Suka Duka Jadi Operator Warnet

Suka Duka Jadi Operator Warnet – Selesai mengikuti tes SPMB Mandiri Juni 2016 kemarin, gue kembali ke kampung halaman sampai akhir Ju...


Suka Duka Jadi Operator Warnet – Selesai mengikuti tes SPMB Mandiri Juni 2016 kemarin, gue kembali ke kampung halaman sampai akhir Juli 2016 (setelah lebaran). Jadi, H+7 lebaran gue sengaja balik cepat (tanggal 25 Juli 2016) ke Ciputat karena tanggal 28 Juli 2016 adalah pengumuman kelolosan. Dan setelah menanti dua hari dengan perasaan harap-harap cemas, alhamdulillah gue lolos seleksi program studi Jurnalistik.

Sementara ini, gue harus bisa mandiri. Ngurus berkas ini itu sendiri, termasuk cari duit untuk biaya hidup sendiri (pastinya yang halal dong ya!). Untuk biaya daftar ulang sebesar IDR 1,75m (untuk semester awal) alhamdulillah sudah ada yang nanggung. Tinggal cari duit buat makan dan kebutuhan sehari-hari selama kuliah.

Baca Juga: Sosok Ibu Pengganti Selama Gue Kuliah di Jurnalistik

Karena waktu itu gue cuma pegang duit IDR 2m doang dan harus gue bagi-bagi buat melengkapi berkas daftar ulang (ngabisin biaya sekitar IDR 100k), maka sisa uang yang gue pegang tinggal IDR 150k dan gue harus bisa hidup sampai awal September bulan depan. Ketar-ketir gue khawatir kalo nafas gue nggak sampe akhir Agustus. Akhirnya gue harus cari kerja yang sekiranya cuma butuh modal tenaga dan ijazah SMA gue.

Well, Tuhan tidak akan membiarkan hambanya terlantar begitu saja selama hamba itu percaya, tetap optimis, dan terus berusaha bahwa di setiap kerumitan yang diterimanya pasti ada jalan yang akan ditempuh untuk menyelesaikannya. Dan gue percaya itu. Because I’m moslem, so pasti gue sholat lima waktu dan tak lupa mengadu pasrah atas apa yang ditakdirkan oleh-Nya setiap hari.

Alhasil, pengaduan gue diterima dengan cepat oleh Tuhan dan dengan kata lain, gue dapat tawaran kerja yang alhamdulillah menyenangkan banget. Jadi operator warnet guys!. Yeay, akhirnya gue dapet kerjaan juga. Wow, senengnya nggak ketulungan. Kenapa? Karena dalam pekerjaan ini, gue cuma butuh meluangkan waktu dan tenaga (fisik dan mental) yang lebih gue. Di samping itu, gue juga nggak perlu nyiapin fotokopi ijazah atau sekawanannya buat ditaroh di HRD atau si pemilik warnetnya. Cukup datang, dengan modal jujur, menguasai komputer, seperangkat office, tahu adobe dan sejenisnya, gue sudah langsung bisa kerja besok sorenya. Ya, bisa dibilang alhamdulillah banget. Ternyata Tuhan masih meminta gue untuk terus hidup dan berusaha mewujudkan impian gue yang hampir dan masih tertunda. Thanks buat mbak Anzoe Ana yang udah berbagi info lowongan kerja Part Time-nya.

Sejak 5 Agustus 2016 kemarinlah gue resmi jadi operator warnet [tapi sekarang sudah enggak sih, hehe]. Jadi, karena gue always masuk shift malam (mulai setengah empat sore alias pukul 15.30 WIB), paginya gue pake buat ngurusin ini itu di kampus sampai Hari H-OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik Kampus) Mahasiswa Baru. Makanya rasa capek gue hilang seketika, tertimbun rasa bahagia yang teramat mendalam (karena gue dapat pekerjaan yang bakalan tidak mengganggu aktifitas kuliah gue). Dan hal ini bikin gue semangat bekerja every day.

Sebenarnya, setiap pekerjaan pasti ada suka dukanya. Seperti halnya menjadi operator warnet. Tidak semulus dan seindah apa yang gue (pada mulanya) dan mereka bayangin. Memang sih, tidak bisa dipukul rata bahwa menjadi operator warnet itu tidak menyenangkan. Banyak juga yang merasa enjoy, tapi pasti ada suatu hal yang bikin kalian ngerasa nggak nyaman.


Suka duka yang gue alami selama menjadi operator warnet lumayan balance juga sih. Di sini gue mau sharing ke kalian, apa aja yang menjadi suka duka gue selama menjadi operator warnet. Dan sebelum gue ngebahas ke duka citanya, gue mau ngebahas soal suka citanya dulu. Sebagian suka citanya sudah gue ungkapin sih ya, di paragraf-paragraf sebelumnya (secara tersirat). 

Apa aja sih "suka cita" menjadi operator warnet itu?


  1. Pertama, bisa browsing gratis. Dan ini benar-benar menjadi hal yang paling utama. Apalagi untuk seorang mahasiswa (yang sering ngedapetin banyak tugas take home) dan seorang blogger macam gue. Internet bisa menjadi penunjang utama kebuTuhan sehari-hari yang harus terpenuhi sepanjang waktu. Jadi, bisa dibilang, “gue bernafas dengan internet, dan jika internet itu mulai menghilang, gue serasa hidup tanpa oksigen”. Ya, lumayan lebay juga sih gue. Tapi memang begitu faktanya.
  2. Kedua, bisa belajar mengoperasikan komputer dengan baik. Karena keseringan menerima job edit-edit file di microsoft office (word, power point, publisher, excel), especially edit skripsi (thesis), keseringan menerima jasa edit photo (adobe photoshop, coreldraw), cetak photo, burning cd, pasang printer, scan dokumen, kirim-kiriman email, nge-print, nginstall aplikasi PC dan sekawanannya. Kita jadi makhluk serba guna dengan ide gila coba-coba, hebat dadakan yang patut diunggulkan.
  3. Ketiga, bisa dikenal banyak orang atau lebih tepatnya dikenal para pelanggan warnet (orang yang sering nge-net di warnet yang kita jaga). Dan bisa juga kita jadi kenal sama pedagang kanan kiri (sekeliling) warnet karena seringnya beli makanan di situ.
  4. Keempat, belajar berkomunikasi sama orang lain. Ini merupakan hal yang paling penting menurut gue. Karena, dengan begitu kita jadi paham; bagaimana dan sikap seperti apa yang harus kita sampaikan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Juga kita bisa mengetahui karakter masing-masing orang yang baru kita kenal.
  5. Kelima, belajar menjadi orang yang jujur, teliti, amanah (bisa dipercaya juga bisa memberikan kepercayaan yang baik untuk orang lain), dan bertanggung jawab. Selain bisa mengetahui seluk beluk tentang komputer, menjadi operator warnet merangkap pekerjaan sekaligus menjadi kasir (cashier) alias sebagai orang yang bertanggung jawab mengelola uang saat transaksi dilakukan. Bayar billing, print-an, scan-an, burning, cetak foto, dan sebagainya.
  6. Keenam, bisa menjadi makhluk terupdate masa kini. karena keseringan nonton berita streaming, dan baca berita online lebih dulu. (Ini khusus buat kalian yang doyan baca info-info terkini)

Mungkin keenam suka cita di atas bisa memotivasi kalian supaya nggak memandang rendah pekerjaan yang kelihatannya sepele ini. Di samping itu, menjadi operator warnet juga ada duka citanya, tapi ini hanya sekedar sharing aja apa yang gue alami (nggak semua yang bekerja di warnet mengalami begini, jadi jangan disamaratakan).

Apa aja sih "duka cita" menjadi operator warnet itu?


