Bahagianya Meminta Ma'af dan Dima'afkan

"Memaafkan itu Mulia, meminta ma'af itu Kesatria" Masih ngomongin "ma'af-ma'afan" ya. Karena spesial...


"Memaafkan itu Mulia, meminta ma'af itu Kesatria"

Masih ngomongin "ma'af-ma'afan" ya. Karena spesial Eid Mubarak, jadi saya mau bahas menyoal minta maaf. Anw, Mohon ma'af lahir batin ya guys. Jika kalian pernah mengenal diri ini dan pernah tersakiti oleh ucapan, atau perilaku atau apapun itu menyangkut kesalahan saya, sekali lagi Minal 'Aidin wal Faizin; Mohon Ma'af Lahir dan Batin. Mari kembali dalam keadaan Fitrah dan memulai lembaran hidup yang baru, menjadi pribadi yang baik dan lebih baik lagi. Amin. #selfreminder

"Ma'af. ."
Satu kata yang paling berat untuk dikatakan. Tapi bisa menjadi salah satu kunci kebahagiaan. 

Jarang sekali orang, berani meminta maaf kepada orang lain, kecuali ia tak pernah ada problem dengan manusia lain (yang dimaksud) itu. "Kalo minta ma'af sama dia mah oke-oke aja, kan gue nggak pernah ada masalah sama dia". Itulah yang menjadi patokan kebanyakan orang. Gampang meminta ma'af kepada orang yang tidak pernah bermasalah dengannya ketimbang meminta ma'af kepada orang yang jelas-jelas pernah disakitinya.

Ketidak sengajaan dalam melakukan kesalahan saja terkadang sulit untuk meminta ma'af, apalagi kesalahan yang disengaja. "Males ah gue, dianya aja nggak pernah minta ma'af sama gue, ngapain minta ma'af sama dia, gue sih udah ma'afin ya kesalahan dia, jadi bodoamat ah". Ini yang sampai sekarang menjadi problem orang-orang di sekitar kita, termasuk diri kita juga. Sulit buat ngungkapin kata "Maaf".

Jujur, secara pribadi saya orangnya memang rada gengsian (dalam suatu topik tertentu). Oleh karena itu, dalam hal ma'af-mema'afkan sebisa mungkin saya selalu berusaha mengaplikasikannya. Seperti; meminta ma'af ketika saya melakukan kesalahan sekecil apapun itu. Ya kita harus tahu, masalah kecil sebiji wijen saja bisa jadi membesar ketika tidak diselesaikan dengan tuntas seketika itu juga. Jadi, se-memalukan-apapun diri saya seketika itu, yang penting saya sudah berusaha bilang "i'm sorry!" dan berusaha untuk tidak pernah mengulanginya lagi. Dan juga, berusaha mema'afkan mereka. You must know, wong jowo ngendiko "Ngasor bukan berarti Asor, alias Merendah bukan berarti rendah." Karena rendah hati untuk mema'afkan dan minta ma'af bukan berarti menjadi orang yang rendah diri. 

Lagi-lagi salah, terus salah, ngelakuin kesalahan lagi

Jujur saya mau nanya, siapa sih yang mau kesalahannya terulang kembali, atau adakah yang memang sengaja, "eh, gue mau loh" kesalahan yang sama gue sama dia bisa terulang kembali? 

Pasti kebanyakan dari kalian akan menjawab, "nggak lah, nggak mau terulang lagi. Udah cukup kemarin atau hari ini saja melakukan kesalahan". Tapi apa daya guys, entah kenapa kesalahan sekecil apapun itu pasti ada dan tercipta dari dalam diri kita.

Contoh:
Gue pernah marah-marah ke temen gue, karena dia udah berperilaku busuk di belakang gue, memfitnah gue, mengolok-olok gue, meracuni teman dekat gue supaya nggak deket lagi sama gue. Secara dong, gue sakit hati dan langsung menumpahkan unek-unek gue ke doi, karena doi sudah keterlaluan banget oncomnya. Dengan dalih "gue yang disakitin duluan", jadi gue nyakitin baliknya melalui marah-marah. Alhasil doi makin nyumpah serapah sama gue. Akhirnya gue cuma bisa nangis (karena udah sakit hati, tapi udah lega udah menumpahkan semua kekesalan), gue diem, dan akhirnya doi meminta ma'af. Ya, meskipun kelihatannya cuma formalitas doang mah, gue langsung seneng dan ma'afin. Meskipun, abis itu juga kadang-kadang kumat gitu lagi. Setidaknya dia pernah meminta ma'af dan rasanya itu surga banget guys.

Jadi kesimpulannya, kesalahan itu bisa saja datang kapan saja, di mana saja, tak terduga, semacam takdir. Tapi, sebisa mungkin (jika kita memang sadar akan kesalahan kita) alangkah lebih baiknya untuk segera meminta ma'af. Nggak usah peduli seberapa banyak kesalahan kita terhadap mereka, selama kita masih diberikan kesempatan untuk meminta ma'af kepada mereka, mari segera kita melakukannya. Karena, di dalam al Qur'an pun Allah SWT sudah berfirman dengan berbagai macam kalimat (meminta ma'af dan memaafkan) yang terpisah dalam berbagai surat-Nya. Yang salah satunya berbunyi:


{133} وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu (maksudnya segera meminta ampunan dari Allah) dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

{134} الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.

Sungguh, memang benar sih. Meminta ma'af  dan mema'afkan itu banyak sekali kebaikannya. Semua kebaikan itu akan berbalik kepada diri kita sendiri. Coba kalau kita belajar mema'afkan kesalahan orang lain, menutupi aib orang lain, insyaallah aib kita juga akan ditutupi oleh Allah dan kesalahan kita juga akan dima'afkan oleh Allah. Hidup tenang, damai dan bebas sakit hati.

Meminta ma'af juga sama halnya. Banyak kebaikan yang kita dapat setelah kita meminta ma'af. Salah satunya adalah kebahagiaan hidup.

Singkat cerita. Sedikit romantis nih ya, hahahaha 😀😂 *mulai keluar deh inti dari postingan ini, wkwkwk

Saya sudah lama tidak berkomunikasi dengan doi, karena suatu hal. Dalam suatu hal tersebut, mungkin banyak kejadian yang bikin doi sakit hati, atau dengan kata lain saya pernah menyakitinya. Sudah lama saya ingin meminta ma'af pada doi. Sebenarnya sama siapa pun sih, ketika saya merasa salah terhadap siapa pun itu, sebisa mungkin saya berusaha meminta ma'af. Pokoknya minta ma'af! Entah mereka mau mema'afkan atau tidak, yang jelas beban yang saya emban akan terasa sedikit berkurang. Ya, kadang terlihat dengan jelas sih kalau mereka bosan dengan permintaan ma'af tersebut. Karena permintaan ma'af tidak akan merubah apapun, katanya. Padahal ? Banyak sekali perubahan baik yang terjadi tanpa disadari.

Lanjut ke doi ya, hahaha. Karena lama tak berjumpa dan tak berkomunikasi via apapun itu, akhirnya saya beranikan mengirim sebaris kalimat melalui chat wa, "Minal 'Aidin wal Faizin, Mohon Ma'af Lahir dan Batin atas kesalahan saya selama ini (emot senyum). Selamat Hari Raya Idul Fitri 1439 H." Mumpung momen lebaran sih, jadi ya kesempatan lah.

Dibalaslah sama doi "Nggih, sami-sami; Iya sama-sama", seketika saya langsung adem. Ya, saya bisa membayangkan lah betapa kecewanya doi sama saya waktu itu. (Nanti ya saya ceritakan di postingan lain, masih menyoal drama kehidupan) Tapi, entah kenapa ada rasa terharu gitu loh, dalam hati saya langsung berucap,"Ya Allah, begini ya rasanya dima'afkan sama orang lain. Coba kalau saya sendiri juga bisa mema'afkan kesalahan diri ini dan orang lain, mungkin akan terasa lebih bahagia lagi." Ya, meskipun secara simbolik, tanpa tahu mimik wajah dan perasaannya doi, saya sudah merasa bahagia sekali. Ya, bahagia. Seketika hari ini langsung berubah menjadi Hari Kemenangan yang sangat luar biasa. 

Dibarengi dengan kata-kata ma'af dari teman, saudara, manusia-manusia lain yang pernah berjumpa dengan saya, rasanya bahagia sekali. Begitulah hikmah dari meminta ma'af dan mema'afkan, akan ada rasa kebahagiaan yang tak terkira ketika kita sudah berhasil mengaplikasikan di kehidupan nyata.

Salam kebahagiaan di Hari Kemenangan,
Cory 💋

You Might Also Like

2 komentar

  1. hati manusia itu unik ya. maafin jg ya kalo saya punya salah. kalo disalahin orang, omongannya diterima dulu baru pembelaan diri dengan mengatakan alasan dengan kepala dingin. biar gak dibilangin ":eehh udah salah nyolot lagi!" wkwkwk
    manusia pasti selalu buat kesalahan tapi jarang ada manusia yang mengakui kesalahannya dan meminta maaf.

    ReplyDelete

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)