Sehari Naik Commuter Line Bareng Annafi

Lifeascory.com - Kemarin, tepat hari Rabu, tanggal 29 Maret 2017 saya menunaikan janji saya untuk meet up bersama teman blogger saya, A...


Lifeascory.com - Kemarin, tepat hari Rabu, tanggal 29 Maret 2017 saya menunaikan janji saya untuk meet up bersama teman blogger saya, Annafi (pemilik blog www.suika-lovers.com). Sebenarnya, pada hari itu kami memiliki reminder jadwal yang sama, yaitu pergi ke Grand Sahid Sudirman, Jakarta Pusat dalam rangka mengambil hadiah dari lomba blog, twitter, dan instagram yang diadain oleh Pikko Group awal Maret lalu.
Karena perjalanan ke Sudirman bisa ditempuh berbarengan dan satu arah dengan kereta (saya dari Ciputat dan Annafi dari Kebayoran), akhirnya kami memutuskan untuk bertemu di stasiun Kebayoran Lama. Dari Ciputat saya naik angkot S10 menuju Stasiun Pondok Ranji dengan biaya IDR 5000, turun tepat di pintu masuk stasiun. Berbekal dengan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line yang diberikan Mbak Petty tahun 2015 lalu, saya berjalan menuju loket dan melakukan top up saldo sebesar IDR 50,000. Buat kalian yang ingin membeli KMT yang baru, kalian cukup mengeluarkan uang sebesar IDR 50,000 yang akan berisi saldo utama IDR 30,000.


Untuk penggunaan Kartu Multi Trip (KMT) Commuter Line sendiri, ketentuannya sebagai berikut (source: facebook.com/commuterline):
  • Kartu hanya dapat digunakan untuk transaksi perjalanan KRL Commuterline di seluruh lintas Jabodetabek. Jangan sampai naik kereta ke Surabaya pakai KMT, bisa-bisa ditolak. Haha. 
  • Kartu dapat dipindah tangankan kepada pihak manapun dan dapat digunakan oleh orang lain selain pemegang kartu. Kali aja ada temen atau saudara kalian yang mau pinjam atau pakai. Alhamdulillah kan kalau kita bisa bantu mereka. 
  • Transaksi kartu tidak dapat digunakan secara bersamaan untuk 2 (dua) kali transaksi. 
  • Masa berlaku #KartuETicketingMultiTrip tidak dibatasi dan dapat digunakan selama terisi saldo minimal IDR 7,000 
  • Sisa saldo pada #KartuETicketingMultiTrip dapat dikembalikan pada loket penjualan yang tersedia di Stasiun – Stasiun KRL Jabodetabek terdekat. 
  • #KartuETicketingMultiTrip yang hilang atau dicuri tidak dapat diganti atau diblokir termasuk saldo yang ada pada kartu, segala akibat atas penggunaan kartu yang dicuri atau hilang tersebut menjadi tanggung jawab pemegang kartu sepenuhnya. 
  • Apabila penumpang tidak tapping di gate in maka pada saat tapping di gate out akan dikenakan tarif tertinggi. (Ini nih yang harus kalian ingat-ingat!) 
  • Apabila penumpang melakukan perjalanan dengan saldo yang lebih kecil dari saldo minimal IDR 7,000 dikenakan suplisi sebesar IDR 50,000 
  • Apabila penumpang tidak tapping di gate out maka kartu tidak dapat digunakan dan penumpang harus menyelesaikan di loket dengan membayar tarif tertinggi. 
  • Apabila penumpang melakukan perjalanan atau membatalkan perjalanan dari Stasiun asal dan keluar kembali di Stasiun asal maka penumpang dikenakan tarif tertinggi. (Ingat juga nih, jangan sampai ya!) 
  • Apabila terjadi gangguan dalam kurun waktu tertentu yang menyebabkan perjalanan KRL di satu relasi atau lebih dibatalkan/tidak sampai tujuan, 
  • Perjalanan yang telah dituliskan pada kartu oleh sistem akan di batalkan di Loket Stasiun KRL Jabodetabek dan pengguna kartu dibebaskan dari bea/ tarif yang berlaku. 
  • Apabila terjadi peristiwa darurat (force majeure) yaitu termasuk namun itdak terbatas pada pemogokan kerja, kebakaran, kerusuhan massa, sabotase, bencana alam antara lain seperti gempa bumi dan banjir yang dibenarkan oleh pejabat yang berwenang atau hal-hal lain diluar kekuasaan para pihak,maka tidak ada pihak manapun yang dapat dituntut untuk memberika ganti rugi atas segala kerugian yang timbul sebagai akibat terjadinya peristiwa darurat (force majeure) tersebut. 
Pengguna kartu tunduk pada ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan serta syarat-syarat yang berlaku termasuk setiap perubahan yang akan diberitahukan terlebih dahulu oleh PT.KAI Commuter Jabodetabek dalam bentuk & melalui sarana / media apapun.


