Menyesal Beli iPhone 5s

Ini cerita saya beberapa waktu yang lalu. Semenjak saya menjadi iPhoners dari beberapa tahun lalu dan iPhone yang pertama kali saya pakai ad...

Ini cerita saya beberapa waktu yang lalu. Semenjak saya menjadi iPhoners dari beberapa tahun lalu dan iPhone yang pertama kali saya pakai adalah iPhone 4 GSM 8GB warna hitam. Sebenarnya saya juga tidak terlalu menjadi wanita yang upgrading lah ya masalah handphone begitu. Asal saya bisa mengoperasikan itu handphone dengan baik, saya selalu mensyukuri apa yang sudah saya miliki.

Saya kalau punya barang elektronik bisa dibilang kayak merawat binatang peliharaan loh. Dielus-elus, dibersihin, diletakkan di tempat yang layak, disimpan baik-baik, dan diawet-awetin biar berkah. Karena sesungguhnya setiap barang yang saya beli dan saya miliki, itu hasil dari perjuangan yang sangat menyayat. Amboi, ngeri sangat! Haha, makanya kalau terjadi apa-apa sama barang-barang hasil perjuangan saya pasti saya langsung nangis dan sangat sedih. Berasa lagi pemakaman ya.

Kenapa Saya Beli iPhone 5s?


Cerita singkat, semenjak saya mendaftar kuliah untuk yang kedua kalinya, saya harus membiayai kuliah saya sendiri. Nah loh, bukan barang-barang elektronik saya doang kan yang dihasilkan dari proses perjuangan yang menyayat. Kuliah juga butuh perjuangan! Oke, next. iPhone yang selama ini saya awet-awetin akhirnya berpindah tangan juga ke teman saya dan untungnya teman baik saya sendiri, yang mau membantu saya agar bisa mengikuti tes ujian masuk SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) Mandiri UIN Jakarta Juni dan Juli kemarin.

Tibalah saya harap-harap cemas. Setelah saya belajar dan berusaha semaksimal mungkin, alhamdulillah saya diterima di program studi Jurnalistik, lolos jalur SPMB Mandiri. Duh, senengnya bukan main loh. Kalau kita mendapatkan sesuatu hasil dari usaha kita sendiri. Lama saya tak memakai handphone canggih setelah itu, saya sering mendapat saran dari orang-orang terdekat saya. "Kamu kumpulin uang ya, buat beli hape baru. Susah sekali saya, kalau lagi butuh sama kamu (jadi inget kalau lagi dibutuhin orang lain, berarti dia masih menghargai kita dan itu pasti baik buat diri kita juga), menghubunginya harus via telepon atau sms. Sedangkan saya sudah tak mengisi pulsa reguler. Pasti paket internet. Soalnya whatsapp bisa chatting juga bisa telepon gratis sesama." Duh rasanya pemakaman lagi deh. Untung kali ini saya sudah tidak terlalu pengangguran seperti dua bulan sebelumnya, jadi saya tak terlalu sedih yang berlarut. Ha-ha-ha.


Benar juga sih, kata saya dalam hati. Kenapa tidak saya belikan handphone saja sisa uang simpanan saya. Fine, setelah berpikir cukup lama (siapa tahu ada keberkahan di balik handphone baru) saya pun searching ke situs jual beli barang bekas. Ya, hape seken juga tidak apa-apa kali ya asal bermutu dan bisa diberdayakan seperti yang dulu, pikir saya. Dilalah, akhirnya ketemu juga hape iPhone 5s yang spesifikasinya memenuhi kriteria banget dan dijual dengan harga sangat murah (read: lk. 1juta). Sebenarnya saya tidak ragu sih atas keputusan ini (read: hapenya cacat).


Secara fisik sih tidak cacat ya. Body mulus banget. dan saya yakin dalemannya pasti masih lancar jaya dan bagus. Tapi cacatnya, kenapa ini hape lock iCloud? Dan kenapa udah tahu lock iCloud masih saja saya beli. Dan alasannya:
  1. Beli barang seperti handphone yang bisa dibilang bukan untuk sekali pakai langsung buang. Atau buat begaya doang (eh, gue pake iPhone loh!). Itu ENGGAK banget buat saya. Karena sedari kecil, ibu selalu memberi contoh "kalau beli barang yang berkualitas ya, biarpun mahal yang penting awet biar nggak bolak-balik ganti, kayak yang punya pabrik aja."
  2. Not expensive (bukan karena aku orang yang gampang memutuskan sesuatu ketika melihat barang murah loh ya). Ini merupakan keputusan yang sudah saya pikirkan matang-matang sebelumnya. Karena selain uang saya sangat terbatas, saya pikir saya harus bereksperimaen juga pintar mengelola dan memutarbalikkan keadaan.
  3. Entah kenapa saya merasa bisa mengatasi kecacatan yang sudah saya ketahui yaitu lock iCloud. Berkaca dari pengalaman saya yang dulu, pernah berhasil men-jailbreak hape saya sendiri dan berhasil saya kembalikan seperti baru lagi (sudah tidak jailbreak). Dan saya kira, iPhone yang saya beli kali ini bisa saya atasi dengan experimen baru saya, yaitu membedah iCloud yang terkunci. Tapi akhirnya, Ekspektasi dan Realita tidak sejalan. Saya sudah keburu menyatakan "I Quit!".

Setelah COD an, saya pun melihat dengan cermat iPhone yang hendak saya beli. Jujur, asli masih look like new guys! Mewah handphone gold gimana sih, ya begitu. Pastinya kalian juga akan merasa terkagum-kagum lah ya. Apalagi saya ini orangnya kepo banget masalah teknologi. Rasanya sudah pengen saya jadikan objek pembedahan. Lock iCloud saja kok repot! Saya sok gaya banget, kayak bisaan saja nyervis hape.


Sebenarnya saya ini bukannya orang yang cuma mau numpang gaya saja. Seperti kata orang-orang Indonesia, beli barang branded cuma buat gaya-gayaan doang. Kalau saya, beli barang branded yang memang terbukti berkualitas kenapa tidak, untuk kebutuhan jangka panjang. Gitu loh.

Yah, sebenarnya sedikit menyesal sih karena saya sudah sok duluan. Sok bisa nyervis dan sok beli hape murahan meski look like berkualitas. Ah, sudahlah! Buat apa disesali. Saya juga belum melaksanakan trik yang kedua (selain nyervis sendiri), yaitu nyervis ke tukang servis hape yang emang benar-benar canggih bisa mengatasi iPhone yang lock iCloud.

Pelajaran hari ini:  
"Tidak boleh menyombongkan diri meski sudah pernah berhasil melakukan sesuatu yang benar sebelumnya. :)"

Read Other Articles

2 komentar

  1. hehehehee kamu ada ada ajaa.. aku juga nih pengen ganti hapee, tapi blm nemu2 sm yg bkin ketarik beli XD #gayabanget.. aku kebanyakan liat review hp, liat spek2 hp, liat harga, sudah 1 thn yg lalu pgn beli.. tapi gak beli-beli, entah nunggu apa #beli hp udah kaya nunggu jodoh XD lama~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, sama. Gue juga pengen ganti hape. Tapi nunggu yang gratisan. Entah jadi take-and-give berupa advertorial kah, atau menang lomba kah. yayaya, butuh usaha lebih lagi :)

      *Syukuri apa yang ada hehe

      Delete

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Back to Top
Cute Polka Dotted Beige Bow Tie Ribbon