  1. Pertama, Nggak punya banyak waktu luang untuk bertemu teman sekelas, seorganisasi, atau teman-teman yang lain, karena waktunya yang terbatas. Ini karena gue statusnya sebagai mahasiswa. Pergi pagi buta, pulang malam buta. Masuk kuliah pukul 07.30, dan rata-rata sampai sore sekitar pukul 17.00 dan pulang ke asrama sekitar jam 00.30 midnight. Jadi, seringkali telat datang ke warnet (harusnya jam 15.30 sudah berada di warnet, tapi gue dateng jam setengah lima/ jam empat). Selain itu juga nggak punya waktu buat ngerjain bareng tugas kelompok (jarang yang mau ngertiin). Kecuali Saturday and Sunday pagi, tapi biasanya anak-anak pada males kalo ngerjain tugasnya weekend. Mereka lebih suka jalan-jalan, dan buat gue waktu libur itu terbatas karena sore ampe malemnya gue juga harus jaga warnet.
  2. Kedua, Nggak bisa ikut kegiatan atau acara-acara penting. Ya, kalian tau lah waktunya sesempit apa. Dan liburnya paling dua minggu sekali (dua kali dalam sebulan). Dan gue selama sebulan penuh kemarin tidak ada liburnya, bayangin aja. Mau ketemu orang aja susah (ini karena warnet yang gue jaga khusus buat cewek doang, jadi pas gue lagi ngobrol sama temen cowok gue yang nyamperin ke warnet; temen satu organisasi, dianya malah kena damprat bapak pemilik warnetnya). Apalagi buat kalian yang ikut organisasi kayak gue, ngerasa banget deh, gue jadi nggak produktif alias nggak punya kontribusi apa-apa buat organisasi gue. (karena gue lebih memilih duit daripada kegiatan sosial mereka, nyesek juga kalo diinget-inget)
  3. Ketiga, Pemilik warnet nggak open minded. Ini merupakan suatu hal yang juga gak kalah penting. Kalo kalian nemuin bos yang kayak gini, mending dipikir-pikir dulu aja deh. Cari rejeki nggak harus nyakitin diri lo sendiri juga kan? Tapi tergantung orangnya juga sih, terserah lo aja gimana menilainya. Kalo bos gue emang nggak open minded, jadi susah buat diajak kerja sama. Ini menjadi salah satu alasan kenapa gue memutuskan untuk berhenti bekerja. Baca selengkapnya di sini.
  4. Keempat, Gajinya nggak seberapa. Maksudnya, jangan mengharap gaji lebih kalo cuman jaga warnet doang. Karena penghasilannya juga nggak seberapa, secara loh tahun 2016 kemarin bukan lagi tahun yang krisis internet. Dengan kata lain, sudah banyak smartphone yang diluncurkan merangkap sebagai hotspot (tethering). Jadi, bagi orang yang udah punya laptop, tak jarang kalo mereka sudah nggak butuh warnet lagi selain nge-print atau scan, atau sekedar cetak foto. Dan wifi pun bisa ditemukan di mana-mana, ya meski harus nongkrong sembari memesan segelas kopi atau makanan lainnya, siapapun bisa menikmati jaringan internet secara gratis. Jadi, gaji yang gue terima kemarin udah termasuk gede juga katanya. Sebesar IDR 1m (satu juta rupiah) dan itu udah termasuk biaya makan dan transport. Untungnya, gue suka masak sendiri di asrama (sering bawa bekal makan malam/ beli paket goceng sepulang kuliah) dan gue jalan kaki kalo kemana-mana (asrama-kampus, asrama-warnet). Ya, kalo diitung-itung sih bersihnya cuma dapet IDR 500k per bulannya. Tapi tetep aja disyukuri, ini rejeki. Daripada gue nggak punya duit sama sekali dan nggak bisa menyambung nafas di perantauan.

Maybe itu aja sih hal yang menurut gue menjadi suka dan duka selama jadi operator warnet. Sebenarnya hal seperti ini menjadi lumrah juga sih, karena di setiap pekerjaan pastinya akan ada hal yang menyenangkan dan harus ada yang dikorbankan juga (hal yang memicu timbulnya kesedihan). Maka dari itu, apapun pekerjaan kalian ya lebih baik disyukuri aja. Tapi seenggaknya kalian bisa memilih dan memilah di mana kalian bisa merasa nyaman dan lebih kuat menghadapi rintangan selama bekerja sebelum kalian memutuskan untuk tinggal. Semoga tulisan ini bermanfaat, dan ambil sisi positifnya saja.

Read Other Articles

2 komentar

  1. aku pengen sih jadi operator warnet tapi mungkin bosan juga ya (ga ding, download sepuasnyaa)

    suika-lovers.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boro-boro bisa download fii, internetnya aja dilemotin sama bapak warnetnya Hiks :'(

      Delete

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Back to Top
Cute Polka Dotted Beige Bow Tie Ribbon