Entah kenapa, selama saya tinggal di Jakarta saya lebih suka berpergian menggunakan kereta atau driver online. Maybe, karena kenyamanan yang saya dapat kali ya, macet tidak berasa, bisa ngerasain nikmatnya berdesak-desakan tapi tidak kepanasan (tau lah ya problem cuaca di Jakarta dan kondisi kulit saya saat ini yang amat sangat sensitif dengan sinar matahari, jadi pilihan yang tepat menurut saya ya itu 😰). Setelah top up saldo saya langsung pergi ke Gate Tap In untuk bisa masuk ke ruang tunggu kereta. Biaya perjalanan dari Stasiun Pondok Ranji ke Stasiun Karet (tujuan akhir saya setelah jemput Annafi di Kebayoran Lama) sebesar IDR 2,500. Murah banget kan? Jadi bisa ngirit deh. Loh, travel irit itu penting loh guys! Kalau ada jalur yang irit, kenapa harus boros? Gitu loh! πŸ˜†



Setelah itu, saya menuju ke jalur di mana saya akan melakukan perjalanan ke stasiun Kebayoran Lama untuk jemput si Annafi. Kalau tidak salah (kalau mau ke Tanah Abang) itu harus nunggu di Jalur 2 deh (kalau naik di Pondok Ranji), apa jalur 1 ya? Hehe, lupa. Pokoknya kereta biasanya datang dari arah Jurangmangu. Dan setiap hari, peron stasiun di Jakarta itu tidak pernah sepi penumpang. Yang antre selalu penuh 24 jam, bisa kebayang nggak sih kalau lagi buru-buru dan kita tidak kebagian kereta yang berangkatnya lebih awal? Sabar.. Sabar.. Biasakan kayak orang Jepang! Meski jadwal keberangkatan kereta terlambat, mereka masih tetap tertib antre dan menunggu sampai keretanya datang. Hehew πŸ‘―πŸ‘Œ


Sekitar setengah jam saya menunggu, akhirnya Commuter Line jalur Tanah Abang datang dengan tampilan yang sedikit feminim. Silver and Pinky peach gitu deh. Setelah masuk kereta, saya melihat ke atas pintu Commuter Line yang ternyata tertempel Rute KRL Jabodetabek. Jadi buat kalian yang baru pertama kali naik Commuter Line, jangan takut kesasar ya. Toh di atas pintu kereta juga sudah disediakan rute KRL Jabodetabek. Kalau masih bingung, bisa tanya petugas yang ada di kereta. Biasanya mondar-mandir ngecek penumpang kalau gerbong kereta lagi longgar (tidak penuh penumpang).


Sekitar 10 menit saya sampai di Stasiun Kebayoran Lama. Tengak-tengok kanan kiri, maju mundur akhirnya ketemu juga sama Annafi. Sempat terjadi hal lucu juga sih pas saya sampai di Stasiun Kebayoran Lama. Ceritanya setelah saya turun dari kereta, saya naik ke lantai dua melalui tangga karena saya kira saya harus merubah tempat menunggu jalur keberangkatan lanjutan saya menuju Stasiun Tanah Abang, nggak tahunya jalurnya masih yang sama di mana saya turun tadi. Alhasil, di atas saya plonga-plongo karena sepi. Begini nih kalau jadi orang yang sok tahu. Hahaha! Dan ternyata si Annafi juga sudah nungguin saya di tempat duduk tepat di belakang tangga yang di bawah, di jalur tengah tempat saya turun tadi. Omo! tau gitu kan saya nggak usah naik tangga ya. Haha.

