Mengapa Pilih Jurusan Jurnalistik?


Sebenarnya, menimba ilmu tidak sekonyong-konyong dibatasi oleh program studi atau jurusan. Segala sesuatu bisa kita dapat sesuai dengan usaha kita. Tetapi, adakalanya manusia hanya diberikan keterbatasan oleh sang pencipta dalam menampung ilmu pengetahan. Seperti halnya komputer, bisa menampung segala data namun terbatas. Jadi, pintar-pintarnya si pemilik saja. Kira-kira data apa saja yang harus ditampung sesuai dengan kebutuhan. Yang artinya bahwa kita tidak boleh memaksakan, ketika otak kita sudah merasa tidak mampu menampung banyak dari satu bidang ilmu pengetahuan maka jangan lagi ditambahkan karena sebuah tuntutan, yang ada otak kita jadi error dan butuh waktu lama untuk penyembuhannya.

Maka dari itu, kita pun harus tahu hal-hal apa saja yang harus diperhatikan ketika ingin mendalami suatu ilmu pengetahuan. Sehingga tidak ada lagi kekecewaan atau stressfull yang dialami ketika kita akan mengaplikasikannya ke dunia nyata. Jangan sampai jadi human error!

Kenapa memilih jurusan Jurnalistik?

Setiap orang memiliki passion di bidang masing-masing. Sesuatu di mana orang itu akan merasa ringan dan bahagia (dengan kata lain: ikhlas) jika mengerjakannya. Tanpa paksaan, tidak pernah bosan, dan melakukan segala cara (yang terbaik) untuk mencapai suatu hal yang ingin dicapainya. Bring an opportunity, opportunity to do the best! Sehingga tidak akan ada yang namanya keputus-asaan di dalam jiwa seseorang dalam menggali lebih dalam suatu ilmu pengetahuan. Never Give-up!

Banyak yang menjadi alasan mengapa saya memilih jurusan Jurnalistik dalam menempuh pendidikan tinggi tingkat University. Salah satunya adalah passion. Sejak kecil saya menyukai dunia tulis menulis. Mulai dari cerpen, berita mini (seputar kampung dan desa), dan kadang-kadang saya suka mengaplikasikan tulisan tersebut dalam bentuk cerita bergambar atau bisa dibilang komik, karena waktu itu teman saya lebih suka membaca cerita ketika di dalam cerita itu diselipkan sebuah gambar sebagai pemahaman. Dan karena dulu saya orangnya tidak banyak omong, jadi lebih sering menghabiskan waktu dengan membaca atau menulis. Sampai suatu hari saya pernah memiliki cita-cita yang sampai sekarang masih sedang saya perjuangkan, yaitu menjadi seorang inspiring writer.

Saya suka membaca, entah tentang apapun itu. Saya pun menyukai tantangan. Haus akan ilmu pengetahuan, apalagi ketika ada sesuatu yang baru pasti akan saya kejar informasinya. Lalu saya ingin berbagi karena saya tahu bukan saya pribadi saja yang ingin mengetahui segala sesuatu.

Harapan setelah masuk kuliah jurnalistik

Sebenarnya, menjadi seorang jurnalis memang bukan persoalan yang mudah. Seseorang harus dituntut untuk memiliki kekuatan fisik dan mental. Selain mampu bekerja dibawah tekanan nantinya, seseorang harus menjadi pribadi yang berwawasan luas. Tetapi, di setiap pekerjaan pasti ada keuntungan yang didapat. Kita dapat melakukan apapun, pergi kemanapun, dan bertemu siapapun yang tentunya akan menambah pengalaman dan pengetahuan kita tentang dunia. Kita pergi ke alam bebas untuk mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya. Untuk mengungkap sebuah fakta yang tersirat di muka dunia.

Harapan saya setelah ini sih lumayan. Jika ditulis dalam sebuah do'a, mungkin tuhan juga tertawa. Ini manusia kecil banyak maunya, awas saja kalau usahanya cuman setengah-setengah. Ya begitulah kiranya jika dibayangkan. Saya harap setelah masuk kuliah jurnalistik bisa belajar lebih lagi tentang bagaimana seseorang mengungkap fakta, menjadikannya sebuah informasi yang layak dibaca dan diaplikasikan.

Dalam artian bahwa selama kuliah nanti saya berharap bisa belajar banyak teori seputar dunia tulis menulis, juga fotografi. Karena seorang jurnalis ketika mencari informasi tidak hanya membutuhkan sebuah tulisan dalam mengungkap sebuah fakta atau kejadian yang luar biasa, tetapi juga harus bisa mengambil gambar atau video dengan tepat sebagai bukti kongkrit, sehingga sebuah informasi bisa ditangkap dan dinikmati secara nyata.

i wanna be a woman photographer, be a good photographer


Menjadi Travel Journalist

Sejak saya kenal dunia perbloggeran. Dimana saya bisa mencurahkan semua informasi yang sudah saya dapat, dan orang-orang di seluruh dunia yang membutuhkannya bisa mengakses dan membaca, saya pun mulai tertarik untuk bisa pergi ke luar kota, keliling Indonesia, memperhatikan budaya, memahami konflik Indonesia yang sebenarnya. Juga ingin menaklukkan negara-negara yang ada di belahan bumi utara dan selatan. Sehingga saya bisa menginformasikan kembali kepada mereka-mereka yang ingin tahu karena kurang tahu atau bahkan tidak tahu sama sekali.

Ingin memahami budaya mereka, ingin mengatahui rahasia mereka yang hingga saat ini masih menjadi subjek dari lahirnya segala teknologi yang saya pakai dan nikmati sekarang ini. Juga ingin mempelajari beragam bahasa yang mereka miliki. Dan dari sinilah, saya akan berusaha mulai sekarang, untuk bisa mengucapkan setidaknya kalimat-kalimat umum yang biasa digunakan (belajar beberapa bahasa) negara yang ingin saya taklukkan setelah Indonesia.

Jadi, begitulah kiranya mengapa saya harus pilih jurusan jurnalistik di kehidupan yang sedang saya jalani sekarang ini. Belajar banyak teori untuk diaplikasikan sebagai seorang Jurnalis di kemudian hari. Haus pengetahuan, senang bersosialisasi, suka menikmati keindahan alam, suka tantangan, benci hal yang monoton, juga belajar seribu bahasa. Indonesia-English firstly.

Wanna be a travel journalist! Bismillah tawakaltu 'alaallah. Laa haula wa laa quwwata illa billah..

No comments:

Post a Comment

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan SPAM, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Instagram