Ella Sukses Menjalankan Bisnis Clothing

Ella Lal Fakhiroh, Alumnus Pendidikan Tehnik Informatika Universitas Negeri Malang Satu dari sahabat saya yang ada di Indonesia, panggil saj...

Ella Lal Fakhiroh, Alumnus Pendidikan Tehnik Informatika Universitas Negeri Malang
Satu dari sahabat saya yang ada di Indonesia, panggil saja Ella. Gadis kelahiran 17 Desember 1989 ini sukses menjalankan bisnis clothing sejak tiga tahun silam. Berawal dari kegigihannya sejak masih di bangku kuliah dalam menjalankan usaha seperti berjualan produk Oriflame yang bisa dibilang lancar jaya, ia semakin yakin bahwa dirinya mampu mendirikan usaha sendiri (mandiri). Dan selama tiga tahun ini ia berhasil meyakinkan kedua orang tuanya bahwa lulusan Sarjana Informatika bukan hanya bergelut di bidang tehnik mengoperasikan aplikasi komputer saja.

Sejak kecil, Ella dibesarkan oleh keluarga yang bisa dibilang cukup mampu dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Ayahnya seorang guru terpercaya di salah satu SMA kota Malang, sedang ibunya adalah pebisnis rumahan. Sekilas dilihat, ia tergolong anak orang kaya yang manja dengan penampilan sedikit tomboy. Tapi sebenarnya ia adalah gadis yang bertolak belakang dari apa yang dilihat sekilas. Ia memiliki prinsip bahwa ia harus mandiri, ia tidak mau terus-terusan membebani kedua orang tuanya lagi. Karena ia juga tahu, sebagai anak sulung ia juga harus bisa membantu meringankan beban orang tua dan membahagiakan adik-adiknya yang masih sekolah. Dan akhirnya keinginan itu benar-benar terealisasi ketika ia mulai menjalankan bisnis awal sebagai member Oriflame. Saya yang waktu itu masih awam dalam dunia bisnis, bisanya cuma menemaninya mengantar barang pesanan ke rumah customer. Itu kenangan awal tahun 2012, saat ia masih menjalani observasi untuk hasil ujian akhir kuliahnya, skripsi.

Ella termasuk pelajar yang cerdas. Sejak kecil ia selalu menjadi objek sanjungan bahwa dirinya adalah gadis yang pintar. Dalam hal akademisi, ia sangat juara. Kasak-kusuk sering saya dapat bahkan dulu sempat saya jadikan inspirasi di bidang akademisi karena ia sering menjuarai lomba tingkat kabupaten. Bahkan sampai kuliah pun ia masih unggul dibidang akademisi. Siapa sangka ia akan menjadi usahawan muda seperti sekarang ini.

Foto kami berdua: Saya dan Ella
Di tahun 2012 itulah ia mulai berjualan selain Oriflame, mulai dari powerbank, sepatu, tas, kosmetik, aksesoris cewek dan lain sebagainya. Ia belum fokus dalam penjualan satu jenis produk. Ia hanya memulai penjualan dengan sistem dropship atau hanya memanfaatkan gambar dari supplier, lalu cari orang yang mau order (pembeli) melalui jalan pemasaran di sosial media seperti facebook dan instagram. Sistem dropship adalah pembayaran oleh customer di awal akad, lalu dijanjikan barang langsung kirim ke alamat customer. Dari sini ia terus membuktikan kepada dirinya sendiri bahwa ia kedepannya pasti mampu menjalankan bisnis usaha meski saat itu masih menuai perdebatan pendapat dengan kedua orang tuanya.

Sekitar awal tahun 2014, Ella mulai menjalankan usaha yang bisa dibilang sudah fokus menjual satu jenis produk, yaitu pakaian fashion laki-laki dan diberi nama Ar_El Shop. "Dengan modal lima ratus ribu, itu juga hasil penyisihan gaji saya yang pas-pasan selama saya kerja di kantor Pemerintahan Kabupaten Malang, alhamdulillah bisa dimanfaatkan untuk membeli stok barang ready di rumah. Untuk awal, saya hanya mampu membeli stok kaos khusus untuk fashion laki-laki dan alhamdulillah sejak itu juga saya sudah tidak pernah minta uang sama orang tua lagi." ungkapnya.

