Kedai Makan Melayu Ala Merlion Cafe

Hello awak semua ! Nak pergi makan? Jom lah ke kedai pak Cik Merlion depan kampus Psikologi UIN Jakarta tuh. Sedap sangat tau tak. Nak lagi ...

Hello awak semua ! Nak pergi makan? Jom lah ke kedai pak Cik Merlion depan kampus Psikologi UIN Jakarta tuh. Sedap sangat tau tak. Nak lagi lepas tuh. Korang semua jangan heran eh, di Ciputat ada pula kedai makan melayu macam kedai makan dekat Melaka. Hahaha. Benar gak ya?

Sebagai mahasiswa baru di UIN Jakarta, rasa keingintahuan akan lingkungan sekitar patutlah mendapat sokongan dari diri sendiri. Termasuk mencari tempat kuliner sekaligus tempat nongkrong langganan nantinya. Asal harganya sesuai budget lah ya. Berapa sih harga yang diminati mahasiswa di tahun 2016 ini? Palingan sekitar IDR 10k sampai 20k untuk ukuran makan sepiring (tapi penuh sampai tumpah :p), dan sekitar IDR 3k sampai 10k untuk ukuran segelas minuman (dengan catatan: gelas harus gede meninggi). Ah, sudah biasa.

Sebenarnya banyak sekali tempat kuliner di sekitar kampus UIN Jakarta, kalau diberikan kesempatan (doain ya /\) saya akan mereview tempat-tempat cantik tersebut di blog ini. Ada Hosen's Culinary, Abuba Steak, Surabi Teras, Haus Coffee, Joker Coffee, Kedai Dan, MCD & KFC (hahaha), Abang-abang gerobak Soto, Mie Ayam, Bakso Urat, Bubur Ayam, Warung Jawa, Warung Sunda (hahaha). Yasudahlah, mudah-mudahan tidak kecewa setelah membaca paragraf ini. Kita bahas Merlion aja dulu. 


Merlion Cafe, tempat makan yang sudah berdiri sejak tahun 2011 dan dikelola oleh Mr. Kitt alias Pak Cik asal Singapore ini bisa dibilang ngetop karena menjadi tempat andalan anak-anak sekolah dan anak kampus nongkrong. Dengan menu khas melayu Nasi Kari Ayam asli Singapore dan Teh Tariknya yang super enak, kedai makan melayu ini tak membandrol harga di atas rata-rata. Yang artinya kalian bisa menikmati menu di sini dengan label "Harga Murah Porsi Banyak".

Kedai ini juga tak menafikan kebutuhan anak-anak yang kini sedang membooming. Alakata "Apa-apa harus ada paket data/ kuota/ wi-fi". Dan di sinilah kalian bisa menemukan Free Wi-Fi itu. Penak toh? Pastinya!

Sambil belajar ngegenjreng gitar dikit boleh lah ya :D
Dan jika kalian ingin menikmati cita rasa makanan sembari memandangi suasana kampus dua UIN Jakarta, kalian bisa pilih tempat duduk yang ada di teras. Nampak berdiri kokoh si gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, gedung Fakultas Psikologi, juga gedung Pasca Sarjana UIN Jakarta. Kalian juga bisa menatapi hilir mudik kendaraan bermotor yang melintas di jalan Kertamukti.

Tempat duduk yang bisa kalian pilih ada dua versi. Jika kalian ingin menikmati makanan itu sendiri atau hanya berdua dengan single menu (masing-masing pesan satu menu), maka pilihlah tempat duduk yang single atau meja yang pendek dengan dua bangku saja. Tapi jika kalian kesananya rame-rame atau lagi reunian gitu misalnya, maka janganlah salah pilih tempat duduk. Pilihlah meja yang ukurannya panjang (sesuaikan muat untuk berapa orang dan berapa menu pesanan). Semua tempat duduk yang disediakan disini adalah meja dan bangku yang terbuat dari kayu. Di atas meja dilapisi plastik merah bersponsor Carnation (ada gambar susu kaleng Carnation).

Di ruang dalam pun sama, setiap bangku dan meja terbuat dari kayu dan tertata rapi. Dilengkapi dengan teve layar datar lengkap dengan mic dan sound system, yang artinya bahwa kalian bisa mencicipi karaoke gratis di sana. Tapi sayangnya, kalian hanya bisa mencobanya di malam hari. Karena karaoke dikhususkan untuk pengunjung yang datang sekitar pukul 8 sampai 12 malam. Jadi jika kalian ingin mencoba karaoke di sana, datanglah malam hari. Tapi jangan heran kalau sainganmu akan banyak sekali, karena bukan hanya kalian saja yang ingin mencicipi karaoke gratis di sana. Kalau masih sanggup ngantri sih gakpapa lah ya.

Tepat di ujung ruang bagian dalam, terdapat dapur tempat memasak dan kasir. Jika kalian ingin melihat langsung bagaimana Pak Cik meramu Teh Tarik spesial, bisa kalian lihat di sana. Dan seperti inilah gayanya Mr. Kitt membuat Ice Teh Tarik.

Waktu itu, saya memesan Nasi goreng Cumi lengkap dengan minuman khasnya, Tea Tarik Singapore. Dengan merogoh kantong uang receh 20 ribu rupiah saja, saya bisa menikmati menu nasi goreng dan teh tarik yang mengenyangkan. Duh duh..

Teman saya memesan Mie Aceh Rebus pake Cumi. Dan rasanya super banget. Rasa-rasa melayu gimana gitu. Berasa kuliner di negeri jiran deh. Haha.

Saya dan mereka pun memesan minuman favorit. Tea Tarik Singapore yang bikin nagih. Dan inilah nasi goreng Cumi pesanan saya. Porsi jumbo, harga mini. Sori, cuminya tertutup telor mata sapi.

Terus apa aja sih sebenarnya menu di Merlion Cafe ini? Jom, kite liat sama-sama. Ok?

Nah gimana? Kalian berminat? Silahkan datang langsung ke lokasi. Di jalan Kertamukti depan Kampus II Fakultas Psikologi UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. 
Instagram: @MerlionCafe

Read Other Articles

0 komentar

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Back to Top
Cute Polka Dotted Beige Bow Tie Ribbon