Keseruan Anak Jurnalistik 1-C 2016 UIN Jakarta


Hey you are! Sebenarnya saya nak sapa awak semua, “Welcome to the Journalist World”! Apa benda yang kalian nak tahu, inshaallah bolehlah saya tuliskan semua kat sini. Mula-mula saya nak perkenalkan macam mana kampus korang yang banyak orang cakap dia nih besar, megah, bertumpuk-tumpuk sampai ke lantai tujuh. Tak habis-habis pandang langit kanan-kiri, banyak gedung kecik berdampingan rapat di sekeliling. State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Universiti Islam paling meletop di Indonesia. Amboi Mak Cik ni, besar cakap pulak kan? Oke, next..


First time kita masuk kelas pada tanggal 01 September kemarin. And i'm sorry, it's a latepost. Tapi takpe lah, sikit-sikit pun boleh kan saya hantarkan awak ke dalam suasana suka cita kelas baru kita. Jom, meluncur laju ke Jurnalistik 1-C. Sejak tiga tahun ini, jurusan Jurnalistik UIN Jakarta menjadi sorotan dedek-dedek gemes yang belum lulus sekolah. Entah bagaimana muasalnya mereka bisa kepikiran pengen masuk jurusan Jurnalistik. Mungkin, karena mereka menyukai dunia tulis menulis atau multimedia seperti saya, atau mungkin juga tertarik karena rumornya, bahwa dunia jurnalis adalah "keren" seperti dalam serial drama korea "Pinocchio-피노키오". Mungkin loh, mungkin. Mengungkap fakta adalah "superhero". Wow wow!



Di tahun 2016 ini, jurusan jurnalistik UIN Jakarta yang awalnya hanya ada dua kelas, kini bertambah satu kelas menjadi 1A-1B-1C dari sebelumnya yang hanya ada 1A dan 1B saja. Sangat bersyukur karena kemarin sempat mendengar kasak-kusuk (gosip busuk :p) bahwa program studi Jurnalistik akan dihapus, dan alhamdulillah ternyata tidak. Malah banyak sekali yang berminat. Ngusap muka pake tangan.


Untuk semester pertama, Kartu Rencana Studi atau KRS biasa diisikan oleh Kepala Jurusan Prodi masing-masing. Jadi kita tidak boleh memilih sendiri (untuk tempat-ruang kelas atau waktu yang harus diambil). Manut kampus bae lah, bahasa kasarane ngunu. Dan saya cuma bisa, yaudahlah yang penting kita bisa masuk kelas. Jadwal sudah terima beres. Kayak sekolah-sekolah dulu sih, tapi nggakpapa lah, cuma satu semester ini.

And next, dalam satu kelas sejujurnya kita ada ber-dua puluh delapan orang. Kalau diabsen satu-satu, gedung sebelah bisa ambruk. Anak-anak di kelas kita suka standup comedy, ngaco, teriak-teriak, kocak, tapi tetap tak melanggar aturan: sopan. Lumayan mengerikan :D nah loh, bo'ng gak nih?


Nama ketua kelasnya "Bang Egy". Kalian bisa lihat, diantara sekian banyak cowok hanya dia seorang yang paling semampai. Dalam foto di atas, dia pakai baju batik warna hijau, senyum pepsodent, sambil ngacungin dua jari. Yok, dukung saya jadi bupati! Mungkin begitulah maksudnya, eh bercanda. Wakil ketua kelasnya si Diana. Gadis cantik pujaan hati para lelaki Jurnalistik 1-C. Bagaimana tidak? Pas voting pemilihan wakil ketua "Bang Egy", tiada satu pun cowok yang terlewat untuk mengacungkan tangan kanannya ke langit-langit. Yo yo, dukung Diana yok! Sorak-sorai gemuruh kayak Pemilu Cagub. Heleh, lebay amat. :p

Diana pakai kaos hitam, kerudung hitam, serba hitam tapi bukan maksud pemakaman. Senyumnya merekah bagai bulan terbelah dua. Hadeeeh :D

Saya ya begini saja, apa adanya selalu bahagia. Hahaha
Baru pertama masu kelas udah foto studio, halah :X
bang Egy mah eksis maaan!




Tomi memang cuek sih, tapi belom tahu rahasia besar apa yang sedang ditutupi, wkwkwk


Gue sama Alifia



Dan sori, saya sudah mulai lelah untuk menulis postingan ini. So, tunggu postingan-postingan kelas jurnalistik selanjutnya deh. Jangan lupa subscribe dan tonton video-video keseruan lainnya di channel youtube saya :)

No comments:

Post a Comment

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan SPAM, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Instagram

I'm Proud to be a part of :