Ketika Allah Mulai Jatuh Cinta; Valentine 2019 Part 1

Tidakkah kau renungkan bahwa segala cobaan dan masalah yang terjadi dalam hidup hingga memaksa kita untuk meneteskan air mata adalah suatu pertanda. Fikri
Mungkin bagi sebagian orang, menangis adalah hal yang memuakkan. Macam tak ada jalan keluar saja kau ini. Lebay sekali. Ya, mungkin bisa dibilang lebay (dibuat-buat untuk mencari perhatian). Tapi bagi kebanyakan orang, menangis menjadi suatu ungkapan bahwa kejadian yang telah dialami seseorang dalam hidupnya telah mengalami fluktuasi di suatu masa. I think, ini terdengar lebih baik. Ada saatnya kebahagiaan dan kekecewaan harus diungkapkan melalui air mata, sehingga tidak ada lagi penyakit kronis menyoal perasaan yang membengkak dalam hati dan pikiran seseorang, termasuk saya.

kesempatan adalah peluang


Ketika harapan kita di masa lalu tiba-tiba dicolek oleh kehidupan nyata di masa depan tepat di mana kita sedang memperjuangkan harapan hidup yang lainnya dengan semangat, rasanya ingin ku bertanya, apakah ini pertanda? Bukankah saya sendiri juga sudah lupa? Whatever, yang pasti kehidupan masa kini jauh lebih sok sibuk dibanding dulu. Jadi, kalau memang terjadi pencolekan untuk menyibukkan diri lagi di masa kini, ya sah-sah saja toh. Mungkin Tuhan lebih percaya, kalau saya ternyata masih sanggup, untuk jadi orang sibuk.

Tepat bulan Januari di awal tahun 2019 kemarin saya mendapatkan broadcast message dari sesama teman blogger perihal program "Apple Developer Academy". Awalnya saya bertanya-tanya, "iki program opo seh? Kok sawangane berat ngene". Tanpa babibu, karena saya sudah tau (setelah searching kilat di mbah google), akhirnya saya memberanikan diri untuk "mencoba". Ya, siapa tau bisa jadi profesi kan nantinya. Segala sesuatu memang perlu dicoba, tapi bukan asal coba-coba. Apa saja ikhtiyar musti dilakoni semaksimal mungkin, ngomongin hasil akhir itu urusan nanti. Mumpung ada kesempatan, manusia berhak mengambil peluang, termasuk saya. Kebut-kebutan ngisi formulir.

UC Apple Academy 2019

Setelah lumayan lama menanti, kira-kira diapprove apa nggak formulir menjadi public participant nya tadi, akhirnya datang juga whatsapp dari Ms. Yenny (contact person program ini). Disitu tertulis bahwa saya harus menyiapkan curriculum vitae lengkap juga membuat video motivasi mengikuti program ini (durasi video: 60 detik) yang harus diupload ke youtube dan linknya disubmit lagi di form lanjutan. Beginilah hasilnya.



The story is begin.
Sebenarnya dari awal sudah mulai drama. Lagi-lagi drama, mungkinkah ini pertanda? Saya pasrah.

Saat itu, saat di mana Ms. Yenny mengirimkan broadcast message berupa himbauan untuk submit dokumen pada tanggal 11 Januari, saya sedang tidak memiliki paket data internet. Jadi, sewaktu pesan itu dikirimkan, saya tidak me-reply dan saya merasa selow saja karena saya memang sedang tidak online.

Baru pagi harinya di tanggal 12 Januari saya mendapati pesan itu dan buru-buru saya balas untuk menanyakan, apakah dokumen masih bisa submit lewat deadline. Puji syukur, jawabannya adalah nevermind. Oke, saya langsung kebut pada hari itu juga, and i think "gue nggak boleh ngecewain, kalau bisa harus submit sebelum jam 10 biar terhitung masih tanggal 11 (apa-apaan ini?) dan semoga masih diberi kesempatan". Ya, lagi-lagi saya harus mepet alias lenjeh pada kesempatan. Untung saja saya sudah pernah membuat ceve untuk melamar pekerjaan beberapa waktu lalu, jadi tinggal edit videonya saja.