Beberapa bulan kemudian ia tersadar bahwa usaha yang dijalaninya mengalami kendala. Selain gaji yang pas-pasan, ia merasa bahwa waktu yang digunakan selama ini lebih banyak dihabiskan untuk kerja di instansi pemerintahan. "Ya dijalani aja, namanya juga usaha pasti ada pahit manisnya. Sebenarnya saya juga nggak bisa setiap waktu stay on di depan sosmed jualan saya, karena saya saja masuk kerjanya jam tujuh pagi dan pulangnya masih jam 7 malam. Paling nyempatin waktu buat balas chat orderan, dan janjian sama customer untuk liat barangnya yang ready stock di rumah sekitar jam 8 atau jam 9an. Yah, saat saya sudah di rumah dan sudah lumayan santai aja." jawabnya ketika ditanya apakah bisa melayani konsumen sewaktu ia bekerja. "Saya juga belum yakin buat bayar orang, gaji saja separuh buat modal separuh lagi buat biaya hidup, lagian stok barang juga gak begitu banyak, jadi sementara ya saya utamakan bekerja dulu biar nanti bisa bayar orang buat bantu ngejalanin usaha." lanjutnya.

Setelah satu tahun kerja di instansi dan sudah mulai cukup berani untuk terjun di usaha online shop ini, ia memutuskan untuk resign sebagai pegawai kantor. "Saya mulai berani memutuskan berhenti kerja karena saya terinspirasi dari buku-buku yang saya baca termasuk karya Ippho, disana dijelaskan bahwa jadi pegawai memang nyaman, tapi jadi pedagang atau pengusaha adalah kita berani bertindak 24 jam tiap detik tiap waktu tiada kepastian. Itulah sebuah kalimat yang membuat saya bangkit. Ya, meski orang tua masih tetap menolak impian saya dan terus berharap bahwa saya harus jadi pegawai." Setelah resign di pertengahan tahun 2015, ia mulai merenovasi rumah depan untuk dijadikan toko kecil skala rumahan hasil penyisihan gaji yang diperolehnya selama ini. Dan September tahun lalu, toko kecil itu resmi dijadikan tempat ready stock khusus dengan tujuan memberikan kepercayaan kepada konsumen bahwa online shop yang dijalankannya bukan hanya olshop abal-abal atau palsu. "Alhamdulillah, yang awalnya cuma memasarkan barang sekarang bisa buka toko baju, meski cuma menyediakan fashion khusus cowok aja." tungkasnya sembari melempar senyum lalu menyeruput segelas susu dingin yang ada di sampingnya.

Perjalanan yang sangat mengejutkan. Penuh perjuangan dan juga penuh pengorbanan. Impiannya untuk bisa mengajak para generasi muda agar mau berwirausaha dan tidak hanya nyaman kerja kantoran masih terus berjalan. Bisa dibilang perjalanan ini sudah mencapai tujuh puluh persen menuju kesuksesan. "Alhamdulillah juga, Arel Shop sekarang memiliki dua orang karyawan yang masuk shift pagi dan sore. Kerjaan mereka ya merespon customer yang order via bbm dan yang respon postingan di salah satu sosial media jualan seperti facebook. Untuk instagram dan whatsapp, saya sendiri yang handle. Ya, sampai sekarang alhamdulillah banget sih bisa jadi jalan rejeki buat diri sendiri dan dua teman sekaligus karyawan saya itu. Intinya, ini menjadi ajang pembuktian terhadap diri sendiri bahwa saya harus konsisten terhadap pilihan yang saya ambil, dan saya harus memperjuangkan impian itu. Meski nggak mudah, meski orang tua menolak tapi saya bisa membuktikan bahwa usaha yang saya jalankan terus berkembang. Kalau nggak berkembang, mana mungkin saya bisa bayar karyawan."

Kalimat terakhir yang tiba-tiba membuat saya gemetaran, keluarga sekaligus sahabat yang saya temukan di tahun 2012 lalu. Yang dulu belum kenal banget dan hanya mendengar kasak-kusuk gosip keluarga bahwa ia menjadi gadis berprestasi di bidang akademisi, kini sudah hampir meraih kesuksesan di bidang bisnis. Beberapa kalimat yang terus terngiang di kepala, "Sebagai manusia kita harus bisa meminimalisir resiko atau kerugian, kita harus  berani bermimpi lebih agar kita bisa berbagi lebih banyak. Apapun bisa terjadi dengan usaha. Tugas kita bukan untuk berhasil, tapi untuk mencoba. Semaksimal mungkin berusaha lalu serahkan hasilnya sama Allah, sang maha penentu atas segala usaha makhluknya. Insyaallah ada jalan dan terus mendapatkan yang terbaik." Sejak saat itu, saya selalu menjadikannya kiblat dalam hal semangat berusaha. Apapun yang saya lakukan beberapa tahun terakhir ini benar-benar penuh perjuangan. Dan semoga membuahkan hasil sepertinya. Amin.

Ungkapan terakhir saya, "Good luck, my best sister! Teruskan perjuanganmu dan saya pasti akan lanjutkan perjuanganku. Man Jadda Wa Jada!" See you at the top! Lalu kita berbagi cerita bahagia saat bertemu kembali nanti.

Read Other Articles

0 komentar

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan meninggalkan link hidup, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Back to Top
Cute Polka Dotted Beige Bow Tie Ribbon