Kejahatan Menjelang Bulan Ramadhan

Sumber: kaskus. Pembunuhan, pengeboman, pemerkosaan, kemalingan, kecopetan, kerampokan, semuanya sedang berlangsung dengan noraknya di ...

Sumber: kaskus.
Pembunuhan, pengeboman, pemerkosaan, kemalingan, kecopetan, kerampokan, semuanya sedang berlangsung dengan noraknya di akhir bulan menjelang Ramadhan ini. Sumpah sakit hati pakai banget kalau harus berulang kali mengingat kejadian yang tidak memanusiakan manusia semacam ini.

Bagaimana tidak? Orang yang tak tahu menahu bahkan tidak berdosa dijadikan korban aksi kejahatan mereka dengan seenak jidatnya. Dan mereka pikir itu semua "halal" demi niat yang saya nggak tahu lah otak mereka itu isinya apa. Jancuk! 

Entah kenapa saya sampai mengeluarkan kata kasar. "Ingin ku berkata lebih kasar, tapi ku ingat bahwa diriku tak serendah mereka, jadi calm down beibeeh." Mohon maaf ya gaes, kalau sebelumnya saya sempat misuh. Hehehe.

Ya, tebakan anda benar. Saya habis kena musibah. KECOPETAN. Agar lebih dramatis lagi, saya harus capslock + bold. "GUE KECOPETAN GAEESS". Entah saya yang terlalu drama atau ya whatever lah. Harga/nilainya nggak seberapa. Tapi perjuangannya terus menjadi kenangan.

Mau lanjut baca cerita saya nggak? Oke, lanjut ya..

Jadi gini. Tadi pagi, sekitar pukul 09.00, saya naik kereta dari Lenteng Agung, karena kebetulan saya lepas nginep di Ciganjur, rumah kakak kelas, senior sekaligus dulur dewe (nganggapnya gitu). Niatnya biar nggak kejauhan (kalau dari Ciputat) dan memilih untuk lebih irit. Ya, biasa lah. Itung-itung bisa beli ini itu pas di rumah. Oh iya lupa belum ngasih tau. Saya mau pulkam gaess, ke Surabaya. Naik kereta dari Stasiun Senen, dan dijadwalkan berangkat pukul 02.00 siang. Jadilah saya berangkat naik gojek dari lokasi ke stasiun lenteng agung, dan dari lenteng agung turun Manggarai. Abis Manggarai transit ke Jatinegara. Nah pas di Jatinegara ini saya sempat buka hape, karena harus balas whatsapp dari keluarga dan soal kerjaan.

Fyi, saya pakai sling bag yang berisi hape+powerbank+uang, dan perintilan kecil (semacam obat-obatan), bawa ransel di punggung, bawa tentengan buat ibu di tangan kanan, dan laptop di tangan kiri. Bayangkan, betapa rempongnya saya. Tadinya tak ingin ku membawa apa-apa biar nggak berat. Tapi saya udah terlanjur ada janji meetup dan gathering nantinya (besok tanggal 18 Mei). Jadilah saya bawa perlengkapan baju+makeup+dll. Ini yang sebenarnya bikin rempong. Laptop berat, tapi mau tak mau karena menyoal kerjaan jadi harus dibawa. #beratbebanhayati

Asli, nggak ada ragu atau apasih dari awal. Fine-fine aja, tidak ada firasat apa-apa. Hanya pas mau turun di stasiun Senen, saya merasa ada bapak-bapak yang kurus tua, berpakaian putih lusuh mendekat ke belakang saya. Saya pikir dia mesum. Akhirnya saya menoleh ke belakang dan saya pelototin mukanya. Wallahi, ya Allah sedih banget gue. Saya benar-benar nggak su'udzon maling sama sekali ke itu bapak. Karena posisi juga kan lagi padat penumpang, jadi saya anggap ya wajarlah.

Saya yang rempong dengan segala benda yang melekat di tubuh ini keluar dengan semangatnya, karena sudah satu tahun saya nggak pernah ketemu ibu dan nenek, jadi yang kebayang di pikiran saya adalah rumah. Lagi-lagi rumah, rumah dan rumah. Ya, karena rindu dalam diri ini sudah sangat tidak bisa ditahan, jadi suntikan semangatnya ya harus pulang kampung.