Persaingan secara sehat itu harus

Setelah video saya share di youtube dan instagram, rupanya banyak sekali teman yang support dan turut mendo'akan. Dilihat dari beberapa reply dan komentar di sana, i think mereka juga turut bangga dan bahagia. Dan saya selalu yakin sih, campur tangan Allah itu pasti ada. Jadi, segala sesuatu yang diusahakan manusia maybe menjadi pertimbangan atas takdir yang telah Allah digariskan. Netizen aja bangga masa Allah enggak? Who knows sih. Kemungkinan walau 1% itu pasti ada.

tak apalah ada numbernya, soalnya dipublik juga sih di sosmed buat contact person
Tanpa saya sadari, ternyata ada dua teman blogger yang juga ikutan submit. Yang satu namanya mbak Heni Prasetyo Rini, sang presiden dari komunitas Coding Mum Surabaya. Satu lagi namanya badai, dia blogger juga seperti saya, tapi ada kemungkinan juga dia adalah seorang programmer. Ya siapa tau dong ya, kan yang selama ini saya tahu, program Apple Developer Academy ini lebih menarik perhatian para programer (seperti saya yang cuma remahan keripik singkong). Jadi ada kemungkinan juga kalau hanya saya lah sang mantan mahasiswa filsafat (no no coding-coding) yang memberanikan diri untuk bersaing secara sehat bersama para programmer keren di luar sana (mungkin loh ya, bisa jadi juga bukan hanya saya). Ya bersaing dengan para programmer, designer, juga calon entrepreneur (pebisnis) mendunia. Saya jadi minder lagi, kayaknya saya bakal tumbang kalau lawannya mereka. I said dalam hati saja.

Drama kedua kalinya mulai menjadi pertanda. Saya kelabakan karena di tanggal 13 Januari, informasi terkait tes potensi akademiknya tak kunjung mendarat di whatsapp. Padahal saat saya submit dokumen dan video, saya memilih untuk mengikuti tes di tanggal 15 Januari. Ah, mungkin saya nggak lolos seleksi berkas nih. Pasti gara-gara ceve saya yang kurang meyakinkan. Saya jadi perang sama diri saya sendiri. Akhirnya saya masih ingin berfikir positif, mungkin saja masih esok hari tanggal 14. Badai pun akhirnya bilang bahwa mbak Heni saja sudah dapat jadwal tes sejak tanggal 11 kemarin. Haduh, saya jadi makin minder dan hampir teriak "yasudahlah". Ya, bersaing yang seperti ini terkadang membuat mental jadi sedikit lemah. Tapi, yang namanya persaingan sehat itu ya harus dan kudu dilakoni secara waras. Cause we don't know Allah akan berkata apa. Jadi, kemungkinan berhasil itu pasti ada.

Akhirnya ikut test juga

Setelah amnesia pernah submit program UC Apple Academy 2019 di bulan Januari, saya dikagetkan dengan sebuah pesan yang menyatakan bahwa saya harus tes pada tanggal 13 Februari 2019. Jantung seketika berdetak kencang dan berkeringat dingin. Apakah ini pertanda? Lagi-lagi saya meyakinkan diri, bahwa mungkin ini jalan yang diberikan Allah untuk mengangkat derajat orang tua saya (especially my mother, perempuan mandiri sang pejuang kehidupan). Ada beberapa alasan yang tak bisa saya sebutkan di sini. Akhirnya saya tergerak untuk melangkah. Bodo amat sama hasilnya, yang penting saya berperang dulu. WAJIB!


// life motto
if (sad() === true) {
sad ().stop();
beAwesome();
}

Saya pun bergegas mempersiapkan diri. Karena mbak Heni masa itu sudah tes di bulan Januari, saya pun menanyakan sedikit bocoran soal apa saja yang telah dikerjakan kemarin. Akhirnya beliau memberi tahu bahwa soal dibagi menjadi beberapa kategori. Dan dari situlah saya mulai belajar ngebut menyoal coding juga teori-teori dari beberapa kategori yang dimaksudkan tadi, supaya score yang saya dapat bisa masuk kriteria a public participant nantinya.

Karena awal tahun 2019 ini saya targetkan untuk ikut lomba blog pada awalnya, alhasil belajar untuk tesnya hanya beberapa hari saja. Maaf, anda telat memperebutkan jadwal jadi orang sibuk. Sekali lagi maaf, koding-kodingan! Setelah posting beberapa artikel lomba yang sudah ngantri jadwal publikasinya. Sejak tanggal 9 Februari akhirnya saya mulai berperang dengan berbagai macam teori. Dimulai dari tes skolastik, teori desain, bisnis, dan java string (yang asli gila parah, tapi penasaran), semua bikin mata saya hampir melek selama 24 jam non stop sampai siwer. Maklum saja, kuliah saya tak ada sangkut pautnya dengan kode-kodean. Hanya dengan bismillah dan modal pernah edit-edit html blogger templates saja, akhirnya saya bodo amat sama resiko mata jereng. Yang penting kebut, jangan sampai benjut.

(bersambung...)

2 Responses to "Ketika Allah Mulai Jatuh Cinta; Valentine 2019 Part 1"

  1. ngoding sepertinya lebih mainstream daripada "ngode" si dia wkwkwk

    ReplyDelete

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel