Coretan Kecil Sebelum Masuk WC


Tiada bahagia tanpa rasa. Mematikan rasa sama halnya menolak kebahagiaan yang telah tuhan berikan. Aku paham bahwa rasa kasihmu telah kau simpan dalam-dalam demi menguapkan semua rasa gengsimu. Hari ini aku bersaksi bahwa tiada rasa selain pahit yang kau berikan untuk seorang perempuan yang sedang memperjuangkan hidupnya, mempertahankan keimanannya, mengkokohkan kembali puing-puing kehancuran dalam structural keluarga yang begitu jahat mempermainkan hidupnya. Rasamu begitu mati dan tak pernah kau hidupkan kembali untuk orang sepertiku.

Aku berjalan diatas pisau kalimatmu yang begitu tajam. Rasanya perih saat telinga mempertahankan gelombang suara untuk kupersilahkan masuk dan bergumam. Berfikir diatas kesadaran yang penuh batasan. Aku ingin kamu mengerti. Tapi rasanya sulit jika air berbaur dengan minyak yang menginginkan untuk bersatu. Tiada hasil dari keduanya kecuali bersama bersanding tanpa kata. Aku bukan gadis idaman jika kau lihat dari segala sandang, pangan, dan papanku. Aku tak memiliki apa-apa sedang kau segalanya kau punya sampai kau muntahkan tanpa arah. Tiada yang bisa menguatkan hati selain diri yang kau sepelekan begitu saja tanpa kau gali dalam-dalam apa yang sudah ku perjuangkan.

Begitu banyak kisah tentangku yang kau tahu. Tak pernah segores pun kau hargai tetesan keringat dan darah yang ku kucurkan untuk hidupku, hidupmu, dan hidup mereka. Senyumku malam ini bagai bulan sabit mentereng kemudian kau tiup keras-keras awan hitam lalu menutupiku.

Kesunyian 2015,

No comments:

Post a Comment

Hello guys! Thanks for reading this article.
For leaving your comment, please write on the box comment below, then click post/ publish!
Mohon memberikan komentar yang bersifat membangun ya!
Jangan SPAM, karena bakal dihapus secara otomatis. Thank you :)

Instagram

I'm Proud to be a part of :