Setelah keluar, akhirnya saya menuju ke lokasi mesin cetak tiket. (Sebelumnya saya memesan via tiket.com jadi alhamdulillah cepat banget konfirmasinya). Di sinilah saya baru sadar bahwa handphone beserta uang saya hilang. Nothing,, nothing,, nothing.. Berulang kali saya cek tas, ransel, semuanya. Hasilnya nihil. Astaghfirullah, saya mengucap istighfar banyak-banyak. Saya ambil hape nokia kecil, saya belikan pulsa 30,000 di indomaret, lalu saya nelpon teman dekat saya yang alhamdulillah ada di kontak handphone yang sudah lama tidak beroperasi itu. Ya, Annabella. Thanks bel udah sangat-sangat membantu.

Saya nangis sesenggukan, nggak peduli sebanyak apa orang ngeliat. Yang ada dalam bayangan, pikiran saya adalah perjuangan beli hapenya yang baru selesai nyicil, meski cuma 500,000. Habis ganti LCD 350,000, ganti baterai 150,000, ganti lubang konektor charger 50,000, beli powerbank dan seperangkatnya 200,000. Ya Allah, shock banget rasanya. 

Saya kuliah pagi sampai sore, kerja di event BBW jam 22.00 malam sampai 06 pagi selama 2 minggu, yang gajiannya juga telat 1 bulan setelah event. Demi bisa bayar kosan, beli makan, sama nyicil hape ke teman. Rasanya pengen meledakkan jantung. Tapi lagi musim teroris jadi saya nggak mau jadi teroris untuk diri saya sendiri. Saya mencoba untuk sabar, alhamdulillah lumayan. Akhirnya saya makan 1 buah pear untuk membasahi kerongkongan yang sedari tadi udah kering. 

Berkali-kali nelpon Annabel untuk segera dipesankan grab car/ go car. Saya ingin kembali ke Ciputat, ingin merebahkan diri pada kasur lusuh kosan, ingin bercengkerama dengan Allah. Ingin mengadu, mungkin bapak itu lebih butuh daripada saya. Hatiku nangis sekencang-kencangnya. Semua hal yang saya dapat selama ini benar-benar butuh perjuangan ekstra, hal sekecil apapun itu. Makanya, kalau kehilangan rasanya pengen nangis. Ya, nangis aja. Intropeksi, mungkin ada yang salah dalam diri saya, makanya Allah mengambil nikmat-Nya untuk saya.

Dari sini, saya langsung mikir ke rumah. Bayangan saya ada di depan ibu, nenek, yang sedang sakit merindu, sakit jasmani dan rohaninya, yang udah renta, yang sudah lama menanti anak, cucunya. Tapi apa, saya gagal pulang kampung. Mau saya ubah jadwal kepulangannya tapi waktu tidak mendukung, saya sudah terlambat. Astaghfirullah, lagi-lagi saya istighfar.

Akhirnya saya memutuskan untuk naik grab car, dari stasiun senen ke ciputat. Sebisa mungkin saya harus berusaha ketemu teman-teman saya agar saya bisa semangat. Dan alhamdulillah, akhirnya saya bisa nulis postingan ini sampai tuntas di asrama yang penuh cerita ini.

Pelajaran yang saya dapat, begini rasanya kehilangan sesuatu yang amat berharga, penuh perjuangan, jadi banyak hal yang perlu diqiyaskan, agar tidak ada lagi diri dan orang lain yang tersakiti karena merasa kehilangan.

Welcome, Ramadhan!
Semoga Allah selalu mengampuni dosa-dosa kita, memberikan segala rahmat-Nya, menyertakan pertolongan juga perlindungan untuk kita semua. Selalu menguatkan iman kita, meneguhkan rasa kemanusiaan dan kebajikan kita, hingga kita meninggal dalam keadaan khusnul khotimah. Amin Amin, Ya Robbal 'alamin.

Di bulan yang penuh berkah barokah ini, marilah sama-sama menggali amal kebajikan, bukan keburukan. Yakin, bahwa Allah selalu ada untuk kita. Seberat apapun cobaan yang diberikan, semua pasti ada solusinya. Pilih solusi yang baik, agar membuahkan hasil yang baik pula. Allah, rasanya deg-degan campur shock. Kenapa menjelang bulan yang penuh ampunan ini masih ada saja orang yang berani berbuat jahat kepada sesama? Sedih rasanya.

You Might Also Like

2 komentar

  1. denger kabar juga di grup, mbak cory ilang hp di krl.. semoga di ganti dg yg lebih baik ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe, iya mba Vanisa..
      Amiiiin, makasih doanya mbak :)

      Delete

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)