan Mahasiswa Islam
  • Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS)
  • Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
  • Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia
  • Lembaga Dakwah Kampus
  • Pelajar Islam Indonesia
  • Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia
  • Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia
  • Serikat Mahasiswa Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Teknik Industri
  • Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia
  • Ikatan Mahasiswa Manajemen Pendidikan/Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI)
Pengertian dan Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

Komunikasi dalam organisasi adalah komunikasi yang terbentuk di dalam sebuah organisasi, dimana proses komunikasi tersebut dipengaruhi oleh struktur hirarki dalam suatu organisasi.

Komunikasi menjalankan empat fungsi utama dalam sebuah organisasi diantaranya yaitu (Robbins, 2006:392) :

- Pengendalian

Fungsi komunikasi ini untuk mengendalikan perilaku anggota dengan beberapa cara. Setiap organisasi mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh pimpinan dan anggota. 

- Motivasi

Komunikasi memperkuat motivasi dengan menjelaskan ke para anggota apa yang harus dilakukannya. Seberapa baik mereka mengerjakan sesuatu, dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja yang dibawah standar.

- Pengungkapan emosi

Komunikasi yang terjadi di dalam suatu kelompok atau organisasi merupakan mekanisme fundamental dimana para anggota dapat menunjukkan kekecewaan dan kepuasan. Oleh karena itu, komunikasi memfasilitasi pelepasan ungkapan emosi perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.

- Informasi 

Komunikasi memberikan informasi yang diperlukan oleh suatu kelompok dalam organisasi untuk mengambil keputusan melalui penyampaian data guna mengenali dan mengevaluasi pilihan-pilihan alternatif.

Dampak positif dari adanya komunikasi dalam sebuah organisasi, diantaranya adalah:
- Komunikasi dapat meningkatkan tanggung jawab moral dan sosial
- Komunikasi dapat menimbulkan saling pengertian di antara sesama anggota
- Komunikasi merupakan suatu cara untuk mendorong manusia ke arah berfikir positif, logis dan kreatif
- Komunikasi sebagai alat utama bagi anggota organisasi untuk bekerja sama

Dampak negatif dari tidak adanya komunikasi dalam sebuah organisasi, diantaranya adalah:
- Diskusi dalam organisasi tidak akan berjalan baik
- Sulit untuk bekerja sama
- Terjadinya miss communication sehingga berakibat saling menyalahkan

Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi Kemahasiswaan

Sebagai mahasiswa yang aktif dalam roda organisasi, tentunya banyak hal yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi tersebut. Jika diminimalisir, pentingnya komunikasi dalam organisasi kemahasiswaan diantaranya adalah:
1) Menciptakan interaksi sosial antar mahasiswa
2) Memahami maksud dan tujuan mereka mengikuti organisasi
3) Mendapatkan informasi dan wawasan (ilmu pengetahuan) yang lebih
4) Tujuan kegiatan dalam sebuah organisasi bisa terlaksana dengan baik
5) Terjalinnya kerjasama yang harmonis antar mahasiswa dan antar organisasi

Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi social dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. 

Di dalam suatu kelompok/ organisasi, selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik. Untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai tujuan suatu organisasi. 

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. 

Sebagai mahasiswa yang aktif dalam roda organisasi, tentunya banyak hal yang harus dipenuhi untuk mengimplementasikan hak dan kewajiban sebagai anggota organisasi tersebut. Untuk itu, komunikasi dalam sebuah organisasi khususnya organisasi kemahasiswaan menjadi suatu hal yang amat penting. Karena dengan berkomunikasi, seseorang berarti sudah berhasil melakukan apa yang dinamakan interaksi sosial dalam sebuah organisasi, memahami maksud dan tujuan mereka mengikuti organisasi, mendapatkan informasi dan wawasan (ilmu pengetahuan) yang lebih, dan tujuan kegiatan dalam sebuah organisasi bisa terlaksana dengan baik, sehingga terjalinlah kerjasama yang harmonis antar mahasiswa dan antar organisasi.

