Dulu dan Kini yang Telah Berubah


Adakalanya seseorang berhenti sejenak untuk melepas penat yang diembannya. Seperti kisah seorang teman saya yang kini sudah jauh lebih baik. Dari segi fisik, materi maupun akhlaknya jauh lebih baik sedaripada tiga tahun silam. Masa yang sungguh sangat menyeramkan. Dia bilang ingin mati dengan mudahnya. Dia bilang ingin menggadaikan dirinya sebagai pengorbanan. Dia mengutung-ngutuk orang-orang, bahkan sang penciptanya pun ikut dikutuk. Semua kuping yang ikut menyaksikan rasanya ingin menampar mulutnya yang menjijikkan itu. Tapi, itu dulu dan kini ia telah berubah.

Dulu semenjak ia bergaul dengan saya, ia selalu menghabiskan banyak air mata. Katanya saya ini terlalu beruntung. Masih diberi kekuatan untuk terus bertahan. Saya seringkali melantunkan apa yang sudah tercatat di dalam kitab suci. Seketika ia menangis, berdiam diri. Manatapku bisu, tanpa ada kata lain di hatinya kecuali ingin mendapatkan ketenangan yang serupa. Tapi ia tidak tahu bahwa jauh di lubuk hati saya paling dalam, sedang mengucur kesedihan yang tak terkira. Justru masalah yang harus saya selesaikan jauh lebih berat dibanding apa yang ia alami. Tapi saya berusaha tegar. Dan saya bahagia dengan apa yang telah diberikan tuhan.

No comments:

Post a Comment

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan SPAM, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Instagram