Serunya Kulineran di Pasar Lama Kota Tangerang

Sunday, November 25, 2018

Model: Teh Mellss (pemilik blog ameliasubarkah.net)
Kemarin, tepat pada tanggal 10-11 November 2018, gue mendapat undangan spesial dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang (@wonderfultangerang) untuk dipersilahkan mengikuti FamTrip Jelajah Kota Tangerang 2018 sekaligus ikut workshop spesial dari dua Travel Blogger membahana. Oh waw, this is my first trip loh, karena kebetulan gue lagi pulang kampung di Jawa Timur. Jadi, benar-benar challenge banget buat hadir ke lokasi yang jaraknya berkilo-kilo meter dari rumah. Dan ya, i accept it!

Gue bertolak dari Surabaya pada pukul 21.00 malam menggunakan kereta api Kertajaya tujuan akhir Stasiun Pasar Senen. Berbekal dua ransel yang satu isinya baju ganti selama dua malam, yang satu lagi isinya laptop dan seperangkatnya. Baru kali ini gue merasakan perjalanan yang mengesankan. Bagaimana tidak, biasanya gue pergi ke Jakarta dengan tujuan menuntut ilmu di perguruan tinggi tapi kali ini pergi kesana buat traveling.


Gue sampai di stasiun Pasar Senen sekitar pukul 09.30 pagi. Tanpa mandi, tanpa makeup, tanpa ganti baju, gue langsung bertolak ke Stasiun Duri menggunakan Grab Bike melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tangerang naik Commuterline. Sampai di Stasiun Tangerang sekitar pukul 10.00 pagi dan gue menyempatkan diri untuk mandi, ganti baju sama makeup dikit.

Setelah itu gue langsung bertolak dari stasiun menuju Hotel Kyriad bareng salah satu peserta Fam Trip dari GenPi Magelang, Veronika si Travel Blogger yang jago banget foto-foto. Sampai sana istirahat, kumpul-kumpul sebentar lalu masuk ke ruangan untuk Pembukaan acara FamTrip sekaligus Talkshow oleh dua Travel Bogger keren. Mas Teguh Sudarisman (jago membuat videography with smartphone) juga Mbak Katerina (Travelerien).


Acara FamTrip kali ini dibuka oleh Ibu H. Raden Rina Hernaningsih, S.H, M.H (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang) dan dilanjutkan Talkshow oleh dua travel blogger yang sudah melalang buana kemana-mana. Siapkan badan, dengerin materi bermanfa'at dari mereka. Gue jadi khusyu' menyimak pembahasan yang super keren dan jelas dari mas teguh dan mbak Rien.Ya, karena gue memang sudah menyiapkan diri untuk menjadi seorang Travel Blogger.

Kulineran di Pasar Lama Kota Tangerang

Setelah talkshow selesai di sore hari, kita break untuk sholat dan makan. Lalu selepas maghrib kita diajak wisata kuliner naik bus ke Pasar Lama. Setiap peserta dibekali uang Rp. 50,000 untuk dibelanjakan sepuasnya. Gue sendiri pun sampai menggelengkan kepala. Sungguh banyak kedai makan yang mamak jual di sana. Hampir jereng mata gue menatap ratusan pedagang berbaris rapi sepanjang jalan. Nak beli apa budak kecik Pak Haji malam ni? Gue jadi bengong karena sudah merasa kenyang mata duluan. Tapi malam itu menjadi malam yang super mengesankan dan nikmat traveling yang luar biasa, jadi harus sikat miring saja. Tak peduli mata sudah mulai oleng, yang penting perut kenyang.


Karena peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bikin video singkat macam yang gue share di youtube di atas. Alhasil gue sekelompok sama Dua Nong Provinsi Banten. Yang satu bernama Marisca (Nong Kab. Serang) dan satu lagi bernama Salsabila (Nong Lingkungan Hidup Kota Tangerang).

Gue sendiri beli Bakso Spesial Mas Gino seharga Rp. 27,000 sudah bikin perut kenyang sampai berkunang-kunang, versinya jumbo bok! Gila sih kalau makan sendirian bakalan nggak kuat. Kemarin aja dibantuin Marisca biar habis. Selain itu, gue beli Lekker Cokelat Pisang Milo yang dibandrol Rp. 5000 ditambah lagi Sate Ayam Teriyaki harga Rp. 10,000 per tusuk yang akhirnya gue bungkus dan gue makan di saat konser Live Music setelahnya. Teman satu kelompok gue Salsabila membeli 1 porsi Sushi seharga Rp. 15,000 sedang Marisca membeli satu porsi Nasi Bakar. Sebenarnya menu kami sama semua sih, yang membedakan hanyalah makan beratnya itu tadi. Kita sama-sama beli lekker dan minumannya Lemon Sprite seharga Rp. 13,000 per porsi gelas jumbo.

Sebenarnya bukan hanya menu makanan itu saja yang tersedia di sana, tapi ada banyak gerobak yang menyediakan berbagai macam makanan baik kuliner jaman old hingga jaman now. Kuliner jepang dan korea macam sushi dan Tteobbokki pun ada.

Sumber: travelerien.com
Yang paling melegenda dan ramai di pasar kuliner ini adalah Sate H. Ishak yang bikin gue akhirnya menyerah untuk pesan satu porsi padahal malam itu ngiler banget pengen makan sate. Ramainya nggak ketulungan, antrinya ampun-ampunan. Yoweslah, akhirnya saya menyerah ngantri dan pindah. Perut sudah mulai memberontak dengan kekosongan sejak tadi break nyemil dessert. Buat kalian yang penasaran sama harga satenya, satu porsi sate ayam (10 tusuk) + lontong dibandrol harga Rp. 25.000 per porsi. Murah bukan? Besarnya harga tidak akan menghianati cita rasa, jadi kalau kulineran ke sini wajib coba lah ya.

Hari sudah mulai malam, satu rombongan FamTrip malam itu akhirnya bertolak dari Pasar Lama dan berhembus menuju ke kantor Walikota untuk menyaksikan live konser menjelang Festival Budaya esok paginya yang ada di sana. Tak lupa berpose ria di depan masjid Raya al-A'dzom biar esok paginya makin semangat jelajah wisata kotanya.


Bersambung. . .
See you next blogpost :)

Baca juga: Rasanya Jadi Selebgram di Kampung Bekelir

You Might Also Like

0 komentar

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Featured Post

Si Anet Ingin Hijrah, Berpetualang Keliling Dunia

Facebook Fanpage

My Youtube Channel