Jadi setelah saya lama berputar-putar di lantai dua, akhirnya saya kembali turun dan ketemulah saya dengan Annafi. Salam-salam, peluk-peluk, ketawa-ketawa, dan jeprat-jepret bentar.

Tangga tempat Annafi bersembunyi πŸ˜† (duduk di bangku yang ada di belakangnya)

Setelah 5 menit menunggu, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Tanah Abang dan transit ke Stasiun Karet. Tanah Abang adalah stasiun pemberhentian terakhir jalur Tangerang - Jakarta sekaligus stasiun transit jalur Bogor, Depok dan wilayah Jakarta lainnya.


Hal yang paling seru saat naik Commuter Line adalah ketika kita menjadi penumpang yang saling berebutan tempat duduk (kecuali tempat prioritas lah ya: like ibu-ibu bawa balita, ibu hamil, orang tua usia manula), saya dan Annafi sampai kejar-kejaran, Hayo siapa yang lebih dulu dapat! Hahaha 😎😹 Ada juga tuh mbak-mbak yang nyinyir gegara ada cowok yang nggak mau ngalah. Sampai lirik-lirikan mata sinis gitu. Duh mbak, sabar ya! Untungnya Annafi dan saya mendapatkan kursi prioritas, Hahaha. Lagian, nggak ada manula, balita ataupun sejenisnya yang masuk di gerbong kita, jadi ya lumayan lah kita jadi bisa menikmati sebentar. Ya ada sih, satu buibu bawa bayi yang lucu di samping saya. But i swear, cuman ada itu doang kok. Jadi nggak papa dong sekali-kali nikmatin kursi prioritas yang ada. Hoho.


Ini dia penampakan buibu di samping saya yang bawa bayi lucu, dan yang di samping Annafi adalah kedua kakak dari bayi lucu tersebut. Duh duh. Sempat juga kan ya saya foto balitanya buat kenang-kenangan. Jreeeeng~


Setelah sampai di Stasiun Karet, kami memesan driver online "Uber Car" menuju Grand Sahid Sudirman. Dan kalian tahu? Kita cuma ditarif IDR 4,500 dari harga 9,000 (padahal kami dapat mobil yang bagus dan nyaman), ya karena waktu itu Uber sedang mengadakan promo diskon 50%. Jadi saya dan Annafi mengeluarkan jurus "Tidak Tega" dan membiarkan kembalian IDR 5,500 untuk drivernya. Alakata, sebelum kita naik Uber, sempat ada Bapak tua sekitar 60 tahun meminta pertolongan untuk diberi ongkos ke Bekasi. Dan Annafi memberinya IDR 5,000 untuk sekedar membeli minum. Ya, semacam diganti gitu deh sama Allah jadi diskon 50% pembayaran Uber. Ah, ada saja! Memang Ubernya kali yang lagi ada promo sejak kemarin 😰

Setelah sampai di Grand Sahid, tak lupa jeprat-jepretnya. Tapi saya hanya motret Annafi, karena saya salah kostum, Hahaha. Alesan sih, padahal kehabisan baju karena males nyuci dan nyetrika πŸ™ˆ. Ini dia penampakan Annafi~


Setelah jeprat-jepret, kami pun memasuki Gedung kantor pusat PT. Pikko Group di Lantai 3. Dan ternyata teman-teman Blogger Jakarta pun ada di sana untuk mengambil hadiah juga. Jadi deh kita jeprat-jepret lagi bareng-bareng. Dan abaikan muka saya yang kucel disengaja πŸ˜„