Begitulah kiranya artikel yang bisa saya sampaikan tentang "Pentingnya Komunikasi dalam Organisasi Kemahasiswaan". Semoga Bermanfaat! 😊

Sejarah Berkembangnya Jurnalistik di Indonesia


Sejarah Berkembangnya Jurnalistik di Indonesia - Dulu sebelum beredarnya surat kabar atau media yang sampai saat ini masih menjadi konsumsi dan kebutuhan banyak orang dalam memperoleh informasi, ternyata ilmu jurnalistik telah lahir pada akhir abad pertengahan, yang mana berita didatangkan dalam bentuk lagu dan cerita, dalam balada-balada yang disenandungkan para pengamen keliling. Seperti halnya kita mendengar pembacaan sebuah dongeng dari orang yang ada di sekeliling kita, namun hal tersebut adalah sebuah berita.

Dalam catatan lain pun telah disebutkan bahwa produk jurnalistik (secara tertulis) pertama kali muncul berupa surat edaran yang menyajikan peristiwa sosial politik dan diberi nama Acta Diurna yang terbit setiap hari di Roma Kuno (Romawi) pada 59 sebelum Masehi. Begitu pula di Cina, pada masa Dinasti Tang telah diterbitkan selebaran pendek yang disebut Pao atau laporan oleh pejabat pemerintahan dan berlangsung hingga akhir Dinasti Ching pada tahun 1911.

Richer Fawks membuat surat kabar yang bernama True en Countre yang hanya beredar terbatas di Eropa Tengah (Switzeland dan Inggris) pada abad ke-14. Kemudian menyusul di Belgia yang menerbitkan jurnal komersial yang diberi nama Courante Braden, juga di Inggris yang diberi nama jurnal Gazettes, dan juga di Jerman yang diberi nama jurnal Courantos pada permulaan abad ke-16.

Dan pada tahun 1450, Johan Gutenbuerg di kota Minz, Jerman membuat mesin cetak pertama kali di dunia. Dan dengan mesin inilah surat kabar pertama telah dilahirkan di Eropa pada tahun 1609 di kota Wolfenbuttel yang diberi nama Avisa Relation Order Zaitung dan resmi menjadi perbicangan di kafe-kafe Inggris juga kedai-kedai minum di Amerika mengenahi berita perkapalan, argumen politik, dan sebagainya.

Lalu pada tahun 1618, Casper Van Hibben di kota Amsterdam Belanda menerbitkan surat kabar Tijdighe Mijn Verathy de Qualteren dalam bahasa Belanda, Prancis, dan Inggris. Dan sejak itu, jurnalistik berkembang pesat hingga Amerika Serikat menerbitkan surat kabar untuk pertama kalinya pada tahun 1704 yang diberi nama The Boston News Letter.


Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang beredar hingga ke seluruh penjuru dunia, Indonesia pun merilis surat kabar untuk yang pertama kalinya pada masa pemerintahan Belanda Van Imhoff bulan Agustus 1744 yang diberi nama Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonementen yang berisi kurang lebih untuk kepentingan perdagangan saja. Lalu pada Juni 1746, Bataviasche Nouvelles telah berhenti diterbitkan (resmi ditutup) sebab Van Imhoff diduga telah mempengaruhi pikiran pribumi Hindia-Belanda pada masa itu.

Kemudian pada tahun 1907, Indonesia melahirkan Pers Nasional yang diberi nama Medan Prijaji yang diterbitkan setiap minggunya. Sesuai dengan nama, surat kabar ini diterbitkan oleh golongan priyayi yang diketuai (pimpinan redaksi) oleh Raden Mas Tirtoadisuryo. Dan jelang abad ke-20, di Jakarta telah terbit surat kabar Taman Sari dibawah pimpinan F Wiggers dan Pemberita Betawi dibawah pimpinan J Hendrik. Selain itu juga, di Bandung telah terbit Pewarta Hindia yang dipimpin oleh Raden Ngabehi TA (sejak tahun 1894), dan di Semarang juga telah terbit Bintang Pagi dan Sinar Djawa.

Dan kini, setelah Indonesia merdeka, jurnalistik telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pers Indonesia bukan lagi menjadi alat perjuangan semata, namun juga sebagai lembaga bisnis dan perindustrian.