Jadi hari itu adalah Hari Penuh Rejeki karena bisa meet up lagi sama teman-teman Blogger Jakarta setelah terakhir Gathering ke beberapa Apartemen Mewah milik PT. Pikko Group bulan Februari lalu. Mereka yang ada di foto adalah pemuda-pemuda hebat yang mampu melahirkan blog kece dan sangat informatif. Semoga saya cepat ketularan. Amin πŸ™πŸ’– Setelah ngobrol-ngobrol dengan mereka, saya dan Annafi pun kembali pulang dengan driver online ke Stasiun Karet (pastinya Uber lagi) dan Commuter Line again ke Stasiun Pondok Ranji. Keseruan meet up hari itu benar-benar singkat namun sangat istimewa.
Dan pelajaran berharga yang bisa saya dapat saat itu adalah "Ternyata naik Commuter Line itu seru!" Meski berdesak-desakan, lari-larian demi mendapatkan tempat duduk, tapi saya bisa jalan-jalan keliling Jabodetabek dengan cepat dan nyaman tanpa harus panas-panasan dan macet-macetan. Jadilah kangen bisa bertemu Annafi terobati.

Untuk informasi Commuter Line bisa lihat di:

Website: www.krl.co.id

For connected to Annafi bisa lihat di:

Website: www.suika-lovers.com

Read Other Articles

20 komentar

  1. Lucu kak lucu ���� tapi tetep informatif ������

    ReplyDelete
  2. Jujur udah lama ga baca blog seperti ini, kebiasaan blog skrng lebih nulis ttg info yg entah didapat dr mana demi adsense. Padahal tulisan citizen journalism gini lebih bermanfaat. keren mba, fotonya juga keren2. Well done ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks for always supportin' me mas ichsan, i'll share anything that i get in my journey and hope the readers enjoying it 😊😊

      Delete
  3. hahaha kok aku ketawa terus ya baca postinganmu xD makasih Cory, insya allah minggu depan aku buat versiku juga :D

    Suika-lovers.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, aku jadi ikutan ketawa fiii. Okeiii, asap yaa 😊😘 #sudahnggaksabarpengenbacaversiannafi

      Delete
  4. Jadi ngarep di Bandung dipasang KRL juga. Seru kayaknya ya. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, iya sama. Saya juga ngarep di Malang dan Surabaya dipasang KRL juga. Kayaknya seru juga 😊😊

      Delete
  5. Kok kayaknya seruu yahh . . . Jdi pengen naik juga. Entar deh suatu saat klo ke Jkt,hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo mbaa, sini ke Jakarta. Kita muter-muter naik Commuter Line πŸš‡πŸš‰☺

      Delete
  6. jadi pengen naik krl lagi ini. paling seneng kalo pas ngetap tiket itu mbak XD

    tragedi rebutan kursi juga sering kejadian mbak di kreta prameks, KRL ala Solo-Jogja-Purworejo hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahay, iya mbaa.. Hal yang kekanak-kanakan semacam itu terkadang menjadi keseruan tersendiri bagi orang dewasa, iya nggak sih? hehew πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜œ

      Delete
  7. Ini moda transportasi kesukaan saya, nggak pake macet! Btw foto-fotonya bagus tenan, baru pertama kali mampir kesini lalu suka sama jepretannya. Pake kamera apa mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehew, makasih mba Elisa. Pake Nikon D3300 mba πŸ˜‰πŸ˜Š

      Delete
  8. Cory ih sukaaaaak😘😘😘 the best!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Dianah sayang, the best for you too!😘😘

      Delete
  9. Bapak-bapak minta ongkos, why so mainstream. Aku selalu skeptis dan su'udzon. -__-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaa, tapi mau gimana lagi, terkadang kita juga selalu nggak tega kalau ada bapak tua yang minta.. Dan setelah aku melihat foto2 di album, ternyata bapak2 itu tertangkap kamera dan lagi ngeliatin aku pas di stasiun tanah abang, anehnya aku nggak ngeh, ternyata dia juga ikut turun di karet. Ngeriii...

      Delete

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Back to Top
Cute Polka Dotted Beige Bow Tie Ribbon